[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

25 April 2021

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Relasi antara Salib dan Pentakosta

Yohanes 20:21-22

Yesus sudah bangkit, dan sebelum Dia naik ke sorga, Dia menampakkan diri kepada beberapa murid-Nya, dan beberapa orang. Jumlah mereka lebih dari pada 500 orang, demikian kata Alkitab. Perikop ini menceritakan bagaimana Yesus berjumpa dengan murid-murid-Nya. Pada waktu itu murid-murid-Nya sangat-sangat takut. Mereka minoritas, Guru mereka sudah disalib dan masa depan mereka tidak diketahui harus bagaimana. Tetapi, Yesus yang bangkit mendatangi mereka. Kalimat pertama yang diucapkan Yesus Kristus adalah: “Damai sejahtera bagi kamu!” Ini adalah damai yang dimiliki oleh Yesus saja. Ini adalah damai yang diberikan hanya kepada orang-orang pilihan saja di dalam Kristus Yesus. Damai ini tidak ada di dalam dunia. Kalau Saudara-saudara dan saya merasa damai, kalau dunia merasa damai, kenapa damai? Damai karena sudah disuntik vaksin Corona? Tadinya gelisah, takut untuk ketularan. Damai karena tabunganku mulai banyak? Masa depanku agak terjamin? Damai karena tadinya aku punya musuh, sekarang orang itu minta maaf sama saya? Damai karena pacarku yang tadinya putus dengan saya, sekarang mulai ingin menjadi satu lagi? Seluruh itu adalah damai dunia. Tetapi di dalam Alkitab, Yesus Kristus mengatakan, “Aku akan memberikan damai yang tidak dimiliki oleh dunia.” Yesus Kristus datang kepada murid-murid-Nya ”Damai sejahtera-Ku, Kuberikan kepadamu.” Apa dasar yang menjadi damai sejahtera Yesus Kristus? Yaitu kebangkitan Kristus, tahta Kristus yang tidak tergoyang, kemenangan Yesus Kristus, membuat semua manusia yang meletakkan hidupnya dan hatinya kepada Kristus Yesus akan mengerti bahwa hidupnya tidak terkalahkan. Karena hidup tidak tergantung pada segala sesuatu yang ada di dunia, tetapi tergantung kepada Satu Pribadi yaitu Yesus Kristus yang sudah bangkit. Setelah itu, Yesus Kristus mengatakan kepada para murid-Nya ”Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus engkau.” Kemudian Dia mengembusi murid-murid-Nya dan mengatakan, “Terimalah Roh Kudus.” Yesus Kristus mengembusi murid-murid-Nya dan mengatakan, “Terimalah Roh Kudus.” Apa yang sesungguhnya terjadi? Mengapa Yesus Kristus mau melakukan hal ini?

Banyak orang mengerti ayat ini dengan kesalahan yang besar. Ada banyak hamba Tuhan yang secara fatal meniru tindakan Yesus ini. Mereka meminta jemaatnya maju ke depan berhadapan muka dengan wajah para pengkhotbah, lalu pengkhotbah itu menghembuskan nafas dan mengatakan “Terimalah Roh Kudus.” Begitu banyak adegan dan tindakan seperti ini di seluruh gereja di seluruh dunia. Tetapi kalau kita mengerti apa yang sebenarnya, kalau kita mengerti doktrin yang benar terhadap hal ini, maka tindakan hamba-hamba Tuhan itu adalah suatu penghujatan. Perhatikan baik-baik prinsip pada doktrin ini. Yesus Kristus mengatakan, ”Seperti Bapa mengutus Aku, demikian Aku mengutus kamu.” Maka ini berbicara mengenai pengutusan. Di dalam Tritunggal, secara ontological, mereka tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi dari pada yang lain. Tetapi secara economical Trinity, ketika Allah Tritunggal melayani manusia, melayani dunia ini di dalam history of salvation, maka Allah Bapa mengutus Allah Anak; Allah Bapa dan Allah Anak mengutus Allah Roh Kudus. Perikop ini berbicara mengenai pengutusan Allah Anak kepada para murid-Nya dengan memberikan Roh Kudus. Ayat-ayat ini berbicdara berkenaan dengan Yesus Kristus yang mengutus Roh Kudus. Itu artinya Allah oknum kedua Tritunggal di dalam economical Trinity mengutus Allah oknum ketiga Tritunggal. Di dalam economical Trinity ada ordo demi ordo. Maka tidak pernah ada satu hamba Tuhan, yang terhebat sekalipun, yang boleh mengutus Roh Kudus. Karena Roh Kudus adalah Allah oknum ketiga Tritunggal. Ayat ini hanya boleh dilakukan oleh Yesus Kristus sebagai Allah oknum kedua Tritunggal mengutus Allah oknum ketiga Tritunggal. Lalu sesungguhnya apa yang sedang dilakukan oleh Yesus Kristus di dalam ayat ini? Perhatikan baik-baik! Kristus sedang meneguhkan para murid-Nya bahwa Dia-lah yang akan mengirimkan Roh Kudus pada hari Pentakosta nantinya. Yesus sedang meneguhkan para murid-Nya bahwa Dia adalah Mesias yang sejati dan Mesias yang sejati akan membaptis banyak bangsa oleh Roh Kudus. Kita akan masuk ke dalam doktrin yang penting ini.

Perhatikan! Ini yang akan kita pelajari hari ini. Ini yang akan kita lihat hari ini. Perhatikan doktrin penting ini. Mesias yang sejati ketika Dia datang, Dia akan memiliki dua tanda yang sangat erat di dalam Injil, yang pertama, bahwa Mesias akan mati di atas kayu salib, yang kedua, Mesias tersebut akan mengirimkan Roh Kudus. Ini adalah the sign of Messiah. Ini luar biasa penting. The sign of Messiah ada dua dan ini menjadi satu, yang pertama adalah salib, dan yang kedua adalah Pentakosta. Bagaimana para penginjil; empat Injil ini berbicara berkenaan dua hal ini adalah tanda utama Messiah. Tetapi sebelum berbicara seperti itu, maka saya akan menjelaskan berkenaan tanda Messiah. Suatu hari Yesus memberi makan kepada 5000 orang dan setelah diberi makan, keesokannya Yesus pergi ke satu tempat, dan orang-orang itu berbondong-bondong dan bahkan sudah ada yang di tempat itu, dan menemukan Yesus Kristus. Yesus menyatakan satu kalimat yang bagi saya, sesuatu yang pertamanya sangat aneh. Dia mengatakan demikian, ”Engkau semua mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, tetapi karena engkau sudah kenyang.” Saya kebingungan. Mujizat itu tandanya, sehingga mereka datang. Tetapi Yesus membedakan; engkau tidak melihat tanda-tanda; engkau datang bukan karena melihat tanda-tanda tetapi karena engkau sudah kenyang. Apa yang Yesus maksudkan? Tanda-tanda apa maksudnya? Yaitu tanda-tanda Mesianik. The sign of Messiah. Jadi miracle itu adalah salah satu tanda Mesias. Sekali lagi. Yesus memberikan miracle bukan untuk miracle itu sendiri. Dalam miracle ada sesuatu yang mau dipresentasikan oleh Yesus Kristus untuk membuat orang melihat siapa Mesias yang sejati. Kalau seseorang mendapatkan miracle, kemudian orang itu bersyukur kepada Tuhan untuk miracle ini, tetapi tidak bisa sampai menuju kepada tanda Mesianik, maka miracle ini tidak ada artinya apa pun saja untuk keselamatannya. Itulah sebabnya Yesus mengatakan kepada orang banyak itu, “Engkau cari Aku, bukan karena melihat tanda-tanda Mesianik tetapi karena engkau sudah kenyang.” Bahkan di dalam peristiwa itu, ketika mereka sudah kenyang mereka mau mengangkat Yesus sebagai Raja dan Yesus Kristus menolak itu. Yesus Kristus pergi meninggalkan mereka. Ini artinya, jikalau Saudara dan saya mendapatkan suatu berkat; apa pun saja, misalnya, Saudara kecelakaan tetapi Saudara tidak jadi kecelakaan, atau sakit kemudian disembuhkan. Saudara seharusnya mati kemudian diperpanjang umurnya. Kalau hanya sampai mengatakan: Tuhan terima kasih. Engkau Raja. Saudara kemudian bertepuk tangan untuk kemuliaan Tuhan. Yesus Kristus sama sekali tidak tertarik untuk hal ini. Saudara-saudara melihat miracle itu hanya untuk miracle dan berterima kasih saja. Tetapi Yesus Kristus mengatakan, “Engkau datang kepada-Ku, bukan karena melihat tanda-tanda Mesianik, tetapi karena engkau sudah kenyang.” Orang-orang yang melalui berkat itu melihat tanda Mesianik, maka dia bukan saja berterima kasih kepada Tuhan tetapi dia akan takhluk kepada Kristus Yesus.

Tanda-tanda Mesianik di dalam Perjanjian Lama yang digenapi dalam Perjanjian Baru itu banyak. Misalnya saja, ketika Yesus memberikan kesembuhan atau memberikan makanan yang banyak bagi orang yang kelaparan. Itu tanda Mesianik apa sih? Perhatikan. Itu adalah tanda Mesianik bahwa Mesias dalam Perjanjian Lama sudah dikatakan Mesias ketika Dia datang Dia akan menghadirkan the age to come.The age to come adalah suatu zaman yang diharapkan di depan. Zaman yang tidak ada kekurangan; zaman yang dengan kesembuhan tidak ada kesakitan; zaman dengan prosperity dan tidak ada kekurangan; zaman dengan seluruh kedamaian dan tidak ada kesusahan. Saudara dan saya akan mendapatkannya pada kedatangan Kristus Yesus yang kedua, bukan? Mesias kalau datang akan menghadirkan zaman itu. Yesus Kristus datang dua kali. Pertama adalah cicipan dari masa yang akan datang itu. Itulah sebabnya dalam teologi Reformed disebut sebagai already and not yet. Apakah the age to come itu sudah datang? Apakah sorga sudah bisa kita nikmati dengan kehadiran Yesus Kristus yang pertama dan nantinya yang kedua? Maka yang pertama ini adalah bicara berkenaan dengan ya, kita bisa nikmati already and not yet tetapi belum secara penuh. Sekali lagi, ketika mujizat diberikan, ketika orang lumpuh itu melonjak, kemudian berjalan, Yesus sedang menyatakan Dia adalah Mesias yang menghadirkan the age to come. Tidak berarti bahwa the age to come akan datang secara full saat kedatangan Kristus yang pertama. Itu akan full pada kedatangan Kristus yang kedua, sehingga Saudara-saudara bisa melihat bahwa kedatangan Yesus Kristus yang pertama ada kesembuhan tetapi tidak semua disembuhkan; ada kelimpahan makanan tetapi tidak semua mendapatkannya. Ada kebangkitan Lazarus tetapi akhirnya Lazarus tetap harus mati lagi. Kita sudah mencicipi the age to come.The age to come sudah datang tetapi belum seluruhnya. Sampai kedatangan Kristus Yesus yang kedua. Sehingga sekali lagi, ketika Yesus menghadirkan 5.000 orang dikasih makan, itu bukan untuk memberi makan, bukan untuk mujizat itu. Tidak. Tetapi supaya orang-orang mengerti bahwa Dia-lah yang membawa the age to come itu datang.

Tanda-tanda Mesianik banyak sekali. Tadi barusan saya panjang lebar berbicara berkenaan dengan deliverance; the age to come. Tanda Mesias yang lain, misalnya saja Daud pernah mengatakan di Mazmur, tulang-Nya, tulang Mesias ketika mati tidak akan diremukkan. Perjanjian Lama mengatakan Mesias pasti adalah keturunan Daud. Mikha menyatakan Mesias kalau datang, ada di Bethlehem. Zakharia menyatakan Mesias kalau datang, Dia akan menggabungkan dua jabatan ini: Raja dan Imam. Yesaya yang baru kita baca, menyatakan Mesias kalau datang disebut sebagai Man of Sorrow. Sekarang perhatikan di dalam Perjanjian Baru, khususnya Injil, berkali-kali penginjil-penginjil menyatakan kalau Mesias datang tandanya dua, yaitu salib dan Pentakosta. Sekarang saya baru akan bicara berkenaan dengan salib dan Pentakosta. Ini penting sekali. Pentakosta berbicara mengenai Roh Kudus. Ketika kita berbicara mengenai Roh Kudus atau buku yang membahas berkenaan aktivitas Roh Kudus yang luar biasa adalah Kisah Para Rasul. Tetapi, perhatikan baik-baik satu prinsip ini. Kisah Para Rasul ditulis oleh Lukas. Jadi, Kisah Para Rasul adalah kelanjutan tulisan Injil Lukas. Kisah Para Rasul adalah Injil Lukas bagian yang kedua. Jikalau kita melihat tulisan Injil Lukas sampai kepada Kisah Para Rasul, maka Saudara akan menemukan kejelasan the sign of Messiah di dalam salib dan Pentakosta, dan bagaimana hubungannya. Kita akan masuk ke sana. Tetapi sebelumnya saya akan memberikan sedikit notes di sini. Sebenarnya bukan saja Lukas tetapi seluruh penginjil lain juga menyatakan demikian. Doktrin Roh Kudus yang begitu jelas di dalam Kitab Yohanes adalah di dalam Yohanes pasal 14-16. Kapan dinyatakan oleh Yesus? Pada satu hari sebelum Dia pergi ke salib. Pada waktu farewell discourse. Pada waktu itu, di tengah-tengah bayang-bayang salib, Dia mengatakan terus-menerus doktrin Roh Kudus. Dia mengatakan bahwa Anak Manusia akan mengalami penganiayaan, akan disesah, dan akan mati di Yerusalem. Tetapi kemudian Dia juga mengatakan berayat-ayat berkenaan dengan Penghibur kalau datang; Penolong itu kalau datang; Roh Kudus kalau datang. Terus-menerus bicara mengenai Roh Kudus ketika Dia datang, itu Pentakosta.

Saudara bisa melihat pengajaran Pentakosta di dalam situasi salib karena memang keduanya adalah tanda Mesianik. Karena Mesias yang sejati menurut catatan Injil akan disalib, dan Dia juga yang akan membaptis umat-Nya dengan Roh Kudus. Maka sekarang lihatlah urutan-urutan ini. Saya sudah membuat suatu bagan. Saudara-saudara nanti bisa mengikuti diagram bagaimana Lukas menyusun ayat-ayatnya sampai Kisah Para Rasul untuk menunjukkan bahwa the sign of Messiah adalah salib dan Pentakosta:

Bagan pertama, perhatikan Lukas 3:15-17. Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” Ayat-ayat ini adalah berbicara berkenaan dengan pertanyaan mengenai identitas Mesias. Orang-orang di situ tanya kepada Yohanes Pembaptis: Kamu Mesias? Dan Yohanes mengatakan bukan. Lalu Mesias itu yang mana? Yohanes Pembaptis mengatakan,” Aku membaptis engkau dengan air tetapi Dia yang datang, Mesias kalau datang, Dia akan membaptis engkau dengan api, dan dengan Roh Kudus. Saudara perhatikan baik-baik, identitas Mesianik; identitas Kristus langsung dikaitkan dengan penghakiman dan keselamatan atau Pentakosta. Saya ketika membaca ini tadi pagi, sekali lagi hati saya tergerak. Saya sangat-sangat appreciate dengan Yohanes Pembaptis. Tadi saya sudah katakan bahwa di dalam keempat Injil Saudara akan menemukan tanda Mesias adalah salib dan Pentakosta, dan dua-dua ini mulut Yohanes Pembaptis-lah yang mengatakan.

Yohanes Pembaptis mengatakan,”Lihatlah Anak Domba Allah, Dialah yang akan menghapus dosa dunia.” Dan tentang Pentakosta, Yohanes Pembaptis mengatakan, “Bukan aku tetapi Dia yang akan datang akan membaptis dunia ini dengan Roh Kudus.” Kalau melihat Perjanjian Lama, Saudara akan menemukan Mesias yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Ada banyak ayat, misalnya saja adalah Yesaya 42, ”Lihatlah Hamba-Ku; Roh-Ku ada di atasnya.” Juga di dalam Perjanjian Lama, Saudara akan menemukan gereja akan dicurahkan Roh Kudus. Yoel 2 misalnya menyatakan, ”Pada akhir zaman Aku akan mencurahkan Roh-Ku dan teruna-teruna itu akan bernubuat dan semuanya.” Tetapi coba untuk teliti. Saya tidak berani mengatakan ini pasti tetapi sejauh yang saya mengerti, saya belum menemukan ada satu ayat yang clear di dalam Perjanjian Lama bahwa Mesias yang dipenuhi oleh Roh Kudus, Dialah yang akan mencurahkan Roh Kudus untuk gereja-Nya sehingga gereja dipenuhi oleh Roh Kudus; kalimat itu hanya ada pada Yohanes Pembaptis. Kalau ini terjadi, Saudara bisa melihat begitu jitunya Yohanes Pembaptis. Sekali lagi, maka Yohanes Pembaptis menyatakan ciri Mesias, Dia akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api. Roh Kudus adalah lambang keselamatan. Dan api adalah lambang pembakaran. Api adalah lambang penghukuman. Perhatikan! Mesias kalau datang akan membagi dunia ini menjadi dua: orang yang diselamatkan dan orang yang dihakimi; tidak pernah akan membuat status quo

Sekarang mari kita lihat bagan yang kedua, yaitu Lukas 3:21-22. Ini adalah berbicara mengenai Yesus dibaptis. Ketika seluruh orang banyak telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Ketika saya pertama kali harus mengkhotbahkan baptisan Yesus Kristus ini, saya sangat-sangat kesulitan. Apa signifikansinya dalam hidup kita? Yesus dibaptis, ya sudah, dibaptis. Tetapi ketika saya membaca commentary, saya mempelajarinya, saya mendalaminya, saya sangat-sangat terpesona karena ayat ini adalah ayat yang luar biasa penting. Dari saya tidak tahu untuk berkhotbah apa, kemudian menjadi satu seri tersendiri.

Baptisan Yesus luar biasa penting. Beberapa hal ini saja secara cepat, di dalam baptisan Yesus Kristus akan melihat dwi natur Yesus Kristus dipresentasikan, karena Allah Bapa di sorga mengatakan,”Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Dan semua orang melihat siapa Anak Allah tetapi ternyata adalah seorang manusia, anak tukang kayu yang berdaging; yang berdarah. Ini adalah sesuatu deklarasi keilahian dan kemanusian Kristus di titik yang sama. Bukan itu saja, baptisan Yesus Kristus adalah bicara berkenaan dengan peneguhan ke-Mesiasan-Nya. Ketika orang-orang Perjanjian Lama, nabi, raja khususnya adalah nabi dan juga imam dan atau khususnya adalah imam, maka dia akan diurapi pada umur 30 tahun dan itu adalah hari di mana Yesus dibaptis, dikonfirmasi ke-Mesiasan-Nya. Hal yang lain adalah setiap ayat di dalam Alkitab adalah penting tetapi tidak setiap ayat dalam Alkitab Saudara akan menemukan kehadiran Allah Tritunggal, di dalam ayat ini Allah Tritunggal muncul bersama-sama. Allah Bapa menyatakan Allah Anak sedang dibaptis Allah Roh Kudus datang dalam bentuk burung merpati tetapi ini bukan saja bicara mengenai hal-hal tersebut. Pagi ini saya akan bicara baptisan Yesus Kristus pada waktu Dia dibaptis Roh Kudus turun, ini menyatakan siapa yang nanti akan membaptis gereja-Nya dengan Roh Kudus. Perhatikan baik-baik bagan yang pertama adalah bicara identitas Mesias dengan Pentakosta. Dan bagian yang kedua adalah bicara berkenaan dengan baptisan Mesias dengan Pentakosta. Ini menyatakan Mesias yang akan melakukan baptisan Roh Kudus.

Sekarang kita akan masuk ke dalam bagian yang ketiga, Lukas 12:49-50. Di dalam ayat ini ada sesuatu yang aneh, perhatikan "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!” Apakah saudara pernah melihat ayat ini? Bukankah ayat ini sangat-sangat aneh? “Aku harus menerima baptisan” bukankah Yesus sudah dibaptis? Paralel ayat ini ada di dalam Markus 10:38, pada waktu itu, Ibu Yohanes dan Yakobus datang kepada Yesus Kristus dan meminta kalau Engkau nanti di singgasana, boleh ya anakku yang satu di sebelah kiri dan anakku yang satu lagi di sebelah kanan; ini nepotisme. Jadi Yohanes dan Yakobus punya keinginan tetapi tidak berani ngomong sama Yesus Kristus maka minta tolong mamanya. Perhatikan baik-baik, Yesus Kristus mengatakan demikian ,”Kamu tidak tahu apa yang kamu minta, siapa yang menentukan sebelah kanan sebelah kiri itu siapa.” Dan memang akhirnya dalam sejarah, Yohanes dan Yakobus ada di sebelah kanan sebelah kiri, mereka adalah yang pertama kali dimatikan dan terakhir kali dimatikan. Yakobus adalah rasul yang pertama mati dan Yohanes adalah rasul yang terakhir mati. Hati-hati dengan permintaan Saudara. Semua dalam kebaikan Tuhan. Yesus Kristus mengatakan, “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?” Ini sangat mencengangkan karena Yesus sudah dibaptis, kenapa Dia harus bicara ini lagi? Apa arti baptisan itu sesungguhnya? Perhatikan baik-baik. Baptisan ini artinya adalah menunjuk kepada salib. Yesus “dibaptis dua kali” setiap kali dibaptis, Dia direndahkan. Baptisan pertama adalah Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan di depan khalayak ramai. Dia pertama kali direndahkan. Kemudian baptisan terakhir adalah Yesus direndahkan di depan publik yaitu di atas kayu salib. Sekali lagi, salib adalah pekerjaan Mesias. Salib adalah the sign of the Messiah. Di dalam bagan yang kedua yang tadi kita bicara, ketika Yesus Kristus dibaptis di Yordan dan baptisan Yordan adalah bayang-bayang dari pada salib. Di dalam peristiwa itu, Roh Kudus datang menyatakan siapa yang akan membaptis gereja-Nya, yaitu Mesias yang dibaptis ini. Di dalam peristiwa baptisan, sudah melihat gabungan salib dan Pentakosta.

Kemudian masuk ke dalam bagan yang keempat yaitu Kisah Para Rasul 2. Seluruh Kisah Para Rasul 2 adalah bicara mengenai Pentakosta; orang-orang datang dan kemudian ada suara, ada angin yang ribut dan kemudian mereka berbahasa Roh. Kalau Tuhan pimpin, kapan-kapan nanti saya akan menyatakan kepada Saudara-saudara: apa signifikansi bahasa roh. Hari itu bahasa roh harus terjadi, kalau tidak terjadi, maka seluruh murid tidak akan tahu bahwa kerajaan Allah dibuka untuk manynations. Saya tidak sedang bicara itu, tetapi bahasa roh masa kini sama sekali lain; signifikansinya pun lain. Kita kembali ke sini. Kisah Para Rasul adalah Injil Lukas atau catatan Lukas jilid yang kedua. Lukas bagian yang pertama berhenti kepada Yesus yang mati dan bangkit dan Lukas kedua bicara mengenai Pentakosta. Pada waktu itu, semua orang mendapatkan Roh Kudus yang turun, tidak ada yang tahu siapa yang mengutus Roh Kudus itu, bukan? Apakah Roh Kudus mau turun sendiri? Sampai Saudara mengerti urutan Lukas ini sebenarnya adalah ketika Roh Kudus turun, Roh kudus tidak turun sendiri tetapi dicurahkan oleh Yesus Kristus dari sorga. Karena Mesias tandanya salib dan Pentakosta, kemudian di dalam khotbahnya maka Rasul Petrus menggabungkan hal ini. Saudara melihat lagi Kisah Para Rasul 2:31-33, “Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.” Petrus men-summary kan semuanya. Petrus membuat semua orang, kita semua, sekarang mengerti Roh Kudus kenapa turun. Karena Mesias yang memberikannya kepada kita. Sekarang Saudara bisa melihat keseluruhan benang merah Lukas dari pertama sampai Kisah Para Rasul, Lukas sedang membentangkan satu prinsip yaitu Mesias ketika Dia datang, Dia akan menjalani salib dan melakukan Pentakosta; dua hal yang menjadi satu, yang tidak mungkin dipisahkan. Bahkan dari sejak permulaan, Yesus Kristus pertama kali melayani umur 30 yaitu di baptisan Yordan, sudah menunjuk kepada Pentakosta tetapi sebelum Pentakosta terjadi, itu menunjuk kepada salib terlebih dahulu. Pentakosta tidak akan terjadi sebelum adanya salib. Ini adalah pengajaran yang penting sekali, salib dan Pentakosta tidak bisa dipisahkan. Salib dan Pentakosta adalah pekerjaan Yesus Kristus di dalam dua aspek. Salib dan Pentakosta adalah satu paket. Salib yang menjamin Pentakosta terjadi dan Pentakosta yang membuat salib dimengerti. Salib terjadi once for all maka Pentakosta juga terjadi once for all. Semua orang yang menerima salib Kristus di dalamnya mengalami Pentakosta pribadi dan orang-orang yang mengalami Pentakosta akan melihat kemuliaan salib Kristus. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Banyak orang mengatakan engkau sudah terima Yesus Kristus, apakah engkau sudah terima Roh Kudus? Dalam Kisah Para Rasul 2, 8-10, 13, engkau akan melihat orang terima Yesus kemudian ditumpangi tangan baru terima Roh Kudus, maka seharusnya engkau punya kehidupan Kristen itu dua; satu adalah Yesus Kristus, satu lagi adalah Roh Kudus. Tidak seperti itu Saudara-saudara! Karena orang-orang tersebut tidak mengerti prinsip dasar Injil Lukas dicatat. Kita tidak diperintahkan untuk menerima Yesus, kemudian menerima Roh Kudus. Karena di dalam Alkitab jelas sekali salib dan Pentakosta tidak bisa dipisahkan. Ketika bicara berkenaan menerima Kristus, sesungguhnya adalah kita menerima Roh Kudus, karena Roh Kudus adalah Roh Kristus itu sendiri.

Sekarang kita akan masuk ke dalam aplikasi. Tetapi sebelum masuk ke dalam aplikasi, saya akan membuat Saudara untuk memikirkan satu hal saja sejenak, kenapa kita bicara mengenai salib dan Pentakosta? Kenapa tidak ada kebangkitan? Perhatikan baik-baik! Karena di dalam prinsip para rasul dan para nabi, ketika salib terjadi, pasti kebangkitan sudah melekat di dalamnya, menjadi satu. Dua hal ini bukan peristiwa terpisah. Ketika salib terjadi kebangkitan pasti terjadi. Jadi itu dianggap sebagai satu titik. Misalnya Galatia 3:13–14: Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Itu salib ya. Ayat 14: Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.” Itu Pentakosta. Di mana kebangkitan? Apakah kebangkitan tidak penting? Jelas penting! Paulus sendiri mengatakan kalau engkau melihat Kristus mati tapi tidak dibangkitkan, sia-sia seluruh iman. Di dalam beberapa bagian Alkitab kebangkitan di-explore tetapi itu tidak menghilangkan cara berpikir utama yaitu bahwa begitu ada salib, pasti kebangkitan akan terjadi. Sehingga ketika salib diberitakan, dengan sendirinya kebangkitan diberitakan. Misalnya di akhir kitab Matius, Yesus mati pada jam 12 menuju jam 3, kemudian ada gerhana matahari, ada earthquake, kemudian tabir bait suci terbagi menjadi 2; seluruh detail ini ada dalam film The Passion of The Chris. Tiba-tiba Matius menuliskan dan kemudian roh-roh orang yang sudah mati bangkit dan mereka masuk ke kota-kota menampakan diri. Kalau Saudara teliti membaca ayat itu, pasti Saudara akan tanya kepada hamba Tuhan, apakah ini sungguh-sungguh terjadi? Lalu, kalau hamba Tuhannya salah menjawabnya, tidak terjadi. Oh, berarti Bapak tidak percaya Alkitab. Tetapi kalau jawab terjadi, itu mana ada. Itu semua hanya bisa dijelaskan kalau Saudara mengerti konsep penginjil atau konsep penulis-penulis Alkitab. Begitu salib terjadi, begitu kematian Kristus ada, dengan sendirinya kebangkitan terjadi. Mau berapa lama, pokoknya pasti terjadi. Di hadapan mata Allah hanya satu titik. Itu menjadi rahasia kita memberitakan Injil. Beritakan salib maka akan ada kehidupan, beritakan ketaatan maka akan ada berkat, beritakan kematian, maka akan ada kehidupan kebangkitan. Apakah sekarang mengerti kenapa kita tidak mengkhotbahkan teologia sukses? Mengkhotbahkan mengenai berkat? Karena ini adalah hikmat Alkitab. Kalau Saudara dan saya mau takluk kepada Tuhan, mau taat kepada Dia, maka Saudara-saudara akan melihat berkat dengan sendirinya ada di dalam ketaatan itu. Untuk apa kita bicara berkenaan Tuhan memberkati engkau, padahal engkau dan saya tidak tahu rahasia berkat lahirnya dari mana? Bodoh sekali orang-orang di dalam teologia sukses. Mereka tidak mengerti prinsip Alkitab. Ya, Allah memberkati umat-Nya. Tetapi Saudara dan saya harus mengerti, Dia memberkati umat-Nya, jalannya melalui apa? Apakah kita lupa ada kalimat-kalimat Yesus seperti ini? Yang mau mempertahankan nyawanya, dia akan kehilangan nyawanya, tetapi kalau dia mau kehilangan nyawanya, dia akan mendapatkannya. Tekankan salib maka dengan sendirinya kebangkitan terjadi, tekankan ketaatan maka akan melihat bagaimana berkat Tuhan hadir berlimpah-limpah dalam hidup kita. Lihatlah salib Kristus yang merupakan sumber, pangkal dari keselamatan kita ke sorga. Bagaimana cara kerjanya, itu adalah hikmat bagi jemaat di dalam hidup.

Terakhir adalah di dalam aplikasi, hanya satu saja kalau Saudara dan saya sekarang sudah menerima Kristus, berarti ada Pentakosta di dalam kehidupan pribadi, berarti ada Roh Kudus. Ingatlah ayat ini, Lukas 11:13: “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Ini ayat yang “aneh”. Jadi orang yang diminta ini, sudah ada Roh Kudus atau belum? Kalau dia belum punya Holy Spirit bagaimana dia bisa mengatakan Allah itu Bapa dan kalau dia tidak punya Holy Spirit bagaimana dia bisa tahu untuk meminta sesuatu yang benar seturut dengan ayat ini. Lebih lagi, Lukas 11, kalau lihat ayat-ayat di atasnya bicara berkenaan tentang Doa Bapa Kami, berarti doa orang Kristen yang sudah lahir baru. Apalagi ayat-ayat di bawahnya bicara mengenai ketekunan, kamu kalau meminta, terus meminta, terus mengetok maka pintu akan dibukakan kepadamu. Jelas ini adalah bicara berkenaan dengan orang Kristen yang lahir baru. Kalau orang Kristen yang lahir baru, kenapa mesti minta Roh Kudus? Padahal dia ada Roh Kudus. Kemudian saya mengingat John Owen, orang-orang Puritan dan Matthew Henry. Mereka ketika bicara berkenaan dengan hal ini, ini bukan minta pribadi Roh Kudus; pribadi Roh Kudus sudah datang tetapi artinya adalah meminta pergaulan-pergaulan dengan Roh Kudus. Meminta kita peka akan kehadiran-Nya. Yesus membaptis gereja-Nya dengan Roh Kudus. Saya suka dengan satu ilustrasi John Piper, jadi dibaptis dengan Roh Kudus, dia adalah orang Baptis dan kita Presbyterian, kita kalau dibaptis adalah dicurahkan air dari atas ke bawah tanda Roh Kudus turun, tetapi orang Baptis kalau membaptis dicelupkan seluruh tubuh di bawah air. John Piper mengatakan Yesus membaptis gereja-Nya dengan Roh Kudus, Saudara dicelupkan seluruhnya di dalam Roh Kudus. Ini artinya adalah Roh Kudus dealing dengan kita bukan cuma satu bagian. Dia bukan dealing dengan satu bagian dari pada kita, tetapi Dia, seluruh kekuatan-Nya melingkupi kita. Seluruh kuasa justification, seluruh kuasa sanctification, seluruh kuasa righteous, seluruh kuasa pembenaran apapun saja, seluruhnya melingkupi kita, bekerja di dalam diri kita setiap saat, 24 jam sehari. Masalahnya adalah kita tidak sadar. Kita sering sekali menjadi Ateis praktis, kita melakukan tindakan-tindakan yang tidak memperhitungkan bahwa Dia ada di depan kita. Maka di dalam Lukas 11 ini dikatakan minta, ketok, terus menerus meminta, cari, maka seluruhnya adalah suatu usaha dengan kesadaran. Dengan kesadaran sungguh-sungguh, meminta dengan genuine, pergaulan yang genuine dengan Roh Kudus. Kadang-kadang di dalam kehidupan saya, saya bertanya bahkan ini bukan kadang, sering saya bertanya, Tuhan saya dealing dengan Engkau atau saya dealing dengan psychology saya sendiri? Apakah saya sedang bicara dengan pribadi saya sendiri atau saya sebenarnya sedang berbicara dengan Engkau? Poin ini sendiri akan panjang lebar, saya tidak akan membahasnya, tetapi mau menekankan ini, mintalah dengan doa yang sadar, suatu pergaulan yang sungguh-sungguh genuine dengan Roh Kudus yang hadir melingkupi kita sebenarnya. Kiranya kita boleh hidup di dalam kuasa kematian, kebangkitan, dan kuasa dari pada Pentakosta. Mari kita berdoa!

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^