Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (16)

Berdoa

Pengkhotbah: Pdt. Agus Marjanto, M.Th
Matius 4:1-11 & Efesus 6:10-20

Hidup itu adalah hidup yang pasti dicobai dan ini sudah ada sejak manusia pertama, Adam dan Hawa, Tuhan memberikan ujian itu, tidak mungkin bisa terelakkan. Kita tidak mungkin mengelakkan ujian, tetapi kita bisa mengelakkan kejatuhannya. Sama seperti Adam adalah perwakilan pertama seluruh umat manusia, maka Kristus itu harus dicobai. Sama seperti Israel sebagai satu-satunya bangsa yang menjadi wakil seluruh bangsa umat pilihan Allah, demikian juga Israel yang sejati, Yesus Kristus, itu dicobai. Dan ketika bicara berkenaan dengan pencobaan yang dilakukan setan kepada Yesus Kristus, pada saat yang sama, di sisi yang lain, sebenarnya itu adalah peperangan, battle, war, yang sangat sengit adanya. Peperangan itu tidak mungkin bisa dihindarkan. Sejak manusia jatuh di dalam dosa, maka kalimat pertama dari Bapa di Sorga yang didengar oleh manusia pertama kali adalah: Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunanmu dan keturunan perempuan ini. Dari kitab Kejadian sampai Wahyu, ada peperangan yang sengit antara setan dan gereja, antara anak-anak kegelapan dengan anak-anak terang dan akan berakhir di dalam peperangan yang besar secara universal. Kita ditujukan untuk hidup di tengah-tengah dunia untuk perang.

Salah satu hal yang saya amati ketika sampai di Australia, ketika saya melihat dan bertemu dengan beberapa orang Kristen, maka satu hal yang saya langsung sense adalah hilangnya spirit peperangan. Kita akan mudah dihancurkan oleh setan. Kita akan mudah untuk menjadi orang Kristen yang tidak bisa dipakai oleh Tuhan. Saudara-saudara, bangkitkan hatimu kembali. Minta urapan dari Roh Kudus untuk engkau boleh berapi-api kembali. Gereja itu terus-menerus berusaha untuk dininabobokan oleh setan dan kalau saudara menikmati semuanya dan berpikir tidak ada lagi yang harus diperjuangkan, maka di saat seperti itu saudara akan menjadi orang Kristen yang biasa berada di dalam pelukan setan. Ini adalah teknik setan yang begitu halus, yang sudah masuk di dalam seluruh kehidupan orang-orang Kristen. Tidak ada lagi kekuatan untuk perang. Saudara lihat orang-orang yang dipakai Tuhan, Robert Murray McCheyne, John Owen, John Flavel, Martyn Llyod Jones, selalu cirinya satu, yaitu mereka siap bertempur dan sedang bertempur. Saudara tidak mengetahui musuhmu di mana karena engkau sedang tertidur. Kalau Roh Kudus membangkitkan engkau, engkau akan menyadari bahwa itu perang. Berapa banyak orang yang sadar? Engkau merasa nyaman karena sedang berada di dalam pelukan setan. Tetapi Yesus Kristus mengajarkan perang. Lihatlah seluruh kehidupan murid-murid-Nya, perang. Satu persatu murid-murid-Nya mati martir karena ada peperangan.

Saya sarankan saudara-saudara membaca salah satu buku dari 2 buku ini, buku dari William Gurnall adalah The Christian in Complete Armour, maka saudara akan mengetahui betapa sengitnya peperangan itu, kedua adalah The Screwtape Letters oleh C.S. Lewis. Saya akan membacakan satu surat dari buku The Screwtape Letters berkenaan dengan teknik setan, tulisan ini tidak mudah untuk dibaca karena subjek dan objeknya akan berputar di dalam. Sebelumnya, C.S. Lewis adalah seorang atheis yang kemudian menjadi orang Kristen dan dia adalah orang yang jenius sekali dan dipakai oleh Tuhan. Dia penulis yang terkenal bagi anak-anak yaitu The Chronicles of Narnia. Kalau membaca buku The Screwtape Letters, saudara harus mengerti beberapa hal ini, pertama Screwtape itu adalah seorang iblis senior yang sedang menuliskan surat-suratnya untuk meng-encourage atau mungkin menegur iblis junior, namanya Wormwood. Iblis junior itu adalah kemenakannya sendiri. Di dalam tulisannya, ketika Screwtape mengatakan bahwa “kita rugi”, itu artinya setan rugi, Yesus yang untung. Atau ketika Screwtape mengatakan “kita untung”, dalam pikiran saudara, saudara harus berbalik bahwa itu adalah Yesus yang rugi. Dan ketika Screwtape itu menuliskan “musuh kita”, itu artinya adalah Yesus Kristus itu musuh kita. Perhatikan apa yang menjadi teknik dari setan, yaitu berusaha untuk membuat kita semua tidak berada, tidak merasa ada di medan peperangan.

Yang terkasih Wormwood,

Jelas sekali engkau maju pesat (berarti iblisnya itu berhasil melakukan sesuatu). Satu-satunya kekuatiranku adalah jika kau membuat pasienmu (pasien itu adalah kita semua, orang Kristen) sadar akan posisi yang sebenarnya, justru karena upayamu mempercepatnya. Bagi engkau dan aku yang bisa melihat posisi itu dengan benar, jangan pernah melupakan betapa hal ini berbeda di mata pasien kita (karena kita tidak bisa melihat apa yang sesungguhnya terjadi). Kita ketahui bahwa arah jalan pasien kita telah kita ubahkan hingga keluar dari lintasan yang seharusnya mengitari Sang Musuh. Namun, buatlah pasien kita mengira bahwa semua pilihan yang berkaitan dengan perubahan-perubahan ini hanyalah soal remeh dan bisa dikembalikan (saya akan jelaskan sedikit: jadi sebenarnya orang Kristen itu sudah dibuat untuk makin lama makin menjauh dari Kristus) tetapi engkau (kita) sekarang membuat agar mereka itu berpikir ini hal remeh dan sebenarnya gampang sekali engkau nanti akan kembali kepada Kristus. Buat itu seakan-akan mereka mengatakan gampang, padahal sebenarnya tidak mudah. Jangan juga membuat pasien kita sadar bahwa sekarang dia sedang bergerak menjauhi matahari di suatu lintasan menuju ke ruangan yang paling dingin dan gelap (Screwtape sedang mau bicara mengenai orang Kristen yang sudah kehilangan apinya, makin lama saudara akan makin dingin). Demi alasan itulah aku senang sekali mendengar dia masih pergi ke gereja dan tetap menjadi seorang yang setia beribadah. Aku tahu ini berisiko, tetapi tidak ada pilihan lain yang lebih baik daripada pasien kita menyadari perubahan yang terjadi pada dirinya dibandingkan dengan awal hidup Kristennya (Saudara-saudara, apakah engkau lupa bagaimana pertama kali bertemu dengan Yesus Kristus? Bagaimana pertama kali bertobat, menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat dengan air mata, dengan kesungguhan, dengan keinginan berkobar-kobar mendekat kepada Kristus dan setelah itu, bertahun-tahun, kita kemudian tertidur).

Sepanjang dia masih melakukan kebiasaan Kristen secara lahiriah saja, dia masih bisa dipengaruhi untuk memandang dirinya bahwa dia adalah orang Kristen yang baik-baik saja meskipun sebenarnya dia sudah beradaptasi dengan teman dan hiburan-hiburan yang baru. Ketika dia berpikiran demikian, kita dipuaskan (kita dipuaskan, berarti setan puas) oleh pikiran pertobatan yang berasal perasaan yang samar-samar, yang semu, yang tidak pernah dilakukannya dengan baik. Bukan pertobatan yang tegas dari suatu dosa tertentu yang disadari sepenuhnya (Saudara perhatikan baik-baik, ketegasan itu penting, kesungguhan itu penting, dan yang hilang dari orang Kristen adalah hal itu). Ingatlah tujuan kita adalah membiarkan ulat-ulat itu tetap tidur dan terbaring (membiarkan manusia itu tetap tidur dan terbaring). Screwtape mengatakan: “Engkau Wormwood, berkomentar bahwa semuanya itu adalah hal-hal yang sangat remeh. Buat orang Kristen tertidur, terbaring hal yang remeh”. Itu bukan dosa yang spektakuler. Tidak diragukan bahwa pikiran seperti itu adalah pikiran iblis yang awal, yang mula-mula. Engkau selalu ingin melaporkan kejahatan yang spektakuler, tetapi satu-satunya hal yang penting ingatlah sejauh mana kau pisahkan manusia itu dari Musuh kita. Tidak peduli seremeh apapun keadaan itu, efeknya lama-kelamaan akan menyeret manusia menjauhi Musuh kita menuju kepada kekosongan. Sesungguhnya jalan paling aman menuju ke tempat kita (atau ke tempat neraka) adalah jalan yang bertahap, tikungan yang kecil, pijakan yang lembut tanpa tikungan yang tajam, tanpa petunjuk arah, dan tanpa tanda-tanda (Inggrisnya: Indeed the safest road to Hell is the gradual one – the gentle slope, soft underfoot, without sudden turnings, without milestones, without signposts)

Jikalau membaca The Screwtape Letters, saudara akan melihat kecanggihan, keindahan, kedalaman pikiran C.S. Lewis melihat seluruh teknik setan. Dari poin ini saya mau mengatakan satu hal yaitu, apa yang kurang di dalam hidup kita adalah kesadaran akan perang. Banyak sekali dari kita yang sudah tertidur, menikmati kekristenan yang sebenarnya adalah menikmati dunia. Maka di dalam seluruh pencobaan setan kepada Yesus, saudara akan tahu bahwa itu sebenarnya adalah peperangan. Kita dicobai, pada saat yang sama kita sedang berperang untuk tidak masuk di dalam jebakan setan. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan biarlah engkau kuat. Be strong in the Lord! Untuk menghadapi pencobaan dan berperang. Perhatikan Efesus 6:10-11. Jadi memakai seluruh perlengkapan senjata Allah, bukan sebagian, seluruhnya agar engkau bisa tetap berdiri melawan tipu muslihat iblis. Ayat 13, diminta untuk memakai seluruh perlengkapan senjata Allah supaya, pertama bertahan, ini adalah sesuatu yang sifatnya defensive. Bertahan melawan tipu muslihat iblis. Kedua adalah mengadakan perlawanan, sifatnya offensive. Satu bertahan, satu melawan. Ketiga supaya engkau tetap bisa berdiri. Ini berarti yang disebut sebagai more than conqueror. Jika seorang sedang berperang lalu terus melawan dan akhirnya musuh dan dirinya mati, itu bukan more than conqueror. Tapi ketika orang itu melawan, dia tetap bisa berdiri dan musuhnya mati atau pergi, itu adalah more than conqueror, lebih dari seorang pemenang. Ini adalah yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Pertama engkau mengerti perang, kedua ketika berperang engkau mengambil dan memakai seluruh perlengkapan senjata Allah.

Ada 6 perlengkapan senjata Allah yaitu:

  • Ikat pinggang kebenaran (Aletheia).

    Kebenaran itu bicara dengan sincerity of heart and sincerity of the doctrine. Orang benar itu adalah orang yang tulus hidupnya dan orang yang murni proklamasinya. Maka gereja harus memberitakan Injil yang murni kalau mau perang. Jangan dibubuhi dengan dunia atau teologia sukses. Kita dipanggil untuk berperang di hadapan setan. Itu musuh yang paling utama. Jangan kita membubuhi hati kita dengan sesuatu yang najis. Kemurnian hati dan kemurnian doktrin adalah hal yang penting. Orang yang murni masuk ke dalam hadirat Tuhan dengan gemetar karena Dia besar, tetapi bukan dengan gemetar karena ada dosa. Beberapa waktu yang lalu saya membaca tulisan John Bunyan mengenai doa. Dan di dalam tulisan itu ada satu kutipan seperti ini: Ketulusan (sincerity) adalah anugerah yang akan menggerakkan seluruh anugerah Allah. Engkau mau diberkati? Sekali lagi, murni. Orang yang tidak murni mungkin akan bisa menipu orang banyak, berkawan dengan orang banyak. Tetapi orang yang tidak murni tidak mungkin akan lama hidup. Tuhan sendiri yang menyatakannya.

  • Baju zirah keadilan.

    Dikaiosune, righteousness, keadilan di sini adalah bicara mengenai etika. Jikalau engkau memiliki kemurnian hati, maka etikamu juga harus benar. Engkau harus cek seluruh kehidupanmu, apakah etikamu benar? Kalau itu engkau gagal, maka setan akan tertawa.

  • Kaki berkasutkan kerelaan mengabarkan Injil damai sejahtera.

    Relalah untuk dipindahkan oleh Tuhan. Engkau harus takut akan Tuhan, taat kepada Dia maka Tuhan akan menunjukkan tempatmu di mana. Karena di tempat itulah pasti engkau akan dipakai oleh Tuhan. Nehemia adalah seorang juru minuman raja Artasasta. Dia berada di posisi yang tinggi tetapi Tuhan tidak memakai dia di sana. Lalu Nehemia berdoa dan digerakkan hatinya oleh Tuhan lalu dia pergi membangun tembok Yerusalem. Dia meninggalkan tempat yang enak menuju ke sana. Ada orang dari gembala domba diangkat Tuhan menuju menjadi raja. Ada orang di tempat atas diangkat Tuhan turun ke bawah. Ini semuanya adalah kehendak Tuhan. Yunus ke Niniwe. Awalnya tidak rela, tetapi mau tidak mau harus rela. Semua itu adalah kehendak Tuhan. Maka orang yang siap dipakai oleh Tuhan bertempur melawan setan, tidak menentukan tempat pertempurannya sendiri. Siaplah hati kita untuk kita dipindahkan kemanapun saja yang Tuhan itu kehendaki.

  • Perisai iman.

    Iman itu muncul dari pendengaran akan Firman Tuhan. Iman bukan engkau menginginkan sesuatu lalu engkau doakan. Itu bukan iman. Iman itu mulai dari Firman. Kalau Tuhan tidak pernah berfirman, saudara dan saya tidak bisa beriman dan tidak boleh beriman. Maka mengerti Firman adalah dasar dari iman. Belajar Firman maka belajar untuk beriman.

  • Ketopong keselamatan.

    Itu adalah pengharapan (hope). Ketika kita itu sedang berada dalam kesulitan, lihatlah janji-janji Tuhan. Pakailah itu di dalam pikiranmu. Karena ketika engkau berada dalam kesulitan pasti setan akan menggocoh kita. Setan terus akan bicara di kepala kita. Paulus mengatakan ambil ketopong keselamatan, itu adalah pengharapan. Pengharapan harus berdasarkan Firman dan pengharapan ada di dalam Kristus. Apa yang Tuhan itu nyatakan di dalam Firman, pegang itu dan lihat itu akan muncul pada waktunya.

  • Pedang Roh.

    Pedang Roh yaitu Firman Allah. Orang yang tidak membaca Firman dan mengertinya dengan baik, orang itu pasti kalah di dalam pertempuran karena tidak punya satu senjata untuk melawan setan. Sebenarnya orang yang tidak mengerti Firman dia tidak punya dua senjata. Satu, tidak punya Iman. Karena iman itu selalu muncul dari pendengaran akan Firman, yaitu adalah perisai. Tidak punya pedang yang satu-satunya senjata yang ofensif. Dia pasti kalah. Jika engkau berperang tetapi tidak mebawa kedua senjata ini, maka engkau pasti akan kalah. Banyak orang Kristen itu mudah sekali ditaklukkan karena tidak mengerti Firman. Saudara lihat bagaimana setan itu mengerti Firman, bagaimana setan itu memakai Firman untuk menggocoh Kristus. Dan bagaimana Kristus memakai Firman untuk menelanjangi Firman yang diputarbalikkan oleh setan. Saudara lihat, ini adalah peperangan Firman. Peperangan yang terpenting, terdahsyat itu bukan bom atom. Peperangan yang terdahsyat dari sejak Adam dan Hawa adalah peperangan Firman melawan firman. Setan memutar-balikkan Firman. Maka kita harus mengerti Firman, kembali kepada Firman.

  • Doa.

    Seluruh perlengkapan senjata Allah itu diberikan oleh Allah dan kita gunakan ketika kita sedang berdoa. Doa bukan salah satu kegiatan Kristen. Tidak. Doa itu adalah lokomotif, doa adalah inti dari seluruh gereja yang terus terhubung dengan kekuatan tertinggi. Di dalam seluruh gereja, ada 2 hal yang penting yaitu lokomotifnya, tempat pembakaran apinya yaitu Doa. Kedua adalah tempat masinis itu mengarahkan seluruh dari gerbong itu. Itu adalah mimbar. Dua ini, kalau hancur di dalam sebuah gereja, jangan harapkan apa-apa dari gereja itu. Gereja itu akan hancur. Tetapi kalau 2 hal ini, mimbar itu kuat dan kedua adalah tekuk lutut terus minta kuasa Tuhan, maka kebangunan pasti terjadi! Anugerah Tuhan pasti sampai! Doa itu penting. Setan tidak takut dengan orang yang fasih lidah atau punya uang tetapi setan takut kepada seorang anak kecil yang berlutut berdoa. Suatu hari ada seorang anak kecil yang mencoba menggelindingkan batu yang cukup besar. Dia berusaha sekuat tenaga tetapi tidak dapat memindahkan batu tersebut. Lalu ia menghampiri ayahnya, dan bertanya mengapa dia sudah mencoba seluruh cara tetapi tetap batu itu tidak bergerak. Lalu sang ayah berkata, satu hal yang engkau itu miliki tetapi belum engkau lakukan yaitu meminta pertolongan dari ayahnya.

    Saudara merasakan hidup ini susah dan berusaha untuk “menggelindingkan batu” sendiri dan tidak bisa? Engkau tidak lakukan satu hal. Engkau masih punya satu hal dan itu yang terpenting. Engkau tidak minta tolong dengan Bapamu di Sorga melalui doa. Siapa yang berani dan bisa melawan setan? Petrus gagal, Daud pun gagal. Kita dapat melawan setan jika Tuhan memberikan perlengkapan senjata Allah itu di depan kita. Itulah sebabnya Tuhan itu disebut Allah Yahweh Sebaot. Di dalam bahasa aslinya adalah Allah Panglima Tentara Perang. Yahweh Sebaot, Allah Yang Maha Kuasa. Dia ada di depan dan seluruh tentaranya di belakang. Saudara-saudara, yang paling penting bukan senjatamu, senjata dunia atau strategimu atau uangmu atau pengalamanmu. Yang paling penting adalah apa yang Tuhan kehendaki hari ini. Itu adalah senjata perang kita. Doa itu penting sekali. Doa menghubungkan kita dengan kekuatan tertinggi. Itu adalah senjata yang ketujuh.

Jika saudara menggabungkan seluruh senjata Allah, maka saudara akan menjadi orang yang siap di hadapan Allah dan di hadapan musuh. Doa menggabungkan seluruh Allah Tritunggal itu menyertai kita. Doa akan menggabungkan seluruh kekuatan daripada Allah itu memimpin kehidupan kita. Jangan pernah tidak berdoa atau jangan setengah hati mencari wajah Allah.

Terakhir di dalam Alkitab dikatakan berkenaan dengan perlengkapan senjata Allah dan ketika bicara mengenai perlengkapan senjata Allah, maka tulisan ini memakai simbol orang Yunani atau orang Romawi. Ketika mereka berperang saudara perhatikan seluruhnya apa yang Paulus katakan, ada ketopong, ikat pinggang, baju jirah, perisai, kasut, pedang Roh. Tetapi perhatikan baik-baik tidak ada yang menutup belakang. Maka itu adalah sesuatu peperangan yang sifatnya engkau maju dan tidak pernah boleh berbalik. Kalau engkau maju dan engkau tidak berbalik. Pasti menang! Kalau engkau maju dan lalu kemudian engkau berbalik. Pasti kalah! Pasti mati! Pasti hancur! Itu adalah sesuatu yang Tuhan sendiri desain. Orang Kristen tidak boleh mundur. Orang Kristen sesusah apapun, maju! Alkitab mengatakan “Jikalau mereka itu mundur, Aku tidak berkenan kepada mereka.” Itu artinya Aku tidak bisa menerima mereka. Aku tidak menyetujui langkah mereka. Maju! Maka saudara-saudara perhatikan setiap dari kemenangan kita adalah memakai seluruh perlengkapan senjata Allah, dipimpin oleh Allah dan maju terus. Tidak mundur. Saya akan katakan satu kalimat. Yang disebut sebagai kemenangan orang Kristen adalah bukan berapa lari. Siapa yang paling cepat. Kemenangan orang Kristen adalah boleh terus jalan atau terus lari dan tidak mundur.

Jikalau engkau putus asa, jangan mundur! Berapa banyak orang, yang kecewa kepada hamba Tuhan atau kepada gereja lalu engkau undur? Berapa banyak orang yang kecewa terhadap Tuhan dan undur, karena telah memegang kesucian dan merasa tidak mendapat berkat sedangkan orang yang fasik malah dapat berkat? Berapa banyak orang, yang sudah tidak mau lagi lari tetapi malah berbalik daripada ajakan itu. Lari! Bangkit! Pergi! Jika engkau mundur, di saat seperti itu, engkau balik, setan langsung menang. Maju terus! Ada upah, ada pengharapan dan ada kemenangan di depan, apapun saja konteksmu. Karena Tuhan itu memberikan kepada kita sesuatu jalan damai sejahtera di depan. Jangan mundur. Pada tahun 1968 di Olimpiade Mexico, ada seorang bernama John Steven Aquari. Dia adalah pelari yang sebenarnya sudah begitu terluka dan seluruh pelari sudah masuk ke garis finish, bahkan ada yang sudah dikalungi medali untuk perlombaan itu. Namun John Steven Aquari, terus berlari-lari kecil, sampai akhirnya masuk ke stadium itu. Dia putar lagi sekali dan menyelesaikan pertandingan itu. Seseorang reporter bertanya mengapa dia tidak keluar saja dari pertandingan ini. Dia mengatakan, “Aku diutus 5000 mil dari tempatku bukan untuk memulai pertandingan ini tetapi untuk menyelesaikannya.” Saudara-saudara, maju terus. Kesulitan apa saja, maju. Saudara akan lihat, ada hari depan di depan. Tuhan akan menghancurkan setan di bawah kaki kita. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, dan kemudian berdoalah minta kekuatan dari Tuhan dan Tuhan yang memimpin di depan. Kemudian maju dan tidak mundur adanya. Jangan mundur di dalam Kekristenan. Jangan mundur secara rohani. Jangan engkau berbalik. Maju dan lihat pimpinan Tuhan.