• Khotbah di Bukit (1)

    • Pdt. Agus Marjanto, M.Th
      Matius 5:1

      Matius 5-7 dikelompokan dalam satu kelompok khotbah pengajaran Yesus Kristus, yaitu Khotbah di Bukit yang sangat terkenal. Khotbah ini bukan hanya terkenal di kalangan Kristen tetapi bagi orang-orang dunia ini adalah Golden Rule, suatu pengajaran yang melampaui pengajar-pengajar yang terkenal di seluruh dunia. Struktur kitab Matius dari bab pertama sampai akhir, maka kita akan melihat seluruhnya di dalam struktur narasi dan pengajaran. Kalau saudara merentang seluruh buku Matius, maka saudara secara bentuk literatur, akan menemukan ada bagian narasi lalu kemudian Matius tiba-tiba menyisipkan bagian pengajaran Yesus, begitu seterusnya. Di dalam Matius kita akan menemukan 5 jenis pengajaran dan semuanya berbicara mengenai Kerajaan Allah (The Kingdom of God)

      1. Matius 5–7 bicara berkenaan dengan hukum atau etika Kerajaan Allah.
      2. Matius 10, bicara berkenaan dengan misi Kerajaan Allah. Di dalam misi Kerajaan Allah mungkin saudara-saudara mendengar atau mengingat 1 kalimat Yesus: “Aku mengutus engkau seperti domba di tengah-tengah serigala.”
      3. Matius 13, bicara berkenaan perumpamaan-perumpamaan Kerajaan Allah.
      4. Matius 18, bicara karakter Kerajaan Allah. Suatu hari Petrus tanya: “Berapa banyak saya harus pengampuni orang-orang yang bersalah kepada kami, Guru? Tujuh kali?” Yesus Kristus mengatakan: “Tidak. Tetapi 70 kali 7 kali.” Ini adalah sesuatu karakter Kerajaan Allah.
      5. Matius 24–25, bicara berkenaan dengan penghakiman Kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah seumpama; seorang yang mau pergi dan dia memberikan kepada hamba-hambanya 5 talenta, 2 talenta, 1 talenta. Dan kemudian tuan itu pulang dan meminta kembali semuanya. Ini adalah berbicara mengenai akhir zaman; Kerajaan itu berhak untuk menghakimi setiap manusia karena setiap manusia harus bertanggung jawab kepada Raja kerajaan itu.

      5 hal yang dituliskan di dalam Matius, yang begitu lengkap berkenaan dengan hukum kerajaan, misi kerajaan, perumpamaan-perumpamaan kerajaan, karakter kerajaan dan penghakiman kerajaan. Seluruhnya berbicara mengenai Kingdom of God, Kerajaan Allah. Ada orang-orang Kristen yang berpikir yang penting dirinya sudah menerima Yesus Kristus dan masuk surga, setiap minggu datang ke gereja, itu saja. Tidaklah demikian. Keinginan hati Yesus yang paling dalam dan Dia berdoa untuk kita adalah agar Kerajaan Allah itu hadir di dalam hidup kita. Kita mengerti jalan konsep itu, kita menjalani dan mengalami Kerajaan Allah. Di dalam Yohanes 3:16, yaitu bahwa Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga dikaruniakan Anak-Nya yang tunggal sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Ayat ini merupakan percakapan Yesus Kristus kepada Nikodemus, berkenaan dengan kelahiran baru. Ayat ini sebenarnya memiliki sesuatu konteks yang jauh lebih besar dan lebih dalam dan yang menyatakan bahwa Allah mengasihi kita. Kelahiran baru bukan merupakan suatu ending dari semuanya. Bukan berarti bahwa setelah menerima Kristus secara pribadi lalu selesai sampai disitu saja. Ada sesuatu yang lebih besar yang Tuhan mau ajarkan, dan bukan saja ajarkan, kita mengerti konsep itu, dan bukan saja mengerti dalam, mengalami dan menghidupi di dalam konsep itu, yaitu Kerajaan Allah. Saudara perhatikan, Yohanes 3:16, ada di dalam 1 kerangkai yang lebih besar, Yohanes 3:3 dan Yohanes 3:5. Ketika saudara-saudara berbicara mengenai masuk ke dalam Kerajaan Allah dan melihat Kerajaan Allah, ini bukan bicara berkenaan dengan Surga saja. Ini adalah berbicara mengenai sesuatu rencana Allah yang kekal yang dinyatakan di dunia ini. Itu bukan bicara hidup setelah kita mati. Itu adalah berbicara mengenai kehendak Allah yang mau dinyatakan di dunia ini ketika kita hidup sekarang. Jadi kelahiran baru itu untuk membawa kita masuk mengerti hidup dan mengalami Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia ini. Jikalau kita melihat keseluruhan Alkitab, kita dapat menyimpulkan satu tema teologis yang terpenting daripada seluruh tema yang ada yaitu Kingdom of God (Kerajaan Allah). Jikalau Tuhan mengajarkan kita berkenaan Kerajaan Allah, sebenarnya posisi orang Kristen itu ada di mana? Apa yang sebenarnya Tuhan kehendaki bagi kita orang Kristen? Saya akan jelaskan secara prinsip dasar berkenaan dengan Kerajaan Allah. Orang Kristen yang sudah lahir baru, kita adalah satu-satunya jenis makhluk hidup yang berada di dalam pertentangan dua kerajaan, yaitu Kerajaan Allah dan kerajaan dunia. Kita berada di dalam 2 kerajaan. Kita tepat berada di irisan tengahnya. Satu adalah kerajaan dunia karena kita ada di dunia ini, kedua karena kita adalah milik Kristus, sebenarnya di dalam cara pandang Allah, Allah mau menyatakan ‘Engkau adalah milik-Ku’ (ada di dalam Kerajaan Allah). Sehingga kita adalah milik Allah yang ada di tengah-tengah dunia. Tetapi yang menjadi permasalahan adalah baik kerajaan dunia maupun Kerajaan Allah memiliki prinsip-prinsip hidup yang berbeda total. Memiliki etika hidup, nilai gaya hidup, tujuan hidup dan definisi-definisi hidup yang berbeda. Dan kita menjadi satu-satunya makhluk hidup yang berada di dalam pergumulan 2 kerajaan ini. Malaikat tidak mempunyai pergumulan seperti kita. Malaikat ada di dalam alam rohani. Mereka tidak mengalami pergumulan-pergumulan yang ada secara physical di tengah-tengah dunia ini. Orang dunia, orang-orang yang belum kenal Yesus Kristus, juga tidak punya pergumulan-pergumulan itu. Mereka melakukan kejahatan apapun sesuka hati mereka tanpa pergumulan. Karena orang dunia hidup dengan prinsipnya dunia. Tetapi bagi kita, orang-orang yang sudah ditebus oleh Tuhan, Tuhan menghendaki seperti ini; ‘Engkau hidup di tengah-tengah dunia tetapi engkau tidak bisa hidup dengan prinsip dunia.’ Ini menjadi kesulitan yang besar bagi orang Kristen yang lahir baru, sungguh-sungguh kesulitan yang besar.

      Ada 3 lapisan kesulitan kekristenan dalam konteks ini. Pertama adalah hidup di tengah-tengah 2 kerajaan. Kedua, kita harus menyangkal diri kita. Ketiga, Setan itu berusaha memusuhi kita. Jadi kita berada di tengah dunia dengan seluruh pergumulan dunia tetapi kita harus menyelesaikannya dengan cara-cara Kerajaan Allah. Itulah sebabnya ayat-ayat ini diberikan kepada kita untuk menyadarkan kita di mana posisi hidup kita dan bagaimana kita harus berespon. Baik orang dunia maupun orang Kristen di dunia ini, memiliki kesulitan dan pergumulan hidup yang sama seperti mengalami sakit penyakit, berduka ditinggal oleh orang yang dikasihi, tertimpa bencana alam dan lain-lain. Bagi orang Kristen, meresponi kesulitan hidup dari sudut pandang Kerajaan Allah. Paulus mengatakan, “Jikalau kamu berduka, aku tidak mau kamu berduka seperti orang-orang dunia yang tidak mengenal Allah. Jangan seperti engkau berduka seperti orang yang tidak mengenal Allah”. Engkau jangan menangis terus menerus karena ada kebangkitan di dalam Kerajaan Allah. Kalau engkau kuatir, Yesus Kristus mengatakan; ‘Jangan engkau kuatir, itu tidak akan menambah sehasta saja jalan hidupmu. Lihat itu, bunga di padang. Lihat burung itu di udara, Aku pelihara. Mengapa engkau kuatir persis seperti orang-orang yang tidak mengenal Aku? Cari dahulu Kerajaan-Ku dan kebenarannya maka Aku akan memelihara engkau. Yesus Kristus mengatakan, jikalau engkau disakiti, maka engkau harus mengampuni saudaramu itu 70 kali 7 kali, artinya adalah tidak terbatas. Karena pengampunan Tuhan bagi kita itu tidak terbatas adanya. Engkau harus menghidupi Kerajaan Allah di tengah-tengah masalahmu yang sama dengan dunia. Hal-hal inilah yang sebenarnya membedakan antara kekristenan dan bukan kristen.

      Sejak pertama di dalam Alkitab sebenarnya bayang-bayang berkenaan dengan kerajaan dunia dan Kerajaan Allah itu sudah ada sejak dari kitab Kejadian. Dunia ini dibagi menjadi 2, yaitu anak-anak kegelapan dengan tanda-tandanya sendiri dan anak-anak terang. Lihat Kejadian 4:17 dan Kejadian 5 terdapat tanda anak kerajaan dunia, tanda orang-orang yang akan dibinasakan dan tanda orang-orang yang tidak mengenal Allah. Tanda pertama adalah self exaltation, meninggikan diri sendiri, pride, kesombongan. “Lamekh mengambil istri 2 orang yang satu bernama Ada dan Zila.” Kalimat ini muncul, berbicara mengenai dosa di dalam seksualitas. Dan orang-orang dunia itu biasa selalu lebih cerdik dan lebih pandai dan Yesus Kristus pun mengatakan hal demikian. “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku,” Bukan luka dibalas dengan luka, bukan mata dibalas dengan mata, tetapi dia melukai aku, aku bunuh dia. “… sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.” Kalimat yang sama dibawa oleh Yesus Kristus. Bagaimana Tuhan? Aku punya masalah di tengah-tengah dunia, aku disakiti. Yah, engkau disakiti. Dunia ini, kalau engkau disakiti, engkau akan balas sampai mati bahkan. Yesus Kristus mengatakan; ‘Tidak. Engkau berada di dalam Kerajaan-Ku. Engkau harus beretika, engkau harus berespon dengan prinsip-prinsip yang Aku ajarkan.’ Bagaimana Tuhan? ‘Ampuni dia tujuh puluh kali tujuh kali.’ Saudara lihat bagaimana Yesus Kristus di dalam kitab Matius itu mau membalik seluruh etika-etika yang ada di tengah-tengah dunia ini. Kejadian 4:25, di tengah-tengah seluruh kronologis anak-anak kegelapan, Tuhan menyatakan ada bagian anak terang. “Mulai memanggil nama TUHAN.” Kemudian memuncak kepada Kejadian 5:22. Tadinya memanggil nama TUHAN dan sekarang hidup bergaul dengan Allah, hidup berjalan bersama dengan Allah. Prinsip-prinsip ini sekali lagi juga menyatakan; yang jahat makin jahat, yang suci makin suci. Yang jahat makin hancur hidupnya, yang suci makin hidupnya ditata menjadi sesuatu yang lebih baik. Saudara ada di mana?

      Sekali lagi, Matius menyatakan kerajaan Allah sudah datang. Dan kerajaan Allah itu dituliskan oleh Matius, dan Matius itu menyatakan ada prinsip – prinsipnya, ada etikanya, ada misinya, ada perumpamaannya, ada karakternya, ada penghakimannya, dan kita harus mempelajari, mengerti konsep ini sampai dalam. Dan bukan saja mengerti secara pikiran, tetapi menghidupi dan kita mengalami prinsip–prinsip itu di tengah – tengah dunia dengan seluruh permasalahan yang sama dengan permasalahan kita. Itulah yang disebut sebagai transformasi. Itu yang disebut sebagai sesuatu redeem daripada world. Redeem daripada hidup, hidup yang sudah jatuh di dalam dosa sekarang ditebus. Adalah suatu sukacita yang tertinggi kalau kita mengerti bahwa kita adalah anak – anak kerajaan Allah.

      Suatu hari Yesus menyatakan hal kerajaan Surga seumpama dengan seorang yang bekerja di satu ladang dan kemudian dia menemukan harta terpendam ada di dalam ladang tersebut. Itu adalah ladang milik orang lain, dia menemukan harta terpendam dan harta ini, kemudian dia begitu girangnya dia tutup kembali, dia pulang ke rumah, dia jual seluruh miliknya untuk membeli ladang ini. Itu berarti matanya tajam, tahu bahwa harta karun ini jauh lebih berharga daripada semua yang aku miliki setelah aku bekerja puluhan tahun. Jikalau saudara dilahir barukan, saudara akan melihat kebenaran ini. Saudara akan tahu ada sesuatu yang berharga dan itu adalah kerajaan Allah. Bahkan mau membayar apapun saja karena ini semua tidak berarti dibandingkan kerajaan Allah. Kalau saudara melihat dunia ini lebih menyilaukan, lebih membuat saudara berbahagia, lebih berharga daripada apa yang tertulis di dalam Alkitab ini, saya pastikan sebagai hamba Tuhan, saudara belum lahir baru. Saudara adalah milik dunia ini. Kalau ada kesenangan apapun saja di dunia ini, yang melampaui kesenangan yang saudara temukan di dalam Alkitab, saya katakan kepada saudara – saudara, hari ini bertobatlah dan minta anugerah Tuhan. Dan ini memang sesuatu yang tersembunyi, dan tidak ada satu orang pun yang bisa menyatakan itu kepada saudara–saudara kecuali Roh Kudus bekerja di dalam hatimu. Saya teringat akan apa yang Martin Lloyd-Jones katakan: ketika kita mengabarkan Injil di jalan, menjadi misionaris–misionaris pergi ke tempat–tempat yang belum Kristen, jangan lupa bahwa banyak anak–anak kegelapan ada di depan matamu. Ada anak – anak kegelapan yang ada di dalam jemaatmu, Sadarkan mereka bahwa mereka bukan milik Kristus, dan mereka harus bertobat.

      Saya sudah menjelaskan mengenai struktur kitab Matius dan pentingnya kerajaan Allah. Saya sudah menjelaskan kepada saudara bagaimana kita memiliki satu posisi dan panggilan kita apa. Sekarang kita akan masuk di dalam ucapan berbahagia. Di dalam pasal 5:1-12, ada 8 bagian ucapan berbahagia. Semua itu dinyatakan dengan permulaan kata yang sama, yaitu berbahagia. Beberapa catatan ketika Yesus berbicara berkenaan dengan berbahagia. Hal yang pertama, arti kata yang berbahagia di dalam arti bahasa Yunani-nya adalah makarios. Dan merupakan satu root-nya yaitu makar. Itu artinya adalah deeply or supremely happy. Deeply or supremely happy. Kebahagiaan yang sifatnya transcend, Ilahi, yang kekal, yang melampaui apa yang ada di dunia ini, melampaui apa yang bisa dipikirkan, dan melampaui apa yang bisa diberikan dari dunia ini. Dunia ini tidak bisa memberikannya, dan bukan saja tidak bisa memberikannya, dunia ini tidak mengenal kebahagiaan seperti ini. Dunia akan melihat apa yang diajarkan adalah sesuatu yang asing.

      Hal yang kedua, kebahagiaan merupakan tanda orang–orang yang dimiliki Kristus. Banyak orang salah melihat kotbah di bukit. Banyak orang melihat seperti ini, berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah karena merekalah yang empunya kerajaan Surga. Lalu kemudian saudara berpikir, saya kepingin masuk kerajaan Surga, di sini dikatakan empunya kerajaan Surga adalah berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah. Maka kemudian saudara berusaha untuk sedemikian rupa memiskinkan diri sendiri. Di dalam hal ini adalah sesuatu yang sifatnya ada di dalam hati, afeksi, lembut hati, miskin di hadapan Allah, penghiburan karena duka cita, seluruhnya lapar dan haus akan kebenaran, itu adalah sesuatu yang afeksi. Afeksi yang suci di dalam inti hati yang terdalam dari manusia hanya bisa dikerjakan oleh Roh Kudus, saudara dan saya tidak bisa kerjakan.

      Saya mulai mengerti apa yang ada di dalam Alkitab mengenai remuk hati. Saya mengatakan bahwa berbahagialah, karena itu adalah pekerjaan dari Roh Kudus. Kalau saudara dulu tidak pernah berduka cita akan dosa, sekarang berduka cita karena dosa, itu pekerjaan Roh Kudus. Kalau dulu saudara mendengar Firman itu boleh kiri keluar kanan, sekarang mendengar Firman saudara – saudara mulai memperhatikan, mulai sadar, mulai ini nyata, mulai ini adalah bersangkut paut dengan hidupku, ini adalah sesuatu yang berharga, itu adalah karena Roh Kudus. Maka Yesus mengatakan berbahagia engkau.Berbahagia engkau. Saudara – saudara, dan itu tidak bisa diberikan oleh dunia. Itu menyatakan bahwa engkau milikKu, demikian kata Kristus. Engkau adalah anggota – anggota kerajaan Allah. Allah sedang bekerja di dalam hatimu, di dalam hidupmu.I nilah tanda warga negara kerajaan Surga.

      Hal yang ketiga, kebahagiaan ini tidak berdasar kepada kepemilikkan dunia. Perhatikan beberapa hal ini, materi tidak bisa mengisi jiwa, eksternal tidak dapat memuaskan internal, outward things hal – hal di luar cannot cure tidak dapat menyembuhkan the agony of our hearts hati kita yang pedih. Materi tidak bisa mengisi jiwa, eksternal tidak bisa memuaskan yang internal, outward things cannot cure the agony of our hearts. Saya terkesan beberapa puluh tahun yang lalu akan satu kalimat daripada Agustinus, “Oh jiwa, aku ingin mengenalmu, seperti apakah engkau? Dan kemudian aku melihat jiwaku di dalam. Seberapa dalam jiwaku? Dan ketika aku mencermatinya, maka aku itu tidak bisa menemukan batasannya. Jiwaku terlalu dalam dan tidak ada batasnya.”Alkitab mengatakan bahwa jiwa kita tidak ada batasnya karena jiwa kita itu diciptakan di dalam kekekalan dan untuk kekekalan. Dan kekekalan itu tiada batasnya. Sehingga, saudara isi apapun saja di dalamnya, isi apapun saja akan hilang. Saudara mau isi dengan uang? Saudara tidak akan bisa menutup kehausan jiwamu. Karena jiwa itu begitu dalam dan tidak ada batasnya. Saudara mau isi dengan seks? Itu akan hilang. Saudara mau isi dengan kehormatan, kemakmuran dunia ini? Akan hilang. Dan itulah sebabnya mengerti di dalam Alkitab ada satu pengajaran yang besar tetapi pengajaran sejarah ini diulang oleh kebodohan manusia yang tidak mau belajar sejarah. Dan padahal itu adalah orang yang sangat ternama, dan mendapatkan seluruh apa yang ada di dalam dunia ini, dan itu adalah Salomo. Salomo mendapatkan semuanya, dan kemudian menyimpulkan hidupnya dengan satu kata: vanity, sia–sia. Mengapa Salomo mengatakan sia–sia? Karena jiwanya itu begitu dalam, tidak terbatas dan tidak bisa diisi dengan apapun saja.

      Ketika saya melihat seluruh dosa kita, dan semua tindak tanduk kita, sebenarnya apa yang kita cari sebenarnya? Yaitu mengisi jiwa untuk bahagia. Tetapi celakanya kita tidak mengerti natur jiwa. Jiwa itu begitu dalam dan tidak terbatas, kekal, demikian kata Agustinus. Kadang kita berpikir dengan mendapatkan barang yang baru, kita akan bahagia, materi itu dapat mengisi kebahagiaan kita. Tetapi selang beberapa waktu kemudian, ketika kita sudah mendapatkan barang yang kita ingini, awalnya kita senang tetapi setelah dipakai dan keluar model barang yang baru lagi, maka kita tidak lagi merasa bahagia dan menginginkan barang yang baru lagi. Mengapa demikian? Saudara–saudara perhatikan, untuk merentang sedemikian rupa kebahagiaan, jangan hanya kecil, jangan hanya sekian, jangan hanya terbatas, aku rentang. Tetapi saudara mau merentangnya dengan materi, tidak pernah bisa, tidak pernah bisa!

      Seneca mengatakan adalah sangat memalukan adalah orang bodoh jikalau itu berusaha untuk memenuhi hatinya, mengejar yang terbatas untuk mengisi yang tidak terbatas. Yesus Kristus mengatakan berbahagialah. Tetapi saudara mencari kebahagiaan dengan cara yang lain. Saudara pikir itu fit di dalam jiwa kita. Saya katakan tidak, tidak pernah, jangan kita bodoh. Pascal mengatakan satu kalimat, ada satu lubang di dalam hatimu yang hanya bisa diisi oleh Allah saja. Bagi anak-anak muda, mereka berpikir dengan berpacaran, itu akan mengisi lubang di dalam hatinya. Jawabannya adalah tidak. Dengan kekayaan, bisa mengisi lubang itu, jawabannya adalah tidak. Thomas Watson menyatakan mengapa dunia tidak bisa memberikan kepada kita kebahagiaan? Karena sejak dosa masuk ke dalam dunia, dunia sudah dikutuk oleh dosa. Dan Watson kemudian mengatakan, apakah engkau mau mendapatkan berkat dari sesuatu yang sudah dikutuk? Apakah engkau mencari dan menggali berkat dari sesuatu yang sudah dikutuk? Itu adalah persis sama engkau mau mendapatkan api dari dalam air. Jikalau saudara sungguh-sungguh mempelajari Matius 5 dan seterusnya, saya sangat sarankan saudara bersama–sama saya membaca satu buku The Beatitudes daripada Thomas Watson, orang Puritan yang luar biasa dipakai sama Tuhan.

      Keempat, Yesus Kristus mengatakan berbahagia maka ini adalah real kebahagiaan. Apa yang Yesus Kristus itu katakan adalah kebenaran yang sesungguhnya, itu adalah realita. Aristotle menyatakan sebenarnya yang dicari oleh manusia itu adalah hanya satu, yaitu kebahagiaan. Manusia tidak mencari uang, dia berpikir bahwa dengan mendapatkan uang aku akan bisa bahagia. Manusia tidak mencari liburan, dia berpikir kalau dia berlibur dia bisa mendapatkan bahagia. Aristotle juga menyatakan bahwa manusia tidak mancari perkawinan, berpikir dengan menikah dia akan berbahagia. Ending akhir daripada seluruh pencarian manusia itu adalah kebahagiaan. Tetapi sama seperti filsuf yang lain, filsuf itu semuanya bertanya hanya Kristus saja yang bisa menjawab. Di seluruh pergumulan dunia filsafat–filsafat dimunculkan, memunculkan seluruh pergumulan dunia hanya di dalam Kristus ada jawaban, Jesus is the answer. Yesus memberikan jawaban, berbahagialah. Kalau saudara melihat ini, dan saudara mengerti inti hidup yang dikatakan oleh filsuf, maka saudara akan melihat, ini jawabannya. Berbahagia, dan bahagia yang dikatakan oleh Yesus itu adalah sesuatu kebenaran yang real. Percayakah saudara akan perkataan Kristus Yesus ini, berbahagialah engkau jikalau engkau itu miskin di hadapan Allah? Berbahagialah engkau kalau engkau berduka cita, apakah engkau percaya? Dan jikalau engkau percaya, mengapa engkau tidak mengejarnya? Mengapa engkau mengejar yang lain? Kalimat ini sudah dinyatakan oleh mulut pencipta langit dan bumi, yang menciptakan jiwa kita, dan Dia mengatakan berbahagia jika engkau mendapatkan ini, berbahagialah engkau kalau engkau seperti ini. Kalau engkau mengatakan engkau percaya, mengapa engkau mencari di tempat yang lain? Sebenarnya banyak dari antara kita hanya berbudaya kristiani, dari dulu sampai sekarang Allah sudah mengatakan di dalam FirmanNya, mereka memuji Aku dengan mulutnya tetapi hatinya jauh dari padaKu, Aku muak dengan seluruh ibadah mereka. Saya mau saudara sungguh-sungguh bertobat, dan mengerti Firman yang real di depan mata kita. Saya mau saudara tidak hanya memiliki kebudayaan Kristen dan ibadah yang kosong. Apakah kita sungguh-sungguh percaya akan apa yang dikatakanNya? Berbahagialah orang yang mendengarkan apa yang dikatakanNya.


  • Mujizat & Kesembuhan

    • Pdt. Agus Marjanto, M.Th
      Matius 4:23-25

      Ayat-ayat di dalam kitab Matius menuliskan satu pengertian tentang kesaksian akan pelayanan Mesias. Ketika penulis Alkitab menuliskan ayat-ayat ini, dia sudah berpikir akan memiliki satu tujuan yaitu mempresentasikan dan membuktikan bahwa Yesus yang adalah anak tukang kayu itu adalah Kristus, Mesias yang ditunggu-tunggu. Itulah sebabnya di dalam struktur Matius menulis pada pasal 1 dikatakan inilah silsilah dari Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham maka itu adalah bicara mengenai kesaksian internal dari Mesias, kesaksian internal yang dimiliki oleh Yesus, kesaksian internal di dalam orang Yahudi. Orang Yahudi memiliki satu prinsip, Mesias pasti orang Yahudi, Mesias pasti anak Abraham, Mesias adalah keturunan Daud karena Dia akan memunculkan tahta Daud di belakangnya. Lalu dituliskan juga bahwa orang-orang Majus datang ke tempat kelahiran Yesus. Itu adalah satu kesaksian eksternal, bangsa-bangsa kafir datang. Matius seakan-akan mau mengatakan orang lain yang jauh itu datang, tahu Yesus itu Mesias, mengapa engkau tidak tahu? Kemudian bukan itu saja, Yesus dituliskan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis lalu kemudian ada suara dari Allah Bapa, “Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Itu adalah kesaksian dari Surga. Ini bukan saja Yesus adalah Mesias disaksikan oleh manusia, Yesus adalah Mesias disaksikan oleh Surga. Ini adalah kesaksian dari Allah. Bukan itu saja, Matius kemudian menuliskan Yesus pergi ke tempat padang gurun, dibawa, dipimpin oleh Roh Kudus untuk dicobai oleh setan. Adam pernah dicobai, dan Adam gagal. Israel pernah dicobai, dan Israel gagal di padang gurun. Yesus adalah Adam kedua, Yesus adalah Israel yang sejati, dan dari 3 kali pencobaan, yang sebenarnya menyatakan seluruh aspek dalam hidup-Nya dicobai, maka Yesus itu tidak gagal. Yesus berkemenangan di dalam pencobaan. Itu adalah bicara mengenai kesaksian di dalam pribadi Kristus itu sendiri. Apa gunanya kalau disaksikan oleh orang itu baik ternyata kemudian dia itu gagal. Apa gunanya disaksikan oleh orang-orang bahwa ini adalah orang pahlawan tetapi ternyata dia adalah pengecut? Maka ini adalah kesaksian internal dan kesaksian eksternal dari Yahudi. Ada kesaksian dari atas, ada kesaksian di dalam pribadi Yesus. Sekarang perhatikan di dalam Matius 4:23-25, Matius menuliskan adanya kesaksian di dalam bukti pelayanan bahwa Yesus adalah Mesias. Maka 3 ayat ini menyatakan pelayanan Yesus adalah mengajar, memberitakan Injil Kerajaan Allah, atau proclaim the gospel atau itu berkotbah dan juga menyembuhkan. Ayat 24 dan 25, menyatakan bagaimana kesembuhan itu terjadi dan seberapa besar scope-nya. Hari ini saya akan berbicara mengenai mujizat kesembuhan. Sampai sekarang Yesus itu masih menyembuhkan. Kita menentang orang-orang Liberal yang tidak percaya akan adanya mujizat dan kesembuhan Itu semua ada di dalam Alkitab. Orang Liberal mengatakan Yesus berjalan di atas air adalah mitos. Liberal tidak mempercayai hal-hal yang supranatural. Liberal tidak mempercayai bahkan bahwa Yesus adalah Tuhan adanya. Di tempat yang lain, banyak orang Kristen masa kini, ketika berbicara mengenai kesembuhan dan mujizat, mereka melepaskan konteksnya. Itu menghasilkan tipuan dari setan yang masuk di dalam gereja yang tidak mungkin bisa disadari kecuali kembali kepada Alkitab, mengikatkan diri kepada apa yang Alkitab itu maksudkan. Banyak gereja dan orang Kristen memikirkan mengenai kesembuhan tanpa memiliki sesuatu jangkar Teologis. Apakah yang sesungguhnya Yesus maksudkan dan penulis-penulis Alkitab katakan, mengenai kesembuhan? Mengapa harus ada? Seluruhnya memiliki jangkar yang begitu dalam dan kuat di dalam Firman, di dalam pikiran dan teologia Kristen Judaism, suatu teologia orang Yahudi. Jikalau saudara tidak mengerti ini, kita akan mudah sekali diombang-ambingkan oleh pengajaran yang salah. Saudara tidak mengerti ini kita akan tidak bisa tahu setan sedang masuk di dalam gereja. Kita berpikir ini pasti Yesus. Ingatlah, setan bisa bertindak sebagai malaikat terang. Ingat selain daripada Mesias yang asli ada mesias yang palsu. Ingat selain daripada guru yang asli ada guru yang palsu. Biarlah kita boleh sungguh-sungguh memikirkan hal ini. Hari ini saya akan memberikan 3 hal signifikansi dari mujizat dan kesembuhan yang Yesus kerjakan dan apa yang Matius nyatakan.

      (1) Mujizat dan kesembuhan mengkonfirmasi berita yang Yesus katakan. Berita yang Yesus katakan itu adalah tentang Kerajaan Allah. Yesus pergi ke mana-mana. Alkitab mengatakan, Dia pergi ke seluruh Galilea, Eusebius mengatakan bahwa mungkin ada 200 tempat, daerah, city atau desa yang mungkin hampir semua didatangi oleh Yesus Kristus. Yesus begitu rajin, dan ketika Dia bicara, Dia berbicara mengenai Kerajaan Allah. Apa yang Yesus katakan, apa yang Dia ajarkan, yaitu berita tentang Kerajaan Allah. Lihat ayat 23. Ayat ini begitu jelas, “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.” Perhatikan baik-baik penekanan dari Matius di sini, Kerajaan Allah, the Kingdom of God. Ini adalah konsep yang luar biasa penting kalau saudara menghubungkan seluruh bagian-bagian Kitab Suci kita, dari Kejadian sampai Wahyu, maka saudara akan memiliki satu benang merah dan benang merah itu adalah the Kingdom of God, Kerajaan Allah. Berita Kerajaan Allah adalah berita yang Yohanes Pembaptis katakan, berita yang Yesus Kristus katakana dan yang seluruh murid Yesus katakan. Di dalam Perjanjian Lama, maka seluruh nabi memiliki konsep ini yaitu Kerajaan Allah. Yohanes Pembaptis nabi Perjanjian Lama yang hidup di dalam Perjanjian Baru, dia menyarikan seluruh konsep yang ada dalam Perjanjian Lama dengan begitu tepat, minimal di dalam 2 kalimat ini, “Bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” Dia meneliti seluruh Perjanjian Lama dan beritanya adalah tentang Kerajaan Allah. Berita yang kedua adalah, “Lihatlah Anak Domba Allah!”. Yohanes Pembaptis melihat seluruh Perjanjian Lama dan langsung menunjuk kepada Yesus Kristus. Ini nabi yang diurapi oleh Tuhan. Alkitab mengatakan dia tidak memiliki mujizat, dia tidak menyembuhkan sama sekali, dia tidak melakukan pekerjaan supranatural yang luar biasa tetapi kalimat-kalimat-nya begitu tajam, tepat, membelah seluruh hati dan membongkar seluruh rahasia Perjanjian Lama. Yohanes Pembaptis mengatakan, “Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat!”, Yesus Kristus juga mengatakan demikian dan Dia mengutus murid-murid-Nya, “Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat!”. Seluruh berita Alkitab adalah berbicara berkenaan dengan Kerajaan Allah, Ketika berbicara berkenaan dengan Kerajaan Allah, itu adalah berbicara mengenai sesuatu yang spiritual, bukan bicara mengenai wilayah saja. Itu adalah bicara mengenai kondisi penguasaan Allah. Jikalau saudara bicara berkenaan dengan kerajaan Ratu Elizabeth, berarti seluruh rakyatnya dikuasai oleh Ratu Elizabeth. Maka berbicara mengenai Kerajaan Allah maka seluruh kumpulan orang-orang yang hatinya dikuasai oleh Allah. Dunia ini adalah dunia yang sudah jatuh di dalam dosa, dan dunia ini dikuasai oleh setan di dalam setiap jengkalnya dan Allah mengutus Kristus datang untuk menghadirkan, untuk mengokohkan penguasaan Allah kembali atas seluruh muka bumi mulai Kristus sebagai pemimpin, Dia akan membentuk suatu kelompok umat yang pada akhirnya semua umat mengatakan, “Thy will be done! Engkau Tuhan adalah Raja-ku! Engkau Tuhan yang layak memerintah aku, hidupku dan hatiku adalah milikmu!” Dan kelompok umat ini adalah Church of God, Gereja. Jadi bicara mengenai Kerajaan Allah adalah bicara mengenai satu kelompok umat, orang yang dikuasai Allah dengan rela dan dengan sukacita. Dan itulah seharusnya yang ada di dalam gereja. Kehadiran Yesus Kristus di dunia ini untuk menghadirkan penguasaan Allah atas seluruh hidup-Nya, sehingga ketika Yesus Kristus berjalan kemanapun saja, berkata apapun saja, bertindak apapun saja, itu benar-benar seluruh kehendak Allah itu jadi. Kehendak Allah itu jadi di atas kayu salib, Dia mengatakan, “Tetelestai. Sudah genap.” Itu artinya tidak ada satu pun yang Aku luputkan. Seluruh kehendak Allah jadi, Sekali lagi, Kristus datang ke dunia, Dia menjadi pemimpin, pendahulu, Dia membentuk suatu kelompok umat yang pada akhirnya umat ini akan menyatakan, “Kehendak-Mu jadilah Tuhan.” Dengan sukacita dan sukarela menyatakan kehendak-Mu jadilah. Marilah kita cek diri kita, apakah kita rela dikuasai oleh Allah atau tidak.

      Signifikansi dari kesembuhan dan mujizat dipakai oleh Allah untuk menarik orang dari mana pun saja datang kepada Kristus dan kemudian setelah itu mereka bisa mendengarkan berita dari Kristus dan kemudian mereka bertobat dan seluruh hidupnya dikuasai oleh Allah. Itu artinya mujizat itu bukan pada dirinya sendiri untuk mujizat. Mujizat adalah sarana yang dipakai oleh Kristus untuk menaklukkan dan membawa hati dan hidup kita kepada Dia. Saya ambil contoh, jika saya memberikan makanan untuk seseorang agar orang itu menjadi kenyang, maka itu artinya makanan itu adalah untuk makanan itu sendiri. Tetapi ketika saya memberikan makanan kepada seseorang karena saya ingin memiliki relasi dengan orang itu maka makanan itu menjadi sarana yang lebih tinggi daripada hanya sekedar makanan itu. Saudara mengerti? Banyak orang Kristen di mana-mana datang ke gereja untuk mendapatkan mujizat dari Yesus, tetapi setelah itu tidak ada satu pun ketaklukan di dalam hatinya. Tidak heran karena Alkitab sudah menyatakan banyak orang seperti itu dan orang-orang seperti itu adalah orang-orang tidak diselamatkan. Jangan saudara berpikir kalau ada mujizat pasti Yesus sedang bekerja dalam orang itu, pasti orang itu akan diselamatkan, jawabannya adalah tidak. Tetapi jikalau orang disembuhkan dan responnya dia gemetar, takut, kemudian bertanya, “Siapa Engkau Tuhan?” Seperti peristiwa di dalam Alkitab ketika Yesus bersama murid-muridnya di dalam satu kapal dank arena angin yang begitu kencang mengombang-ambingkan kapal itu, murid-murid membangunkan Yesus dan kemudian Yesus berdiri dan mengatakan, “Diam!” Maka kemudian seluruh angin itu reda dan kapal itu menjadi kembali tenang. Perhatikan respon seluruh murid. Mereka tercengang, gemetar, dan bertanya, “Siapa orang ini sehingga angin pun badai pun taat kepada Dia. Siapa Dia?” Itulah iman. Banyak sekali orang mendapatkan mujizat, sama sekali tidak membawa kepada iman, itu bukan maksud dari Allah, itu bukan cara kerja Allah. Ketika Allah menyatakan sesuatu mujizat, ujung akhirnya bukan mujizat itu sendiri, ujung akhirnya adalah agar orang itu takluk dikuasai oleh Kristus. Jadi kalau kita sudah mendapatkan mujizat, tetapi kita itu tidak takluk kepada Kristus maka saudara membuang anugerah mujizat itu. Mujizat itu menjadi tidak ada gunanya. Kristus tidak pernah mempercayakan diri kepada orang-orang seperti itu. Seluruh mujizat itu untuk menyatakan tentang Kerajaan Allah, bertobatlah! Dan membawa orang takluk dibawah kuasaNya.

      Di dalam poin pertama ini, ada 2 hal yang dapat kita pikirkan. (a) Tujuan Kristus datang, bukan untuk menyembuhkan. Benar bahw kesembuhan adalah bagian integral di dalam pelayanan-Nya tetapi bukan tujuan akhir pelayanan-Nya. Tujuan dari seorang belajar bertahun-tahun untuk menjadi seorang dokter adalah agar pasiennya mendapatkan kesembuhan. Tetapi Yesus tidak. Tujuan Yesus Kristus datang bukan untuk kesembuhan. Tujuan Yesus Kristus datang adalah memberitakan Kerajaan Allah dan menjadikan Kerajaan Allah penguasaan Allah dan Dia menjadi contoh, menjadi Kepala Gereja pada awalnya. Dia adalah Adam yang kedua, Israel yang sejati. Adam pertama tidak taat, Israel keluar dari Mesir tidak taat, tetapi Kristus Yesus menyatakan ketaatan-Nya dan itu adalah “Thy will be done, Kerajaan Allah datanglah.” Dan sekali lagi itu adalah isi hatinya dan jikalau engkau mau berdoa, berdoalah karena “Bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu.” Artinya “Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Surga.” Bumi ini untuk sementara dikuasai oleh setan, hati manusia dikuasai oleh setan, manusia itu melakukan pekerjaan-pekerjaan setan. Jikalau kita hidup menurut kehendak-ku sendiri itu artinya kita menggenapi kehendak setan. Tetapi kalau kita menyerahkan hidup untuk diriku sendiri dan Thy will be done, saudara menggenapi kehendak Allah. Tujuan Kristus datang bukan untuk kesembuhan, tetapi untuk memberitakan dan menjadikan Kerajaan Allah di bumi ini. (b) Kristus datang bukan menyatakan berita kesembuhan tetapi Kingdom of God. “Bertobatlah! Kerajaan Allah sudah dekat!” praise & worship-nya, gereja sehebat apapun karisma daripada pendetanya, gereja sehebat apapun saja dia perform miracle semuanya kepalsuan. Segala sesuatunya bisa dikerjakan oleh dunia kecuali satu hal ini, menyatakan siapa Allah dan menyatakan siapa kita. “Let God be God and let man be man”. Matius menuliskan Yesus mengajar, Yesus berkotbah mengenai Kerajaan Allah dan Yesus kemudian melakukan mujizat. Mujizat itu mengkonfirmasikan apa yang diberitakan. Mujizat itu tidak pernah menjadi beritanya.

      (2) Mujizat dan kesembuhan mengkonfirmasi Yesus adalah benar Mesias yang sejati yang ditunggu-tunggu. Untuk mengerti poin kedua ini kita harus mengerti apa yang sebenarnya menjadi teologia orang Yahudi. Di dalam Perjanjian Lama dikatakan, ketika Mesias itu datang, maka akan ada deliverance, akan ada pembebasan dari ikatan-ikatan kejahatan dan kegelapan dan sakit penyakit. Ketika Mesias itu datang, Dia akan membebaskan. Maka ini adalah sesuatu hal yang penting sekali. Mari melihat salah satu contoh dari janji Perjanjian Lama yang mengatakan jikalau Mesias datang, akan ada satu miracle. Yesaya 35:1-6, bicara berkenaan dengan keselamatan yang datang bagi umat Tuhan ini adalah hadirnya Mesias. Saudara akan menemukan ayat-ayat seperti ini puluhan di dalam Perjanjian Lama. Ayat-ayat yang berbicara berkenaan dengan Mesias, kalau datang Ia akan mengadakan deliverance. Di tempat lain dikatakan, Dia akan mematahkan busur panah daripada bangsa-bangsa. Dia akan menengakkan kerajaan-Nya. Orang Yahudi berada di dalam penjajahan beratus-ratus tahun lamanya. Dan mereka menginginkan Mesias yang dikirim oleh Tuhan, diurapi dan kemudian akan memberikan pembebasan kepada mereka. Pembebasan dalam Perjanjian Lama bukan saja pembebasan politik tetapi juga bicara berkenaan dengan pembebasan-pembebasan yang sifatnya fisik. Tetapi mereka lupa satu hal. Ada satu pembebasan yang menjadi akar dari seluruh pembebasan yaitu pembebasan rohani dari dosa.

      Sekarang perhatikan Matius 4, khususnya ayat 24, “Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya. Yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.” Dikatakan di sini secara lebih spesifik ada tiga penyakit. Yang pertama adalah kerasukan, kedua adalah ayan (epilepsi) dan yang ketiga adalah paralised, (lumpuh). Beberapa komentari menyatakan seperti ini, kerasukan adalah ikatan kepada jiwa oleh setan. Ayan atau epilepsy, itu nama di bahasa lainnya adalah lunatic. Lunar itu adalah bulan, itu disebut sebagai moon struck. Di dalam kepercayaan kuno penyakit ini di-trigger oleh bulan atau oleh alam dan ini adalah bicara mengenai suatu penyakit mental dan fisik yang oleh alam. Saudara perhatikan, kerasukan, ini adalah jiwa yang oleh setan, spirit. Dan kelumpuhan, paralised, itu adalah sesuatu yang sifatnya adalah tubuh atau fisik. Apakah inti sebenarnya yang Matius mau katakan? Matius mau mengatakan kepada para pembacanya, Yesus adalah Mesias yang ditunggu-tunggu. Lihatlah kesaksian pelayanan-Nya. Dikatakan orang yang sakit itu disembuhkan. Tidak ada satu jenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh Yesu, baik dari fisik, mental ataupun jiwa. Matius mau mengatakan tidak ada kuasa yang bisa menandingi kuasa Kristus. Dia adalah Mesias yang ditunggu-tunggu. Dan bukan itu saja. Dikatakan orang-orang sakit dari Siria. Yudea, dari Yerusalem menuju Galilea, ini mau menyatakan sesuatu kuantitas besar datang kepada Yesus Kristus. Secara kualitas, seluruh penyakit dari manapun saja, Yesus bisa mengatasinya. Secara kuantitas, berapapun saja, kuasa-Nya tidak terbatas. Digabungkan ini, Matius sedang mempresentasikan berkenaan Yesus adalah Mesias yang ditunggu-tunggu. Maka takluklah kepada Dia. Percayalah kepada Dia. Itu adalah prinsip kedua dari pada mujizat dan apa yang dikatakan oleh Matius.

      (3) Mujizat dan kesembuhan itu menegaskan jaman yang baru dari Allah sudah tiba di dunia ini. Ini adalah teologia Yahudi. Di dalam pikiran orang Yahudi, ketika Mesias itu datang maka itu adalah permulaan jaman yang baru. Ketika mesias itu datang itu akan membelah jaman menjadi dua bagian. “This Age”, jaman ini, dan “The Age to Come”, jaman yang akan datang. Di dalam konsep ini, maka orang-orang Yahudi mengatakan demikian, jaman ini adalah jaman yang penuh kesulitan, penderitaan, dijajah, miskin dan sakit. Ini adalah jaman pembuangan, jaman di mana Allah melupakan mereka. Tetapi suatu hari, Mesias yang ditunggu-tunggu akan datang. Ketika dia datang, maka itu adalah jaman yang baru, jaman restorasi, jaman kemakmuran, keberhasilan, kemenangan, kekayaan, kesembuhan. Dan itu mulai dari jaman Mesias. Jadi ketika Kristus datang dengan membuat tanda-tanda mujizat yang belum pernah dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Mesias sebelumnya, mereka perlahan-lahan mulai menyadari, ini jaman yang ditunggu-tunggu, ini jaman yang baru. Ini jaman yang diberitahu oleh nenek moyang mereka untuk mereka tunggu dan memperhatikan orang yang dikira Mesias. Suatu hari Nikodemus pergi ke tempatnya Yesus Kristus dan dia mengatakan dan mengakui “Rabi, jikalau Engkau bukan dari Tuhan, tidak mungkin ada orang yang bisa melakukan pekerjaan-perkerjaan seperti yang Engkau ini kerjakan.” Ini adalah jaman Mesias yang asli. Itulah sebabnya, berkali-kali orang-orang Yahudi ingin menjadikan Yesus adalah Raja, bahkan sampai pada hari-hari terakhir sebelum Yesus di atas kayu salib. Beberapa hari sebelum Yesus disalibkan, ketika Yesus dari Betfage menuju Yerusalem, semua orang berteriak menyambut Yesus yang dengan keledai, mereka berteriak, “Lihat Raja, bukalah pintu-pintu gerbang hai Sion! Mereka mau menjadikan Yesus, raja karena ini era yang baru, Mesias. Tetapi coba pikirkan baik-baik, satu prinsip ini. Mengapa pada akhirnya mereka menyalibkan Yesus? Bukankah ada missing link. Di tengah-tengahnya ada sesuatu rantai yang hilang. Pertamanya tidak percaya Yesus. Lalu mereka mempercayai Yesus karena adanya kesembuhan. Setelah itu mereka mengikuti Yesus dan mengharapkan Yesus menjadi raja. Bukankah itu memang sesuatu yang seakan-akan sesuai dengan agenda Kristus? Tetapi mengapa pada akhirnya Yesus ditangkap, dan mereka semua mengatakan ini lebih tidak berharga daripada Barabas. Ada missing link di tengah-tengahnya. Missing link-nya adalah di dalam konsep dua jaman dari orang Yahudi. Di dalam pikiran orang Yahudi, ketika Kristus itu datang, Ia akan langsung membelah jaman menjadi dua. Ini adalah jaman sulit, ketika Mesias datang, ini adalah jaman yang baik. Ini adalah jaman sakit, ketika Mesias datang, aku disembuhkan.Tetapi ternyata Yesus Kristus mengatakan tidak seperti itu. Yesus Kristus mengatakan bahwa ketika Mesias datang, itu memang jaman yang baru. The Age to Come. Tetapi This Age, jaman ini yang penuh dengan kesengsaraan tetap ada. Jadi ini akan berjalan paralel sampai Kristus datang untuk yang kedua kali. Baru semuanya terjadi, kemakmuran, keberhasilan dan terjadi kesembuhan. Maka di dalam saat ini, dari Yesus datang pertama sampai Yesus datang kedua. Saudara akan menemukan di dalam dunia ini pekerjaan Kristus yang “already and not yet”. Jadi apakah Yesus Kristus itu memberikan berkat-berkat di Surga kepada kita saat ini? Jawabannya adalah ya dan tidak. Itu artinya bahwa Dia sudah datang dua ribu tahun yang lalu tidak serta merta seluruh dari pada penyakit itu pasti disembuhkan. Itu tidak berarti dua ribu tahun yang lalu Dia sudah datang, orang yang sulit pasti langsung dibebaskan. Tidak. Ada yang dibebaskan dan ada yang tidak dibebaskan. Ada yang dibebaskan lalu kemudian sakit lagi. Perhatikan baik-baik, Yesus adalah Tuhan diatas segala Raja tetapi mengapa pada waktu peristiwa penyaliban Kristus, Pilatus menang dan kemudian Yesus mati. Yesus tidak menggulingkan pemerintahan Pilatus pada waktu itu, tetapi suatu hari seluruh pemimpin dunia yang melawan Kristus harus takluk kepada Dia yaitu pada waktu Kristus datang untuk kedua kali. Sama, suatu hari semua orang yang berada dalam kesakitan, anak-anak Tuhan dalam kesulitan yang besar pasti akan dibebaskan. Kalau saudara tidak mengerti prinsip ini, maka kita akan menjadi kecewa mengikut Tuhan. Ketika Mesias itu bekerja ada progres. Dia tidak serta merta membagi dunia menjadi dua kalau dia datang.

      Perhatikan konsep dua jamannya orang Yahudi. The day of the Lord, itu adalah ketika Kristus datang. Sebelum Kristus datang maka dosa itu ada, ada sickness, ada kematian dan semuanya. Tapi setelah Kristus datang, ada righteousness, ada kepenuhan, ada seluruh sukacita, restorasi. Itu adalah konsep jaman orang Yahudi. Dua jaman orang Yahudi. Tetapi di dalam Alkitab apa yang Yesus itu katakan, adalah bicara mengenai This age. Ketika Yesus datang pertama kali, mulailah the new age. The age to come, jaman yang baru. Tetapi jaman yang baru tidak membelah langsung, membelah jaman yang sekarang selesai, jaman yang baru datang. Tidak. Itu adalah sesuatu yang progresif dan sepanjang Yesus datang yang pertama sampai Yesus datang yang kedua ada overlap di dalamnya. Ada kesulitan dan kebahagiaan. Ada paradoks daripada kesakitan tetapi mungkin ada kesembuhan. Karena itu ada terus di dalam gereja Tuhan dan anak-anak Tuhan. Saudara tidak bisa mengatakan kalau seseorang menerima Yesus, pasti semuanya sembuh atau pasti kaya. Itu adalah konsep orang Yahudi. Banyak anak Tuhan yang sudah kecewa dengan Yesus Kristus karena pengajaran yang salah di dalam gereja yang seperti ini. Banyak hamba Tuhan yang sudah membodohi jemaat seperti ini. Lihat Alkitab dan saudara akan melihat konsep dua jaman. Terakhir, ketika kita sudah menerima Kristus, sampai kepada kedatanganNya yang kedua kali (the age to come) ada konsep Already and not yet. Saudara bisa menemukan, merasakan Surga di dunia ini kalau saudara-saudara menerima Yesus Kristus. Apakah kita sudah menerima pembebasan? Already and not yet. Kita sudah menerima. Tetapi secara total, itu nanti ketika Kristus datang. Suatu hari, Joni Eareckson Tada, orang yang sudah lumpuh dari leher ke bawah dan hanya bisa menggerakkan kepalanya. Dia mengatakan, “saya menunggu-nunggu waktu itu”. Menunggu-nunggu Surga. Menunggu-nunggu waktu kematian itu. Karena di saat seperti itu adalah ketika Kristus datang yang kedua kali. Karena pada waktu itu. Saya akan dengan kaki saya, tangan saya, saya akan bisa berlari kembali. Itu adalah orang-orang yang mengerti akan ada satu masa yang baru. Yang sudah datang tetapi yang juga akan mendapatkan kepenuhannya progresif, already and not yet. Kiranya memimpin hidup kita.


  • Reformed Church and Reformed Spirit

    • Pdt. Agus Marjanto, M.Th
      Matius 3:1-9

      Orang yang dapat mengetahui pekerjaan Tuhan ada di tengah-tengahnya adalah orang yang berbahagia, sebaliknya orang yang tidak dapat melihat bahwa Tuhan sedang bekerja di tengah-tengahnya dan Tuhan dahulu pernah bekerja dengan cara seperti apa, orang itu pasti menjadi orang yang buta, orang yang mungkin akan pergi ke gereja, aktif, tetapi sebenarnya tidak mewariskan apapun saja yang Tuhan sudah nyatakan kepada gerejanya yang sejati. Yohanes pembaptis adalah orang yang mendobrak gereja pada waktu itu. Gereja pada waktu itu disimbolkan dengan bait suci yang begitu megah dan besar, penuh dengan uang dan penuh dengan orang-orang yang mempelajari hal-hal yang penting di dalam bait suci. Ada imam besar dan seluruh ritual-ritual berjalan di bait suci itu tetapi Tuhan membangkitkan Yohanes pembaptis dan mengatakan kepada bait suci itu bertobatlah. Yohanes adalah orang yang mendapatkan kuasa dari Tuhan membangunkan gereja. Pada saat itu, Yohanes tidak berbicara kepada bangsa Romawi yang belum mengenal YHWH, tetapi dia berbicara kepada mereka yang memiliki pengenalan yang palsu tentang YHWH. Gereja memerlukan orang seperti ini, untuk gereja kembali kepada garis yang Tuhan itu tentukan. Di sepanjang sejarah, Tuhan berbicara tentang cinta kepada Israel, gerejaNya yang memungkiri cintanya dan menyeleweng untuk kembali kepada Tuhan, untuk kembali kepada covenant yang sejati. Berkali-kali Tuhan membangkitkan orang-orang seperti itu dan Tuhan kemudian membangkitkan Wycliffe, John Huss, Tyndale, Luther, Calvin dan orang-orang Puritan untuk berbicara bukan kepada dunia tetapi kepada gereja. Karena kalau dunia rusak adalah karena gereja rusak, Kalau gereja rusak itu adalah karena imamnya rusak, dan kalau imamnya rusak itu pasti mimbarnya korupsi. Orang-orang itu terus dibangkitkan dengan api yang suci dari Tuhan, dengan Godly zeal dari Tuhan untuk mengembalikan gereja kepada satu posisi yang semula. Tuhan berintervensi dengan memakai siapapun saja bahkan orang yang tidak memiliki apa-apa tetapi Tuhan pakai untuk mengembalikan gerejaNya kepada covenant yang sejati.

      Hari ini saya akan berbicara berkenaan dengan Reformed church dan spirit Reformed. Reformed movement bukan sesuatu cabang teologia saja, Reformed movement dan teologia Reformed itu adalah nama panggilan dari Kekristenan, Ini adalah kalimat Charles Spurgeon. Maksudnya adalah jika berbicara mengenai Kristen, maka harus bicara mengenai Reformed. Seluruh denominasi harus kembali kepada Reformed. Ada gereja yang mengatakan gereja Reformed, tetapi sebenarnya bukan Reformed. Ada gereja yang tidak bernama gereja Reformed, tetapi sebenarnya adalah memiliki spirit Reformed. Kita harus mengerti esensinya dengan benar dan tidak bermain-main dengan symbol gereja saja. John Piper, gereja Baptist dan dia adalah seorang Reformed. Orang-orang Puritan, seperti Thomas Goodwin, John Owen, mereka adalah orang-orang yang jelas Reformed, tetapi berada di dalam gereja independent. John Bunyan dari Baptist, tetapi dia jelas Reformed. Jangan melihat dari fenomenanya. Apakah yang membuat seseorang Reformed atau tidak? Apakah seseorang bisa memiliki teologia Reformed tetapi tidak memiliki spirit Reformed? Jawabannya adalah bisa. Saudara-saudara apakah ada gereja yang sungguh-sungguh memiliki spirit Reformed, tetapi musiknya itu bukan Hymn? Jawabannya adalah ada. Banyak orang salah mengerti di sini. Musiknya Hymn atau bukan, memakai band atau tidak, itu bukan urusan masalah Reformed atau tidak Reformed, itu bukan masalah apakah orang itu memiliki spirit Reformed atau tidak Reformed. Ini adalah sesuatu fenomena. Saya tidak mau membuat saudara menjadi fanatik yang buta, mengikuti sesuatu yang salah, saya mau untuk saudara memikirkan sebenarnya apa itu gereja Reformed dan apa itu gereja Reformed yang sejati. Gereja Reformed yang sejati di dalamnya harus ada spirit Reformed dan kalau gereja Reformed itu tidak ada spirit Reformed maka itu bukan gereja Reformed yang sejati. Sebaliknya kalau seseorang memiliki spirit Reformed tetapi dia pergi ke gereja yang bukan spirit Reformed, apakah mungkin? Jawabannya adalah mungkin saja terjadi, tetapi alangkah indahnya dan alangkah benarnya jikalau konten dan kontainer jadi satu, kalau konten dan kontainernya sama maka itu sungguh indah. Alangkah indahnya kalau gereja kita gereja Reformed, sungguh-sungguh di dalamnya itu adalah spirit Reformed yang sejati.

      Saya akan berikan 4 hal fundamental spirit Reformed sejati, yang ada pada orang-orang seperti Luther, John Calvin, John Huss, Wycliffe, Tyndale, yang ada pada bapak bapak gereja, yang ada di dalam orang orang Puritan, yang dengan kekuatan secara manusia yang sederhana, berani untuk mendobrak gereja pada waktu itu yang berada di dalam kesesatan. Ketika saudara melihat ke-empat ini ada di dalam satu orang di dalam satu gereja, maka kita boleh dikatakan kita menjadi satu gereja Reformed. Dan di tempat lain saya mau katakan jangan kita mengatakan saya sudah menjadi orang Reformed. Adalah lebih baik dengan mengatakan becoming Reformed, menjadi Reformed. Seperti di dalam Alkitab dikatakan, “Biarlah engkau penuh dengan roh kudus”. Jangan saudara berpikir saya sudah penuh dengan roh kudus, hal itu akan mencelakakan kita, itu akan membuat kita tidak mencari wajah Allah, itu membuat kita tidak lagi rendah hati di hadapan Allah, lebih baik kita berpikir kita belum dipenuhi oleh roh kudus, maka setiap hari kita mencari kuasa. Sama halnya kita berpikir saya mau, saya sedang, saya sedang menjadi orang Reformed, itu membuat kita terus menerus belajar.

       

      (1) Spirit atau movement yang menyatakan centralitas, supremasi dan kemuliaan Allah Tritunggal. Pada tahun 1538 cardinal Sadoret dari katolik menulis surat kepada pemimpin-pemimpin reformasi dari Geneva agar mereka mau kembali ke gereja katolik setelah perpecahan itu. Dia memulai suratnya dengan ulasan panjang lebar mengenai justification dan bagaimana mereka menyatakan di luar katolik maka mereka akan masuk di dalam neraka. Calvin kemudian meresponi surat ini yang menjadikan Calvin menjadi orang yang luar biasa terkenal di Eropa. Respon Calvin terhadap Sadoret bukanlah poin-poin teologis mengenai pembenaran, justification atau dosa-dosa para imam-imam katolik pada waktu itu, Calvin juga tidak berbicara mengenai perjamuan kudus pada waktu itu di mana katolik bergabung dengan sincritisme yaitu transubstansiasi dan pada waktu itu Calvin juga tidak menulis mengenai penolakannya terhadap orang-orang suci dan bagaimana dari api penyucian atau purgatory, tidak. Jawaban Calvin lebih dalam dari hal itu, dan ini memberikan jawaban fundamental, issue yang membedakan antara Reformasi dengan Katolik pada waktu itu. Issuenya adalah The centrality and supremacy and majestic of the glory of God. Perhatikan baik-baik jawaban dari Calvin, keinganan besarmu Sadoret untuk hidup surgawi membawa manusia secara keseluruhan hidup menyembah dirinya sendiri dan tidak ada satupun membuat manusia itu mengkuduskan nama Tuhan.

      Jikalau saudara membaca tulisan Calvin saudara akan menyadari apa yang BB Warfield ini pernah katakan, tidak ada orang yang memiliki sense of God lebih dari Calvin. Reformasi melawan Katolik pada waktu itu karena Roma Katolik menghancurkan the Glory of Christ in many ways, menghancurkan kemuliaan Kristus di dalam segala jalannya. Pada waktu itu iman bagi Katolik adalah ditambah dengan perbuatan baik. Bagaimana caranya engkau bisa masuk ke Surga, yaitu dengan iman ditambah perbuatan baik. Ketika Saya bicara mengenai katolik bukan bicara mengenai Katolik yang sekarang, tetapi Katolik pada waktu itu. Maka kemudian orang-orang Reformed mengatakan tidak, hanya iman, Sola Fide. Orang Katolik mengatakan engkau mendapatkan anugerah di dalam Kristus tetapi engkau juga harus melakukan hukum-hukum, maka orang Reformasi mengatakan tidak, hanya karena anugerah, Sola Gratia. Orang Katolik mengatakan pada waktu itu yang menjadi penuntun adalah Alkitab ditambah dengan tradisi-tradisi, maka kemudian orang orang Reformed mengatakan hanya Alkitab, Sola Scriptura. Orang Katolik mengatakan yang menjadi perantara kita dengan Allah yaitu Kristus dan ada orang-orang suci, Maria, Petrus, Yakobus, begitu banyak Santo dan Santa, dan kemudian orang Reformed mengatakan tidak, hanya satu penghubung diantara Surga dan Bumi dan itu adalah Yesus Kristus itu semata, Solus Cristo. Yang membedakan Reformasi dengan gereja pada waktu itu, mereka selalu menambahkan sesuatu, menambahkan di luar iman menambahkan sesuatu kepada anugerah, menambahkan sesuatu kepada Alkitab, menambahkan sesuatu kepada Kristus, dan apa yang menjadi thesis daripada Reformasi pada waktu itu. Sola, only, satu satunya, Sola Fide, Sola Gratia, Sola Sriptura, Sola Cristo, dan kemudian orang orang Reformed mengatakan satu kalimat, jikalau semuanya ini empat ini tidak Sola, maka engkau tidak mungkin Soli Deo Gloria, hanya karena anugerah semata, hanya karena iman semata, hanya karena Alkitab semata, hanya karena Kristus semata, maka semua kemuliaan hanya kembali kepada Tuhan. Apakah saudara menangkap point ini? Ini adalah Reformed, mengembalikan seluruh centralitas supremasi kemuliaan Allah tritunggal. Di dalam pengajaran Reformed, ketika kita sudah menerima Tuhan Yesus, bukan berarti boleh hidup serampangan. Di dalam pengajaran Reformed, ketika kita menerima Yesus Kristus, maka kita memiliki buah-buah keselamatan dan buah-buah keselamatan itu adalah perbuatan baik. Saudara tidak diselamatkan karena perbuatan baik, tetapi keselamatan itu akan menghasilkan perbuatan baik. Ini adalah satu spirit Reformed. Di dalam buku institusio, dalam buku pertama chapter kedua, bagian yang pertama, maka Calvin menyatakan seperti ini, “Tidaklah pernah cukup untuk sekedar mengakui bahwa ada pribadi Allah yang harus dipuji dan dihormati, kecuali diri kita telah diyakinkan, bahwa Dia adalah sumber segala yang baik, sampai diri kita diyakinkan tidak menyisakan sedikitpun dan mencari apapun selain di dalam diri Allah saja. Yang aku maksudkan demikian kata Calvin, kita orang Kristen yang sudah ditebus tidak saja mengakui bahwa Allahlah yang membentuk dunia, Allahlah yang menopang dunia, Allahlah yang mengatur dunia dengan bijaksanaNya, Allahlah yang melindungi dunia dengan bijaksanNya, Allalah yang melindungi dunia dengan kebaikanNya, kita tidak saja mengakui itu, tetapi kita orang Kristen seharusnya kita juga menyadari, mengakui dan mengalami bahwa tidak ada satu tetespun bijaksana, atau cahaya, atau kuasa, atau kejujuran, atau kebenaran sejati yang tidak mengalir dari Dia dan yang tidak disebabkan oleh Dia semata, maka biarlah kita belajar menunggu, mencari segala sesuatu di dalam Dia, dan begitu kita menerimanya kiranya kita bersyukur kepada Dia saja”. Orang seperti Calvin memiliki pandangan yang besar sekali akan kemuliaan Allah, dan pandangan yang rendah sekali terhadap manusia. Tidak ada sesuatu yang baik dari diri kita. Jikalau saudara mengatakan ada sesuatu yang baik dalam diriku, saudara bukan Reformed. Orang Reformed mengatakan tidak ada yang baik dalam diriku, jikalau ada, itu adalah karena anugerah Tuhan semata. Yesus Kristus mengatakan di dalam kalimat pertama dari Kotbah Dibukit, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah”, kata miskin di sani adalah bangkrut, Reformed menyatakan total inability of man, dan ketika saudara melihat orang ini, dia adalah orang yang dari Firman bergerak keluar dan tidak akan pernah bisa tenang, ketika seseorang mengatakan ada keunggulan dari manusia, ada jasa yang bisa ditawarkan kepada Allah, Reformed mengatakan dan akan berdiri dan menyatakan tidak. Semua adalah hanya kembali kepada anugerah semata. Semuanya itu adalah karena kedaulatan Allah, centralitas, supremasi, dan kemuliaan dari Allah tritunggal. Luther mengatakan let God be God, let man be man.  Seluruh agama di dunia mengandalkan usaha manusia, kekristenan tidak. Tetapi anehnya di dalam gereja kita berpikir bahwa kita memiliki sesuatu yang bisa ditonjolkan dan dibanggakan di hadapan Allah. Orang Reformed menyatakan, tidak. Di dalam seluruh proses teologianya, proses ibadahnya daripada gerejanya sampai kepada kehidupan sendiri di dalam saat teduhnya orang Reformed, spirit Reformed menyatakan tidak ada sama sekali jasa kita.

      (2) Spirit Reformed itu selalu Biblical, Conventional, dan Theological Movement. Coventional adalah adanya pengakuan-pengakuan iman. Spirit Reformed itu adalah suatu semangat yang diberikan oleh Roh kudus, yang mau membawa gereja kembali mengasihi Alkitab (back to the Bible). Arti “Back to the Bible” sesungguhnya adalah, pertama, Alkitab buku dari Tuhan dapat dibaca dan dimengerti oleh manusia seluas mungkin. Pada waktu itu Alkitab hanya dibaca oleh segelintir orang yaitu imam-imam yang terpelajar saja. Para Reformator membawa Alkitab itu sampai kepada rumah demi rumah. Mereka menerjemahkan Alkitab kepada bahasa demi bahasa untuk bisa lebih dimengerti. Demi penterjemahkan Alkitab pada waktu itu, maka Wycliffe itu harus dianiaya, John Huss penerusnya dibakar hidup hidup dan kemudian Tyndale harus dibakar. Pada waktu itu untuk menterjemahkan Alkitab agar dibaca oleh seluas mungkin, ada darah yang ditumpahkan agar hal itu terjadi. Hal yang kedua ketika bicara mengenai back to Bible itu adalah bicara akan penekanan teaching dan preaching biblical. Gereja dengan spirit Reformed selalu penekanannya adalah kepada teaching and preaching biblically. Gerakan untuk membawa saudara dan saya untuk mengerti lebih jelas Alkitab itu apa Tidak seperti katolik pada waktu itu yang mementingkan ritual-ritual, tidak seperti gereja yang mementingkan praise and worship. Hal ketiga, di dalam hal ini spirit Reformed yang back to Bible itu adalah mengajarkan umat pada keseluruhan berita Alkitab. Keseluruhan Alkitab dari Prolegomena (permulaan dari seluruh cara berpikir teologia) sampai Eskatologi (akhir jaman). John Flavel menyatakan, the scripture teach us the best way to living the nobles way of suffering and the most comfortable way of dying. Orang-orang dengan kalimat seperti ini adalah orang-orang yang meneliti Alkitab yang sungguh-sungguh mau back to the Bible. Kalau saudara melihat orang-orang Reformed, orang-orang puritan, mereka adalah orang-orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus, hidup bagi Kristus, mati dibakar, disembelih untuk mempertahankan Alkitab. Dan ketika kita melihat catatan mereka dari seluruh Alkitab, satu-persatu begitu teliti mereka baca. Ini adalah movement biblical, theological. Anthony Burgess, seorang puritan, dia berkotbah tentang Yohanes 17 sebanyak 125 kali. Ini adalah orang-orang yang begitu dalam mengerti Firman. Spirit of Reformed selalu biblical, confessional, theological movement.

      (3) Spirit Reformed adalah sesuatu movement intelektual yang bermuara kepada kesalehan hidup. Ini bukan berbicara bahwa orang-orang Reformed adalah intelektual dan yang bukan Reformed adalah orang-orang bodoh, tidak, saya tidak mengatakan itu! Movement intelektual adalah suatu gerakan yang mengadakan sesuatu encouragement untuk kita menjadi berpikir, menjadi lebih pandai dan akan makin lebih mengerti. Tidak akan ada orang Reformed mengatakan untuk percaya saja, tidak perlu pikir macam-macam. Saudara akan dibuat lebih mengerti, pikiran kita akan dicerahkan karena itu adalah Roh Kudus yang mencerahkan fungsi rasio. Rasio akan diangkat tetapi tidak paling tinggi. Rasio diangkat sedemikian rupa tapi ditaklukkan di bawah Firman. Itu adalah Reformed Theology. Ini adalah gerakan yang berpikir, menilai segala sesuatu dan menguji diri di dalam segala sesuatu, menuntut standard Alkitab. Spirit Reformed akan melihat segala sesuatunya bukan phenomena tetapi noumena. Kita dilatih menurut Alkitab dengan anugerah Roh Kudus untuk mengerti sesuatu yang sifatnya hakekat. Jikalau seseorang itu makin mature, makin growing in Christ, makin mengenal Allah, makin mengerti noumena, makin mengerti apa itu esensi, hakekatnya. Saudara tidak akan mengerti mana gereja yang sehat, mana gereja yang tidak sehat kecuali saudara bergumul dan bertumbuh di dalam iman. Kalau saudara tidak bertumbuh dalam iman maka saudara akan mengatakan semua gereja sama. Sama seperti orang yang buta mengatakan seluruh binatang sama. Sama seperti orang yang tidak tahu apa-apa mengatakan semua agama sama. Tidak! Melihat segala sesuatu bukan dari fenomena tetapi dari hakekat, dari noumena.

      Saya berikan satu contoh. Suatu hari saya mendengarkan seorang berkotbah dari Yohanes berkenaan dengan orang yang sudah lumpuh 38 tahun lamanya di kolam Bethesda dan menunggu goncangan air di kolam itu. Yesus menyembuhkannya pada hari Sabat. Seorang yang bukan Reformed mengkotbahkan itu dengan mengatakan Yesus yang menyembuhkan orang lumpuh itu dan kalau saudara lumpun dan tidak sembuh karena saudara tidak beriman. Kotbah seperti itu, kalau saudara tidak berpikir, maka saudara akan menerima dengan mentah-mentah. Tetapi orang Reformed akan melihat the whole Bible. Orang Reformed akan menyelidiki dalamnya, apakah memang perikop itu bicara berkenaan dengan kesembuhan atau Allah itu mau menyatakan sesuatu yang lain. Orang Reformed percaya kesembuhan, tetapi ayat Alkitab di dalam bagian itu khususnya bukan bicara mengenai kesembuhan. Ayat alkitab itu tidak bisa diaplikasikan bahwa semua orang akan disembuhkan oleh Kristus Yesus. Perhatikan baik-baik apa yang orang Reformed katakan. Kalau sungguh bahwa Yesus datang untuk menyembuhkan, kenapa hanya satu orang itu di antara ribuan orang di kolam Bethesda. Kenapa yang lain dibiarkan tetap timpang, lumpuh, tidak berjalan, hanya satu orang saja yang disembuhkan. Berpikirlah! Jangan mau dibodohi. Tidak berarti bahwa kita memiliki spirit of criticism.  Spirit of criticism itu adalah spirit yang tidak benar di dalam gereja. Apa saja saudara kritik, yang benar pun saudara kritik. Tetapi biarlah kita boleh kritis melihat apakah ini benar, melihatnya lebih dalam lagi. Spirit of criticism adalah selalu menyatakan kalau seorang bicara A saya akan bicara A’, kalau orang itu bicara A’, saya bicara A, pokoknya berbeda. Tidak, kita bukan spirit seperti itu, tapi kita mau mengerti Firman secara dalam. Jangan dibodohi. Kecuali saudara-saudara adalah anak-anak kesesatan yang memang suka dengan kesesatan. Dan hal yang lain, kalau saudara-saudara melihat komentari Reformed, maka sebenarnya ayat ini bukan bicara mengenai kesembuhan, tetapi Yesus sedang menyatakan suatu kesembuhan pada hari Sabat. Yang Yesus mau nyatakan adalah Yesus mau memberikan suatu konfrontasi langsung dengan orang Farisi dan Ahli Taurat dan Bait Suci pada waktu itu, karena menyembuhkan pada Sabat itu bagi mereka adalah tidak boleh.

      Reformed adalah gerakan yang berpikir, gerakan intelektual yang membuat kita makin lama makin memiliki suatu rasio yang bertanggung-jawab. Tidak ada orang yang suka debat, dan memang debat kosong itu tidak beres. Tetapi debat untuk mengetahui ketepatan apa yang dikatakan Firman itu penting. Ketepatan apa yang dikatakan firman itu penting. Precise (presisi), tepat, itu adalah sesuatu yang penting. Allah kita adalah Allah yang tepat. Ketika Allah meminta umat Israel membangun Bait Suci, Dia menyatakan batunya harus seperti apa, menghadap kemana, ukurannya seberapa, baju imamnya seperti apa, atasnya apa, bawahnya apa, batu-batunya jenisnya apa, sebelah kira apa, sebelah kanan apa, tengah apa, satu-persatu seluruhnya precise. Dan orang Reformed adalah orang yang mengejar ketepatan. Suatu hari, seorang dari puritan, Thomas Shepard, dia sangat memikirkan sesuatu, dan ketika mengatakan sesuatu berusaha supaya precise (tepat), ketika ditanya mengapa dia lakukan demikian, dia mengatakan, “Saya melayani Allah yang precise.

      Di dalam point ke tiga ini, ini adalah movement intelektual, tapi bukan hanya itu, tetapi movement intelektual yang bermuara pada kesalehan hidup, godliness. Ini bukan intelektual yang kering, yang mati, yang dingin, sombong, dan angkuh. Kalau saudara-saudara sombong, saudara-saudara tidak memiliki spirit Reformed. Kalau saudara-saudara sombong saudara-saudara memiliki spirit scholastic. Scholastic adalah orang yang terus menerus memikirkan tetapi tidak masuk ke dalam kesalehan hidup. Sebaliknya, Reformasi, salah satu kehebatannya adalah mereka memiliki kedalaman pikiran seperti orang scholastic tetapi mereka memiliki kedalaman hidup di dalam kesalehan. Martin Lloyd-Jones, sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, disebut sebagai the last puritan giant, seorang Reformed, seorang yang melayani di Westminster Chapel dan kotbah di depan ribuan orang. Tidak ada music yang hebat, semuanya hymn biasa, tetapi ribuan orang diberi makan rohani. Dia adalah seorang dokter yang kemudian bertobat, dipakai dan diurapi Tuhan luar biasa. Orang ini kemudian meninggal dan sekarang beberapa buku muncul, beberapa CD muncul mengenai kehidupannya. Salah satu dari kumpulan kehidupannya ditulis, dan ini adalah suatu hal yang tepat menggambarkan seorang Reformed: logic on fire. Ketika saudara-saudara mendengar, melihat kotbah atau kehidupan orang-orang Reformed, saudara-saudara akan melihat pertama kedalaman intelektualnya dan kedua apinya, kesalehannya, kesungguhannya, logic on fire. Spiritualitas Reformed adalah spiritualitas dari kedalaman pikiran mengerti Firman menuju kepada kesalehan hidup sehari-hari. Reformed berbeda dengan pietism, ini adalah salah satu gerakan yang ada dari Jerman, gerakan dalam gereja yang sebenarnya bagus, tetapi orang-orang pietist adalah orang-orang yang rajin baca Alkitab, rajin berdoa, rajin berpuasa, tetapi non-doktrinal. Orang-orang Reformed adalah orang-orang yang meneliti doktrin, berperang, berdebat untuk mendapatkan sesuatu yang precise, tetapi mereka sendiri adalah pendoa-pendoa yang tangguh. Kalau saudara-saudara melihat dari orang-orang Reformed dalam kehidupannya, mereka mengkonsentrasikan diri pada private bible reading, prayer, meditation, instropeksi, self-examination dan sekaligus berperang di tengah-tengah gereja dan dunia. Luther bedoa berjam-jam, Calvin adalah seorang yang sangat brilliant dan saleh sekali. Jangan bicara berkenaan dengan kita memiliki spirit Reformed, mengerti teologia Reformed tapi tidak pernah berdoa, atau berdoa begitu kering sekali. Berlutut. Berdoalah! Orang-orang Reformed mengerti kedalaman Firman dan kalau kita mengerti kedalaman Firman, Allah menginginkan persekutuan intim dengan Dia. Maka kalau saudara-saudara mengerti ini selalu ada kebangunan rohani. Cotton Mather mengatakan: knowledge of God (atau doktrin) without pray and holiness (tanpa doa dan kesucian) akan menghasilkan (results) in crime againts God. Knowledge of God itu penting, tapi itu akan bermuara pada kesalehan. Makin menjadi Reformed seharusnya makin rendah hati karena kita makin takut pada Tuhan.

      Saya akan ceritakan beberapa peristiwa ini supaya kita mengerti kerendahan hati orang-orang reformed dan bagaimana kita melihat Calvin dan Luther. Yang pertama adalah cerita tentang George Whitfield seorang reformed dan seorang yang berkotbah untuk banyak KKR besar. Di dalam jamannya, George Whitfield itu selalu akan berdebat teologia dengan Charles dan John Wesley, orang-orang methodist. Den kemudian ketika berdebat, banyak orang dari golongan George Whitfield, dan banyak juga dari golongan Charles dan John Wesley. Mereka biasa akan terus beradu mulut. Suatu hari seseorang bertanya kepada George Whitfield: apakah nanti kalau kamu pergi ke surga, kamu akan bertemu dengan John Wesley? George Whitfield mengatakan: kemungkinan besar tidak. Semua pendukungnya mengatakan, betul, John Wesley masuk neraka ya? Jawab Whitfield: tidak, sangat mungkin John Wesley ada di depan, dekat kepada tahta Kristus, dan aku ada di belakang, jauh sekali dari tahta Kristus. Itulah reformed, dia bukan orang bodoh, dia orang intelektual, dia bukan orang sembarangan, dia diurapi oleh Tuhan, tetapi makin diurapi, makin tahu firman, makin dia rendah hati, makin tahu aku tidak layak. Saudara lihatlah this is reformed. Perhatikan apa yang Calvin katakan mengenai kesalehan/godliness. Mungkin tidak ada satu orang yang bisa memberikan satu kumpulan kalimat yang begitu tepat menyatakan mengenai godliness. Dia mengatakan seperti ini: kesalehan sejati adalah perasaan tulus mengasihi Allah sebagai bapa, yang sama besarnya dengan perasaan takut dan hormat kepadaNya sebagai Tuhan, merangkul kebenaranNya dan takut menyakiti hatiNya lebih dari takut akan kematian. Takut menyakiti hatiNya lebih dari takut akan kematian. Ini adalah intelektual yang bermuara pada kesalehan hidup. Perhatikan apa yang Luther katakan: to know God is to know the grace of Christ, and this knowledge comes only through humbly contemplating Calvary (mengenal Allah ialah mengenal anugerah Yesus Kristus, dan pengenalan ini datang hanya melalui satu pengenalan yang rendah hati akan Calvary). Satu movement intelektual yang bermuara kepada kerohanian.

      (4) Spirit Reformed adalah spirit yang mengasihi gereja. Dua hal yang Calvin paling kasihi, yang membuat dia mengeluarkan seluruh puisi dan nyanyiannya, adalah Kristus dan gerejaNya (Christ and His church). Ini adalah spirit yang selalu ingin agar gereja itu murni. Spirit yang ingin mempersiapkan gereja sebagai mempelai yang suci, perawan yang makin hari makin mengasihi mempelai pria yaitu Yesus Kristus. Orang-orang Reformed berbeda dengan apa yang mungkin saudara pikirkan, banyak stigma-stigma yang tidak beres. Orang-orang Reformed itu bukan orang yang menulis buku-buku intelektual saja, di tempat biara, atau kesendirian mereka, mereka lebih mencintai buku daripada manusia, bukan itu walau memang ada. Banyak orang yang seperti itu, tetapi bukan seperti itu yang sesungguhnya. Mereka adalah orang-orang intelektual yang menulis buku, mengerti Firman, tetapi mereka adalah orang yang mencintai gereja, mereka adalah orang yang turun ke dalam gereja, mereka adalah orang-orang yang ada di jalanan. Mereka adalah orang-orang yang mencintai gerejaNya dan tidak akan pernah tenang sampai gerejaNya murni, mereka adalah churchmen.

      Dari dulu sampai sekarang, bahkan dari jaman nabi-nabi sampai bapak-bapak gereja, gereja selalu dimasuki unsur sinkritisme yaitu menggabungkan dua hal yang sama sekali tidak sama secara natur, memasukkan dari luar ke dalam ibadah Kristiani. Mulai dari dulu ketika reformasi itu ada, dari Paus dan Kardinal-kardinal membuat surat penghapus dosa. Kalau engkau mau membeli surat penghapus dosa maka dosamu dihapus, padahal sebenarnya yang mereka mau cari adalah uang untuk membangun katedralnya yang belum selesai dan kekurangan uang. Spirit dari luar dimasukkan dengan hal-hal yang sifatnya agamawi dan menjadi suatu yang sinkritis membuat gereja tidak murni. Maka Luther dengan anugrah dari Roh Kudus dan apiNya bangkit dengan mengatakan tidak bisa! 95 thesis isinya adalah hal ini. 31 Oktober 1517, Luther memakukan 95 thesis di dalam bahasa latin di depan gereja Wittenberg, isinya adalah hal ini. Untuk menghalau sinkritisme, menghalau sesuatu yang dari luar dimasukkan di dalam gereja. Dari dulu sampai sekarang adalah sama. Gereja masa kini memasukan Positive thinking di dalam gereja. Cara dagang dunia dimasukkan di dalam gereja. Musik dunia dimasukkan ke dalam gereja. Ini adalah suatu kepalsuan, sungguh-sungguh kepalsuan karena centre of revival is not the word of God. Center of the revival mereka adalah hal-hal yang lain.

      Saya akan akhiri seluruh kotbah ini puisi yang dikarang oleh Samuel Rutherford dan saudara akan melihat keindahan dari Kristus, cintanya kepada Kristus. Juga puisi yang dikarang oleh Calvin, dan saudara akan melihat bagaimana cintanya kepada Kristus dan gerejaNya. Rutherford mengatakan demikian: “letakkan ribuan-ribuan taman Eden menjadi suatu kesatuan, gabungkan semua bunganya, harumnya, warnanya, kenikmatan rasanya, semua keindahannya dan semua kesukaannya dan semua kemanisannya di dalam satu kesatuan. Gabungkan seluruh keindahan Eden di dalam satu kesatuan. Oh betapa sempurnanya itu. Tetapi bandingkan itu, bandingkan keindahan Eden itu dengan Kristus. Itu tidak lebih dari jatuhnya satu tetes air hujan di atas air yang ada di seluruh lautan, sungai dunia dari beribu ribu bumi”. Keindahan Eden itu hanya satu tetes air hujan dibandingkan keindahan Kristus, satu tetes air hujan dibandingkan seluruh air yang ada di sungai, lautan, gunung dari bumi, tidak, dari beribu ribu bumi. Mencintai Kristus seperti ini.

      Calvin menulis mengenai Kristus dan gerejaNya. Demikian katanya: Gereja sebagai musafir. Marilah kita ingat betapa buruknya keadaan lahiriah gereja. Ia bercahaya dalam keindahan batiniah. Meskipun terguncang di bumi, di surga ia berpijak dengan kokoh. Meskipun dimata dunia ia tergeletak, terluka, dan rebah. Di hadapan Allah dan para malaikatNya, ia berdiri utuh dan bertumbuh. Meskipun sengsara dalam daging, dalam roh ia melimpah dengan kebahagiaan rohani. Ketika Kristus berbaring dengan hina dalam palungan, di awan-awan para malaikat menyanyikan keagunganNya, di langit bintang memberi kesaksian akan kemuliaanNya, orang bijak dari negeri yang jauh merasakan kuasanya. Ketika Kristus berpuasa di padang gurun bergumul dengan cemoohan iblis, menitikkan peluh seperti mau mati, malaikat-malaikat tetap melayani Dia. Ketika Dia hendak dipenjarakan, oleh suaraNya saja Ia mengusir musuh-musuh-Nya. Sementara Dia tergantung di kayu salib, matahari oleh kegelapannya memberitakan bahwa Kristus raja dari semua. KuburNya yang terbuka mengakui bahwa Dia adalah Tuhan atas kematian dan kehidupan. Sekarang jika kita melihat Kristus dalam tubuhNya, menderita penghinaan congkak dari orang-orang fasik, terinjak oleh kebengisan penindasan mereka, terbuka bagi penganiayaan mereka, terdorong kesana-kemari oleh keganasan mereka. Betapa kurang ajarnya, semua hal itu tidak dapat menggentarkan kita gerejaNya. Sebaliknya, marilah kita ingat bahwa gereja, kita, telah diberi tugas menjadi musafir di dunia, untuk berperang senantiasa di bawah panji salibNya. Biarlah kita ingat, gereja telah diberi tugas menjadi musafir di dunia untuk berperang senantiasa di bawah panji salibNya.

      Saya berharap kiranya apa yang terjadi 498 tahun yang lalu, Tuhan terus memeliharanya di dalam hati kita. Jadilah orang Reformed. Belajarlah kita, minta anugerah Tuhan untuk menjadi Reformed. Dan kiranya gereja ini kontainernya dan isinya boleh sama. Kiranya nama Tuhan dipermuliakan.


  • Godly Zeal

    • Pdt. Agus Marjanto, M.Th
      Nats : Wahyu 3 : 14-19; Yohanes 2 : 13-17.

      Dunia tidak mengenal satu gerakan yang Tuhan berikan dari Surga kepada gereja-Nya, kepada hamba–hamba-Nya, kepada anak-Nya yang sejati, yaitu zealous. Ini adalah api yang dari Surga yang mendorong seseorang untuk hidup bergairah dan melakukan segala perkerjaan dan kemuliaan didedikasikan kepada Allah saja. “Be zealous” demikian kata Yesus Kristus kepada jemaat di Laodikia. Gambaran jemaat di Laodikia pada waktu itu adalah tidak panas dan tidak dingin. Yesus berkata, “alangkah baiknya jikalau engkau panas atau dingin”. Di Laodikia ada sumber mata air panas yang dapat digunakan untuk kesehatan dan ada sumber mata air dingin yang begitu fresh, begitu segar untuk diminum. Tetapi sumber mata air itu begitu jauh dari kota. Maka orang–orang berusaha untuk mengalirkan sumber mata air panas dan juga sumber mata air dingin ke kota, tetapi karena jaraknya begitu panjang maka ketika sampai ke kota Laodikia, kedua mata air tersebut menjadi suam–suam kuku. Keduanya sudah tidak panas dan tidak segar lagi. Maka Yesus Kristus mengatakan “karena engkau suam–suam kuku, Aku akan memuntahkan engkau”. Ini adalah suatu tuntutan dari Kristus Yesus sang gembala gereja. Ini adalah kalimat–kalimat yang sangat tajam dari pencipta langit dan bumi dan pembentuk gereja. Itu berarti, engkau tidak berguna dan berharga bagi-Ku. Gereja adalah garam dunia, gereja adalah terang dunia, diminta oleh Allah untuk dipakai bagi dunia ini sehingga dikatakan engkau adalah garam dunia. Tetapi jikalau garam itu sudah menjadi tawar, dengan apa dia diasinkan lagi? Tidak mungkin, dan tidak ada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak orang.

      Dunia ini adalah dunia yang membutuhkan kesaksian dari Allah yang hidup. Dunia ini adalah dunia yang mau mencari sebenarnya siapa yang sungguh–sungguh sejati di tengah–tengah umat manusia yang mengaku Allahnya adalah sejati. Dan satu–satunya adalah di dalam Yesus Kristus, di dalam gereja-Nya, tetapi gereja sekarang sudah menjadikan diri persis seperti dunia dan hidup sama dengan budaya dunia. Jikalau kita ingin membesarkan kerajaan Allah, hanya melalui satu cara yaitu Kristus Yesus, salib dan kesucian harus ditegakkan. Tidak mungkin tidak. Sekarang banyak orang ingin menjadi audience pleaser, bisa diterima oleh dunia, “memiliki cara kerja, cara pikir yang sama dengan dunia. “Engkau sudah suam–suam kuku, tidak ada gunanya.” Jangan bermain–main, jangan membohongi Tuhan dan jangan membohongi dirimu sendiri. Jangan engkau menjadi orang yang melayani Tuhan dengan caramu sendiri. Lihat dan kembali kepada Firman, mari bertobat dan kemudian kita melayani Tuhan.

      Saya kembali lagi, dunia ini tidak mengenali apa yang akan saya bicarakan karena ini ada di dalam Alkitab, yaitu zealous, Godly zeal. Godly zeal adalah bentukan Roh Kudus di dalam hidup kita yang menyalakan hati kita, menumbuhkan seluruh afeksi yang suci di dalam hati kita, dan mengarahkan seluruh hidup kita menuju kepada sesuatu yang benar and kudus. Di dalam Alkitab kita menemukan orang–orang yang begitu zealous bagi Tuhan bahkan di dalam seluruh emosinya yang membuat kita sebagai orang Kristen pun kebingungan. Mereka memiliki doa-doa seperti ini, “Seperti rusa yang merindukan air demikian jiwaku merindukan Engkau ya, Tuhan. Air mataku menjadi makananku siang dan malam karena sepanjang hari orang berkata kepadaku di mana Allahmu?” Di dalam kerinduannya orang ini berkata, “Biarlah aku menumpang di dalam kemah-Mu untuk selama–lamanya. Biarlah aku berlindung di dalam naungan sayap-Mu.” Ada sesuatu api dan afeksi di dalam doanya. Afeksi itu bukan untuk mengejar uang, bukan untuk mengejar harga diri, bukan unutk mengejar kenikmatan hidup, tetapi mengejar Allah. Saudara lihat di dalam pengharapan orang ini, “Aku sangat menanti–nantikan Tuhan seperti pengawal menantikan pagi hari.” Lihat kesukaannya, “Ya peringatan–peringatanMu menjadi kegemaranku, menjadi penasehat–penasehatku.” Lihat cintanya, “Aku menaikkan tanganku kepada perintah–perintahMu yang kucintai. Aku hendak merenungkan ketetapan–ketetapanMu.” Lihatlah kemarahan dan kebenciannya, “Aku menjadi gusar terhadap orang fasik yang meninggalkan taurat-Mu, aku membenci orang–orang yang membenci Engkau, aku sungguh–sungguh membenci mereka.” Lihatlah ketakutan orang ini, “Badanku gemetar karena ketakutan terhadap Engkau. Aku takut kepada penghukuman.” Seluruhnya dinyatakan di dalam doa, ia mencetuskan isi hatinya yang terdalam, pengharapannya, kerinduannya, kehausannya, cintanya, kesukaannya, kemarahannya dan ketakutannya. Bagaimanakah dengan saudara?

      Orang–orang yang dipakai oleh Tuhan selalu memiliki Godly zeal, kegairahan, ketekunan, kerinduan yang besar, sesuatu hal mengharapkan dan terus menerus mengejar Allah dan tidak akan melepaskannya sampai mendapatkannya. Orang–orang yang dipakai oleh Tuhan selalu memiliki contentment di dalam hatinya, karena sadar Tuhan itu segala–galanya tetapi ia tidak pernah puas untuk berambisi melihat anugerah dan kekayaan dan kemuliaan Tuhan dinyatakan di seluruh dunia. Godly zeal. Pagi ini saya berharap, berlutut berdoa, kiranya Tuhan mengasihani kita, mengasihani gereja yang sejati, memberikan kembali api yang tidak dikenal oleh dunia ini. Api yang asing bagi dunia ini, yang mungkin aneh bagi dunia ini. Tetapi itu adalah api Surgawi dan itu adalah api Roh Kudus yang menggerakkan seluruh hamba–hamba-Nya dan dimulai dari Yesus Kristus itu sendiri. Dia diurapi oleh Roh Kudus tanpa berhingga. Suatu hari Dia datang ke Bait Suci dan melihat orang–orang berjualan. Ibadah sudah tidak lagi dipentingkan, sebenarnya seluruhnya itu adalah uang. Dari dulu sampai sekarang gereja tetap sama, menarik jemaat dengan berbagai cara dan intinya adalah uang. Mengapa tidak bertobat? Mengapa tidak jujur? Mengapa kita diam saja? Sungguh–sungguhkah kita mencintai Tuhan? Tidak pernah ada orang yang mencintai Tuhan tidak mencintai gereja. Tidak pernah ada orang yang mencintai Tuhan tidak mencintai pekerjaan Tuhan. Yesus Kristus tidak tahan melihat orang-orang berjualan di Bait Suci, Ia mengatakan, “Cinta untuk rumah-Mu membakar Aku”, maka diporakporandakan orang-orang yang berjualan itu. Saudara tidak mungkin akan mengerti gerakan Tuhan, jika tidak memiliki Roh Kudus. Tetapi jikalau saudara–saudara memiliki Roh Kudus, maka saudara akan tahu bahwa itu adalah pemurnian/penyucian.

      Suatu hari Paulus diminta oleh seluruh jemaatnya untuk tidak pergi karena baru saja Nabi Agabus bernubuat bahwa sebentar lagi Paulus akan pergi ke Roma dan mengalami begitu banyak penganiayaan. Jemaatnya begitu mengasihi Paulus dan menahannya untuk tidak pergi. Tetapi Paulus mengatakan, “Kamu jangan mendukakan hatiku, jangankan dianiaya, mati bagi Kristus aku mau.” Lalu Paulus pergi dan sampai akhirnya dia mati. Jikalau bukan Roh Kudus yang menerangi kita, bagaimana kita dapat mengerti ayat ini? Semua orang inginnya lari dari kematian. Tetapi orang yang memiliki api dari Tuhan, ketaatan kepada Tuhan diutamakan. Maka kemudian dia pergi ke sana untuk menjalani seluruh penderitaan sampai akhirnya dia mati. Ketika saya melihat seperti ini, saya menyadari hidup saya itu miskin sekali. Roh yang menggerakkan Paulus itu kiranya Roh yang menggerakkan aku. Kita harus meminta pertolongan Tuhan untuk digerakkan oleh Roh yang sama.

      Suatu hari ketika Musa sudah sampai di perbatasan tanah Kanaan, Tuhan mengatakan, “Masuklah, Aku akan meminta malaikat-Ku memimpin engkau. Masuk ke tempat negeri yang berlimpah dengan susu dan madunya, dan seluruh malaikat-Ku akan memerangi mereka dan akan menghancurkan seluruh kota demi kota. Masuklah Musa, bersama dengan malaikat-Ku tetapi Aku tidak akan menyertai engkau.” Lalu Musa mengatakan: “Kalau Engkau Tuhan tidak menyertai kami, jangan biarkan aku melangkah satu langkah dari tempat ini.” Ketika melihat Musa seperti ini, mungkin saudara mengatakan Musa bodoh karena itu beyond pengertian manusia pada umumnya. Tuhan yang mengatakan akan memberikan berkat-Nya, memberikan malaikat-malaikat-Nya mengapa Musa tidak mau? Jawabannya adalah karena ada Godly zeal di dalam hati Musa. Sekarang hanya sedikit orang di dunia ini di dalam gereja Tuhan yang memilikinya.

      Hari ini saya akan berbicara apa yang Alkitab itu nyatakan, dan apa yang bapak–bapak Gereja, khususnya orang–orang Puritan ketika bicara mengenai Godly zeal. Kalau saudara membaca buku–buku Puritan, dua kata ini akan digabungkan. Mereka adalah orang yang Godly, orang yang saleh, takut akan Tuhan dan mereka adalah orang zealous, orang yang berapi–api, orang yang berambisi, orang yang sungguh–sungguh memiliki kegairahan besar bagi Allah.

      Beberapa karakteristik dari Godly zeal:

      (1) Orang yang Godly zeal adalah orang yang zeal-nya itu dijagai dan lahir dari Firman. Zealous yang sejati. Kegairahan, kerajinan, ketekunan, kecemburuan yang suci dari Firman dan dibatasi oleh Firman. Orang yang memiliki kegairahan bagi Tuhan yang sejati, ketika orang tersebut membaca Firman setiap hari, sungguh–sungguh mau meneliti perintah–perintah-Nya dan menyimpan di dalam hatinya, kemudian saudara lihat dia begitu rajin, itu adalah sesuatu yang sejati. Tetapi jikalau seseorang hanya di dalam gereja, tidak membaca Firman, tidak mengerti Firman, maka itu adalah bukan Godly zeal, itu adalah performance zealous. Banyak orang tidak mau pergi ke gereja yang sama kalau tidak ada pelayanan. Tidak ada ketekunan. Tidak ada gairah untuk mengejar Tuhan. Tidak baca Firman Tuhan. Itu adalah sesuatu kepalsuan. Itu performance. Godly zeal selalu akan muncul dari Firman. Selalu akan muncul dari pengenalan akan Allah. Karena melihat Allah itu begitu mulia di dalam Firman-Nya. Itu yang membuat seseorang gentar dan mau seumur hidup melayani Tuhan dalam bentuk apapun saja. Dan di dalam setiap pelayanan selalu sangkal diri, pikul salib.

      Ketika berbicara berkenaan tentang Godly zeal, Biblical zealous, zeal yang lahir dan juga dijagai oleh Firman, bukan liar. Banyak orang di dalam gereja kelihatan sungguh–sungguh bagi Tuhan, orang itu kadang–kadang mengeluarkan karunia–karunia Roh yang begitu seakan–akan hebat, berkobar bagi Tuhan tetapi sebenarnya adalah sesuatu yang liar. Di dalam Alkitab, anak–anak Harun memberikan satu api yang asing, demikian kata Firman Tuhan. Kelihatannya sama, api. Tetapi Tuhan katakan tidak, ini api asing. Perhatikan apa yang dikatakan oleh Thomas Brooks, seorang Puritan. Godly Zeal itu seperti api. Jika api itu berada di dalam tungku perapian, maka akan menjadi pelayan yang baik. Tetapi jika di luar tungku perapian itu, akan menjadi tuan yang buruk. Artinya adalah bahwa sama seperti saudara–saudara memiliki api di dalam tungku, maka tungku dengan api itu akan sangat bermanfaat bagi kita. Saudara bisa membakar jagung, membakar roti, bisa merebus air di sana, saudara bisa lakukan. Tetapi jikalau api itu keluar dari tungku itu, maka yang terjadi adalah rumah kita akan terbakar. Perhatikan baik–baik, zealous yang sejati tungkunya itu, batasannya adalah Firman. Zeal yang sejati dijagai oleh knowledge and wisdom kepada the Word of God. Dan itu adalah tanda dari yang dimiliki oleh Kristus dan orang–orang yang dikuduskan-Nya. Api yang sejati yang dari Surga selalu ada kaitannya dengan mengenal Firman. Zealous yang sejati adalah biblical zealous, lahir dan dibatasi dengan pengenalan dan arti yang ada di dalam Firman.

      (2) Mereka memiliki kegairahan yang besar bagi kehormatan Allah. Api itu akan muncul ketika gereja Tuhan dirusak, gereja Tuhan disesatkan, kemunafikan merajalela, dan dosa merebak, bukan karena merasa diri dirugikan. Di dalam Perjanjian Lama, Tuhan menyatakan kepada Pinehas, yang baru saja membela kehormatan Tuhan. Tuhan mengatakan kepada dia, dia begitu giat membela kehormatan Allah tetapi sebenarnya bukan God-centered tetapi self-centered. Banyak orang tidak peduli kalau gereja dirusak, kalau gereja itu kemudian sesat, tidak peduli untuk seluruh kemunafikan yang terjadi di dalam gereja. J.C. Ryle mengatakan seseorang yang tidak memiliki zeal against error pada dasarnya dia tidak memiliki zeal for truth. Kalau saudara dan saya sebenarnya tidak peduli akan kesesatan, saudara dan saya sebenarnya tidak peduli akan kebenaran. Lihat seluruh orang yang dipakai oleh Tuhan, yang dipimpin, yang Roh Kudus itu hadir menggerakkan hatinya dan kemudian memiliki Godly zeal adalah orang–orang yang mau mengejar kehormatan bagi Allah di dunia ini, ingin kemuliaan Allah melingkupi seluruh bumi, memiliki visi yang tidak dilihat oleh mata manusia. Seluruh mata manusia memandang ke bawah, kepada uang, tetapi dia memandang ke atas, kepada nama Tuhan yang dipermuliakan bagi seluruh, di atas seluruh bumi.

      Suatu hari nabi Elisa, ketika Elia sudah meninggalkan dia dengan diangkat oleh kereta yang ada dari Surga. Elisa sendiri tidak tahu harus seperti apa, banyak orang Israel yang masih mendukakan Tuhan. Elisa sendiri merasa apakah mungkin dia dipakai seperti Elia.  Maka kemudian di dalam doanya, dengan zealous yang masuk menjelajah seluruh nadinya, membakar hatinya dan dia berteriak meminta Tuhan bekerja sekali lagi bahkan meminta dua bagian dari apa yang Tuhan kerjakan bagi Elia. Sekarang di mana teriakan seperti itu? Di mana api itu lagi? Sudah tidak ada.

      Yeremia mengatakan ada sesuatu api di dalam tulangku, seperti dalam sekam aku mau tahan untuk tidak bicara tentang Tuhan, karena Yeremia adalah salah satu orang yang paling sulit sekali dalam pelayanannya, dia pernah mengutuki hari lahirnya. Dia mengatakan, “Oh adalah sesuatu yang baik jikalau pada waktu itu, tempat kuburanku adalah kandungan ibuku, kalau aku pada waktu itu tidak melihat matahari dan tidak ada satu orangpun yang meneriakkan kegembiraan karena Yeremia sudah lahir, oh alangkah bahagianya waktu itu. Celakalah, celakalah engkau yang meneriakkan bahwa Yeremia sudah lahir, celakalah engkau yang berbahagia karena kelahiranku, karena sebenarnya aku begitu sangat menderita dan aku mau menyembunyikan namaMu, aku mau mengkatupkan mulutku, dan aku tidak akan menyebut–nyebut Engkau lagi dan aku mau berdiam diri, tetapi ketika aku berdiam diri api itu menjalar di seluruh sendiku, aku tak sanggup untuk menahannya, api itu mendorong aku untuk hidup menyatakan dan mengabarkan kehormatan Allah”. Di mana gereja atau orang yang berdoa seperti itu?

      (3) Zeal yang menuntut akan diri. Godly zeal bukan ditujukan untuk terus menuntut orang lain. Allah akan memproses diri kita terlebih dahulu. Orang–orang yang memiliki zealous yang suci akan memaksa diri, menuntut diri, mengintrospeksi diri, mengkoreksi diri terlebih dahulu. Mematikan dosa diri terlebih dahulu, taat kepada Allah terlebih dahulu, mendengar Firman bukan memikirkan orang lain tetapi kepada diri kita terlebih dahulu. Zeal yang sejati akan mulai dari sincere examination of self, demikian orang–orang Puritan mengatakan. Jikalau saudara mengikuti satu pemimpin yang hanya bisa bicara tetapi tidak mau kerja itu bukan Godly zeal. Yang menyuruh saudara untuk memberikan persembahan, tetapi dia tidak memberikan persembahan yang terbaik itu bukan Godly zeal. Kalau menyuruh seseorang pikul salib, dia sendiri tidak pikul salib. Godly zeal menginginkan kebangunan tetapi mulai daripada diri, menginginkan nama Tuhan dipermuliakan tetapi mulai daripada ketaatan diri.

      Terhadap hal ini saya akan memberikan sedikit catatan, mungkin banyak saudara–saudara yang tidak suka dengan apa yang disebut dengan gerakan radikal. Tetapi saya mau luruskan kata radikal ini. Radikal dari kata radix, radix artinya akar. Kalau kita tidak suka dengan kata ini, apakah saudara suka dengan orang yang munafik, orang yang bertindak bukan dari dalam hatinya? Ketika berbicara mengenai Godly zeal, saudara akan berpikir bahwa ini adalah bagian dari radikalisme. Lihat, Yesus Kristus radikal atau tidak? Yesus Kristus mengatakan kepada jemaat di Laodikia, “Karena kamu tidak panas, karena kamu tidak dingin, maka Aku akan memuntahkan engkau”. Intinya adalah dengan menggunakan satu kata radikal itu, saya mengatakan kita harus radikal bagi Allah. Apa arti radikal bagi Allah? Perhatikan baik–baik, prinsip dari Alkitab, api di dalam peperangan rohani bukan dilawan dengan air, api dilawan dengan api! Ibrani 1:7 Allah itu membuat malaikat–malaikat-Nya, membuat pelayan–pelayan-Nya, pelayan–pelayan api. Ini adalah api yang kudus, dari Tuhan, urapan Roh Kudus, api yang menuntut diri, menyangkal diri, memikul salib. Ketika bicara mengenai radikalisme di dalam kekristenan, radix, orang yang bekerja dari akarnya itu hidup berdedikasi bagi Allah. Di dalam kekristenan kalau kita bicara mengenai radikal, kita yang mati, kita yang disembelih, kita yang dianiaya, kita yang harus sangkal diri, kita yang harus pikul salib, kita harus menahan diri kita, kita harus mendoakan musuh kita, kita yang dirugikan, itu adalah Godly zeal.

      Samuel Ward menyatakan api zealous surgawi ini sama dengan ketakutan kepada kematian tetapi bagi setan. Setan tidak takut ketika kita itu memuji–muji Tuhan, di dalam gereja, nyanyi dalam koor, kita bahkan melayani biasa saja tetapi setan itu takut kepada orang-orang Kristen yang memiliki Godly zeal, takutnya persis seperti seseorang mau berhadapan dengan kematian. Di dalam kitab Wahyu ada satu tulisan, dan mereka mengalahkan seluruh musuh itu dengan darah Anak Domba dengan perkataan kesaksian mereka dan tidak menyayangkan hidup mereka sendiri masuk ke dalam kematian. Godly zeal adalah api yang membakar untuk diri, menuntut diri lebih berjuang, menuntut diri menyangkal salib, menuntut diri untuk hidup lebih suci, menuntut diri untuk mematikan dosa.

      (4) Godly zeal, kudus dan aktif bertindak. Selalu mendedikasikan diri pada tugas yang diberikan kepada kita untuk Injil. Thomas Brooks menyatakan, jiwa yang memiliki Godly zeal selalu bertanya kepada diri, apa yang dapat aku berikan bagi Allah lagi? William Ames menyatakan seorang Kristen yang memiliki Godly zeal selalu siap untuk melakukan seluruh tugas yang Tuhan tempatkan di atas kepalanya, bahkan itu mungkin suatu tugas yang sangat sulit bagi dia, bahkan mungkin melampaui kemampuan manusia untuk menanggungnya. Karena dia memuliakan Allah, karena dia ingin hidup untuk menyenangkan hati Allah, hanya Allah saja, maka ketika ada tugas bahkan paling sulitpun dia akan meminta kekuatan dari Tuhan itu. Ini adalah orang–orang yang hidup aktif bergairah dan bergelora bagi Allah yang keluar dari comfort zone. Saya tidak katakan saudara harus meninggalkan segala sesuatu yang rutin, tidak. Di dalam kerutinan itu pun kita bisa Godly, memiliki Godly zeal.

      Perhatikan baik-baik apa yang saya mau bicara di bawah ini, zealous yang Godly adalah zealous yang aktif bertindak di hadapan Tuhan, tuntutan kita bukan tidak melakukan kesalahan apapun, tetapi kita dipanggil bersama–sama untuk menjadi hamba Tuhan, saudara dan saya adalah sama–sama full time hamba Tuhan di dalam ketaatan kepada Pemimpin kita. Kita dipanggil full time hidup bagi Allah.

      Richard Baxter mengatakan, apakah engkau berpikir bahwa Tuhan memiliki banyak hamba namun tidak mempunyai pekerjaan untuk hambanya lakukan? Akankah seorang di antara kalian yang akan memuji dan menghadiahi hambamu karena tidak berbuat apa–apa? Dan kemudian merasa puas apabila hambamu itu pada akhir tahun berkata kepadamu, aku tidak melakukan kesalahan apapun. Allah memanggil engkau tidak semata–mata untuk tidak melakukan kesalahan, namun untuk mengasihi Dia dan melayani-Nya dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan. Apabila kini engkau memiliki tuan yang lebih baik daripada tuan yang sebelumnya, tidakkah engkau seharusnya bekerja lebih keras dari sebelumnya? Tidakkah engkau akan melayani Allah dengan lebih berapi–api daripada engkau dulu melayani setan? Apabila engkau adalah orang percaya sejati, engkau kini telah meletakkan pengharapanmu di Surga, maka carilah, kejarlah hal–hal surgawi seperti orang–orang dunia memilih dan mencari dan mengejar hal–hal duniawi. Lihat bagaimana orang dunia mengejar dunia ini, membayar berapa pun saja harganya, mendedikasikan hidupnya untuk segala sesuatu yang nantinya mati. Tetapi mengapa gereja Tuhan yang sudah ditebus, sama dengan dunia? Kiranya Tuhan mengasihani kita, memberikan kepada kita roh-Nya, urapan dan api-Nya kepada kita semua untuk kita memiliki Godly zeal.


  • Arti Panggilan: Follow Me (5)

    • Pengkotbah: Pdt.Agus Marjanto, M.Th.
      Nats: Matius 4:18-25

      “Mari, ikutlah Aku, dan engkau akan Kujadikan penjala manusia” demikian kata Tuhan Yesus. Ini adalah kehendak Allah bagi kita. Salah satu kehendak Allah yang paling penting adalah mengikut Kristus. Dia akan membentuk, memproses dan menjadikan kita penjala manusia. Ini adalah isi hati-Nya yang dinyatakan sendiri dari lidah bibir-Nya yang menciptakan alam semesta. Dia memanggil kita dari hidup yang gelap, yang hina dan tidak berharga untuk mendekat dan dan dibentuk oleh Dia menjadi hidup yang mulia, yang indah, yang berharga, dan yang bahagia. Mengikut Kristus adalah kebahagiaan yang sejati. Banyak orang tertipu oleh setan yang mengatakan, “Kalau engkau mengikut Tuhan, maka engkau tidak akan mendapatkan kebahagiaan, hidupmu sulit, harus memikul salib dan menyangkal diri, itu sulit.” Saya katakan memang itu bukan sesuatu yang mudah, tetapi ketika kita mengerti inti dari apa yang Kristus katakan, maka kita akan menemukan sukacita tertinggi, kebahagiaan tertinggi, karena mengikut Dia bukan mengikut dengan hati yang terus menerus menangis. Ada sesuatu keindahan ketika kita mengikut dan taat kepada Kristus. Apakah jiwa kita menginginkan kebahagiaan? Jikalau ya, maka ikuti kalimat Dia. Apakah hidupmu itu menginginkan sesuatu pembaharuan, dan sesuatu yang mulia? Jikalau ya, saya tantang engkau taati Firman. Maka engkau akan mengerti itu adalah hidup yang paling bahagia. Bahkan di dalam ayat ini, D.L. Moody, seorang pengkotbah Injili yang sangat diurapi oleh Tuhan mengatakan, “Jika engkau ingin mendapatkan kebahagian untuk dirimu sendiri, maka beritakan Injil dan engkau akan mendapatkan kebahagiaan yang belum pernah engkau alami dan dunia tidak bisa memberikannya”

      Kebahagiaan dan sukacita Kristen itu lain dengan dunia. Yesus Kristus sendiri mengatakan, “Aku akan memberikan sukacita dan dunia tak mungkin akan memberikan sukacita seperti itu. Aku akan memberikan damai sejahtera-Ku kepadamu dan dunia tak mungkin bisa memberikannya.” Itu berarti engkau tidak dapat membelinya di toko dan bahkan pergi ke tempat yang jauh sekalipun engkau tidak mungkin mendapatkannya. Itu hanya didapatkan jikalau engkau di dalam Kristus dan taat kepada-Nya. Ketaatan kita adalah untuk kemuliaan Tuhan. Benar! Tetapi pada saat yang sama, maka satu hal yang integrasi dengan hal itu, ketika Allah dipermuliakan, jiwa kita akan melonjak kegirangan. Ini adalah rahasia rohani yang kita harus berani melangkah dengan iman.

      Saya sudah bicarakan berkenaan dengan ayat ini, “Kamu akan Ku-jadikan penjala manusia,Follow Me, Peter,” lalu kemudian Petrus mengikut Yesus. Petrus lalu melihat Yesus mengajar dan memberitakan Injil dari kota ke kota. Saya sudah berbicara berkenaan dengan apa itu Injil dan panggilan gereja yang sejati. Injil itu sekali lagi adalah sesuatu pembukaan, pewahyuan, pernyataan kekayaan hikmat Allah, yaitu Yesus Kristus itu sendiri yang tidak terjangkau dan tersembunyi berabad-abad. Injil itu berharga. Injil itu mulia. Injil itu dinantikan oleh bangsa-bangsa. Injil adalah jawaban dari seluruh jeritan hidup manusia, karena di dalam Injil-lah satu-satunya ada kelepasan dan kemerdekaan. Di luar Injil, di luar Kristus, kita tidak mungkin mendapatkan keselamatan dan jawaban. Di luar Kristus, jiwa kita tidak mungkin penuh adanya. Barangsiapa yang bisa melihat Injil, akan mengabdikan seluruh hidupnya bagi Injil karena Injil itu begitu mulia. Suatu hari Yesus Kristus mengatakan, “Kerajaan Allah itu adalah seumpama seseorang yang pergi bekerja di satu tempat dan ketika dia menggali tempat itu, dia temukan harta terpendam. Ketika dilihat begitu berharganya harta itu, maka dia pendamkan lagi harta itu, lalu dia pulang, dia jual seluruh miliknya, dan setelah dia jual seluruh miliknya, uangnya dibawa ke tempat orang itu, aku mau beli tanah ini.” Itu mau menyatakan betapa mulianya harta itu, tidak terbanding dengan apapun saja yang dia miliki. Berarti semua harga yang dia simpan bertahun-tahun dari hasil bekerja tidak sebanding dengan harta yang terpendam itu. Itulah Injil. Jikalau kita dicelikkan betapa mulianya Kristus, betapa mulianya Injil, maka kita akan memberikan apapun saja di dalam hidup kita untuk Injil, karena begitu berharga, melebihi daripada seluruh kehidupan kita. Itulah sebabnya kita menemukan orang-orang yang dipakai oleh Tuhan, mereka bukan saja menyerahkan uangnya, tenaganya, tetapi mereka menyerahkan seluruh kehidupannya.

      Saya sudah berbicara berkenaan dengan gereja yang sejati adalah gereja yang berdiri di depan dunia dan setan untuk berperang mengabarkan Injil. Proclaim the gospel. Gereja tidak ditentukan untuk mengumpulkan orang Kristen. Gereja itu ditentukan untuk menyatakan Kristus di tengah-tengah dunia dan Kristus di tengah-tengah kita dan Kristus itu menjadi Raja atas seluruh dunia, seluruh aspek hidup, dan Raja di dalam hidup kita. Itu adalah tugas gereja. Alkitab mengatakan sampai seluruh kepenuhan Kristus ada di dalam segala sesuatu. Gereja itu panggilannya adalah proclaim the gospel. Saya akan melanjutkan ayat ini: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”. Penjala manusia adalah mencari dan membawa jiwa-jiwa kepada Kristus. Maka ini adalah sesuatu hal yang penting. Saya akan berbicara mengenai aplikasi praktis di dalam ayat ini dan saya akan khususnya berbicara berkenaan dengan 3 keinginan murni dari penjala manusia untuk kita mengerti bagaimana menerapkan ayat ini.

      1. Keinginan penjala manusia adalah Kerajaan Allah diperluas lebih daripada gereja lokal.

        Setiap gereja lokal itu penting karena di dalam gereja lokal Allah mengajar kita bersekutu, beribadah bersama-sama, diperlengkapi untuk pelayanan, dididik untuk mengenal Allah melalui pembacaan Alkitab secara teratur. Gereja lokal yang baik akan mendidik jemaatnya untuk mengasihi Kerajaan Allah jauh lebih besar daripada gerejanya sendiri. Saudara mungkin akan mengalami gesekan dan kesulitan di dalam gereja lokal, tetapi gereja lokal itu dipakai oleh Tuhan untuk menumbuhkan iman saudara, mendidik dan memperlengkapi di dalam pelayanan, membuat saudara bertumbuh untuk semakin serupa dengan Kristus. Tetapi Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa kita harus mengasihi Kerajaan Allah lebih daripada gereja lokal, karena di situlah hal yang paling utama. Lalu bagaimana penerapannya? Perhatikan baik-baik, kita harus membawa jiwa-jiwa untuk mengenal Kristus dan masuk di dalam gereja, tetapi bukan dengan cara mengambil anggota gereja lain. Bukanlah sesuatu yang berguna di dalam Kerajaan Allah jika kita membangun gereja kita dan menghancurkan gereja tetangga kita. Ketika kita mengabarkan Injil, dan kemudian orang itu bertobat dan berkeinginan masuk ke dalam gereja yang lain dan bukan gereja kita, asalkan gereja itu adalah gereja yang sejati, maka kita harus mendoakan dan mendukung dia, kecuali gereja yang dia masuki itu adalah sesat, doktrinnya tidak beres, hamba Tuhannya main-main di dalam keuangan, seks, dosa, dan tidak bertobat. Kita harus memiliki hati yang luas. Kabarkan Injil ke manapun saja dan selanjutnya doakan orang yang di Injili tersebut. Kita harus mengasihi Kerajaaan Allah lebih daripada gereja kita sendiri. Jadi, aplikasi dari keinginan yang murni dari penjala manusia adalah Kerajaan Allah diperluas lebih daripada gereja lokal. Jangan mencintai gereja ini lebih daripada Kerajaan Allah. Saudara harus mencintai gereja Tuhan secara keseluruhan di dunia. Saudara harus mendoakan mereka. Kita harus berlutut untuk gereja-gereja, khususnya yang dianiaya. Air mata kita harus ada untuk gereja-gereja yang hamba-hamba Tuhannya itu menyeleweng dan kita minta kiranya Tuhan memberikan pertobatan sambil kita berdoa seperti itu sambil kita mengoreksi diri kita. Biarlah kita boleh murni di dalam hal ini.

      1. Keinginan penjala manusia yang murni adalah jikalau jiwa orang lain diselamatkan di dalam Kristus.

        Ini adalah keinginan adanya suatu perubahan hidup (conversion), adanya kelahiran baru, perubahan dari hati ke seluruh hidup. Dari hidup untuk dosa, sekarang hidup bagi Allah. Dari hidup yang berpusatkan pada diri, sekarang hidup yang berpusatkan pada Allah, dan itu adalah keinginan hati kita untuk mengabarkan Injil. Maka yang paling penting ketika menginjili seseorang adalah hatinya dijangkau dan dibawa untuk takluk kepada Kristus. Keinginan penjala manusia, adalah hati manusia. Keinginan penjala manusia adalah melihat Kristus dipertuhankan di dalam hidupnya, sama seperti Kristus dipertuhankan dalam hidup kita. Keinginan penjala manusia yaitu adanya perubahan hidup dari kegelapan menuju kepada terang. Keinginan penjala manusia adalah seperti yang dikatakan nabi: “Dengarlah dan taatilah dan keselamatan akan datang ke dalam rumah tanggamu”. Keinginannya adalah mencari hati untuk diperkenalkan kepada Kristus dengan tujuan pertobatan. Saya katakan hal ini karena ada manipulasi besar yang terjadi di dalam gereja. Di dalam mempersiapkan kotbah ini, saya membaca Firman, berdoa, dan membaca buku-buku berkenaan dengan penjangkauan jiwa, saya sangat terkejut dalam tulisan Charles Spurgeon. Dia menyatakan bahwa dia banyak menemui orang-orang yang baik, yang mulai tertarik dengan kekristenan, mau tahu apa itu kekristenan, mau tahu siapa itu Kristus, lalu hamba Tuhan gereja itu tahu orang itu, lalu hamba Tuhan itu cepat-cepat menarik orang itu, diberikan pelayanan, dan diberikan kedudukan di dalam gerejanya, sehingga orang tersebut seakan-akan sudah masuk di dalam tubuh Kristus, lalu kemudian hamba itu akhirnya bisa mengatakan, “Lihat gerejaku bertumbuh, bukan? Lihat jemaatku makin banyak bukan yang berkomitmen?” Spurgeon mengatakan: Usaha ini akan menghasilkan kemunafikan.” Tanpa pengujian, tanpa memperhatikan pimpinan Roh Kudus, maka orang-orang baru ini cepat-cepat dimasukkan di dalam pelayanan dan aktivitas gereja, pertumbuhan gereja seperti ini, demikian kata Spurgeon, bukan asli menjala manusia, ini mendukakan Roh Kudus dan usaha seperti ini bergabung dengan setan (evil). Yang diutamakan oleh hamba Tuhan itu bukan jiwa jemaatnya, tetapi jumlah jemaatnya.

        Saya tidak katakan bahwa saya lebih baik daripada orang lain atau gereja ini lebih baik daripada gereja lain, tetapi biarlah kalimat-kalimat ini boleh mengintrospeksi kita dan menjagai kita dan biarlah kita, saya sebagai hamba Tuhan, atau pengurus, atau jemaat di tempat ini, atau GRII Sydney, saudara-saudara menjagai hidup kita, jiwa kita, pelayanan kita dengan hal-hal dari peringatan Spurgeon seperti ini sehingga seumur hidup, seumur gereja ini, sampai Kristus datang, kita dilihat sebagai orang yang sungguh-sungguh berjuang, tetapi murni adanya. Jikalau kita mau melayani di gereja ini, ujilah terlebih dahulu, perhatikan baik-baik seluruh langkah kami. Kami terbuka untuk seluruh ujian, dan kalau saudara melihat ada sesuatu penyelewengan tidak beres, tidak suci dan ada hal yang  disembunyikan, saudara boleh langsung untuk tidak pergi ke gereja ini. Tetapi kalau Tuhan itu menyertai kami, kalau Tuhan itu memimpin kami, dan saudara bisa melihat Tuhan itu hadir di tengah-tengah kami dan Tuhan meletakkan urapan-Nya dan tangan-Nya dan pimpinan-Nya dan api-Nya dan jalan-Nya itu jelas, maka saya mengundang saudara-saudara untuk beribadah kepada Tuhan dan minta urapan dan minta api berjuang bersama-sama. Tetapi sebelum itu ada, saudara uji terlebih dahulu.

        Saudara-saudara biar kita boleh mengerti kemurnian dari penjala manusia. Jikalau saudara pergi mengabarkan Injil, ingatlah yang paling penting adalah hati orang tersebut diubahkan dan menuju kepada Kristus bukan untuk menambah jumlah jemaat. Itu urusan Tuhan. Ada gereja-gereja sudah berjuang menjadi besar, ada gereja-gereja sudah berjuang tetap kecil, biar itu kehendak Allah jadi. Tetapi yang paling penting berjuang dengan hati nurani yang murni dan minta pertolongan Tuhan, kabarkan Injil. Lihat orang-orang yang dipakai oleh Tuhan, mereka memiliki kemurnian yang luar biasa. Saya akan bacakan bagaimana keinginan dari Charles Spurgeon untuk mengabarkan Injil, untuk menjangkau jiwa, untuk membawa hati dan manusia kepada Tuhan. Lihat apa yang dia katakan seperti ini, “Jikalau mereka harus binasa,” demikian kata Spurgeon, “maka biarlah binasa dengan tangan kita memegang kakinya dan terus memohon mereka untuk berhenti dan tidak gila menghancurkan diri mereka sendiri. Jikalau neraka harus diisi, minimal biarlah diisi setelah kita bekerja keras dan janganlah neraka diisi dengan satu orang pun yang belum kita ingatkan dan belum kita doakan”. Charles Spurgeon adalah orang yang terus-menerus mencari jiwa, mencari hati manusia dan bukan untuk jumlah jemaat.

      1. Keinginan murni dari penjala manusia adalah keutuhan Injil diberitakan.

        Seorang penjala manusia ingin Allah yang sejati makin dikenal dan ditakuti. Allah yang sejati dikenal dan ditakuti jika dan hanya jika keutuhan Injil, keseluruhan Injil itu diberitakan. Penjala manusia yang murni, tidak menawarkan Injil yang tidak lengkap, tidak memanipulasi Injil, tidak memperlunak Injil sehingga orang-orangnya lebih mudah untuk menerima. Berapa sering di dalam hidup kita, kita hanya mengabarkan tentang Yesus mencintai engkau, Yesus memberkati engkau saja. Kristus mengasihi dan memberkati kita, pasti benar! Kita tentu mengingat Yohanes 3:16, “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga dikaruniakan Anak-Nya Tunggal sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kita terus menawarkan itu kepada dunia, kita sedang memanipulasi Injil dan kita sedang menipu dunia karena saudara tidak mengkotbahkan ayat selanjutnya (ayat 17), “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak dihukum tetapi barangsiapa tidak percaya, ia sudah berada di bawah hukuman.” Mengapa kita selalu menyatakan hal-hal yang mau didengar oleh telinga manusia tanpa ada sesuatu barrier? Injil sejati kalau itu diberitakan selalu menjadi berita yang tidak pernah populer dari dulu. Bahkan Yesus pun seakan-akan gagal untuk hal itu. Mengapa kita berpikir bahwa kita akan memperlunak Injil dan kita akan menyatakan sesuatu hal yang pasti lebih berhasil? Itu bukan Injil sama sekali. Jikalau kita ingin membuat orang makin mudah menerima Injil bukanlah dengan cara Injil dimanipulasi, tetapi kita, sebagai pemberitanyalah yang harus makin inkarnasi. Kita yang harus sangkal diri dan pikul salib dan mengikut Kristus. Karena barrier terbesar dari pemberitaan Injil adalah diri kita dan bukan isi Injil itu. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan, Injil adalah hikmat Allah. Mungkin saudara-saudara tidak mengatakannya tetapi saudara-saudara memperlakukannya seakan-akan kita lebih berhikmat. Allah menyatakan ada berkat, Allah menyatakan ada hukuman. A.W. Pink menyatakan kalau saudara-saudara melihat seluruh isi Alkitab, maka hukuman Allah jauh lebih besar daripada kalimat cinta Allah. Kata-kata yang negatif, kata-kata yang menyerang manusia, kata-kata yang membuat manusia harus bertobat, kata-kata murka Allah jauh lebih banyak daripada kata-kata Tuhan mencintai manusia. Kita sudah memanipulasi Injil. Kita menjala manusia dan dengan sesuatu penipuan Injil yang sebenarnya Injil hanya separuh saja yang dinyatakan dan kemudian kita membawa orang-orang banyak pergi ke gereja karena selalu menginginkan berkat, segala sesuatu yang sifatnya materi, maka itu bukan menjala manusia. Dan saudara akan tahu orang-orang yang seperti itu bukan orang-orang Kristen yang sejati.

        Di dalam Yohanes 6, ada satu peristiwa yang sangat terkenal, Yesus memberi makan 5000 orang. Jika ditambah anak-anak dan perempuan maka itu diperkirakan 10000-12000 orang, begitu banyak. Dan setelah Yesus memberi makan orang banyak seperti itu, perhatikan ayat yang ke-14-15, “Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia. Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia, Raja, Dia menyingkir pula ke gunung seorang diri.” Bukankah Yesus akan menjadi Raja? Bukankah Dia Raja atas segala raja? Dia Nabi di atas segala nabi? Dia Imam di atas segala imam? Bukankah ini yang menjadi kehendak Dia? Bukankah ketika saya dan seluruh hamba Tuhan berkotbah dan kalau saudara-saudara itu pergi ke jalanan dan memberitakan Injil kemanapun saja bukankah saudara dan saya berkata Yesus adalah Raja? Dan bukankah ribuan orang ini sudah menerima iman seperti ini? Apakah Yesus Kristus menerima mereka? Jawabannya adalah tidak! Apakah Yesus Kristus menghargai iman seperti ini? Jawabannya adalah tidak! Apakah Yesus itu senang dengan hal ini? Jawabannya tidak! Apakah Yesus kemudian menerima bahwa ya, Aku Raja, engkau sudah diselamatkan semua karena engkau sudah mengatakan kepada-Ku bahwa Aku Raja? Tidak! Dia menyingkir, Dia tidak mempercayakan diri-Nya kepada iman seperti ini, karena ini bukan iman yang sesungguhnya. Iman yang lahir hanya dari mujizat, saudara harus terus berani untuk mengujinya. Tuhan pasti memberikan mujizat. Tuhan pasti memberikan berkat. Tetapi jangan berpikir bahwa Dia selalu akan memberikan mujizat kepada kita seturut dengan kehendak kita, karena Dia adalah Raja dan kita adalah bawahannya, bukan terbalik. Mereka menginginkan Yesus, membawa Yesus, untuk menjadi Raja. Yesus katakan, tidak!

        Sebaliknya ada satu peristiwa yang sangat mendukakan yaitu peristiwa di atas Kalvari, di atas kayu Salib, dan ada seorang penjahat yang tadinya mencemooh Yesus dan akhirnya kemudian dia bertobat. Roh Kudus bekerja di dalam hatinya, dia melihat Yesus Kristus dengan tangan yang sangat penuh dengan darah, dengan tubuh yang terpanggang matahari dan tidak ada harapan untuk hari besok dia tetap hidup, tidak ada satu mujizat pun dibuat untuk orang itu. Orang itu dengan air mata mengakui dosanya, Roh Kudus bekerja dalam hatinya, dia mengatakan, “Yesus, jikalau Engkau menjadi Raja, ingat aku.” Dan Yesus mengatakan, “Hari ini juga engkau akan bersama dengan Aku di Firdaus!” Ini adalah Injil yang murni, Injil yang seutuhnya.

        Perhatikan, satu bergerak, Engkau Raja, di belakangnya berkat. Satu bergerak, Engkau Raja, di belakangnya ada hukuman. Satu bergerak, Engkau Raja, belakangnya mujizat. Satu orang bergerak, Engkau Raja, di belakangnya salib. Begitu banyak orang Kristen di dunia memberikan puji-pujian bahwa Yesus adalah Raja, hanya Yesus yang tahu siapa yang sungguh-sungguh di dalam hatinya itu, imannya adalah benar adanya. Biarlah kita boleh mengerti dan menyatakan Injil yang murni.

      Ketika saya memikirkan hal ini, sekali lagi, saya sangat terpesona dengan tulisan Charles Spurgeon, “Sekarang begitu banyak gereja yang menampilkan acara untuk menggairahkan perasaan dan jiwa seseorang.” Spurgeon mengatakan, “Salah satu tanda kebangunan adalah memang kegairahan. Tidak ada kebangunan rohani yang silent. Bagaimana mungkin ada bom yang meledak tetapi tidak ada debu-debu yang beterbangan. Bagaimana mungkin ada kebangunan rohani tetapi tidak ada kegairahan rohani. Tetapi ingatlah, bahwa bom itu bom dan debu itu debu. Kegairahan adalah debu itu.” Spurgeon menyatakan, “Di dalam gereja, banyak atraksi yang ditampilkan yang membuat kegairahan debu seperti itu. Ada yang beratraksi secara orasi (oratorical display), ada yang beratraksi di dalam musiknya. Atraksi-atraksi itu dipakai oleh gereja untuk membawa jiwa kepada Tuhan.” Spurgeon mengatakan, “Itu bukan penjala manusia.” Lalu Spurgeon mengatakan, “Jika engkau mau membuat atraksi di dalam gereja, maka the best attraction is the Gospel in its purity.” Jikalau engkau mau membuat atraksi di dalam gereja, maka the best attraction itu adalah keseluruhan dan kemurnian Injil. Dan Spurgeon mengatakan satu kalimat yang sekali lagi menghancurkan hati saya, “Kita tidak perlu jala lain selain jala yang sudah diberikan Tuhan yaitu Injil. Jala kita hanyalah satu, the old, old Gospel.” Apakah engkau mempercayai Injil? Apakah gereja ini mempercayai Salib-Nya? Saudara boleh punya gereja yang ada musik meriah, atau yang seluruh pelayanannya sangat profesional, atau memiliki Hamba Tuhan yang sangat pandai untuk berorasi, itu tidak ada salahnya. Tetapi apa yang diberitakan? Apakah seluruh kemurnian dan keseluruhan Injil dinyatakan? Sebarkan jala itu, “the old, old Gospel“, maka jiwa-jiwa akan datang karena Yesus Kristus berjanji jikalau Anak Manusia ditinggikan maka Dia akan menarik banyak orang datang kepada Dia. Ketika Dia mengatakan, ‘Anak Manusia ditinggikan,’ tidak lain dan tidak bukan adalah jikalau Anak Manusia itu disalib. Salib akan membawa seluruh manusia itu yang sudah dipilih kembali kepada Tuhan karena Salib-lah keunikan dari berita Kristiani. Agama lain memiliki berkat, kesembuhan, musik, apapun saja yang sama dengan kekristenan, kecuali, Tuhan datang dan mati di atas kayu Salib.

      Saya sudah berbicara berkenaan dengan kemurnian penjala manusia. Tiga hal ini jangan lupa kita kerjakan di dalam gereja kecil ini. Kasihi Kerajaan Allah lebih dari gereja lokal di sini. Kasihi hati dan jiwa manusia, minta kepada Tuhan untuk mereka bertobat, bukan jumlah jemaat yang kita perhatikan. Kasihi dan beritakan Injil sepenuhnya, semurninya dan jangan dengan cara manipulasi. Milikilah hati yang murni menjadi penjala manusia. Yesus katakan, “Follow me and I will make you fishers of men.” Kiranya Tuhan dipermuliakan.