Renungan Harian

Mazmur 37:16-40

Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik. Tidak ada sesuatu yang stabil di dunia, kecuali yang ditopang oleh kuasa Allah. Dengan jelas kita diberitahu, bahwa hanya orang benar yang ditopang oleh Allah, dan kuasa orang fasik akan dipatahkan. Supaya kita membentuk pandangan yang benar dan tepat akan kebahagiaan sejati, kita harus memandang menuju masa depan, atau merenungkan oleh mata akan karunia Allah yang rahasia dan penghakiman-Nya yang tersembunyi. Kecuali kita yakin oleh iman, bahwa Allah memelihara kita dalam pangkuan-Nya seperti seorang bapa pada anak-anaknya, kemiskinan kita akan selalu menjadi sumber masalah bagi kita. Kecuali kita ingat apa yang dikatakan di sini mengenai orang jahat, bahwa lengan mereka akan dipatahkan, kita akan berlebih-lebihan menilai keadaan masa kini mereka. Namun jika doktrin ini ditanam dalam-dalam di hati orang beriman, begitu mereka telah belajar bersandar pada berkat ilahi, maka kegembiraan dan sukacita yang mereka alami dari harta mereka yang sedikit, akan sama besar dengan penghinaan mereka akan harta karun berlimpah-limpah yang menjadi kemuliaan orang fasik.

Tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah. Apapun yang kita perlukan untuk kelangsungan hidup kita, dan pemberian kepada sesama oleh rasa kemanusiaan, tidak datang dari langit atau bumi, tapi hanya dari karunia dan berkat Allah. Jika Ia menarik kasih karunia-Nya, kelimpahan seluruh dunia pun tidak akan memuaskan kita.

Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum. Artinya adalah, pertama, orang benar berbicara dengan hormat dan penyembahan mengenai keadilan Allah, sehingga mereka menghargai pengenalan dan takut akan Allah dalam diri mereka dan diri orang lain. Kedua, dalam urusan mereka atau orang lain, mereka menyetujui apa yang adil dan benar, tanpa pura-pura atau tipuan, dan tidak membenarkan apa yang kelihatannya benar tapi sebenarnya salah. Ketiga, mereka tidak pernah meninggalkan kebenaran. Sumber dari integritas hati semacam ini adalah bahwa Hukum Allah bertakhta di dalamnya. Hanya itulah yang memberikan aturan hidup yang terbaik, dan memberikan cinta akan keadilan dalam batin manusia.

Heart Aflame: Daily Readings from Calvin on the Psalms by John Calvin