Renungan Harian

Mazmur 16:8-9

Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Memandang kepada Tuhan tidak lain dari mempertahankan segala indera dan pikiran kita terikat dan tertawan, supaya tidak lari dan tersesat mengikuti yang lain. Kita harus melihat kepada-Nya bukan dengan mata jasmani. Jarang kita dapat menangkap keberadaan-Nya kecuali kita mengangkat pikiran kita lebih tinggi dari dunia ini. Imanlah yang mencegah kita membalikkan badan dari-Nya. Daud mempertahankan perhatiannya begitu sungguh-sungguh pada providensia Allah, sehingga ia yakin, kapanpun kesulitan atau tekanan menyerangnya, Allah selalu ada di sisinya untuk menolongnya.

Kita harus demikian bersandar pada Allah, sehingga tetap yakin teguh akan kehadiran-Nya di dekat kita, meski waktu Ia kelihatan seperti begitu jauh. Ketika kita mengarahkan mata kita pada-nya, topeng dan ilusi dunia yang sia-sia tidak lagi dapat menipu kita.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. Sang Pemazmur memuji buah iman nan berharga, yang disebutkan di mana-mana dalam Alkitab, yaitu di bawah perlindungan Tuhan, kita bukan saja menikmati ketenangan jiwa, tetapi terlebih lagi, hidup dengan sukacita dan riang. Bagian paling utama dari hidup bahagia, adalah memiliki kedamaian hati nurani dan pikiran; dan sebaliknya, kesedihan paling besar adalah diombang-ambingkan oleh lautan kekuatiran dan ketakutan.

Tidak ada orang yang sanggup bersukacita dengan ketenangan, kecuali dia yang sudah belajar menaruh kepercayaannya hanya kepada Tuhan, dan menyerahkan hidup dan keamanannya pada perlindungan Tuhan. Jika kita dikelilingi oleh kesulitan yang tak terhitung dari segala sisi, satu-satunya obat adalah mengarahkan mata kita pada Tuhan. Jika kita melakukannya, iman bukan saja akan menenangkan pikiran kita, tapi memenuhinya dengan sukacita. Orang beriman yang sejati bukan hanya memiliki sukacita spiritual ini sebagai rahasia dalam hati mereka, namun juga menyatakannya lewat mulut mereka, karena mereka bermegah dalam Allah yang melindungi dan menjamin keselamatan mereka.

Heart Aflame: Daily Readings from Calvin on the Psalms by John Calvin