Mujizat & Kesembuhan

Pdt. Agus Marjanto, M.Th
Matius 4:23-25

Ayat-ayat di dalam kitab Matius menuliskan satu pengertian tentang kesaksian akan pelayanan Mesias. Ketika penulis Alkitab menuliskan ayat-ayat ini, dia sudah berpikir akan memiliki satu tujuan yaitu mempresentasikan dan membuktikan bahwa Yesus yang adalah anak tukang kayu itu adalah Kristus, Mesias yang ditunggu-tunggu. Itulah sebabnya di dalam struktur Matius menulis pada pasal 1 dikatakan inilah silsilah dari Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham maka itu adalah bicara mengenai kesaksian internal dari Mesias, kesaksian internal yang dimiliki oleh Yesus, kesaksian internal di dalam orang Yahudi. Orang Yahudi memiliki satu prinsip, Mesias pasti orang Yahudi, Mesias pasti anak Abraham, Mesias adalah keturunan Daud karena Dia akan memunculkan tahta Daud di belakangnya. Lalu dituliskan juga bahwa orang-orang Majus datang ke tempat kelahiran Yesus. Itu adalah satu kesaksian eksternal, bangsa-bangsa kafir datang. Matius seakan-akan mau mengatakan orang lain yang jauh itu datang, tahu Yesus itu Mesias, mengapa engkau tidak tahu? Kemudian bukan itu saja, Yesus dituliskan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis lalu kemudian ada suara dari Allah Bapa, “Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Itu adalah kesaksian dari Surga. Ini bukan saja Yesus adalah Mesias disaksikan oleh manusia, Yesus adalah Mesias disaksikan oleh Surga. Ini adalah kesaksian dari Allah. Bukan itu saja, Matius kemudian menuliskan Yesus pergi ke tempat padang gurun, dibawa, dipimpin oleh Roh Kudus untuk dicobai oleh setan. Adam pernah dicobai, dan Adam gagal. Israel pernah dicobai, dan Israel gagal di padang gurun. Yesus adalah Adam kedua, Yesus adalah Israel yang sejati, dan dari 3 kali pencobaan, yang sebenarnya menyatakan seluruh aspek dalam hidup-Nya dicobai, maka Yesus itu tidak gagal. Yesus berkemenangan di dalam pencobaan. Itu adalah bicara mengenai kesaksian di dalam pribadi Kristus itu sendiri. Apa gunanya kalau disaksikan oleh orang itu baik ternyata kemudian dia itu gagal. Apa gunanya disaksikan oleh orang-orang bahwa ini adalah orang pahlawan tetapi ternyata dia adalah pengecut? Maka ini adalah kesaksian internal dan kesaksian eksternal dari Yahudi. Ada kesaksian dari atas, ada kesaksian di dalam pribadi Yesus. Sekarang perhatikan di dalam Matius 4:23-25, Matius menuliskan adanya kesaksian di dalam bukti pelayanan bahwa Yesus adalah Mesias. Maka 3 ayat ini menyatakan pelayanan Yesus adalah mengajar, memberitakan Injil Kerajaan Allah, atau proclaim the gospel atau itu berkotbah dan juga menyembuhkan. Ayat 24 dan 25, menyatakan bagaimana kesembuhan itu terjadi dan seberapa besar scope-nya. Hari ini saya akan berbicara mengenai mujizat kesembuhan. Sampai sekarang Yesus itu masih menyembuhkan. Kita menentang orang-orang Liberal yang tidak percaya akan adanya mujizat dan kesembuhan Itu semua ada di dalam Alkitab. Orang Liberal mengatakan Yesus berjalan di atas air adalah mitos. Liberal tidak mempercayai hal-hal yang supranatural. Liberal tidak mempercayai bahkan bahwa Yesus adalah Tuhan adanya. Di tempat yang lain, banyak orang Kristen masa kini, ketika berbicara mengenai kesembuhan dan mujizat, mereka melepaskan konteksnya. Itu menghasilkan tipuan dari setan yang masuk di dalam gereja yang tidak mungkin bisa disadari kecuali kembali kepada Alkitab, mengikatkan diri kepada apa yang Alkitab itu maksudkan. Banyak gereja dan orang Kristen memikirkan mengenai kesembuhan tanpa memiliki sesuatu jangkar Teologis. Apakah yang sesungguhnya Yesus maksudkan dan penulis-penulis Alkitab katakan, mengenai kesembuhan? Mengapa harus ada? Seluruhnya memiliki jangkar yang begitu dalam dan kuat di dalam Firman, di dalam pikiran dan teologia Kristen Judaism, suatu teologia orang Yahudi. Jikalau saudara tidak mengerti ini, kita akan mudah sekali diombang-ambingkan oleh pengajaran yang salah. Saudara tidak mengerti ini kita akan tidak bisa tahu setan sedang masuk di dalam gereja. Kita berpikir ini pasti Yesus. Ingatlah, setan bisa bertindak sebagai malaikat terang. Ingat selain daripada Mesias yang asli ada mesias yang palsu. Ingat selain daripada guru yang asli ada guru yang palsu. Biarlah kita boleh sungguh-sungguh memikirkan hal ini. Hari ini saya akan memberikan 3 hal signifikansi dari mujizat dan kesembuhan yang Yesus kerjakan dan apa yang Matius nyatakan.

(1) Mujizat dan kesembuhan mengkonfirmasi berita yang Yesus katakan. Berita yang Yesus katakan itu adalah tentang Kerajaan Allah. Yesus pergi ke mana-mana. Alkitab mengatakan, Dia pergi ke seluruh Galilea, Eusebius mengatakan bahwa mungkin ada 200 tempat, daerah, city atau desa yang mungkin hampir semua didatangi oleh Yesus Kristus. Yesus begitu rajin, dan ketika Dia bicara, Dia berbicara mengenai Kerajaan Allah. Apa yang Yesus katakan, apa yang Dia ajarkan, yaitu berita tentang Kerajaan Allah. Lihat ayat 23. Ayat ini begitu jelas, “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.” Perhatikan baik-baik penekanan dari Matius di sini, Kerajaan Allah, the Kingdom of God. Ini adalah konsep yang luar biasa penting kalau saudara menghubungkan seluruh bagian-bagian Kitab Suci kita, dari Kejadian sampai Wahyu, maka saudara akan memiliki satu benang merah dan benang merah itu adalah the Kingdom of God, Kerajaan Allah. Berita Kerajaan Allah adalah berita yang Yohanes Pembaptis katakan, berita yang Yesus Kristus katakana dan yang seluruh murid Yesus katakan. Di dalam Perjanjian Lama, maka seluruh nabi memiliki konsep ini yaitu Kerajaan Allah. Yohanes Pembaptis nabi Perjanjian Lama yang hidup di dalam Perjanjian Baru, dia menyarikan seluruh konsep yang ada dalam Perjanjian Lama dengan begitu tepat, minimal di dalam 2 kalimat ini, “Bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” Dia meneliti seluruh Perjanjian Lama dan beritanya adalah tentang Kerajaan Allah. Berita yang kedua adalah, “Lihatlah Anak Domba Allah!”. Yohanes Pembaptis melihat seluruh Perjanjian Lama dan langsung menunjuk kepada Yesus Kristus. Ini nabi yang diurapi oleh Tuhan. Alkitab mengatakan dia tidak memiliki mujizat, dia tidak menyembuhkan sama sekali, dia tidak melakukan pekerjaan supranatural yang luar biasa tetapi kalimat-kalimat-nya begitu tajam, tepat, membelah seluruh hati dan membongkar seluruh rahasia Perjanjian Lama. Yohanes Pembaptis mengatakan, “Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat!”, Yesus Kristus juga mengatakan demikian dan Dia mengutus murid-murid-Nya, “Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat!”. Seluruh berita Alkitab adalah berbicara berkenaan dengan Kerajaan Allah, Ketika berbicara berkenaan dengan Kerajaan Allah, itu adalah berbicara mengenai sesuatu yang spiritual, bukan bicara mengenai wilayah saja. Itu adalah bicara mengenai kondisi penguasaan Allah. Jikalau saudara bicara berkenaan dengan kerajaan Ratu Elizabeth, berarti seluruh rakyatnya dikuasai oleh Ratu Elizabeth. Maka berbicara mengenai Kerajaan Allah maka seluruh kumpulan orang-orang yang hatinya dikuasai oleh Allah. Dunia ini adalah dunia yang sudah jatuh di dalam dosa, dan dunia ini dikuasai oleh setan di dalam setiap jengkalnya dan Allah mengutus Kristus datang untuk menghadirkan, untuk mengokohkan penguasaan Allah kembali atas seluruh muka bumi mulai Kristus sebagai pemimpin, Dia akan membentuk suatu kelompok umat yang pada akhirnya semua umat mengatakan, “Thy will be done! Engkau Tuhan adalah Raja-ku! Engkau Tuhan yang layak memerintah aku, hidupku dan hatiku adalah milikmu!” Dan kelompok umat ini adalah Church of God, Gereja. Jadi bicara mengenai Kerajaan Allah adalah bicara mengenai satu kelompok umat, orang yang dikuasai Allah dengan rela dan dengan sukacita. Dan itulah seharusnya yang ada di dalam gereja. Kehadiran Yesus Kristus di dunia ini untuk menghadirkan penguasaan Allah atas seluruh hidup-Nya, sehingga ketika Yesus Kristus berjalan kemanapun saja, berkata apapun saja, bertindak apapun saja, itu benar-benar seluruh kehendak Allah itu jadi. Kehendak Allah itu jadi di atas kayu salib, Dia mengatakan, “Tetelestai. Sudah genap.” Itu artinya tidak ada satu pun yang Aku luputkan. Seluruh kehendak Allah jadi, Sekali lagi, Kristus datang ke dunia, Dia menjadi pemimpin, pendahulu, Dia membentuk suatu kelompok umat yang pada akhirnya umat ini akan menyatakan, “Kehendak-Mu jadilah Tuhan.” Dengan sukacita dan sukarela menyatakan kehendak-Mu jadilah. Marilah kita cek diri kita, apakah kita rela dikuasai oleh Allah atau tidak.

Signifikansi dari kesembuhan dan mujizat dipakai oleh Allah untuk menarik orang dari mana pun saja datang kepada Kristus dan kemudian setelah itu mereka bisa mendengarkan berita dari Kristus dan kemudian mereka bertobat dan seluruh hidupnya dikuasai oleh Allah. Itu artinya mujizat itu bukan pada dirinya sendiri untuk mujizat. Mujizat adalah sarana yang dipakai oleh Kristus untuk menaklukkan dan membawa hati dan hidup kita kepada Dia. Saya ambil contoh, jika saya memberikan makanan untuk seseorang agar orang itu menjadi kenyang, maka itu artinya makanan itu adalah untuk makanan itu sendiri. Tetapi ketika saya memberikan makanan kepada seseorang karena saya ingin memiliki relasi dengan orang itu maka makanan itu menjadi sarana yang lebih tinggi daripada hanya sekedar makanan itu. Saudara mengerti? Banyak orang Kristen di mana-mana datang ke gereja untuk mendapatkan mujizat dari Yesus, tetapi setelah itu tidak ada satu pun ketaklukan di dalam hatinya. Tidak heran karena Alkitab sudah menyatakan banyak orang seperti itu dan orang-orang seperti itu adalah orang-orang tidak diselamatkan. Jangan saudara berpikir kalau ada mujizat pasti Yesus sedang bekerja dalam orang itu, pasti orang itu akan diselamatkan, jawabannya adalah tidak. Tetapi jikalau orang disembuhkan dan responnya dia gemetar, takut, kemudian bertanya, “Siapa Engkau Tuhan?” Seperti peristiwa di dalam Alkitab ketika Yesus bersama murid-muridnya di dalam satu kapal dank arena angin yang begitu kencang mengombang-ambingkan kapal itu, murid-murid membangunkan Yesus dan kemudian Yesus berdiri dan mengatakan, “Diam!” Maka kemudian seluruh angin itu reda dan kapal itu menjadi kembali tenang. Perhatikan respon seluruh murid. Mereka tercengang, gemetar, dan bertanya, “Siapa orang ini sehingga angin pun badai pun taat kepada Dia. Siapa Dia?” Itulah iman. Banyak sekali orang mendapatkan mujizat, sama sekali tidak membawa kepada iman, itu bukan maksud dari Allah, itu bukan cara kerja Allah. Ketika Allah menyatakan sesuatu mujizat, ujung akhirnya bukan mujizat itu sendiri, ujung akhirnya adalah agar orang itu takluk dikuasai oleh Kristus. Jadi kalau kita sudah mendapatkan mujizat, tetapi kita itu tidak takluk kepada Kristus maka saudara membuang anugerah mujizat itu. Mujizat itu menjadi tidak ada gunanya. Kristus tidak pernah mempercayakan diri kepada orang-orang seperti itu. Seluruh mujizat itu untuk menyatakan tentang Kerajaan Allah, bertobatlah! Dan membawa orang takluk dibawah kuasaNya.

Di dalam poin pertama ini, ada 2 hal yang dapat kita pikirkan. (a) Tujuan Kristus datang, bukan untuk menyembuhkan. Benar bahw kesembuhan adalah bagian integral di dalam pelayanan-Nya tetapi bukan tujuan akhir pelayanan-Nya. Tujuan dari seorang belajar bertahun-tahun untuk menjadi seorang dokter adalah agar pasiennya mendapatkan kesembuhan. Tetapi Yesus tidak. Tujuan Yesus Kristus datang bukan untuk kesembuhan. Tujuan Yesus Kristus datang adalah memberitakan Kerajaan Allah dan menjadikan Kerajaan Allah penguasaan Allah dan Dia menjadi contoh, menjadi Kepala Gereja pada awalnya. Dia adalah Adam yang kedua, Israel yang sejati. Adam pertama tidak taat, Israel keluar dari Mesir tidak taat, tetapi Kristus Yesus menyatakan ketaatan-Nya dan itu adalah “Thy will be done, Kerajaan Allah datanglah.” Dan sekali lagi itu adalah isi hatinya dan jikalau engkau mau berdoa, berdoalah karena “Bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu.” Artinya “Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Surga.” Bumi ini untuk sementara dikuasai oleh setan, hati manusia dikuasai oleh setan, manusia itu melakukan pekerjaan-pekerjaan setan. Jikalau kita hidup menurut kehendak-ku sendiri itu artinya kita menggenapi kehendak setan. Tetapi kalau kita menyerahkan hidup untuk diriku sendiri dan Thy will be done, saudara menggenapi kehendak Allah. Tujuan Kristus datang bukan untuk kesembuhan, tetapi untuk memberitakan dan menjadikan Kerajaan Allah di bumi ini. (b) Kristus datang bukan menyatakan berita kesembuhan tetapi Kingdom of God. “Bertobatlah! Kerajaan Allah sudah dekat!” praise & worship-nya, gereja sehebat apapun karisma daripada pendetanya, gereja sehebat apapun saja dia perform miracle semuanya kepalsuan. Segala sesuatunya bisa dikerjakan oleh dunia kecuali satu hal ini, menyatakan siapa Allah dan menyatakan siapa kita. “Let God be God and let man be man”. Matius menuliskan Yesus mengajar, Yesus berkotbah mengenai Kerajaan Allah dan Yesus kemudian melakukan mujizat. Mujizat itu mengkonfirmasikan apa yang diberitakan. Mujizat itu tidak pernah menjadi beritanya.

(2) Mujizat dan kesembuhan mengkonfirmasi Yesus adalah benar Mesias yang sejati yang ditunggu-tunggu. Untuk mengerti poin kedua ini kita harus mengerti apa yang sebenarnya menjadi teologia orang Yahudi. Di dalam Perjanjian Lama dikatakan, ketika Mesias itu datang, maka akan ada deliverance, akan ada pembebasan dari ikatan-ikatan kejahatan dan kegelapan dan sakit penyakit. Ketika Mesias itu datang, Dia akan membebaskan. Maka ini adalah sesuatu hal yang penting sekali. Mari melihat salah satu contoh dari janji Perjanjian Lama yang mengatakan jikalau Mesias datang, akan ada satu miracle. Yesaya 35:1-6, bicara berkenaan dengan keselamatan yang datang bagi umat Tuhan ini adalah hadirnya Mesias. Saudara akan menemukan ayat-ayat seperti ini puluhan di dalam Perjanjian Lama. Ayat-ayat yang berbicara berkenaan dengan Mesias, kalau datang Ia akan mengadakan deliverance. Di tempat lain dikatakan, Dia akan mematahkan busur panah daripada bangsa-bangsa. Dia akan menengakkan kerajaan-Nya. Orang Yahudi berada di dalam penjajahan beratus-ratus tahun lamanya. Dan mereka menginginkan Mesias yang dikirim oleh Tuhan, diurapi dan kemudian akan memberikan pembebasan kepada mereka. Pembebasan dalam Perjanjian Lama bukan saja pembebasan politik tetapi juga bicara berkenaan dengan pembebasan-pembebasan yang sifatnya fisik. Tetapi mereka lupa satu hal. Ada satu pembebasan yang menjadi akar dari seluruh pembebasan yaitu pembebasan rohani dari dosa.

Sekarang perhatikan Matius 4, khususnya ayat 24, “Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya. Yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.” Dikatakan di sini secara lebih spesifik ada tiga penyakit. Yang pertama adalah kerasukan, kedua adalah ayan (epilepsi) dan yang ketiga adalah paralised, (lumpuh). Beberapa komentari menyatakan seperti ini, kerasukan adalah ikatan kepada jiwa oleh setan. Ayan atau epilepsy, itu nama di bahasa lainnya adalah lunatic. Lunar itu adalah bulan, itu disebut sebagai moon struck. Di dalam kepercayaan kuno penyakit ini di-trigger oleh bulan atau oleh alam dan ini adalah bicara mengenai suatu penyakit mental dan fisik yang oleh alam. Saudara perhatikan, kerasukan, ini adalah jiwa yang oleh setan, spirit. Dan kelumpuhan, paralised, itu adalah sesuatu yang sifatnya adalah tubuh atau fisik. Apakah inti sebenarnya yang Matius mau katakan? Matius mau mengatakan kepada para pembacanya, Yesus adalah Mesias yang ditunggu-tunggu. Lihatlah kesaksian pelayanan-Nya. Dikatakan orang yang sakit itu disembuhkan. Tidak ada satu jenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh Yesu, baik dari fisik, mental ataupun jiwa. Matius mau mengatakan tidak ada kuasa yang bisa menandingi kuasa Kristus. Dia adalah Mesias yang ditunggu-tunggu. Dan bukan itu saja. Dikatakan orang-orang sakit dari Siria. Yudea, dari Yerusalem menuju Galilea, ini mau menyatakan sesuatu kuantitas besar datang kepada Yesus Kristus. Secara kualitas, seluruh penyakit dari manapun saja, Yesus bisa mengatasinya. Secara kuantitas, berapapun saja, kuasa-Nya tidak terbatas. Digabungkan ini, Matius sedang mempresentasikan berkenaan Yesus adalah Mesias yang ditunggu-tunggu. Maka takluklah kepada Dia. Percayalah kepada Dia. Itu adalah prinsip kedua dari pada mujizat dan apa yang dikatakan oleh Matius.

(3) Mujizat dan kesembuhan itu menegaskan jaman yang baru dari Allah sudah tiba di dunia ini. Ini adalah teologia Yahudi. Di dalam pikiran orang Yahudi, ketika Mesias itu datang maka itu adalah permulaan jaman yang baru. Ketika mesias itu datang itu akan membelah jaman menjadi dua bagian. “This Age”, jaman ini, dan “The Age to Come”, jaman yang akan datang. Di dalam konsep ini, maka orang-orang Yahudi mengatakan demikian, jaman ini adalah jaman yang penuh kesulitan, penderitaan, dijajah, miskin dan sakit. Ini adalah jaman pembuangan, jaman di mana Allah melupakan mereka. Tetapi suatu hari, Mesias yang ditunggu-tunggu akan datang. Ketika dia datang, maka itu adalah jaman yang baru, jaman restorasi, jaman kemakmuran, keberhasilan, kemenangan, kekayaan, kesembuhan. Dan itu mulai dari jaman Mesias. Jadi ketika Kristus datang dengan membuat tanda-tanda mujizat yang belum pernah dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Mesias sebelumnya, mereka perlahan-lahan mulai menyadari, ini jaman yang ditunggu-tunggu, ini jaman yang baru. Ini jaman yang diberitahu oleh nenek moyang mereka untuk mereka tunggu dan memperhatikan orang yang dikira Mesias. Suatu hari Nikodemus pergi ke tempatnya Yesus Kristus dan dia mengatakan dan mengakui “Rabi, jikalau Engkau bukan dari Tuhan, tidak mungkin ada orang yang bisa melakukan pekerjaan-perkerjaan seperti yang Engkau ini kerjakan.” Ini adalah jaman Mesias yang asli. Itulah sebabnya, berkali-kali orang-orang Yahudi ingin menjadikan Yesus adalah Raja, bahkan sampai pada hari-hari terakhir sebelum Yesus di atas kayu salib. Beberapa hari sebelum Yesus disalibkan, ketika Yesus dari Betfage menuju Yerusalem, semua orang berteriak menyambut Yesus yang dengan keledai, mereka berteriak, “Lihat Raja, bukalah pintu-pintu gerbang hai Sion! Mereka mau menjadikan Yesus, raja karena ini era yang baru, Mesias. Tetapi coba pikirkan baik-baik, satu prinsip ini. Mengapa pada akhirnya mereka menyalibkan Yesus? Bukankah ada missing link. Di tengah-tengahnya ada sesuatu rantai yang hilang. Pertamanya tidak percaya Yesus. Lalu mereka mempercayai Yesus karena adanya kesembuhan. Setelah itu mereka mengikuti Yesus dan mengharapkan Yesus menjadi raja. Bukankah itu memang sesuatu yang seakan-akan sesuai dengan agenda Kristus? Tetapi mengapa pada akhirnya Yesus ditangkap, dan mereka semua mengatakan ini lebih tidak berharga daripada Barabas. Ada missing link di tengah-tengahnya. Missing link-nya adalah di dalam konsep dua jaman dari orang Yahudi. Di dalam pikiran orang Yahudi, ketika Kristus itu datang, Ia akan langsung membelah jaman menjadi dua. Ini adalah jaman sulit, ketika Mesias datang, ini adalah jaman yang baik. Ini adalah jaman sakit, ketika Mesias datang, aku disembuhkan.Tetapi ternyata Yesus Kristus mengatakan tidak seperti itu. Yesus Kristus mengatakan bahwa ketika Mesias datang, itu memang jaman yang baru. The Age to Come. Tetapi This Age, jaman ini yang penuh dengan kesengsaraan tetap ada. Jadi ini akan berjalan paralel sampai Kristus datang untuk yang kedua kali. Baru semuanya terjadi, kemakmuran, keberhasilan dan terjadi kesembuhan. Maka di dalam saat ini, dari Yesus datang pertama sampai Yesus datang kedua. Saudara akan menemukan di dalam dunia ini pekerjaan Kristus yang “already and not yet”. Jadi apakah Yesus Kristus itu memberikan berkat-berkat di Surga kepada kita saat ini? Jawabannya adalah ya dan tidak. Itu artinya bahwa Dia sudah datang dua ribu tahun yang lalu tidak serta merta seluruh dari pada penyakit itu pasti disembuhkan. Itu tidak berarti dua ribu tahun yang lalu Dia sudah datang, orang yang sulit pasti langsung dibebaskan. Tidak. Ada yang dibebaskan dan ada yang tidak dibebaskan. Ada yang dibebaskan lalu kemudian sakit lagi. Perhatikan baik-baik, Yesus adalah Tuhan diatas segala Raja tetapi mengapa pada waktu peristiwa penyaliban Kristus, Pilatus menang dan kemudian Yesus mati. Yesus tidak menggulingkan pemerintahan Pilatus pada waktu itu, tetapi suatu hari seluruh pemimpin dunia yang melawan Kristus harus takluk kepada Dia yaitu pada waktu Kristus datang untuk kedua kali. Sama, suatu hari semua orang yang berada dalam kesakitan, anak-anak Tuhan dalam kesulitan yang besar pasti akan dibebaskan. Kalau saudara tidak mengerti prinsip ini, maka kita akan menjadi kecewa mengikut Tuhan. Ketika Mesias itu bekerja ada progres. Dia tidak serta merta membagi dunia menjadi dua kalau dia datang.

Perhatikan konsep dua jamannya orang Yahudi. The day of the Lord, itu adalah ketika Kristus datang. Sebelum Kristus datang maka dosa itu ada, ada sickness, ada kematian dan semuanya. Tapi setelah Kristus datang, ada righteousness, ada kepenuhan, ada seluruh sukacita, restorasi. Itu adalah konsep jaman orang Yahudi. Dua jaman orang Yahudi. Tetapi di dalam Alkitab apa yang Yesus itu katakan, adalah bicara mengenai This age. Ketika Yesus datang pertama kali, mulailah the new age. The age to come, jaman yang baru. Tetapi jaman yang baru tidak membelah langsung, membelah jaman yang sekarang selesai, jaman yang baru datang. Tidak. Itu adalah sesuatu yang progresif dan sepanjang Yesus datang yang pertama sampai Yesus datang yang kedua ada overlap di dalamnya. Ada kesulitan dan kebahagiaan. Ada paradoks daripada kesakitan tetapi mungkin ada kesembuhan. Karena itu ada terus di dalam gereja Tuhan dan anak-anak Tuhan. Saudara tidak bisa mengatakan kalau seseorang menerima Yesus, pasti semuanya sembuh atau pasti kaya. Itu adalah konsep orang Yahudi. Banyak anak Tuhan yang sudah kecewa dengan Yesus Kristus karena pengajaran yang salah di dalam gereja yang seperti ini. Banyak hamba Tuhan yang sudah membodohi jemaat seperti ini. Lihat Alkitab dan saudara akan melihat konsep dua jaman. Terakhir, ketika kita sudah menerima Kristus, sampai kepada kedatanganNya yang kedua kali (the age to come) ada konsep Already and not yet. Saudara bisa menemukan, merasakan Surga di dunia ini kalau saudara-saudara menerima Yesus Kristus. Apakah kita sudah menerima pembebasan? Already and not yet. Kita sudah menerima. Tetapi secara total, itu nanti ketika Kristus datang. Suatu hari, Joni Eareckson Tada, orang yang sudah lumpuh dari leher ke bawah dan hanya bisa menggerakkan kepalanya. Dia mengatakan, “saya menunggu-nunggu waktu itu”. Menunggu-nunggu Surga. Menunggu-nunggu waktu kematian itu. Karena di saat seperti itu adalah ketika Kristus datang yang kedua kali. Karena pada waktu itu. Saya akan dengan kaki saya, tangan saya, saya akan bisa berlari kembali. Itu adalah orang-orang yang mengerti akan ada satu masa yang baru. Yang sudah datang tetapi yang juga akan mendapatkan kepenuhannya progresif, already and not yet. Kiranya memimpin hidup kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *