Khotbah di Bukit (1)

Pdt. Agus Marjanto, M.Th
Matius 5:1

Matius 5-7 dikelompokan dalam satu kelompok khotbah pengajaran Yesus Kristus, yaitu Khotbah di Bukit yang sangat terkenal. Khotbah ini bukan hanya terkenal di kalangan Kristen tetapi bagi orang-orang dunia ini adalah Golden Rule, suatu pengajaran yang melampaui pengajar-pengajar yang terkenal di seluruh dunia. Struktur kitab Matius dari bab pertama sampai akhir, maka kita akan melihat seluruhnya di dalam struktur narasi dan pengajaran. Kalau saudara merentang seluruh buku Matius, maka saudara secara bentuk literatur, akan menemukan ada bagian narasi lalu kemudian Matius tiba-tiba menyisipkan bagian pengajaran Yesus, begitu seterusnya. Di dalam Matius kita akan menemukan 5 jenis pengajaran dan semuanya berbicara mengenai Kerajaan Allah (The Kingdom of God)

  1. Matius 5–7 bicara berkenaan dengan hukum atau etika Kerajaan Allah.
  2. Matius 10, bicara berkenaan dengan misi Kerajaan Allah. Di dalam misi Kerajaan Allah mungkin saudara-saudara mendengar atau mengingat 1 kalimat Yesus: “Aku mengutus engkau seperti domba di tengah-tengah serigala.”
  3. Matius 13, bicara berkenaan perumpamaan-perumpamaan Kerajaan Allah.
  4. Matius 18, bicara karakter Kerajaan Allah. Suatu hari Petrus tanya: “Berapa banyak saya harus pengampuni orang-orang yang bersalah kepada kami, Guru? Tujuh kali?” Yesus Kristus mengatakan: “Tidak. Tetapi 70 kali 7 kali.” Ini adalah sesuatu karakter Kerajaan Allah.
  5. Matius 24–25, bicara berkenaan dengan penghakiman Kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah seumpama; seorang yang mau pergi dan dia memberikan kepada hamba-hambanya 5 talenta, 2 talenta, 1 talenta. Dan kemudian tuan itu pulang dan meminta kembali semuanya. Ini adalah berbicara mengenai akhir zaman; Kerajaan itu berhak untuk menghakimi setiap manusia karena setiap manusia harus bertanggung jawab kepada Raja kerajaan itu.

5 hal yang dituliskan di dalam Matius, yang begitu lengkap berkenaan dengan hukum kerajaan, misi kerajaan, perumpamaan-perumpamaan kerajaan, karakter kerajaan dan penghakiman kerajaan. Seluruhnya berbicara mengenai Kingdom of God, Kerajaan Allah. Ada orang-orang Kristen yang berpikir yang penting dirinya sudah menerima Yesus Kristus dan masuk surga, setiap minggu datang ke gereja, itu saja. Tidaklah demikian. Keinginan hati Yesus yang paling dalam dan Dia berdoa untuk kita adalah agar Kerajaan Allah itu hadir di dalam hidup kita. Kita mengerti jalan konsep itu, kita menjalani dan mengalami Kerajaan Allah. Di dalam Yohanes 3:16, yaitu bahwa Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga dikaruniakan Anak-Nya yang tunggal sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Ayat ini merupakan percakapan Yesus Kristus kepada Nikodemus, berkenaan dengan kelahiran baru. Ayat ini sebenarnya memiliki sesuatu konteks yang jauh lebih besar dan lebih dalam dan yang menyatakan bahwa Allah mengasihi kita. Kelahiran baru bukan merupakan suatu ending dari semuanya. Bukan berarti bahwa setelah menerima Kristus secara pribadi lalu selesai sampai disitu saja. Ada sesuatu yang lebih besar yang Tuhan mau ajarkan, dan bukan saja ajarkan, kita mengerti konsep itu, dan bukan saja mengerti dalam, mengalami dan menghidupi di dalam konsep itu, yaitu Kerajaan Allah. Saudara perhatikan, Yohanes 3:16, ada di dalam 1 kerangkai yang lebih besar, Yohanes 3:3 dan Yohanes 3:5. Ketika saudara-saudara berbicara mengenai masuk ke dalam Kerajaan Allah dan melihat Kerajaan Allah, ini bukan bicara berkenaan dengan Surga saja. Ini adalah berbicara mengenai sesuatu rencana Allah yang kekal yang dinyatakan di dunia ini. Itu bukan bicara hidup setelah kita mati. Itu adalah berbicara mengenai kehendak Allah yang mau dinyatakan di dunia ini ketika kita hidup sekarang. Jadi kelahiran baru itu untuk membawa kita masuk mengerti hidup dan mengalami Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia ini. Jikalau kita melihat keseluruhan Alkitab, kita dapat menyimpulkan satu tema teologis yang terpenting daripada seluruh tema yang ada yaitu Kingdom of God (Kerajaan Allah). Jikalau Tuhan mengajarkan kita berkenaan Kerajaan Allah, sebenarnya posisi orang Kristen itu ada di mana? Apa yang sebenarnya Tuhan kehendaki bagi kita orang Kristen? Saya akan jelaskan secara prinsip dasar berkenaan dengan Kerajaan Allah. Orang Kristen yang sudah lahir baru, kita adalah satu-satunya jenis makhluk hidup yang berada di dalam pertentangan dua kerajaan, yaitu Kerajaan Allah dan kerajaan dunia. Kita berada di dalam 2 kerajaan. Kita tepat berada di irisan tengahnya. Satu adalah kerajaan dunia karena kita ada di dunia ini, kedua karena kita adalah milik Kristus, sebenarnya di dalam cara pandang Allah, Allah mau menyatakan ‘Engkau adalah milik-Ku’ (ada di dalam Kerajaan Allah). Sehingga kita adalah milik Allah yang ada di tengah-tengah dunia. Tetapi yang menjadi permasalahan adalah baik kerajaan dunia maupun Kerajaan Allah memiliki prinsip-prinsip hidup yang berbeda total. Memiliki etika hidup, nilai gaya hidup, tujuan hidup dan definisi-definisi hidup yang berbeda. Dan kita menjadi satu-satunya makhluk hidup yang berada di dalam pergumulan 2 kerajaan ini. Malaikat tidak mempunyai pergumulan seperti kita. Malaikat ada di dalam alam rohani. Mereka tidak mengalami pergumulan-pergumulan yang ada secara physical di tengah-tengah dunia ini. Orang dunia, orang-orang yang belum kenal Yesus Kristus, juga tidak punya pergumulan-pergumulan itu. Mereka melakukan kejahatan apapun sesuka hati mereka tanpa pergumulan. Karena orang dunia hidup dengan prinsipnya dunia. Tetapi bagi kita, orang-orang yang sudah ditebus oleh Tuhan, Tuhan menghendaki seperti ini; ‘Engkau hidup di tengah-tengah dunia tetapi engkau tidak bisa hidup dengan prinsip dunia.’ Ini menjadi kesulitan yang besar bagi orang Kristen yang lahir baru, sungguh-sungguh kesulitan yang besar.

Ada 3 lapisan kesulitan kekristenan dalam konteks ini. Pertama adalah hidup di tengah-tengah 2 kerajaan. Kedua, kita harus menyangkal diri kita. Ketiga, Setan itu berusaha memusuhi kita. Jadi kita berada di tengah dunia dengan seluruh pergumulan dunia tetapi kita harus menyelesaikannya dengan cara-cara Kerajaan Allah. Itulah sebabnya ayat-ayat ini diberikan kepada kita untuk menyadarkan kita di mana posisi hidup kita dan bagaimana kita harus berespon. Baik orang dunia maupun orang Kristen di dunia ini, memiliki kesulitan dan pergumulan hidup yang sama seperti mengalami sakit penyakit, berduka ditinggal oleh orang yang dikasihi, tertimpa bencana alam dan lain-lain. Bagi orang Kristen, meresponi kesulitan hidup dari sudut pandang Kerajaan Allah. Paulus mengatakan, “Jikalau kamu berduka, aku tidak mau kamu berduka seperti orang-orang dunia yang tidak mengenal Allah. Jangan seperti engkau berduka seperti orang yang tidak mengenal Allah”. Engkau jangan menangis terus menerus karena ada kebangkitan di dalam Kerajaan Allah. Kalau engkau kuatir, Yesus Kristus mengatakan; ‘Jangan engkau kuatir, itu tidak akan menambah sehasta saja jalan hidupmu. Lihat itu, bunga di padang. Lihat burung itu di udara, Aku pelihara. Mengapa engkau kuatir persis seperti orang-orang yang tidak mengenal Aku? Cari dahulu Kerajaan-Ku dan kebenarannya maka Aku akan memelihara engkau. Yesus Kristus mengatakan, jikalau engkau disakiti, maka engkau harus mengampuni saudaramu itu 70 kali 7 kali, artinya adalah tidak terbatas. Karena pengampunan Tuhan bagi kita itu tidak terbatas adanya. Engkau harus menghidupi Kerajaan Allah di tengah-tengah masalahmu yang sama dengan dunia. Hal-hal inilah yang sebenarnya membedakan antara kekristenan dan bukan kristen.

Sejak pertama di dalam Alkitab sebenarnya bayang-bayang berkenaan dengan kerajaan dunia dan Kerajaan Allah itu sudah ada sejak dari kitab Kejadian. Dunia ini dibagi menjadi 2, yaitu anak-anak kegelapan dengan tanda-tandanya sendiri dan anak-anak terang. Lihat Kejadian 4:17 dan Kejadian 5 terdapat tanda anak kerajaan dunia, tanda orang-orang yang akan dibinasakan dan tanda orang-orang yang tidak mengenal Allah. Tanda pertama adalah self exaltation, meninggikan diri sendiri, pride, kesombongan. “Lamekh mengambil istri 2 orang yang satu bernama Ada dan Zila.” Kalimat ini muncul, berbicara mengenai dosa di dalam seksualitas. Dan orang-orang dunia itu biasa selalu lebih cerdik dan lebih pandai dan Yesus Kristus pun mengatakan hal demikian. “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku,” Bukan luka dibalas dengan luka, bukan mata dibalas dengan mata, tetapi dia melukai aku, aku bunuh dia. “… sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.” Kalimat yang sama dibawa oleh Yesus Kristus. Bagaimana Tuhan? Aku punya masalah di tengah-tengah dunia, aku disakiti. Yah, engkau disakiti. Dunia ini, kalau engkau disakiti, engkau akan balas sampai mati bahkan. Yesus Kristus mengatakan; ‘Tidak. Engkau berada di dalam Kerajaan-Ku. Engkau harus beretika, engkau harus berespon dengan prinsip-prinsip yang Aku ajarkan.’ Bagaimana Tuhan? ‘Ampuni dia tujuh puluh kali tujuh kali.’ Saudara lihat bagaimana Yesus Kristus di dalam kitab Matius itu mau membalik seluruh etika-etika yang ada di tengah-tengah dunia ini. Kejadian 4:25, di tengah-tengah seluruh kronologis anak-anak kegelapan, Tuhan menyatakan ada bagian anak terang. “Mulai memanggil nama TUHAN.” Kemudian memuncak kepada Kejadian 5:22. Tadinya memanggil nama TUHAN dan sekarang hidup bergaul dengan Allah, hidup berjalan bersama dengan Allah. Prinsip-prinsip ini sekali lagi juga menyatakan; yang jahat makin jahat, yang suci makin suci. Yang jahat makin hancur hidupnya, yang suci makin hidupnya ditata menjadi sesuatu yang lebih baik. Saudara ada di mana?

Sekali lagi, Matius menyatakan kerajaan Allah sudah datang. Dan kerajaan Allah itu dituliskan oleh Matius, dan Matius itu menyatakan ada prinsip – prinsipnya, ada etikanya, ada misinya, ada perumpamaannya, ada karakternya, ada penghakimannya, dan kita harus mempelajari, mengerti konsep ini sampai dalam. Dan bukan saja mengerti secara pikiran, tetapi menghidupi dan kita mengalami prinsip–prinsip itu di tengah – tengah dunia dengan seluruh permasalahan yang sama dengan permasalahan kita. Itulah yang disebut sebagai transformasi. Itu yang disebut sebagai sesuatu redeem daripada world. Redeem daripada hidup, hidup yang sudah jatuh di dalam dosa sekarang ditebus. Adalah suatu sukacita yang tertinggi kalau kita mengerti bahwa kita adalah anak – anak kerajaan Allah.

Suatu hari Yesus menyatakan hal kerajaan Surga seumpama dengan seorang yang bekerja di satu ladang dan kemudian dia menemukan harta terpendam ada di dalam ladang tersebut. Itu adalah ladang milik orang lain, dia menemukan harta terpendam dan harta ini, kemudian dia begitu girangnya dia tutup kembali, dia pulang ke rumah, dia jual seluruh miliknya untuk membeli ladang ini. Itu berarti matanya tajam, tahu bahwa harta karun ini jauh lebih berharga daripada semua yang aku miliki setelah aku bekerja puluhan tahun. Jikalau saudara dilahir barukan, saudara akan melihat kebenaran ini. Saudara akan tahu ada sesuatu yang berharga dan itu adalah kerajaan Allah. Bahkan mau membayar apapun saja karena ini semua tidak berarti dibandingkan kerajaan Allah. Kalau saudara melihat dunia ini lebih menyilaukan, lebih membuat saudara berbahagia, lebih berharga daripada apa yang tertulis di dalam Alkitab ini, saya pastikan sebagai hamba Tuhan, saudara belum lahir baru. Saudara adalah milik dunia ini. Kalau ada kesenangan apapun saja di dunia ini, yang melampaui kesenangan yang saudara temukan di dalam Alkitab, saya katakan kepada saudara – saudara, hari ini bertobatlah dan minta anugerah Tuhan. Dan ini memang sesuatu yang tersembunyi, dan tidak ada satu orang pun yang bisa menyatakan itu kepada saudara–saudara kecuali Roh Kudus bekerja di dalam hatimu. Saya teringat akan apa yang Martin Lloyd-Jones katakan: ketika kita mengabarkan Injil di jalan, menjadi misionaris–misionaris pergi ke tempat–tempat yang belum Kristen, jangan lupa bahwa banyak anak–anak kegelapan ada di depan matamu. Ada anak – anak kegelapan yang ada di dalam jemaatmu, Sadarkan mereka bahwa mereka bukan milik Kristus, dan mereka harus bertobat.

Saya sudah menjelaskan mengenai struktur kitab Matius dan pentingnya kerajaan Allah. Saya sudah menjelaskan kepada saudara bagaimana kita memiliki satu posisi dan panggilan kita apa. Sekarang kita akan masuk di dalam ucapan berbahagia. Di dalam pasal 5:1-12, ada 8 bagian ucapan berbahagia. Semua itu dinyatakan dengan permulaan kata yang sama, yaitu berbahagia. Beberapa catatan ketika Yesus berbicara berkenaan dengan berbahagia. Hal yang pertama, arti kata yang berbahagia di dalam arti bahasa Yunani-nya adalah makarios. Dan merupakan satu root-nya yaitu makar. Itu artinya adalah deeply or supremely happy. Deeply or supremely happy. Kebahagiaan yang sifatnya transcend, Ilahi, yang kekal, yang melampaui apa yang ada di dunia ini, melampaui apa yang bisa dipikirkan, dan melampaui apa yang bisa diberikan dari dunia ini. Dunia ini tidak bisa memberikannya, dan bukan saja tidak bisa memberikannya, dunia ini tidak mengenal kebahagiaan seperti ini. Dunia akan melihat apa yang diajarkan adalah sesuatu yang asing.

Hal yang kedua, kebahagiaan merupakan tanda orang–orang yang dimiliki Kristus. Banyak orang salah melihat kotbah di bukit. Banyak orang melihat seperti ini, berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah karena merekalah yang empunya kerajaan Surga. Lalu kemudian saudara berpikir, saya kepingin masuk kerajaan Surga, di sini dikatakan empunya kerajaan Surga adalah berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah. Maka kemudian saudara berusaha untuk sedemikian rupa memiskinkan diri sendiri. Di dalam hal ini adalah sesuatu yang sifatnya ada di dalam hati, afeksi, lembut hati, miskin di hadapan Allah, penghiburan karena duka cita, seluruhnya lapar dan haus akan kebenaran, itu adalah sesuatu yang afeksi. Afeksi yang suci di dalam inti hati yang terdalam dari manusia hanya bisa dikerjakan oleh Roh Kudus, saudara dan saya tidak bisa kerjakan.

Saya mulai mengerti apa yang ada di dalam Alkitab mengenai remuk hati. Saya mengatakan bahwa berbahagialah, karena itu adalah pekerjaan dari Roh Kudus. Kalau saudara dulu tidak pernah berduka cita akan dosa, sekarang berduka cita karena dosa, itu pekerjaan Roh Kudus. Kalau dulu saudara mendengar Firman itu boleh kiri keluar kanan, sekarang mendengar Firman saudara – saudara mulai memperhatikan, mulai sadar, mulai ini nyata, mulai ini adalah bersangkut paut dengan hidupku, ini adalah sesuatu yang berharga, itu adalah karena Roh Kudus. Maka Yesus mengatakan berbahagia engkau.Berbahagia engkau. Saudara – saudara, dan itu tidak bisa diberikan oleh dunia. Itu menyatakan bahwa engkau milikKu, demikian kata Kristus. Engkau adalah anggota – anggota kerajaan Allah. Allah sedang bekerja di dalam hatimu, di dalam hidupmu.I nilah tanda warga negara kerajaan Surga.

Hal yang ketiga, kebahagiaan ini tidak berdasar kepada kepemilikkan dunia. Perhatikan beberapa hal ini, materi tidak bisa mengisi jiwa, eksternal tidak dapat memuaskan internal, outward things hal – hal di luar cannot cure tidak dapat menyembuhkan the agony of our hearts hati kita yang pedih. Materi tidak bisa mengisi jiwa, eksternal tidak bisa memuaskan yang internal, outward things cannot cure the agony of our hearts. Saya terkesan beberapa puluh tahun yang lalu akan satu kalimat daripada Agustinus, “Oh jiwa, aku ingin mengenalmu, seperti apakah engkau? Dan kemudian aku melihat jiwaku di dalam. Seberapa dalam jiwaku? Dan ketika aku mencermatinya, maka aku itu tidak bisa menemukan batasannya. Jiwaku terlalu dalam dan tidak ada batasnya.”Alkitab mengatakan bahwa jiwa kita tidak ada batasnya karena jiwa kita itu diciptakan di dalam kekekalan dan untuk kekekalan. Dan kekekalan itu tiada batasnya. Sehingga, saudara isi apapun saja di dalamnya, isi apapun saja akan hilang. Saudara mau isi dengan uang? Saudara tidak akan bisa menutup kehausan jiwamu. Karena jiwa itu begitu dalam dan tidak ada batasnya. Saudara mau isi dengan seks? Itu akan hilang. Saudara mau isi dengan kehormatan, kemakmuran dunia ini? Akan hilang. Dan itulah sebabnya mengerti di dalam Alkitab ada satu pengajaran yang besar tetapi pengajaran sejarah ini diulang oleh kebodohan manusia yang tidak mau belajar sejarah. Dan padahal itu adalah orang yang sangat ternama, dan mendapatkan seluruh apa yang ada di dalam dunia ini, dan itu adalah Salomo. Salomo mendapatkan semuanya, dan kemudian menyimpulkan hidupnya dengan satu kata: vanity, sia–sia. Mengapa Salomo mengatakan sia–sia? Karena jiwanya itu begitu dalam, tidak terbatas dan tidak bisa diisi dengan apapun saja.

Ketika saya melihat seluruh dosa kita, dan semua tindak tanduk kita, sebenarnya apa yang kita cari sebenarnya? Yaitu mengisi jiwa untuk bahagia. Tetapi celakanya kita tidak mengerti natur jiwa. Jiwa itu begitu dalam dan tidak terbatas, kekal, demikian kata Agustinus. Kadang kita berpikir dengan mendapatkan barang yang baru, kita akan bahagia, materi itu dapat mengisi kebahagiaan kita. Tetapi selang beberapa waktu kemudian, ketika kita sudah mendapatkan barang yang kita ingini, awalnya kita senang tetapi setelah dipakai dan keluar model barang yang baru lagi, maka kita tidak lagi merasa bahagia dan menginginkan barang yang baru lagi. Mengapa demikian? Saudara–saudara perhatikan, untuk merentang sedemikian rupa kebahagiaan, jangan hanya kecil, jangan hanya sekian, jangan hanya terbatas, aku rentang. Tetapi saudara mau merentangnya dengan materi, tidak pernah bisa, tidak pernah bisa!

Seneca mengatakan adalah sangat memalukan adalah orang bodoh jikalau itu berusaha untuk memenuhi hatinya, mengejar yang terbatas untuk mengisi yang tidak terbatas. Yesus Kristus mengatakan berbahagialah. Tetapi saudara mencari kebahagiaan dengan cara yang lain. Saudara pikir itu fit di dalam jiwa kita. Saya katakan tidak, tidak pernah, jangan kita bodoh. Pascal mengatakan satu kalimat, ada satu lubang di dalam hatimu yang hanya bisa diisi oleh Allah saja. Bagi anak-anak muda, mereka berpikir dengan berpacaran, itu akan mengisi lubang di dalam hatinya. Jawabannya adalah tidak. Dengan kekayaan, bisa mengisi lubang itu, jawabannya adalah tidak. Thomas Watson menyatakan mengapa dunia tidak bisa memberikan kepada kita kebahagiaan? Karena sejak dosa masuk ke dalam dunia, dunia sudah dikutuk oleh dosa. Dan Watson kemudian mengatakan, apakah engkau mau mendapatkan berkat dari sesuatu yang sudah dikutuk? Apakah engkau mencari dan menggali berkat dari sesuatu yang sudah dikutuk? Itu adalah persis sama engkau mau mendapatkan api dari dalam air. Jikalau saudara sungguh-sungguh mempelajari Matius 5 dan seterusnya, saya sangat sarankan saudara bersama–sama saya membaca satu buku The Beatitudes daripada Thomas Watson, orang Puritan yang luar biasa dipakai sama Tuhan.

Keempat, Yesus Kristus mengatakan berbahagia maka ini adalah real kebahagiaan. Apa yang Yesus Kristus itu katakan adalah kebenaran yang sesungguhnya, itu adalah realita. Aristotle menyatakan sebenarnya yang dicari oleh manusia itu adalah hanya satu, yaitu kebahagiaan. Manusia tidak mencari uang, dia berpikir bahwa dengan mendapatkan uang aku akan bisa bahagia. Manusia tidak mencari liburan, dia berpikir kalau dia berlibur dia bisa mendapatkan bahagia. Aristotle juga menyatakan bahwa manusia tidak mancari perkawinan, berpikir dengan menikah dia akan berbahagia. Ending akhir daripada seluruh pencarian manusia itu adalah kebahagiaan. Tetapi sama seperti filsuf yang lain, filsuf itu semuanya bertanya hanya Kristus saja yang bisa menjawab. Di seluruh pergumulan dunia filsafat–filsafat dimunculkan, memunculkan seluruh pergumulan dunia hanya di dalam Kristus ada jawaban, Jesus is the answer. Yesus memberikan jawaban, berbahagialah. Kalau saudara melihat ini, dan saudara mengerti inti hidup yang dikatakan oleh filsuf, maka saudara akan melihat, ini jawabannya. Berbahagia, dan bahagia yang dikatakan oleh Yesus itu adalah sesuatu kebenaran yang real. Percayakah saudara akan perkataan Kristus Yesus ini, berbahagialah engkau jikalau engkau itu miskin di hadapan Allah? Berbahagialah engkau kalau engkau berduka cita, apakah engkau percaya? Dan jikalau engkau percaya, mengapa engkau tidak mengejarnya? Mengapa engkau mengejar yang lain? Kalimat ini sudah dinyatakan oleh mulut pencipta langit dan bumi, yang menciptakan jiwa kita, dan Dia mengatakan berbahagia jika engkau mendapatkan ini, berbahagialah engkau kalau engkau seperti ini. Kalau engkau mengatakan engkau percaya, mengapa engkau mencari di tempat yang lain? Sebenarnya banyak dari antara kita hanya berbudaya kristiani, dari dulu sampai sekarang Allah sudah mengatakan di dalam FirmanNya, mereka memuji Aku dengan mulutnya tetapi hatinya jauh dari padaKu, Aku muak dengan seluruh ibadah mereka. Saya mau saudara sungguh-sungguh bertobat, dan mengerti Firman yang real di depan mata kita. Saya mau saudara tidak hanya memiliki kebudayaan Kristen dan ibadah yang kosong. Apakah kita sungguh-sungguh percaya akan apa yang dikatakanNya? Berbahagialah orang yang mendengarkan apa yang dikatakanNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *