Cinta Tuhan yang ditolak di Kapernaum

Berdoa

Pengkhotbah: Pdt. Agus Marjanto, M.Th
Matius 4:12-17, Yesaya 8:23-9:7

Setelah Yesus dicobai oleh setan di padang gurun, selanjutnya Yesus pergi ke Galilea ke tanah Zebulon dan Naftali, dan memberitakan Injil Kerajaan di sana. Di antara peristiwa Yesus dicobai dan Dia pergi ke Galilea, ada gap 1 tahun. Matius memang sengaja menuliskan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam hidup Yesus Kristus. Apa yang terjadi setelah Yesus dicobai dan sebelum Yesus berada di Galilea yang dituliskan dalam Injil Yohanes. Kitab Yohanes menuliskan peristiwa air menjadi anggur di Kana, Yesus membersihkan dan memporak-porandakan semua yang berjualan di Bait Suci, pembicaraan Yesus dengan Nikodemus, pembicaraan Yesus dengan perempuan Samaria. Tetapi mengapa Matius tidak memasukkan peristiwa-peristiwa tersebut di dalam suratnya? Karena memang seluruh penulis Kitab Suci tidak mau memiliki sesuatu ketertarikan menuliskan silsilah atau menuliskan daftar kehidupan Yesus Kristus secara kronologis. Itu bukan ide mereka. Itu bukan concern mereka. Kalau kita membaca Kitab Suci, khususnya Kitab Injil ataupun beberapa kitab-kitab di dalam Perjanjian Lama, kita akan menyadari bahwa penulis-penulis itu tidak menuliskannya secara kronologis. Penulis-penulis itu menuliskannya, memasukkan cerita ini, mengeluarkan cerita yang lain karena mereka menulis untuk suatu tujuan. Mereka tidak memberikan data kepada kita. Mereka menuliskan untuk sesuatu tujuan. Tujuannya adalah untuk memproklamirkan iman mereka, memproklamirkan Allah yang mereka kenal dan mereka percaya. Tujuan Matius menuliskan suratnya adalah untuk orang-orang Yahudi khususnya mereka yang ada di pembuangan, agar mereka menyadari bahwa Yesus yang mereka salibkan adalah Mesias yang ditunggu-tunggu. Yesus yang mereka tolak itu adalah Mesias yang sebenarnya datang, yang sudah dinyatakan di dalam Perjanjian Lama. Maka Matius menuliskan pasal demi pasal dengan urutan-urutan yang detail dan cermat.

Orang-orang Yahudi adalah orang yang terus menerus menunggu kapan Mesias datang seumur hidup, beratus-ratus tahun tidak pernah bisa rest di dalam hatinya. Orang Yahudi adalah orang yang terus, hampir setiap hari, ratusan tahun, perang sampai saat ini. Mereka orang yang terus dikejar-kejar oleh bangsa-bangsa sekitar. Mereka dianggap sebagai satu bangsa yang menduduki tanah yang tidak sah, tidak legal yang mereka sekarang duduki. Ini adalah kesulitan bagi orang-orang Yahudi. Orang Yahudi sudah ditindas oleh Mesir, Asyur, Babel, Media-Persia, Yunani, Romawi, terus menerus. Mereka terus menunggu kedatangan Mesias. Lalu Tuhan mengirimkan Mesias itu tetapi mata mereka buta. Mata mereka tidak bisa melihat dan mereka memakukan Mesias yang mereka tunggu-tunggu itu. Dan Matius mau menyatakan; Hai orang Yahudi, lihat, Mesias yang engkau tunggu-tunggu itu adalah Yesus Kristus yang engkau salibkan dan sekarang sudah bangkit dari kematian. Maka melihat dari seluruh catatan-catatan Matius, selalu ada di dalam framework teologia orang Yahudi.

Perhatikan apa yang sedang dinyatakan oleh Matius. Ada 4 hal yang terjadi sebelum Yesus pergi ke Zebulon.

  1. Penegasan dari kepastian internal melalui silsiah (Matius 1). Matius mempresentasikan kepada orang Isreel siapa Yesus, yang mereka paku, Kristus yang mereka nantikan. Ia membuktikan bahwa Yesus ada di dalam internal orang Israel melalui silsilah yang dituliskan, Dia adalah Anak Daud.
  2. Penegasan kepastian eksternal (Matius 2). Matius mengatakan bahwa Kristus itu akan bersinar bagi Israel dan Israel akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Dibuktikan pada hari kelahiran-Nya, orang Majus dari Timur, datang. Mereka bukan orang Israel, datang menyembah Yesus.
  3. Penegasan kesaksian dari Atas yaitu dari Allah (Matius 3), mengenai baptisan Yesus Kristus di dalam pasal 3. Maka ini bicara berkenaan dengan inagurasi Mesias, kesaksian dari Allah diteguhkan.
  4. Penegasan berkenaan dengan pribadi-Nya sendiri (Matius 4), Yesus adalah Kristus yang menang terhadap seluruh pencobaan. Itu adalah sesuatu yang benar karena Dia menang terhadap seluruh pencobaan. Kristus harus menang terhadap seluruh pencobaan. Adam gagal, Israel gagal. Semua orang yang menyebutkan Kristus-Kristus sudah ada ratusan sebelum Yesus Kristus lahir. Sekarang mereka semua satu persatu gagal. Tetapi Yesus dicobai dari seluruh bagian-Nya dan Dia tidak gagal. Dia layak adanya.
  5. Dan sekarang, Yesus pergi ke Galilea, ke tempat tanah Naftali dan Zebulon, tempat yang gelap, tempat bangsa-bangsa lain. Dia menyatakan: “Bertobatlah, Kerajaan Allah sudah dekat”. Di sini Matius menyatakan kesaksian kelima.

  6. Yesus menggenapi Perjanjian Lama. Matius 4, ayat yang selanjutnya, Yesus ditegaskan menggenapi Perjanjian Lama. Yesaya pasal 8 dan 9, dikatakan bahwa bangsa yang berjalan di dalam kegelapan itu, tanah Naftali dan Zebulon yang tadinya dimurkai oleh Allah, sekarang Dia akan dimuliakan oleh Tuhan dengan kehadiran dari Raja Damai, kehadiran dari Mesias. Dan kapan penggenapan Yesaya 8:23 – 9:6 itu? Adalah pada detik Yesus pergi ke Galilea dan menetap di sana. Setelah seluruh inauguration of Christ. Setelah seluruh preparation of Christ, sekarang kemudian Matius menuliskan the work of Christ, menuliskan pekerjaan Kristus. Sekarang di dalam tanah ini, Dia akan berbicara, Dia akan melayani berlama-lama di sana.

Maka saudara-saudara, hari ini saya akan bicara mengenai 2 hal yang besar yang akan menjadi anti-thesis satu dengan yang lain.

Poin pertama (Matius 4:12–17), lihatlah cinta kasih Allah yang besar di dalam Kristus menjangkau bangsa yang sudah dilupakan dan yang terhilang. Yesus pergi ke Galilea, ke tanah Zebulon dan Naftali. Bangsa itu sudah tidak ada lagi, tempat yang bukan Israel lagi dan sudah dilupakan. Kemudian Dia memproklamirkan Injil Kerajaan: Bertobatlah karena Kerajaan Allah itu sudah dekat. Orang Israel sejak jaman Salomo terbagi menjadi 2. Satu adalah Israel Selatan atau di dalam Alkitab dikatakan suku Yehuda. Sebenarnya ada 2 suku di dalamnya, yaitu Yehuda dan Benyamin. Kedua adalah Israel Utara. Dan Israel Utara ada 10 suku. Dari peta Israel akan terlihat bahwa Yehuda ada di bawah. Betlehem ada di bawah. Yerusalem ada di bawah. Naik ke atas, kita akan bertemu dengan Nazaret. Naik ke atas lagi, maka kita akan bertemu dengan Kapernaum di dalam ayat ini dan juga itu ada di tanah Zebulon dan tanah Naftali. Kapernaum di tanah Naftali di atas dan di bawahnya itu adalah Zebulon. Tanah Naftali dan Zebulon itu adalah tanah yang paling atas dari Israel. Dan berbatasan dengan suku-suku yang asing, bukan orang Israel. Berbatasan dengan bangsa-bangsa yang lain dan bukan orang Israel. Bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Sehinga kalau kita melihat kota Kapernaum, melihat tanah Zebulon dan Naftali, kita akan menemukan di sana bukan hanya orang Israel. Di sana banyak gentile, banyak kafir. Dan di sana bukan hanya agama Yahudi, di sana penuh dengan agama demi agama, budaya demi budaya dan ilah demi ilah dan masuk dalam kehidupan sosial dan seluruh kehidupan perekonomian dan tatanan masyarakat. Ini adalah wilayah bangsa-bangsa lain, demikian Alkitab katakan.

Tetapi bukan itu saja, yang mendiami tanah Zebulon dan Naftali adalah bukan Israel secara sejati, Israel campuran. Percampuran terjadi pada waktu Asyur datang ke Israel, seorang raja Asyur yang menjadi panglima besar sekali, itu namanya Tiglat-Pileser. Di dalam Alkitab dikatakan Tiglat-Pileser atau raja Pul datang menghancurkan 10 suku dan mengambil semua 10 suku itu, menyerakkan ke seluruh dunia, menjadi minoritas-minoritas. Setelah beberapa puluh tahun akhirnya mereka harus kawin campur. Seluruh anak mereka tidak ada lagi yang murni Israel. Jadi Israel Utara habis, karena Tiglat-Pileser, karena mereka kawin campur. Dan saya katakan kepada saudara-saudara 1 prinsip ini. Tiglat-Pileser pertama kali menghancurkan Israel mulai dari tanah Zebulon dan Naftali masuknya. Itulah sebabnya Tuhan mengatakan di Yesaya, bangsa yang sudah dimurkai oleh Tuhan. Bangsa yang dibuang oleh Tuhan. Sekarang, pada waktu yang ditetapkan oleh Allah, hati Tuhan berbalik kepada mereka. Yesus datang ke tempat bangsa yang sudah dimurkai-Nya. Waktu penghukuman sudah selesai, sekarang adalah waktu pemulihan. Aku mencari kembali anak-anak-Ku meskipun mereka sudah berzinah. Cinta Tuhan datang kepada Zebulon dan Naftali. Cinta Tuhan datang kepada Kapernaum. Kapernaum itu artinya adalah the village of compassion. Ini yang dikerjakan oleh Kristus.

Betapa cinta kasih-Nya itu besar. Betapa Dia murka kepada orang-orang berdosa sesaat saja. Tetapi kasih setia-Nya tetap untuk selama-lamanya. Allah hadir kepada bangsa yang terbuang. Allah hadir kepada orang demi orang yang ada di Kapernaum, tanah Zebulon, Naftali yang sudah kehilangan identitas Israel yang bisnis mereka itu, berpacaran, mereka itu menikah, mereka itu berdagang, mereka itu sekolah dengan orang-orang sekitar mereka, tidak ada perbedaan sama sekali antara gereja dan bukan gereja. Tidak ada perbedaan sama sekali Israel dan tidak Israel. Tidak ada perbedaan sama sekali antara orang yang kenal Tuhan dan tidak kenal Tuhan. Dan Allah menyerakkan mereka. Tetapi pada waktu yang ditetapkan, Allah datang dengan kaki-Nya sendiri. Dia menyerakkan dengan bangsa yang lain, Dia datang dengan Anak-Nya sendiri datang. Jalan jauh sampai ke sana, mengajar. Perhatikan baik-baik. KKR pertama kali tidak dilakukan Yesus di Yerusalem, tetapi di Zebulon dan Naftali, 10 suku yang sudah hilang. . KKR pertama kali dilakukan Yesus: “Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat.” Sebenarnya inilah yang ada di dalam isi hati Allah yang dinyatakan oleh nabi di dalam Perjanjian Lama.

Seluruh bagian dari kitab ini me-refer kepada Yesaya. Tetapi sebenarnya ada satu nabi lagi, yaitu nabi Yehezkiel, 600 tahun sebelum Yesus datang. Dia sudah diberi Firman oleh Allah. Allah menyatakan, nanti suatu hari maka Israel Utara dan Selatan yang sudah pecah pada jaman raja Jeroboam dan Rehoboam sekarang akan Aku gabungkan. Lihat Yehezkiel 37:15-19 menggunakan judul “Kerajaan Israel dan Yehuda”, Israel itu adalah Israel Utara, Yehuda adalah Israel Selatan, dipersatukan kembali. Nubuatan ini terjadi pada waktu Matius 4 yang tadi kita baca. Kapan nubuatan Yesaya itu terjadi? Bangsa yang diam di dalam kegelapan telah melihat Terang yang bersinar pada waktu Matius ini, Yesus Kristus jalan pergi ke Galilea. Dia pergi ke Galilea, Dia pergi ke tanah Zebulon dan Naftali. Dalam khotbah yang beberapa bulan yang lalu, saya berbicara mengenai tugas Mesias. Mesias di dalam cara pikir orang Yahudi, Mesias di dalam Perjanjian Lama, maka Mesias tersebut akan memulihkan 4 hal ini. Pertama, Dia akan memulihkan tahta Daud. Itulah sebabnya Matius mengatakan: Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Israel, anak Abraham. Kedua, Mesias akan memulihkan Bait Suci; rombak Bait Suci ini dan dalam 3 hari Aku akan membangun-Nya kembali. Yohanes mengatakan: Yang Dia maksudkan adalah tubuh-Nya. Ketiga adalah Israel akan dipulihkan tanahnya. Maka saudara-saudara perhatikan, Yesus Kristus harus lahir di tanah Israel. Yesus Kristus harus mengajar di tanah Israel dan seluruh rasul-rasul dibentuk di tanah Israel dan diurapi dan dari Israel seluruh bangsa akan mendapatkan berkat. Dan yang keempat adalah Mesias ketika datang, Dia akan menyatukan Israel Utara dan Israel Selatan dan ini adalah ayatnya. Jika kita membaca ini, kita akan menemukan cinta kasih Tuhan yang begitu dalam adanya. Mencari orang-orang yang sudah dimurkai, mencari bangsa yang tertindas, bangsa yang hidupnya seperti orang-orang kafir, bangsa dimana kegelapan yang besar itu terjadi.

Point kedua merupakan anti-thesis point pertama. Dalam ayat-ayat tersebut, kita juga melihat cinta kasih Allah di dalam Yesus Kristus yang sekali lagi ditolak dan dibuang. Allah mengunjungi Galilea, Naftali dan Zebulon. Dia mengunjungi dengan cinta-Nya karena Dia ingat janji-Nya. Seluruh nabi sudah menyatakan isi hati-Nya ratusan tahun sebelum Yesus Kristus lahir. Tetapi seluruh cinta kasih ini akan ditolak dan dibuang oleh manusia. Di dalam pelayanan-Nya, Yesus memilih kota Kapernaum di Galilea menjadi head quarter pelayanan-Nya. Sebagian besar hidup pelayanan Yesus ada di sana, tempat itu disebut village of compassion, di situ Yesus tinggal. Di Kapernaum, rasul-rasul pertama kali dipanggil oleh Yesus, di Kapernaum itu pula banyak mujizat-mujizat yang Yesus lakukan. Di Kapernaum Yesus mengajar prinsip-prinsip teologis mengenai diri-Nya, banyak ajaran yang terpenting diajarkan di kota ini. Di tempat itu Yesus mengatakan “Akulah roti hidup”. Hampir setiap hari Yesus mengajar di sinagoge-sinagoge di Kapernaum. Di dalam Alkitab, Kapernaum ditulis sebagai “kota Yesus”. Kalau kita melihat Alkitab, kita melihat Yesus lahir di Bethlehem, dibesarkan di Nazareth dan tinggal lama dan mengajar di Nazareth, tapi Alkitab mengatakan bahwa “kota Yesus” adalah Kapernaum. Hal ini dikatakan di Matius 9:1. Kapernaum adalah tempat di mana Yesus tinggal bertahun-tahun lamanya dalam pelayanan-Nya sebelum Dia mati. Dalam tiga setengah tahun pelayanan-Nya, satu tahun dihabiskan di tempat lain sebelum Dia masuk ke Kapernaum dan baru pada bulan-bulan terakhir Dia masuk ke Yerusalem. Sebelum Yesus pergi ke Kapernaum, Dia tinggal di Nazareth. Yesus meninggalkan Nazareth karena Dia diusir dari sana. Dalam Lukas 4:16 dikatakan Yesus mengajar di Nazareth. Apa yang terjadi bisa dilihat di Lukas 4:17-29. Yesus diusir dari Nazareth. Saya teringat kalimat Yesus: “Anak Manusia tidak ada tempat untuk meletakkan kepala-Nya”.

Setelah diusir, Dia pergi ke Kapernaum dan menjadikannya sebagai head quarter di mana Dia melayani beberapa tahun di sana. Dalam ayat 31 dikatakan Yesus pergi ke Kapernaum di Galilea. Setelah melakukan pelayanan, begitu banyak pengajaran dan mujizat, dan banyak hal dilakukan untuk orang-orang di Kapernaum, Galilea tanah Zebulon dan Naftali apa yang terjadi kemudian? Dalam Matius 11:20-24 Yesus mengecam kota-kota di mana banyak mujizat-Nya dilakukan yang tidak bertobat. Apa yang terjadi di Kapernaum setelah Dia diusir dari Nazaret? Dia pergi. Bangsa yang berjalan di kegelapan, sekarang Terang itu datang, Terang yang besar itu bersinar. Setelah Dia memberitakan Firman-Nya berkali-kali, menyatakan Diri-Nya, hal yang sama terjadi, Kapernaum tutup pintu, Galilea kembali menolak cinta kasih Tuhan. Ini adalah suatu anti-thesis. Allah begitu mencintai Zebulon dan Naftali, bangsa yang sudah dihardik oleh Tuhan. Mengapa cinta kasih Tuhan itu ditolak? Beranikah seseorang menolak cinta atau berkat Tuhan? Hanya orang gila atau bodoh yang tidak mau menerima hal-hal tersebut. Alkitab mengatakan bangsa yang berjalan di dalam kegelapan (artinya dia buta, hancur, putus asa) sekarang melihat terang yang besar atau dalam bahasa aslinya adalah sukacita dan mulia, dipindah dari realm of darkness menuju kingdom of light. Kenapa hal ini ditolak? Apakah ini masuk akal? Jangankan Tuhan, orang lain yang tidak kita kenal mencintai kita akan membuat kita senang. Cinta Tuhan ditolak karena cinta-Nya hadir melalui satu kata: “Bertobatlah, karena kerajaan Allah sudah dekat!” Seseorang yang diminta bertobat, sebenarnya cinta Tuhan dekat kepadanya. Seseorang yang diminta bertobat artinya cinta kasih Kristus mendatangi mereka, artinya jalan terang akan ditemukan, artinya mereka tidak akan mati tetapi tetap hidup jika mereka mau bertobat. Itu adalah kata yang keluar karena cinta kasih Allah dan kata yang kita dengar dengan pikiran dan telinga kita, serangan di dalam jiwa kita.

Bila kita tidak mengerti ini berarti kita tidak mengerti cara kerja Allah. Allah ketika mencintai seseorang tidak akan mengelus-elus orang itu, itu adalah cara nabi palsu. Tuhan ketika mencintai kita Dia akan datang dalam kesucian-Nya menuntut pertobatan. Ketika kita bertobat, hidup murni, kita akan melihat terang yang besar itu bersinar. Berapa banyak dari kita yang sudah menolak cinta Tuhan, sudah melupakan cinta Tuhan dan tidak memperdulikan Dia karena kita mengingkari dan tidak mau menerima pertobatan. Lihatlah cinta yang besar itu, terang yang datang di negeri yang begitu kelam itu, seruan untuk bertobat itu. Di dalam Alkitab, setelah Yohanes Pembaptis dipenjara, maka Yesus mulai berbicara. Yohanes ketika pertama kali berkotbah, dia berseru “Bertobatlah engkau!” Yesus ketika berkotbah Dia berseru: “Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat!” Murid-murid Yesus diutus untuk pergi ke seluruh dusun untuk berseru: “Bertobatlah, Kerajaan Allah sudah dekat!” Yang menerima mereka berarti menerima Yesus, sedangkan bagi yang menolak, Yesus perintahkan: “Kebaskan debu itu dari kakimu.” Itu artinya Allah akan melupakan mereka yang menolak untuk bertobat, selama-lamanya. Kalau Tirus, Sidon, Sodom, Gomorah dilawat Allah dan mujizat dilakukan di sana, mereka sudah pasti bertobat, tetapi Kapernaum tidak bertobat. Pada masa penghakiman, tanggungan Kapernaum akan lebih berat dari Sodom dan Gomorah. Kapernaum akan diturunkan di tempat orang mati yang paling bawah. Mengapa manusia berani dan bodoh? Kita ingin dielus-elus oleh Firman Tuhan, kita ingin mendengar Tuhan mencintai kita. Tetapi, Tuhan ketika mencintai kita, Dia akan meminta kita bertobat. Ketika pertobatan itu terjadi, kita akan tahu bahwa cinta-Nya pada kita sangat besar, membebaskan kita dari kutuk, dari segala sesuatu kegelapan yang kita tidak sadari. Kalau kita melihat prinsip ini, kita akan mengerti isi hati Allah. Kalau kita tidak membaca bagian Matius dari perspektif kitab Yesaya, kita akan berpikir bahwa Yesus sedang marah-marah. Tetapi dilihat dari perspektif kitab Yesaya, kita akan melihat cinta Tuhan. Tidak ada pengampunan tanpa pertobatan. Kita harus mengerti prinsip ini. Sekarang terlalu banyak orang yang mengajar baik dari luar Kristen ataupun dari dalam Kristen, dari luar gereja maupun dari dalam gereja, bahwa kita akan mendapatkan cinta kasih, pengampunan Tuhan. Tidak ada pengampunan tanpa pertobatan.

Allah yang mencintai kita adalah Allah yang berteriak menegur dosa, yang datang dengan menyatakan kesalahan-kesalahan kita. Allah yang mencintai kita adalah Allah yang hadir untuk menegakkan kesucian-Nya, dan ketika kita bertobat maka kita akan menemukan cinta kasih-Nya yang besar. Cinta kasih Allah hanya bisa kita alami dan terima jika dan hanya jika di dalam pertobatan. Jangan keraskan hati. Saya berbicara di sini kepada orang-orang yang mungkin baru pertama kali mendengarkan hal ini. Mungkin belum pernah mendapatkan cinta kasih Yesus Kristus. Saya tidak akan memberikan kalimat-kalimat penghibur, “Terima Yesus Kristus maka engkau akan dipulihkan, atau sembuh, atau jadi kaya, dapat berkat.” Kita tidak mungkin terima Yesus Kristus kecuali kita bertobat. Bertobatlah, maka Kerajaan Allah itu dekat padamu. Saya berbicara kepada seluruh jemaat, dan juga saya sendiri, apakah kita sungguh-sungguh rela bertobat atau tidak? Apakah ketika Allah menyatakan diri kepada kita di dalam satu bagian dalam hidup kita maka kita rela untuk bertobat, untuk berbalik atau tidak. Kita menginginkan penyertaan Tuhan tanpa kita mau bertobat. Kita ingin keluarga kita dibereskan tanpa kita mau bertobat.

Yesus ditolak di Nazaret, kemudian pergi ke Kapernaum. Setelah Dia ditolak di Kapernaum, pada suatu hari, pada waktunya Tuhan, Dia akan pergi ke Yerusalem dan di kota itu pula Dia akan ditolak dan akhirnya dibunuh. Anak Manusia tidak punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Di manapun saja pelayanan Yesus yang merupakan cinta kasih Tuhan adalah pelayanan yang sekaligus ditentang dan diusir, ditolak dan dimatikan. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Australia. Lama-lama kota ini akan makin menjauhi Tuhan dengan terus bicara mengenai same sex marriage, mereka mau melegalkan kenajisan di depan seluruh publik. Kesucian Allah dibuang. Standar Alkitab dibuang. Segala sesuatu yang baik untuk kesejahteraan kota ini ke masa depan dibuang. Maka saya hanya teringat ketika menyiapkan kotbah ini pada satu kalimat Yesus sebelum Dia dipaku di kayu salib, “Wahai betapa baiknya engkau bila engkau tahu apa yang perlu untuk sejahteramu”. Wahai Nazaret, Kapernaum, Yerusalem, kita semua, “Wahai seluruh jiwa di sini, alangkah baiknya hari ini jika kita tahu apa yang perlu untuk sejahtera kita.” Kiranya ada pertobatan di dalam hati kita, jangan tolak, jangan lawan, jangan kita mengatakan bahwa kita menerima Yesus tetapi tidak pernah ada pertobatan. Kiranya kasihan Tuhan menolong hidup kita.