Arti Panggilan: Follow Me

Berdoa

Pengkhotbah: Pdt. Agus Marjanto, M.Th
Matius 4:18-22

Yesus pergi ke Galilea setelah diusir dari Kapernaum dan memanggil beberapa murid-Nya lagi. Pemuridan pertama kali ada dalam catatan Yohanes. Yohanes Pembaptis adalah salah satu the greatest reductionist di dalam dunia. Ketika Yohanes melihat Perjanjian Lama, dia melihat satu hikmat Mesias akan datang. Dan Kristus itu yang akan menebus dosa umat manusia. Dia meneliti satu per satu dan ketika dia melihat Yesus, dia langsung bicara: Inilah Orangnya. “Lihatlah Anak Domba Allah”. Maka seketika itu juga, 2 murid Yohanes Pembaptis dipersilahkan untuk mengikut Yesus yaitu Yohanes dan Andreas. Yohanes Pembaptis seorang besar yang diurapi oleh Tuhan. Tetapi orang yang diurapi oleh Tuhan itu adalah tetap orang yang paling rendah, lebih rendah dari budak dibandingkan Kristus yang mulia. Yohanes, murid Yohanes Pembaptis yang kita kenal itu menjadi murid Yesus, dilepaskan dan kemudian mereka mengatakan: Guru, di mana Engkau tinggal? Di situ mulai perjumpaan antara murid-murid pertama dengan Yesus Kristus. Dan kemudian waktu berlalu demi waktu. Yesus mulai mengajar di Galilea meskipun pada saat itu Dia mungkin masih ada di Kapernaum.

Suatu hari, Alkitab mengatakan di Injil Lukas; “Yesus Kristus ada di daerah tepi danau Galilea”. Dan saat itu, Yesus dihampiri oleh orang banyak, yang mau mendengarkan pengajaran-Nya. Kemudian Yesus melihat ada 2 kapal milik Simon salah satunya. Yesus masuk ke dalam kapal itu dan mengatakan, “Sekarang tolaklah kapal itu sedikit menjauh dari tepi”. Maka ditarik dari tepi lalu Yesus di sana mengajar orang banyak. Setelah pengajaran selesai dan orang banyak itu kemudian mulai berduyun-duyun pulang, maka Yesus Kristus berkata kepada Simon: “Simon, mari kita pergi ke tempat yang dalam untuk menangkap ikan.” Pada saat itu Simon, seorang nelayan, baru pulang dari laut yang dalam. Lalu Simon Petrus mengatakan: “Guru, sudah semalaman kami berusaha untuk menangkap ikan tetapi kami tidak mendapatkan apa-apa.” Dengan perasaan sungkan Petrus mengatakan, “Tetapi karena Engkau yang suruh, OK lah, sekarang aku ikut saja.” Dalam pikiran Petrus, ini sebenarnya pekerjaan yang sia-sia dan memboroskan waktu. Saya katakan kepada saudara, kalau kita taat, tidak mungkin sia-sia dan boros waktu. Kemudian Petrus mendayung sampai tempat yang dalam. Lalu Yesus berkata: “Tebarkan jalamu.” Lalu ketika ditebarkan, maka ikan-ikan terangkat dan jala itu mulai koyak, sudah tidak bisa lagi menampung. Alkitab mengatakan 2 perahu penuh dengan ikan dan hampir tenggelam. Begitu sampai ke darat, Simon langsung turun, dia langsung tunduk dan berlutut di bawah kaki Yesus. Dia mengatakan: “Guru, aku orang berdosa. Pergi, pergi!” Jikalau kita sungguh-sungguh anak Tuhan, berkat Tuhan tidak akan hanya membawa kita kepada “Haleluyah, puji Tuhan, aku dapat berkat.” Tidak! Berkat Tuhan kepada anak Tuhan yang sejati akan membuat kita sadar, aku orang berdosa. Aku tidak layak mendapatkan ini. Di saat seperti itu, maka Yesus mengatakan: “Ikutlah Aku, Petrus”. Aku akan menjadikan engkau penjala manusia. Perhatikan, kalimat Yesus ini adalah satu-satunya kalimat yang ditulis di dalam Matius. Dari seluruh ayat 18-22 hanya ada 1 kalimat dari Yesus, yaitu “Ikutlah Aku, maka Aku akan menjadikan engkau penjala manusia”. “Follow Me”. Mari kita mengingat satu kalimat ini. Follow me. Dengarlah apa yang merupakan isi hati Kristus. Dengarlah panggilan-Nya.

Tiga aspek dari arti panggilan Allah:

  1. Isi Panggilan.
    “Follow Me” adalah bicara berkenaan dengan isi panggilan, yaitu mengikut Kristus. Ini adalah panggilan kita semua. Apa yang Dia ucapkan kepada Petrus adalah ucapan yang sama kepada murid-murid yang lain dan kepada kita. Perhatikan beberapa poin ini. Lihat Yohanes 1:43 dan Matius 9:9. Kalimat Yesus ini merupakan isi panggilan. Panggilan Kristen yang sejati adalah panggilan untuk mengikut Kristus Yesus dan panggilan itu artinya panggilan untuk dimuridkan (discipleship). Banyak orang Kristen berpikir salah di dalam hal panggilan ini. Panggilan itu berbeda dari profesi. Profesi adalah sesuatu sistem hidup atau wadah di mana panggilan itu akan kita kerjakan di dalam urusan talenta kita. Namun ‘panggilan’ jauh lebih dalam, jauh lebih esensial dan itu jauh lebih besar jangkauannya daripada sekedar profesi walaupun memang benar kata profesi di dalam bahasa Inggrisnya adalah vocation dari bahasa Latin itu adalah vox (suara). Panggilan kita dipanggil oleh suara dari Kristus untuk mengikut Dia, untuk dimuridkan, dibentuk oleh Dia, untuk segala sesuatu dalam hidup kita itu kehendak-Nya kita lakukan, kita laksanakan dan kita taati. Itu adalah panggilan kita di dalam seluruh apapun saja profesi kita. Profesi demi profesi, kedudukan demi kedudukan bisa berubah.

    Kalau saudara perhatikan seluruh rancangan hidup bagi Yusuf, profesi demi profesi itu berubah-rubah. Dia adalah seorang anak, budak, pembantu, manager, narapidana dan perdana menteri. Meskipun profesinya berubah, tetapi di mana saja, entah di atas, entah di bawah, maka dia harus memunculkan bahwa dirinya adalah murid Kristus. Ini adalah panggilan yang paling utama. Profesi saya adalah hamba Tuhan, tetapi panggilan saya adalah seorang yang dipanggil mengikut Kristus. Seorang yang dipanggil untuk dimuridkan oleh Kristus. Biarlah ini boleh ada di dalam hidup saudara. Di mana saja, baik di mimbar maupun di jalanan, ataupun di tempat penjara, maka orang tersebut adalah dipanggil untuk satu hal, yaitu mejadi murid Kristus. Saudara mengerti ini maka saudara tidak akan terkotak-kotak di dalam hidup. Kita semua dipanggil dengan satu kata yang sama. Dan semua dipanggil dengan satu prinsip yang sama: Follow Me. Satu per satu dipanggil untuk satu hal, yaitu dimuridkan. Dipanggil untuk makin lama makin dikuasai oleh Kristus.

    Setelah Petrus, Andreas, Yakobus dan semua satu per satu dipanggil menjadi murid Yesus, mereka secara intens mempelajari kalimat Yesus dengan sungguh-sungguh, melihat isi hati Yesus dan sungguh-sungguh meneliti pengajaran Yesus. Satu per satu mengalami pembentukan hidup dan juga membentuk interaksi satu dengan yang lainnya yang mungkin sangat menyakitkan. Yesus pernah mengatakan: Enyah engkau setan kepada Petrus. Yesus pernah menghardik 2 anak guntur; Yohanes dan Yakobus (boanerges). Sedikit demi sedikit marah adalah karakter mendasar yang ada pada mereka. Tetapi setelah mengikut Yesus beberapa tahun kemudian, ada interaksi, bentukan, disiplin karena mereka adalah disciple. Maka kemudian apa yang terjadi? Yohanes menjadi rasul kasih. Sedikit-sedikit bicara: ‘Kasihilah satu dengan yang lain”. Kalau engkau sungguh-sungguh mentaati Kristus, maka engkau mengasihi Dia, mengasihi Firman-Nya, mentaati Firman-Nya.’ Setiap kali bicara itu berarti sepanjang bertemu dengan Yesus Kristus, Follow Me, ada bentukan, ada pelajaran. Sekarang kalimat yang sama, hadir pada kita pada pagi hari ini. Follow Me. Tetapi banyak orang tidak mengerti prinsip ini maka dia tidak mau belajar. Berapa orang yang mau belajar Alkitab? Berapa orang yang mau belajar di bawah sekolahannya Yesus Kristus? Berapa orang yang mau diajar untuk berdoa?

    Perhatikan prinsip ini. Panggilan pertama bukan pelayanan tetapi mengikut Kristus dan dibentuk oleh Kristus. Panggilan pertama kita adalah panggilan untuk mendekat kepada Kristus, untuk serupa dengan Kristus. Dan di dalam bentukan seperti itu maka baru Kristus akan memakai kita berguna di dalam Kerajaan-Nya. Banyak orang ingin menjadi berkat bagi orang lain tetapi tak mungkin menjadi berkat bagi dunia ini, tak mungkin menjadi berkat di dalam Kerajaan Allah kalau saudara dan saya tidak mau dibentuk. Tak mungkin kita menjadi berkat dan mengabarkan Injil dan mengabarkan Kristus yang hidup itu kecuali kita mau taat. Follow Me dan Aku akan jadikan engkau penjala manusia. Ini adalah kehidupan yang intim dengan Tuhan. Semakin intim orang itu dibentuk oleh Tuhan, semakin orang itu kenal Tuhan, semakin dia akan diurapi oleh Tuhan.

    Di tempat yang lain, yang saya mau tegaskan di dalam poin pertama ini adalah kata “Follow Me”, adalah sesuatu privilege. Jikalau engkau adalah orang Kristen maka kata ini akan muncul di dalam kehidupanmu. Sebenarnya di dalam kehidupan Petrus, kata ini muncul minimal 3 kali di dalam Alkitab. Yesus berkata kepada Petrus di saat dia goyah, di saat dia mau mundur iman, selalu Yesus datang dengan mengatakan “Follow Me, Peter Follow Me.” bukan hanya 1 kali. Kalimat ini juga sama terhadap engkau. Setiap daripada saudara ketika mau jatuh, mau mundur kalimat ini akan muncul; “Follow Me. Ikutlah Aku”. Jalan terus jangan mundur. Kalimat Yesus Kristus ini adalah sesuatu previlege, hak istimewa yang besar sekali yang boleh dan bisa ditangkap oleh manusia yang hidup. Di dalam kitab Mazmur ada 1 kalimat; ‘Berbahagialah orang yang dipanggil mendekat kepada Tuhan.’ Dan kalimat ini adalah kalimat untuk memanggil saudara dan saya makin hari makin mendekat kepada Tuhan.

  2. Sifat atau natur panggilan.
    Panggilan “Follow Me” adalah panggilan di dalam kedaulatan dan anugerah Allah semata. Dialah yang berhak memanggil dan kepada siapa Dia memanggil, maka itu adalah keputusan di dalam kedaulatan-Nya. Alkitab mengatakan bahwa “bukan kamu yang memilih Aku tetapi Aku yang memilih kamu.” Ketika saya merenungkan perkataan Yesus Kristus di dalam Matius 4 ini, mengapa Anak Allah, Allah oknum kedua datang ke Galilea, kepada orang-orang nelayan biasa yang miskin yang tidak terpelajar dan mengatakan: Follow Me? Mengapa suara Allah yang Maha Kuasa dan Maha Besar itu diberikan kepada mereka dan bukan orang-orang yang besar menurut ukuran dunia? Kalau melihat prinsip ini maka saudara akan sangat dikagumkan dan digentarkan karena setiap kali Allah bertindak, Dia bertindak di dalam kebebasan, kedaulatan-Nya. Ada satu kalimat di dalam Korintus yang ditulis oleh Paulus menggambarkan kondisi ini. Lihat 1 Korintus 1:26-31. Di dalam hikmat Allah dan kebesaran-Nya, di dalam anugrah-Nya di dalam kedaulatan-Nya, maka Dia datang ke dunia dan kemudian mencari Petrus, Yohanes, Yakobus, Filipus, dan semua orang yang Dia mau menyatakan kasih-Nya, kepada kita. Satu prinsip di sini, yaitu bahwa bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku yang memilih kamu, dan Aku sudah menetapkan engkau untuk berbuah dan buahmu itu lebat.

    Saudara mungkin berkata: “Tapi saya yang memilih waktu itu.” Jawabannya adalah tidak. Kalau engkau bisa menjadi orang Kristen dan sungguh-sungguh engkau adalah anak Tuhan, lahir baru, Roh Kudus ada di dalam hati kita, itu adalah karena Tuhan yang memilih kita. Sepanjang saudara tidak sadar akan hal ini, saudara tidak akan mengerti apa itu hak istimewa. Saudara dan sayalah yang dipilih oleh Tuhan, bukan kita yang memilih Tuhan. Tuhan tidak memilih kita karena kita kaya, baik, suci ataupun berjasa. Tidak ada apa-pun dari kita yang melayakkan kita untuk dipilih. Tetapi kita dipilih karena dua hal ini. Pertama, supaya benar-benar Allah saja yang dipermuliakan. Jangan sampai ada satu orang-pun yang membanggakan diri dan mengatakan: aku dipilih karena aku rajin ke gereja, aku dipilih karena aku orang yang sungguh-sungguh benar-benar hidupnya aku jaga bersih. Tidak! Sebaliknya, kita dipilih, maka kita benar, kita dipilih maka kita jadi baik, kita dipilih maka kita jadi rajin. Seluruhnya, kalau saudara mengerti doktrin Reformed, maka saudara akan melihat segala sesuatu adalah kedaulatan Allah semata. Sekali lagi, kenapa kita yang seperti ini yang dipilih? Bukan Athena, bukan Roma, bukan Yerusalem, mengapa kita? Mengapa Galilea yang dipilih? Jawabnya adalah pertama, untuk seluruh orang yang dipilih hanya mengerti satu hal: soli Deo gloria. Kemuliaan hanya bagi-Mu, tidak ada bagiku, karena segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, kepada Dia, untuk Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Kedua adalah untuk mempermalukan orang dunia. Kalau orang Kristen, anak Tuhan mengerti Firman, sebodoh apa-pun, maka orang tersebut akan memiliki hikmat lebih besar dari dunia. Masalahnya adalah saudara dan saya meneliti Firman untuk mendapatkan hikmat Allah atau tidak? Follow Me, natur panggilan itu adalah seturut dengan kedaulatan Allah.

  3. Ini menyatakan kontinuitas rencana keselamatan Allah di bumi ini.
    Sekali lagi, kontinuitas. Rencana keselamatan Allah di bumi ini. Saudara perhatikan baik-baik satu kalimat di bawah ini yang mengandung suatu prinsip teologia yang dalam. Ini adalah cara Allah meneruskan covenant of grace. Di dalam Alkitab ada satu pengajaran bahwa kita semua lahir sudah berdosa, kita adalah mahluk yang berdosa. Kenapa? Ini adalah prinsip Alkitab, dan secara teologis kita berdosa karena Adam berdosa, kita semua di dalam Adam. Itu namanya representatif, federal, head of. Adam adalah kepala seluruh umat manusia. Adam adalah satu pribadi yang paling rohani di antara kita semua dan Tuhan pilih dia menjadi wakil, representatif, kepala dari seluruh umat manusia. Adam adalah perwakilan dan yang menghubungkan antara Adam dan kita yang diwakili disebut sebagai covenant, diikat menjadi satu. Alkitab mengatakan, di dalam kekekalan, Allah sudah memiliki rencana keselamatan dan pada waktunya, Yesus Kristus diutus di dunia dan Yesus Kristus menggenapi apa yang gagal digenapi oleh Adam. Sehingga, karena Adam berdosa, maka saya berdosa, itu karena Adam berdosa, dosanya dicangkokkan kepada saya, diimputasikan kepada saya karena dia adalah wakil dan ini adalah jalur covenant. Sebaliknya, Alkitab mengatakan karena Kristus benar, maka upah kebenaran Kristus dicangkokkan ke kita, diimputasikan ke kita yang dipilih Allah, menjadikan kita di hadapan Allah di dalam Kristus kita adalah orang benar.

    Pencangkokan atau imputasi ini, kebenaran Kristus menjadi kebenaran saya menjadi satu covenant yang baru. Di dalam prinsip seperti ini, orang-orang berdosa menjadi satu dengan Adam, orang-orang yang dibenarkan menjadi satu di dalam Kristus. Perubahan dari “di dalam Adam” menjadi “di dalam Kristus” atau dengan bahasa yang lebih mudah, perubahan dari kegelapan menjadi terang, maka itu ada sesuatu pekerjaan Allah yang besar disebut sebagai covenant of grace. Covenant of grace mengubah kita yang tadinya diwakili Adam sekarang kita itu diwakili oleh Kristus sehingga orang-orang yang mendapatkan covenant of grace adalah orang-orang yang mendapatkan keselamatan, pembenaran di dalam Yesus Kristus. Keberhasilan dari covenant of grace diteruskan di dunia ini, Allah dengan memakai 2 pribadi. Pribadi pertama adalah pribadi Allah yang mengutus Roh Kudus. Yang kedua adalah pribadi manusia, Dia memakai orang-orang yang diselamatkan di dalam Kristus. Orang-orang yang diselamatkan di dalam Kristus akan berkata, akan bertindak, akan berlaku kepada dunia ini serupa dengan Kristus dan berkata-kata mengenai siapakah Kristus itu. Kemudian Roh Kudus akan memakai perkataan kita, kehidupan kita, dan contoh kita untuk mencelikkan orang lain. Kemudian orang lain itu ada di dalam Kristus, dan orang itu kemudian berkata lagi kepada orang lain dan orang lain itu kemudian ada di dalam Kristus di dalam covenant of grace. Perhatikan cara kerja Allah ini. Allah memakai cara kerja untuk meneruskan pekerjaan-Nya untuk terus menerus covenant of grace itu disebarkan di seluruh dunia sampai kerajaan-Nya datang dengan satu suara ini: follow Me.

Kalimat follow Me diucapkan kembali secara harafiah oleh Paulus (1 Korintus 11:1). Jadilah pengikutku sama seperti aku juga pengikut Kristus. Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi bila Yesus Kristus tidak memanggil murid-murid-Nya. Maka kontinuitas ini tidak ada. Ini yang dikerjakan: Allah Bapa mengutus Allah Anak. Setelah Allah Anak menyelesaikan pekerjaan-Nya dan Dia kembali ke surga, dan Dia akan kembali lagi ke bumi pada saat yang Dia tentukan sendiri di dalam kekekalan. Maka sepanjang waktu dari jaman ke jaman, sepanjang bumi ini berputar dan sebelum Anak Allah datang untuk yang kedua kalinya, maka seluruh orang-orang yang akan dipanggil-Nya itu mulai dari murid-murid-Nya. Dan ketika murid-murid-Nya ada, Yesus katakan: follow Me dan mereka meninggalkan segala sesuatunya, mereka seumur hidup, seluruh hatinya mengikut Yesus Kristus, belajar, dibentuk oleh Yesus Kristus, dan taat pada Yesus Kristus. Kemudian Kristus pergi ke surga. Kemudian mereka mengajar kepada orang yang lain yang lebih muda mengatakan: follow me, ikut aku karena aku mengikut Kristus.

Alangkah indahnya bila ini ada di dalam gereja. Setiap pemimpin gereja berkata kepada seluruh jemaatnya: follow me, sama seperti aku mengikut Kristus. Dan alangkah indahnya bila ini ada di dalam setiap keluarga, setiap orang laki-laki, setiap bapak-bapak mengatakan kepada anak-anaknya, seisi keluarganya: ikut bapa, ikut aku sama seperti aku mengikuti Kristus Yesus. Jikalau ini ada maka covenant of grace ada di seluruh dunia, satu persatu hati setiap manusia ditaklukkan. Covenant of grace akan masuk di dalam keluarga kita, di dalam anak, cucu kita. Jangan take it for granted, jangan berpikir bahwa anak kita atau keluarga kita pasti diselamatkan karena kita pergi ke gereja. Billy Graham mengatakan bahwa bila kita berada di bengkel atau ke garasi maka engkau jadi mobil, tidak! Saudara harus menyatakan itu kepada anak, keluarga kita. Gereja harus menyatakan kepada dunia. Apa yang sekarang dunia tidak bisa lihat adalah karena tidak ada contoh di dalam hidup kita, pemimpin-pemimpin gereja. Saya mengatakan hal ini, saya tidak mengatakan dengan kebanggaan bahwa saya lebih baik dan benar dari orang lain, kita semua orang berdosa. Tetapi kita harus mengerti ada standard yang Tuhan nyatakan. Kita semua harus mengikut Kristus baru kita memiliki kekuatan dan kuasa berbicara: “Ikutlah aku sebagaimana aku mengikut Kristus”. Kita semua, bapak-bapak, dan laki-laki yang ada di sini juga harus mengikuti Kristus. Apakah saudara-saudara berani mengatakan kepada anak saudara: ikutlah aku karena aku mengikut Kristus?

Satu cerita yang sungguh-sungguh terjadi. Sudah bertahun-tahun, seorang laki-laki di kota Chicago memiliki kebiasaan pergi bekerja pagi-pagi, tetapi di tengah jalan dia akan selalu membelokkan kakinya untuk mampir ke bar dan minum bir sebelum dia bekerja. Itu dilakukan hari demi hari, tahun demi tahun. Suatu hari, di pagi yang bersalju, dia sekali lagi melakukan yang sama. Tidak ada orang yang tahu. Tetapi tiba-tiba, di tengah jalan itu, dia mendengarkan ada suatu suara yang kecil: Daddy, I am coming in your step. Orang itu kaget, dia berbalik ke belakang dan kemudian dia melihat anaknya sendiri, mengikut jejak langkah ayahnya yang tercetak di salju itu, jejak langkah yang menuju ke bar. Begitu ayahnya sadar, dia langsung berteriak dengan gemetar kepada Tuhan: “Oh Tuhan, saat ini anakku mengikuti jejakku. Tolong aku, aku sekarang akan mengarahkan jejakku ke arah yang lain. Aku akan memutar jejakku, aku akan memutarnya dan mengarahkannya ke tempat yang lain.”

Setiap bapak-bapak, buka hatimu, buka hidupmu! Sekarang saya tanya, apakah engkau sungguh-sungguh ingin anakmu mencontoh hidupmu? Suatu hari engkau kalau sudah tua, engkau lihat anakmu tidak pergi ke gereja, atau anakmu main games, main handphone di gereja, atau main video porno, main perempuan dan engkau marah, engkau tanya: kenapa seperti itu? Dan mereka menjawab: “Aku mengikuti jejakmu”. Kalau anakmu tidak peduli dengan keluarga dan tidak peduli dengan Tuhan, yang paling penting karir dan uang, dan anakmu mulai break, lalu kemudian ditanya mengapa seperti ini? “Aku mengikuti jejakmu.”

Pagi ini, Kristus memberikan satu jejak yang suci, satu jejak yang sungguh-sungguh akan membahagiakan keluargamu. Follow Me Peter, follow Me. Petrus, Yakobus, Yohanes dan seluruh rasul, seluruh bapa gereja berseru dengan satu suara yang sama: ikut aku anakku, ikut aku jemaatku, sebagaimana aku itu mengikut Kristus. Christ, I am coming in your step. Saya minta sungguh-sungguh, seluruh laki-laki yang ada di tempat ini, sama seperti Yesus Kristus memilih murid-murid-Nya, saudara serius pagi ini di hadapan Tuhan, dengarlah suara Tuhan: Follow Me, dan engkau akan Ku-jadikan penjala manusia, hidupmu tidak akan sia-sia, hidupmu Aku akan pakai untuk kemuliaan nama-Ku. Laki-laki bersikaplah laki-laki di hadapan Allah, engkau adalah pemimpin keluarga dan bukan istri yang harusnya lebih rohani daripada kita. Kita semua harus memimpin istri dan anak-anak kita. Kiranya Tuhan menyertai kita.