Arti Panggilan: Follow Me (4)

Pengkotbah: Pdt. Agus Marjanto, M. Th
Nats: Matius 4:18-23, Efesus 3:1-13. Follow Me (4)

Yesus berkata, “Ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”. Kalimat “Ikutlah Aku” dinyatakan oleh Kristus kepada Petrus bahkan minimal tiga kali di dalam seluruh ayat Alkitab. Pertama kali ketika Petrus sedang menjala ikan, maka Yesus katakan “Follow Me”. Kedua, saat Petrus imannya goyah karena Yesus Kristus menyatakan bahwa diri-Nya akan ditangkap, dan akan menderita, serta akan menjalani jalan salib, maka Petrus mengatakan, “Tidak Tuhan, itu tidak akan terjadi.” Yesus Kristus mengatakan “Follow Me, Peter”. Kemudian setelah Yesus mati dan bangkit dan setelah memulihkan seluruh kepercayaan diri Petrus yang tadinya runtuh karena sudah tiga kali menyangkal Yesus, maka kemudian Yesus menyatakan, “Engkau pada saat ini, masih muda, engkau bebas kemanapun engkau pergi, tetapi pada waktu tua, maka engkau akan diikat tanganmu dan engkau akan dibawa ke tempat yang engkau tidak kehendaki”. Alkitab mengatakan nubuatan Yesus bagaimana Petrus akan mati martir. Ketika Petrus mendengar kalimat itu, dia melihat Yohanes, kemudian dia membandingkan dirinya dengan apa yang akan terjadi mengenai kematian murid-murid yang lain. Lalu Yesus mengatakan, “Itu bukan urusanmu”, tetapi engkau ikut Aku.” Ketika kita mengikut Kristus, mata kita selalu memandang orang lain. Kita ingin membandingkan diri kita dengan orang lain. Yesus mengatakan, tidak Petrus, itu bukan urusanmu, engkau sekarang ikut Aku! Mata yang tertuju kepada Kristus Yesus, yang memimpin di dalam iman, dan membawa iman ini kepada kesempurnaan, demikian kata Ibrani. Ini adalah panggilan Yesus Kristus kepada Petrus untuk mengikut Dia seumur hidup, sebulat hati. Untuk apakah kita mengikut Yesus dan akan menuju ke mana? Yesus Kristus mengatakan, “Aku akan membuat engkau menjadi penjala manusia.” Perhatikan baik-baik, “Ikut Aku” itu berarti sekarang. “Aku akan” itu berarti ada sesuatu proses. Di dalam proses itu ada pemuridan, proses itu adalah proses untuk mengenal Kristus dan kemudian ujungnya adalah di dunia ini. Aku akan menjadikan engkau. Menjadikan apa? Menjadikan penjala manusia. Maka hari ini saya akan bicara berkenaan dengan apa itu menjadi penjala manusia. Apa relasi gereja dengan penjala manusia? Ini adalah sesuatu yang menjadi isi hati Tuhan sendiri.

Isi hati Tuhan adalah kita mengikut Kristus dan diproses dan kemudian menjadi penjala manusia. Menjadikan hidup itu memiliki arti yang sifatnya di dalam kekekalan. Di tengah seluruh pekerjaan di dunia, maka Tuhanlah yang menentukan di dalam Firman-Nya, apa yang bersifat kekal dan apa yang bersifat sementara. Apa yang berharga dan apa yang hina di tengah-tengah dunia ini. Maka masuklah di dalam bentukan Tuhan untuk menjadikan kita orang yang memiliki nilai yang kekal, memiliki pekerjaan yang sungguh-sungguh kekal adanya. Para murid-Nya melepaskan jalanya dan mengikut Kristus. Matius menuliskan, setelah Yesus Kristus mengatakan hal itu, maka Petrus kemudian mengikuti Dia, lalu kemudian Andreas mengikuti Dia. Semua murid mengikuti Dia dan Dia membentuk para murid menjadi penjala manusia. Ketika berbicara berkenaan dengan penjala manusia, ada satu hal yang penting di sini, yaitu Gospel. Penjala manusia tidak bisa dilepaskan dari Injil itu. Mari lihat Efesus. Mengapa lihat di dalam Efesus? Karena saudara akan mengerti, seorang yang tadinya mengabarkan agama, menjadi seorang yang mengabarkan Injil. Paulus sendiri menyatakan, “Dulu yang aku kerjakan itu sampah,” padahal agama adalah salah satu hal yang bernilai di dunia ini. Orang boleh membenci dan tidak menyukai agama, tetapi orang itu cepat atau lambat, akhirnya harus mengakui agama yang akan menang di seluruh dunia, tidak mungkin tidak. Agama itu adalah sesuatu yang selalu dimiliki oleh kita. Maka kalau kita melihat di dalam kitab Kejadian, maka manusia itu selalu diciptakan menjadi orang yang memiliki sifat budaya dan sifat agama. Tak mungkin saudara dan saya lepas dari hal itu. Saudara tidak mengakui sesuatu agama, saudara pada saat yang sama sedang beragama untuk yang sesuatu. Ini adalah sesuatu yang tidak mungkin akan lepas dari diri kita karena kita diciptakan sebagai makhluk yang berbudaya dan sekaligus makhluk yang beragama.

Tetapi Paulus, orang yang begitu ketat di dalam hukum Yahudi dan sangat meneliti seluruh agama Yahudi, dia mengatakan, “semua itu adalah sampah setelah aku bertemu dengan Kristus” Maka perhatikan baik-baik, ini bukan bicara mengenai agama, ini bicara mengenai Injil. Saudara-saudara mau untuk dibentuk dan dijadikan hidup yang berarti, maka saudara-saudara harus ada kaitan dengan Injil. Lalu apakah itu Injil? Sedemikian besarkah Injil itu sehingga memiliki nilai yang kekal? Kita akan menemukan 3 definisi Injil yang begitu jelas di dalam Efesus 3 yang dinyatakan Paulus kepada orang-orang Efesus.

1. Injil adalah sesuatu pewahyuan, rahasia, unsearchable riches of Christ.

Injil adalah satu pernyataan, rahasia, kekayaan, hikmat Allah, yang tidak terjangkau, yang tersembunyi berabad-abad. Perhatikan, di sini ada kata pernyataan rahasia, ini bicara berkenaan sesuatu yang misteri, pembukaan dan pewahyuan. Di dalam bahasa Yunani, pewahyuan atau Paneron, sesuatu yang sifatnya adalah apokaliptik, sesuatu yang tadinya tertutup, dibuka dan kemudian isinya dikeluarkan. Maka Injil itu adalah sesuatu pewahyuan. Injil adalah sesuatu pembukaan, sesuatu yang tadinya tersembunyi, rahasia, misteri tentang kekayaan hikmat Allah. Kekayaan hikmat Allah yang tidak terjangkau, yang tersembunyi berabad-abad. Di dalam bahasa Inggrisnya, maka Efesus 3 mengatakan Injil itu adalah sesuatu pewahyuan, rahasia, unsearchable riches of Christ. Karena hikmat Allah itu adalah Kristus, demikian kata Paulus di dalam Korintus. Kalimat ini mau menyatakan bahwa hikmat Allah yang tadinya tertutup, yang mulia, yang kaya, yang besar dan yang tidak mungkin satupun manusia bisa menjangkaunya, dibuka kepada umat manusia hanya melalui Injil. Injil inilah yang membuat kita mengerti berkenaan dengan pribadi Allah. Injil inilah yang membuat kita bisa mengerti siapa Allah itu, Injil inilah membuat kita bisa mengerti bahwa Dia adalah Allah yang memiliki sesuatu cara kerja dan memiliki isi hati. Paulus menyatakan inti Injil itu ada pada Kristus Yesus. Maka ketika kita membaca Injil, membaca Alkitab, maka kita akan makin mengenal Kristus. Semakin mengenal Kristus, kita akan makin mengenal hikmat Allah yang tersembunyi. Kita semakin mengenal The Glory of God dan rencana-Nya di dalam hidup kita, dan makin kita mengenal Allah yang mulia di dalam Kristus, maka makin kita takjub dan makin kita didorong, makin rindu untuk memberitakan Injil. Ini sesuatu proses yang begitu alamiah di dalam kerohanian Kristen. Semua orang yang makin mengenal Allah adalah orang yang rindu untuk menyatakan kepada dunia siapakah Allah itu. Orang yang makin mengenal Allah adalah orang yang dibakar di dalam hatinya rindu untuk makin mengenal Allah. Ini adalah satu kemuliaan, satu nilai yang lebih besar daripada apapun saja yang ditemukan di dunia. Mengapa kita tidak memberitakan Injil? Karena kita tidak mengenal Kristus. Kita tidak mengenal Kristus, karena kita tidak membaca Alkitab. Ini semua akan jadi satu kesatuan, itu adalah sesuatu yang tidak bisa ditipu, itu adalah sesuatu yang keluar dengan sendirinya. Ada hal-hal objektif dan subjektif di dalam rohani, dan dua ini menjadi satu tidak bisa dipisahkan. Kita tidak bisa dengan sesuatu cara, aku ingin, rindu memberitakan Injil, itu adalah sesuatu kebohongan. Bagaimana kita bisa memiliki kerinduan? Kenallah Kristus lebih dalam melalui Firman. Paulus menyatakan bahwa Injil itu adalah pernyataan rahasia, sesuatu yang tadinya tertutup, tentang apa? Tentang kekayaan hikmat Allah. Hikmat Allah adalah Kristus. Dan kekayaan hikmat Allah yang apa? Yang tidak terjangkau, yang tersembunyi berabad-abad, unsearchable reaches of Christ. Ada beberapa aplikasi di dalam point ini:

Aplikasi pertama, kita adalah orang-orang yang dipanggil untuk pergi memberitakan Injil kepada dunia. Tidak mungkin bangsa-bangsa menjangkaunya. Jangan pernah berpikir bahwa orang-orang itu akan datang ke gereja atau membaca Injil dengan sendirinya. Dunia bisa mengenal Injil jika dan hanya jika gereja yang pergi kesana. Sama seperti Petrus, Andreas, murid-muridNya, Paulus, mengenal Injil. Seperti Abraham, Nehemia, mengenal Allah di dalam Perjanjian Lama, itu adalah karena Allah yang turun, Allah yang menyatakan diri-Nya. Allah yang rela datang ke dunia. Tadi saya sudah katakan bahwa Yesus Kristus datang ke dalam dunia ini, voluntarily and independently, menyatakan rahasia Allah Tritunggal itu ke dalam dunia. Tanpa Dia datang, maka tidak mungkin sepandai apapun bisa mengenal Allah, isi hati-Nya dan pribadiNya. Maka di dalam ayat ini, apa yang menjadi isi hati Tuhan? Beritakan Injil, bergerak ke bawah, ke lapangan. Beritakan Injil itu meskipun itu mungkin bagi orang lain akan ditolak. Saudara dan saya panggilannya adalah bukan untuk diterima oleh mereka. Saudara dan saya panggilannya adalah untuk memberitakan Injil itu. Ketika Injil itu diberitakan, maka itu akan menjadi sesuatu yang terbuka bagi mereka. Dan suatu hari pemberitaan Injil itu tidak akan pernah menjadi sia-sia. Suatu hari itu akan menjadi sesuatu pengadilan atau sesuatu keselamatan bagi orang yang sudah mendengarkannya.

Aplikasi kedua, di dalam pengertian Injil yang begitu dalam dan begitu luas ini, maka ketika Alkitab menyatakan memberitakan Injil itu artinya adalah memberitakan segala sesuatu yang ada di dalam Alkitab (the whole Bible). Orang-orang Puritan mengatakan ketika kita dipanggil untuk memberitakan Injil, ketika jemaat dilatih untuk memberitakan Injil, itu adalah termasuk di dalamnya adalah khotbah, termasuk di dalamnya adalah guru-guru Sekolah Minggu yang mengajar. Pada waktu itu tentu belum ada guru Sekolah Minggu. Di dalamnya adalah pengajaran, katekismus, itu adalah sesuatu pemberitaan Injil. Saya mau saudara-saudara bisa mengerti apa yang disebut sebagai pemberitaan Injil. Pemberitaan Injil bukan saja saya datang ke tempat seseorang kemudian, “Ibu/Bapak sudah pernah dengar Kristus atau belum?” “Oh belum.” “Yesus Kristus itu mati bagi bapak dan bapak kalau pergi ke surga itu harus ada yang menebus, tidak bisa di dalam dosa.” Bukan itu saja. Itu termasuk, dan itu adalah sesuatu yang penting, tetapi bicara mengenai pemberitaan Injil adalah segala sesuatu yang dikerjakan untuk kita itu memberitakan the whole Bible. Sehingga, jikalau seseorang itu mengajar tentang Kristus dan membawa jemaat itu mengenal makin baik kepada Kristus, mengenal kedalaman Kristus, apakah dia sedang mengajar di mimbar, di kelas, ataukah dia sedang mengajar di remaja, atau Sekolah Minggu bahkan, atau pemuda, dia sedang memberitakan Injil. Ketika kita mengerti ini, maka di dalam aplikasi, kita jangan hanya senang tiap minggu mendengar kotbah. Kadang juga khotbahnya tidak karuan-karuan yang saudara dengar, bahkan mungkin saudara pikir, khotbahnya bagus. Lalu kemudian saudara-saudara pulang, tidak. Minta kepada Tuhan anugerah untuk mengangkat dari kehidupan saudara menjadi orang yang memberitakan Injil.

Maka bicara berkenaan Injil adalah the whole Bible. Bicara mengenai Injil adalah membuka siapakah Kristus itu, di dalam segala hal yang gereja itu nyatakan, bicara mengenai Injil bukan saja bicara mengenai saudara turun ke jalanan dan membagi traktat, tetapi di tempat yang lain saya harus katakan kepada saudara, terlalu banyak gereja, termasuk gereja ini, sangat kurang untuk turun ke jalanan dan membagi traktat. Kita diminta untuk menjadi garam. Garam di mana? Keluarga? Tidak. Yesus Kristus mengatakan engkau adalah garam dunia. Engkau adalah terang dunia, bukan kampung. Kita harus memberitakan Injil ke bawah, kita harus memberitakan injil ke Nias, kita harus memberitakan Injil dengan seluruh yang kita punya, dengan umur, kesehatan, keuangan, kita mesti turun ke lapangan. Gereja ini harus diisi dengan orang-orang lapangan. Kita semua adalah orang-orang di lapangan dunia untuk memberitakan Injil.

Hal yang lain, yang saya mau tegaskan di dalam hal ini. Di sini dikatakan bahwa Injil adalah pernyataan rahasia misteri kekayaan hikmat Allah yang tidak terjangkau, yang tersembunyi berabad-abad, unsearchable riches of Christ. Maka jikalau saudara-saudara tidak mengenal Injil, maka saudara tidak akan mengerti ini. Inti gereja adalah Kristus yang dinyatakan di dalam Injil. Saudara-saudara mungkin menjadi orang Kristen sudah bertahun-tahun lamanya tetapi saudara-saudara tidak mengenal Kristus yang dinyatakan di dalam Injil. Saudara tidak akan mengerti ada kekayaan, kemuliaan yang lain daripada hidup di dunia ini. Sebagai hamba Tuhan, saya mendorong saudara-saudara untuk membaca Alkitab, mendengarkan khotbah dan saudara-saudara makin hari makin bertumbuh melihat kemuliaan Injil Kristus, melihat kemuliaan Kristus yang dinyatakan di dalam Injil, di dalam Alkitab. Dan saudara-saudara akan melihat kemuliaan Allah. Dan saudara-saudara akan berubah hidupnya. Follow me, Peter, maka Petrus lihat Kristus yang adalah inti daripada Injil.

2. Injil diberitakan oleh satu institusi, yaitu oleh gereja.

Tugas dan panggilan Gereja ditentukan di dalam kekekalan sebagai alat Tuhan satu-satunya yang berdiri di hadapan kerajaan dunia dan di hadapan kerajaan setan untuk menyatakan rahasia kekayaan hikmat Allah yang tidak terjangkau, yang tersembunyi berabad-abad itu. Gereja yang tidak memberitakan Injil maka itu bukan gereja. Gereja yang tidak menyatakan Kristus itu bukan gereja. Sebenarnya kalau saudara-saudara bertanya kepada saya; saya sudah beberapa kali bersaksi, saya sebenarnya tidak suka masuk ke dalam gereja. Karena kalau bicara mengenai gereja, ada perkelahian di dalamnya, gereja berurusan dengan organisasi, ada tugas ini dan itu yang berurusan dengan organisasi. Saya berpikir kalau sudah bicara gereja, mungkin banyak orang sama seperti saya, 90% orang Kristen kalau bicara mengenai gereja adalah sesuatu hal yang negatif, bukan positif. Tetapi makin saya belajar Firman, makin saya menyadari isi hati Allah itu hanya pada gereja. Tentunya ketika saudara berbicara berkenaan dengan hal ini adalah bicara mengenai gereja yang tidak kelihatan. Dan gereja yang tidak kelihatan adalah gereja yang kumpulan umat Allah yang sejati. Tetapi kita harus mengetahui bahwa gereja yang tidak kelihatan itu dibentuk oleh Allah di dalam 1 gereja, institusi yang kelihatan dan melalui gereja yang kelihatan, Allah menyatakan Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia. Ketika saya berbicara berkenaan dengan gereja, pertama-tama saya mengatakan kepada Tuhan: “Tuhan saya mau untuk saya lepas dari gereja.” Saya dapat berkeliling membagikan pengenalan saya akan Tuhan dari satu gereja ke gereja yang lain dan saya akan menjadi berkat bagi seluruh gereja. Sampai kemudian saya menyadari itu adalah sesuatu kesombongan. Saya tidak mungkin menjadi berkat bagi seluruh gereja karena selalu “saya ada di dalam gereja.”

Gereja yang sejati itu lebih besar daripada kita secara pribadi. Gereja yang sejati adalah gereja yang merupakan isi hati Allah dan isi hati Allah itu dinyatakan untuk menyatakan kepada dunia Injil Tuhan, kekayaan yang tersimpan berabad-abad, unsearchable riches of Christ. Maka mengerti ini kita harus menghargai gereja, kita harus berani berdiri di depan kerajaan dunia, manusia apapun saja dan di depan kerajaan setan untuk kita menyatakan Injil. Gereja yang sejati selalu sifatnya perang. Gereja yang sejati selalu sifatnya perjuangan. Gereja yang bukan sejati selalu sifatnya, isinya hanya persekutuan. Kita tidak membangun satu gereja untuk mengumpulkan orang Kristen. Tidak. Kita membangun 1 gereja, itu adalah isi hati Tuhan untuk menyatakan siapa Tuhan itu di tengah-tengah dunia. Maka ini adalah sesuatu hal yang Tuhan itu nyatakan sendiri supaya sekarang oleh jemaat, diberitahu berbagai ragam hikmat Allah kepada pemeritah-pemerintah dan penguasa-penguasa di Surga. Dan hasil dari hal ini. Saudara perhatikan sekarang. Injil adalah kekayaan hikmat Allah yang tersembunyi berabad-abad dan itu adalah pada Kristus Yesus, Injil, gereja. Berdiri di hadapan kerajaan dunia dan kerajaan setan ditentukan oleh Allah untuk memberitakan Injil itu.

3. Pemberitaan Injil yang sejati akan mengalami sesuatu penderitaan dan penganiayaan.

Paulus mengatakan: “Itu sebabnya aku ini Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu.” Di dalam ayat 13, “sebab itu aku minta kepadamu supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakan ini.” Gereja yang sejati memberitakan Injil. Gereja yang sejati menyatakan siapa itu Kristus. Gereja yang sejati itu berperang dan gereja yang sejati itu secara hasil dari alamiahnya, akan menjadi gereja yang menderita, menjadi gereja yang dianiaya. Kita tidak mencari penganiayaan tetapi mau tidak mau, kalau kita menjadi gereja yang sejati, maka itu akan sesuatu implikasi yang terjadi di dalam kehidupan. Saudara-saudara, beritakan Injil, kenal Kristus, kenal Alkitab kita dan turunlah ke lapangan, ke jalanan, memberitakan Injil. Sebenarnya gereja yang kurang sehat adalah gereja yang seperti kita. Satu tahun satu kali pergi ke Nias memberitakan Injil. Semuanya senang pergi ke sana. Tetapi setelah satu minggu, lalu kemudian kita memberitakan Injil? Tidak. Itu kurang sehat. Saya tidak membandingkan gereja kita lebih baik daripada gereja lain. Saya membandingkan gereja kita seturut apa yang Alkitab itu nyatakan. Seharusnya yang kita kerjakan adalah kita harus setiap hari memberitakan Injil. Setiap hari makin mengenal Firman. Setiap hari makin mengenal Kristus dan setiap hari makin memberitakan Injil. Kristus Yesus mengatakan: “Follow Me, Peter and I will make you a fisher of men.” Kita tidak ditentukan untuk menunggu di rumah sampai maut mendatangi kita. Kita ditentukan sebelum maut menjemput, mengenal Kristus dan mengabarkan Kristus itu kepada dunia. Ini adalah sesuatu takdir yang baru bagi orang Kristen. Kristus menentukan satu hidup yang berkemenangan, hidup yang berguna, hidup yang diurapi oleh Tuhan, hidup yang dipimpin oleh Kristus agar dunia boleh mengenal Kristus melalui hidup dan melalui bibir mulut kita. Paulus menyatakan: “Ini adalah tugas penyelenggaraan yang dibebankan kepadaku karena kasih karunia-Mu, ya Tuhan.” Ini adalah sesuatu hidup yang diubahkan dan ketika orang itu diubahkan, Paulus diubahkan. Maka dia tahu, ini anugerah yang besar. “Peter, follow Me and I will make you a fisher of men.” Itu yang terjadi kepada Petrus, Andreas, bapak-bapak gereja, dan itu yang terjadi kepada orang-orang Kristen termasuk kita. Kenallah Kristus. Kenallah lebih dalam dan beritakan Dia seumur hidup kita. Kiranya Tuhan boleh menyatakan Firman-Nya.