[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

16 October 2022

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Karakter dari Ajaran Kristus tentang Pintu yang sesak, Jalan yang sempit (3)

Lukas 14:25-35, Matius 7:13-14

Kita menemukan kalimat yang tegas, kalimat yang absolut dan jujur dari Kristus Yesus. Kristus sendiri menyatakan bahwa mengikuti Dia bukanlah suatu hal yang mudah. Pintunya sesak, jalannya sempit dan ini dikatakan-Nya dari sejak pertama secara jelas. Kristus tidak mengatakan, “Kalau engkau mau menjadi orang Kristen maka pintunya itu sesak.” Tidak! Dia mengatakan, “Kalau engkau mau mengikut Aku, engkau mau menjadi murid-Ku, adalah sesuatu jalan yang sangat sempit. Yesus sudah menyatakannya dengan begitu jelas, begitu tegas, dan tidak menipu sama sekali. Bahkan Dia memberikan gereja-Nya satu simbol yang sangat terbuka dan begitu jelas yaitu salib. Salib itu simbol apa? Salib adalah simbol kematian perlahan yang menyakitkan pada waktu itu. Di tempat yang kita baca tadi Yesus pernah mengatakan seperti ini: Mana ada orang yang mau membangun menara, dia tidak menghitung dulu ongkosnya di depan; mana ada orang yang mau berperang tidak menghitung dulu kekuatan diri dan kekuatan musuh. Apa artinya Yesus mengatakan hal ini kepada kita? Yesus mau kita berpikir secara matang. Mengikut Dia bukan suatu permainan. Mengikut Dia tidak bisa dengan emosi sesaat. Mengikut Dia juga tidak bisa mengikuti pendapat orang lain. Setiap keputusan kita berespon kepada Kristus adalah keputusan eksistensial kita yang sudah dipikirkan secara matang.

Lihatlah populasi dunia, lihatlah agama apa yang paling mayoritas di dunia beberapa puluh tahun terakhir. Itu adalah agama Kristen, bukan? Tetapi kenyataan itu berbalik dengan apa yang Yesus katakan. Yesus mengatakan jalannya tidak banyak orang yang menemukannya. Itu artinya, dari besarnya jumlah kekristenan di dunia, sesungguhnya, di dalamnya begitu banyak kepalsuan. Kalimat ini sendiri menjamin bahwa orang yang terdaftar Kristen atau Katolik belum tentu pengikut Kristus yang sesungguhnya. Termasuk di gereja ini. Oh, number-nya lumayan yah. Yesus mengatakan tidak banyak orang yang menemukannya. Kita sudah berbicara 2 elemen mengapa jalan Yesus ini Yesus sendiri katakan sempit dan pintunya sesak.

Pertama, adalah karena untuk masuk jalan ini, saudara-saudara dan saya harus rela untuk direndahkan. Untuk ini maka Roh Kudus harus bekerja. Apa tanda Roh Kudus bekerja atau tidak bekerja pada seseorang? Bukan dia tahu teologi yang benar atau teologi yang salah. Kesejatian Roh Kudus bekerja dalam diri kita adalah aku ini direndahkan. Untuk mengikuti Kristus, untuk menerima anugerah-Nya, kita harus secara jujur, terbuka menyatakan bahwa aku manusia celaka, aku manusia binasa, aku orang berdosa. Mengatakan hal ini bukan dengan tertawa, bukan dengan enteng, bukan dengan bercanda, tetapi dengan remuk hati. Melihat ketidaklayakkan diri. Salah satu self-examination di dalam diri kita adalah saudara bisa lihat cetusan hati apa secara spontan ketika sesuatu diberikan atau diperlihatkan kepada kita. Ketika itu dinyatakan dan kemudian spontan dari hati kita berseru, “Tuhan, aku tidak layak, Ini bukan aku.” Maka kita menyadari itu pekerjaan Roh Kudus dalam pengudusan hidup kita. Dari sejak pertama, dari keselamatan sampai kita mati sampai kepada pemuliaan, maka seluruhnya adalah jalan anugerah. Ketika bicara mengenai anugerah, itu bicara mengenai Christ Alone. Tidak ada agama lain, tidak ada pendiri agama lain. Hanya Kristus semata. Anugerah. Christ Alone dan perendahan diri kita.

Hal yang ke-2, karena ajaran ini kalau kita ikuti maka akan menjadikan totalitas Kristus menjadi Raja kita. Kalau Dia bekerja, Dia selalu dealing dengan dosa. Kita tidak bisa menyembunyikan dosa kita, kita tidak bisa membuat satu dosa ini kita terus pegang. Jalan Kristus adalah jalan kesucian. Ketika bicara mengenai kesucian, kekudusan; kudus artinya sepenuhnya dimiliki oleh Allah saja. Sepenuhnya didedikasikan untuk dipakai oleh Allah saja. Sekali lagi kita tahu semua dengan istilah kekudusan ini yang sangat-sangat terkenal. Kekudusan adalah dipisahkan untuk didedikasikan bagi Allah saja. Kalau saudara lihat ada tanah yang kudus, piala yang kudus, cawan yang kudus. Apakah itu berbeda dengan seluruh cawan atau tanah atau piala yang lain? Tidak. Semuanya sama, tetapi penggunaannya hanya untuk tertentu saja. Kita bisa menjadi orang Kristen tetapi bukan umat yang kudus. Kita bisa menjadi orang Kristen, tetapi jalan di pintu yang lebar dan jalan yang luas itu. Kita bisa menjadi orang Kristen, tetapi tidak sepenuhnya hidup bagi Allah. Gagasan Kristen yang seperti itu enak dihidupi, tetapi sesungguhnya palsu adanya.

Saya akan bacakan khotbah Joseph Alleine seorang Puritan. Saya translate ke dalam bahasa Indonesia secara bebas dan kurang lebih satu halaman. Ada 2 jenis orang Kristen: yang sejati dan yang palsu. Pemercaya yang sejati adalah petobat yang tulus. Dia menerima Kristus secara utuh. Dia mengasihi bukan saja upah dari Kristus, tetapi juga pekerjaan Kristus. Dia menerima bukan saja keuntungan yang Kristus berikan, tetapi juga beban yang Kristus berikan. Dia bukan saja mau untuk mendapat hasil dari panen, tetapi juga bekerja di bawah kuk yang dipasang. Pemercaya yang sejati meninggikan perintah Kristus dengan menjalani jalan salib-Nya. Dan dengarkan apa yang dikatakan Joseph Alleine. Tetapi orang Kristen palsu menerima Kristus hanya sebagian saja. Dia mau menerima keselamatan dari Kristus tetapi bukan pengudusannya. Dia mau menerima hak-hak istimewa dari Kristus tetapi tidak mengenal pribadi Kristus. Dia mau memisahkan jabatan Kristus dan manfaat yang didapat dari jabatan itu. Ini adalah kesesatan dari dasarnya. Barangsiapa yang mencintai hidup kekal hendaklah berhati-hati! Ini adalah kesalahan fatal yang paling sering orang Kristen hidupi dan tidak ada yang lebih umum dari kesalahan ini. Yesus adalah nama yang indah, tetapi manusia tidak banyak yang mengasihi Yesus dalam ketulusan dan kesungguhannya. Banyak manusia tidak memiliki Kristus yang adalah Pemimpin dan Juruselamat; Tuhan dan Juruselamat. Mereka memisahkan Kristus yang adalah Raja dan Imam. Pastilah orang-orang ini tidak akan mendapatkan keselamatan yang Kristus janjikan dalam Firman-Nya karena meraka memisah-misahkan apa yang ada pada diri Kristus. Orang ini menginginkan pembebasan dari penderitaan tetapi bukan pembebasan dari dosa. Mereka menginginkan dirinya diselamatkan tetapi tetap mengingini hawa nafsu. Sungguh di sini mereka memisahkan Kristus lagi. Mereka mengingini dan merasa penuh untuk sebagian dosa yang dihancurkan, tetapi tidak mau meninggalkan pelukan Delilah atau bercerai dengan Herodiasnya. Orang-orang ini tidak bisa bertindak memotong tangan kanannya atau membuang mata kanannya jika itu menyesatkannya. Oh, sungguh berhati-hatilah hai orang Kristen karena jiwamu tergantung pada hal-hal ini. Pemercaya yang sejati yang tulus mengambil Kristus secara utuh, dia mengambil Kristus untuk semua maksud dan tujuannya. Tanpa pengecualian, tanpa batasan, tanpa syarat. Dia bersedia untuk memiliki Kristus di segala kehidupannya. Dia bersedia dikuasai Kristus sebagaimana dia bersedia dibebaskan oleh Kristus. Pemercaya yang sejati akan berteriak seperti Paulus: Tuhan apa yang harus aku lakukan, apapun saja Tuhan aku mau melakukannya. Orang ini memberikan kertas kosong yang sudah ditandatanganinya kepada Kristus untuk Kristus dengan bebas menuliskan segala syarat dan kondisi kehidupan yang dikehendaki-Nya untuk dia jalani. Pintunya sesak, jalannya sempit! Apakah kita mengerti implikasinya dalam hidup kita?

Sekali lagi, saudara-saudara dan saya bisa menjadi orang Kristen aktif di gereja tetapi sesungguhnya kita berjalan di pintu yang luas dan jalan yang lebar itu. Yesus sendiri mengatakan kalau engkau tidak memberikan seluruhnya maka engkau tidak bisa menjadi murid-Ku. Ya, engkau bisa menjadi hamba Tuhan, ya engkau bisa jadi penatua, ya, engkau bisa menjadi pelayan, ya, engkau bisa menjadi orang gereja yang disegani oleh orang banyak tetapi engkau tidak bisa menjadi murid-Ku.

Hal yang ke-3. Apa yang menjadi karakter pengajaran Kristus sehingga Dia mengatakan pintunya sesak dan jalannya sempit? Jalan mengikuti Kristus adalah jalan hidup di dalam 2 kerajaan/tension. 2 Kerajaan dan itu menghasilkan pergumulan yang tidak habis-habisnya di dalam hidup ini. Perhatikan kalimat di bawah ini, uji hidup kita dengan kalimat di bawah ini: Kalau hari ini, kalau di dalam hidup saudara saat ini tidak ada pergumulan, tidak ada pergumulan dengan bagaimana Firman diaplikasikan dalam kehidupan saudara, tidak ada orang yang mencibir hidup kita, bukan karena kita berdosa atau kita jahat kepada dia tetapi karena kita mau mengikuti ketaatan jalan Kristus. Jikalau pada saat ini atau dalam hidup kita tidak ada hal itu saya pastikan kita sedang berjalan di tempat pintu yang besar, yang lebar itu. Karena natur jalannya Kristus, ajaran Kristus sendiri selalu natur pertempuran, pergumulan, tidak bisa tidak. Kita adalah satu-satunya jenis mahkluk hidup yang ada di tengah-tengah 2 kerajaan yang saling beriris ini. Kita ada di dalam kerajaan dunia dengan seluruh permasalahannya. Tetapi di tempat yang lain, kita adalah warga negara surga dengan seluruh prinsipnya yang berbeda dengan prinsip dunia ini. Sampai kapanpun sepanjang kita hidup, selalu pergumulan ada dalam diri kita.

Kita bukan malaikat. Malaikat tidak memiliki pergumulan seperti kita, malaikat tidak membayar pajak, malaikat tidak ada urusan dengan seks. Mereka ada dalam Kerajaan Surga. Tetapi di tempat yang lain, orang-orang yang tidak mengenal Kristus 100% adalah dalam kerajaan dunia. Mereka berlaku sesuka-sukanya, seenak sendiri. Mereka mau sisihkan pajak juga boleh. Mereka mau bayar pajak juga boleh. Mereka tahu mereka adalah sexual being dan mereka mau bermain seks dengan siapapun saja oke. Tetapi kita orang Kristen yang sungguh-sungguh murid Kristus yang sejati kita punya masalah seperti dunia; kesepian, ingin dikasihi, seksual. Kita bukan malaikat yang terbebas dengan hal-hal itu, tetapi dari semua itu, saya tidak bisa mengambil orang lain lalu saya tidur dengan dia. Ada pemerintahan Kristus dalam hidup saya, dalam hidup saudara. Ini menjadi tegangan terus, tension yang tidak habis-habisnya sampai kita mati. Relasi dengan suami istri, kalau sudah di surga tidak ada cekcok, tapi kalau di dunia ya cekcok terus. Orang dunia mengatakan, “Oh, sudah ceraikan saja, selesai masalahnya." Tuhan mengatakan, “Tidak!” Di situ mulai tension-nya, ketemu satu rumah, satu kamar sama orang yang makin lama makin kita tidak sayangin itu bagaimana, sulit bukan? Saudara bisa lihat dan saudara bisa berikan aplikasi seluruhnya dalam hidup kita setiap detil kalau saudara dan saya sungguh-sungguh mau mengaplikasikan Firman. Kecuali kita tidak peduli. Tapi kalau sungguh-sungguh mau mengaplikasi Firman, saudara lihat selalu pergumulan. Ada satu kalimat di Alkitab ditulis oleh Paulus menggambarkan mengenai Demas mengatakan: "Demas sudah meninggalkan aku dan memilih mencintai dunia.” Apa artinya?  Demas tidak mau lagi untuk melihat Firman dan mengaplikasikannya dalam hidup. Mungkin sudah capek mungkin dia kecewa, dia diikat oleh dunia. Ketika bicara berkenaan dengan jalan mengikuti Kristus, implikasinya adalah kita tidak bisa mencintai dunia ini. Perhatikan baik-baik ayat-ayat Alkitab, saudara akan menemukan bahwa apa yang dinyatakan oleh Kristus tepat sekali, “Engkau mau menginginkan kekayaan.” Engkau menginginkan kekayaan, ‘cuma ingin’ saja, saudara-saudara, Alkitab mengatakan akan membawa menuju ke rupa-rupa kejahatan. ‘Cuma’, itu saja. Lalu saudara berkata, “Wah, saya punya keinginan untuk kaya.” Bagaimana diperangi saudara-saudara? Bergumul. Orang Kristen yang sejati tidak bisa jalannya, hatinya, enteng, tidak bisa saudara. Saya tidak katakan tidak ada damai sejahtera, tidak ada sukacita. Tidak saudara-saudara! Ada sukacita, ada damai sejahtera, tetapi di tengah-tengah pergumulan yang tiada habis di dunia ini. Bergumul itu karena apa? Bukan karena berdosa, bukan karena kebodohan kita, tetapi bergumul karena kita mau supaya Firman-Nya kita taati dan kehendak-Nya jadi dalam hidup kita saat ini.

Seorang teolog menyatakan hal ini: Orang-orang yang menyatakan bahwa mereka percaya kepada Kristus, tetapi tidak memiliki gairah di dalam hati mereka dan tidak memiliki penderitaan di dalam hidup, mereka tidak pernah mengalami ketidakpastian, keraguan, keputusasaan, pergumulan karena iman orang-orang ini sebenarnya hanya percaya pada gagasan tentang Kristen, tetapi bukan percaya pada Kristus sendiri. Dalam poin yang ke-3, kalau saudara dan saya mau untuk menggumuli Firman dan mengaplikasikan sungguh-sungguh, mau mentaati Firman maka pergumulan kita tiada habisnya. Entah dia bergumul bagaimana menerapkan Firman Tuhan di dalam keluarganya atau hatinya tidak tenang melihat pulau-pulau dan orang-orang yang di kejauhan bagaimana bisa mengenal Kristus, bagaimana Injil Kristus sampai kepada mereka meski ada harga yang harus dibayar. Dunia itu mencari kehidupan yang nyaman, yang self-centered. yang tidak peduli bagaimana pekerjaan Tuhan diaplikasikan dan disebarluaskan. Jikalau cara hidup kita seperti itu, bukankah kita adalah orang Kristen yang duniawi, Kita sama dengan dunia. John Stott, seorang teolog dan seorang yang sangat berpengaruh di dalam Lausanne Movement, dia mengatakan, “Orang-orang dunia sekarang sudah tidak pernah lagi mencemooh gereja karena memang tidak perlu ada yang dicemooh dalam gereja, karena sudah sama.” Saya tidak katakan kemudian kalau dicemooh pasti senang, karena apa dulu? Kalau memang salah kepada mereka, ya mereka akan mencemooh kita, tetapi, kalau sungguh-sungguh hidup kita berbeda, mereka akan mengejek kita. Sekali lagi, kita adalah satu-satunya jenis makhluk hidup yang ada berdiri di dalam dua irisan; kerajaan Allah dan kerajaan dunia. Kita ada di dunia dengan seluruh permasalahan penyakit dan segala hal yang ada di dunia kita tidak dilepaskan dari hal-hal yang menimpa dunia ini. Kalau sebelah kena virus corona kita juga akan kena virus corona kalau sebelah itu kena inflasi dan kena resesi dunia, kita juga akan kena dari resesi dunia. Saudara tidak akan menemukan orang reformed luar biasa setianya, tidak kena resesi dunia, tidak ada virus corona, tidak, saudara-saudara. Kalau sebelah agamanya apapun saja dipecat, kita juga mungkin akan dipecat; sebelah itu ada masalah dengan suami istri, kita juga akan ada masalah dengan suami istri; sebelah ada masalah dengan finance, kita juga ada masalah dengan finance apapun saja sama; tetapi cara penyelesaiannya harus dengan Firman. Bagi mereka, cara penyelesaiannya adalah self-centered, sehingga mereka tidak ada masalah. Mereka tidak memiliki pergumulan secara eksistensial dalam hal itu, tapi bagi kita, masalah ada tetapi kita mesti mentaati Raja kita dengan seluruh prinsip dan Firman-Nya. Itulah sebabnya Yesus mengatakan sangkal dirimu, pikul salib.

Terakhir hal yang ke-4. Jalan Yesus Kristus itu jalan pintu yang sesak dan jalan yang sempit adalah jalan yang diajarkan Kristus berimplikasi kepada penganiayaan. Ini adalah sesuatu yang jauh dari kita, tetapi saya yakin yang membuat jauh atau tidak itu adalah bukan tempat, yang membuat jauh atau tidak itu adalah apakah kita hidup sebagai seorang murid Kristus yang sesungguhnya atau tidak.  Saya minta melihat dua ayat yang begitu jelas, Kisah Para Rasul 14:22, perhatikan ini adalah ayat yang sifatnya universal, maka ayat ini bukan cuma sekedar buat Yohanes atau buat Petrus. Kalau Yesus bicara kepada Petrus, engkau turun dari perahu engkau jalan di atas air itu adalah khusus untuk Petrus, itu bukan untuk Agus, tetapi ayat ini bukan untuk Petrus, bukan untuk Yakobus saja, tapi seluruh murid Kristus. Ayat 22 “di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasehati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman dan mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” Untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah, saudara dan saya harus mengalami banyak sengsara. Sekarang mari kita lihat 2 Timotius 3:12, “memang di setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.” Setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus, godly life, kecuali kita mau menjadi orang Kristen, tetapi tidak mau hidup dengan godly; hidup yang saleh kalau engkau mau ini pasti Alkitab menjamin pasti ada aniaya, ini adalah sesuatu kejelasan. Bagian-bagian Alkitab menjelaskan kepada kita jalan mengikut Kristus adalah jalan salib dan sekali lagi adalah kematian di depan umum secara memalukan secara perlahan. Bahkan berkali-kali Yesus mengatakan kalau ada orang yang menganiaya engkau ampuni dia; ada orang menganiaya engkau kasihi dia. Matius pasal 5, khotbah di bukit: “Berbahagialah orang yang dianiaya karena kebenaran.” Mengapa pintunya sesak dan jalannya sempit dan tidak banyak orang yang mendapatkannya adalah karena ini adalah jalan terbuka untuk aniaya. Kalau saudara dan saya tidak ada aniaya itu bukan karena kita tinggal di Australia dan orang yang dianiaya ada tinggal di Afrika. Kalau saudara tinggal di Afrika dan hidup persis seperti dunia, saudara tidak akan mengalami aniaya. Kalau saudara hidup di Australia dan saya memegang kekristenan dengan sungguh-sungguh, ketat seturut apa yang dengan Yesus katakan, pasti akan jalan aniaya.

Saya akan akhiri poin ini. Yesus sedang berkhotbah di satu bukit yang kecil dan ada puluhan murid-murid-Nya selain 12 murid. Dan ini hanya beberapa bulan setelah Yesus mulai muncul di depan publik. Khotbah di bukit tidak dikhotbahkan Yesus ketika Yesus sudah mengakhiri pelayanannya hampir disalib, bukan. Itu di awal-awal dan murid-murid-Nya yang mendengarkan adalah murid-murid awal yang baru mengikut Yesus. Atau kalau saudara-saudara adalah orang yang baru diatestasi, sidi baptis. Ada Matius, Markus, Yohanes, Petrus, Yakobus, Andreas, Thomas, Yudas saudara Yakobus di sana; satu per satu mereka mendengarkan apa yang dikatakan Yesus ini bahwa pintunya sesak dan jalannya sempit. Beberapa tahun setelah itu Yesus mati, bangkit dan naik ke surga. Lalu belasan tahun setelah itu inilah yang terjadi Matius mati disiksa dibunuh dengan pedang di Ethiopia. Markus mati di Alexandria diseret hidup-hidup dengan kuda. Lukas digantung di Yunani. Yohanes digoreng di dalam minyak dan Tuhan memberikan mujizat, dia satu-satunya rasul yang tidak mati. Petrus disalib dengan kepala di bawah. Yakobus anak Zebedius dipenggal kepalanya di Yerusalem. Yakobus penulis surat Yakobus dilempar dari bubungan bait Allah, tetapi ternyata sampai di bawah dia tidak mati lalu kepalanya dipukul dengan martil besi. Bartolomeus nama lainnya adalah Natanael dicambuk sampai semua kulitnya terlepas di Armenia dan kemudian disalib. Andreas disalib dengan cara X sebelum dia mati. Tomas ditombak di India. Yudas saudara Yakobus penulis surat Yudas mati disalib, Matias dirajam dengan batu dan dipenggal kepalanya. Paulus dipenggal kepalanya dalam pemerintahan Nero. Timotius diseret hidup-hidup di kota Yerusalem sampai dia mati. Apakah saudara mengerti apa yang ada di pikiran mereka sebelum sesaat mereka mati? Dia mengingat kalimat Yesus ini: “Hai murid-Ku, pintunya sesak, jalannya sempit tidak banyak yang melaluinya, tapi Aku pastikan ujungnya adalah hidup yang kekal.” Apakah saudara mengerti bahwa kalimat Yesus ini sudah menerangi seluruh jalan seluruh murid. Yesus sudah membukanya di depan untuk menguatkan mereka, “Guruku bukan penipu.” Tapi semua orang Kristen yang ada di sini, apakah sungguh-sungguh kita menghitung biayanya? Masuklah melalui pintu yang sesak dan jalan yang sempit, tetapi menuju kepada kehidupan. Alkitab memberikan pencerahan kepada kita ini adalah jalan yang akan kita lalui. Kiranya Dia yang memberikan jalan seperti ini Dia memberikan Roh-Nya menguatkan kita sampai akhir.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^