[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

5 June 2022

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Pentakosta (1)

Kej 1:1-3

Hari ini kita memperingati Pentakosta (turunnya Roh Kudus). Yesus inkarnasi. Yesus mati. Yesus bangkit. Yesus naik ke surga. Dan dari surga, Dia mengutus Roh-Nya ke dunia ini. Seluruh poin-poin ini menjadi satu mata rantai yang tidak bisa diputuskan. Jikalau salah satu mau terjadi, sebelumnya harus terjadi terlebih dahulu. Yesus tidak mungkin mati, kecuali Dia harus berdaging dan itu adalah inkarnasi. Yesus tidak mungkin bangkit, kalau kematian-Nya itu bukan kematian yang sempurna. Yesus tidak mungkin pergi ke surga, jikalau Dia tidak bangkit. Dan jikalau Yesus tidak pergi ke surga, maka Roh Kudus tidak bisa dicurahkan oleh Yesus Kristus kepada manusia. Ini menjadi suatu mata rantai yang kokoh yang dari Tuhan yang pekerjaan-Nya yang kekal dinyatakan di dunia ini yang tidak mungkin bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Kesemuanya berhubungan satu dengan yang lain dengan begitu kokoh, mereka jatuh dan bangun bersama-sama. Ini adalah Kekristenan. Kekristenan itu bukan bicara tentang moralitas. Kekristenan adalah bicara mengenai pribadi Allah yang memiliki rencana yang kekal dan mulia yang dinyatakan di tengah-tengah dunia.

Di dalam Perjanjian Baru, maka pada hari Pentakosta, Roh Kudus itu turun pertama kali. Apakah dalam Perjanjian Lama Roh Kudus tidak pernah turun? Jawabannya adalah Dia turun, tapi Dia turun mengurapi satu, satu, orang yang Dia pilih, bukan sesuatu yang sifatnya komunitas. Tetapi dalam Perjanjian Baru, kita bisa mengerti bahwa Roh Kudus itu turun dan tidak pernah naik lagi, dan Dia turun untuk melahirkan gereja-Nya memimpin dan menyempurnakan gereja-Nya sampai bertemu dengan Yesus Kristus. Sebenarnya, menyebut nama Roh Kudus dan apalagi mengenal Dia dan pekerjaan-Nya, itu adalah suatu priviledge yang besar karena ini adalah anugerah khusus, ini adalah wahyu kudus, dan bukan umum. Ini tidak diberikan kepada semua manusia. Dan tidak ada orang yang bisa mengenal Kristus dan Roh Kudus, dan Bapa, kalau Dia tidak dikaruniakan dari Bapa. Seluruh umat manusia begitu lahir, mereka selalu memiliki konsep Allah, cuma 2. Yang pertama adalah monotheism, yang ke-2 adalah polytheism, cuma itu saja. Semua orang, saudara-saudara tanya dari dunia mana pun saja, dari tahun berapa dia lahir, tanya Allah itu saja, selalu dalam pikirannya cuma 1 saja atau Allah itu banyak, cuma itu. Tetapi Allah yang dinyatakan di dalam wahyu khusus dalam Alkitab ini menyatakan Dia bukan monotheism (satu saja), bukan polytheism (banyak), tetapi satu tiga, tiga satu, Tritunggal. Satu Allah, 3 Pribadi – Bapa, Anak dan Roh Kudus. Ini adalah pengajaran eksklusif yang hanya ada di dalam satu buku ini saja, tidak ada satu pun dari buku yang lain. Siapa yang dapat memikirkan tentang Roh Kudus? Siapa yang mengenal Dia? Siapa yang dapat mengerti sebenarnya bagaimana cara kerja-Nya? Semua pertanyaan itu tidak mungkin kita jawab kecuali kita bisa mengerti apa yang Alkitab katakan.

Hari ini kita merayakan Pentakosta. Roh Kudus turun di tengah-tengah dunia ini membentuk gereja-Nya. Dan ketika bicara mengenai Pentakosta adalah pekerjaan-Nya di dalam Perjanjian Baru. Tetapi pada pagi ini secara khusus, saya mau membawa saudara untuk melihat apa yang Alkitab katakan mengenai pekerjaan Roh Kudus di dalam Perjanjian Lama. Seorang theolog, B. B. Warfield dari OldPrinceton pernah menuliskan hal-hal ini. Dan B. B. Warfield sendiri adalah seorang theolog yang sangat kuat memegang doktrin Reformed mempertahankan di tengah-tengah arus liberal pada waktu itu. Dia adalah seorang terpelajar yang pandai pada waktu itu. Suatu hari ketika dia menikah dan dia berpergian untuk honeymoon. Tidak berapa lama kemudian, istrinya terkena penyakit yang melumpuhkan, sejak dia mulai menikah sampai matinya, puluhan tahun. Tetapi orang-orang di sekitar B. B. Warfield memuja-muji B. B. Warfield, mengatakan bahwa orang ini sungguh-sungguh adalah orang yang saleh, mereka jarang sekali melihat B. B. Warfield itu dalam waktu yang lama itu meninggalkan istrinya. Dia pengajar theologia di Princeton. Dia memiliki beberapa pelayanan. Tetapi kemudian ketika dia melayani, dia cepat-cepat pulang untuk memelihara, mengasuh istrinya. Dia menuliskan poin-poin yang akan kita pikirkan ini.

Itu karya Roh Kudus di dalam Perjanjian Lama. Ketika saya mengatakan Perjanjian Lama, itu tidak berarti tidak ada urusannya dengan Perjanjian Baru. Sebaliknya ketika kita melihat karya Roh Kudus dalam Perjanjian Lama, itu adalah suatu karya yang kontinuitasnya yang tetap dalam Perjanjian Baru sampai selama-lamanya. Dan ketika kita melihat karya-Nya dalam Perjanjian Lama, kita bisa lebih mengerti karya-Nya dalam Perjanjian Baru karena karya-Nya dalam Perjanjian Baru secara detail akan lebih kita dalami ketika kita mengerti karya-Nya dalam Perjanjian Lama. Pekerjaan Roh Kudus. Ketika saudara-saudara mendengarkan kalimat ini, saudara-saudara selalu akan berpikir seperti orang Kharismatik mungkin. Ragi dari orang Kharismatik harus kita keluarkan dari hati kita. Mereka mengajar, tetapi selalu memiliki titik berat yang salah. Iman menjadi tidak sehat dengan pengajaran yang meleset ini. Kalau tidak, malah iman itu akan menjadi sesuatu yang tersesat. Saudara-saudara, ketika berbicara berkenaan dengan pekerjaan Roh Kudus, mereka selalu mengatakan: itu adalah bahasa roh, itu adalah mujizat. Mereka selalu mengatakan orang-orang Reformed tidak mempercayai hal itu. Itu adalah satu hal kesalahan dari kalimat mereka. Kami mempercayai bahasa Roh tetap ada. Kami mempercayai bahwa mujizat itu tetap ada. Tetapi perhatikan baik-baik, tidak semua orang yang mengatakan: aku berbahasa roh, itu adalah bahasa roh yang sejati. Tidak semua orang yang bisa melakukan mujizat itu adalah hamba Tuhan yang sejati dan mujizat itu adalah dari Tuhan. Karena setan dapat melakukan mujizat dengan begitu mudah. Setan bisa menyamar menjadi malaikat terang. Maka jangan sekali-kali menyamakan kesejatian Roh Kudus dengan karunia-karunia seperti itu. Alkitab memberikan sesuatu kejelasan, kesejatian pekerjaan Roh Kudus. Bahkan Dia bekerja dengan cara seperti ini dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru sampai era gereja sampai seterusnya.

Mari kita sekarang melihat apa yang dikerjakan Roh Kudus dalam Perjanjian Lama. Ada 3 hal yang besar sekali.

Yang pertama adalah Roh Kudus bersama dengan Bapa dan Anak menciptakan dunia ini. Roh Kudus bersama dengan Bapa dan Anak menciptakan dunia ini. Oh, mungkin saudara pikir ini saya sudah pernah dengar. Dan saudara pikir, itu penciptaan, itu seluruh planet dan galaksi, tidak ada urusannya sama saya. Jangan buru-buru menyimpulkan. Mari kita melihat Alkitab kita. Kejadian 1:1-3, Pada mulanya Allah menciotakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Saudara-saudara, perhatikan ayat yang pertama. Pertama-tama adalah Allah menciptakan langit dan bumi. Dan bumi yang diciptakan itu belum berbentuk dan kosong. Jadi saudara-saudara, pertama-tama adalah Allah menciptakan langit dan bumi. Lalu kalimat selanjutnya adalah adanya rincian-rincian sampai berapa belas ayat, bumi yang kosong dan tidak beraturan itu sekarang menjadi indah dan teratur. Bumi yang tidak berbentuk dan kosong itu sekarang menjadi bumi yang berisi, yang teratur, yang indah seperti yang kita hidupi sekarang dan lihat. Dan sekarang saudara-saudara, perhatikan proses yang terjadi di dalamnya. Mulai dari bumi yang kosong dan belum berbentuk ini, maka di atas lautan itu atau di atas air itu, Roh Allah melayang-layang. Saudara-saudara, Roh Allah melayang-layang. Kata yang dipakai dalam bahasa Yunaninya itu adalah sama dengan mengerami; seekor ayam yang mengerami telur. Saudara-saudara perhatikan, ada sesuatu keunikan di sini. Saudara-saudara, di dalam kitab Kejadian pasal ini, saudara-saudara. Allah Roh Kudus ini dinyatakan sebagai Allah yang immanent, ada di bumi ini, bukan transcendent bukan di langit (di surga). Roh Allah itu immanent di dalam bumi yang kosong dan belum berbentuk ini. Dia bukan di surga. Gambaran ini menyatakan Dia ada di bumi ini. Bumi yang kosong dan belum berbentuk. Lalu lihatlah proses dalam penciptaan. Allah berkehendak. Lalu, Allah berfirman. Dan bumi yang kosong di mana Roh Allah itu melayang-layang di atasnya. “Jadilah terang. Dan terang itu jadi.” “Jadilah cakrawala. Dan cakrawala itu jadi.” Ketika Allah berfirman, saudara-saudara, langsung seluruh partikel-partikel tertentu bergerak membentuk apa yang difirmankan oleh Allah. Kekuatan pergerakan itu dari mana? Kekuatan pergerakan itu dari mana? Maka ayat-ayat ini mau menyatakan bahwa Roh Kuduslah yang memberikan energy untuk partikel ini bergerak. Saudara perhatikan semua yang terbentuk itu hadir dengan adanya satu fakta bahwa Roh Kudus melayang-layang di atas permukaan air yang kosong. Saudara-saudara, dengan ilustrasi yang lebih mudah, saudara-saudara, mari kita pikirkan. Segala sesuatu yang ada di depan kita, hasil ciptaan kita, saudara memerlukan 3 hal ini untuk menjadikannya ada. Pertama, kehendak penciptanya. Yang ke-2 adalah bentuk ciptaannya. Dan yang ke-3 adalah energy untuk menciptakan. Misalnya, misalnya saja saudara mau membentuk sesuatu pen seperti ini. Ada bentuknya, ada shape-nya. Maka penciptanya… saya mesti memikirkan, saya mau membuat sesuatu apa, dia sudah punya design-nya dalam pikirannya. Dia sudah menggambar di sebuah kertas misalnya. Lalu kemudian dia mengambil dari material. Dia membuat cetakannya. Dan material itu dimasukkan, yang masih liquid itu, dimasukkan dalam cetakan. Dan di dalamnya pasti ada perubahan energy yang diberikan atau dihisap. Sehingga saudara-saudara perhatikan, perlu design, perlu kehendak, perlu bentuk dan bentuk itu adalah Firman. “Jadilah cakrawala.” “Jadilah burung.” “Jadilah gajah.” Seluruhnya itu bentuknya adalah Firman. Dan aspek yang ke-3 perlu energy. Roh Allah melayang-layang. Itulah sebabnya di dalam Alkitab dikatakan tidak ada yang jadi di luar dari Yesus Kristus, di luar dari Firman. Dengan immanency Roh Kudus di dalam dunia yang kosong yang tidak berbentuk ini, dan atas kehendak Allah yang dinyatakan oleh Firman yang ilahi itu, maka seluruh dunia yang teratur itu muncul. Saudara-saudara, Roh Kudus adalah sumber energy dari semua tatanan hidup dan terang. Roh Kudus juga yang memberikan energy bagi seluruh pergerakan kehidupan dan pemikiran yang ada. Maka saudara bisa lihat bahwa tidak ada satu pun di dalam hidup kita yang terlepas dari Roh Kudus. Tidak mungkin ada satu bagian yang sudah ada di dunia ini yang terlepas dari Roh Kudus. Dan lebih dari itu, sejak dari awal, Roh Kudus itu bersifat immanent. Dia ada di bumi ini, dia bekerja di bumi ini. Perjanjian Lama mengajarkan bahwa Dia bukan terlepas dari bumi ini dan kejadian-kejadian di dunia. Roh Kudus berkerja dari sejak mulanya, dari penciptaan sampai pemeliharaan sampai selama ini. Beberapa waktu yang lalu kita sudah memiliki seri yang panjang berkenaan dengan providence. Providence adalah pemeliharan Allah dalam kehidupan kita sehari-hari. Alkitab sendiri menyatakan kita diminta untuk memeditasi Firman Allah siang dan malam, dan merenungkan jalan-jalan providence Tuhan. Ketika kita bicara berkenaan dengan Firman Allah, maka kita masuk dalam Alkitab. Ketika kita bicara berkenaan dengan pemeliharaan atau providence of God, kita bicara berkenaan dengan keseluruhan hidup ini. Dan ketika kita itu mau melihat pekerjaan Allah di dalam keseharian hidup kita secara providence, sebenarnya kita mau melihat Roh Kudus yang bekerja, memelihara kita melalui kejadian sehari-hari yang itu adalah yang Tuhan nyatakan dan tentukan bagi kita. Allah melalui Roh Kudus-Nya bekerja melalui seluruh kejadian yang dirancangkan yang terjadi di dalam hidup kita. Dengan cara itu Dia memelihara kita. Dengan cara itu Dia membentuk kita. Dengan cara itu Dia mengkuduskan kita. Dengan cara itu Dia menyempurnakan kita. Roh Kudus yang menciptakan segala sesuatunya. Dan Roh Kudus yang memelihara segala sesuatu ciptaan-Nya. Dan kita dealing dengan Dia setiap hari. Karena tidak ada satu pun yang terjadi di dunia ini tanpa Roh Kudus itu bekerja. Tidak ada satu pun yang ada dalam dunia ini baik itu pergerakkan, pemikiran atau apa pun saja tanpa Roh Kudus pertama kali mengerjakannya. Apa kerja Roh Kudus di dalam Perjanjian Lama? Bersama dengan Bapa dan Anak, menciptakan dunia ini. Dan saudara bisa melihat itu bukan bicara mengenai sesuatu yang masa lampau saja, tetapi itu sebenarnya terjadi terus menerus sampai saat ini di dalam pemeliharaan-Nya, saudara dan saya berada di dalam seluruh rencana Roh Kudus.

Sekarang kita masuk ke dalam bagian yang ke-2. Pekerjaan Roh Kudus dalam Perjanjian Lama itu apa? Roh Kudus adalah Roh yang membangun dan mempertahankan pemerintahan theocracy. Theocracy adalah pemerintahan oleh Allah. Kalau saudara-saudara melihat poin yang pertama, adalah hubungan Roh Kudus dengan dunia ini. Maka saudara boleh mengatakan Roh Kudus adalah cosmicalspirit. Tetapi yang ke-2 ini, saudara boleh katakan Roh Kudus adalah theocratic spirit. Di sini saudara-saudara-saudara, maka pembentukan Kerajaan Allah dan mempertahankan Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia yang berdosa ini adalah pekerjaan utama Roh Kudus. Oh, ini penting. Penting, penting sekali. Roh Kudus bekerja untuk membangun. Roh Kudus bekerja untuk mempertahankan Kerajaan Allah, pemerintahan Allah di tengah-tengah dunia yang sudah jatuh dalam dosa ini. Roh Kudus bekerja memberikan semua kuasa supranatural dan tindakan-tindakan yang dperlukan untuk meletakan fondasi, membangun dan menjagai Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia yang fasik dan berdosa ini.

Saudara perhatikan, Roh Kudus akan memberikan seluruh hal, kekuatan, kuasa, jabatan, apa pun saja, dan aktifitasnya untuk membangun, mempertahankan, memelihara adanya Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia ini. Dia memberikan kekuatan supranatural kepada Samson. Dia memberikan bijaksana kepada Salomo. Dia memberikan strategi yang lincah kepada Joshua. Dia memberikan mujizat yang besar untuk membelah lautan untuk Musa. Dia memberikan kharisma yang bahkan lion pun itu tidak berani untuk mendekati Daniel. Dia memberikan jabatan raja dan keagungan kepada Daud. Dia memberikan ketekunan sampai mati kepada Yeremia, nabi yang meratap itu. Dia memberikan ketabahan kepada Ayub yang menderita amat sangat itu. Dia memberikan keberanian kepada Rahab. Kejelasan pimpinan kepada Abraham. Kepandaian kepada Yesaya di mana tulisannya adalah the mount Everest of Hebrew literature. Dia memberikan kalimat yang tajam dan memberikan kebangunan rohani kepada 1 kalimat kepada Yunus. Dan Dia memberikan kekuatan dan penglihatan kepada nabi-nabi. Intinya Roh Kudus akan memberikan apapun saja yang diperlukan untuk umat yang dipilih-Nya untuk membangun Kerajaan Allah, untuk memelihara dan melindungi Kerajaan Allah, untuk mengekspansi Kerajaan Allah di depan musuh-musuhnya, untuk mempertahankan Kerajaan Allah ada di bumi yang fasik ini. Dan itulah yang Dia kerjakan sampai saat ini kepada gereja-Nya. Dengan seluruh karunia yang ada, dengan seluruh jabatan yang ada, kalau pada waktu Perjanjian Lama maka Allah memilih Israel secara khusus. Meskipun kalau saudara-saudara melihat Rut, dia bukan orang Israel, saudara bahkan melihat Abraham sendiri bukan orang Israel, saudara melihat Ayub itu bukan orang Israel tetapi mainly secara garis besar, Roh Kudus memakai Israel, sekarang Dia memakai gereja untuk seluruh bangsa.

Maka saudara perhatikan ada sesuatu yang penting di sini, dan sekali lagi saya harus menyinggung orang karismatik karena sekali lagi titik berat mereka itu adalah salah. Perhatikan baik-baik, seluruh karunia-karunia yang tadi saya sebutkan untuk orang-orang tersebut, sekali lagi adalah untuk meng-establish-kan Kerajaan Allah, pemerintahan Allah, bukan untuk karunia itu sendiri. Bukan untuk karunia itu sendiri. Jadi saudara-saudara, yang paling penting bukan bicara mengenai aku harus berbahasa Roh. Atau aku harus bisa melakukan mujizat, menyembuhkan orang. Tetapi titik beratnya adalah bagaimana Kerajaan Allah ini dipikirkan. Bagaimana Kerajaan Allah ini dijalankan. Bagaimana Kerajaan Allah ini diekspansi sampai ke seluruh muka bumi. Titik beratnya bukan karunia. Titik beratnya adalah Kerajaan Allah dan karena Kerajaan Allah itu maka kita memerlukan karunia Roh. Maka berkali-kali saya mengatakan kepada saudara-saudara. Jemaatku, cari Kerajaan Allah. Letakkan hati kita untuk Kerajaan Allah. Dedikasikan hidup kita untuk Kerajaan Allah. Habiskan hidup kita untuk Kerajaan Allah. Dan ketika kita sudah meletakkan hati kita di sana, berdoa kepada Tuhan. Berikan aku kekuatan dan kuasa dan karunia yang cukup untuk aku boleh menggenapi pekerjaan-Mu. Mungkin Tuhan akan memberikan kepada orang tersebut kekuatan, kuasa untuk berkata-kata. Mungkin seseorang diberikan kekuatan untuk dia itu bisa memberikan sesuatu cinta kasih kepada orang seperti Mother Theresa dengan cintanya membawa banyak orang datang kepada Kristus. Atau mungkin Tuhan memberikan karunia dia untuk menjadi martyr dengan darah yang tercurah, ribuan orang dibangkitkan untuk Kerajaan Allah. Letakkan hati kita untuk Kerajaan Allah karena itu adalah isi hati Kristus. Karena itu adalah pekerjaan utama Roh Kudus. Dan saudara akan melihat janji-Nya; “Cari dulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya akan Aku tambahkan kepadamu.” Apakah kita menyadari sekarang? Titik beratnya itu apa? Titik beratnya itu bukan mujizat dan pagelaran untuk melakukan mujizat di dalam sebuah gereja. Titik beratnya bukan untuk gereja ini bukan untuk pribadi, tetapi adalah pekerjaan Allah, Kerajaan Allah.

Sekarang saudara perhatikan kembali seluruh orang-orang yang tadi saya sebut di dalam Perjanjian Lama itu. Di mana orang-orang tersebut mendapatkan karunia dan kekuatan dan kuasa dan hikmat tersendiri masing-masing. Saudara perhatikan kekuatan, kebijaksanaan, strategi, mujizat, ketekunan, ketabahan, keberanian, kepandaian, kalimat yang berkuasa, penglihatan, saudara-saudara, perhatikan semua supranatural gift itu, di dalam Perjanjian Baru, semuanya sekarang berkumpul di dalam satu pribadi yaitu Yesus Kristus. Yesus Kristus dalam kekuatan-Nya melebihi Samson. Samson dengan kekuatannya menghancurkan ribuan orang Filistin. Menghancurkan kuil orang-orang Filistin dan 3000 orang Filistin itu kemudian mati. Tetapi Yesus Kristus di dalam kubur menghancurkan setan tepat di atas kepalanya. Dia menghancurkan kerajaan setan tepat di atas singgasananya dan Dia bangkit dari mati. Dia jauh lebih kuat daripada Samson. Dia lebih bijaksana daripada Salomo. Strategi-Nya lebih tepat daripada Joshua. Musa tidak bisa untuk menggantikan mujizat Yesus Kristus. Kharisma-Nya tidak tertandingi bahkan laut yang bergolak harus diam, ternganga melihat kehebatan-Nya. Dan apa arti jabatan Daud? Karena Kristus adalah Raja di atas segala Raja. Mungkin jutaan orang bisa berlutut di bawah Daud, tetapi langit dan bumi dan di bawah bumi, seluruhnya akan mengaku bahwa Dia adalah Tuhan di atas Tuhan dan Raja di atas segala Raja. Yesus Kristus adalah satu-satunya pribadi di mana seluruh supranatural power itu ada di dalam satu orang. Karena apa? Karena Roh Kudus itu diberikan oleh Allah kepada Yesus Kristus dengan tidak terbatas, demikian kata Yohanes 3:34.

Saudara-saudara, di dalam poin ke-2 ini tadi saya sudah berbicara berkenaan dengan Kerajaan Allah. Dan itu adalah pekerjaan utama pekerjaan Roh Kudus. Dan kemudian saya membawa saudara-saudara untuk memikirkan Kristus Yesus, di mana pada diri-Nya, seluruh supranatural gift itu dan pekerjaan Roh Kudus itu berada tanpa batas. Biarlah kita boleh menyadari bahwa Yesus Kristus adalah Raja di dalam Kerajaan Allah itu. Ketika saya berbicara mengenai theocratic spirit maka kita berbicara mengenai pemerintahan Allah. Dan pemerintahan Allah itu bukan bicara mengenai sesuatu yang absurd, pemerintahan Allah itu adalah bicara mengenai Yesus Kristus dan Firman-Nya di dalam hidup kita. Apakah saudara-saudara sekarang makin menyadari bahwa pekerjaan Roh Kudus yang paling utama, yang sudah Dia mulai dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru adalah satu hal ini, adalah satu hal ini yang paling utama, menyatakan kemuliaan Kristus? Roh Kudus akan bekerja sedemikian rupa menaklukan setiap lutut umat manusia untuk menyatakan keselamatan kepada semua umat manusia. Itu pekerjaan utama-Nya, itu isi hati-Nya. Itulah sebabnya Yesus Kristus pernah mengatakan engkau menolak Anak manusia berarti Yesus pada waktu di bumi ini, engkau masih bisa diampuni, tetapi engkau menghujat Roh Kudus, engkau tidak akan diampuni. Karena isi hati-Nya, pekerjaan-Nya yang paling utama, itu satu hal yaitu menyatakan siapa sesungguhnya Yesus dan jikalau itu ditolak, jikalau itu dihina, mana ada keselamatan lagi di bawah kolong langit. 

Sekarang hal ke-3, terakhir, pekerjaan Roh Kudus dalam Perjanjian Lama. Dia adalah Roh yang berdiam pada jiwa individu yang dipilih Allah untuk mempersiapkan orang itu, membentuk orang itu agar sesuai dengan Kerajaan-Nya. Saudara-saudara, mari kita mengingat lagi poin pertama dan ke-2. Poin ke-1 adalah bicara berkenaan dengan cosmic spirit, Roh Kudus adalah sumber dari semua kehidupan di muka bumi ini. Hal yang ke-2 adalah bicara mengenai theocratic spirit, maka Roh Kudus adalah sumber daripada kehidupan dari pada pemerintahan Allah yaitu gereja-Nya. Dan yang ke-3 adalah bicara berkenaan dengan pekerjaan Roh Kudus kepada individu yang dipilih, kaum pilihan, anak-anak Allah, saudara dan saya, Dia adalah sumber kehidupan spiritual anak-anak Allah. Sekali lagi Roh Kudus dalam hal ini mempersiapkan dan membentuk, memperlengkapi anak-anak Tuhan, umat Allah dalam Perjanjian Lama sebagai pribadi yang tepat di dalam Kerajaan Allah. Saudara-saudara, pribadi yang tepat di dalam Kerajaan Allah. Saudara-saudara sekali lagi kalau saudara-saudara adalah orang Kristen, saudara pasti bisa melihat pekerjaan Roh Kudus di dalam kehidupan saudara. Dengan providensia-Nya, dengan iluminasi melalui Firman-Nya, dengan bentukan-Nya di dalam komunitas-Nya, maka saudara dibentuk sedemikian rupa, diperlengkapi sedemikian rupa untuk saudara bisa fit dengan Kerajaan Allah karena saudara dan saya adalah umat Kerajaan Allah. Saudara akan makin menyadari bahwa kita tidak bisa hidup seenaknya. Kita tidak bisa unya pikiran seenaknya. Kita tidak bisa berlaku seenaknya. Kalau sungguh-sungguh kita adalah anak Allah, saudara tidak mungkin cuman setor muka dua jam dalam gereja, lalu pulang, kecuali saudara adalah anak binasa maka hal ini tidak akan terjadi dalam hidup saudara. Tetapi kalau kita adalah sungguh-sungguh anak Allah, saudara akan lihat kita didisplin oleh Allah menjadi murid Kristus untuk fit dengan Kerajaan-Nya. Karena Dia adalah the Author of Holiness and Salvation.

Mazmur 51 adalah satu bagian yang paling jelas. Itu dituliskan oleh Daud yang baru saja di rebuke oleh Natan. Daud baru saja berzinah dengan Batsyeba, dan Natan datang kepada dia dan menegur seluruh dosanya. Dan Daud berdoa untuk Tuhan memberikan hati yang baru dan Roh bisa dipercaya. Dan untuk menyatakan hal itu dia mengatakan satu prinsip ini, jangan ambil Roh-Mu dari padaku, jangan ambil Roh-Mu dari padaku. Daud menyadari sekali, kontinuitasnya Roh Kudus di dalam dirinya itu yang menjamin dia bisa menjadi manusia yang baru. Dia bisa menjadi manusia yang baru bukan karena dia tulus, karena dia mengaku dosa, karena dia terbuka. Iya, seluruhnya ini diharuskan di dalam bentuk pertobatan tetapi tidak mungkin bisa mengubah hatinya menjadi baru. Satu-satunya kekudusan itu muncul kembali, keselamatan itu mekar kembali adalah jika dan hanya jika Roh Kudus tetap di dalam dirinya. Dia meminta kontinuitas Roh Kudus karena dia tau prinsip ke-3 ini. Roh Kuduslah satu-satunya pribadi yang membentuk, mempersiapkan anak-anak Allah masuk di dalam kerajaan sorga. Roh Kudus akan menguduskan umat Allah yang dipilih. Roh Kudus akan menghidupkan dia. Roh Kudus akan membangkitkan orang-orang yang sudah mati.

Yehezkiel 37:14 “Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu.” Yehezkiel 37 adalah berbicara berkenaan dengan penglihatan tulang-tulang kering yang sudah mati. Dan itu adalah berbicara mengenai bangsa Israel yang sudah mati di dalam kubur. Tuhan tanya kepada Yehezkiel, apakah yang mati ini bisa bangkit? Yehezkiel tidak memiliki pengetahuan ini. Yehezkiel tidak tau jawabannya. Dia mengatakan, Engkau yang tahu ya Tuhan. Dan kemudian Tuhan mengatakan, lihat tulang yang mati ini akan bangkit karena Roh-Ku. Ini adalah satu-satunya pengharapan umat manusia. Kenapa kita yang mati boleh bangkit dan naik ke sorga? Karena pekerjaan Roh Kudus yang menyatakan Kristus Yesus dalam hidup kita. Kalau hari ini hidup kerohanianmu mati, hari ini ingatlah Pentakosta yang bisa membangkitkan engkau adalah Roh Kudus melalui Firman-Nya. Dialah yang menciptakan kekudusan dalam hidup kita. Dia yang membangkitkan tulang-tulang yang sudah mati itu, hai Jemaat. Kuasa Roh Kudus. 

Mengerti tiga hal ini, kita akan mengerti keagungan dan keindahan Roh Kudus. Sebagai Roh yang immanent, Dia yang mencipta, mengatur, memelihara, dan sumber semua kehidupan dunia. Dialah cosmical spirit itu yang menciptakan dunia ini. Dan sebagai Roh yang menegakkan Kerajaan Allah, Dia adalah Roh yang menginspirasi, memberikan kekuatan dan kuasa dan supranatural power kepada gereja-Nya. Dia adalah sumber seluruh kehidupan gereja dan semua karunia yang ada pada kita. Dialah yang mengarahkan gereja lokal ini. Dialah yang memberikan kuasa dan energi untuk gereja ini melakukan penyebaran daripada Kerajaan Allah sampai ke ujung bumi. Dalam Kisah Para Rasul dikatakan, kalau Roh itu datang, kalau Roh itu datang, engkau akan menjadi saksi-Ku. Engkau akan mengekspansi kerajaan-Ku dari Yerusalem, Judea, Samaria, sampai ke ujung bumi. Dialah yang melahirkan gereja, Dia menopangnya, Dia melindungi dari musuhnya, dan Dia memberikan kuasa untuk tersebar di seluruh dunia. Dan Dia adalah Roh yang menyertai, yang ada di dalam diri kita. Seluruh kehidupan kita dan seluruh keselamatan kita dan seluruh kekudusan jiwa kita tergantung kepada Dia. Roh Kuduslah menjadi denyut jantung daripada manusia baru kita. Saudara-saudara, sekarang perhatikan, Roh yang ada yang menciptakan dunia ini. Dia adalah Roh yang menggerakkan yang ada di dalam gereja-Nya. Dan Dia adalah Roh yang ada dan menggerakkan kita. Itulah sebabnya Paulus menyatakan dalam Kisah Para Rasul 17, di dalam Dia kita hidup dan kita bergerak dan kita ada. Di dalam Dia,m kita hidup dan kita bergerak dan kita ada. Dia melingkupi kita. Dia di depan kita. Dia di samping kita. Dia di belakang kita. Dia di atas kita. Dia menyertai kita. Dia adalah segala-galanya untuk kita dan untung gereja kita dan juga untuk dunia. Kiranya pekerjaan-Nya dihargai. Alkitab mengatakan jangan mendukakan Roh Kudus-Nya Allah. Dan apa yang menjadi isi hati-Nya menjadi isi hati kita, yang menginginkan satu hal, yang menginginkan satu hal - Kristus dipermuliakan dan bertahta dalam hidup kita dan seluruh dunia. Ingatlah Pentakosta.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^