[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

15 May 2022

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Hal Kekhawatiran (4)

Matius 6: 25-34

Sekarang kita akan masuk ke dalam remedi apa yang Kristus itu ajarkan berkenaan dengan kekhawatiran pada pemenuhan kebutuhan hidup. Sekali lagi, jikalau kita mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi di dalam hidup ini, hidup ini benar-benar sesungguhnya memang mengkhawatirkan. Itulah sebabnya orang-orang di dunia ini, dikatakan dalam Alkitab orang-orang yang tidak mengenal Allah, bangsa-bangsa kafir itu hidupnya adalah hidup dengan drive karena kekhawatiran untuk memenuhi kebutuhan diri. Tetapi melalui ayat-ayat ini Kristus Yesus mau mengatakan kepada kita murid-Nya dan gereja-Nya, ada pemeliharaan khusus dari Allah Tritunggal bagi kita. Tetapi perhatikan bagaimana cara Kristus menjalankan pemeliharaan khusus ini. Di dalam beberapa minggu kita sudah membicarakan perikop ini dari perspektif penciptaan dan kejatuhan.

Sekarang kita akan masuk di dalam poin yang ke-3 adalah melihat perikop ini dari perspektif redemption. Apa jalan keluar yang Kristus berikan kepada kita, murid-murid-Nya? Ketika kita melihat pengajaran seperti ini saudara-saudara, apa yang kita pikirkan? Sebelum kita masuk lebih dalam, lihatlah bahwa menerima Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat itu tidak serta merta di dalam sekejap mengubah keadaan hidup kita di dunia ini. Sekali lagi ,bahwa ada pemeliharaan Kristus yang secara khusus diberikan kepada kita tetapi perhatikan bagaimana cara Kristus menjalankan pemeliharaan khusus ini bagi kita. Menerima Kristus lalu kemudian hidup kita di dunia ini diubah secara sekejap? Oh bukan, bukan cara seperti itu Tuhan bekerja.  Iya, ketika kita menerima Kristus Yesus, Allah langsung mengubah hidup kita yang tadinya masuk di dalam neraka sekarang menerima surga. Iya, ketika anugerah itu sampai kepada kita menerima Kristus maka mengubah status kita secara langsung dari anak-anak durhaka sekarang menjadi anak-anak terang, anak-anak kekasih-Nya Allah. Tetapi ketika kita menerima Kristus Yesus, itu tidak mengubah kita dari khawatir langsung sekejap menjadi tidak khawatir. Kenapa saudara-saudara? Karena bagian ini adalah area pengudusan dan bukan area pembenaran. Di dalam area pengudusan kita perlu untuk taat. Di dalam area pengudusan maka kita perlu untuk mendengarkan Firman dan berjalan dengan hati-hati seturut dengan Firman Tuhan. Melalui ini, Kristus bukan saja menginginkan kita masuk ke surga, Dia menginginkan kita hidup di dunia ini dengan prinsip-prinsip kerajaan-Nya, prinsip-prinsip Firman-Nya. Kita harus berjalan di dalam ketaatan, kita harus berjalan dalam proses pengudusan dan di dalamnya ada pergumulan demi pergumulan. Makin lama, kita makin kuat dan makin menang. Itulah sebabnya Kristus mengajarkan secara panjang lebar di dalam hal ini di dalam perikop ini. Kalau tidak, tentu dia hanya akan mengatakan kamu sudah tidak perlu khawatir karena kamu sudah terima Kristus Yesus. Tidak saudara-saudara, di sini Kristus memberikan kepada kita, ada dorongan, ada tantangan, ada kalimat-kalimat yang mencerahkan kita untuk kita kemudian mengambil keputusan untuk taat kepada Firman-Nya, baru kekhawatiran itu akan hilang. Sekarang, mari kita melihat pengajaran Kristus yang akan membebaskan kita dari kuk dan kesulitan kekhawatiran dunia ini.

Saudara-saudara ada kuk dan kesulitan yang Tuhan berikan kepada kita, itu harus kita pikul dan jangan lari dari padanya. Tetapi jelas, ada perhambaan dunia ini yang tidak perlu lagi kita pikul, termasuk kuk kekhawatiran, perhambaan kekhawatiran akan pemenuhan kebutuhan dunia ini. Sekarang kita akan masuk lebih dalam di dalam prinsip pengajaran di dalam perikop ini. Saudara-saudara hal utama yang harus kita sadari bahwa perikop ini terhubung dengan perikop sebelumnya. Saudara-saudara perhatikan ayat 25; karena itu Aku berkata kepadamu - karena itu, karena apa? Karena sesuatu yang sudah diajarkan di depan, ini adalah kata sambung dari perikop di atasnya. Maka ini adalah sesuatu pengajaran untuk kita tidak perlu khawatir jika kta menetapkan hati kita sepenuhnya mengabdi kepada Allah dan bukan mamon. Sekali lagi saudara-saudara, pengajaran tentang jangan kamu khawatir dan kita akan dihilangkan kuk dan beban yang tidak perlu berkenaan dengan kekhawatiran adalah diberikan Kristus kepada kita di dalam framework commitment kepada Allah. Kita harus mengabdi sepenuhnya kepada Allah sebagai pribadi satu-satunya dan segala-galanya di dalam hidup kita. Di dalam framework inilah maka seluruh penyediaan Allah diberikan kepada gereja-Nya. Di dalam framework inilah maka saudara bisa melihat berkali-kali Yesus dengan berbagai macam ilustrasi dan pengajaran memberikan jaminan kepada kita bahwa adanya pemeliharaan Allah secara khusus bagi gereja-Nya. Di dalam ayat 25-34, saudara-saudara, Yesus memberikan beberapa pengajaran dengan menggunakan ilustrasi, contoh-contoh kehidupan yang begitu jelas. Pokok utamanya adalah saudara-saudara di dalam ayat ke 25, Yesus memulainya dengan memberikan sesuatu pengajaran mengenai hidup dan tubuh. Saudara-saudara perhatikan ayat 25, mari kita membaca bersama-sama, jangan tutup daripada Alkitab saudara. Matius 6:25; “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah khawatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah khawatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”  Saudara- saudara, ini adalah hal pertama terlebih dahulu Yesus menyatakan dia akan mengajarkan berkenaan dengan hidup dan makanan, tubuh dan pakaian. Hidup dan makanan, tubuh dan pakaian. Saudara-saudara, di dalam dua hal inilah nanti Yesus memberikan ilustrasi-ilustrasi yang begitu jelaskan. Sekarang kita akan melihat apa yang diajarkan Yesus mengenai hidup dan makanan.

Itu hal yang pertama, itu ada di dalam ayat 26-27, di sini saudara-saudara akan menemukan tiga ilustrasi perbandingan yang jelas untuk Yesus menegaskan berkenaan dengan hidup itu lebih penting daripada makanan. Dan jikalau Allah itu memberikan kepada kita tubuh, pasti Dia juga memberikan kita makanan dan jangan khawatir untuk hal itu. Saudara perhatikan ada tiga ilustrasi. Ayat 26; “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Sekali lagi saudara-saudara, di dalam dua ayat ini, ada tiga ilustrasi perbandingan yang begitu jelas untuk Yesus mengajarkan kepada para murid-murid-Nya dan kepada kita, betapa kita itu sudah diberikan hidup maka kita seharusnya tidak perlu khawatir untuk makanan. Ada tiga ilustrasi, ilustrasi yang pertama, perhatikan di sini dikatakan Bapamu yang di surga yang memberikan makan kepada burung-burung itu. Saudara-saudara, ‘Bapamu yang di surga’, saudara-saudara di sini dikatakan, ini bukan bapanya burung, tetapi ‘Bapamu’, murid-murid-Ku, ‘Bapamu’, gereja-Ku, yang memberi makan kepada burung-burung itu. Bukan bapanya burung tetapi Bapamu yang di surga yang memberi makan burung itu. Jikalau Bapamu yang di surga memberi makan burung itu masakan Bapamu tidak memberi kamu makan.

Saudara-saudara perbandingan ke-2, ilustrasi yang ke-2, dikatakan kamu manusia jauh melebihi burung-burung itu. Saudara-saudara, ini adalah perbandingan antara kita, manusia. Tetapi bukan saja manusia pada umumnya tetapi manusia yang dipilih, manusia yang dikasihi, sekumpulan manusia yang bisa mengatakan kepada Allah itu adalah Bapa kami. Yesus mengatakan bukankah kamu ini jauh lebih berharga dibanding dengan burung-burung itu. Saudara perhatikan more valuable, lebih berharga daripada burung-burung itu. Saudara-saudara, Allah yang berdaulat atas alam semesta, berfirman bahwa Dia memberi makan seekor burung yang kecil itu. Urusan makan burung yang kecil itu adalah salah satu urusan daripada Bapa kita di surga, salah satu pekerjaan-Nya. Saudara perhatikan baik-baik, memberi makan seekor burung yang kecil itu adalah salah satu urusan dari Bapa kita di surga. Salah satu urusan Allah yang berdaulat yang menciptakan langit dan bumi dan saudara dan saya, memberi makan seekor burung yang kita tidak perhatikan adalah salah satu pekerjaan Allah. Kalau itu adalah pekerjaan Allah, adalah sangat tidak masuk akal kalau Dia tidak memberikan makan manusia pada waktunya, apalagi kita umat-Nya yang melebihi daripada burungsburung itu.

Ilustrasi perbandingan yang ke-3 yang Yesus pakai adalah sehasta dan hidup.”  “Siapa yang karena kekhawatirannya dapat menambah sehasta saja pada jalan hidupnya. Saudara-saudara kata yang dipakai untuk sehasta, sehasta itu 45 cm, di dalam bahasa Yunaninya itu adalah pícheis dan itu juga bisa diterjemahkan sebagai jam. Dan kata yang dipakai untuk hidup adalah ilikia dan kata itu untuk menunjuk perawakan seseorang, tinggi atau bentuk badannya. Jadi untuk membandingkannya saudara-saudara, kalimat ini bisa diartikan dengan dua arah seperti ini. Pertama, dapatkah dengan kekhawatiran kamu menambah satu jam saja di dalam rentang hidupmu yang sangat panjang itu? atau dengan cara yang lain, apakah dengan kekhawatiranmu engkau dapat menambah 45 cm tinggimu? Tidak ada seorang pun yang akan memikirkan bahwa kekhawatirannya dapat menambah tinggi badannya itu 45 cm, ini adalah sesuatu yang tidak masuk akal, bukan? Juga membandingkan antara di sini membandingkan satu jam yang pendek dengan hidup yang berjam-jam itu. Saudara-saudara, kita itu sekarang sudah hidup sampai saat ini, kita memiliki berjam-jam dari hidup kita. Yesus mau mengajarkan, mengapa engkau itu mempeributkan dan mengkhawatirkan satu jam saja di depan ini yang engkau tidak pernah memikirkan bahwa hidupmu itu sudah berjam-jam lamanya? Allah yang sudah memelihara murid-murid, saudara dan saya selama berjam-jam dalam puluhan tahun dalam hidup ini, Dia pula yang akan memelihara satu jam demi satu jam di depan.  Saudara-saudara kekhawatiran di dalam hal-hal seperti ini lebih cenderung memperpendek hidup kita daripada memperpanjangnya. Yesus mau mengatakan bahwa hidup kita itu tidak di tangan kita, hidup kita itu di tangan Allah. Maka mengkhawatirkan hidup kita itu adalah sesuatu tindakan yang tidak masuk akal. Sebaliknya mempercayai Dia, Allah yang menciptakan dan Allah yang menopang dan memelihara ciptaan-Nya itu adalah jalan yang terbaik.

Saya sudah menjelaskan mengenai hidup dan makanan, Sekarang kita akan masuk di dalam penjelasan Yesus mengenai tubuh dan pakaian. Ada di dalam ayat 28-30; “Dan mengapa kamu khawatir akan pakaian? Perhatikan bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal.” Saudara-saudara bunga bakung di ladang merupakan salah satu bunga liar yang begitu banyak di sekeliling Galilea. Kalau tadi di dalam ayat 26 Yesus mencontohkan burung-burung di langit, sekarang Dia mencontohkan dengan bunga di ladang. Intinya meskipun sedikit berbeda dengan ilustrasi pertama. Ilustrasi pertama tentang burung itu dikatakan bahwa burung itu bekerja tetapi jangan khawatir, engkau manusia bekerja tetapi jangan khawatir. Sekali lagi bahwa perikop ini tidak mengajarkan untuk saudara dan saya bermalas-malasan atau ceroboh atau tidak bekerja keras. Sekali lagi, bekerja keras adalah bukan karena kutuk dosa. Bekerja keras adalah suatu panggilan yang Tuhan berikan pada kita. Tetapi ayat ini, saudara-saudara diminta dan saya diminta untuk bekerja bekerja keras tetapi jangan karena dorongan khawatir. Burung bekerja tetapi tidak khawatir dan di sini saudara-saudara, perbedaannya adalah bunga-bunga tidak bekerja dan tidak merajut. Lalu dengan keadaan seperti ini, apa mau Yesus Kristus katakan? Saudara perhatikan baik-baik, pemeliharaan dan penyediaan Allah itu begitu kaya sehingga Dia mendandani rumput dan bunga-bunga liar yang bahkan tidak produktif dan tidak abadi, yang bahkan tidak produktif dan tidak abadi. Saudara-saudara, poin ini Kristus mau menegaskan mengenai kekayaan dan pemeliharaan dan penyediaan Allah bagi manusia. Bahkan kemudian Yesus Kristus itu membandingkan semuanya itu dengan Salomo. Raja Israel yang paling kaya itu bahkan lebih Daud mungkin dan bahkan paling boros bahkan. Salomo dengan segala kemegahannya tidak tersusun seperti salah satu dari antara ladang ini. Saudara-saudara, saya akan jelaskan, ketika Saudara melihat orang yang kaya, Saudara mungkin baru pertama kali masuk ke rumahnya. Lalu kemudian saudara akan terbelalak, waw begitu bagus rumahnya. Oh, begitu kaya orang ini. Oh, ini orang yang sangat megah. Saudara akan terpesona mobil demi mobil yang dimilikinya. Saudara akan matanya tebelalak dan mulutnya menganga ‘wow’ bagus sekali luar biasa kayanya dan di tengah-tengah seluruh dunia jikalau saudara membandingkan presiden dengan presiden, raja dengan raja, maka ketertakjuban saudara yang paling tinggi akan diberikan kepada Salomo. Bahkan Ratu Syeba yang paling ada di tempat yang terujung sekalipun yang tidak pernah mengenal dia mengenal kemasyurannya. Dan ketika dia mengunjunginya, dia mengatakan bahkan apa yang aku dengar itu tetap tidak bisa menandingi dari apa yang aku lihat. Yang aku lihat jauh lebih mulia dari apa yang aku dengar. Saudara-saudara, bayangkan jikalau kita bertemu dengan Salomo, kita akan terpesona, mata kita kan terbelalak dan mulut kita akan menganga, ‘wow’. Tetapi tetap tidak bisa menandingi dari bumi yang didandani Allah begitu indah. Ada laut, ada sungai, ada hutan, ada rumput, ada gunung, ada tatanan daripada bunga-bunga jikalau kita sungguh-sungguh mau memperhatikan, mulut kita akan ternganga lebih daripada kita melihat Salomo. “Dan aku berkata kepadamu, Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.” Saudara-saudara di dalam seluruh ilustrasi-ilustrasi yang Kristus itu berikan untuk kita percaya Bapa di surga, Dia menggunakan case alam, kita diminta untuk belajar dari alam. Allah yang menciptakan alam dan Allah yang memelihara Alam, itu menjadi hal yang paling dasar dari iman kita. Saudara-saudara ini bukan hal yang sepele, ini bukan ilustrasi yang boleh ada boleh tidak. Saudara-saudara perhatikan, jikalau kita orang-orang Kristen mengabaikan kalimat Yesus ini tentang perbandingan dengan alam atau belajar dari alam, kita akan berlaku seperti orang-orang dunia yang bahkan di dalam kitab Roma dimusuhi oleh Allah karena mereka menolak melihat dan belajar dan tunduk dari kebenaran tentang alam. Saudara-saudara Roma 1:18-32 adalah perikop yang keras yang mernghardik orang yang tidak mau memperhitungkan Allah padahal pelajaran dari alam sudah begitu nyata. Roma 1:18:21 menyatakan satu ayat kami akan bacakan “Sebab murka Allah nyata dari surga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.” Saudara-saudara ini adalah perikop yang sangat keras Allah melalui Paulus menghardik orang-orang yang berdosa yang tidak mau mengakui adanya Allah. Bagaimana aku mengenal Allah? Bagaimana aku bisa tahu Allah ada? Maka Paulus menyatakan lihat alam, belajar dari alam. Tetapi orang-orang ini adalah orang-orang yang tidak mau belajar dari alam, tidak mau memercayai apa yang dilihatnya sendiri, tidak mau takluk kepadanya dan sekarang tidak mau takluk terhadap hal-hal yang paling mendasar ini. Alkitab mengatakan Allah menyerahkan kepada nafsu mereka yang sejadi-jadinya. Saudara-saudara dengan prinsip yang sama kita adalah orang-orang yang ditebus oleh Kristus, Kristus tidak menginginkan kita persis seperti orang-orang kafir, orang-orang yang tidak mengenal Allah, Dia menginginkan kita hidup di dalam persekutuan dalam Allah dan mengenal Allah, tidak lagi khawatir tentang sesuatu yang tidak perlu khawatir. Dan Yesus Kristus membawa iman kita untuk melihat Allah melalui providensia-Nya melalui alam. Khawatir tentang makanan dan minuman itu berarti kita tidak belajar apapun dari alam. Tatanan alam ciptaan bersaksi tentang kekuatan yang kekal dan keilahian-Nya, demikian kata Roma. Alam juga bersaksi tentang pemeliharaan-Nya. Orang-orang pandai di dunia akan menemukan hukum-hukum ilmiah dari pengamatan akan alam ini.  Tetapi anak-anak Allah secara khusus akan melihat kebesaran Allah dan kebaikan-Nya di dalam pemeliharaan terhadap alam dan terhadap dirinya. Tidak mengherankan bahwa Yesus dengan lembut menghardik murid-murid-Nya dikatakan sebagi orang-orang yang tidak percaya, tidak beriman. Dikatakan bukankah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu hai orang yang kurang percaya.” Akar kekhawatiran adalah ketidakpercayaan.

Saudara-saudara sekarang kita akan masuk dalam ayat 31 dan 32 dikatakan “Sebab itu janganlah kamu khawatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Saudara-saudara jikalau saudara-saudara melihat daripada perikop ini saudara bisa membuat suatu struktur. Ayat 25 terlebih dahulu lalu kemudian di bawahnya langsung ayat 31 dan seterusnya dan di tengah-tengah ayat 25 dan 31, Yesus membangun argumentasi-Nya dengan menggunakan alam. Saudara-saudara di sini dikatakan bahwa sekarang ayat 31 adalah jawaban dari ayat 25-31 itu langsung bisa digabungkan dengan ayat 25 dan di sini dikatakan sebab itu jangan kamu khawatir dan kemudian ayat 32 “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.”

Kata yang penting muncul sekali lagi ‘Bapamu yang di surga,’ Bapamu yang di surga. Saudara-saudara kalimat ini, saudara-saudara mengingat apa Bapamu yang di surga yang memberi makan burung itu dan kemudian adalah Bapamu yang di surga, Bapa kami yang di surga dikuduskanlah nama-Mu, doa Bapa kami. Saudara perhatikan Yesus tidak mengatakan untuk memenuhi kebutuhanmu, Allahmu yang di surga tahu tetapi Yesus mengatakan Bapamu yang di surga tahu. Saya mau mengingatkan saudara-saudara, saya sudah pernah bicara ini di dalam eksposisi doa Bapa kami, ketika Yesus Kristus ditanya Tuhan ajar kami berdoa dan Yesus Kristus mengatakan kalau engkau mau berdoa, berdoalah demikian “Bapa kami yang di surga dikuduskanlah namamu.”  Saudara-saudara, kata ‘Bapa’ ini bukan menunjukan sesuatu figure yang sifatnya universal, ini adalah bicara berkenaan dengan Pribadi Pertama dari Tritunggal. Ini adalah sebutan intim di dalam kekekalan yang dimiliki oleh Pribadi Kedua kepada Pribadi Pertama Tritunggal.  Yesus membukakan suatu rahasia Dia dari dalam kekekalan yang tidak pernah dimengerti oleh satu manusia sebelumnya. Pribadi Pertama itu adalah Bapa, pribadi Kedua adalah Anak, Pribadi Ketiga adalah Roh Kudus dalam tiga nama ini mereka satu dengan yang lain saling mengenal dan saling berelasi. Pada waktu doa Bapa kami Yesus menyatakan itu me-reveal, membukakan sesuatu yang tadinya terutup hanya Dia dan Roh Kudus saja yang tahu sesungguhnya siapa Pribadi Pertama itu. Tetapi Bapamu yang di surga tahu, ini adalah sebutan Allah Pribadi Kedua kepada Pribadi Pertama yang dinyatakan kepada murid-murid-Nya di dalam konteks penyediaan. Jadi ini bukan sekedar Allah yang memelihara kita tetapi ini adalah bicara berkenaan dengan satu pribadi yang memiliki relasi yang intim dengan kita yang mengambil kita menjadi milik-Nya dan kemudiaan kita dipelihara oleh Dia.

Dan kemudian ayat 33 yang terkenal, yang kemarin beberapa waktu kita sudah biacara ‘Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Saudara-saudara inilah yang menjadi masalahnya, inilah yang menjadi masalahnya. Kita sudah kehilangan pandangan akan natur diri kita itu siapa dan pekerjaan panggilan sesungguhnya kita ada di bumi ini untuk apa. Melalui ajaran ini sekali lagi, Yesus mau membalik hidup murid-murid-Nya yang sudah tercemar dosa kepada tantanan penciptaan sesungguhnya siapa itu manusia dan apa yang harus dilakukan. Kita seharusnya tidak khawatir karena pertama adalah Allah yang memlihara kita dan yang kedua karena Allah menciptakan kita dengan natur yang terikat dengan Dia, dan Allah menciptakan kita dengan tugas tanggung jawab di dunia ini. Di dalam natur berelasi dengan Allah dan di dalam menjalankan  kehendak-Nya maka seluruh  kebutuhan, penyediaan Allah itu diberikan bagi kebutuhan kita - makanan, minuman, pakaian dan segala sesuatu akan disediakan Allah bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya. Saudara-saudara perhatikan baik-baik satu kalimat di bawah ini kecukupan dari Allah adalah bagian integral dari penggenapan panggilan kita. Sekali lagi, kecukupan dari Allah adalah bagian integral  dari penggenapan panggilan kita. Jikalau kita mengerti panggilan kita, jikalau kita berjalan dalam panggilan kita,  jikalau kita menggenapi apa yang menjadi kehendak Allah  dalam hidup kita dalam ketaatan maka Dia menjamin kebutuhan disediakan kepada kita. Di dalam framework commitment ini, memilih Allah daripada mamon. Yesus menjamin gereja-Nya bahwa segala yang kita perlukan akan diberikan oleh Allah yang telah mendemonstrasikan kebaikannya kepada burung dan rumput liar sekaligus.

Dan ayat 34 ditutup dengan sekali lagi kata “sebab itu” mengingat janji Allah yang menjamin kebutuhan-kebutuhan kita, kepada kita yang berkomitmen kepada kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya. Yesus mengatakan karena itu jangan khawatir tentang hari esok. Kalau kita mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, kamu tidak perlu khawatir bahkan untuk hari esok. Mungkin sekali Yesus sadar bahwa murid-murid-Nya masih gelisah dan belum dewasa dan dengan cara yang aneh maka mereka berpikir dengan akal yang tidak sehat. Saudara-saudara, kekhawatiran atas kesulitan hari esok itu tidak masuk akal karena hari ini sendiri cukup menyita perhatian kita dan karena kesulitan yang ditakuti besok mungkin tidak akan pernah terjadi. Yesus mengajarkan bahwa bahkan bagi murid-murid-Nya hari ini kasih, kasih karunia hanya cukup untuk hari ini dan tidak boleh disia-siakan untuk hari esok. Dan jika hari esok ternyata memang ada masalah yang baru, percayalah bahwa ada penyediaan Allah yang baru untuk menghadapinya. Berapa waktu yang lalu, saya pernah mendengar seseorang bertanya kepada seseorang yang sangat-sangat kaya di Indonesia, dan orang ini adalah orang Kristen, orang Kristen yang sangat kaya sekali. Orang yang bertanya ini bertanya demikian, “Pak, dengan kehidupan dan kekayaan seperti ini pasti tidak ada lagi yang perlu Bapak khawatirkan, bukan?” Dan kemudian secara unik maka orang kaya ini mengatakan, “Oh, saya sangat khawatir.” Semua orang bingung kenapa orang yang begitu kaya harus khawatir. Dan orang kaya ini mengatakan, “Saya khawatir untuk hidup cucu saya.” Saudara-saudara, kekhawatiran itu adalah suatu kutuk karena dosa. Saudara dan saya tidak bisa menghentikannya dengan mengatakan ayuk jangan khawatir, jangan khawatir saudara, aku sekarang sudah mendapatkan makanan, aku sekarang sudah mendapatkan kerja yang baik, aku sekarang sudah mendapatkan segala sesuatu yang aku perlukan sekarang, saudara tidak mungkin bisa menghentikan kekhawatiran itu. Bahkan orang kaya itu pun, bahkan orang kaya itu sangat khawatir untuk kehidupan hari esok. Yesus tidak menginginkan kehidupan kita seperti itu. Dia menginginkan kehidupan kita yang tenang dan kita memiliki rest di dalam pemeliharaan dan kebaikan-Nya. Itu tidak bisa juga dengan hanya menerima Kristus lalu kemudian kekhawatiran kita hilang. Tetapi ini diselesaikan dengan dua hal ini, mengenal Allah yang adalah Bapa yang menciptakan dan memelihara, yang bahkan Bapamu, Bapaku itu yang memberikan makan kepada burung, mengenal Allah. Dan yang ke-2 adalah mengenal diri kita, sesungguhnya natur kita ini apa? kita bukan manusia yang bisa mencukupi diri kita sendiri kita memerlukan Allah, satu pribadi di luar diri kita untuk mencukupi kita. Dan kita mengenal panggilan hidup kita mengapa aku ada hidup di dunia. Bukan hidup untuk makan tetapi makan untuk hidup dan hidup itu untuk menjalankan kehendak Allah. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah akan tetapi Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Kiranya Tuhan boleh memberikan kepada kita rest di dalam diri-Nya.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^