[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

31 October 2021

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Tunjukkanlah Jalan-Mu Kepadaku Ya-Tuhan

Mazmur 86:11

Kalau saudara-saudara melihat keseluruhan Mazmur 86, maka ada 7 permohonan. Ini adalah salah satu dari 7 permohonan itu. Dan dari seluruh 7 permohonan ini, saudara akan melihat ada satu centrenya yaitu di dalam ayat yang ke-11. Daud mengajarkan hal ini kepada kita, jikalau nabi yang diurapi Tuhan, bintang cemerlang di Perjanjian Lama saja mendoakan hal ini, apalagi kita manusia yang miskin dan malang, bukankah kita harus lebih mendoakan hal-hal ini untuk diri kita? Sekali lagi, ayat ini adalah buat kita semua keluarga besar GRII Sydney. Tentu juga buat saudara-saudara yang hari ini hadir atau hari ini saudara-saudara melihat dari Youtube, buat kita pribadi, buat kita keluarga, buat gereja ini secara keseluruhan, apa yang harus diminta di dalam doa kita? Dan khususnya saya berbicara kepada semua pengurus, dan semua penatua yang ada di sini. Berdoalah bersama-sama dengan saya untuk gereja ini, katakan “Tuhan, tunjukkan kepada kami jalan-Mu”.

Sebelum saya akan mengeksposisi dari ayat ini, karena ini adalah sebuah doa, maka saya akan memberikan sesuatu yang paling mendasari terlebih dahulu, apa yang menjadi dasar jaminan doa kita. Apa yang mendasari jaminan doa kita didengar? Saudara-saudara, ini adalah sesuatu yang penting sekali yang merupakan presaposisi di dalam hati kita sebelum saudara dan saya berdoa. O, tentu kita boleh berdoa, semua manusia boleh berdoa, tetapi masalahnya bukan kita bisa berdoa atau kita perlu berdoa, tetapi yang menjadikan perbedaan adalah apakah doa kita didengar dan dijawab. Apa yang paling mendasari jaminan doa kita didengar? Di dalam Mazmur 86, saudara akan menemukan 2 hal penting ini, pertama doa itu didengar karena doa itu dimohonkan di dalam Kristus Yesus, “Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, Ya TUHAN”. Ini adalah bicara mengenai Yahweh God of covenant. Kata ini begitu muncul itu bicara berkenaan dengan Allah yang berjanji mengikatkan diri-Nya dengan kita di dalam Kristus Yesus. Allah yang mengikatkan dengan umat pilihan-Nya dalam ikatan kasih dan anugerah-Nya. Biarlah kita selalu ingat kalau kita ada di dalam Kristus kita memiliki kepastian akan didengar dan dijawab oleh Allah. Kita memiliki kepastian menerima janji-janji Allah. Alkitab adalah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berisi seluruh janji dari Sorga, tetapi saudara-saudara perhatikan, sebuah kertas diisi dengan janji-janji apapun tidak berguna, kecuali di dalam kertas tersebut ada tanda tangan Sang pemberi janji dan materai. Saudara-saudara, perhatikan baik-baik Alkitab kita berisi seluruh janji-janji dari Allah Bapa, Alkitab mengatakan Roh Kudus adalah materai-Nya dan tanda tangan oleh darah Yesus Kristus. Jadikan seluruh janji-janji Allah ini sungguh-sungguh ya dan amin pasti bagi kita. Maka atas dasar apa kita itu bisa mendapatkan janji-janji Allah dan juga jawaban dari doa-doa kita adalah berdasarkan ikatan perjanjian di dalam Kristus. Apakah engkau semua yang ada di sini yang mendengarkan kotbah ini engkau sungguh-sungguh adalah orang sejati di dalam Kristus. Sekali lagi hal yang paling membahayakan di dalam gereja seluruh jemaat berasumsi aku adalah milik Kristus, padahal belum tentu. Karena orang di dalam Kristus Yesus bukan mengerti seluruh doktrin, tetapi ada perubahan di dalam hati.

Saudara-saudara, hal yang kedua yang di dalam Alkitab ini yang mendasari jaminan doa itu didengar adalah kerendahan hati Allah. Di dalam ayat yang pertama dikatakan, “Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN”. Saudara-saudara ini adalah bahasa figurative, seseorang yang membungkuk untuk mendengar. Saudara-saudara, seperti seorang dewasa yang cukup tinggi ukuran tubuhnya lalu kemudian ada seorang anak kecil datang kepada dia dan anak itu kemudian meminta sesuatu dari dia, dia menggoyang-goyang daripada celana orang tersebut dan orang tersebut yang tadinya tinggi dan tidak melihat dari anak tersebut, sekarang melihat ke bawah dan kemudian anak itu terus bicara untuk meminta sesuatu dan kemudian orang itu membungkuk dan bukan saja membungkuk, dia berlutut sehingga telinganya sejajar dengan bibir anak tersebut. Ini adalah arti ayat ini. “Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, ya TUHAN”. Allah seakan-akan membungkuk kepada kita, Pencipta langit dan bumi yang sangat mulia itu mau mendengar seorang yang hina dina. Apa sih arti air mata kita? Bukankah tidak ada artinya? Ya, buat kita ada artinya, buat dunia ini nothing. Tetapi Allah yang mulia pencipta langit dan bumi yang dijunjung tinggi oleh seluruh malaikat itu mau membungkuk mau berlutut untuk menyendengkan telinganya mendengar seru sembahyang kita. Ingatlah kapan Tuhan pernah mendengar, pernah menjawab doamu? Ketika engkau mengingat hari itu kembali, biarlah engkau bukan saja bersyukur kepada-Nya, karena jawaban-jawaban doa, tetapi hari ini biarlah engkau dan saya menganggumi kerendahan hati-Nya. Setiap jawaban doa adalah tindakan perendahan diri dari pencipta kepada ciptaan.

Sekarang saya akan masuk di dalam ayat yang ke-11. Perhatikan apa yang Daud itu minta di dalam ayat yang ke-11 ini. Pertama adalah “Tunjukkan kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan”, dan yang ke-2, “supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu;”, dan yang ke-3 adalah “bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu”.

  1. “Tunjukkan kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan”, ada 3 hal yang penting.
    1. Hal yang pertama adalah Allah di depan. Ketika Daud itu bicara “Tunjukanlah jalan-Mu kepadaku”. Saudara-saudara ini menyatakan satu prinsip hidup Daud adalah Tuhan di depan dan dia di belakang. Orang Kristen itu disebut sebagai pengikut Kristus. Jadi definisi Kristen itu adalah pengikut Kristus. Jadi Kristus itu yang di depan dan kita itu yang mengikuti di belakang. Saudara perhatikan kalimat ini, permohonannya adalah “Tunjukkanlah jalan-Mu, kepadaku.” Jalan-Mu, kepadaku. Daud tidak berdoa seperti ini, “Tuhan aku mau pergi ke sana, Tuhan aku mau melakukan ini, tolong engkau berkati aku ya.” Tetapi dia mengatakan engkau mau kemana Tuhan, tunjukkanlah aku mau ikut. Tuhanlah yang punya rencana, aku di belakang Dia, bukan aku yang punya rencana lalu aku berdoa supaya Dia memberkati aku.

      Sebagai hamba Tuhan, waktu saya di Jakarta beberapa kali saya diundang untuk mendoakan orang yang membuka tokonya atau orang yang masuk ke dalam rumah yang baru. Mungkin saudara-saudara juga dalam hidup pernah melakukan itu, saya mau tanya, ketika orang itu memanggil hamba Tuhan untuk mendoakan tokonya, usahanya, pekerjaannya, rumahnya, sebenarnya itu mau didoakan supaya apa ya? Tentu supaya tokonya, usahanya lancar, untung, tidak rugi, berkembang, punya cabang. Tentu untuk rumah tangga yang baik dan sehat dan bisa anak-anaknya sekolah dengan baik, dapat uang. Tetapi saya tidak mendoakan itu. Karena Alkitab memberikan satu prinsip, yaitu supaya Tuhan memimpin toko itu. Jadi ini tokoku ya Tuhan dan ini aku minta Engkau memberkati aku, aku perlu pendeta untuk mendoakan aku untuk ini, bukan seperti itu. Saudara-saudara, orang Kristen seharusnya mengatakan ini tokoku ya Tuhan dan aku persembahkan kepada-Mu, Engkau mau jadikan apa, biar kehendak-Mu yang terjadi. Kalau Tuhan pimpin tokonya untuk maju, puji Tuhan. Kalau Tuhan pimpin suatu hari tokonya terbakar, rugi, tutup, ditipu orang, juga puji Tuhan. Bukan karena aku berdosa, tetapi karena pimpinan-Mu, jalan-Mu seperti itu. Ini yang diminta oleh Daud. “Tunjukkanlah jalan-Mu, kepadaku”. Ini kita perlu minta. Hamba Tuhan, penatua, pengurus, seluruhnya perlu meminta ini untuk gereja GRII Sydney. Karena hidup, karena gereja ini ada hanya untuk itu. Bagi Tuhan, hal-hal rohani lebih akan dikembangkan oleh Dia daripada hal-hal jasmani. Di dalam keluarga, di dalam usaha kita, di dalam gereja, Dia akan lebih mementingkan melihat pertumbuhan iman, ketergantungan pada-Nya, ketekunan kita di dalam doa, kasih yang bertumbuh lebih daripada nama, uang, kelancaran dan apapun saja. Allah di depan, aku di belakang. Ketika Abraham itu mengikuti Allah, apa yang terjadi? Waktu Abraham belum masuk ke jalannya Tuhan, hidupnya enak di Ur Kasdim. Tetapi begitu dia masuk ke jalan Tuhan maka hidupnya secara jasmani menjadi tidak menentu. Tetapi begitulah nasib seluruh orang-orang kudus Allah di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bagi mereka, apapun saja urusannya di dunia ini yang paling penting cuma satu, yaitu bahwa Tuhan itu jelas memimpin di depan dan aku sedang berjalan di dalam jalannya Tuhan.

      Saudara-saudara, biarlah kita mengingat jangan kita hanya menjadi orang Kristen yang baik saja, tetapi jadilah orang Kristen yang berjalan di dalam jalan mengikuti jalannya Tuhan. Maka, jikalau itu terjadi, akan ada pertaruhan kehidupan, ada ketaatan, ada pergumulan, karena mengikut jalan Tuhan selalu prinsipnya adalah sangkal diri dan pikul salib, tetapi itulah yang menjadi destiny kita. Itulah yang menjadi panggilan kita. Itulah alasan mengapa gereja ini ada. Saudara-saudara, sehebat apapun saja kita punya program, itu tidak ada gunanya dalam kekekalan, kecuali kalau itu adalah mengikut jalan yang memang Tuhan tentukan. Perhatikan seluruh GRII Sydney, Yesus Kristus mengatakan di mana Aku berada, di situ pelayan-Ku berada. Di mana Aku berada, di situ pelayan-Ku berada. Kita tidak dipanggil untuk membesarkan diri kita, dengan seluruh program yang berhasil, kalau memang bukan Tuhan yang memimpin di sana. Saya tidak katakan kita anti dengan keberhasilan, tidak. Bahkan di dalam konteks tertentu saudara bisa melihat bagaimana Tuhan memberkati gereja kita. Tetapi sekali lagi bukan untuk ini. Kalau kita mengikut jalan Tuhan dan kemudian kita menjadi terkenal di dunia, biar kehendak Tuhan yang terjadi dan kita tidak mengambil keuntungkan atau kredit apapun. Tetapi, jikalau kita mengikut jalan Tuhan dan kemudian kita rugi atau dianiaya, biar kehendak Tuhan yang jadi. Yesus berkata, “Di mana Aku berada, di situ pelayan-Ku berada”, itulah panggilan kita. Kalau Dia berjalan ke kanan, maka Daud berkata “Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, maka aku jalan ke kanan.” Bukan kalau Dia jalan ke kanan lalu kemudian kita jalan ke kiri dan kemudian kita berhasil, kemudian kita mengatakan lihat Tuhan beserta dengan kita, tidak. Dia sama sekali tidak beserta dengan kita. Biarlah kita boleh jujur, dan kita hati-hati dalam hal ini. Jangan menggunakan Allah, memperalat Dia, kitalah yang harus diperalat oleh Allah. Dia di depan, kita di belakang.

    2. Hal yang kedua di dalam point ini adalah hidup gereja itu bergerak kepada suatu pemenuhan kehendak Allah. Gereja itu bukan statis. Gereja itu bergerak sesuatu movement dan gereja yang sejati dan gereja yang bernilai adalah gereja yang bergerak untuk memenuhkan kehendak Allah. Tuhan memiliki rencana di bumi ini melalui dan di dalam gereja kita. Kita perlu untuk bergumul untuk selalu dapat melihat Dia dan bergerak di belakang Dia. Di dalam Perjanjian Lama, hal ini mendapatkan porsi yang cukup besar. Orang Israel keluar dari Mesir, 40 tahun di padang belantara, tiang api dan tiang awan memimpin. Saudara lihat mereka adalah jutaan orang, satu jemaat yang digerakkan oleh Allah. Kalau tiang awan, tiang api ke kiri mereka ke kiri, kalau ke kanan, mereka ke kanan, kalau cepat, mereka cepat, kalau lambat, mereka lambat, kalau berhenti maka mereka juga berhenti. Pelayanan di dalam gereja itu apa sih? Ini bukan pelayanan rutin saja. O, usher, sekolah minggu, choir, kotbah. Tetapi ketika kita bicara mengenai gereja, kita harus menggumulkan panggilan khusus, pimpinan khusus yang Tuhan kehendaki untuk gereja bergerak melangkah ke mana. Juga bukan ikut-ikutan dengan gereja yang lain. Tuhan pimpin kepada gereja setiap gereja yang sejati itu memiliki keunikannya masing-masing. Apa panggilan gereja lokal itu setiapnya berbeda. Sekali lagi ini adalah bicara mengenai gereja yang bergerak. Setiap kali yang kita lakukan itu sebenarnya bukan program-program gerejawi saja, tetapi benar-benar Tuhan mau kita lakukan apa. Sungguh dengan takut akan Tuhan. Beberapa tahun ini makin lama dan beberapa bulan ini makin intense, begitu sangat-sangat takut melangkah. Apakah Tuhan itu sungguh-sungguh memimpin kita menuju kepada misi? Untuk bicara mengenai misipun saya yakin sekali banyak dari kita semua berbeda pengertiannya dengan apa yang saya pikir. Saya tidak menjelaskannya di sini, tetapi apakah Tuhan pimpin untuk bermisi? Apakah daerah yang kita sekarang ini sedang jajaki memang Tuhan itu mau kita ke sana. Saudara-saudara, inilah yang disebut sebagai kebangunan rohani. Saudara-saudara, kebangunan rohani itu menyangkut apa saja sih? Oh, ada kebangunan rohani dalam sebuah gereja ini. Kok tahu itu kebangunan rohani? Oh, lihat dong anak mudanya itu semua jingkrak-jingkrak, banyak sekali tepuk tangan, band-nya hebat. Oh, lihat orang-orang itu berbahasa roh. Saudara-saudara perhatikan, itu semua bukan tanda kebangunan rohani yang sejati. Perhatikan baik-baik tanda kebangunan rohani yang sejati ada beberapa. Pagi ini saya akan bicara 2 hal yang penting. Yang pertama adalah satu gereja, satu daerah, satu kota begitu terjadi kebangunan rohani maka visi akan kekudusan Allah dinyatakan. Maka kekudusan Allah menjadi centre daripada sebuah kebangunan. Dan ketika seseorang itu melihat kekudusan Allah, dia akan sadar akan dosanya dan meratap minta pengampunan dan pertobatan. Hal yang ke-2, jikalau itu terjadi orang itu akan di revitalisasi oleh Allah dan bergerak ke arah dengan kecepatan yang sama di mana Roh Kudus bergerak. Gereja yang malas berarti pasti tidak ada kebangunan rohani. Gereja yang berkecimpung dalam dosa pasti tidak ada kebangunan rohani. Saudara perhatikan baik-baik sekali lagi dua prinsip ini. Yang pertama adalah visi kekudusan yang membuat pertobatan. Yang kedua adalah orang tersebut yang sudah bertobat akan digerakkan di dalam arah dan kecepatan yang sama di mana Roh Kudus itu bekerja.

      Apakah kita sungguh-sungguh meminta kebangunan rohani terjadi dalam diri kita, keluarga kita, gereja? Saudara, Daud mengatakan “Tunjukanlah kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan”, berarti dia adalah orang yang mau bergerak. Dia bukan orang Kristen yang duduk-duduk di rumah terus kemudian menikmati hidup sambil kemudian itu menyatakan aku itu di dalam sejahtera di dalam Tuhan, saat teduh. Saudara-saudara, tidak, tetapi ini adalah dia tahu ada sesuatu panggilan di mana dia harus mentaati.

    3. Hal yang ke-3 di dalam point kalimat ini sendiri adalah bicara mengenai mata yang terfokus kepada Kristus Yesus. ”Tunjukanlah kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan”, berarti dia itu melihat, mau melihat, peka, mata selalu kepada Roh kudus. Kita adalah manusia yang berdosa. Gereja ini adalah kumpulan, bukan kumpulan superman rohani, kumpulan orang-orang yang berdosa. Saudara-saudara tidak perlu untuk memiliki spiritcriticism yang tinggi. Saudara-saudara orang biasa saja, pasti saudara mengerti banyak sekali kelemahan. Tetapi mata kita itu dilatih oleh Tuhan bukan untuk melihat kesalahan orang lain. Mata kita itu tidak bisa distract dengan apapun saja kecuali satu yaitu mengikut Yesus Kristus, melihat pribadi Kristus. Bagaimana mungkin Daud yang mengatakan, “Tunjukanlah jalan-Mu, kepadaku”, lalu kemudian dia lihat-lihat yang lain, tidak mau melihat pimpinan Roh Kudus. Kalau saudara dan saya mendoakan hal ini, saudara dan saya menetapkan di dalam hati, aku hanya mau melihat Roh Kudus bekerja. Saudara-saudara ini masalah kerohanian bagi kita sendiri dan ini tidak mudah.

      Saya ceritakan apa yang terjadi di dalam Alkitab. Saudara-saudara ada satu kata yang diulang tiga kali kepada Petrus oleh Yesus Kristus dan kata itu adalah “follow Me.” Itu mau menunjukkan bahwa setiap kali Petrus dengan semangat berkobar-kobar mau mengikuti Yesus, dia selalu distract dengan yang lain. Pertama ketika Yesus bicara “follow Me” adalah ketika Petrus sedang menjadi nelayan dan Yesus memanggil dia menjadi murid-Nya, “follow Me.” Dan kemudian Petrus mengikuti Yesus, sampai beberapa tahun kemudian Yesus mengatakan bahwa Anak Manusia akan pergi ke Yerusalem, akan disesah, akan mati di kayu salib dan kemudian Petrus menarik Yesus mengatakan itu tidak mungkin terjadi sama Engkau. Yesus kemudian mengatakan “Enyahlah engkau iblis, engkau hanya memikirkan apa yang dipikirkan oleh manusia tetapi bukan pikiran Allah”. Dan kemudian Yesus Kristus mengatakan jikalau engkau mau menjadi murid-Ku maka engkau harus menyangkal diri, memikul salib dan engkau ikut aku, Petrus. Terhadap salib yang begitu menakutkan itu, Petrus kemudian distract, tidak, tidak, aku mundur, aku mundur, Yesus mengatakan “follow Me Petrus.” Dan hal yang ketiga adalah ketika Yesus sudah bangkit mau naik ke sorga dan kemudian Petrus itu diberitahu oleh Yesus Kristus bahwa engkau akan mati martir tetapi ketika itu Petrus lihat Yohanes kalau aku mati martir, dia matinya bagaimana ini? Maka Yesus mengatakan “itu bukan urusanmu Petrus, engkau ikut Aku.” Saudara-saudara, ketika pertama kali, berapa puluh tahun yang lalu saya menemukan ayat itu saya bingung sekali, kenapa yah Firman itu, ada satu Firman itu, “Itu bukan urusanmu.” Kalau mata saudara dan mata saya pergi ke tempat orang lain, saudara-saudara ingat kalimat Yesus, “Itu bukan urusanmu, matamu sekarang ke tempat-Ku; follow me, ikut Aku.” “Tunjukanlah kepadaku jalan-Mu ya Tuhan”, maka ini mata yang terfokus kepada Kristus.

  2. Sekarang kita akan masuk ke dalam kalimat selanjutnya, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu. Jadi jalan Tuhan itu jalan apa? Kita minta untuk ditunjukkan bukan? Tetapi jalan-Nya jalan apa? Jalan Tuhan adalah jalan seturut dengan Firman. Jalan Tuhan adalah jalan kebenaran, jalan kesucian. Saudara-saudara sekali lagi ini adalah dinyatakan oleh Daud yang sudah lahir baru. Meskipun kita sudah lahir baru tetapi seringkali kita berada di dalam jalan yang kabur. Apalagi di saat ada pencobaan atau godaan yang menyerang. Ketika kita terdesak atau terancam, kita sering menempuh jalan dengan keputusan-keputusan yang self-centered. Maka doa ini meminta Roh Kudus menuntun kita berjalan sesuai Firman agar kita terbebas dari jebakan dosa dan dunia, agar tidak menyeleweng dan terus berjalan di dalam jalan yang kudus menghindari dosa dan berjalan di dalam rencana-Nya. Gereja harus menggumuli jalan-Nya berdasarkan Firman-Nya. Saudara-saudara, apa bentuk pemerintahan Kristus kepada gereja? Apa artinya kalau Kristus itu adalah kepala dan kita adalah tubuh-Nya? Bentuk pemerintahan Kristus kepada gereja-Nya itu adalah Firman-Nya itu didengar dan diikuti. Banyak gereja yang mengatakan Kristus adalah Kepalanya tetapi tidak menggumuli Firman. Banyak gereja yang menyatakan Kristus adalah Kepala dan Rajanya tetapi tidak membaca dan meneliti prinsip-prinsip Firman, itu kebohongan. Kita harus menggumuli apa yang dipikirkan kepala kita yaitu Kristus menggumuli Firman-Nya. Dan pada pagi hari ini saya akan bicara secara pribadi.

    Saudara doakan kami, doakan saya dan juga doakan untuk semua pengurus dan penatua yang pengambil-pengambil keputusan karena kita harus hati-hati. Semua pengambil keputusan harus peka akan pimpinan Roh Kudus berdasarkan mengerti prinsip Firman. Karena gereja ini berkembang seperti apa, berjalan ke kanan atau ke kiri ada di tangan kita. Seluruh pengambil keputusan dalam gereja ini, apa yang menjadi dasar pertimbanganmu? Apakah keadaan kita, masalah kita, interest kita, ketakutan kita, kekuatiran kita, itu menjadi dasar pertimbangan pengambilan keputusan? Apakah sungguh-sungguh kita itu mengerti prinsip kebenaran Firman Tuhan dan berdoa kepada Roh Kudus minta pimpinan-Nya? Sebenarnya kita banyak sekali, kalau kita tidak hati-hati, siapapun saja, termasuk kita bisa bermain-main dengan simbol-simbol rohani untuk mengambil satu keputusan padahal sebenarnya keputusan itu dari interest dan ketakutan kita. Saya ambil contoh supaya saudara mengerti dengan jelas. Sekarang kalau saudara sedang punya pekerjaan yang baik terus kemudian saudara itu adalah pengambil keputusan untuk janji iman pembangunan gereja, atau tidak, mau jadi dibangun atau tidak gereja itu? Saudara di dalam dirinya, ok lah ada janji iman. Tetapi kalau saudara sedang tidak ada pekerjaan atau saudara-saudara punya kebutuhan keluarga, uangnya itu makin banyak keluar, saudara sudah tidak punya terlalu banyak extra money. Kalau saudara adalah pengambil keputusan, saudara akan ambil keputusan apa? Bangun gedung gereja atau tidak? Saudara mengerti maksud saya? Orang ini akan mengatakan tidak, bukan saat yang tepat. Bukan saat yang tepat di tempatmu, di tempat saya, tetapi saudara dan saya harus takluk, meskipun sulit uang, apakah Tuhan pimpin? Saudara-saudara, jangan bermain-main dalam mengambil keputusan berdasarkan keadaanku. Saudara lihat pekerjaan Tuhan di seluruh dunia yang begitu cemerlang mulia dibangun dari orang-orang yang pada saat itu dengan air mata, Tuhan aku sudah tidak punya apa-apa tapi ini yang aku miliki, aku persembahkan. Nabi Elia disuruh Tuhan pergi ke satu tempat yang jauh sekali untuk ketemu sama janda yang miskin, yang hanya punya tinggal satu tepung untuk adonan terakhir sebelum mati, itu diminta. Saudara lihat prinsip-prinsip Alkitab, saudara bukan lihat keadaanku ada uang atau tidak, oh saatnya untuk janji iman kalau tidak ada, oh saatnya bukan janji iman. Tidak bisa begitu. Kadang-kadang saya lihat orang itu menggunakan ayat Alkitab tetapi sebenarnya untuk menyembunyikan sesuatu. Dan kemudian kita dengan ayat Alkitab itu, kita berpikir kita memakai ayat Alkitab itu dan kita ada di dalamnya, belum tentu. Saya tidak katakan pasti juga membangun saat itu sesuatu yang pasti benar tetapi saya katakan mari kita baik-baik dan takut sama Tuhan, lihat pimpinan Roh Kudus. Jadi pimpinan Tuhan, “Tunjukan kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu”, itu adalah bicara mengenai Firman. Itu bukan kebenaran subjektivitas tetapi ini adalah bicara mengenai Firman, prinsip Firman.

  3. Terakhir adalah “Bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu”. Ini suatu doa yang indah, penting dan membukakan rahasia kerohanian Daud. Daud minta ditunjukan jalan Tuhan, ini kemauannya, ini pikirannya, ingin apa? Ingin dituntun, dipimpin oleh Tuhan. Tetapi pada kenyataannya jikalau jalan Tuhan itu sungguh-sungguh dibukakan, ternyata kita belum tentu suka, hati kita belum tentu ready untuk hal itu. Saya ambil contoh hal yang paling sederhana adalah berapa banyak orang yang ditanya anaknya nanti apa, terus kemudian mengatakan, supaya dipakai sama Tuhan. Apa pengertian dipakai oleh Tuhan itu? Oh kalau di Jakarta itu, anakmu nanti mau jadi apa yah? Saya doakan supaya jadi Stephen Tong. Mau dipakai Tuhan seperti Stephen Tong. Pak Tong pernah mengatakan maksudnya terkenal seperti saya? Kalau dipakai oleh Tuhan menjadi martir, mati muda seperti Jim Elliot seperti apa? Selalu bahasanya rohani tetapi putarannya self-centered. Itulah sebabnya Daud mengatakan “Bulatkan hatiku untuk takut kepada Engkau”. Kemauan itu satu hal, tetapi hati yang bulat seutuhnya itu adalah hal yang lain. Ingat dosa sudah masuk ke dalam hidup kita. Dosa membuat keterpecahan ini. Lihatlah Daud meneliti hatinya dan mengerang meminta Tuhan membulatkan hatinya untuk takut kepada Dia. Kata bulatkan, unite itu adalah satukan, itu adalah tunggal di dalam bahasa Ibraninya adalah yachad. Saudara-saudara di dalam bahasa Hebrew ada dua arti kata “satu” satu adalah echad, satu adalah yachad atau yachid. Echad adalah bicara mengenai suami istri, dua lalu kemudian menjadi satu, itu adalah echad. Tetapi yachad atau yachid itu artinya tunggal; Abraham persembahkanlah anakmu yang tunggal itu, Isak. Daud meminta Tuhan membulatkan hatinya untuk takut akan nama-Nya.

    Saudara-saudara, dari semua ini, ini adalah salah satu bagian yang terpenting. Saudara perhatikan, inilah business terbesar orang-orang kudusnya Allah. Saya akan menyatakan apa yang John Flavel dan John Calvin itu nyatakan, orang-orang kudus Allah akan selalu memiliki banyak permohonan seperti ini di hadapan takhta kasih karunia. Mereka hanya berdoa sedikit akan kebutuhan-kebutuhan jasmaninya tetapi akan mengerang secara serius untuk menata hatinya benar kembali di hadapan Allah. Ini adalah hal yang memicu begitu banyak keluhan dan kesedihan. Menghabiskan begitu banyak erangan yang dalam dan air mata yang mengalir. Orang-orang kudusnya Allah sering meminta dengan air mata untuk hati yang lebih baik, untuk jiwa yang lebih mencintai Tuhan, untuk membenci dosa, untuk berjalan lebih dekat dengan Tuhan. Orang-orang kudusnya Allah akan berdoa dengan nyaring seperti ini, “Tuhan, jangan tolak aku untuk memiliki hati yang bulat seperti ini, apapun yang Engkau tolak kepadaku, aku akan terima, tetapi jangan tolak memberikan aku hati untuk takut kepada-Mu, untuk mencintai dan bersukacita di dalam Engkau saja.” Orang kudus Allah takut akan kemunafikan yang menyerang hati, takut akan perpecahan di dalam hatinya, dia menyadari hatinya itu ada Allah tetapi juga ada dunia dan segala sesuatu yang lain.

    Jemaat sekalian kita perlu berdoa seperti ini, berdoa agar Roh Kudus menyingkirkan segala ilah-ilah palsu. Ilah-ilah palsu itu membuat kesetiaan kita terbagi, fokus pikiran kita terpecah, afeksi kita mendua, dan kekuatan ketaatan kita melemah. Ini adalah doa yang meminta agar hati kita dimiliki oleh Allah saja dan menyembah Dia yang suci tanpa terbagi. Berserulah seperti Daud, ayat yang ke-11 ini setiap hari. Kiranya ini boleh menuntun khususnya di dalam satu tahun kita ke depan.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^