[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

6 June 2021

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Yesus dan Gereja-Nya

Kristus Yesus itu mulia adanya. Allah Bapa di surga itu mulia adanya. Allah Roh Kudus itu mulia adanya. Dan Allah Tritunggal menjadikan gereja-Nya di bumi ini dan gereja itu mulia adanya. Gereja, apakah itu? Kalau saudara-saudara melihat gereja, perkumpulan dari orang-orang Kristen yang lahir baru, saudara akan mudah sekali kecewa bukan? Saudara berpikir ini adalah orang-orang yang suci, orang-orang yang hatinya milik Allah, tetapi saudara akan bertemu dengan semua orang di sini yang mengecewakan saudara. Tetapi penglihatan dari kemuliaan gereja bukan dari opini kita. Betapa mengecewakannya gereja itu di depan kita, tetapi itu adalah suatu yang mulia dan suatu yang sungguh-sungguh Allah permuliakan di depan mata-Nya. Segala penilaian kita tidak pernah boleh subjektif dari diri kita sendiri. Seluruh penilaian kita haruslah berdasar bagaimana Allah melihatnya. Gereja itu mulia sekali. Begitu mulianya sampai di dalam Alkitab dikatakan itu adalah mempelai Kristus. Thomas Watson seorang Puritan mengatakan, “Hai seluruh hamba-hamba Tuhan, biarlah engkau boleh menyadari, Allah di surga menyerahkan dua hal yang paling berharga di dalam diri-Nya kepadamu. Yang pertama adalah kebenaran-Nya, dan yang kedua adalah mempelai-Nya.” Saudara-saudara bisa melihat bagaimana gereja itu begitu mulia di pandangan Allah dan Allah mengajarkan kepada kita kemuliaan-Nya. Di dalam Matius 16 yang tadi kita baca, saudara bisa melihat gereja itu bukan didirikan karena rencana manusia. Gereja itu ada bukan seperti company-company yang ada, bukan seperti sekolah, juga bukan seperti negara. Yesus tidak pernah mendirikan negara, Yesus tidak pernah mendirikan sekolah, Yesus tidak pernah mendirikan suatu klub, tetapi Yesus mendirikan gereja. Saudara-saudara bisa melihat di dalam Matius 16 ini, minimal empat hal yang penting.

Yang pertama, Gereja itu didirikan oleh Yesus Kristus setelah pengakuan iman yang benar dari Rasul Petrus. Suatu hari Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Menurut kata orang, siapa Aku ini?” Ada yang mengatakan, “Oh Engkau Yeremia.” Ada yang mengatakan, “Engkau Elia atau Yohanes Pembaptis.” Sekarang Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, Dia menatap mata dari setiap murid-Nya, “Tetapi kata-katamu, apa katamu, siapa Aku ini?” Saudara-saudara perhatikan. Ini adalah kalimat yang diucapkan Yesus kepada kita, kepada saudara dan saya masing-masing. Dan jawaban kita akan menentukan kekekalan kita, “Menurut katamu, menurut engkau, siapakah Aku ini?” Ada anak-anak muda di sini. Yesus tidak akan bertanya, “Menurut papamu, yang engkau ketahui, siapa Aku ini? Menurut omamu, siapakah Aku ini? Menurut pendetamu, siapa Aku ini? Kalau engkau ikut-ikutan temanmu, Yesus tidak akan bertanya, menurut temanmu siapa Aku ini?” Itu artinya kekekalanmu ditentukan oleh dirimu sendiri. Kekekalanmu ditentukan oleh pengenalan kita akan Tuhan sendiri. Menurut engkau, siapakah Aku ini? Biarlah kalimat ini mengiang di dalam hatimu hai seluruh anak-anak muda. Engkau mau tidak mau pasti suatu hari harus menjawabnya di hadapan Dia.

Menurut engkau, siapakah Aku ini? Petrus kemudian mengatakan, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.” Saudara perhatikan kalimat Yesus setelah itu, “Berbahagialah engkau Petrus, karena bukan dari padamu tetapi Allah di surga yang mengajarkannya, yang mengaruniakannya kepadamu.” Kemudian Yesus Kristus mengatakan, “Di atas pengakuan iman ini, Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Saudara perhatikan baik-baik. Gereja dibangun di atas doktrin yang benar. Bukankah mudah untuk Yesus membangun sebuah gereja? Dia tinggal mengumpulkan murid-murid-Nya dan mengatakan Aku akan membangun jemaat-Ku. Tetapi tidak. Yesus tidak pernah membangun jemaat-Nya sampai kalimat Petrus itu muncul. Itu bukan berarti Petrus yang membangun jemaat Allah, tetapi di dalam providensia-Nya Allah mau mengajarkan kepada kita, gereja itu dibangun di atas dasar apa.

Hal apakah yang paling solid, yang paling menjadi dasar dari seluruh bangunan gereja? Adalah doktrin yang benar. Adalah pengajaran yang benar. Jikalau itu tidak ada, maka seluruh gereja yang kita bangun adalah suatu kesia-siaan di hadapan Allah. Gereja tidak pernah dibangun dengan: “Oh, saya mau bertemu dengan engkau, saya mau bersekutu dengan engkau, mari kita ber-fellowship sama-sama lalu membangun sebuah gereja.” Gereja juga tidak dibangun dengan: “Oh, saya punya uang yang banyak, aku mau membangun sesuatu yang baik bagi dunia ini, aku sudah membuat company, sekarang aku mau membuat gereja.” Banyak orang kaya berpikir dia bisa membangun apa saja: “Sekarang aku membangun gereja.” Celakalah orang itu! Engkau mempermalukan prinsip Firman Allah. Barangsiapa tidak mengenal Yesus Kristus yang sejati, dia tidak layak untuk membangun gereja. Gereja yang sejati dibangun dengan pengenalan sejati kepada Allah Anak Yesus Kristus.

Menurut engkau, siapakah Aku ini? You are the Messiah, the Son of the Living God. Aku akan membangun jemaat-Ku di atas pengakuan iman ini. Apakah saudara mengerti pentingnya pengajaran yang sejati? Apakah saudara dan saya mengerti pentingnya kebenaran itu harus menjadi dasar gereja didirikan? Gereja itu ada bukan karena musiknya, ya gereja memerlukan musik, ya ada musik di dalam gereja dan itu sesuatu yang baik. Gereja ada bukan karena fellowship-nya, gereja juga ada bukan karena masing-masing saling mengasihi, tetapi karena kebenaran. Prinsip kasih di dalam Alkitab adalah kasih di dalam kebenaran. Kalau saudara-saudara mengucapkan kasih tetapi saudara tidak mengucapkan kebenaran, itu jelas pasti bukan di dalam Alkitab. Dan truth itu apa, itu adalah pengajaran. Itu adalah bicara berkenaan dengan apa yang Alkitab itu nyatakan, karena gereja yang sejati didasarkan di atas dasar pengajaran yang benar. Dan pengajaran itu adalah berkenaan dengan pengenalan akan Yesus Kristus, maka dengan sendirinya kalau saudara dan saya masuk ke dalam gereja yang sejati, saudara dan saya akan makin mengenal pribadi Yesus Kristus. Saudara akan makin mengagumi Dia. Kita makin takluk kepada Dia. Kita makin mengenal dimensi-dimensi keselamatan yang Dia lakukan kepada kita. Kita akan makin mengenal Dia di dalam seluruh sebutan-Nya, jabatan-Nya, dan segala tindakan-Nya, apa yang menjadi the event of Christ. Doktrin yang sehat adalah pengajaran Alkitab yang benar. Di atas pengakuanmu ini Petrus, Aku akan membangun jemaat-Ku. Sekali lagi saya tanya kepada saudara-saudara, kalau saudara masuk di dalam gereja didasarkan apa? Apakah sungguh-sungguh pengabdian kepada pengajaran Firman? Apakah makin masuk ke dalam gereja tersebut makin mengenal Firman?

Saudara-saudara, saya tidak mengatakan doktrin itu adalah satu-satunya. Sekali lagi Martin Llyod-Jones menyatakan banyak gereja yang benar tetapi mati adanya. The Death of Ortodoxy. Saudara-saudara, doktrin itu bukan satu-satunya, tetapi tidak bisa mengatakan doktrin itu tidak perlu, karena doktrin itu jelas di dalam Alkitab dinyatakan sebagai dasar sebuah gereja dibangun. Hal yang penting selain doktrin adalah ketaatan secara dinamis kepada Roh Kudus. Gereja yang sejati yang takluk kepada Roh Kudus akan memiliki api yang suci. Saya suka sekali dengan kalimat Martin Llyod-Jones di sini, apa yang menjadi ciri dari satu gereja reformed yang benar-benar reformed. Banyak yang mengatakan reformed tetapi sebenarnya tidak benar-benar reformed. Kalau saudara-saudara melihat orang-orang Puritan, maka kalimat Martin Llyod-Jones ini adalah benar, mimbar mereka boleh dikatakan memiliki logic on fire. Mereka memiliki suatu kemampuan kekuatan secara doktrinal, tetapi dengan api yang berkobar-kobar. Dan ini tidak bisa terpisahkan meskipun bisa dibedakan. Sekali lagi gereja yang benar didirikan di atas dasar doktrin yang benar.

Hal yang kedua. Gereja yang sejati didirikan dengan konteks peperangan. Aku mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Ini kalimat adalah bicara berkenaan dengan perang. The Gates of Hades menggambarkan kekuatan daripada seluruh neraka, kuasa daripada kegelapan itu, akan menyerang gereja Tuhan, saudara dan saya. Saudara-saudara bisa membayangkan bagaimana terkejutnya para murid-murid Yesus, “Ah sebentar Tuhan Yesus, sebentar. Engkau mengatakan apa? Pintu gerbang neraka akan bertempur melawan kami? Ya Tuhan, Engkau lupa ya, kami ini cuma nelayan. Lihat Matius, dia itu pemungut cukai, dia ngerti apa sama peperangan? Suruh aja dia lari, dia akan ngos-ngosan. Sebagian besar daripada kami itu orang-orang pengecut dan yang paling hebat, paling berani itu Petrus, yang berkata aku akan mati bagimu Kristus. Tetapi Yesus, lihat apa result-nya? Dia akan lari terbirit-birit, bukan sama setan, sama itu lho, sama penjaga dari Bait Suci dan sama anak kecil pembantu rumah tangga itu. Engkau tidak salah Tuhan?” Ya Tuhan, saya mau pergi ke gereja itu cuma supaya beragama. Saya mau pergi ke gereja itu supaya jadi orang baik. Kalau saya mau pergi ke gereja itu supaya dapat istri, saya tahu kalau di night club itu tidak benar, kalau di sini banyak orang yang bagus. Tapi saya tidak pernah berpikir dan tidak pernah mau untuk pergi ke gereja kemudian jadi berperang. Saudara mau tidak mau, begitu saudara mengikut Yesus Kristus, kita masuk di dalam medan pertempuran yang saudara tidak inginkan, karena ini adalah destiny dan natur kita. Saudara tidak mungkin bisa lepas dari kalimat Yesus ini. Bagi semua orang-orang yang akan dibaptis, sidi dan atestasi, maka kesungguhan hatimu pada hari ini bukan saja dilihat oleh seluruh jemaat, tetapi dilihat oleh Allah Tritunggal dan dilihat oleh setan. Apakah engkau menyadari bahwa apa yang engkau putuskan hari ini sangat tidak disukai oleh setan? Engkau mau mengikut Yesus Kristus di dalam gereja lokal dengan bersungguh-sungguh, engkau pasti tidak disukai oleh setan. Kita yang makin bersungguh-sungguh di dalam Tuhan, saudara akan makin masuk di dalam medan pertempuran yang sengit bukan?

Kalau saudara-saudara membaca Yudas ayat ke-3 tadi, di dalam bahasa aslinya itu seperti Bahasa Indonesia mengatakan, “Berjuanglah dengan sungguh-sungguh.” Apa yang hilang di dalam gereja Kristen sekarang? Yang pertama adalah doktrin, mereka tidak tahu apa yang diajarkan. Mereka asal bicara sesuatu yang hanya mengkutip ayat Alkitab untuk memotivasi jemaat. Makin diikuti makin tidak mengenal Allah Tritunggal. Dan apa yang hilang dari gereja masa kini? Kesungguhan. Kesungguhan untuk berjuang. Banyak orang hanya ingin menjadi member church, banyak orang ingin menjadi orang yang baik, banyak orang ingin dihormati di dalam gereja, banyak orang ingin melayani di dalam gereja. Tetapi siapa yang sungguh-sungguh mengerti ini adalah suatu medan pertempuran? Niat perjuangan sudah hilang. Semangat sudah pudar. Visi akan Tuhan dan gereja dan pekerjaan-Nya tidak ada lagi. Maka hasilnya gereja adalah tindakan ritual saja. Yudas ayat ke-3 menyatakan sungguh-sungguhlah engkau berjuang. Berjuang karena dosa itu menipu kita dari dalam. Berjuang karena dosa memikat kita dari luar dengan sensualitasnya. Berjuang karena ada setan yang akan terus menuduh kita. Begitu kita menetapkan diri untuk makin berjuang makin komitmen, maka mungkin akan ada angin pencobaan yang makin besar, kesulitan yang makin dalam, sensualitas dunia yang makin memikat untuk menggocoh kita. Maka kitab Yudas mengatakan engkau harus berjuang. Dari Petrus sampai Paulus, sampai Yudas, mereka tahu bahwa satu konten dari pelayanan kekristenan adalah bicara mengenai perjuangan. Tetapi sekali lagi perjuangan itu bukan melawan darah dan daging, maka perjuangan itu tidak bisa kita usahakan dengan darah dan daging kita. Tetapi perjuangan itu adalah perjuangan dengan dasar yaitu bergantung sepenuhnya kepada Allah Tritunggal. Itulah sebabnya dalam Alkitab, dalam Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru ada satu prinsip yang penting ini: semakin kita menyadari kita tidak memiliki apa pun saja untuk memenangkan perjuangan itu dan kita bergantung sepenuhnya kepada Allah, maka kita akan memenangkan perjuangan itu.

Perjuangan itu tidak dimenangkan dengan komitmen yang tinggi. Perjuangan itu tidak dimulai dari motivasi yang digairahkan dari dalam. Perjuangan itu dimenangkan dengan air mata, berteriak kepada Allah Tritunggal, “Tolong aku, have mercy on me Lord.” Seorang raksasa rohani mengatakan setan gemetar melihat Anak Allah yang paling lemah pun berlutut berdoa. Karena Allah Tritunggallah yang membuat kita mengenal Dia. Saudara dan saya dimasukkan ke dalam gereja ini karena pekerjaan Allah Tritunggal. Kita ditopang oleh Allah Tritunggal dan iman kita akan disempurnakan oleh Allah Tritunggal. Itulah sebabnya Yudas mengatakan, “Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tidak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang Esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya.” Allah Tritunggal yang memulai kehidupan rohani kita. Allah Tritunggallah yang menopang seluruh perjalanan perjuangan kita. Dan Allah Tritunggallah yang akan mengakhiri semuanya dengan kesempurnaan-Nya kepada kita. Maka biarlah kita menyadari panggilan kita di dalam perjuangan adalah berlutut, berdoa.

Setiap kali saya ingat ayat ini, dan ayat ini akan selalu dinyanyikan oleh choir di GRII ini untuk orang-orang yang akan dibaptis sidi dan diatestasi. Kenapa saya memilih dari lagu ini? Karena saya teringat terus-menerus kepada Janti. Seorang yang biasa saja tetapi mau berjuang untuk Kristus. Dia menggambarkan kita semua orang Kristen. Suatu hari cancer datang kepada dia dan makin lama cancer itu makin menjalar di seluruh tubuhnya. Kemudian di tengah-tengah keadaan itu, meskipun sakitnya luar biasa, dia berusaha setiap hari Sabtu datang untuk mengikuti persekutuan doa. Di tengah-tengah sakit cancer, dia masih memberitakan Injil dan memberikan traktat. Dan di tengah-tengah cancer dia kadang pergi ke Woolies atau ke Coles, dan ketika membeli keperluannya, dia teringat orang lain, lalu dia belikan dan berikan kepada orang tersebut. Bagaimana kekuatan kegelapan itu mau meruntuhkan imannya tetapi Allah Tritunggal yang menopang orang ini sampai mati, dia tetap beriman kepada Yesus Kristus dan mempermuliakan nama-Nya.

Satu orang lagi yang saya ingat adalah seorang guru di sekolah Minggu yang dulu gereja kami layani. Orang yang sederhana, hidup bersama suami dan anak-anaknya. Dia sehat, tiba-tiba ada cancer di dalam dirinya. Dan cancer itu begitu cepat merambat, tidak pernah saya melihat ada orang sakit cancer secepat itu. Dalam waktu yang singkat seluruh kakinya dari pangkal paha sampai ke bawah itu hitam, semua adalah darah yang menggumpal. Pada waktu itu kami sudah ada di Sydney. Pada waktu saya pulang ke Indonesia, suaminya menanyakan apakah boleh mengadakan satu kebaktian dan Perjamuan Kudus di rumahnya. Kemudian saya melihat guru sekolah Minggu ini terbaring, memang tidak mungkin bisa berjalan, tidak mungkin bisa ke mana-mana karena kakinya itu boleh dikatakan sudah lumpuh dan sangat mengejutkan karena tinggal kulit yang membungkus tulang. Tetapi ini yang membuat hati saya tergerak, ketika liturgis itu kemudian menyerahkannya kepada saya, dan saya membuka Alkitab dan kemudian saya mengajak membuka bagian Alkitab ayat ini, kurang lebih ada dua puluh orang yang berkumpul di sana bersama jemaat yang kecil. Dia di tengah-tengah seluruh kelemahannya yang memuncak itu, bagaimana caranya dia itu bisa duduk untuk mendengarkan Firman, dia mau menghormati kalimat Yesus Kristus. Saya teringat akan ayat ini: “Bagi Dia yang berkuasa menjaga iman kita sampai akhir.” Terpujilah Dia selama-lamanya. Biarlah kita boleh mengerti kehidupan kekristenan adalah kehidupan perang, berjuang. Bergantunglah terus kepada Tuhan! Satu hal yang penting dalam hidup kita, belajar berdoa. Kalau saya mengatakan ini bukan karena saya expert dalam berdoa, saya gagal berkali-kali tapi mari bersama-sama belajar berdoa.

Saya sudah mengatakan berkali-kali kepada saudara-saudara, gereja ini di antara seluruh hal, ada dua hal yang penting. Yang pertama adalah sekelompok orang yang berdoa. Yang kedua adalah mimbar. Mimbar adalah seperti kemudi yang mengemudikan seluruh daripada lokomotif itu. Kalau mimbarnya ke kanan maka seluruh train itu akan ke kanan, kalau mimbarnya ke kiri maka train itu ke kiri. Kalau mimbarnya itu cepat, maka seluruh train itu akan lari dengan cepat. Kalau lambat, santai maka train itu juga akan santai. Ketika saudara masuk ke dalam sebuah gereja, perhatikan mimbar, kalau mimbar itu dangkal maka iman jemaatnya akan dangkal. Kalau mimbar itu bicara mengenai sukses dan uang maka seluruh kehidupan jemaatnya inginnya sukses dan uang. Kalau mimbarnya itu liar maka jemaatnya pasti liar imannya. Kalau mimbarnya itu lambat, malas maka saudara akan melihat seluruh dari gereja itu orangnya malas dan tidak berjuang. Tapi hal yang kedua yang penting ada di dalam sebuah gereja adalah orang-orang yang berdoa. Berdoa itu adalah lokomotif, bahan bakar. Sebagus apa pun saja masinis sebuah train, dia nothing kalau tidak ada bahan bakar. 

Hal yang ketiga, Yesus Kristus mengatakan, “Aku akan membangun jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Itu artinya apa? Gereja itu milik Yesus Kristus saja. Aku akan membangun jemaat-Ku. Gereja itu adalah milik Yesus Kristus. Jemaat itu adalah milik Yesus Kristus. Saudara dan saya adalah milik Yesus Kristus. GRII Sydney, seluruh dari kita adalah milik Yesus Kristus. Jemaat bukan milik pendeta. Jemaat tidak berhutang budi kepada pendeta. Jemaat, kaitkan hatimu bukan kepada pendetamu, tetapi kepada Yesus Kristus saja. Di tempat yang lain maka jemaat ini, gereja ini, setiap rencananya adalah aplikasi dari apa yang Yesus Kristus inginkan. Setiap rencana gereja yang sejati itu bukan rencana dari pendetanya pribadi, bukan rencana dari penatua pribadi, juga bukan rencanamu pribadi. Kita perlu hati-hati di sini, kita perlu sungguh-sungguh bisa membedakan di sini, kita perlu terus self-introspection di sini. Banyak pendeta-yang berambisi lalu menginginkan suatu gereja yang besar. Sebaliknya banyak dari hamba-hamba Tuhan yang malas dan masuk ke dalam comfort zone, ya sudah begini sudah cukup. Biarlah kita boleh mengingat ini bukan company yang didirikan oleh segelintir orang. Jemaat itu milik Yesus Kristus. Jemaat menuju ke mana biarlah kita semua bergumul, berdoa minta tolong kepada Tuhan Yesus Kristus yang adalah Kepala Jemaat. Mari bersama-sama memiliki hati yang bulat untuk takluk kepada Yesus Kristus. Kiranya Tuhan mengasihani kita di dalam hal ini. Banyak dari gereja-gereja yang gagal dan mungkin kita akan gagal dengan satu lubang yang sama, berpikir bahwa seluruhnya ini adalah tergantung dari saya, semua ini adalah rencana saya. Musa itu yang memimpin seluruh Israel. Tetapi seluruh Israel, dua setengah juta dipimpin oleh Musa, arahnya bukan ditentukan oleh Musa tetapi oleh tiang awan dan tiang api dari pimpinan Tuhan. Apa yang hilang dari gereja masa kini? Kepekaan kepada langkah dari Holy Spirit. Kita harus peka, kita harus sungguh-sungguh membulatkan hati kita untuk mentaati Dia. 

Terakhir, hal keempat, Alkitab mengatakan, “Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Dan apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga, apa yang engkau lepaskan di dunia ini akan terlepas dari sorga.” Apa artinya? Artinya gereja di dunia ini adalah wakil dari Yesus Kristus yang tidak terlihat. Kuasa ada pada Yesus Kristus tetapi diberikan otoritas-Nya kepada gereja yang terlihat di dunia ini. Gereja yang terlihat adalah wakil Yesus Kristus yang sudah naik ke sorga, maka Yesus Kristus yang naik ke sorga sekarang memberikan Roh-Nya bekerja di dunia ini. Dunia ini dikerjakan oleh Allah Tritunggal yang melayani melalui Roh Kudus-Nya melalui gereja. Tidak bisa tidak, barang siapa melihat kepentingan daripada Yesus Kristus pasti dia melihat kepentingan daripada gereja. Kuberikan kunci Kerajaan Sorga, apa yang engkau ikat akan terikat di sorga, apa yang engkau lepas akan terlepas dari sorga. Ini bicara mengenai apa? Ini bicara mengenai beberapa hal, tetapi pagi hari ini saya akan menegaskan satu hal. Ini adalah bicara berkenaan pemberitaan Injil. Ini adalah bicara berkenaan dengan pemberitaan Firman Tuhan ke seluruh dunia. Ketika saya bicara mengenai Injil, bukan cuma penginjilan dalam arti kata orang evangelical yang sangat-sangat dangkal. Tetapi ini adalah bicara mengenai the whole council of God. Gereja yang sejati yang mengabarkan Firman-Nya maka dia melepas atau mengikat. Saudara perhatikan baik-baik kalimat di bawah ini: melalui Injil maka kasih karunia dan penghukuman dilepaskan di tengah-tengah dunia ini. Sekali lagi, melalui Injil maka kasih sayang Tuhan, kasih karunia Tuhan, penghukuman dan keadilan Allah akan dilepaskan di dunia ini. Melalui pelayanan Kristus Yesus maka dunia ini tidak bisa ada status quo. Melalui pelayanan Yesus Kristus dan melalui pekerjaan Roh Kudus maka dunia ini akan terbagi menjadi dua, yang diselamatkan dan yang akan dihakimi. Dan Roh Kudus bekerja melalui gereja yang sejati. Gereja itu bukan main-main saudara-saudara. Seberapa lama engkau sudah pergi ke gereja? Dan engkau hanya datang lalu pulang, engkau tidak mengerti signifikansinya gereja di tengah-tengah dunia. Engkau yang akan dibaptis sidi, atestasi, ini bukan bicara berkenaan dengan aku sekarang mau gereja di sini, sekarang dari rumah arahku biasanya ke kanan, sekarang ke kiri, gerejanya GRII Sydney, bukan itu. Ini adalah bicara engkau masuk ke dalam inti pekerjaan Allah yang besar, yang signifikan di tengah-tengah dunia ini. Kiranya saudara dan saya makin mengerti apa yang sebenarnya ada di tengah-tengah kita.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^