[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

23 May 2021

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Pentakosta – Signifikansi Roh Kudus

Kisah Para Rasul 2:17-25

 

Masuk di dalam gereja Gerakan Reformed Injili, bukanlah menempelkan gereja ini di dalam kehidupan Saudara. Gereja ini melalui Firman Tuhan mendorong dan meng-invite Saudara meletakkan hati di dalam gerakan ini. Beberapa minggu ini, kita terus masuk di dalam katekisasi dan ada 30 orang yang akan dibaptis, sidi, atestasi pada tanggal 6 Juni 2021. Kalimat yang berkali-kali saya katakan adalah kalau Engkau mau masuk ke sini cuma jadi anggota, itu tidak perlu. Kalau Engkau mau masuk ke sini, maka letakkan hatimu di sini! Engkau datang ke sini karena apa? Adalah karena dekat rumah? Karena temanmu ada di sini? Lebih celaka lagi, kalau Saudara berantem di gereja lama, lalu ke sini. Saya sendiri ikut serta di dalam counselling demi counselling bersama dengan dua penatua kita bicara dengan tajam, “Kenapa Engkau mau masuk ke dalam gereja ini?” Satu pertanyaan yang selalu kami bicarakan adalah “Apakah Engkau bisa melihat Tuhan bekerja di dalam gerakan ini? Di dalam gereja ini, apakah Engkau bisa melihat Tuhan besar?” Setiap kali saya bicara seperti itu. Menanyakan seperti itu. Saya akan melihat matanya, saya akan lihat apakah orang ini akan menjawab basa basi secara rohani atau dari hati. Karena yang bisa melihat Tuhan besar, yang bisa melihat Tuhan sungguh-sungguh bekerja di tengah-tengah kita adalah orang yang berani memberikan hatinya. Ini adalah kekuatan gerakan ini, bukan banyaknya anggota, tetapi siapa anggota yang bisa melihat Tuhan besar, Tuhan sungguh-sungguh bekerja di dalam gerakan ini. Bukan sekedar mendengar mimbar di sini atau di cabang, lalu, “Bagus ya teologia Reformed.” Tetapi yang berani sungguh-sungguh membayar harga, bukan absurd tetapi melayani Tuhan melalui gereja lokal dan di dalam gereja lokal dalam gerakan ini adalah orang yang melihat Tuhan bekerja atau tidak di dalam gerakan ini. Saya sendiri menyadari bahwa mengikuti gerakan ini tidak mudah. Kalau kita tidak bisa melihat apa yang dilihat oleh Pak Tong maka kita akan terseret-seret, kita akan mengadu, kita akan mengeluh, kita akan komplain banyak hal. Tetapi ketika saat itu terjadi di dalam hidup saya, di dalam keluarga, beberapa kali dalam hidup dan mungkin juga akan ke depan. Saya berdoa, “Tuhan, berikan kepada saya penglihatan sebagaimana Engkau menyatakan kepada Pdt. Stephen Tong.” Karena kalau tidak, isinya seakan-akan seluruhnya beban negatif. Kalau tidak ada visi, menjadi liarlah rakyat. Tetapi kalau kita bisa melihat apa yang dilihat oleh beliau, kita melakukan apapun saja kita bersyukur, karena kita berbagian di dalamnya. Kalau kita bisa melihat Tuhan besar, sungguh-sungguh melalui gereja, melalui gerakan ini, maka kita akan rela hati untuk memberikan apa pun saja yang Tuhan mau kita berikan. Di tengah-tengah kita, semua yang datang, apa yang Engkau lihat? Ada orang yang datang cuma mengharapkan dapat kebaktian Minggu yang baik, asal tidak menari-nari seperti orang Karismatik. Ada orang yang datang karena mau kotbah yang lumayan baik. Ada orang datang ke sini karena lihat gereja, GRII Sydney, “Ya okelah. Buruk sekali enggak, bagus sekali enggak. Masih acceptable.” Ada orang yang datang ke sini karena memang hari ini hari Minggu, harus pergi ke gereja. Tetapi siapa dari Saudara-saudara yang sungguh-sungguh melihat Tuhan besar? Orang-orang tersebutlah yang akan memiliki hati bersama-sama dengan kami untuk berjuang. Orang-orang tersebutlah yang memiliki hati yang membara untuk memberikan apa pun saja, sebisa mungkin dia berikan untuk Tuhan. Banyak orang memiliki kerohanian yang absurd. “Saya mau melayani Tuhan dengan sepenuh hati, saya mau melayani Tuhan dengan memberikan yang terbaik.” Tetapi tidak pernah ada satu korban yang diberikan. Setiap kali pelayanan adalah sisa dari apa yang dia sudah ambil untuk dirinya. Dia sama sekali tidak mau berkorban dalam hal ini, terlalu berat. Dan berpikir terus bahwa itu adalah tetap memberikan yang terbaik buat Tuhan. Seluruhnya kelihatan rohani tapi absurd. Saya mengatakan itu adalah virtual obedience, taat tetapi maya, tidak ada realisasinya. Biarlah Saudara-saudara mengerti apa yang Alkitab tuntut, sungguh-sungguh harus dilakukan di dalam kehidupan nyata. “Barangsiapa mau menjadi murid-Ku” demikian kata Yesus, “Dia harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Aku.” Saya tanya, di dalam hidup kita sehari-hari bagaimana? Kita memberikan uang saja susahnya luar biasa. Jangankan itu, doa saja susahnya luar biasa. Prime time untuk aku, prime time untuk keluargaku. Saya tanya, kalimat itu dalam realisasinya apa? Saya mengatakan ini dengan tajam, dengan keras, untuk membuat Saudara menyadari banyak dari kita, mungkin termasuk saya, adalah orang-orang yang virtual obedience. Kita hanya melihat sesuatu yang sudah jadi, menikmati. Kita lihat nanti. Kita mau berbagian atau tidak.

Tadi ketika Pak Puji sharing, saya sekali lagi sangat-sangat bersyukur kepada Tuhan kalau boleh ada di dalam gerakan ini. Meskipun sulit, tapi saya bisa melihat salah satu hal yang Tuhan kerjakan melalui hamba-Nya Pdt. Stephen Tong, melakukan sesuatu hal dari nol. Saya teringat akan apa itu teologia Reformed. Siapa yang pernah mendengarkan teologia Reformed beberapa puluh tahun yang lalu? Tidak ada. Siapa yang pernah menghargainya? Siapa yang pernah tahu? Tidak ada. Sampai seseorang teriak terus, kita yang dari gereja manapun saja, teologia manapun saja, cuma melihat ini orang teriak-teriak ngapain? Sekarang Gereja Reformed ada di berbagai macam tempat di dunia. Dan namanya sudah begitu harum. Saudara-saudara masuk di dalamnya bisa melihat satu gereja yang sehat, pengajaran yang sehat dan sungguh-sungguh sesuatu yang indah. Saudara sendiri tertarik masuk di dalamnya, “bangga” masuk di dalamnya. Tetapi beberapa puluh tahun yang lalu semua itu tidak ada, nol. Saya tidak bisa lihat. Saudara tidak bisa lihat. Siapapun tidak bisa lihat. Cuma Pdt. Stephen Tong pada saat itu yang bisa lihat. Sekarang CIT(Calvin Institute of Technology) juga seperti ini, tidak ada yang lihat, kita juga tidak lihat ada perlunya dan cuma lihat dari jauh. Kadang mau kasih, berbagian, ada yang tidak. Tapi buat dia, harus ada. Saya sungguh-sungguh sering merasa malu karena sangat tidak ada iman, jangankan bicara iman sedikit, tidak ada iman. Saya sering sekali bicara dengan tajam kepada Mul dan Wijaya sebagai Penatua. Saya sering sekali mengatakan kita ini orang yang tidak ada iman. Saya tidak ada iman, kamu lebih lagi. Siapa yang pernah melihat perlunya bangunan gereja ini? Pada waktu itu, kalau Penatua ditanya, “Ndak-lah, bukan sekarang.” “Ya, pengen ada gedung gereja. Siapa yang ndak pengen? Tapi bukan sekarang. Mahal.” Semua terus seperti itu. Semua dari kita tidak ada yang menginginkannya. Absurd lagi. Ingin tapi tidak pernah mau untuk berjuang, untuk keluarkan uang. Cuma ingin, tapi absurd. Sampai Pdt. Stephen Tong mengunjungi gudang ini. “Ini gudang.” “Sudah, seperti itu.” “Ya, ini. Saya mau yang ini.” Pulang sampai di Jakarta, lalu Sidang Sinode. Setelah saya sharing mengenai sesuatu yang lain, pelayanan, kemudian Pdt. Stephen Tong tanya, “Ini sudah dibeli atau belum?” “Belum.” “Sekarang juga hubungi.” Saya langsung telepon ke Steven dan Grace. Beberapa waktu kemudian bayar DP. Beberapa minggu kemudian, ada orang yang menawar gedung ini lebih daripada yang kita bayar. Siapa yang melihat pentingnya? Saya tidak. Penatua tidak. Tidak ada satu pun, tetapi Pdt. Stephen Tong lihat itu penting. Mau tidak mau mesti dibeli dengan uang yang kita miliki. Kemudian mesti dibangun dan November didedikasikan. Februari langsung COVID. Seluruh gereja tutup, semua gereja yang sewa tempat yang lain tutup. Tapi kita bersyukur di dalam anugerah Tuhan, kita tidak lebih baik, tapi dikasihani oleh Tuhan. Terus bisa jalan karena punya gedung sendiri sekitar 4 bulan sebelum masuk COVID. Kalau tidak, kita bertahun-tahun tidak bisa ada di sini.

Tuhan, karuniakan kepadaku penglihatan apa yang engkau karuniakan kepada hamba-Mu. Seluruh hamba Tuhan dalam Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, memiliki pandangan-pandangan yang kita tidak mengerti sampai Tuhan memberikan pengertian kepada kita apa yang mereka lihat. Yesus adalah seorang dari Nazaret dan Dia jalan di atas debu kota Yerusalem. Dia adalah anak Yusuf dan Maria, tidak ada satu orang pun yang lebih mengenal apapun saja kecuali Dia adalah anak Yusuf dan Maria, tukang kayu. Tetapi ada satu orang, begitu lihat Dia, langsung bilang “Lihatlah Anak Domba Allah.” Ini adalah karunia nabi, orang yang bisa melampaui zamannya melihat sesuatu dengan jitu. Apa yang Tuhan kehendaki. Ayub mengatakan, “Aku tahu Penebusku hidup.” Kita harus menyembah hanya kepada Tuhan saja, tetapi kita harus mengerti siapa orang-orang yang dipakai Tuhan pada zamannya. Kita bukan diundang masuk ke gereja terus mengadakan ritual ibadah, selesai. Pada zaman Yesus Kristus dan murid-murid, ada bangunan bait Allah yang seluruh ritualnya ada. Tetapi Allah menyatakan, kita harus melihat di mana Roh Allah hadir dan memimpin. Di mana Roh Allah memimpin? Yaitu di padang gurun. Yaitu Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis memberitakan Firman Tuhan dengan begitu berani, tidak ada mujizat tetapi ada urapan dan setiap Firman yang disampaikan tidak pernah kembali dengan sia-sia. Itu tidak berarti pasti ada orang yang bertobat, tetapi orang tidak bisa lari, harus berespon, apakah dia akan diselamatkan atau akan dihakimi? Kita tidak dipanggil untuk mengikuti tata cara ritual ibadah. Kita dipanggil untuk bisa melihat di mana Roh Kudus bekerja pada zaman kita. Apakah dengan begitu, setiap hamba Tuhan sama? Kalau mengerti prinsip, Saudara akan mengerti ada samanya tetapi ada bedanya. Apakah setiap gereja sama? Kalau mengerti prinsip ini, ada samanya tetapi ada signifikan perbedaannya. Ada gereja-gereja, seluruh gerejanya bahkan benar tetapi Roh Kudus sudah menarik diri dari dia. Pengajarannya benar tapi Roh Kudus sudah menarik diri dari dia.

Martyn Lloyd-Jones menyatakan the dead of orthodoxy. Ada tempat, satu gereja yang sungguh-sungguh takluk dan di mana kaki dian itu ada. Bukankah Allah ada di mana-mana? Bukankah Roh Kudus yang melahirkan gereja? Hari ini, kita memperingati ribuan tahun yang lalu, hari Pentakosta, Roh Kudus datang. Gereja dilahirkan oleh Roh Kudus. Roh Kudus-lah ibu gereja. Kalau Roh Kudus adalah ibu dari gereja, maka sejak lahir sampai kapanpun saja, gereja akan tergantung mutlak dari pimpinan Roh Kudus dan seluruh jabatan, seluruh fungsi yang ada dalam gereja diturunkan dari Roh Kudus. Kalau Roh Kudus yang melahirkan gereja, Dia sendiri Allah yang Mahakuasa, yang ada, Mahahadir di mana-mana. Kalau begitu bukankah gereja A dan gereja B, gereja C, gereja D, kalau semuanya tidak sesat, bukankah Roh Kudus hadir? Maka itu artinya Roh kudus hadir? Ya, secara status Roh Kudus akan hadir di dalam gereja, tetapi itu tidak berarti bahwa Dia akan memakai gereja tersebut dengan ada satu urapan, satu kaki dian. Berbahagialah orang-orang yang bisa melihat di mana kaki dian itu ada di dalam sebuah gereja. Berbahagialah orang-orang yang bisa melihat di mana urapan diberikan kepada hamba-hamba Tuhan tertentu sepanjang zaman kita hidup. Ya, Roh Kudus ada di setiap gereja yang tidak sesat. Tetapi tidak berarti bahwa Dia bekerja dengan kekuatan kuasa-Nya secara maksimal di dalam setiap gereja. Ada gereja-gereja, kalau Saudara-saudara datang, pengajarannya benar pun Saudara-saudara rasa biasa-biasa saja. Ada gereja-gereja di mana Saudara-saudara datang, Saudara akan melihat kemuliaan Kristus, pada saat yang sama hati kita diremukkan. Saudara menyadari adanya the presence of God di tengah-tengah kita. Carilah gereja seperti ini, carilah pemimpin-pemimpin yang seperti ini, carilah gereja yang meninggikan Kristus, meninggikan rencana-Nya dan kesucian-Nya. Carilah gereja yang menghancurkan dosa kita. Carilah pimpinan Roh Kudus daripada gereja tersebut. Uji, apakah ada atau tidak? Carilah apakah gereja tersebut mengajarkan the whole council of God atau tidak. Carilah gereja yang bukan mengangkat kehebatan kita tetapi merendahkan kita. Membuat kita menyadari kita adalah orang yang berdosa yang harus dibentuk oleh Tuhan. Banyak orang Kristen adalah orang-orang bodoh secara rohani. Kalau dia tersinggung dengan kotbah, dia keluar dari gereja. Kalau terus diangkat-angkat, “Oh, ini adalah suatu gereja yang baik.” Di dalam Alkitab, kalau itu terjadi, tidak mungkin Yesus dipaku di atas kayu salib. Kalau itu terjadi, tidak mungkin Yohanes Pembaptis dipenggal kepalanya. Kalau itu terjadi, tidak mungkin nabi-nabi dan rasul-rasul mati secara tidak wajar. Salah satu tanda di mana Roh Kudus bekerja di tengah-tengah umat-Nya adalah kalau kita direndahkan, kalau hati kita dihancurkan. Kalau dosa dibuka, kalau kesucian dimasukkan dalam hidup kita. Kalau kita dipojokkan, sehingga tidak mungkin tidak, kita harus berespon kepada Dia. Kalau kita sungguh-sungguh melihat kemuliaan-Nya. Kemuliaan Yesus Kristus, Allah oknum kedua Tritunggal.

Hari-hari ini adalah hari di mana kita memperingati Pentakosta. Pentakosta itu Roh Kudus hadir. Dari tadi saya sudah bicara, kalau Roh Kudus hadir, apa yang penting? Roh Kudus kalau hadir, maka Ia akan meninggikan Kristus.Roh Kudus kalau hadir, maka Dia akan membukakan dosa kita. Kalau saya mengatakan meninggikan Kristus, bukan Kristus nomor satu, saya nomor dua. Bukan seperti itu. Kalau Kristus ditinggikan, saya pasti direndahkan. Kita semua pasti akan direndahkan, dosa kita akan ditelanjangi. Ketiga, kalau Roh Kudus hadir, maka Dia akan memberikan kegairahan, kekuatan kita meski pertama sangat kecil, makin lama makin kuat, untuk belajar taat kepada Dia. Kalau Roh Kudus datang, Dia akan membuat kita mengingat apa yang difirmankan oleh Yesus Kristus. Dan kalau Roh Kudus datang. Di dalam diri kita, ketika kita sendirian ataupun ketika kita di dalam satu gereja, apa tandanya? Yaitu, kita punya pikiran makin terstimulasi. Roh Kudus kalau datang, akan mencerahkan fungsi rasio. “Kalau Dia datang, Dia akan mengingatkan dan mengajarkan kepadamu apa yang sudah Aku katakan,” demikian kata Yesus Kristus. Di dalam kitab Efesus, ada satu kalimat yang aneh sekali. Dikatakan, “Janganlah engkau mabuk akan anggur, tetapi penuhlah dengan Roh Kudus.” Aneh sekali. Kenapa Roh Kudus di-compare-kan dengan minum anggur? Jawabannya adalah ketika Saudara meminum anggur, maka Saudara mabuk. Mabuk menidurkan fungsi rasio. Tetapi dikatakan “Penuhlah Engkau dengan Roh Kudus,” karena Roh Kudus kalau menguasai kita, kalau di dalam suatu kebaktian ada Roh Kudus yang hadir, maka Dia akan mencerahkan fungsi rasio. Rasio adalah satu faculty yang Tuhan berikan kepada kita, yang sangat penting. Kita tidak mengajarkan bahwa itu adalah satu-satunya yang penting. Karena seluruh kehidupan manusia kita akan dikobarkan, akan diberdayakan oleh Roh Kudus, termasuk afeksi kita. Tetapi banyak orang Kristen saat ini, tidak memedulikan fungsi rasio. Mereka tidak mau berpikir tentang apapun saja. Ini adalah generasi yang benar-benar ignorance. Padahal rasio adalah salah satu aspek yang Tuhan berikan. Begitu penting. Itu harus dikuduskan dan ditaklukan di bawah firman dan harus dicerahkan oleh Roh Kudus. Banyak orang mengatakan kalau masuk di dalam gereja Reformed atau Protestan, pakai rasio tapi kalau gereja Kharismatik, pakai perasaan. Reformed yang sejati bukan seperti itu. Melihat orang-orang Puritan, maka Saudara-saudara akan melihat para Scholar itu mengatakan mereka mempunyai affection theology. Mereka mengajar dengan solid, kedalaman yang luar biasa di dalam pengenalan akan Allah dan Firman tetapi dengan pikiran yang berkobar-kobar untuk Kristus. Ini adalah satu ciri ajaran Reformed yang sejati. Di dalamnya ada pikiran yang tajam, dan di dalamnya ada afeksi yang berkobar. Dua hal ini bergabung. Biarlah ini boleh menjadi suatu tanda di dalam gereja yang sejati. Kita tidak dan jangan sampai menjadi satu gereja di mana satu ortodoksi tetapi kita dead. Tetapi kita juga jangan berkobar-kobar tetapi di dalam keliaran dan tidak memiliki solid doctrine. Janganlah demikian kata Paulus, “Jangan Engkau mabuk karena anggur, tetapi penuh dengan Roh.” Ini adalah bicara berkenaan dengan fungsi rasio yang dikobarkan.

Terakhir. Apa tanda Roh Kudus bekerja? Yaitu orang tersebut, gereja tersebut berbuah besar. Berbuah adalah suatu hal yang sangat penting. Apakah hidup kita berbuah? Apakah hidupmu berbuah? Ataukah hidupmu untuk dirimu sendiri? Apakah hidupmu menjadi benefit untuk orang lain? Memikirkan orang lain dan dunia ini? Di dalam Alkitab, ada dua buah. Yang pertama adalah buah roh, dan yang kedua adalah buah-buah pelayanan. Dua hal ini harus ada di dalam diri kita. Kalau kita anak Tuhan yang sejati. Saya mengatakan dua ini harus ada, tidak berarti Saudara bisa berjuang terus. Kalau bukan orang yang sejati tidak mungkin mendapatkannya. Tetapi ini adalah hasil alamiah, kalau kita adalah milik Kristus. Buah roh di dalam Alkitab ada di dalam Galatia, satu buah sembilan rasa. Apa itu buah roh? Yaitu pengudusan seluruh karakter kita. Allah melalui providensia-Nya dan Roh Kudus melalui Firman-Nya akan membentuk karakter-karakter yang tidak mungkin kita miliki secara alamiah. Ini merupakan karakter yang dihasilkan dari bentukan Roh Kudus. Dalam hal ini, yang paling penting adalah kita boleh berbuah. Yohanes 15 memberikan prinsipnya. Yesus Kristus mengatakan, “Bapa-Ku adalah pengusaha, Aku adalah pokok anggur yang sejati dan kamu adalah ranting-rantingnya.” Maka Saudara-saudara bisa melihat tiga pribadi ini muncul, Bapa sebagai pengusaha, Yesus Kristus sebagai pokok anggur, dan umat Tuhan sebagai ranting. Pertanyaannya di mana Roh Kudus? Kenapa tidak ada di dalam Yohanes 15? Karena Roh Kudus sebagai getah. Getah ada di dalam pokok dan mengalir ke cabang. Getah tidak pernah kita perhatikan, kita memperhatikan bunga, kita memperhatikan daun, kita memperhatikan batang, kadang kita mau lihat akarnya sampai sedalam apa. Tetapi kita jarang sekali memperhatikan getah. Saya sangat-sangat suka dengan ilustrasi yang Tuhan berikan, karena memang cara kerja Roh Kudus adalah Ia menyembunyikan diri-Nya dan memunculkan Yesus Kristus. Setiap hamba Tuhan dan setiap gereja Tuhan yang terus berbicara mengenai Roh Kudus, maka Saudara-saudara bisa hampir memastikan itu adalah suatu penipuan.

Roh Kudus kalau bekerja, Ia akan meninggikan Kristus. Di dalam Pentakosta, Kisah Para Rasul 2, ketika Roh Kudus turun, Saudara akan menemukan doktrin tentang Kristus bukan doktrin tentang Roh Kudus. Ketika Roh Kudus bekerja, apa yang menjadi tugas utamanya? Dia akan mengambil sari pati pokok anggur, yaitu Yesus Kristus menuju kepada ranting agar ranting itu boleh berbuah. Di dalam teologia, maka dikatakan pekerjaan Roh Kudus adalah mengaplikasikan seluruh benefit yang diterima atau seluruh benefit yang dihasilkan karya Yesus Kristus kepada gereja-Nya. Roh Kudus bekerja secara perlahan, secara tidak kelihatan, Dia mengaplikasikan seluruh nutrisi dari pokok anggur menuju cabang agar cabang itu boleh berbuah. Itulah sebabnya Yesus Kristus mengatakan “Kalau Engkau mau berbuah, Engkau harus di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.” Perhatikan, sekarang hal yang paling akhir. Kalau Saudara-saudara mendapatkan satu tanaman lalu ada cabangnya, dan kemudian ada buahnya. Alkitab mengatakan kalau cabang itu tidak berbuah, dia akan dipotong dan dilemparkan ke dalam api. Kalau Saudara dan saya, orang Kristen yang palsu, kita tidak akan berbuah, sungguh. Kalau Saudara-saudara mau tahu apakah kita adalah orang Kristen yang sejati atau yang palsu, perlu tanya sama suami atau istri kita untuk menilai kita, apakah kita berbuah atau tidak. Tetapi tanyanya jangan dalam tiga bulan kemudian tanya lagi, sudah berbuah atau tidak. Tidak Saudara-saudara, buah itu lama. Dan suami dan istri perlu jujur, jangan mau blaming dia, “Tidak ada buah. Engkau memang bukan orang Kristen yang sejati.” Jangan Saudara-saudara. Tetapi kalau jujur, bisa benar-benar, bahwa mungkin kita bukan orang Kristen yang sejati. Kita pergi ke gereja, Kita suka dengan hal-hal ritual, pelayanan bahkan. Tetapi tidak ada buah Roh setelah bertahun-tahun. Kehidupannya sama, bahkan lebih parah. Yesus Kristus mengatakan “Kalau Engkau tidak berbuah, maka cabang itu akan dipotong dan dilempar ke dalam api.” Itu bicara mengenai penghakiman. Neraka. Itu memang benar-benar dibuang. Tetapi kalau Engkau berbuah, berarti adalah sejati. Akan dibersihkan untuk lebih berbuah. Apakah pernah melihat orang yang membersihkan tanaman untuk lebih berbuah? Apa yang dilakukan? Dia akan potong sana, potong sini. Di sini pokok anggur. Di sini ada ranting. Kalau rantingnya terlalu panjang, maka dia akan berbuah makin kecil, makin sedikit. Apa yang harus dilakukan? Dia harus potong, sehingga ranting ini tidak terlalu panjang dan ranting ini menempel kepada pokok. Perhatikan. Di sinilah sakitnya. Ketika Tuhan bekerja membersihkan kita, membuat kita berbuah. Maka yang dipotong itu adalah si aku. Kalau Saudara dan saya masih mempertahankan muka mesti beres dilihat semua orang. “Oh, semua orang harus hormat.” Apapun alasannya, mau rohani atau tidak, apapun saja Saudara. Kalau perasaan pasti nomor satu. Seluruh orang dilihat dari kacamata dirinya. Serohani apapun, Saudara akan mendapati kita berbuah sangat sedikit. Harus lepaskan, harus dipotong sama Tuhan. Sakit? Iya, tetapi di situlah kita berbuah banyak. Sekali lagi, banyak sekali yang absurd di dalam hidup kita, termasuk saya. Kita ingin hidup mempermuliakan Allah, tetapi Alkitab mengatakan, kalau Engkau berbuah banyak maka Engkau akan mempermuliakan Bapa-Ku di surga. “Oh, aku ingin mempermuliakan Engkau.” Dengan apa? Dengan berbuah banyak. “Oh, aku ingin berbuah banyak.” Bagaimana caranya berbuah banyak Tuhan? “Aku harus memotong Engkau.” “Nanti dulu, itu sakit, aku tidak mau.” Kalau kita tidak mau, kita tidak bisa berbuah dan memuliakan Allah hanyalah virtual obedience kita. Hidupku seakan-akan mempermuliakan Allah, tapi aku tidak mau diproses, tidak mau dibentuk. Apa tanda Roh Kudus hadir? Dia akan memunculkan buah-Nya. Biarlah kita boleh rela dibentuk oleh Dia, kiranya Dia dipermuliakan.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^