[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

9 May 2021

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Signifikansi Kebangkitan Tubuh Yesus Kristus

1 Korintus 15:21-26; 1 Korintus 15:40-44

Kalau Saudara melihat dalam Perjanjian Lama, maka banyak ayat berbicara mengenai kebangkitan. Di antara seluruh ayat yang berbicara mengenai kebangkitan, ada beberapa ayat mengenai kebangkitan tubuh yang begitu jelas. Yang pertama adalah ketika Abraham mempersembahkan Ishak. Ketika dia mempersembahkan Ishak, apa yang ada di dalam pikirannya? Itu seluruhnya ditulis dalam Kejadian pasal yang ke-22. Apa yang ada di dalam pikiran Abraham sehingga dia mau mempersembahkan Ishak, itu ditulis di dalam Ibrani pasal yang ke-11. Di dalam Ibrani 11:17-19 ditulis karena Abraham berpikir bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang, sekalipun dari antara orang-orang mati. Di dalam pikiran Abraham, maka kebangkitan itu akan terjadi meskipun Ishak sudah mati, bukan itu saja, Abraham berpikir kebangkitan tubuhnya Ishak. Mengapa? Karena Ibrani pasal 11 di atas, maka Abraham di dalam pikirannya menyadari dia telah menerima janji itu, karena keturunan yang berasal dari dia adalah yang berasal dari Ishak. Maka ini adalah bicara mengenai satu kebangkitan tubuh yang ada di dalam pikiran Abraham. Hal yang kedua dalam Perjanjian Lama adalah berbicara mengenai Ayub. Ayub menyatakan, “Aku tahu bahwa Penebusku itu hidup dan Dia akan berdiri setelah seluruhnya itu berakhir dan setelah aku tidak memiliki kulit pun, aku tahu bahwa aku akan melihat Tuhan di dalam dagingku. Di dalam tubuhku, aku akan melihat Tuhan.” Ayub mengatakan bukan orang lain, tetapi aku sendiri, dengan tubuhku aku akan melihat Tuhan. Itu adalah ayat-ayat penting di dalam Perjanjian Lama yang menyatakan ada suatu pengharapan akan kebangkitan tubuh.

Di dalam Alkitab, di dalam Perjanjian Baru, kebangkitan tubuh jelas sekali di dalam kehidupan Lazarus. Ada sesuatu yang penting dalam Perjanjian Baru, Perjanjian Baru mengajarkan kita bahwa kebangkitan tubuh pemercaya tidak mungkin bisa dilepaskan dari Yesus Kristus. Di dalam peristiwa Lazarus yang mati, maka ketika Yesus ada di sana dan Marta mengatakan: “Aku tahu bahwa Lazarus yang mati ini akan bangkit pada akhir zaman”, Marta mengungkapkan apa yang dipercaya oleh orang-orang Yahudi pada waktu itu. Tetapi setelah Marta mengatakan demikian, satu ayat di bawahnya, maka Yesus mengatakan: “Akulah Kebangkitan dan Hidup.” Saya sangat tersentuh dengan kalimat D.A. Carson, dia mengomentari poin ini dan mengatakan: “Kalimat ini mau menyatakan Yesus menempatkan diri-Nya di center dari semua kebangkitan pemercaya.” Bukan saja nanti adanya kebangkitan di akhir zaman seperti yang dipercaya oleh Marta, tetapi kalimat Yesus ‘Akulah Kebangkitan dan Hidup’ mau menegaskan tidak ada kebangkitan pemercaya yang terpisah dari Kristus pada akhir zaman. Kebangkitan Kristus-lah yang membuat kebangkitan kita terjadi. Dan secara ultimate, maka dari seluruh kebangkitan itu, maka dipagelarkan secara spektakuler pada Kebangkitan Yesus Kristus.

Saudara-saudara, Alkitab mengajarkan kebangkitan tubuh itu begitu jelas. Yesus bangkit secara tubuh. Sekarang pertanyaannya adalah mengapa harus dan apa signifikansinya? Kenapa harus kebangkitan tubuh? Maka pada pagi hari ini kita akan bicara tiga hal ini. Kenapa harus kebangkitan tubuh?

Pertama, karena itu adalah dasar dari pengharapan kita, terjadinya keutuhan kembali tubuh dan roh di dalam diri kita setelah sebelumnya dipisahkan oleh dosa. Sekali lagi saudara-saudara, kebangkitan Yesus Kristus di dalam tubuh adalah dasar dari pengharapan yang tidak akan mengecewakan. Pengharapan apa? Pengharapan akan tergabungnya kembali tubuh dan roh, atau tubuh dan jiwa di dalam diri pemercaya yang sebelumnya dipisahkan karena dosa. Ketika saya berbicara tentang tubuh dan roh, boleh saudara-saudara katakan tubuh dan jiwa, karena roh dan jiwa di dalam Alkitab selalu dipakai interchangeable. Saya akan jelaskan poin pertama. Manusia disebut sebagai manusia. Jenis makhluk hidup ini adalah makhluk hidup yang unik, karena di dalam satu pribadi kita terdapat dua dimensi, yang pertama adalah bagian immaterial (roh) dan yang ke-2 adalah bagian material (tubuh). Saudara perhatikan di dalam seluruh tatanan ciptaan Allah, maka saudara akan menemukan malaikat atau makhluk-makhluk surgawi, semuanya adalah roh adanya. Ini seluruhnya adalah dunia immaterial. Atau saudara melihat bumi ini, seluruh dari tanah, tanaman, bunga atau apa pun saja, binatang, semuanya adalah dunia materi, semuanya berbicara mengenai fisikal. Tetapi satu-satunya makhluk hidup yang memiliki dua dimensi di dalam satu pribadi adalah kita, manusia. Allah menciptakan kita di dalam kesatuan ini, suatu keharmonisan yang utuh antara tubuh dan roh. Kesatuan dua dimensi ini di dalam pribadi kita, menjadikan kita beridentitas sebagai manusia.

Identitas ini membuat kita dapat menjalankan tugas kita. Apakah tugas kita? Saudara perhatikan baik-baik. Allah yang adalah roh menciptakan seluruh dunia ini beserta dengan isinya yang adalah fisikal, yang adalah materi. Pada hari terakhir Dia menciptakan manusia yang dalam satu pribadi memiliki dua dimensi, yaitu material dan immaterial. Dan tugas manusia yang memiliki dua dimensi ini adalah menyembah Allah yang adalah Roh dan menghadirkan Kerajaan-Nya di dunia yang materi ini. Manusia memiliki suatu tugas yang luar biasa penting yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun saja termasuk malaikat yaitu menghadirkan Kerajaan Allah yang immaterial di dalam dunia yang materi ini. Saudara-saudara perhatikan, tugas itu diberikan kepada Adam dan Hawa, bukan kepada malaikat, bukan kepada Mikhael atau pun Gabriel. Tidak diberikan kepada mereka, tetapi kepada manusia. Maka ketika Adam dan Hawa sebagai manusia gagal, maka pengganti mereka haruslah manusia Yesus Kristus. Tidak bisa digantikan oleh siapa pun saja makhluk surgawi. Kalau kita mengingat mengenai inkarnasi, maka kita selalu berpikir berkenaan dengan Hari Natal dan kita mengingat seluruh keindahan Natal, tetapi sebenarnya keperluan inkarnasi adalah di dalam hal ini. Karena yang bisa menghadirkan Kerajaan Allah di dalam dunia materi adalah manusia yang memiliki dimensi – roh dan materi bersama-sama. Tetapi Adam dan Hawa gagal dan dosa itu masuk dan Alkitab mengatakan upah dosa adalah maut.

Dan apa yang terjadi? Ketika dosa itu masuk, maka perpecahan terjadi. Ketika maut itu, ketika kita mati, sebenarnya apa yang terjadi? Tubuh kita terpisah dari roh kita. Saudara-saudara, saya kasih notes sedikit. Setiap dosa sebenarnya akan menghasilkan keterpecahan. Suatu harmoni yang diciptakan oleh Allah menjadi chaos. Suatu kesatuan, keutuhan yang harmonis itu kemudian menjadi keterpecahan. Saudara ingatlah apa yang dikatakan oleh Yesaya ketika dia bertemu dengan Tuhan dalam Yesaya pasal 6. Ketika dia melihat Allah yang suci dan seluruh makhluk mengatakan: “Suci, suci, sucilah Tuhan”, maka Yesaya, manusia yang paling tersuci pun pada zamannya mengatakan: “Celakalah aku, aku binasa!” Kalimat yang dipakai itu bisa dianalogikan menjadi satu gelas yang dilepaskan dan jatuh ke lantai berkeping-keping pecah. Saudara-saudara, itulah dosa, dari satu keutuhan kemudian berkeping-keping pecah. Dosa membuat sesuatu yang tadinya integral menjadi disintegrate. Sesuatu yang tadinya itu satu, sekarang menjadi berkeping-keping. Itulah sebabnya di dalam hidup saudara, saudara pasti akan merasakan bagaimana kita ditarik-tarik dari berbagai elemen dan tugas yang ada. Kalau saudara tidak menemukan Kristus dan menempatkan Kristus di tengah-tengah centre dari hati dan seluruh aktivitas saudara, saudara akan rasa selalu bersalah, merasa selalu guilty feeling di mana pun saja. Saudara bekerja, anak saudara terabaikan. Saudara mau mengasuh anak, saudara tidak dapat uang. Saudara bicara mengenai family, saudara pikir mengenai gereja. Saudara pergi ke gereja, saudara pikir kapan ada family time. Terus hidup terpecah-pecah. Kalau saudara tidak menemukan titik centre dari kehidupan yang dikembalikan di dalam diri Yesus Kristus, kita selalu merasa bersalah di dalam setiap aktivitas yang baik sekali pun.

Kembali lagi, dosa membuat keterpecahan. Ketika dosa itu ada, upah dosa itu adalah maut. Dan ketika maut, apa yang terjadi? Tubuh kita terpisah dari roh kita. Maka ketika kita melihat Alkitab, Kristus Yesus menebus kita. Ketika bicara mengenai menebus, itu bukan hanya bicara mengenai menebus jiwa kita untuk kita bisa diterima oleh Allah, tetapi penebusan itu di dalamnya adalah penebusan terhadap jiwa dan tubuh. Karena kita itu, manusia utuh itu, harus roh dan tubuh. Kebangkitan Yesus Kristus memungkinkan menjadikan kebangkitan tubuh kita dengan tubuh yang mulia pada akhir zaman itu terjadi. Maka kebangkitan tubuh Yesus Kristus menjadikan suatu peristiwa di akhir zaman, bergabungnya kembali tubuh dan roh kita secara utuh. Kematian Kristus Yesus dan Kebangkitan-Nya akan menyucikan jiwa atau roh kita, dan juga mentransformasi tubuh kita menjadi tubuh yang baru. Pada akhir zaman, masa yang tadinya tidak normal, di mana roh dan tubuh itu terpisah akan menjadi satu kembali. Saudara-saudara perhatikan, seperti itulah manusia dicipta, roh dan tubuh menjadi satu. Seperti itulah kita sekarang, roh dan tubuh kita menjadi satu. Dan sama seperti itulah nanti pada akhir zaman, roh dan tubuh menjadi satu. Itulah manusia.

Saudara-saudara, sekali lagi ketika berbicara berkenaan dengan keselamatan, kita selalu berpikir berkenaan dengan jiwa yang ke surga. Itu hanya satu aspek. Tetapi keselamatan di dalam Kristus Yesus melalui kebangkitan-Nya dengan tubuh yang baru, maka sebenarnya penyelamatan Allah itu adalah penyelamatan keseluruhan daripada natur kita manusia. Kita diselamatkan dalam Yesus Kristus artinya jiwa kita yang tadinya berdosa yang mati, sekarang dibersihkan, dimurnikan dan dihidupkan. Tetapi tubuh kita yang juga terkena dosa dan kemudian mati dan kembali menjadi debu, Tuhan akan memberikan tubuh yang baru, tubuh kebangkitan, tubuh yang ditransformasi dan itu akan menjadi satu di akhir zaman. Apa yang terjadi pada diri Yesus Kristus? Alkitab mengatakan Dia Buah Sulung. Dia yang Pertama. Dia yang bangkit pertama. Di dalam Dia, seluruh orang-orang yang mati di dalam Dia akan bangkit dengan prinsip yang sama. Kebangkitan Kristus menjamin kebangkitan kita di dalam tubuh dan menyatukan roh dan tubuh kembali dan kita menjadi manusia yang murni. Sekali lagi saudara-saudara, kita bukan manusia kalau kita tidak memiliki tubuh. Kita disebut sebagai manusia, bukan disebut sebagai binatang, bukan disebut sebagai malaikat, karena di dalam satu pribadi ada dua dimensi yang bergabung ini. Sampai kapan pun kita tidak akan menjadi roh yang melayang-layang. Sampai selama-lamanya kalau kita di dalam Kristus Yesus, kita akan menjadi roh dan tubuh. Dan kebangkitan Kristus Yesus-lah yang menjadi Buah Sulung yang memungkinkan segalanya.

Kedua, apa signifikansi dari kebangkitan tubuh? Kebangkitan tubuh Kristus menjadi terjaminnya kontinuitas pekerjaan Allah di dalam langit dan bumi yang baru oleh gereja Tuhan yang sejati. Sekali lagi, saya menekankan kontinuitas dalam pekerjaan Allah. Pekerjaan Allah saat ini akan diteruskan di dalam langit dan bumi yang baru oleh kaum pemercaya, oleh anak-anak Tuhan dengan tubuh dan roh. Tubuh kebangkitan dan roh yang sudah disucikan. Ada satu ayat yang penting. Mari kita lihat 2 Korintus 5:1-10, tapi kita akan membaca beberapa ayat saja. Di dalam Bahasa Indonesianya mungkin tidak terlalu jelas, tetapi kalau saudara-saudara menggunakan Bahasa Inggris begitu jelas. Kita akan membaca 2 Korintus 5:1, “Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh karena kita rindu menggunakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini, sebab...” Perhatikan saudara-saudara ayat 3, “sebab dengan demikitan kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang.” Di dalam NIV sendiri, maka perikop ini berjudul Awaiting the New Body.

Saudara perhatikan, di sini dinyatakan keinginan Paulus. Dan keinginan Paulus yang paling ultimate itu apa? Bukan mati dan bersama dengan Kristus di dalam roh untuk selama-lamanya. Tidak! Tentu itu indah kalau Paulus mati kemudian bersama dengan Kristus di dalam Roh-Nya sampai selama-lamanya. Itu disebut intermediate stage. Sama seperti penjahat di sebelah Yesus Kristus yang diampuni kemudian Yesus mengatakan pada hari ini engkau bersama dengan Aku di Firdaus, itu adalah intermediate stage. Dia di intermediate stage bersama dengan Yesus Kristus, tetapi di dalam roh. Tetapi Alkitab mengatakan Paulus menyatakan dia mengeluh dengan hal ini, karena tanpa tubuh dia disebut sebagai telanjang, tetapi keinginan yang paling ultimate adalah diberikan pakaian kembali, tubuh kebangkitan. Diberikan tubuh yang mulia, tubuh kebangkitan seperti tubuh kebangkitan Yesus Kristus. Jadi keinginan ultimate dari Paulus adalah dia bersama dengan Kristus sampai selama-lamanya di dalam tubuh kebangkitan.

Saudara perhatikan kalimat di bawah ini. Seorang teolog mengatakan demikian, yang mana dengan tubuh kebangkitan tersebut, memiliki kapasitas untuk hidup, untuk bekerja, untuk makan, untuk main, untuk bertindak, untuk melayani Tuhan di dalam langit dan bumi yang baru, di dalam kehadiran Tuhan yang menyeluruh. Harapan ultimate orang Kristen tidak hanya untuk berada bersama dengan Kristus di dalam keadaan yang non-material, tetapi memiliki tubuh kebangkitan di bumi dan langit yang baru, di mana kita bisa melayani Tuhan sampai selama-lamanya, dan menikmati Dia sampai selama-lamanya. Saudara perhatikan baik-baik, apa yang sesungguhnya terjadi? Banyak dari kita ketika bicara dengan keselamatan di dalam diri Yesus Kristus, dalam pikiran kita adalah supaya nanti aku mati, aku pergi ke surga, pergi ke sana. Saudara perhatikan baik-baik. Di dalam Alkitab dikatakan, Roh yang membangkitkan Yesus Kristus akan membangkitkan tubuhmu juga, maka matikan dosa, layani Tuhan dengan tubuhmu. Perhatikan baik-baik. Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus membuat kita memiliki Roh Kudus di dalamnya, dan dengan tubuh ini digerakkan oleh Roh Kudus untuk melayani Allah di dunia ini dan nanti ketika kita sudah mendapatkan tubuh yang baru, maka Tuhan menempatkan kita di dalam langit dan bumi yang baru untuk melayani Tuhan selama-lamanya dengan tubuh. Langit dan bumi yang baru, Alkitab dengan jelas menyatakan, itu adalah langit dan bumi yang saat ini tetapi diperbaharui, di mana langit dan bumi sekarang ini tetapi unsur dosa itu dikeluarkan. Maka saudara-saudara sekarang bisa melihat apa yang menjadi pikiran kita selama ini begitu salah. Ketika kita bicara mengenai terima Yesus Kristus, oh kita pergi ke surga. Tetapi mata Allah ada di dalam poin ini. Ketika kita terima Kristus, kita diminta untuk menikmati Allah dan mempermuliakan dan melayani Dia di bumi ini dengan tubuh ini sampai kita mati, sampai nanti langit dan bumi yang baru tercipta dan kita memiliki tubuh yang baru, bergabung dengan roh kita dan kita melayani Allah di bumi yang diperbaharui ini sampai selama-lamanya.

Alkitab mengatakan, ketika langit dan bumi yang baru ini sudah ada, maka surga itu turun ke bumi dan Allah memerintah bersama dengan umat-Nya di bumi ini. Saudara perhatikan prinsipnya. Tubuh! Tubuh! Kapan pun saja, sekarang atau nanti. Untuk melayani Dia. Untuk menikmati Dia. Untuk menyembah Dia. Dunia! Kapan pun saja, sekarang ataupun nanti. Tempat Tuhan itu kehendak-Nya jadi. Kerajaan-Nya datang. Mata kita harus ada di dunia ini untuk melayani Dia. Saudara lupakan konsep aku mau pergi ke surga supaya aku tidak menderita di dunia ini. Ya tidak salah kalau pengertiannya adalah aku mau bersama dengan Kristus, tetapi bukan motivasi melarikan diri dari dunia ini karena mata Allah tertuju dalam dunia ini. Bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu di bumi ini seperti di surga. Surga itu nanti turun ke bumi ketika langit dan bumi yang baru sudah tercipta. Mari kita melihat Wahyu pasal 21. Saya kuatir saudara berpikir ini adalah ajaran sesat, karena banyak daripada kita tidak detail di dalam hal ini. Wahyu pasal 21, saya akan menunjukkan kepada saudara ini adalah Reformed. Reformed Theology sangat kuat dalam hal ini, tetapi sebagian besar dari kita adalah orang-orang Injili yang intinya mau melarikan diri dari dunia dan pergi ke surga. Perhatikan Wahyu pasal 21: “Lalu aku melihat langit dan bumi yang baru, (di dalam bahasa aslinya adalah langit dan bumi yang diperbaharui) sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.” Jadi saudara-saudara kenapa tidak ada lagi, karena unsur dosa itu sudah di-purifikasi, langit dan bumi yang lama sudah dimurnikan dari unsur dosa. Jadi ada aspek continuity dan discontinuity di sini. Yang lama sudah tidak ada. Yang ada urusan dengan dosa sudah tidak ada, itu discontinued (sudah tidak diteruskan). Tetapi memakai bahan yang lama, langit dan bumi yang saat ini tapi diperbaharui, itu kontinuitasnya.

Setelah langit dan bumi yang baru ini ada, saudara lihat ayat 2: “Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.” Ayat 3: “Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.”  Setelah langit dan bumi yang lama ini dipurifikasi dan menjadi langit dan bumi yang baru, dan umat Allah dengan tubuh yang baru ada di dalamnya, dan surga itu turun ke bumi, maka Allah memerintah di sini. Dan apa yang dikatakan dalam Doa Bapa kami sungguh-sungguh terjadi. Bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi ini seperti di surga. Pemerintahan Allah ada di tengah-tengah umat-Nya dengan tubuh kebangkitan. Dan umat-Nya hidup dengan tubuh kebangkitan. Bekerja, makan, bermain, bertindak, melayani Tuhan, di dalam langit dan bumi yang baru sampai selama-lamanya. Sedikit joke. Orang tanya, pekerjaannya apa ya? Saya yakin plumber masih ada, arsitek masih ada. Saya lagi memikirkan untuk pekerjaan lain karena pengkotbah pasti tidak perlu ada. Kalau Kristus sudah ada, saudara tidak memerlukan saya. Jadi saudara tolong doakan saya. Tapi ini joke yang benar-benar terjadi di dalam STT, jadi kita kerjaannya apa di dalam langit dan bumi yang baru? Finance pasti ada, seluruh dari accounting pasti ada, seluruhnya ada, tetapi unsur-unsur dosa akan hilang.

Ketiga, terakhir, kebangkitan Kristus adalah permulaan zaman baru yang mentransformasi seluruh alam semesta. Saudara-saudara perhatikan, karena kebangkitan Kristus dalam tubuh bukan saja akan menghasilkan kebangkitan kita dalam tubuh kemuliaan, tetapi itu akan berefek mentransformasi langit dan bumi yang lama menjadi langit dan bumi yang baru. Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus seperti suatu kekuatan yang pertama kecil tetapi kemudian mentransformasi seluruh dunia alam semesta. Mari kita melihat Roma 8:18-30, tetapi kita akan baca beberapa ayat saja. Ada sesuatu yang unik di sini, saya pernah mengkotbahkannya sekali beberapa waktu yang lalu tetapi saya akan menjelaskannya lebih detail lagi. Roma 8:18 – “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.” Saudara perhatikan Bahasa Inggrisnya: For the creation waits in eager expectation for the children of God to be revealed. (Baca sampai ayat 22). Saudara-saudara, apakah tidak aneh melihat ayat-ayat ini? Ini adalah bicara berkenaan dengan seluruh makhluk. Di dalam Bahasa Inggrisnya adalah bicara berkenaan dengan creation. Apa itu creation? Creation itu beruang, sungai, gunung, rumput, pohon, bunga, singa, seluruh tatanan alam semesta, seluruh dunia ciptaan, makhluk. Dikatakan di sini mereka rindu, mereka berkeluh kesah karena ditaklukkan di bawah kesia-siaan, tetapi mereka mengharap. Tetapi juga mereka itu mengharap seperti sakit bersalin. Apa ini? Ini bicara mengenai dipersonifikasikan, bukan? Dari seluruh makhluk yang tidak memiliki akal budi seperti kita, tidak memiliki hati seperti kita bahkan mereka adalah benda mati, tetapi mereka dipersonifikasikan.

Apa yang sebenarnya ayat ini maksudkan? Apa maksudnya mereka itu ditaklukkan di dalam kesia-siaan dan mereka mengeluh, tetapi mereka mengharap sesuatu di masa depan yaitu ketika anak-anak Allah itu dinyatakan?  Saudara-saudara, ini adalah suatu gambaran bagaimana dosa masuk di dalam seluruh tatanan creation ketika Adam dan Hawa itu berdosa. Dosa bukan saja mempengaruhi Adam dan Hawa, tetapi juga seluruh keturunannya. Dosa bukan saja mempengaruhi seluruh keturunan, tetapi bicara berkenaan seluruh bidang hidup. Bukan saja seluruh bidang hidup, tetapi seluruh tatanan ciptaan. Dosa itu memasukkan kutuk dan seakan-akan menjalar ke seluruh tatanan ciptaan. Saya suka sekali dengan cerita anak-anak seperti Sleeping Beauty atau Beauty and the Beast. Di dalamnya secara sederhana tetapi ada sesuatu yang bisa kita pelajari. Tetapi saya yakin di dalam banyak sekali cerita-cerita dunia, Allah secara wahyu umum memasukkan suatu kebenaran. Saudara coba lihat sekarang, Beauty and the Beast dan Sleeping Beauty kurang lebih adalah sama. Intinya ada satu kerajaan di mana semuanya itu baik, saudara akan menemukan orang-orang yang saling tersenyum, bermain, anak-anak riang gembira, matahari terbit pagi, dan seluruhnya indah, bunga berwarna-warni di mana-mana sampai kemudian ada penyihir yang jahat masuk, dengan bentuk apa saja, dan kemudian kutuk itu terjadi, bukan saja kepada satu pribadi orang itu, tetapi menjalar ke seluruh kerajaan.

Di dalam Sleeping Beauty kemudian Princess-nya itu tertidur, dan kemudian seluruh kerajaan menjadi dingin, menjadi hitam, menjadi kaku, bahkan menjadi patung. Di dalam Beauty and the Beast, maka saudara akan menemukan ajudan pangeran tersebut menjadi mangkok, teko dan jam. Mereka bisa bicara, tetapi sekarang berubah bentuk karena kutuk itu sudah masuk. Kutuk mengubah pangeran itu menjadi binatang yang kelihatan sangat buas. Di akhir cerita kutuk itu akan hilang, ketika misalnya saja dalam Beauty and the Beast ada seorang gadis yang mencintai binatang yang sebenarnya pangeran itu, mencium dengan seluruh cintanya dan kemudian terjadi transformasi di dalam diri pangeran itu yang kemudian menyebar, seluruh kutuk di dalam kerajaan itu dihancurkan dan mereka kemudian menjadi manusia kembali. Di dalam Sleeping Beauty maka saudara akan menemukan princess yang tertidur itu, kemudian ada pangeran datang dan mencium dia dengan seluruh cintanya, dan kemudian dia dibangkitkan dan seluruh kutuk di dalam seluruh kerajaan yang hitam itu kemudian pudar dan bunga mekar di mana-mana dan penuh dengan warna.

Beberapa waktu yang lalu saya mempelajari Thomas Goodwin seorang Puritan, dan dia membongkar hati daripada Kristus, The Heart of Christ. Dan ada seorang scholar kemudian menuliskan bukunya yang berjudul ‘Ketika Surga Mencium Bumi, Kristologi dari Thomas Goodwin’, seperti itulah Kristus mencium gereja-Nya. Kristus mencium mempelai-Nya, membuat kita hidup. Tetapi bukan saja hidup, seluruh alam semesta ditransformasi dari kebangkitan Kristus. Alkitab mengatakan, seluruh makhluk menunggu itu. Menunggu apa? Menunggu anak-anak Allah dinyatakan. Ini persis seperti seorang anak kecil sedang menonton pertunjukan bersama dengan mamanya. Ketika dia duduk di situ dan pertunjukan itu belum dimulai, anak itu bertanya berkali-kali kepada mamanya,”Kapan pertunjukannya dimulai, kapan dimulai? Sekarang ya? Kapan dimulainya, mama?” Saudara-saudara, seluruh alam semesta, dunia ini, langit ini, mengeluh untuk menunggu kapan unsur dosa akan dihancurkan. Kapan mereka menjadi baru dan kapan itu adalah pada waktu kita umat percaya mendapatkan tubuh kebangkitan. Dan itu terjadi pada waktu Kristus datang untuk yang kedua. Maka kita tahu sekarang, mengapa para rasul, mengapa gereja-gereja sebelumnya menyatakan pengharapan mereka dengan satu kalimat ini:  Maranatha, Tuhan Yesus cepatlah datang. Aku akan bertemu dengan semua orang-orang yang aku kasihi dengan tubuh kebangkitan. Seluruh alam semesta akan bersorak-sorai di dalam langit dan bumi yang baru. Itulah kebangkitan tubuh Yesus Kristus. Kita selalu berpikir tentang Kristus yang kecil. Kita selalu berpikir berkenaan dengan keselamatan itu pergi ke surga. Tetapi ini adalah sesuatu yang besar, yang universal, agung, mulia sampai selama-lamanya. Zaman itu mulai dengan Kristus yang mati dan bangkit dengan tubuh. Kiranya Dia makin ditakuti. Kiranya Dia makin dikasihi. Kiranya Dia makin terlihat kemuliaan-Nya.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^