[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

2 May 2021

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Kematian Kristus, Kerajaan Allah dan Gereja

Kisah Para Rasul 1:1-9

Apa yang kita inginkan dan apa yang kita pikirkan sering kali berbeda dengan apa yang Tuhan rencanakan. Kita menginginkan pergi ke sorga, seluruh usaha kita adalah untuk memastikan bagaimana caranya kita bisa sampai di sorga. Tetapi Kristus menginginkan Kerajaan Sorga itu hadir di bumi. Segala sesuatu yang Dia lakukan adalah untuk memastikan bagaimana Kerajaan Allah itu hadir di muka bumi ini. Murid-murid Yesus menginginkan pemulihan kerajaan Israel, mata murid-murid-Nya kepada satu hal ini yang penting adalah kerajaan Israel. Tetapi mata Kristus menginginkan sesuatu yang lain. Pemulihan, progress dari kerajaan sorga di bumi ini. Setelah Yesus mati dan bangkit, sebelum empat puluh hari kemudian Dia naik ke sorga, Alkitab mengatakan Dia mengunjungi murid-murid-Nya lebih dari lima ratus orang yang Dia kunjungi. Dan pertanyaannya adalah pada waktu Dia mengunjungi, menampakkan diri kepada mereka, apa yang Dia bicarakan? Ayat ini menyatakan ada satu hal yang Dia bicarakan berulang-ulang, yaitu Kerajaan Allah, Kerajaan Allah. Oh saudara-saudara ini adalah kalimat yang luar biasa penting. Kerajaan Allah adalah tema yang paling penting yang membuat seluruh benang merah dari Kejadian sampai Wahyu. Tema yang menghubungkan dari Kejadian sampai Wahyu, bukan keselamatan, bukan penebusan Kristus, bukan Pentakosta, tetapi Kerajaan Allah. Kalau begitu, penebusan Kristus itu apa? Penebusan Kristus, Kristus yang mati dan bangkit adalah inagurasi kedatangan Kerajaan Allah di muka bumi ini. Pentakosta itu apa? Pencurahan Roh Kudus kepada gereja-Nya supaya kita memiliki kuasa memberitakan dan mengekspansi Kerajaan Allah di muka bumi ini. Keselamatan itu apa? Kita selalu berpikir kalau saudara-saudara diselamatkan artinya saya pergi ke sorga tetapi saudara-saudara keselamatan itu adalah bukan perubahan posisi tetapi sesuatu transformasi di dalam hidup. Saudara-saudara perhatikan baik-baik, orang yang diselamatkan adalah orang yang masuk di dalam pemerintahan penguasaan Allah di dalam Kristus sebagai Raja. Siapakah yang nanti yang akan pergi ke sorga? Adalah yang di dunia ini mau dikuasai, diperintah, ditaklukkan oleh Yesus Kristus. Kerajaan Allah, Kerajaan Allah! Suatu hari Yohanes Pembaptis memecah suara yang sudah diam 400 lamanya, ada suara yang berseru dari padan gurun, dan dengarkan suara itu, “Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat!” Setelah itu Yesus Kristus berkeliling dari satu desa ke desa yang lain, dari satu kota ke kota yang lain. Saudara dengarkan apa yang dikotbahkan-Nya? Sama. Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah datang. Yesus mengumpulkan seluruh murid-murid-Nya. Mendoakan, memberkati mereka, kemudian mengutus dan Dia mengatakan pergi ke desa-desa, jangan engkau membawa bekal dan beritakan berita Kerajaan. Seluruh Nabi Perjanjian Lama sampai Rasul Perjanjian Baru, dan paling puncak yaitu Yesus Kristus, seluruhnya memiliki satu berita yang sama, yaitu Kerajaan Allah. Saya tidak tahu, sekarang, banyak dari hamba-hamba Tuhan kenapa bicaranya itu adalah mengenai kemakmuran? Kenapa bicara mengenai kesuksesan, berkat demi berkat? Kenapa Yesus, Yohanes Pembaptis dan murid-murid-Nya bicara mengenai Kerajaan Allah? Bahkan mereka tidak pernah bicara Allah itu Maha Kasih, Allah itu Maha Kasih, tidak pernah saudara. Tetapi saudara-saudara harus mengerti, kita yang didorong untuk bicara mengenai berita pertobatan, kasih Allahlah yang mendorong hamba-hamba-Nya.

Suatu hari Yesus diminta oleh murid-murid-Nya untuk mengajar berdoa. Yesus mengatakan jikalau engkau mau berdoa, berdoalah demikian “Bapa kami yang ada di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi ini seperti di sorga.” Di seluruh sorga mereka semua tahu Rajanya itu siapa. Dan di sorga tidak ada sama sekali pemberontakan terhadap Raja itu. Tetapi di dunia ini ada, ada pemberontakan kepada Raja itu, ada pemberontakan terhadap hukum-hukum kerajaan dan prinsip-prinsip kerajaan dan nilai-nilai kerajaan itu. Dan manusia tidak peduli, ignorance terhada Raja itu. Dan bahkan mereka dengan sengaja mau membungkam dan membunuh Raja itu. Apakah saudara dan saya mengerti bahwa ini adalah inti dari isi hati dari Yesus Kristus? Ini adalah mission dari Yesus Kristus menghadirkan Kerajaan Allah di bumi ini. Kalau saudara-saudara membaca Alkitab dan menemukan seluruh pengajaran Yesus, maka saudara akan menyadari bahwa seluruh pengajaran-Nya adalah bicara mengenai Kerajaan Allah.

Suatu hari Yesus Kristus mengatakan hal Kerajaan Allah adalah seumpama seorang penabur yang menaburkan benihnya dan benih itu jatuh ke empat tanah. Ada tanah yang berbatu-batu, ada yang terus kemudian jatuh ke tanah yang penuh dengan semak duri, ada yang jatuh ke jalanan dan kemudian dipatuk oleh burung dan ada yang jatuh ke tanah yang baik yang berbuah tiga puluh, enam puluh, seratus kali lipat. Seluruh pengajaran-Nya yang panjang lebar itu adalah bicara berkenan dengan satu hal adalah Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah. Suatu hari Yesus mengatakan hal Kerajaan Allah adalah seorang yang memiliki ladang, menanam gandum di dalamnya tetapi musuh kemudian menanam ilalang dan gandum dan ilalang itu kemudian tumbuh bersama-sama. Di tempat yang lain, Yesus Kristus mengatakan lihat biji sesawi yang kecil ini dan kemudian dia menjadi satu pohon yang begitu besar dan kemudian banyak burung bertengger di atasnya. Oh, Yesus sedang bicara mengenai sayur mayur? Yesus tidak mengatakan itu, Yesus sedang mengatakan hal Kerajaan Sorga adalah seperti itu. Ketika Dia melihat ragi, Dia menunjukkan kepada murid-murid-Nya, lihat ragi ini. Yah kenapa guru? Apakah engkau mau membuat kami bisa menjadi baker? Yesus mengatakan hal Kerajaan Sorga adalah seperti ragi yang kecil dan kemudian mengkhamiri seluruh adonan. Ketika Dia Bersama dengan murid-murid-Nya melihat seorang nelayan dan mengangkat jalanya atau pukatnya dan ada ikan yang baik dan ada ikan yang buruk. Lalu kemudian Yesus mengatakan hal Kerajaan Sorga adalah seumpama dengan pukat itu. Suatu hari Yesus mengatakan hal Kerajaan Sorga adalah seumpama dengan lima gadis bodoh dan lima gadis bijaksana. Di tempat yang lain Yesus Kristus mengatakan ada seorang pekerja dan kemudian dia menggali sebuah ladang dan kemudian ada harta karun, dia diam-diam sama tuannya, ditutup lagi tanahnya, dia pulang dan kemudian menjual semuanya untuk membeli ladang itu. Hal Kerajaan Sorga adalah seumpama dengan itu. Hal Kerajaan Sorga adalah seumpama seseorang yang kaya dan kemudian membagi lima talenta, dua talenta dan satu talenta kepada hamba-hamba-Nya. Suatu hari Yesus Kristus bertemu dengan Nikodemus dan Nikodemus tanya bagaimana caranya masuk ke dalam Kerajaan Sorga untuk diselamatkan? Dan kemudian Yesus berbicara tentang Yohanes 3:16 adalah bicara mengenai kelahiran baru dan Yesus kemudian sebelumnya bicara mengenai bahwa jikalau engkau tidak dilahirkan baru engkau tidak bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga, jikalau engkau tidak dilahirkan baru engkau tidak bisa melihat Kerajaan Sorga. Gereja, apakah kita sadar? Seluruh apa yang dikatakan oleh Raja gereja kita mengenai satu hal, Kerajaan Allah. Untuk itulah kita diminta untuk bertobat. Dia meminta untuk kehadiran Kerajaan Allah di muka bumi ini. Empat puluh hari Dia menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya sebelum pergi ke sorga. Apa yang dikerjakan-Nya? Apa yang dibicarakan-Nya? Apa yang dikotbahkan-Nya? Satu hal, Kerajaan Allah, Kerajaan Allah. Kemudian, murid-murid-Nya bertanya, “Jadi kerajaan Israel kapan dipulihkan?” Kalau saya, tidak muntah darah juga sudah bagus. Terus bicara Kerajaan Allah, mereka bertanya kerajaan Israel kapan. Sama seperti kita. Yesus bicara tentang Kerajaan Allah, Kerajaan Allah. Kita terus pikirkan adalah nanti kita jadi orang Kristen dapat berkat apa yah? Saudara-saudara jangan lupa, cari dulu Kerajaan Allah dan semua kebenaran-Nya dan semuanya akan di tambahkan. Sekali lagi Kerajaan Allah.

Matius 16:18-19, satu kalimat yang menjadi hak istimewa dan tugas gereja “dan Aku pun berkata kepadamu; Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Dan kepadamu jemaat-Ku akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Saudara-saudara gereja yang sejati tidak mungkin akan dilepaskan dari Kingdom of God. Nanti saya akan masuk ke dalamnya untuk menjelaskan kepada saudara-saudara tetapi sekarang kita akan melihat apa itu artinya Kerajaan Allah? Secara sederhana, Kerajaan Allah adalah bicara mengenai pemerintahan Allah, penguasaan Allah. Dan ketika Kerajaan Allah ini dipakai istilah ini baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, sebenarnya dalam Perjanjian Lama saudara tidak akan menemukan istilah Kerajaan Allah tetapi konsep Kerajaan Allah itu ada. Itulah sebabnya karena konsep ini sudah mendarat daging, ketika Yohanes Pembaptis itu berteriak bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat, tidak ada orang yang mempertanyakan karena semuanya sudah mengerti. Jadi apa arti dari Theologia Kerajaan Allah yang ada dalam Alkitab? Saudara perhatikan dua hal ini akan menjadi satu.

Yang pertama Kerajaan Allah adalah berarti otoritas Allah yang memerintah sebagai Raja di seluruh muka bumi. Kerajaan Allah dalam poin yang pertama itu lebih merupakan suatu keadaan daripada suatu daerah. Saudara-saudara kalau saudara-saudara bicara mengenai kerajaan Inggris selalu berpikir mengenai daerah wilayah kekuasaan Inggris. Itu tidak salah tentu tetapi poin pertama adalah bicara mengenai keadaan di mana Allah memerintah sebagai Raja. Allah menguasai seluruh bumi, ada dominion, ada keperkasaan, ada Kerajaan Raja-Nya. Berbicara berkenaan dengan Allah yang ada di atas sana yang menguasai seluruh daripada muka bumi. Ini adalah suatu aspek yang sifatnya transcendent and de jure. Saudara-saudara perhatikan ini tidak terbantahkan, tetapi ini tidak pernah dianggap manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa. Dan bahkan orang-orang makin lama makin tidak peduli dan bahkan menganggap bahwa itu tidak ada. Arti yang pertama dari Kerajaan Allah bersifat transcendental adalah otoritas Allah atas seluruh bumi ini adalah arti yang sifatnya luas, universal.

Tetapi pengertian yang kedua adalah bicara berkenaan dengan suatu realm, keadaan di mana pemerintahan itu diterapkan, ini adalah bicara mengenai concrete, ini ada daerahnya, ini bicara mengenai spatial. Ini terjadi dalam individu-individu yang ditebus oleh Yesus Kristus. Allah melalui Yesus Kristus menguasai, memerintah setiap bagian umat pilihan-Nya. Di dalam poin yang kedua ini maka saudara-saudara menyatakan menegaskan sifat de facto, suatu yang concrete. Mari kita ingat lagi akan doa Bapa kami. Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Saudara perhatikan, berarti Dia mempunyai Kerajaan. Saudara akui atau tidak akui, saudara lihat atau tidak lihat maka Kerajaan itu ada. Tetapi kemudian adalah datanglah Kerajaan-Mu di bumi seperti di sorga, berarti ada concrete-nya di situ. Maka saudara-saudara, dengan dua pengertian ini saudara mengerti bahwa konsep Kerajaan Allah yang diajarkan di dalam Alkitab memiliki konsep transcendental dan concrete dan juga memiliki aspek yang sifatnya de jure dan juga de facto. Dan dua hal ini kelihatannya belum bersatu sampai kedatangan Yesus Kristus kedua, maka de jure dan de facto akan menjadi satu. Setiap orang akan melihat dan akan mengakui adanya Kerajaan itu. Sekarang saudara-saudara Kisah Para Rasul 1 maka saya akan coba untuk menyimpulkan apa relasi antara kematian Kristus, Kerajaan Allah dan gereja.

Saudara-saudara, perhatikan baik-baik, kehadiran Kerajaan Allah di bumi ini adalah kesadaran dan ketertundukan semua manusia kepada TUHAN yang memerintah sebagai Raja alam semesta. Dan kesadaran umat manusia ini secara universal dan kehadiran keadaan ini bahwa Allah memerintah terjadi melalui Kristus yang taat kepada Bapa-Nya sampai mati di atas kayu salib dan saat ini kemudian diteruskan secara progressive oleh gereja-Nya dengan kekuatan kuasa Roh Kudus. Saya akan jelaskan perlahan demi perlahan, saudara-saudara ini adalah sesuatu yang penting.

Perhatikan, Kerajaan Allah itu akan datang. Kerajaan Allah itu sudah datang sekarang di dalam Yesus Kristus. Itu mau tidak mau akan membuat sesuatu kesadaran dan ketertundukan semua umat manusia kepada Allah. Saudara-saudara ketika saya bicara sadar dan tunduk kepada Allah itu tidak berarti sadar sekarang tetapi suatu saat dia akan sadar dan ketika bicara mengenai ketertundukan, itu tidak berarti mereka semuanya pasti mau tunduk tetapi suatu hari mereka pasti mau ditundukkan. Dan keadaan Allah yang memerintah di atas bumi ini, inagurasinya, permulaannya, pintu gerbangnya itu adalah karena Kristus mau taat kepada Bapa di atas kayu salib. Boleh dikatakan kematian Kristus atau ketaatan Kristus adalah pembukaan hadirnya Kerajaan Allah di muka bumi ini. Kalau saudara-saudara melihat ada perbandingan yang besar antara taman Getsamani dan taman Eden. Di taman Getsamani maka Kristus mutlak taat, tunduk kepada Bapa di sorga. Dia mengatakan Bapa jikalau mungkin cawan ini lalu daripada-Ku tetapi jikalau kehendak-Mu Aku mau meminumnya. Saudara-saudara maka Kristus itu mutlak taat kepada Bapa di sorga. Dan mutlak taat kepada Bapa di sorga itu artinya pemerintahan Allah terjadi di dalam hidup-Nya. Seluruh kehidupan Kristus Yesus itu kehidupan yang mutlak taat kepada Bapa di sorga. Tetapi di taman Eden, maka Adam dan Hawa memberontak kepada Allah, boleh dikatakan mereka seakan-akan mengatakan bukan kehendak-Mu Allah, tetapi kehendakku yang jadi. Allah berkehendak melalui Adam dan Hawa melalui manusia pertama itu berkembang ke seluruh bumi tetapi mereka itu gagal, mereka itu tidak taat dan kemudian dosa itu masuk. Itulah maka Allah membangkitkan Adam yang kedua yaitu Yesus Kristus menjadi wakil dari semua orang yang ditebus dan melalui kehidupan-Nya maka Kerajaan Allah itu sekarang hadir di muka bumi dan berkembang. Tetapi ketika Dia sudah naik ke sorga maka gerejalah yang diminta untuk meneruskan ekspansi Kerajaan Allah ini. Itulah sebabnya Yesus berkali kali bicara kepada orang-orang yang nanti ditinggalkan-Nya adalah bicara mengenai tugas ini, mengenai Kerajaan Allah, Kerajaan Allah. Isi hati-Nya sekarang ditanam kepada isi hati gereja. Misi-Nya sekarang diberikan kepada misi gereja untuk diteruskan. Perluasan Kerajaan Allah sekarang sudah menjadi beban, tugas kita sebagai gereja tetapi kita tidak mungkin bisa melakukannya kecuali Roh Kudus itu diberikan kepada kita, itulah sebabnya pada Pentakosta Roh Kudus itu turun.

Perhatikan kalimat yang penting ini, Roh Kudus dinyatakan kepada gereja agar gereja memiliki kuasa menghadirkan Kerajaan Allah di dalam dan melalui hidup kita. Saudara-saudara apa arti Kerajaan Allah itu diperluas di dalam hidup kita? Yaitu Roh Kudus melalui Firman yang kita dengar akan perlahan demi perlahan secara progressive menaklukkan setiap inci bagian hidup kita. Membuat kita boleh mematikan dosa dalam setiap area hidup kita dan meninggikan Kristus dan setiap inci dari aspek dalam hidup kita, kita boleh arahkan bagi kemuliaan Allah. Misalnya saja, suatu hari saudara membaca buku atau saat teduh, dan kemudian dari buku saat teduh itu melalui Firman Tuhan, saudara ditegur berkenaan dengan aspek keuangan. Kita menyadari bahwa ternyata kita berdosa di hadapan Allah, ada aspek keuangan yang kita setiap kali uang kurang khawatir, kita tidak memberikan perpuluhan, kita melihat segala sesuatunya dari keuangan dari orang lainnya, dari uang. Maka Roh Kudus akan berbicara melalui Firman di dalam hidup kita. Maka ketika kita mau taat di dalam area itu, Kerajaan Allah itu berkembang di dalam hidup kita. Pemerintahan Allah itu yang tadinya tidak belum mencakup ekonomi di dalam hidup kita, sekarang mencakup di dalam bagian keuangan itu. Misalnya suatu hari saudara mendengarkan kotbah berkenaan dengan kita tidak boleh malas, kita harus menggunakan waktu itu bertanggung jawab di hadapan Tuhan. Sebelumnya kita adalah orang malas dan kemudian kita mendengarkan hal itu, dan kemudian kita bertobat, itu artinya Kerajaan Allah itu ekspansi di dalam hidup kita. Allah yang tadinya belum menguasai bagian daripada kemalasan dan penggunaan waktu kita yang selebor sekarang menetapkan membuat kita mau untuk mengarahkan waktu itu untuk kemuliaan Allah saja. Suatu hari mungkin saudara mendengarkan kotbah mengenai pengampunan dan hari itu saat di mana kita itu berselisih paham dengan suami atau isteri kita dan bahkan kita itu sudah tidak mau lagi urusan dengan suami atau isteri kita, dan makin perlahan-lahan itu mau divorce, tetapi ketika kita itu mendengarkan Firman itu dan kemudian kita mau melembutkan hati dan mau takluk di situ, mengampuni orang yang sulit untuk kita itu berelasi, maka itu artinya Kerajaan Allah hadir di dalam area itu. Banyak sekali area dalam hidup kita yang belum diserahkan kepada Kristus Yesus, banyak sekali dari area hidup kita itu yang masih melawan Firman, banyak sekali area dalam hidup kita itu kehendakku yang terjadi bukan prinsip-Mu. Itulah sebabnya kita perlu untuk mendengarkan Firman setiap Minggu. Mendengar Firman setiap hari. Saudara-saudara, setiap kali ketika kita berada di dalam kebaktian-kebaktian seperti ini, juga persekutuan remaja atau sekolah Minggu atau apapun saja, apa yang sebenarnya sedang terjadi di tengah-tengah kita? Allah melalui Firman-Nya mau menguasai satu bagian hidup kita yang lain pada hari ini. Kerajaan Allah itu harus ekspansi di dalam hidup kita dan di dalam keluarga kita. Ada sesuatu yang concrete, ada realitas hidup yang kemudian ditaklukkan. Tetapi di tempat yang lain, tadi saya sudah katakan, gereja itu disertai oleh Roh Kudus untuk memiliki kuasa menghadirkan Kerajaan Allah di dalam dan melalui hidup kita. Saudara-saudara, saya sudah jelaskan di dalam hidup kita sekarang melalui hidup kita, yaitu melalui pelayanan kita, melalui Injil yang kita beritakan kepada orang lain, sehingga Injil itu tersebar ke seluruh muka bumi dan satu demi satu orang ditaklukkan di bawah Kristus Yesus. Saudara-saudara, bukankah kita mengingat akan Amanat Agung, ada di dalam Matius 28:18-20 Yesus berkata “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Ketika saudara berbicara berkenaan dengan memberitakan Injil, apa yang ada di dalam pikiran saudara, “Oh kasihan orang itu kalau mati nanti masuk ke neraka, sekarang saya beritakan Injil supaya masuk ke sorga.” Tetapi Alkitab mengatakan bukan seperti itu, memberitakan Injil supaya orang itu dimenangkan menjadi murid lalu kemudian diajarkan mereka melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan Kristus kepada kita. Saudara melakukan segala sesuatu itu berarti ada di bawah pemerintahan Yesus Kristus, itu Kerajaan Allah. Setiap kali saya mengajar, setiap kali saya berkotbah, setiap kali saya memberitakan Injil, dan juga setiap kali buat diri saya sendiri ketika saya mendengarkan kotbah atau saya membaca buku, di dalam pikiran saya adalah Tuhan taklukkan kami. Tuhan taklukkan kami. Pemberitaan Injil adalah bukan membawa orang itu pergi ke sorga, ya pasti orang itu akan pergi ke sorga tetapi supaya orang itu di dalam hidup saat ini takluk kepada Yesus Kristus. Demikian juga kalau saudara-saudara membaca buku rohani untuk diri saudara. Saudara sebelum membaca saudara katakan Tuhan taklukkan aku dengan Firman-Mu, dengan penjelasan akan Firman-Mu. Pagi hari sebelum saudara pergi ke gereja, berdoa Tuhan inilah hatiku, taklukkan apa yang menjadi bagian-Mu, ambillah. Taklukkan Tuhan. Dan ketika saudara memberitakan atau membagi traktat, saudara berharap agar Kerajaan Allah sampai kepada orang itu ditaklukkan untuk kemuliaan Kristus. Yesus Kristus menghendaki bahwa Kerajaan Allah ini tersebar di seluruh muka bumi, pertama melalui Dia inagurasinya dari Dia dan kemudian diteruskan oleh gereja-Nya. Kristus Yesus meminta gereja yang meneruskannya. Tetapi tidak bisa sendiri, tetapi ada kuasa Roh Kudus yang mendampingi.

Dan sebagai bagian yang terakhir dalam kotbah ini, maka saya akan menjelaskan kepada saudara-saudara hubungan Kerajaan Allah dan gereja itu. Yang pertama, gereja yang sejati di muka bumi ini lahir dari Kerajaan Allah. Kerajaan Allah itu tidak sama dengan gereja, Kerajaan Allah jauh lebih besar daripada gereja. Kerajaan Allah itu berisi Allah yang memerintah, dan seluruh makhluk sorgawi termasuk malaikat, dan dari Allah di dalam kerajaan-Nya, di dalam kekekalan itu, maka kehendak-Nya membuat, membentuk gereja di muka bumi ini. Sekali lagi, Kerajaan Allah-lah yang melahirkan gereja dan gereja ini lahir karena planning dalam Kerajaan Allah ini, maka seluruh business gereja adalah business Kerajaan Allah. Apapun yang kita lakukan, tidak akan terlepas dari Kerajaan Allah.

Hal yang kedua, gereja yang sejati adalah kumpulan orang yang melihat Kerajaan Allah dan bersaksi tentang Kerajaan Allah di muka bumi. Kalau kita adalah kumpulan orang yang sejati, sungguh-sungguh sejati, bukan orang yang beragama Kristen, berarti adalah kita adalah kumpulan orang yang mata hati kita celik, pernah melihat, sedang melihat adanya Kerajaan yang tidak terlihat yang dipimpin oleh YAHWEH. Dunia tidak melihat, dunia sungguh-sungguh tidak melihat, mereka melihat ke atas, mereka cuma melihat ke langit, mereka melihat pakai teleskop mereka cuma melihat bintang. Mereka tidak melihat Raja segala raja yang bertahta di atas singgasananya yang menguasai, memerintah dan bahkan menciptakan seluruh dunia ini. Takut akan Dia, Allah yang tidak terlihat, tidak ada pada seluruh dunia ini, kecuali umat pilihan. Gereja yang sejati adalah kumpulan orang yang melihat Kerajaan yang tidak terlihat itu, maka di dalam sebuah gereja, kita dikuatkan satu dengan yang lain, karena orang yang lainpun itu melihat. Dan kita bergerak bersama-sama, bicara kepada dunia, ada kerajaan yang tidak terlihat, ada kerajaan yang tidak terlihat, Allah Raja-Nya dan memerintah di dalam Yesus Kristus. Murid-murid pada waktu itu melihat Yesus Kristus, dan ketika Dia naik ke sorga, Yesus tidak terlihat lagi, tetapi Roh Kudus itu datang untuk membuat mata hati murid-murid tetap bisa melihat Kristus yang ada di singgasana Bapa. Sekali lagi, yang kedua adalah gereja yang sejati itu melihat Kerajaan Allah dan bersaksi tentang Kerajaan Allah itu di muka bumi.

Hal yang ketiga, gereja yang sejati adalah wakil Kerajaan Allah di muka bumi ini untuk menyebarluaskan Kerajaan Allah di muka bumi ini. Saya pakai contoh yang paling sederhana, kalau saudara itu bekerja di satu perusahaan lalu kemudian saudara dipindahkan misalnya dari kantor pusat Sydney menuju ke tempat kantor cabang di Melbourne maka saudara adalah wakil dari kantor yang di Sydney. Kalau misalnya McDonald buka di tempat Sydney lalu sekarang McDonald buka di Perth dan saudara menjadi pemimpin di sana, apa yang menjadi tanggung jawab kita? Yaitu kita diminta untuk mengekspansi McDonald di seluruh Perth. Jadi sekali lagi, gereja adalah wakil Kerajaan Allah di muka bumi ini untuk mengekspansi Kerajaan Allah di muka bumi ini. Dan bagaimana Kerajaan ini akan diekspansi? Bagaimana disebarluaskan? Adalah melalui 2 hal ini, pertama adalah melalui obedience, ketaatan kita, dan yang kedua adalah melalui pelayanan kita.

Saudara-saudara, karena gereja adalah wakil Kerajaan Allah maka kita harus tahu bahwa gereja ini ada bukan untuk gereja ini sendiri. Gereja ini ada seharusnya bergumul memikirkan apa rencana Allah di dalam Kerajaan-Nya untuk muka bumi ini. Maka dari pimpinan-pimpinan gereja sampai ke seluruh aktivis, sampai seluruh jemaat, seharusnya kita bergumul untuk terus-menerus minta pimpinan Roh Kudus untuk gereja ini, supaya gereja ini dipakai untuk ekspansi Kerajaan Allah. Maka melihat ke mana Roh Kudus memimpin itu sangat penting sekali. Seharusnya gereja tidak membuat program untuk membuat nama gereja itu menjadi besar, tidak ada gunanya saudara-saudara. Atau membuat program akhirnya nama pengkotbah itu makin dikenal seperti celebrity, itu sesuatu yang konyol sekali saudara-saudara. Satu hal yang harus ada di dalam pikiran kita, ketika bicara mengenai kebesaran, keluasan adalah bicara mengenai kebesaran dan keluasan Kerajaan Allah di muka bumi ini. Bagaimana caranya agar semakin banyak orang mendengar Kristus dan ditaklukkan hatinya. Agar Kerajaan-Nya itu diekspansi dan nama-Nya itu dipermuliakan dan hati demi hati itu ditaklukkan. Apakah kita menjadi besar atau kecil itu tidak penting. Tetapi satu hal yang penting, mata itu kepada ekspansi Kerajaan Allah. Saudara-saudara itu yang ada di dalam hati para rasul dan nabi. Sekali lagi yang paling penting adalah ekspansi Kerajaan Allah, meluasnya, membesarnya Kerajaan Allah. Dan untuk tujuan itu, di dalam Alkitab Allah menggunakan berbagai macam cara kepada hamba-hamba-Nya untuk takluk. Kadang Allah itu memperlebar pelayanan-Nya, meninggikan hamba-Nya supaya Kerajaan-Nya makin dikenal. Contoh yang paling jelas adalah Daud, kegemilangan Daud itu merupakan bayang-bayang kegemilangan Kristus. Contoh lain adalah misalnya Musa, ketika dia sebentar lagi mati, maka Tuhan itu meminta dia memandang ke seluruh pelosok negeri, di mana dia memandang di situ tanah perjanjian. Orang lain adalah Elisa, dia meminta Kerajaan Allah itu hadir, pemerintahan Allah itu nyata, Allah itu bertindak. Elia bertanya kepada Elisa, kamu mau apa, Elisha bilang kasih saya besar, kasih saya 2 bagian. Orang dunia yang tidak tahu prinsip ini, dia pikir itu besar untuk diri. Dia meminta pekerjaan Allah lebih besar daripada sebelumnya. Allah bicara kepada Abraham, ke mana engkau melangkah itu akan menjadi bagianmu. Saudara-saudara, maka keluasan tanah perjanjian, tergantung dari Abraham mau berjalan sejauh mungkin, sesulit mungkin, selama mungkin. Gereja belajar hal ini. Banyak orang yang murni hatinya mau mengembangkan Kerjaan Allah selalu dipandang sebagai ambisi pribadi, saudara yang tidak tahu prinsip ini, bertobat. Milikilah ambisi untuk mengembangkan kerajaan Allah, tetapi di tempat yang lain, Allah juga sering untuk merendahkan hamba-hamba-Nya, mengecilkan sedemikian rupa untuk membuat kerajaan-Nya itu berkembang. Yohanes Pembaptis sendiri mengerti panggilan ini, aku harus mengecil dan Dia makin besar. Banyak sekali martir yang ditentukan oleh Tuhan tidak dikenal. Sama sekali seakan-akan tidak berhasil. Kalau saudara-saudara melihat seperti Jim Elliot dan teman-temannya yang ada di Auca itu, apa keberhasilannya? Tetapi ketika darah itu menetes, maka Kerajaan Allah itu tumbuh. Biarlah kita punya hati yang rela apakah kita diangkat atau direndahkan adalah satu hal Kerajaan Allah hadir.

Hal yang keempat, gereja yang sejati adalah penjaga pemelihara Kerajaan Allah di muka bumi ini. Apa sih maksudnya penjaga pemelihara? Bukankah yang menjaga yang memelihara itu Tuhan? Perhatikan, maksudnya yaitu, supaya orang-orang di muka bumi ini akan tetap dapat memperhitungkan adanya Allah dan Kerajaan yang tidak terlihat, maka gereja yang sejati harus setia hidup di dalam hukum-hukum, prinsip-prinsip dan nilai-nilai Kerajaan di muka bumi ini. Gereja kalau setia, gereja kalau tetap bersaksi, gereja kalau mempertahankan kesucian, gereja kalau tetap berjuang, itu akan membuat dunia memperhitungkan Allah dan Kerajaan-Nya yang tidak terlihat. Tetapi kalau gereja itu diam, kalau gereja itu menjadi kompromi dengan dunia, kalau gereja itu di dalam gereja itu bertahta setan, kalau mulut gereja itu kemudian dibungkam, kalau kemurnian gereja itu tidak ada lagi, maka dunia tidak akan bisa lagi melihat atau memperhitungkan adanya Kerajaan Allah. Kitalah umat pilihan, kitalah yang menerima Kristus yang bisa melihat dan yang melihat Kerajaan Allah itu ada. Melalui pelayanan kita, melalui mulut kita, melalui hidup kita, dunia akhirnya memperhitungkan bahwa ada sesuatu yang kita taati di tengah pemerintahan di dunia ini. Mereka tidak akan melihatnya dan mereka memang tidak pernah melihatnya tetapi mereka akan bisa memperhitungkan karena kita itu tetap berjuang dan kita itu tetap belajar setia di hadapan Allah.

Saudara-saudara, inilah kesulitan kita, apa itu kesulitan orang Kristen? Salah satu yang terbesar adalah kita hidup dalam 2 kerajaan. Kita hidup dalam kerajaan dunia ini dengan seluruh pergumulannya tetapi kita sadar bahwa kita dimiliki oleh Kerajaan Allah. Kita dilahirkan di dalam kerajaan Allah. Kita disebut sebagai anak-anak kerajaan. Tetapi kita ada di dalam dunia ini dengan kerajaan dunia, maka selalu akan ada tegangan 2 kerajaan ini di dalam hidup kita. Selalu akan ada tegangan, tension, 2 kerajaan ini di dalam hidup kita. Saudara-saudara, perhatikan bahwa kerajaan dunia ini, akan berusaha untuk menguasai kita, dan dengan mudah sekali mereka akan menguasai kita, ketika saya bicara mengenai mereka menguasai kita, kerajaan dunia ini, penguasa dunia ini, saya tidak mengatakan itu adalah pasti militer, atau itu adalah jenderal, atau itu adalah presiden, tidak saudara-saudara, itu juga bisa adalah teman saudara, itu adalah bisa saudaranya saudara yang belum kenal kristus, itu bisa bos saudara, siapapun saja, kalau saudara-saudara adalah anak high school, itu teman-teman saudara-saudara, yang pasti mereka memiliki pengaruh, mereka memiliki masa, mereka memiliki uang, mereka menguasai media, pendidikan dan segala hal.

Kemarin di dalam kelas katekisasi ada satu pertanyaan dari remaja yang sangat baik. Pak, bagaimana saya harus ber-response terhadap teman saya, dia laki-laki tetapi dia ingin dipanggil sebagai “she”. Saudara-saudara, bentuk-bentuk seperti ini adalah bentuk-bentuk pemerintahan yang akan memerintah kita. Kalau kemudian kita mengikuti keinginan dia, berarti dialah yang mendefinisikan tingkah laku kita. Di tempat yang lain ketika kita mengatakan tidak, saya akan panggil engkau, kau laki-laki, “he”, maka dia bersama dengan teman-temannya akan menjauhi kita. Saudara lihat bagaimana mereka mau menguasai kita, menaklukkan kita, membuat kita sakit, dan intinya adalah untuk menarik kita setuju dengan apa yang ada di dalam pikirannya, dan itu artinya kita takluk kepada dia. Di dalam segala macam bentuk, kita memiliki hal-hal seperti ini sehari-hari. 

Tadi pagi ketika saya mempersiapkan ini saya teringat akan satu kalimat Tuhan. Dia bertanya kepada Adam dan Hawa, di manakah engkau? Di manakah engkau? Dia tidak tanya, apa yang engkau sudah perbuat? Dia tanya di manakah engkau? Itu artinya Adam dan Hawa sudah berubah posisi, dia diciptakan oleh Tuhan, diciptakan untuk kemuliaan Tuhan, untuk hidup di dalam hukum-hukum Tuhan, di dalam nilai-nilai Tuhan, sekarang dia berubah posisi menjadi lawannya Tuhan. Hidup di bawah nilai-nilai musuh, setiap kali kita dealing dengan dunia, biarlah kita mengingat kalimat daripada Tuhan, dimanakah engkau. Siapa yang menguasai kita sesungguhnya? Apakah teman-temanmu, atau bosmu atau dunia ini dengan seluruh prinsipnya, dengan seluruh nilai dan seluruh gaya hidupnya, atau kita itu berpihak di dalam Kerajaan-Nya?

Alkitab dengan jelas menyatakan orang-orang yang ditebus oleh Kristus adalah milik Kristus, atau the member of Kingdom of God, menyadari hal ini, kita akan tahu harus ber-response apa di dalam keadaan-keadaan seperti itu. Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, di bumi seperti di sorga.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^