[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

19 April 2021

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Karya Allah Tritunggal di dalam Kebangkitan Tuhan Yesus

1 Korintus 15:17-20

 

Iman Kristen adalah iman yang berdasarkan kepada sejarah yang terjadi kepada Yesus Kristus. Kita ditebus berdasarkan fakta, kita bukan ditebus berdasarkan pengharapan ‘Semoga…’. Kita juga bukan ditebus berdasarkan imajinasi ‘Kiranya seperti ini…’. Kita ditebus berdasarkan fakta sejarah yang sungguh-sungguh terjadi, dan apa fakta sejarah yang sungguh-sungguh terjadi? Yesus Kristus pernah lahir, Yesus Kristus pernah mengajar. Yesus Kristus mati dan bangkit dan naik ke surga. Yesus Kristus duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Sejarah ini, dan seluruh karya Kristus maka kita mendapatkan penebusan. Sekali lagi, tanpa fakta kematian dan kebangkitan Kristus di dalam sejarah. Maka tidak ada hidup yang kekal bagi kita. Tadi di dalam 1 Korintus 15:17 dikatakan jikalau Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup di dalam dosamu. Dan ayat 18 menyatakan sekali lagi, tanpa fakta kebangkitan, maka tidak ada hidup yang kekal bagi kita. Sekali lagi, apa yang terjadi di dalam hidup kita, dan apa yang menjadi respond kita, merupakan derivative dari apa yang Tuhan sudah kerjakan. Biarlah semua orang Kristen mengerti pentingnya pengajaran, pentingnya doktrin. Bukan berdasarkan ‘aku mau melakukan,’ tidak seperti itu. Tetapi sebaliknya, inilah yang terjadi apa yang akan kita lakukan, adalah merupakan response dari apa yang Allah itu kerjakan di dalam hidup kita di dalam sejarah. Maka sekarang kita akan memikirkan apa yang Dia sudah kerjakan di dalam sejarah, mengerti ini Alkitab akan mengarahkan bagaimana kita ber-respond dengan fakta ini. Kita akan memikirkan sekarang apa yang Alkitab ajarkan berkenaan dengan pekerjaan Allah Tritunggal di dalam kebangkitan Yesus Kristus. Biarlah kita boleh mengerti bahwa kebangkitan Kristus Yesus adalah pekerjaan Allah Tritunggal, bukan pekerjaan Yesus Kristus saja. Kalau saudara-saudara melihat Alkitab, maka saudara akan melihat pekerjaan-pekerjaan dari Allah, misalnya adalah penciptaan, penebusan, atau pengudusan. Dan di dalam penebusan itu adalah Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Itu tidak berarti Allah Bapa yang dipaku di atas kayu salib. Tetapi, di dalam karya penebusan, Tritunggal itu bekerja bersama-sama. Dan Allah Roh Kudus adalah kalau kita berbicara berkenaan dengan pengudusan adalah kita berbicara berkenaan dengan Roh Kudus, tetapi sebenarnya Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus berkerja bersama-sama untuk menguduskan kita. Pekerjaan Allah Tritunggal di dalam dunia ini, tidak bekerja secara pribadi demi pribadi secara eksklusif. Mereka bekerja bersama-sama, pada saat yang sama adalah benar bahwa pekerjaan-Nya itu secara partikular tertentu masing-masing pribadi memiliki kekhususan-Nya. Di dalam teologia dikenal sebagai seluruh kalimat itu dikenal sebagai opera ad extra.

Sekarang mari kita melihat apa yang terjadi pada kebangkitan Yesus Kristus, siapa yang membangkitkan Yesus Kristus? Banyak orang bertanya kepada hamba-hamba Tuhan, sesungguhnya Yesus itu bangkit sendiri atau dibangkitkan oleh Allah? Maka kita akan melihat ayat-ayat dalam Alkitab untuk hal ini, untuk melihat apa yang sesungguhnya terjadi dalam fakta sejarah. Tetapi bukan saja fakta sejarah yang terjadi 2000 tahun yang lalu yang tidak ada hubungannya dengan kita, karena sesungguhnya, seperti yang tadi saya katakan, Allah yang bekerja di dalam hidup kita akan membuahkan suatu respond di dalam hati kita. Apa yang orang Kristen itu kerjakan, bukan keluar dari kevakuman. Ketika orang Kristen itu mengerjakan sesuatu, haruslah merupakan derivative dari pekerjaan Allah Tritunggal. Sehingga kita mengerti seluruh pekerjaan kita, memiliki kekokohan pada pribadi dan karya Allah Tritunggal. Misalnya saja, saya ambil contoh, kalau kita bicara mengenai, ‘biarlah engkau satu dengan yang lain saling menghargai, engkau saling rendah hati.’ Bukankah kerendahan hati dan menghargai satu dengan yang lain diajarkan seluruh agama? Buddhist mengajarkan seperti itu, Islam mengajarkan seperti itu, siapapun saja mengajarkan, agama-agama mengajarkan engkau saling menghargai dan engkau saling bekerja sama dan engkau saling rendah hati satu dengan yang lain. Dan itu adalah virtue yang umum. Tetapi, di dalam Kekristenan itu tidak berlaku. Lihatlah, perintah untuk kita itu saling menghargai dan saling menerima dan saling mencintai dan saling rendah hati keluar dari apa? Bukan juga karena kita sama-sama manusia maka ada hak asasi, tidak! Perhatikan, di dalam Alkitab, perintah untuk engkau saling menghormati, saling lembut hati maka itu keluar dari: “Biarlah di dalam hidupmu bersama engkau menaruh pikiran dan perasaan yang juga terdapat di dalam Yesus Kristus yang adalah Allah tetapi tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan. Tetapi mengosongkan diri-Nya sebagai manusia, menjadi hamba dan mati di atas kayu salib.” Perhatikan, kerendahan hati kita, merupakan derivative dari pekerjaan Kristus kepada kita. Jangan pernah melepaskan pekerjaan Allah Tritunggal di dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak sama dengan seluruh agama yang lain. Seluruh perbuatan baik yang kita keluarkan itu ada kaitannya dengan pekerjaan Allah Tritunggal di dalam hidup kita, di dalam sejarah. Mari sekarang kita pikirkan apa yang Alkitab katakan, siapa yang membangkitkan Yesus Kristus, dan apa implikasi dan signfikansinya di dalam hidup keseharian kita.

Pertama, siapa yang membangkitkan Yesus Kristus? Alkitab mengatakan, Bapa membangkitkan Yesus Kristus. Mari kita melihat Kisah Para Rasul 13:29-37. Mari kita membacanya. Alkitab dengan jelas menyatakan, Yesus dibangkitkan oleh Allah Bapa dari antara orang mati. Apa artinya itu? Pada waktu Yesus Kristus dibangkitkan oleh Allah dari antara orang mati, apa maksudnya itu? Kalau tanpa Firman kita tidak mungkin mengerti artinya, kita akan pikir, ya sudah bangkit, meskipun itu adalah mujizat besar. Tetapi, ayat-ayat ini menyatakan, Allah itu membangkitkan Yesus Kristus dan kemudian mengatakan itu adalah seperti tertulis dari Mazmur 2. Kemudian di dalam Kisah Para Rasul 13:34, kalau saudara-saudara membaca seterusnya maka Yesus Kristus akan dibandingkan dengan Daud yang kemudian masuk di dalam kebinasaan. Apa yang dimaksud oleh Allah ketika Dia membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati, maka kalimat-kalimat ini artinya adalah Allah Bapa di surga mendeklarasikan bahwa Yesus Kristus itu adalah orang benar. Allah Bapa di surga, mempermuliakan Yesus Kristus, melebihi daripada seluruh manusia yang pernah hidup dan mati, Yesus Kristus pernah mengatakan di dalam Yohanes 17, ketika Dia berdoa sebelum Dia masuk ke tempat kayu salib, maka Dia mengatakan: “Saatnya sudah tiba, permuliakan anak-Mu karena anak-Mu akan mempermuliakan Engkau.” Bagaimana Yesus mempermuliakan Allah Bapa di surga? Yaitu dengan mati di atas kayu salib. Tetapi bagaimana Bapa yang di surga akan mempermuliakan Anak? Dengan membangkitkan Anak dari kematian. Ketika Allah Bapa membangkitkan Anak daripada kematian, itu adalah deklarasi dari Allah di surga bahwa rang ini adalah orang benar.

Dan apa yang sesungguhnya itu terjadi di dalam hati murid-murid? Adalah kebenaran ini ditanamkan oleh Allah. Kalau saudara-saudara melihat di dalam hari Pentakosta, maka murid-murid yang tadinya itu ketakutan sekarang menjadi berani. Tadinya takut mati sekarang malah berani mati. Tadinya dia meringkuk di dalam rumah sekarang dia pergi ke seluruh dunia memberitakan injil. Maka mari kita perhatikan apa yang membuat mereka berubah seperti ini? Dari ketakutan kemudian menjadi keberanian, maka kita semua akan berpikir karena Roh Kudus turun, karena Pentakosta. Tetapi saudara-saudara perhatikan, Roh Kudus kalau bekerja selalu menggunakan sarana, boleh dikatakan, sangat-sangat jarang sekali, Roh Kudus itu bekerja mempertobatkan, mengubah seseorang, tanpa sarana. Kalimat ini adalah kalimat dari orang-orang Puritan dan dari Calvin sendiri, ketika bicara berkenaan dengan kehadiran dan pengubahan dari Roh Kudus. Roh Kudus kalau saudara perhatikan kalau mempertobatkan seseorang selalu memakai sarana, ya, bisa dengan kedaulatan Dia, Dia tidak memakai sarana, tetapi saudara-saudara sangat jarang, ketemu orang itu bersaksi serperti ini: ‘Lalu dia jalan-jalan ke pasar lalu bertobat begitu saja’, tidak ada. Atau ‘dia dengar Firman, dia baca Alkitab, lalu bertobat.’ Ada, tetapi meskipun jarang sekali, ada, Roh Kudus bekerja tanpa sarana, ‘dia tiba-tiba membuat mimpi, orang itu jauh dari Kekristenan tidak pernah tahu, tidak pernah dengar Kekristenan dia mimpi tentang Yesus Kristus kemudian dia bertobat.’ Tetapi biasanya, maka Roh Kudus kalau bekerja selalu menggunakan sarana. Dan misalnya saja ketika penjahat itu, perampok itu di sebelah kanan dan kiri Yesus kemudian bertobat maka itu adalah pekerjaan Roh Kudus. Tetapi saudara-saudara, perhatikan Roh Kudus menggunakan sarana apa? Yaitu Yesus Kristus di sebelahnya yang tersalib. Dia melihat orang ini, dan kemudian Roh Kudus bekerja membuat dia bisa menghormati Yesus Kristus. Kalau saudara-saudara melihat sida-sida dari Etiopia, maka orang tersebut membaca Firman dan kemudian Roh Kudus memimpin Filipus untuk menjelaskannya. Dan kemudian baru terjadilah pertobatan. Perhatikan, ketika Roh Kudus itu bekerja secara ordinary, Dia akan menggunakan sarana.

Dan sekarang pertanyaannya adalah pada hari Pentakosta, mengapa mereka itu berubah karakternya? Dari ketakutan kemudian menjadi berani? Maka jawabannya adalah karena Roh Kudus bekerja, tetapi kemudian pertanyaannya adalah Roh Kudus bekerja menggunakan sarana apa? Jawabannya adalah kebangkitan Kristus. Kenapa fakta ini mengubah hidup dari murid-murid? Perhatikan baik-baik, kebangkitan Yesus Kristus adalah akhir zaman yang dimajukan. Sekali lagi, kebangkitan Yesus Kristus adalah akhir zaman yang dimajukan. Saya akan jelaskan. Orang itu benar atau salah, itu tergantung dari akhir zaman. Seluruh manusia akan menuju pada satu titik yaitu akhir zaman. Dan di dalam akhir zaman itu, ada kebangkitan dari kita semua. Dan ketika dibangkitkan itu, baru Allah di surga akan menghakimi apakah orang ini benar atau salah. Seluruh manusia akan berjalan menuju kepada titik dari akhir zaman ini. Dan sepanjang ini belum terjadi penghakiman, saudara tidak akan mengerti apakah orang ini benar atau salah sesungguhnya. Saudara bisa membayangkan ada agama-agama pendirinya dan seluruh pemimpinnya memimpin di depan menuju kepada akhir zaman itu ribuan, ratusan juta, milyaran pengikutnya. Dan tidak ada yang tahu sesungguhnya pada akhir zaman ini apakah pemimpin itu benar. Tetapi perhatikan saudara-saudara apa yang terjadi pada waktu kebangkitan Yesus Kristus. Sesungguhnya kebenaran Kristus dibuktikan pada akhir zaman. Tetapi sekarang itu tidak menunggu waktu akhir zaman itu terjadi 2000 tahun yang lalu. Itu adalah akhir zaman yang dimajukan pada zaman sekarang. Murid-murid tidak perlu lagi untuk menunggu waktu sampai akhir zaman melihat apakah pekerjaan mereka di dalam Kristus itu adalah sesuatu benar atau salah. Dengan mata mereka sendiri, mereka sekarang tahu bahwa Yesus Kristus itu dideklarasikan sebagai orang benar karena dibangkitkan oleh Allah Bapa. Itulah sebabnya Paulus menyatakan, segala jerih payahmu di dalam Kristus tidak pernah akan sia-sia. Mereka sudah tahu akan akhirnya. Sekarang mereka dimajukan, itulah sebabnya kenapa kita melayani, bukan saja melayani. Ketika melayani dengan sungguh-sungguh, bukan saja dengan sungguh-sungguh, kita melayani dengan sebisa-bisanya yang kita kerjakan. Kenapa? Karena Kristus sudah bangkit. Lalu kemudian apa hubungannya dengan saya? Kenapa saya mesti melayani dengan sungguh-sungguh, pengen pergi ke surga ya? Tidak, karena supaya bisa memperkembangkan pekerjaan ini? Tidak. Tetapi karena tidak pernah akan sia-sia. Kalau engkau dan saya melayani sungguh-sungguh di dalam Kristus yang bangkit, maka ini adalah jaminan, tidak akan sia-sia. Engkau pernah bekerja dengan susah payah mendapatkan dan mengumpulkan uang kemudian engkau membelikan sesuatu dan kamu tahu bahwa ini adalah sesuatu yang dibeli ini adalah sesuatu yang salah, pemborosan. Apakah engkau pernah pergi ke satu tempat, sudah macet-macet semuanya sudah capek sekali dan engkau kemudian engkau sadar engkau tidak berguna menghabiskan waktu sebanyak itu untuk event itu, apakah pernah terjadi? Dan saudara-saudara melihat ini adalah sesuatu yang sia-sia. Tetapi ketika engkau dan saya melayani Dia, melayani sungguh-sungguh di dalam gereja yang sejati, melayani sungguh-sungguh kepada Yesus Kristus yang sudah bangkit maka Paulus mengatakan jerih payahmu di dalam Tuhan tidak pernah akan sia-sia. Para rasul memberikan uang, bukan saja memberikan perpuluhan, dia memberikan seluruhnya, mereka memberikan prime time, mereka memberikan tenaga, keringat, dan bahkan pada akhirnya adalah darah mereka. Pertanyaannya adalah kenapa mereka mau memberikan segala sesuatu itu kepada Yesus Kristus? Karena mereka tahu bahwa pada akhirnya, Kristus itu pasti adalah benar karena mereka sudah melihat Allah mendeklarasikan Dia benar pada kebangkitan. Apakah kebangkitan Kristus ada pada diri kita? Apakah pengenalan akan kebangkitan-Nya ada pada diri saudara dan saya? Jikalau itu tidak ada, jikalau itu tidak mengenal Kristus maka semakin engkau melayani di gereja engkau akan merasa makin lama makin terseret-seret. Tetapi kalau engkau dan saya mengerti prinsip ini, Roh Kudus itu memberikan pencerahan di dalam hidup kita, semakin kita melayani, semakin umur kita dihabiskan, semakin ada sukacita dalam hati, karena hidup itu tidak sia-sia.

Tadi pagi, ada satu anak pemuda yang saya minta untuk share karena hari Selasa nanti dia akan pulang. Dan saya mengucap syukur karena ini adalah salah satu pemuda yang saya pertamanya tidak lihat, tetapi Tuhan itu bangkitkan dan dia perlahan-lahan bertumbuh dan makin lama bertumbuh dewasa. Selama empat tahun ada di sini. Dia mengatakan sebelumnya dia tidak pernah berkomitmen di gereja lokal dan kemudian masuk ke dalam GRII Sydney. Bulan-bulan pertama dia tetap tidak bisa, tetapi lama-lama dia melihat kenapa ya banyak orang itu yang Sabtu Minggu menghabiskan waktu di dalam gereja melayani dan membaca Firman dan berdoa? Dan Sabtu Minggu itu dihabiskan di saat banyak orang Sabtu dan Minggu itu adalah prime time untuk keluarga. Jangan saudara salah mengerti dalam hal ini, jangan terus menerus saudara benturkan antara family dan church karena family itu adalah mata Tuhan juga tertuju di dalamnya, tetapi di dalam tempat yang lain, mari kita membuka, membongkar kedok yang ada di dalam hati kita. Kalau saudara dan saya tidak bisa melihat kemuliaan gereja, saya meragukan apakah saudara dan saya itu sungguh-sungguh mengenal Kristus. Jikalau saudara-saudara begitu merasa keberatan dan merasa terus terseret-seret dan melihat sesuatu itu adalah lebih berguna, saya mau tanya apakah saudara mengalami 1 Korintus 15:58? Saudara-saudara tanya kepada Petrus, saudara tanya pada gereja mula-mula, apakah mereka itu terseret-seret untuk mereka memberikan segala sesuatu bagi Allah? Seluruh manusia mencari satu, meaning of life, semua manusia itu menghindarkan satu hal, kesia-siaan. Dan jawaban terhadap meaning of life dan daripada ketidaksia-siaan adalah di dalam pelayanan kepada Yesus Kristus. Dan jikalau itu membuat kita itu terseret-seret, apakah kita mengerti artinya kebangkitan? Apakah kita melihat deklarasi Allah yang menyatakan Dia itu adalah orang benar, sungguh-sungguh nyata dalam hati kita? Hampir sebagian besar orang yang terseret-seret adalah karena saudara melihat gereja itu adalah agama. Saudara akan kecapaian dengan agama. Tetapi saudara-saudara akan bergairah karena melihat kebangkitan-Nya. Salomo menyatakan: “Sia-sia, sia-sia semua.” Dia kaya, dia punya me time, dia punya segala sesuatu yang kita inginkan dan apa jawabannya? Adalah sia-sia, sia-sia, sia-sia. Biarlah kita boleh mengerti mengapa kita melayani dan mengapa kita melayani dengan gigih? Itu adalah hasil derivative dari Bapa membangkitkan Kristus.

Hal yang kedua, siapa yang membangkitkan Yesus Kristus? Alkitab menyatakan Yesus bangkit sendiri dengan kuasanya dari kubur. Alkitab menyatakan sang anak bukan saja object yang menerima, tetapi Dia, Sang Anak juga subject yang berinisiatif di dalam kebangkitan. Yesus Kristus mengatakan: “Akulah kebangkitan dan hidup”, dan Dia mengatakan lagi, “Tidak seorang-pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku” (Yohanes 10:18). Sekarang, apa implikasinya dalam hidup kita kalau Dia itu mampu bangkit dengan dirinya dari dirinya sendiri?

Perhatikan, di dalam hidup ini kita bisa mempercayai Kristus Yesus, bukan saja untuk kehidupan nanti di surga. Kebangkitan Yesus Kristus bukan saja menghancurkan kuasa setan dan kubur dan membebaskan kita dari kematian sehingga kita pergi ke surga itu sudah pasti, tetapi kebangkitan Kristus sendiri membuat kita bisa mempercayai setiap kalimat yang Dia katakan kepada kita melalui Firman-Nya di dalam kehidupan ini. Apa dasar kita mempercayai Kristus? Apa dasar orang Islam mempercayai Muhammad? Apa dasar orang Yahudi mempercayai Judaism? Apa yang menjadi dasar orang Buddhist mempercayai Budha? Mari kita pikirkan. Sekarang apa dasar kita bisa mempercayai Yesus Kristus? Perhatikan saudara-saudara, karena kebangkitan. Apa itu maksudnya? Beberapa kali di dalam hidup-Nya, Yesus Kristus mengatakan hal seperti ini: “Aku akan pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan menanggung siksaan, dan Anak Manusia akan dimatikan, dan pada hari ketiga Dia akan bangkit dari antara orang mati.” Yesus sudah menyatakan apa yang akan terjadi di dalam hidup-Nya. Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan membangunnya kembali. Sama seperti Yunus di perut ikan, tiga hari tiga malam, demikianlah juga Anak Manusia, tiga hari tiga malam akan di dalam kubur, dan kemudian akan bangkit. Perkataan-perkataan Yesus Kristus sudah diucapkan sebelumnya, sebelum kematian dan kebangkitan-Nya. Dan ketika Dia sudah mengatakannya dan sungguh-sungguh itu terjadi dari kematian-Nya, dan kemudian Dia bangkit sendiri dari antara orang-orang mati, Dia membuktikan kalimat-Nya itu tepat. Itulah sebabnya menjadi dasar kita boleh mempercayai seluruh kalimat, pengajaran, entah itu kutuk, entah itu berkat yang diucapkan oleh Dia. Saya tanya sekarang, seluruh agama, atas dasar apa pemeluknya itu mempercayai pemimpinnya? Apakah ada satu fakta iman, fakta bahwa yang diucapkan itu sungguh-sungguh terjadi? Yang diucapkan itu sungguh-sungguh dinyatakan? Maka Yesus Kristus bangkit dengan kuasa-Nya sendiri, membuat kita dalam kehidupan sekarang ini kita bisa mempercayai Dia, bukan saja nanti, sekarang ini. Dalam hidup sekarang ini ada pegangan yang pasti. Ada kebenaran yang kita bisa percayai. Lihatlah Firman-Nya, setiap kalimat-kalimat dari pada-Nya. Ikutlah di belakang kalimat itu, maka apa yang dijanjikan atau penghukuman yang diramalkan pasti akan terjadi. Ucapan-Nya dan terutama adalah pribadi-Nya adalah truth itu sendiri, kebenaran itu sendiri yang bisa dipegang, yang bisa disandari, yang bisa dipercaya, yang bisa dijadikan dasar, karena Dia telah membuktikan seluruh ucapan-Nya dan memiliki kuasa untuk melakukan semua yang diucapkan-Nya.

Dunia ini adalah dunia yang meragukan apakah ada kebenaran atau tidak. Dunia ini adalah dunia yang mengatakan bahwa tidak ada kebenaran absolut. Setiap kelompok, setiap keluarga memiliki kebenarannya sendiri-sendiri. Dan jangan terlalu untuk mempertentangkan, tidak ada satu kebenaran absolut yang melingkupi seluruh umat manusia. Tetapi Alkitab menyatakan tidak! Kebenaran absolut itu adalah Yesus Kristus itu sendiri. Dia membuktikan seluruh ucapan-Nya itu jadi. Pertama-tama adalah melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Anak Manusia akan pergi ke Yerusalem dan akan dimatikan di sana tetapi pada hari ketiga Dia akan bangkit. Dia membuktikan sendiri kalimat-Nya dan itu adalah kebenaran yang masuk di tengah-tengah dunia. Itu adalah kebenaran yang masuk di tengah-tengah dunia dan satu-satunya kebenaran yang dari surga dinyatakan di tengah-tengah manusia. Saudara lihatlah TV, saudara lihatlah majalah, saudara dengarkan daripada semua orang-orang yang menjanjikan sesuatu kepada saudara tentang peace, joy, happiness, prosperity, semua boleh berjanji kepada saudara dan saya. Tanya kepada mereka, dasar apa yang aku bisa pegang dari padamu bahwa apa yang kau kalimatkan itu benar-benar terjadi? Dan ketika itu terjadi, bukan untuk segelintir orang, tetapi kepada semua manusia. Dasar apa aku bisa pegang dari padamu? Tanya kepada filsuf-filsuf, tanya kepada presiden, tanya kepada jenderal, tanya kepada pemimpin agama, Yesus Kristus akan mengatakan: “Aku sudah pernah mengatakan ini, dan Aku membuktikan dengan kuasa-Ku Aku bangkit pada hari ketiga.” Mana ada agama yang seperti ini? Kekristenan bukan agama, Kekristenan melebihi daripada agama. Kekristenan adalah Kristus Allah oknum kedua Tritunggal itu datang ke dunia. Sang Kebenaran itu masuk di dalam dunia yang relatif ini. Maka kita sebagai orang Kristen biarlah kita, ketika dalam goncangan apapun saja, dalam kebingungan apapun saja, dalam kegelapan apapun saja, maka lihatlah Firman-Nya karena Firman-Nya itu ya dan amin. Firman-Nya itu akan terbukti di depan mata kita. Jangan mempercayai apapun saja dari dunia ini yang bertentangan dengan Firman-Nya, karena yang sungguh-sungguh akan terbukti adalah Firman-Nya. Yesus mengatakan: “Langit dan bumi bisa berlalu, tetapi Firman-Ku, hukum-Ku itu tetap tinggal, satu iota, satu nokta pun tidak mungkin tidak, pasti digenapi.” Dia yang berkata-kata, Dia memiliki kuasa untuk membuktikan perkataan-Nya.

Terakhir, hal yang ketiga. Siapa yang membangkitkan Yesus Kristus? Maka Alkitab mengatakan Roh Kudus membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati. Mari kita melihat Roma 8:11-15. Saudara-saudara, siapa yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati? Ayat ini menyatakan Roh Kudus yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Dan jikalau Yesus Kristus itu dibangkitkan dari antara orang mati oleh Roh Kudus, maka apa derivative-nya dalam hidup kita? Alkitab dengan jelas menyatakan, menghubungkan satu prinsip ini, yaitu kebangkitan Kristus Yesus dan usaha kita mematikan dosa. Apa yang sesungguhnya menjadi masalah besar dari diri manusia? Yaitu dosa. Apa yang membuat seluruh peperangan dunia ini? Adalah dosa. Sampai apa yang memecah gereja dan rumah tangga Kristen? Yaitu dosa. Dosa adalah kekuatan tersendiri. Dosa adalah suatu kuasa yang mengikat dan menghancurkan. Dosa adalah senjata setan yang berusaha untuk menaklukkan semua umat manusia. Dan tidak ada satu manusia pun yang berhasil untuk membalikkan, menaklukkan dosa, tetapi hanya satu Pribadi: yaitu bangkit dari kematian yang merupakan upah dosa, yaitu Yesus Kristus. Sehingga Paulus menyatakan suatu nyanyian: “Hai maut di mana sengatmu?” Orang Kristen adalah orang yang bisa menyanyi karena kemenangan Kristus terhadap kuasa dosa. Ini adalah satu-satunya harapan di tengah-tengah dunia yang sudah masuk di dalam dosa. Orang Kristen yang sejati adalah satu-satunya jenis makhluk hidup yang memiliki kuasa untuk mematikan dosa di dunia ini, di dalam hidup kita, karena Roh Kudus ada dalam diri kita. Dan Roh Kudus itu yang ada dalam diri kita, ayat ini menyatakan, Dia yang membangkitkan Yesus Kristus dari kematian. Saudara-saudara, kita memiliki tugas, dan tugas itu bukan keluar dari kevakuman, yaitu mematikan dosa. Bukan dosa ini tidak boleh dilakukan, dosa sama Tuhan, jangan lakukan ini, jangan nonton itu karena dosa, kita tidak diminta untuk itu. Kita bukan saja diminta untuk menjauhi dosa, kita diminta untuk mematikan dosa di dalam diri kita. Ini adalah sesuatu tugas Kekristenan di dalam Alkitab, tetapi ini adalah tugas yang sebenarnya adalah impossible, karena seluruh dunia ini dikuasai oleh dosa, dan bahkan diri kita sendiri dikuasai oleh dosa. Saudara bisa tersenyum, saudara bisa mengatakan seluruhnya baik tetapi di dalam hati kecil, saudara dan saya setuju dan menyadari bahwa kita diikat oleh dosa. Dan dosa itu menyakitkan. Dosa itu akan menghancurkan seluruh kehidupan kita. Maka ini adalah sesuatu pekerjaan yang sebenarnya impossible, tetapi Alkitab menyatakan: engkau memiliki Roh Kudus. Kita memiliki Roh Kudus yang membangkitkan Kristus dari kematian dan itu ada dalam hati kita, dan sekarang, matikan dosa. Kita memiliki kuasa, kekuatannya, kuasanya bukan dari kita, kehendaknya dari kita. Kehendak untuk mematikan dosa dari kita, tetapi kuasanya dari Roh Kudus. “Tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” (Roma 8: 13). Perhatikan siapa yang mematikan dosa? Kita. Tetapi dengan kekuatan siapa? Yaitu Roh Kudus. Itulah sebabnya orang Kristen dikatakan bahwa kita itu agen transformasi, dikatakan bahwa kamu adalah terang dunia. Kenapa? Karena dunia itu digelapkan oleh dosa dan kita itu ditentukan oleh Allah, karena Roh-Nya ada dalam diri kita untuk menang terhadap hal ini. Iya, saya mengerti bahwa ini bukan sesuatu tugas yang mudah, masalah utamanya adalah kita sendiri tidak ingin untuk lepas dari dosa itu. Tetapi Tuhan sudah memberikan posisi ini kepada kita untuk memiliki kuasa untuk menghancurkan dosa, menghadirkan terang di tengah-tengah dunia.

Kristus Yesus bangkit. Siapa yang membangkitkan? Allah Bapa membangkitkan Dia, mendeklarasikan Dia adalah orang benar, membuat semua orang Kristen yang mengerti hal ini akan bekerja sekeras-kerasnya sampai mati, karena di dalam Kristus tidak akan ada sia-sia. Kristus Yesus bangkit dari antara orang mati. Siapa yang membangkitkan-Nya? Dia bangkit sendiri. Dia memiliki kekuatan untuk menggenapi kalimat-Nya sendiri. Kalimat-Nya digenapi bahkan di dalam kuasa kegelapan dan kematian yang mencengkeram Dia. Dia bangkit di tengah-tengah seluruh kubur, membuat kita mengerti ada kebenaran yang nyata di dunia ini yang bisa kita pegang, mengerti bahwa kebenaran-kebenaran di dalam Alkitab itu bukan kebenaran mengharapkan sesuatu tetapi kebenaran yang sudah berdasarkan fakta sesuatu. Kita memiliki pegangan di dunia ini. Kalau hidup kita goncang pun kita memiliki pegangan yaitu Firman-Nya dalam hidup ini yang pasti akan terjadi. Dan kita tidak malu untuk menyebarkan kebenaran ini karena ini pasti terjadi. Ini bukan ideologi, ini fakta kebenaran yang ada di dunia. Dan siapa yang membangkitkan Yesus Kristus? Roh Kudus membangkitkan Yesus Kristus. Dan Roh yang membangkitkan Kristus sekarang ada dalam hati kita. Dan Paulus menyatakan maka matikan dosa dalam tubuhmu. Matikan dosa. Ini tidak ada dalam dunia ini. Dunia ini dikuasai dosa. Dunia ini gelap oleh dosa, tetapi agen dari transformasi dunia ini adalah Kristus melalui gereja-Nya yang sejati. Kita adalah orang yang ditakdirkan untuk menang terhadap dosa. Bukan karena kepandaian, kekuatan kita tetapi karena Roh Kudus yang membangkitkan Kristus dari kematian sekarang bekerja di dalam hati dan hidup kita. Seluruh apa yang kita kerjakan di dunia ini berdasarkan pekerjaan Allah Tritunggal kepada kita.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^