[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

14 March 2021

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Man of Sorrows (2)

Yesaya 53:4-6

Kita terus memikirkan Yesaya 53 ini. Tidak ada orang yang bisa mengasihi Tuhan kecuali orang tersebut dibukakan visi akan Golgota, dan tidak ada orang yang bisa melewati seluruh tantangan, penderitaan, kesulitan, pencobaan di dalam dunia ini kecuali dia mengasihi Tuhan. Mengapa kita masih menyukai beberapa dari dosa-dosa? Mengapa kita masih mencintai dosa yang bahkan membawa kita kepada penderitaan? Kita tahu itu salah tetapi kita bahkan tidak bisa untuk melawannya adalah karena kita kurang mencintai Tuhan. Tetapi mencintai Tuhan tidak bisa kita ada-adakan. Mencintai Tuhan itu adalah seluruh pemberian dari Tuhan kalau Tuhan itu membukakan visi salib. Maka kita terus-menerus minta belas kasihan Tuhan untuk Dia rela membukakan kepada kita apa yang terjadi dua ribu tahun yang lalu pada waktu Yesus dipaku di atas kayu salib. Apa yang sesungguhnya terjadi? Mengapa ini terjadi? Apa relasinya dengan hidup kita saat ini? Yesaya 53 adalah berita keselamatan karena pengiriman Mesias oleh Allah kepada Yahudi dan kepada seluruh bangsa. Ini adalah jalan keselamatan yang Tuhan berikan kepada umat manusia. Di seluruh kolong langit ini tidak ada keselamatan kecuali di dalam diri Yesus Kristus. Tetapi jalan keselamatan ini adalah jalan yang mencengangkan kita semua. Bahkan Yesaya mengatakan, “Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar?” Mesias yang diberikan itu, yang akan menghancurkan musuh adalah Mesias yang menderita.

Minggu yang lalu kita sudah menyatakan penderitaan-Nya dalam ayat pertama sampai ke tiga. Alkitab dengan jelas menyatakan satu kalimat yang menggabungkan segala hal ini kepada Kristus Yesus yang menjadi judul daripada tema empat minggu kotbah seri ini yaitu Kristus Yesus disebut sebagai Man of Sorrow. Manusia yang penuh kesengsaraan. Itu artinya karakteristik yang membedakan Dia dengan kita, Dia dengan seluruh umat manusia, adalah kesengsaraan-Nya. Tiap orang memiliki karakteristik-karakteristiknya sendiri yang berbeda dengan orang lain. Ada orang yang selalu diingat orang, mudah tertawa, sedih pun tertawa. Ada orang yang diingat sebagai orang yang suka kesal, tidak ada apa-apa kesal sendiri atau kalau saudara-saudara teringat orang itu suaranya bagus atau orang ini gagah, ganteng tetapi Mesias Raja gereja kita diingat dengan satu kalimat ini: Man of Sorrows. Seorang yang penuh kesengsaraan dan biasa menderita kesakitan artinya sangat familiar dan constant untuk mendapatkan dan hidup dengan kesakitan. Saudara, bukankah ini sesuatu yang unbelievable? Sesuatu yang sulit dipercaya untuk jalan keselamatan yang dari Tuhan melalui satu orang Mesias yang disebut sebagai Man of Sorrows. Bukankah ini juga adalah sulit dipercaya karena ini adalah pemimpin Kristiani? Ini adalah Raja gereja saudara dan saya. Bahkan kalau saudara-saudara lihat agama-agama di seluruh dunia, siapa yang pemimpinnya boleh mengidentikkan dengan hal yang mematikan seperti ini? Kekristenan itu sungguh-sungguh di luar pemahaman penjangkauan kita dengan simbol gereja adalah salib. Kematian dan penderitaan yang paling sulit sepanjang segala abad ada pada salib. Kalau saudara-saudara diminta untuk membuat satu perusahaan, Saudara pakai PT. apa? PT. Maju Jaya, PT. Lancar Terus. Apa pun saja yang isinya positif bukan? Tidak ada PT. Yang Sebentar Lagi Mati, tidak ada bukan saudara-saudara? Tempat makan misalnya saudara-saudara, Burger King, McDonald misalnya, seluruhnya itu adalah sesuatu hal yang ceria sehingga anak Saudara sampai ke situ. Saudara tidak akan datang ke tempat makan dan kemudian ada sesuatu yang horror, bukan? Simbolnya itu kuburan atau simbolnya itu adalah kursi listrik ada orang mati di situ. Tetapi ini adalah simbol kita. Ini adalah gereja. Satu-satunya simbol kematian di antara seluruh agama, di antara seluruh institusi, tetapi melalui ini satu persatu jiwa manusia ditaklukkan oleh Tuhan. Unbelievable!

Ayat ke-3 mengatakan: “Dia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap Dia.” Kata yang dipakai di sini artinya adalah Mesias itu menyebabkan orang lain menyembunyikan wajahnya dengan kebencian, atau Mesias itu jikalau seseorang memandang Dia, orang tersebut akan memalingkan wajahnya dan menutupnya dengan kejijikan. Matthew Henry menyatakan: “Ada banyak keindahan sejati di dalam diri Mesias, keindahan kekudusan dan keindahan kebaikan-Nya yang cukup untuk menjadikan Dia dambaan segala bangsa. Tetapi sebagian besar dari orang-orang yang hidup dan bergaul dengan Dia tidak melihat keindahan ini sama sekali, karena keindahan itu hanya bisa dilihat jikalau kita mendapatkan anugerah dari Tuhan. Orang-orang yang duniawi tidak akan terdorong untuk melihat dan mengenal Yesus Kristus. Dan bukan itu saja, Ia bukan saja hanya tidak diingini tetapi juga dihina, dihindari, ditinggalkan, dibenci, dianggap cela oleh manusia. Orang merasa terhina jikalau dekat dengan Dia. Orang akan malu jikalau mengenal Dia. Bahkan Petrus mengatakan, “Aku tidak kenal, aku sumpah tidak kenal dengan Dia.” Dia adalah orang yang tidak memiliki harga apa pun. Dia dianggap sebagai orang yang hina, orang yang rendah. Alkitab mengatakan Dia adalah batu yang ditolak oleh tukang-tukang bangunan. Alkitab mengatakan bahwa seluruh orang Yahudi tidak mau Dia menjadi pemimpin. Kita jijik terhadap Dia dan berperilaku tidak peduli kepada Dia, sehingga dengan seperti itu manusia mudah melakukan penghinaan-penghinaan kepada-Nya, bahkan manusia lebih mudah memilih orang jahat daripada Dia.

Ketika merenungkan ayat ini, saya teringat satu bagian dari Firman Tuhan ketika Yesus diadili oleh Pilatus. Setelah Pilatus tidak menemukan kesalahan apa pun saja, maka kemudian dia mempertontonkankan Yesus di hadapan seluruh orang Yahudi dan Pilatus mau membebaskan Yesus. Tetapi semua orang Yahudi pada waktu itu memilih Barnabas. Barnabas itu siapa? Dia bukan sekedar perampok. Sesungguhnya Barnabas itu adalah pemberontak bangsa Romawi. Dia adalah orang Yahudi yang memberontak terhadap Romawi. Beberapa commentary mengatakan dia seperti teroris dan anehnya seluruh orang Yahudi lebih memilih Barnabas daripada Yesus Kristus. Itu artinya, di mata semua orang Barnabas teroris itu lebih baik, lebih memiliki benefit, lebih memiliki kegunaan dimiliki oleh mereka dibandingkan Yesus Kristus. Sekali lagi Barnabas adalah musuh orang Romawi. Dan saudara-saudara, pemberontakan yang terjadi kepada Romawi bisa membuat Romawi memiliki hak untuk menghancurlemburkan bangsa tertentu. Jadi saudara-saudara bisa pikirkan, kalau Barnabas kemudian berhasil menghasut orang-orang Yahudi untuk melawan orang-orang Romawi, maka orang Romawi akan mengumpulkan tentaranya dan kemudian akan menghancurkan bangsa Israel. Maka dengan memilih Barnabas, itu artinya seluruh bangsa Yahudi mengakui lebih baik kami ditiadakan, ditumpas, dibinasakan daripada memiliki manusia Kristus seperti ini di tengah-tengah kami. Itulah sebabnya Alkitab mencatat teriakan mereka seperti ini: Dan seluruh rakyat itu menjawab, “Biarlah darah-Nya ditanggungkan di atas kami dan di atas anak-anak kami.” Luar biasa! Kebencian mereka, malu mereka dekat kepada Yesus. Itu bukan salah paham saudara, itu bukan cuma lapisan kulit luar, itu adalah sumsum mereka.

Kembali lagi ke Yesaya 53:4-6, maka saudara akan menemukan apa yang menjadi alasan Yesus Kristus dipaku di atas kayu salib. Sekali lagi saudara-saudara, ini adalah sesuatu yang penting, karena orang dipaku di atas kayu salib itu ratusan, ribuan sepanjang tahun, dari tahun ke tahun. Setiap penjahat akan dipaku di atas kayu salib. Jadi salib Yesus Kristus hanyalah satu di antara ratusan atau ribuan. Bersyukur kepada Tuhan di surga, Dia memberikan Firman ini kepada kita sehingga kita bisa membedakan antara salib Kristus dengan salib-salib yang lain. Bersyukur kepada Tuhan di surga, sehingga kita bisa mengerti apa yang sesungguhnya terjadi di balik salib ini. Apa yang sesungguhnya yang terjadi di balik salib ini adalah di dalam ayat 4-6 mengatakan: yang pertama, adalah Kristus menanggung penyakit kita. Yang kedua, Kristus menanggung kesengsaraan kita. Ketiga, adalah Kristus tertikam karena pemberontakan kita. Keempat, adalah Kristus diremukkan karena kejahatan kita. Dan yang kelima, Allah menimpakan kepada Kristus seluruh dosa kita.

Saudara-saudara, dua hal di depan adalah bicara berkenaan dengan gambaran dosa dan seluruh efeknya yaitu Kristus menanggung penyakit kita dan Kristus menanggung kesengsaraan kita. Dan tiga yang di bawah adalah bicara berkenaan dengan sesuatu perlawanan, sesuatu perbantahan, sesuatu pertarungan, permusuhan yang sengit antara Allah dan manusia. Manusia itu murka kepada Allah dan Allah itu murka kepada manusia. Saudara-saudara, Kristus berdiri di tengah-tengahnya. Kenapa Kristus itu dimatikan oleh manusia? Karena manusia itu marah kepada Allah yang suci. Dan kenapa Kristus itu dimatikan oleh Allah? Karena Allah menimpakan hukuman kepada manusia yang memurkai Dia, sekarang dengan murka kepada Kristus. Ini adalah mediator, orang yang berdiri di tengah-tengah. Sebelum saya akan membahas yang pertama dan kedua, sekali saya mau menekankan bahwa Allah itu murka kepada manusia karena dosa. Banyak gereja yang sudah tidak mengkhotbahkan mengenai poin ini. Tetapi saudara-saudara, meskipun sudah berkali-kali kita mendengarkan ini dari Teologia Reformed, tetapi satu hal yang mau saya tekankan pada pagi hari ini, sesungguhnya yang terjadi adalah bukan Allah saja yang murka kepada kita, kita juga tidak suka kepada Dia. Manusia itu marah sekali sama Tuhan. Manusia tidak menyukai Dia. Kalau saudara-saudara melihat delapan belas jam terakhir, kalau Tuhan kehendaki, maka kita akan melakukan satu seminar ini, maka saya menggunakan satu kalimat Jonathan Edward, saya balik, Allah di bawah tangan orang yang berdosa.

Saudara-saudara, ini adalah sesuatu yang benar, manusia itu murka kepada Dia. Jadi saudara-saudara jangan pikir Tuhan murka, Tuhan murka. Kita juga tidak suka sama Tuhan. Kita sebenarnya tidak mengasihi Tuhan. Kita tidak mempercayai Dia. Kita tidak mau diatur sama Dia. Beberapa orang datang ke sini adalah karena mereka memang mengasihi Dia, tetapi sebagian orang datang ke sini adalah karena tahu ini adalah hari minggu harus pergi ke gereja, kalau orang Islam hari jumat harus ke mesjid. Sebagian daripada saudara datang ke gereja sebenarnya juga agak sedikit kesel karena kenapa dua jam ini saya harus pergi ke gereja? Kalau dua jam ini saya tidak pergi ke gereja saya bisa kerjakan yang lain. Tapi masalahnya kalau saya tidak pergi ke gereja dan kerjakan yang lain, setelah itu saya tidak enak hatinya jadi akhirnya saya pergi ke gereja aja. Tuhan mengatakan, “Engkau beribadah kepada-Ku tetapi hatimu tidak di sini.” Saudara-saudara, doktrin dan mimbar Reformed selalu akan berbicara mengenai Allah yang suci dan murka kepada manusia yang berdosa, tetapi sebaliknya juga terjadi benar bahwa kita tidak menyukai Dia. Dan kalau saudara-saudara sudah mendengarkan khotbah-khotbah yang keras seperti ini, saudara-saudara pulang kemudian mengatakan, “Ini sudah dua jam, untuk apa aku dengar khotbah yang keras seperti ini? Kasih aku entertainment!” Kita tidak menyukai ibadah kepada Dia. Tanya kepada remaja, kalau saudara tidak ajak mereka ke sini, apakah mereka mau datang? Ya, mereka baik di tengah-tengah kita, tapi tidak ada tarikan. Hampir, saya tidak katakan tidak ada, hampir tidak ada anak yang berkata, “Mama pergi ke gereja, saat ini kita harus berbakti kepada Dia.” Yang ada, “Bangun! bangun! Ini sudah pagi, mesti pergi ke gereja. Kamu mau jadi anak seperti apa nanti?” Saudara-saudara, kita tidak suka sebenarnya.

Jadi kalau saudara-saudara melihat cerita Alkitab ini, saudara jangan pikir itu di tempat Pontius Pilatus dan orang Yahudi yang brengsek itu. Kalau kita ada di sana, saya jamin saya dan saudara akan berlaku sama. Saya memilih Barnabas daripada Yesus. Tidak suka karena kesucian Allah, saya tidak suka akan standard Allah, saya tidak suka karena kalimat-Nya. Kita marah kepada Allah, dan Allah itu menimpakan murka-Nya kepada kita di dalam Yesus Kristus. Di dalam ayat yang ke-6b, ada satu kalimat yang saya akan lukiskan saudara-saudara, “Tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. TUHAN menimpakan kepada Kristus kejahatan kita sekalian.” Di dalam bahasa aslinya boleh dikatakan seperti ini, “TUHAN membiarkan semua dosa kita menyerang, menyerbu-Nya, menyerbu-Nya.” Ketika saya melihat komentari poin ini, saya langsung teringat akan satu picture saudara-saudara. Satu orang yang dikejar kurang lebih sekitar 30-40 orang dengan parang dan orang ini ketakutan dan sudah sempat kena parang tersebut, berdarah-darah dan dikejar terus, kemudian dia jatuh, dia digebuki dengan parang, habis semuanya, mengerikan. TUHAN membiarkan Kristus diserang seperti ini. Tetapi bukan seperti gambar itu yang dia lari, Tuhan dengan rendah hati menanggung seluruh serangan ini.

Sekali lagi, Kristus menanggung penyakit kita, Kristus menanggung kesengsaraan kita. Bahasa yang dipakai seakan-akan berbicara berkenaan dengan dosa dan efeknya kepada jasmani dan jiwa. Dosa menghancurkan, melumatkan jasmani dan jiwa dari Kristus. Saudara-saudara, kita mesti minta kepada Tuhan penglihatan, kesadaran, sensitifitas dari bobot dosa kita. Sekali lagi bobot dosa. Dosa itu mempengaruhi seluruhnya dan harus mengerti apa itu sesungguhnya dosa, apa sesungguhnya kejahatan dosa, apa sesungguhnya akibat dosa? Kristus menanggung penyakit kita dan menanggung kesengsaraan kita, itu adalah bicara mengenai dosa dan seluruh efeknya di dalam diri manusia. Saya akan memberikan ilustrasi kepada saudara-saudara untuk mengerti kira-kira, harap Tuhan pimpin untuk mengerti dampak dosa itu di dalam kehidupan kita. Beberapa waktu yang lalu kami mengenal seorang jemaat yang sangat saleh dan takut akan Tuhan terkena kanker. Dia punya suami dan anak-anak, dan ketika kami di sini mendengarkan dia sakit kanker, maka kami sedih. Kami mendengar lagi bahwa kanker ini ternyata tidak bisa disembuhkan dan menjalar sangat cepat dan akhirnya memang dia meninggal. Karena dia aktivis gereja maka kami dekat dengan dia dan setiap minggu berbicara, tertawa dan makan bersama-sama. Tetapi karena kami di sini dan kemudian suatu saat kami bisa pulang dan ketika kami melihat dia, melihat kulit membungkus tulang saja, sangat kurus, matanya sudah cekung dan kanker itu membuat hitam di kakinya. Itu adalah blood clot, penggumpalan darah dan dokter sudah meminta untuk diamputasi, tetapi ternyata blood clot itu, penggumpalan darah itu, menyebar terus sampai hampir ke perut, belum sampai ke perut saudara-saudara, ke paha. Jadi dia sudah tidak bisa berdiri, melihat dia di tempat tidur, sangat kurus tidak berdaya, dan dengan warna hitam itu dari kakinya perlahan-lahan naik ke atas. Ketika isteri saya melihat dia, dia berteriak kepada saya, dosa, kejamnya dosa, jahatnya dosa. Saya kaget sekali dengan teriakan isteri saya. Teringat akan peristiwa ini ketika saya membaca ini, apakah saudara-saudara menyadari ada kutuk yang sedang berjalan di dalam tubuh kita, di dunia kita? Ada kutuk, berjalan perlahan dengan kuasanya dan menghancurkan diri kita dan orang-orang yang kita kasihi satu persatu dan saudara tidak bisa untuk menahannya. Dari sejak pertama Adam memakan buah itu sebelumnya TUHAN sudah mengatakan, “Engkau makan, pasti engkau mati.” Dan ketika dia makan, maka seluruh kutuk itu datang ke seluruh bumi dan penghuninya. Apakah saudara mengerti bahwa seluruh gambaran dunia ini adalah gambaran kota yang dikutuk? Ada kutuk di tengah-tengah kita, ada sesuatu kutuk yang menjalar di dalam hidup kita.

Kalau saudara-saudara melihat film, saudara akan mudah sekali mendapatkan poin ini. Misalnya ada satu kota dengan seluruh penduduknya yang tersenyum dan menikmati melakukan aktivitas apa pun saja pada musim gugur, musim semi dan musim panas. Lalu datang seorang penyihir mengutuk kota itu, dan kemudian mulai dari satu bunga menjadi hitam dan kemudian menjalar ke seluruh rerumputan yang hijau sampai seluruh daripada negeri itu tertutup dengan hitam dan seluruhnya menjadi beku termasuk manusia, termasuk binatang, satu persatu tidak lagi bisa bergerak, seluruhnya menjadi patung dan batu yang mati. Seluruh awan tertutup dengan kegelapan, tidak ada lagi matahari, tidak ada lagi bunga, tidak ada lagi rumput yang hijau atau bunga yang merah. Seluruhnya dibawah kutuk. Kadang kita lebih mengerti film daripada sesungguhnya. Meskipun film itu ada gambaran kebenarannya tetapi sesungguhnya itu tidak menggambarkan keseluruhan dosa itu apa.

Kalau saudara bicara berkenaan dengan sin dan seluruh efeknya, maka Alkitab menyatakan bahwa Kristus menanggung penyakit kita, Kristus menanggung kesengsaraan kita, itu bicara mengenai jasmani dan jiwa. Dan kalau saudara-saudara mau mengerti apa yang terjadi sesungguhnya dengan dosa itu, saudara lihat salib, saudara lihat Kristus yang tersalib, maka kita akan bisa mengerti dosa itu bobotnya seperti apa. Kalau secara jasmani tadi blood clot yang ada di tempat orang yang kami kasihi dan kemudian dia naik perlahan-lahan sampai mematikan orang tersebut, kalau jasmani saja terjadi seperti itu, apalagi rohani, saudara-saudara? Kalau jasmani saja seperti itu, apalagi yang bisa menggambarkan untuk jiwa? Ada hal yang jauh lebih parah terjadi pada jiwa kita, dan jikalau jiwa kita terjadi seperti itu, apa yang terjadi sesungguhnya antara Allah dengan kita, kita dengan Allah? Paulus menyatakan, “Celaka aku, siapa yang dapat melepaskan aku dari tubuh berdosa ini?” Yesaya menyatakan, “Celaka aku, aku binasa.” Semua orang ini adalah orang yang mengerti bobot dosa. Satu hal yang kita harus doa kepada Tuhan, kalau saudara mendengarkan khotbah ini, satu hal saudara dan saya harus doa kepada Tuhan, “Ajar aku mengerti bobot dosaku.” Kita selalu berpikir kalau Yesus mati di atas kayu salib, itu adalah urusan Pontius Pilatus. Kita selalu berpikir yang membuat Dia mati itu adalah orang Farisi dan Ahli Taurat. Tapi bahkan Yesaya pun mengatakan, “Bagi kita Dia tidak masuk hitungan, bagi kita Dia itu dihina, bagi kita, Dia itu kita tidak perhitungkan, Dia menanggung penyakit kita.” Kenapa Yesaya bicara seperti itu? Yesaya sudah mati sebelum Yesus dipaku di atas kayu salib. Di sinilah perbedaan orang diselamatkan atau tidak. Orang yang tidak diselamatkan akan melihat berita salib itu adalah sebagai orang ketiga, oh itu urusan ahli Taurat, orang Farisi, tetapi bagi orang yang diselamatkan, ketika Roh Kudus itu bekerja, dia menyadari satu hal, aku, aku, kalau aku hidup, aku pasti sama seperti mereka.

Di sini juga dikatakan, Dia tertikam karena pemberontakan kita. Kata pemberontakan ini artinya adalah bicara mengenai pengkhianatan, pengkhianatan kosmik, ini seperti suami yang menyeleweng tidur dengan perempuan lain, itu adalah gambaran sedikit mengenai isi hati Allah yang kita khianati. Ketika Allah menyatakan kepada kita melalui Firman-Nya berkenaan dengan dosa-dosa umat-Nya, gambaran yang paling dalam yang selalu dinyatakan oleh Allah adalah gambaran ikatan pernikahan yang dikhianati. Dan sebagai penutup daripada khotbah pada pagi hari ini, saya membawa saudara untuk melihat Yehezkiel 23, kita akan melihat hanya sebagian kecil saja, dan kalau saudara-saudara pulang ke rumah, saya harap saudara membaca Yehezkiel 23, dan kemudian saudara-saudara bisa mengerti apa arti kata pemberontakan atau penghianatan itu. Sekali lagi ini adalah Firman yang disampaikan oleh Allah kepada Israel Utara dan Selatan melalui Yehezkiel. Tetapi bukan saja untuk mereka, adalah untuk kita juga, untuk menggambarkan ketika kita berdosa sebenarnya ada pemberontakan, pengkhianatan kepada Allah dan Allah melihat itu apa dalam hidup kita sehingga saudara dan saya bisa mengerti keseriusan dosa. Saya minta Hika membaca keseluruhan dalam bahasa Inggris dari ayat 1-11 saja.

Dia tertikam karena pemberontakan kita, dengan satu pisau yang tajam kita memasukkannya ke dalam isi hati-Nya terdalam. Saudara bicara mengenai dosa, bukan bicara mengenai melanggar hukum Allah saja, tetapi menikamkan sesuatu yang tajam ke dalam isi hati-Nya. Ini adalah tikaman karena pemberontakan kita. Kita sering katakan, ya pemberontakan, ya memberontak, saya melawan Tuhan, saya memberontak Tuhan, apa artinya? Sampai saudara melihat Yehezkiel 23. Kita hampir tidak bisa percaya kalimat-kalimat yang vulgar seperti ini, itu dikatakan oleh Tuhan di dalam Firman-Nya, bahkan ada orang-orang di internet bertanya, “Apakah anak saya perlu untuk membaca ayat-ayat seperti ini, begitu vulgar?” Tetapi Tuhan memberikan secara detail ketika kita berdosa kepada Dia, itu sakit hati-Nya Allah, persis seperti pasangan saudara berzinah dengan orang lain. Tuhan mau mengatakan seakan-akan, bayangkan itu. Bayangkan itu! Apakah hatimu tidak sakit? Bayangkan setiap detail yang dilakukan oleh tangan-Nya, yang dilakukan oleh seluruh tubuh-Nya, kepada orang yang engkau miliki. Kau akan mengerti, Kristus tertikam oleh pemberontakan kita. Kiranya kita makin lama makin dimengertikan dan mengenal bobot dosa. Dan itulah yang ada di balik seluruh salib ini.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0404242433
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^