[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

7 March 2021

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Man of Sorrows (1)

Yesaya 52:13 - 53:3

Dalam beberapa minggu ini kita akan terus melihat dan memikirkan dan menggali dan mengeksposisi apa yang Tuhan nyatakan di dalam Yesaya 53. Tidak ada orang yang bisa mengasihi Kristus kecuali Kristus membukakan Diri-Nya, Dia dipaku di atas kayu salib. Di dalam kehidupan Kristus saudara bisa melihat bagaimana Kristus itu dipaku, bagaimana Kristus itu menderita, bagaimana Kristus itu sengsara dan ada bagian-bagian Alkitab bagaimana Kristus itu dimuliakan. Tetapi di sini terlihat jitunya Yesaya di dalam Yesaya 53. Di dalam satu perikop saja dia menggabungkan antara kerendahan dan kemuliaan dari Kristus. Tidak ada perikop seperti ini di seluruh Perjanjian Lama. Di dalam Perjanjian Lama saudara akan menemukan bagaimana Kristus yang akan hadir ratusan tahun sesudahnya itu menderita dan juga dimuliakan tetapi tidak ada satu bagian pun menggabungkan keduanya. Kalimat-kalimat Yesaya itu bukan saja menggambarkan apa yang terjadi 800 tahun kemudian. Tetapi juga menggambarkan sesungguhnya membaca salib itu seperti apa. Motif salib itu sesungguhnya apa? Implikasi salib Kristus itu sesungguhnya apa? Bukankah ada ratusan atau mungkin ribuan orang yang disalib dari tahun ke tahun oleh Romawi? Lalu apa bedanya salib yang ditanggung oleh Yesus Kristus? Apa artinya? Mengapa harus berbeda? Kecuali saudara melihat Perjanjian Lama, saudara baru bisa mengartikan apa yang sesungguhnya terjadi pada Yesus Kristus. Apa yang menjadi dorongan Yesus Kristus di atas kayu salib? Yesaya menyatakan Dia tertikam karena pemberontakan kita. Dia diremukkan karena kejahatan kita. Ketika saudara melihat salib Yesus Kristus, bukankah sama dengan seluruh salib yang ada? Tetapi Yesaya memberikan satu penglihatan hasil dari kematian Yesus di atas kayu salib berbeda dengan seluruh salib yang pernah ada. Yesaya menyatakan ketika Dia mati di atas kayu salib maka Dia akan menghasilkan keturunannya, umurnya akan berlanjut dan kehendak Tuhan akan terlaksana oleh karenanya. Saudara akan menemukan sekarang ada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang terhubung secara lengkap. Dalam Perjanjian Lama terkandung Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama memprediksi apa yang terjadi dalam Perjanjian Baru. Dan Perjanjian Baru menggenapi apa yang dinyatakan dalam Perjanjian Lama. Dan ini adalah sesuatu harta benda yang berharga yang diberikan Allah kepada kita untuk keselamatan kita.

Yesus Kristus sendiri mengatakan anak-anak Kerajaan ini yang paling kecil, lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Sebelumnya Dia mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah nabi yang lebih besar daripada seluruh nabi. Mengapa Yohanes Pembaptis lebih besar daripada Abraham? Mengapa Yohanes Pembaptis lebih besar daripada Elia dan Elisa? Bahkan Daud sekalipun? Karena seluruhnya, Abraham, Elia, Elisa, Daud itu mereka itu menubuatkan Kristus yang akan dating, mereka tidak pernah menyentuh dan melihat Kristus sendiri. Tetapi Yohanes Pembaptis lain, dia hidup sezaman dengan Yesus Kristus. Dia menunjuk Yesus Kristus: Lihatlah Anak Domba Allah! Dia lebih besar daripada seluruh nabi karena dia bertatapan muka sendiri dengan Yesus Kristus. Tetapi Yohanes Pembaptis mati sebelum Yesus itu melaksanakan seluruh misi-Nya. Siapa yang sekarang bisa melihat secara keseluruhan dari pekerjaan Kristus dari awal sampai akhir? Kita, gereja Tuhan! Yesus Kristus mengatakan kita yang paling kecil dari Kerajaan Surga lebih besar daripada Yohanes Pembaptis karena kita mengetahui seluruh secara lengkap pekerjaan Kristus dari awal sampai saat ini. Biarlah kita tidak menyia-nyiakan berkat Tuhan yang besar di dalam firman ini. Biarlah kita tidak menghina firman dengan menggeletakkannya saja. Janganlah membuat anugerah Tuhan itu sia-sia di dalam hidup kita. Dan jangan pernah puas hanya seminggu sekali saudara mendengarkan khotbah bahkan khotbah yang terbaik sekalipun. Biarlah firman ini ada dalam hidup kita setiap hari.

Kalau saudara-saudara membaca Yesaya 51 dan 52, itu menggambarkan apa? Yesaya memberikan nubuatan akan ada restorasi dan pembebasan dari Allah melalui tangan-Nya yang kuat kepada Israel. Israel sudah bertahun-tahun, puluhan tahun, ratusan tahun berada dalam murka Allah. Mereka adalah orang-orang yang memberontak kepada Allah. Dan Allah mengirimkan pasukan dari berbagai macam bangsa untuk menghancurkan mereka. Tetapi berbeda dengan seluruh bangsa yang dihancurkan Tuhan sama sekali, maka Israel disebut sebagai bangsa pilihan karena selalu ada remnant yang ditinggalkan oleh Allah untuk tidak dibinasakan. Ada waktunya Tuhan menghukum, tetapi Alkitab mengatakan kasih setia-Nya sampai selama-lamanya. Maka hari inilah hari pembebasan itu. Hari inilah hari restorasi itu. Allah menunjukkan tangan-Nya yang kuat di depan seluruh bangsa untuk membela Israel. Zion disembunyikan dalam naungan tangan Allah yang kuat. Allah akan mengirimkan Mesias dan seluruh Israel akan bertepuk tangan bersorak-sorai. Dan ini adalah merupakan pekerjaan yang massive yang besar sekali dan akan memberkati sampai ke ujung bumi dan dari keturunan sampai ke keturunan. Dan bukan saja manusia maka seluruh daripada tatanan alam akan bersorak-sorai. Gambaran dalam Yesaya 51 mengatakan Allah mengharubirukan laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut, langit kembali dibentangkan dan dasar bumi kembali diletakkan. Ini adalah menggambarkan tentang creation, tepatnya adalah re-creation ada sesuatu yang diciptakan di muka bumi ini dengan kedatangan Mesias. Tetapi saudara-saudara, ketika saudara melihat pasal 53 maka saudara akan menemukan ada sesuatu yang aneh unbelievable. Ternyata Mesias yang hadir itu yang akan menghancurkan kesombongan daripada bangsa-bangsa itu, yang dipakai oleh Allah untuk merestorasi itu adalah seseorang dengan pribadi, karakter, pekerjaan yang sama sekali kita tidak bisa percayai bahwa Dia adalah Juruselamat. Kalau saudara membaca Yesaya 51 dan 52 saudara akan menemukan sorak-sorai, pekerjaan Allah yang besar. Tetapi begitu saudara membaca Yesaya 53 itu dimulai dengan siapa yang percaya dengan berita yang kami dengar? Siapa yang percaya kepada berita yang kami dengar? Keselamatan yang dari Tuhan yang dinyatakan oleh Kristus dan penampilan-Nya dan tindakan-Nya itu adalah sungguh-sungguh tidak bisa kita percayai. Ada satu buku yang bagus dari Philip Yancey. Dia menuliskan beberapa buku yang bagus. Ada satu buku judulnya adalah Menemukan Allah di Tempat yang Tidak Terduga. Saudara-saudara, biasanya saudara menemukan Allah yaitu di gereja bukan? Tetapi dia menuliskan bagaimana dia menemukan Allah, bergaul dengan Allah ketika dia pergi ke gym. Ketika dia dalam perjalanan menuju ke kutub. Saudara saya tidak katakan setiap kali saudara pergi ke gym saudara akan menemukan Allah, tapi buku ini mengatakan menemukan Allah di tempat yang tidak pernah dia duga.

Saudara-saudara, Yesaya menyatakan keselamatan yang tidak terduga. Cara kerja Allah yang menyelamatkan yang sungguh-sungguh tidak mungkin masuk dalam pikiran kita. Ketika Allah mengirimkan Mesias Yesus Kristus, Yesaya menyatakan bahwa para orang Yahudi itu mencela dia. Mencela bentuk penampilan-Nya. Mencela karena Dia adalah sangat jelas kesedihan-Nya. Dan semua orang Yahudi itu berperasangka buruk kepada Dia. Di dalam ayat yang pertama ini Yesaya menyatakan siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar? Saudara-saudara maka ini adalah bicara bagaimana orang-orang Israel nantinya dan bangsa-bangsa menghina Injil Yesus Kristus. Apa yang dituliskan oleh Yesaya ini nanti digenapi oleh Yesus dan juga oleh para rasul dan seluruh gereja sampai masa kini. Mari kita sekarang melihat Yohanes 12:37 dan saudara-saudara akan menemukan bagaimana Yesus itu ditolak pelayanan-Nya. Perhatikan ayat 37. Yesus memberitakan Diri-Nya dan juga kematian-Nya dan tidak ada satu orang pun yang mempercayai-Nya. Mari kita melihat Roma 10:14–18, bagaimana Paulus itu mengatakan pelayanannya seperti apa. Dia memberitakan Injil, dan orang itu mendengar. Bukankah iman itu timbul dari pendengaran akan firman? Bukankah mereka mendengar? Tetapi mereka tidak mendapatkan keselamatan. Mereka menghina Injil Yesus Kristus. Mereka tidak percaya kepada keselamatan di dalam Kristus Yesus. Paulus kemudian menyatakan bukankah berita ini dinyatakan secara terbuka dan bukan tersembunyi? Bukankah berita ini diproklamasikan secara keras, bukan berbisik-bisik? Suara mereka sampai ke seluruh dunia, perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Bukankah berita ini menjangkau seluruh muka bumi, bukan tempat tertentu saja? Dan sekarang dari sekian banyak yang mendengar berita Injil maka hanya sedikit, hanya sedikit saja yang mempercayainya. Apa yang sudah dikatakan oleh Yesaya terjadi pada Yesus, terjadi pada Paulus dan terjadi pada zaman gereja sampai kepada saat ini. Hanya sedikit saja yang mempercayai berita ini. Dan bahkan di antara semua orang yang mengaku percaya berita ini sesungguhnya mereka tidak percaya. Matthew Henry menyatakan demikian: Sampai hari ini dari sekian banyak yang mengaku mempercayai berita ini hanya sedikit yang dengan lembut menerimanya dan tunduk pada kekuatannya. Yang mengaku menerima berita ini hanya sedikit saja yang lembut menerimanya dan tunduk, taat kepadanya. Seorang hamba Tuhan yang diurapi mengatakan demikian: Injil Kristus jikalau diberitakan dengan sesungguhnya tidak pernah menjadi berita yang populer. Jikalau kita melihat kekristenan yang bertumbuh, jikalau saudara-saudara melihat oh di sini ada kebangunan rohani, di situ ada kebangunan rohani, di sini gereja mulai sesat dan semuanya biarlah kita jangan cepat menjadi senang. Sama seperti Israel yang melihat Kristus dan melihatnya itu adalah muka-Nya dan wajah-Nya dan tidak melihat ada sesuatu yang hebat pada Yesus Kristus. Kita sering sekali melihat fenomena dan kita salah menyimpulkannya. Saudara dan saya jangan disukakan dengan fenomena dan kemudian menyimpulkannya. Lihatlah nomena dan nomena, hakekat itu adalah firman Tuhan.

Apakah Kristus Yesus mendapatkan banyak pengikut? Jawabannya adalah tidak. Apakah Paulus itu berhasil dalam pelayanannya secara kuantitas? Maka jawabannya adalah tidak. Maka saudara-saudara, seluruh hamba Tuhan mau tidak mau akan terikat dari kalimat Tuhan melalui nabi Yesaya: Siapakah yang percaya dengan berita yang kami dengar? Kalau saudara-saudara melihat gereja-gereja itu bertumbuh, maka saudara harus ingat Alkitab dengan jelas mengatakan sampai kepada akhir zaman lalang dan gandum akan berkumpul bersama-sama dan tidak akan dipisahkan oleh Tuhan sampai kepada akhir zaman. Tidak mungkin bisa dihindarkan bahkan saat ini pun ada lalang dan ada gandum di tengah-tengah kita. Siapa lalang dan siapa yang gandum itu tidak bisa kita tahu sampai kepada akhir zaman. Tetapi ini yang Matthew Henry katakan: Orang banyak yang mengaku mempercayai berita Injil tetapi sesungguhnya hanya sedikit yang lembut menerimanya dan tunduk kepada kekuatan Kristus. Orang-orang Puritan adalah orang-orang yang jitu melihat segala sesuatu. Mereka memiliki seluruh jemaat Kristen di seluruh nation mereka, England pada waktu itu adalah negara Kristen. Mereka pergi ke pasar ketemu sama orang Kristen. Pergi ke toko ketemu sama orang Kristen. Di gereja orang Kristen, seluruhnya orang Kristen. Itulah sebabnya mereka memiliki pisau bedah yang sangat tajam untuk mengerti sesungguhnya orang Kristen yang sejati mana, yang tidak mana. Sekali lagi Alkitab dengan jelas menyatakan orang yang sejati di dalam Yesus Kristus adalah orang yang mau seluruh hidupnya belajar untuk taat. Saudara-saudara maka Yesaya menyatakan siapa yang percaya akan berita yang kami dengar? Sekarang begitu banyak Injil yang palsu. Menggunakan Alkitab yang sama. Mengotbahkan ayat yang sama. Menggunakan istilah yang sama. Tetapi isinya itu berbeda. Arah spiritualitasnya itu berbeda. Pada intinya adalah untuk self. Pada intinya adalah self-centered. Menggunakan Alkitab dan Allah untuk kepentingan diri sendiri. Dia boleh menggunakan apapun saja dalam Alkitab dan ketika saudara dan saya mendengarkannya, seakan-akan tidak ada sesuatu yang salah. Tetapi saudara-saudara yang peka untuk melihat arahnya seluruh khotbah itu intinya adalah diri. Beritanya tentang salib tetapi hidup menyangkali salib. Beritanya tentang Yesus yang menderita tetapi hidup itu mengikut dunia. Beritanya adalah kehendak Allah tetapi nilai-nilai, elemen-elemen yang tertinggi daripada hidupnya yang disukai adalah hal-hal duniawi. Dan berapa banyak gereja yang simbol di luarnya salib tetapi tidak lagi memperdengarkan Kristus yang tersalib.

Beberapa tahun yang lalu maka saya berkhotbah di depan beberapa ratus orang dan sebelum saya berkhotbah maka ada seorang song leader yang memimpin puji-pujian. Dan kemudian saya berkhotbah tentang salib. Dan setelah saya selesai berkhotbah tentang salib saya turun dan kemudian song leader itu naik ke depan dan dia mengatakan demikian: “Kita sungguh-sungguh bersyukur untuk khotbah yang baik tetapi hari ini dan selanjutnya kita tidak perlu lagi untuk memikirkan salib karena Yesus Kristus sudah bangkit. Saya langsung tahu, anak binasa! Berani sekali. Semua orang yang menyangkali salib, yang hanya mau untuk mendapatkan hasilnya saja, dia bukan orang Kristen. Yang menyangkali Pribadi dan karya Kristus tetapi yang ingin mendapatkan result dari Pribadi-Nya yaitu Surga, itu orang yang bukan kenal Kristus Yesus. Sebagian besar dari Alkitab bicara mengenai penderitaan-penderitaan, salib Yesus Kristus; kenapa kita tidak perlu lagi untuk memikirkan itu? Saya tanya kepada saudara-saudara, Allah yang berdaulat dalam sejarah sudah memberikan kepada kita simbol gereja itu salib bukan kuburan yang terbuka. Itu artinya apa? Itu artinya bahwa seluruh komunitas ini adalah komunitas yang meninggikan salib. Seluruh komunitas ini menyadari bahwa kehidupan rohani kita itu keluar dari salib Kristus. Seluruh komunitas ini menyadari bahwa sebelum kemuliaan diberikan Allah kepada kita, kita harus mengikuti jalan Kristus yaitu pikul salib, sangkal diri, ikut Aku; demikian kata Alkitab. Satu kalimat itu dari Yesus Kristus membuat orang-orang yang mengikut Dia mundur. Tetapi Kristus tidak memerlukan para penggembira. Kristus tidak memerlukan orang-orang yang bertepuk-tangan untuk Dia. Kristus memberikan syaratnya itu di depan. Sangkal dirimu, pikul salib, ikut Aku. Salib adalah center dari seluruh komunitas gereja. Dan itu yang menjadi inti dari Alkitab. Siapa yang percaya kepada berita yang kami dengar? Engkau Allah yang memberikan keselamatan, pembebasan, restorasi kepada Israel. Dan seluruh bangsa itu akan bertepuk-tangan tetapi Yesaya mengeluh Engkau memberikannya itu melalui jalan dari Kristus yang dihina, yang adalah Man of Sorrow. Yesaya menyatakan siapa yang percaya akan berita yang kami dengar? Kalimat ini sendiri menyatakan Yesaya mendengarkan berita ini. Bukan Yesaya yang menciptakan berita ini. Dan ia mau menyatakan semua orang yang percaya yang pernah mendengarkan berita ini perlu untuk memberitakan.

Saudara perhatikan kalimat ini, siapa yang percaya akan berita, bukan yang kami perdengarkan tetapi yang kami pernah dengar. Seharusnya kalau saudara dan saya adalah orang-orang yang pernah mendengar berita ini, adalah saudara dan saya adalah orang yang dipanggil untuk memperdengarkan berita ini ke jalanan. Beritakan berita ini kepada teman-teman kantormu, teman-teman kuliahmu, kepada orang-orang yang menjadi satu dengan kosmu dan bahkan keluargamu. Berita Injil yang sejati bukan untuk kita nikmati saja atau kita sembunyikan atau kita celebrate (rayakan), tetapi untuk diberitakan. Biarlah Tuhan mendidik kita untuk mengalami apa yang dikatakan oleh Yesaya ini. Apakah seumur hidup saudara pernah mengerang, meratap di hadapan Tuhan dan pernah mengucapkan kalimat seperti ini: Tuhan, siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar? Mungkin sebagian besar dari kita tidak pernah untuk meratap dengan kalimat ini karena kita tidak pernah memberitakan Injil yang sejati. Tetapi kalimat ini ada di sini mau menyatakan bahwa seseorang jikalau dia memberitakan Injil yang sejati, maka di dalam orang tersebut akan mengalami aniaya dan penolakan. Seperti Yesaya dan hamba-hamba Tuhan yang sejati ini akan mengatakan: Siapa yang percaya akan berita yang kami dengar? Dan Yesaya kemudian mengatakan: Tuhan, kepada siapa tangan-Mu itu dinyatakan? Yesaya kemudian berdoa syafaat. Karena dia tahu, seseorang itu tidak mungkin menerima Injil yang sejati, jikalau bukan tangan Tuhan itu di atas kepalanya. Untuk menanamkan Injil di dalam hati pendosa seperti kita. Untuk menanamkan ajaran Kristus yang berhasil untuk membuka hati kita terdalam. Untuk supaya kuasa-Nya itu menerangi hati nurani kita. Maka diperlukan kekuatan eksternal di luar kita untuk melakukan dan Alkitab menyatakan itu adalah tangan Allah yang berkuasa. Kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan? Tangan Allah yang kuat yang perkasa itu adalah salah satu khotbah yang menjadi sorotan dari orang-orang Puritan.

Kalau saudara-saudara melihat Perjanjian Lama, maka saudara akan menemukan orang Israel keluar dari perbudakan Mesir dan akan masuk ke dalam tanah Kanaan. Dan itu akan merupakan bayang-bayang dari Perjanjian Baru, di mana Kristus melepaskan umat-Nya dari perbudakan dosa dan masuk ke dalam hidup yang kekal. Ketika saudara-saudara melihat peristiwa dari Keluaran itu, maka saudara-saudara melihat apa yang menjadi titik berat dari seluruh cerita itu. Mengapa orang Israel itu bisa diselamatkan? Saudara akan menemukan ada ratusan ribu atau kadang penafsir mengatakan sampai jutaan orang Israel besar sampai kecil itu keluar dari kejaran dan di belakangnya dikejar oleh tentara Firaun yang gagah perkasa itu. Saudara akan menemukan Laut Merah itu kemudian terbelah dan kemudian orang-orang Israel itu selamat, dan kemudian akan menutup seluruh jendral orang-orang Mesir. Ketika saudara melihat seluruh peristiwa yang mengagumkan itu, peristiwa keselamatan itu, sekarang titik beratnya apa? Apa yang membuat orang Israel bisa diselamatkan? Maka saudara akan menemukan satu ayat ini. Tangan kanan Tuhan. Tangan kanan Tuhan yang membuat keselamatan. Mari kita membuka Keluaran 15:4-6, “Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut; para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau. Samudera raya menutupi mereka; ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu. Tangan kanan-Mu TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu TUHAN, menghancurkan musuh.” Saudara, lihat gambaran tangan Tuhan itu. Ini ada di atas diri seseorang maka itu adalah keselamatan bagi dia. Kepada siapa yang bisa mendengar, percaya kepada berita yang kami dengar? Dan kepada siapa tangan Tuhan itu dinyatakan? Jika tangan Tuhan tidak ada di atas kepala kita, kita tetap akan keras dengan dosa kita. Jika tangan Tuhan tidak di atas kepala kita, maka kita akan menghina Injil dan menyangkali kekuatan-Nya. Jika tangan Tuhan tidak ada di atas kepala seseorang, orang tersebut sampai mati tidak akan percaya Injil Yesus Kristus dan anugerah yang besar ini akan disia-siakan, dianggap tidak penting sama sekali dan tidak bisa dipercayai. Kecuali tangan Tuhan di atas kepala kita. Maka berkat diulurkan-Nya kepada kita. Roh-Nya akan kita terima. Sehingga kita dapat melihat Kristus, yang hina itu adalah mulia adanya. Sekali lagi, jemaat. Mendengarkan berita-berita seperti ini, biarlah kita tidak menganggapnya enteng. Apa respon kita? Kalau engkau dan saya melihat ada satu dosa, jangan pernah berpikir kalau kita bisa menghancurkan dosa itu. Kecuali Tuhan itu berkenan meletakkan tanggan-Nya di atas kepala kita. Maka bukankah kita harus meratap, meminta kepada Dia perkenaan-Nya? Bukankah pemazmur mengatakan seperti hamba perempuan itu melihat nyonyanya dan hamba-hamba laki-laki itu melihat tuannya? Lihatlah ya Tuhan, mataku memandang Engkau sampai Engkau mengasihani aku. Pandanglah Tuhan dan carilah Tuhan sampai Dia mengulurkan tangan-Nya di atas kepala kita. Baru sejak saat itu ada kemenangan. Baru dari saat itu, saudara akan lihat hidup kita itu berubah. Baru sejak saat itu saudara dan saya melihat kebenaran-kebenaran Alkitab itu terjadi di dalam hidup kita. Kepada siapa tangan Tuhan itu dinyatakan? Yesaya tidak memiliki jawabannya. Hamba Tuhan sepanjang sejarah tidak memiliki jawabannya. Itu diberikan seturut dengan kerelaan-Nya. Seturut dengan kedaulatan-Nya. Dan bukankah itu membuat kita gemetar?

Sekarang masuk ke dalam intinya. Mengapa Israel itu menolak Mesias? Yesaya 53:2-3 menyatakan, “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun, dia tidak masuk hitungan.” Sekarang kita akan masuk di dalam inti: Mengapa orang Israel itu menolak? Karena mereka menghina pribadi Kristus Yesus, karena kerendahan penampilan Kristus Yesus. Orang-orang itu sulit menerima keadaan eksternal Kristus Yesus. Wajah-Nya. Jalan yang dipakai-Nya. Karakter-karakter yang dimiliki-Nya. Sama sekali tidak sesuai dengan ide orang Yahudi tentang Mesias. Alkitab di sini dikatakan sebagai taruk, ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Bukankah Kristus itu haruslah keturunan dari Daud? Jikalau Dia keturunan Daud, bukankah Dia dari kaum bangsawan? Bukankah seharusnya Dia masuk ke dalam bangsa Israel dengan kemegahan-Nya? Bukankah seperti Raja Daud, Dia harusnya memiliki perawakan yang gagah, kedudukkan yang mulia, wajah yang tampan. Tetapi Yesus lahir dari keluarga yang kecil, yang remeh, yang malang, yang rendah, seorang anak tukang kayu. Mungkin tukang kayu yang membuat kapal. Intinya, Dia lahir sebagai anak dari buruh kasar. Kita tahu semua bahwa Yesus Kristus itu lahir di Betlehem dan besar di Nazaret. Dan Nazaret sendiri memiliki akar kata yang sama dengan taruk. Kota Nazaret adalah kota di utara, kota di Galilea dan ini adalah satu kota dengan tanah yang kering seperti gurun tidak ada yang hijau, tidak ada apa-apanya. Tidak ada yang hebat dari Nazaret itu. Kota dengan reputasi yang kecil dan dianggap tidak ada hal yang baik yang tidak bisa keluar darinya. Pada jaman itu, Nazaret sangat dikecam dan memiliki reputasi yang buruk. Suatu hari, ada salah satu murid Yesus yang dikatakan sangat murni, tidak ada kepalsuan di dalamnya, namanya adalah Natanael. Dan Filipus itu berkata kepada Natanael itu: Ayo, ikut! Mari aku akan tunjukkan Yesus Kristus yang dari Nazaret itu. Dan apa yang dikatakan oleh Natanael? Yohanes 1:49 mengatakan. Natanael mengatakan, mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret? Bisa tampilkan? Kata Natanael kepadanya, kepada Filipus: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Lukas 4:29. Yesus mengabarkan Injil di Nazaret dan kemudian ditolak. Lalu kemudian saudara lihat apa yang dilakukan oleh orang-orang di Nazaret. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus keluar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Yesus sendiri pernah mau dibunuh oleh orang-orang Nazaret. Dan Yesus kemudian mengatakan satu kalimat yang sangat terkenal: ‘Nabi tidak dihormati di tempatnya sendiri.’ Bukan itu saja. Kisah Para Rasul 24:5, ketika Paulus disidang dan para musuhnya menyudutkan dia karena dia dianggap adalah orang yang membuat kegaduhan seluruh dunia, karena orang ini adalah orang yang mempercayai sekte dari Nazaret. Saudara perhatikan baik-baik. ‘Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani.’ Kita tidak terlalu jelas, dalam bahasa Indonesia. Tetapi saudara perhatikan dalam bahasa Inggris. For we have found this man a plaque, one who stirs up riots among all the Jews throughout the world and is a ringleader of the sect of the Nazarene. Sekte dari Nazaret. Dan, saudara sekarang mengabarkan Injil. Kalau ada yang tanya, kamu agama apa? Saudara nanti jawabnya, kami dari sekte Nazaret. Tidak ada orang percaya.

Saudara-saudara, bukan itu saja. Bagaimana dengan penampilan-Nya? Bagaimana dengan wajah Yesus Kristus? Orang-orang mengharapkan ada sesuatu yang bisa meyakinkan dari penampilan atau wajah-Nya. Saudara-saudara, diharapkan Yesus akan memiliki keelokan yang tidak biasa di wajah-Nya. Mata-Nya harus tajam dan memikat. Pribadi-Nya penuh dengan kharisma dan menarik hati. Dan itu akan meningkatkan seluruh harapan orang yang mengikuti-Nya. Tetapi Alkitab mengatakan Ia tidak tampan, dan semarak-Nya pun tidak ada, sehingga kita memandang Dia dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkan-Nya. Tidak ada sesuatu yang secara wajah, penampilan membuat orang itu mendekat. Wajah-Nya dan tubuh-Nya itu biasa saja. Tidak ada bayang-bayang dewa yang berinkarnasi. Saudara-saudara, kalau saudara-saudara melihat Alkitab, maupun sejarah gereja, pemimpin-pemimpin Alkitab maupun sejarah gereja, banyak sekali yang tampan wajahnya dan memiliki kekuatan kharisma. Misalnya Daud, Alkitab dengan jelas mengatakan wajahnya indah dan disukai dipandang orang. Bandingkan dengan Musa, ketika dia lahir, Alkitab mengatakan sangat elok rupanya. Bandingkan dengan Saul yang gagah, yang satu kepala lebih tinggi daripada orang-orang muda jamannya. Saudara-saudara, semua orang-orang ini adalah pemimpin-pemimpin. Saudara lihat Yusuf. Yusuf adalah orang yang sangat elok wajahnya. Dia dikejar-kejar sama perempuan. Banyak dari kita, usaha apapun saja maka ketika kita mengejar, dia yang pergi. Saudara-saudara, suatu hari Pendeta Stephen Tong mengatakan: banyak orang itu, pemipin-pemipin Kristen itu memiliki kharisma-kharisma dan memiliki wajah yang tampan. Sampai ada satu orang itu, hamba Tuhan itu bicara kepada saya. Dia mengatakan, saya rasa belum tentu begitu karena Calvin itu jelek mukanya. Saudara-saudara, intinya adalah bahwa banyak orang-orang dengan kharisma natural itu menarik banyak orang. Tetapi Allah di surga memberikan tubuh kepada Yesus Kristus, untuk tidak ada satu orang pun mendekat kepada Dia, bisa memiliki kemampuan mendekat kepada Dia, karena hal-hal natural. Itulah sebabnya juga ketika Injil diberitakan, Alkitab mengatakan: Aku datang kepadamu bukan dengan kata-kata yang bijak, kalimat-kalimat yang memikat, tetapi dengan kejelasan, kejujuran, dengan kuasa Roh Allah. Itulah yang akan menaklukkan setiap hati yang mendengar Injil. Saya tidak mengatakan bahwa hamba-hamba Tuhan itu tidak boleh seorang yang fasih berbicara atau kalimat-kalimatnya memikat. Kalau saudara-saudara membaca Yesaya itu, para scholar mengatakan ini adalah the mount Everest of Hebrew literature. Kalau saudara-saudara melihat kitab Ibrani misalnya, penulisnya itu sangat brilliant, kalimat-kalimat awalnya itu adalah 4 atau 5 kalimat yang tidak ada bandingannya dengan seluruh tulisan yang ada di bumi ini. Tetapi sepanjang dari sejarah keselamatan Allah, apakah Allah memilih orang yang fasih dan memakai kata-kata hikmat yang bijak yang sangat memikat atau tidak? Setiap orang yang memberitakan Injil tidak bisa bersandar sedikit pun akan kemampuan natural mereka. Kemampuan natural itu tidak mungkin akan menciptakan iman. Hanya Roh Kudus sajalah yang memakai kalimat-kalimat itu, apakah kalimat itu memikat atau tidak. Roh Kudus sajalah yang akan memakai kalimat itu untuk menghasilkan iman.

Saya sudah berbicara berkenaan dengan taruk. Saya sudah berbicara berkenaan dengan wajah. Dan di dalam ayat ini juga, hal yang ketiga adalah ekspektasi berkenaan dengan kehidupan Yesus Kristus. Kenapa orang Yahudi itu secara alamiah itu menolak Kristus Yesus? Karena Yesus Kristus itu tidak bisa diharapkan dari kehidupan yang dijalani-Nya. Bukankah seharusnya seorang Mesias itu menjalani kehidupan yang menyenangkan, kehidupan yang baik seperti layaknya manusia apalagi pemimpin? Tetapi Alkitab mengatakan Dia adalah orang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan. Bukan hanya akhir hidupnya saja yang tragis tetapi seluruh kehidupan-Nya kejam dan sangat menyedihkan. Seorang hamba Tuhan pada jaman Puritan mengatakan, seluruh kehidupan Kristus Yesus adalah rajutan pergumulan, kesedihan, kepedihan dan rasa sakit yang menyengat. Alkitab sendiri mengatakan Dia dijadikan dosa karena kita, meski Dia tidak berdosa. Apa artinya? Dia menjalani kehidupan manusia dengan upah dosa dan itu artinya memakan kesedihan sepanjang hari. Hidupnya penuh pergumulan, tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Hidup yang selalu ditentang dan diancam dan menanggung perlawanan orang berdosa di dalam diri-Nya. Hati-Nya sangat lembut. Alkitab jarang mengatakan, Dia tertawa, tetapi beberapa kali Dia digambarkan meratap. Dan Dia bergumul terus di dalam hidup-Nya tanpa henti. Sehingga Dia berusia sedikit di atas 30 tahun, Dia dianggap hampir sama dengan seseorang berumur 50 tahun. Suatu hari Yesus Kristus berselisih dengan ahli Taurat dan orang-orang Farisi dan Dia mengatakan, “Before Abraham was born, I am!” Dalam Yohanes 8, anda akan menemukannya. Kemudian mereka mengatakan, Kamu ini orang yang terlalu berani berkata-kata, umur-Mu saja belum ada 50 tahun. Matthew Henry mengatakan: kesedihan adalah teman akrab-Nya karena di dalam diri-Nya Dia mengenakan keluhan-keluhan orang lain. Dia bersimpati dengan orang-orang banyak, dan tidak pernah menjauhkan diri-Nya dari pergumulan orang-orang banyak. Dia adalah Man of Sorrows. Bahkan di dalam transfigurasi-Nya, Dia berbicara tentang kematian-Nya sendiri. Dan di dalam perarakan-Nya sebagai Raja menuju kepada Yerusalem, Dia menangisi, meratap untuk Yerusalem. Dan Matthew Henry mengakhiri daripada poin ini, dia mengatakan: Marilah kita memandang Dia dan berduka akan dosa kita. Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan? Sebagai taruk dia tumbuh di hadapan Tuhan dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan. Ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun, dia tidak masuk hitungan. Marilah kita memandang Dia dan berduka karena dosa kita.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0404242433
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^