[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

13 December 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Christ’s Name Above Every Name (2)

Yesaya 8:21-9:6

Minggu yang lalu kita sudah melihat keadaan Israel Utara dan Selatan, penerima surat ini. Mereka di bawah murka Tuhan. Tuhan akan menjalankan penghakiman-Nya. Tetapi Alkitab juga menyatakan bahwa Tuhan yang menghukum umat-Nya, bukanlah hukuman tanpa pengharapan. Inilah yang membedakan antara umat Tuhan dengan bangsa-bangsa yang lain. Ketika Tuhan marah kepada bangsa-bangsa lain, Alkitab menyatakan Tuhan tidak pernah berbalik untuk mengasihi mereka. Ketika Tuhan murka kepada bangsa-bangsa lain, Allah tidak menyisakan remnant/sisa dari bangsa-bangsa lain. Tetapi ketika Tuhan marah bahkan marah sekeras-kerasnya dengan Israel, tetap ada pengharapan, tetap ada masa Tuhan berbalik mengasihani umat-Nya dan tetap ada remnant. Misalnya Obaja 1:5-6; Saudara-saudara akan melihat bahwa Edom akan secara total dihilangkan di muka bumi ini. Obaja menyatakan “Jika malam-malam pencuri atau perampok datang kepadamu — betapa engkau dibinasakannya — bukankah mereka akan mencuri seberapa yang diperlukannya? Jika pemetik buah anggur datang kepadamu, bukankah mereka akan meninggalkan sisa-sisa pemetikannya? Betapa kaum Esau digeledah, betapa harta bendanya yang tersembunyi dicari-cari!” Obaja mau menyatakan: Allah sendiri menyatakan kepada Edom, “Lihat perampok, kalau dia masuk ke rumahmu, dia akan merampok seperlunya, bukan? Lihat pemetik anggur. Kalau dia memetik buah anggur, ada yang jatuh ke tanah, dibiarkannya, bukan? Tetapi ini yang Aku akan lakukan kepadamu, hai keturunan Esau. Engkau akan digeledah dan betapa harta bendamu, sampai yang tersembunyi pun Aku akan ambil.” Ayat ini mau menyatakan tidak ada satu pun yang tersisa. Nahum 1:9 misalnya, menyatakan Asyur tidak akan bangkit lagi. Ini adalah ayat untuk Asyur. Engkau tidak akan sengsara dua kali. Itu artinya, sekali saja engkau akan habis. Di dalam ayat ke-14 dikatakan: “Terhadap engkau, inilah perintah TUHAN: “Tidak akan ada lagi keturunan dengan namamu.” Apa artinya? Asyur akan habis. Tidak akan bangkit lagi. Tidak ada kalimat-kalimat seperti ini untuk umat Allah. Sekali lagi, dalam keadaan apapun, seburuk apapun, kalau kita adalah umat Allah, tetap ada pengharapan di depan. Tetapi perhatikan baik-baik, pembalikan nasib hanya ada di dalam Yesus Kristus. Pembalikan nasib bukannya tanpa Mesias, bukannya tanpa takluk kepada Pemimpin yang baru, yaitu Yesus Kristus. Itulah sebabnya maka dengan pertobatan akan ada masa depan. Biarlah seluruh umat di gereja ini mengerti prinsip Tuhan ini. Kadang saya sedih sekali ketika melihat umat yang tidak mengerti firman. Saudara dan saya, kita mesti belajar baik-baik.

Lihat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, seluruh nabi dan rasul, ketika dia menegur dosa, dia bicara dengan keras sekali, bertobat. Dia tidak pernah mengatakan: “Ayo, ayo bertobat, bertobat.” Tidak. Dia akan bicara, Bertobat! Dengan kemarahan. Dengan suatu spirit untuk menghakimi seakan-akan. Tetapi, itu adalah pintu gerbang berkat. Apa artinya bertobat? Itu adalah berbalik, mengakui dosa dan takluk kepada Kristus Yesus. Tetapi orang Israel yang tidak mau mendengar ini, yang malah membenci nabi-nabi yang berkata: “Bertobat.” Israel yang kemudian menyerang Yohanes Pembaptis, maka penghakiman Allah kepada mereka tidak akan terhalang lagi. Biarlah kita boleh mengerti ketika Allah keras, dibaliknya Dia menyembunyikan berkat. Tetapi kepada Pontius Pilatus, apakah Yesus keras kepada dia? Jawabannya adalah tidak. Dia diam saja, itu artinya Allah menahan berkat-Nya. Perubahan nasib Israel dan seluruh bangsa dilakukan Allah hanya di dalam Yesus Kristus. Dan Yesaya berada dalam kegetiran hidup, kegelapan. Tetapi Allah membawa hatinya melihat satu Pribadi di depan. Satu Pribadi yang sangat mulia. Pribadi itu yang membuat terang di tengah-tengah kegelapannya.

Yesaya menyatakan: “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita;” Seorang anak diberikan kepada kita/a Son is given. Ini bicara mengenai anak laki-laki. Tetapi ini bukan saja bicara mengenai anak laki-laki yang lahir tetapi bicara berkenaan dengan the Son of God. Yesaya 9:5 sendiri menghadirkan Kristus yang memiliki sifat ilahi dan sifat manusia. Ini adalah suatu prinsip yang penting di dalam Kristologi. Kalau melihat di dalam Alkitab, maka Saudara akan menemukan beberapa nabi-nabi yang berbicara berkenaan Kristus yang akan datang memiliki sifat ilahi dan sifat manusia. Ayub 19:25-27 mengatakan: “Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.” Penebus yang ditulis di sini adalah benar-benar manusia. Kata yang dipakai adalah Goel. Ayub melihat Goel ini, tetapi ketika dia melihat-Nya, dia melihat Allah. Ini adalah sesuatu bayang-bayang dalam Perjanjian Lama berbicara berkenaan dengan Penebus yang memiliki dwi natur. Yesaya 4:2 misalnya mengatakan: “Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput.” Di sini dikatakan bahwa tunas yang dari TUHAN dan buah yang dari bumi. Ini mau menyatakan satu yang ilahi dan satu adalah yang manusiawi. Mesias yang dijanjikan oleh Allah, yang dilihat oleh Yesaya di dalam kegelapan adalah Mesias yang adalah satu pribadi, dua natur, yaitu Allah yang sejati dan manusia yang sejati. Di sini dikatakan “a Son is given”, juga bicara bahwa Anak ini adalah pemberian dari Allah. Sesungguhnya manusia tidak memiliki jasa apapun untuk keselamatannya, manusia tidak memiliki jasa apapun untuk membalikkan nasibnya. Dari kegelapan menjadi terang, dari kelaparan menjadi panen, itu semua adalah pekerjaan Allah yang secara sukarela memberikan Mesias kepada kita.

Hal yang di sini dikatakan: “Dan nama-Nya disebutkan orang”; “Dia akan disebut” Itu adalah Allah yang memberikan sebutan, Allah yang menamai Dia, sehingga kita bisa mengenal Kristus sebagaimana Allah menyatakan-Nya. Ketika Allah menamai Kristus, nama itu pastilah bukan nama yang kosong dan bukan juga nama yang tidak ada keperluannya dengan kita. Kristus yang menyandang nama itu adalah Kristus yang akan ditemukan di dalam pengalaman hidup orang-orang kudus-Nya Tuhan. Sekali lagi, Thomas Watson menyatakan hal ini, Kristus yang menyandang nama itu adalah Kristus yang akan ditemukan di dalam pengalaman hidup umat kudus-Nya Allah. Mari kita pause sejenak dan memikirkan, siapakah Kristus Yesus yang kita kenal? Siapakah Kristus Yesus yang Anda kenal? Apakah di dalam pengalaman-pengalaman hidup kita, Saudara pernah dealing dengan Penasihat Ajaib? Apakah kita pernah dealing dengan Allah yang Perkasa? Apakah kita pernah dealing dengan Bapa yang Kekal? Apakah kata Raja Damai itu berarti di dalam pengalaman hidup kita? Di dalam kelas teologia, biasanya ketika kita bicara mengenai satu aspek teologia, lalu saya sejenak berhenti, kemudian saya bertanya kepada semua yang ada di dalam kelas. Dan saya juga sharing. Saya bertanya satu hal. Allah yang seperti apa yang engkau kenal? Allah yang seperti apa yang kita berinteraksi dengan Dia? Yesus Kristus memiliki lebih daripada 200 nama. Nama itu adalah nama di atas segala nama. Di dalam seluruh nama itu, saya bertanya kepada Saudara-saudara, apakah kita pernah bertumbuh/dealing dengan pribadi-Nya sehingga kita boleh mengerti nama ini sesungguhnya? Saya khawatir, sebagian dari kita yang ada di sini melihat kekristenan adalah suatu agama. Saya khawatir sebagian orang yang ada di sini adalah orang-orang yang melihat kekristenan itu sesuatu yang abstrak saja. Saudara dan saya memiliki satu knowledge tetapi tidak memiliki satu pengalaman. Saudara tidak bisa mengatakan seperti Yesaya mengatakan: Ajaib! “Apa yang engkau kenal, tentang Dia, Yesaya?” Dia tidak bisa mengatakan kalimat lain. Dia tidak bisa mendeskripsikannya. Dia kemudian mengatakan: “Ajaib!” Sudah. “Ajaib apa?” “Ajaib saja.” Sudah. Allah menamai Dia, dan nama ini Tuhan yang berikan, pastilah ada relasinya dengan hidup kita. Orang-orang kudusnya Allah akan memiliki pengalaman-pengalaman di dalam hidupnya yang meneguhkan nama itu di dalam hatinya. Kristus seperti apa yang Saudara kenal? Kristus yang seperti apa yang kita kenal?

Hari ini saya akan membahas, mengeksposisi berkenaan dengan satu nama yang sangat sulit ini, yaitu Ajaib. Seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Ajaib. Menakjubkan, Luar biasa; bahasa aslinya berakar dari kata kerja ‘Pala’. Artinya dipisahkan, dibedakan, dibuat hebat. Ini diaplikasikan pada sesuatu yang tidak biasanya, tidak umum, sesuatu yang lebih tinggi, yang melampaui, yang sangat baik, yang sangat indah, yang sangat besar atau menakjubkan. Biasanya kata ini menunjukkan kepada satu event, yaitu mujizat yang kita terima. Tetapi dalam case ini, kata ini sekarang tidak ditujukan kepada satu event tetapi ditujukan kepada satu pribadi, yaitu Mesias yang Ajaib itu. Kata ajaib dipakai, menunjukkan kumpulan kualitas Kristus yang luar biasa. Kepenuhan, keunggulan-Nya di dalam diri-Nya yang tidak ada pada siapa pun saja. Dia adalah pribadi yang mutlak tidak bisa ditandingi, tidak ada duanya di seluruh alam, surga dan bumi, sepanjang bumi itu berputar. Kristus bukanlah Pembuat mujizat, Kristus adalah mujizat itu sendiri. Kristus bukanlah Pembuat kekaguman, Kristus itu sendiri yang mengagumkan. Dia bukan saja menyatakan kebenaran, Dialah kebenaran itu sendiri. Dia bukanlah memberikan anugerah. Dialah anugerah itu sendiri. Suatu hari Pilatus bertanya kepada Yesus Kristus. Apa itu kebenaran? Yesus diam. Beberapa saat sebelumnya, Dia mewahyukan diri-Nya kepada murid-murid-Nya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Kalau Yesus bisa mengungkapkan kepada Pilatus dan Dia tidak mengungkapkan, itu artinya Pilatus orang binasa. Tidak dicelikkan matanya. Yesus diam. Tapi kalau Dia mewahyukan kepada Pilatus, ketika Pilatus bertanya: “Apa itu kebenaran?” Yesus akan mengatakan: “Akulah kebenaran.” Kebenaran di dalam kekristenan bukan kumpulan ide. Kebenaran di dalam kekristenan adalah pribadi Yesus Kristus. Maka apapun saja yang berlawanan dengan pribadi-Nya dan apapun saja yang berlawanan dengan apa yang Dia wahyukan pastilah kebohongan. Dia adalah yang Ajaib itu sendiri dan pemazmur mengagumi-Nya. Mazmur 73:25 menyatakan: “Siapa gerangan ada padaku di surga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.” Kadang di dalam pembicaraan teologia, kami ada suatu joke atau suatu candaan tetapi bukan sesuatu yang rendah tapi sesuatu yang kami menduga-duga apa yang ada di surga. Karena di dalam Alkitab, apa yang diungkapkan berkenaan dengan eskatologi itu pasti, tetapi tidak terlalu jelas. Pertanyaannya adalah: Nanti, ketika kita di surga kita ngapain? Apakah masih ada tukang roti di sana? Masih ada banker di sana? Arsitek masih ada di sana untuk bangunan yang perlu dibangun? Jawaban apapun saja, saya mengerti nasib saya sudah tidak ada gunanya lagi di sana, karena pasti tidak perlu pengkhotbah. Saudara bisa melihat Yesus Kristus sendiri. Tetapi ada orang yang mengatakan, pasti ada karena Allah menciptakan bumi ini dan ketika bicara mengenai surga, itu adalah bumi yang diperbaharui. Jadi kalau kita bicara mengenai surga, itu bukan di sana, surga ada di sini. Surga itu adalah bumi yang diperbaharui. Dan yang diperbaharui, itu artinya unsur-unsur dosa semua dihabisi, sehingga pekerjaan bukan karena jatuh dalam dosa maka manusia bekerja, maka yang diciptakan Tuhan yang baik pasti akan kekal. Jadi pasti ada pekerjaan. Tetapi di tempat yang lain, Alkitab mengatakan bahwa para tua-tua dan makhluk-makhluk di surga bernyanyi siang dan malam. Memuji-muji Allah dan Anak Domba yang duduk di atas takhta. Yesus Kristus digambarkan sangat mulia, menakjubkan, ajaib. Semua umat tebusan-Nya akan terpesona selalu dengan Dia. Maka kami berbicara dan kemudian kira-kira apa yang akan kita lakukan, apakah kita bekerja? Tetapi bagaimana mungkin kita bisa bekerja kalau Anak Domba itu ada di depan kita? Dia begitu mengagumkan, kita sangat terpesona dengan Dia. Kalau kita mau bekerja dan kita melihat Dia, maka kita menyembah Dia. Kita menyembah Dia. Kemudian kita ingin bekerja dan kita melihat Dia, Dia begitu indah. lalu kita menyembah Dia lagi. Alkitab mengatakan: “Seluruh surga menyembah Dia siang dan malam.” Yesaya mengatakan: Ajaib. Ini adalah kata yang mengungkapkan dengan tepat segala sesuatu yang berhubungan dengan Kristus. Pribadi Mesias ini di dalam wujud-Nya, dalam sifat-Nya, dalam jabatan-Nya, dalam jalan-Nya, dalam kelahiran-Nya, dalam karya-Nya, dalam perkataan-Nya, dalam perbuatan-Nya, dalam apapun saja yang bersangkut paut dengan Dia, itu luar biasa menakjubkan. Dialah satu-satunya pribadi yang membangkitkan keheranan dan kekaguman bagi jiwa kita sampai selama-lamanya.

Alkitab menyatakan Allah yang besar, yang mulia itu memberikan perhatian dan cinta-Nya secara khusus kepada Dia. Dia disebut the one and only, the only begotten Son. Ketika kita melihat kerendahan hati-Nya, itu sangat mengagumkan. Perjalanan-Nya adalah dari surga menuju kepada palungan, dari palungan menuju salib, dari salib menuju kepada kuburan. Penyangkalan diri-Nya sangat menakjubkan. Dia seperti domba yang dibawa ke pembantaian yang tidak memperdengarkan suara-Nya. Pekerjaan-Nya sangat mengagumkan. Alkitab mengatakan: Dia adalah Pembuat keajaiban. Musa dalam Keluaran 15:11 menyatakan: “Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?” Pengajaran-Nya mencengangkan. Ahli Taurat dan orang-orang Farisi berdebat pada waktu Dia berumur 12 tahun dan tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya. Kalimat yang muncul dari mulut-Nya adalah kehidupan. Petrus sampai mengatakan: “Kepada siapakah kami akan pergi, ya Tuhan Yesus? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.” (Yohanes 6:68) Dan kebangkitan-Nya mencengangkan. Daniel melihat-Nya dan dia mengatakan: “Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia;” (Daniel 7:13) Selanjutnya Daniel mengatakan: “Aku sangat-sangat trouble hatiku karena hal itu.” (Daniel 7:15) Keseluruhan sifat-Nya sangat excellent. Kalau Saudara melihat Musa, maka dia dikatakan sebagai orang yang paling lembut hatinya dari seluruh manusia yang hidup pada waktu itu, Samson yang paling unggul di dalam kekuatannya dan Salomo adalah yang sangat unggul di dalam hikmatnya bahkan Ratu Syeba dari tempat yang jauh sekalipun mendengar keagungan hikmatnya. Tetapi dibandingkan dengan Kristus mereka semua tidak ada apa-apanya. Kristus lebih lembut daripada kelembutan Musa, kekuatan-Nya lebih daripada Samson dan hikmat-Nya melebihi Salomo dan semuanya itu membangkitkan kekaguman dan keajaiban di dalam hati manusia. Itulah sebabnya setiap orang yang dealing dengan Yesus Kristus akan berakhir dengan penyembahan.

Petrus suatu hari bertemu dengan Dia dan diminta untuk melemparkan jalanya lagi. Petrus pertamanya tidak mau tetapi dengan terpaksa dia mentaatinya; semalam-malaman dia sudah tidak mendapatkan ikan tetapi kalimat Yesus sekali saja ditaati dan kemudian hasil ikannya begitu banyak. Alkitab mengatakan jala itu sampai koyak (Lukas 5:6). Matthew Henry mengatakan jala itu sampai koyak menyatakan betapa banyaknya ikan itu tetapi jala yang koyak itu tidak ada satu ikan pun yang lari. Kalau engkau sungguh-sungguh mau mempercayakan hidup di dalam Kristus Yesus, Dia akan memelihara kita. Setelah Petrus mengerti mujizat itu, dia langsung lari mendekati Yesus dan kemudian tersungkur dengan sikap yang menyembah dia mengatakan “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” (Lukas 5:8) Centurion, kepala dari seratus pasukan itu mungkin sekali adalah orang yang membuat seluruh prajurit memakukan paku di kaki dan tangan Yesus Kristus. Setelah salib itu ditinggikan dan kemudian Yesus ditusuk lambungnya, centurion yang memperhatikan dari awal apa yang terjadi kepada Yesus Kristus, dan dia mendengar 7 perkataan Yesus di atas kayu salib itu dan kemudian dia mengatakan satu kalimat “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!” (Markus 15:39) Setiap orang yang dealing dengan Yesus Kristus berakhir dengan penyembahan. Apakah engkau pernah melihat kemuliaan-Nya? Apakah engkau sungguh-sungguh pernah melihat kemuliaan-Nya? Saya meragukan kalau orang-orang yang hidupnya tidak sungguh-sungguh dengan Kristus Yesus apakah orang ini sungguh pernah melihat kemuliaan-Nya? Apakah engkau sungguh-sungguh pernah melihat kemuliaan-Nya? Yang pernah melihat, hidupnya akan bergairah bagi Kristus. Yang pernah melihat, hatinya akan terbakar untuk Kristus Yesus, yang pernah melihat dia akan meninggalkan apapun saja, melupakan apapun saja, dia akan melihat Kristus Yesus lebih mulia, lebih berharga, lebih indah dari apapun saja. Tetapi khususnya di dalam Yesaya pasal 9 ini kata ajaib secara khusus dinyatakan oleh Yesaya di dalam kelahiran Yesus Kristus, seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita dan nama-Nya disebutkan orang Ajaib! Ini bicara spesifik mengenai inkarnasi Yesus Kristus, sekali lagi, ini adalah sesuatu yang kita harus pelajari makin kita melihat Natal dari tahun ke tahun apakah yang lebih kita kenal. Di dalam satu tahun ini saya makin lama makin menyadari bahwa bapa Reformed yang ada dalam sepanjang sejarah dan juga orang Puritan ketika bicara berkenaan dengan Natal bahkan sebenarnya mereka tidak pernah bicara mengenai atau menggunakan kata “Christmas”, tapi ketika bicara mengenai kelahiran Yesus Kristus, selalu mereka akan berbicara mengenai satu pribadi dua natur selalu bicara mengenai natur keilahian dan natur kemanusiaan Kristus karena ini adalah perkerjaan Allah yang terbesar yang terpuncak. Ini mujizat di atas segala mujizat. Tadi saya sudah mengatakan bahwa nabi-nabi dalam Perjanjian Lama sudah mengungkapkan dwinatur dari Yesus Kristus dan sekarang saya akan membawa Saudara-saudara ke dalam Perjanjian Baru. Thomas Manton memberikan deskripsi yang panjang lebar berkenaan dengan dwinatur Yesus Kristus. Pagi ini saya hanya akan membicarakannya secara sederhana. Dua ayat dalam Alkitab berbicara ini, ditulis oleh Paulus kepada Kolose. Kolose 1:19 dan sangat mirip dengan Kolose 2:9. Kolose 1:19 menyatakan “Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Kristus.” Kolose 2:9 menyatakan “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.” Dua ayat ini bicara berkenaan inkarnasi Yesus Kristus. Perhatikan tiga hal besar ini.

Yang pertama adalah rumah, yang ke-2 adalah penghuni dan yang ke-3 adalah cara berdiam. Yang pertama adalah rumahnya, tempat kediaman-Nya adalah di dalam Dia, dalam kemanusiaan Yesus Kristus di dalam natur manusia Yesus Kristus membawa seluruh pekerjaan keselamatan bagi kita. Meski di depan mata manusia yang lain, manusia melihat Dia tercela dan hina.  Tetapi sesungguhnya natur kemanusiaan Kristus adalah singgasana bait dari ke-Allahan. Suatu hari ketika saya melihat Alkitab dan membaca berkenaan dengan Yesus Kristus yang ditolak oleh orang-orang Israel dan tidak sekali, dua kali, tetapi banyak kali orang-orang itu bicara dengan Dia mau mengambil batu dan mau melempar Yesus Kristus dengan batu itu. Saya teringat hari itu ketika saya bersaat teduh, saya menangis. Saya melihat penghinaan kepada Kristus Yesus tetapi hari itu yang membuat saya menangis bukan karena Dia disalah mengerti, bukan karena orang banyak reject Dia, bukan karena Dia dipaku di atas kayu salib, tetapi yang membuat saya menangis adalah kesadaran bahwa semua ini terjadi adalah karena efek dari inkarnasi, efek dari inkarnasi. Allah di dalam daging inilah perendahan diri Yesus Kristus. Kalau bicara berkenaan dengan perendahan diri Yesus Kristus, apa yang ada di dalam pikiran Saudara? Oh, Dia disalah mengerti, Dia disalib, iya, tetapi perendahan diri Yesus Kristus yang terutama adalah Dia adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia sekarang turun ke dalam dunia ciptaan mengambil rupa sebagai manusia menggunakan daging yang sudah berpeta teladan dosa. Maksud berpeta teladan dosa itu apa? Dia tidak menggunakan tubuh seperti Adam sebelum jatuh di dalam dosa tapi dia menggunakan tubuh seperti Adam yang sudah jatuh di dalam dosa. Tubuh yang berdosa meskipun Dia tidak berdosa. Selanjutnya sebagai manusia Dia harus ada di bawah Taurat. Itulah sesungguhnya kesengsaraan Kristus. Pendeta Stephen Tong berkali-kali mengatakan satu kalimat ini, dari tidak terbatas menjadi terbatas. Beberapa hari ini kita terus memikirkan mengenai Natal. Saudara-saudara memikirkan natal adalah bicara mengenai dari tidak terbatas menjadi terbatas. Kemarin saya bicara kepada anak-anak remaja. Maka kalau seseorang, engkau kemudian dijadikan semut, apakah engkau merasa menderita? Pasti. Tetapi itu tetap tidak bisa dibandingkan. Yesus Kristus datang mengenakan tubuh sebagai manusia. Perhatikan baik-baik, kalau kita dijadikan semut, maka kita yang adalah ciptaan tetap menjadi ciptaan, meskipun lebih rendah degree-nya. Tetapi Kristus adalah Allah oknum kedua Tritunggal. Dia ada di dalam realm Pencipta. Maka ketika Dia mengenakan tubuh sebagai manusia, Dia dari realm pencipta masuk ke dalam realm ciptaan, ini turunnya berapa tingkat. Tidak akan ada satu manusia pun yang mengerti penderitaan Kristus. Saya sudah bicara mengenai rumah-Nya.

Kedua, bicara mengenai penghuninya. Dikatakan di sini, seluruh kepenuhan ke-Allahan bukan sebagian ke-Allahan, bukan diberi sifat ke-Allahan atau diberikan anugerah dari Allah. Tetapi ini bicara berkenaan dengan sepenuhnya, keseluruhan ke-Allahan. Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Kristus.

Ketiga, dengan cara apa Dia berdiam? Yaitu di dalam tubuh jasmani-Nya. Ketika bicara berkenaan dengan Allah berdiam ini adalah perwujudan dari bayang-bayang Perjanjian Lama. Perjanjian Lama mengatakan Allah hadir, Allah berdiam dalam tiga hal ini. Pertama adalah dalam Tabernakel, Kemah Pertemuan. Kedua adalah Bait Suci dan yang ketiga adalah the Arch of Covenant. Sekarang Allah hadir di dalam tubuh Kristus Yesus, natur kemanusiaan Kristus adalah Tabernakel yang sejati. Yohanes 2:19 suatu hari Yesus setelah memporakporandakan orang-orang yang berjual beli di bait suci itu lalu Yesus mengatakan dengan suara keras rombak bait suci ini dan dalam tiga hari Aku akan membangunnya kembali. Rasul Yohanes menyatakan yang dimaksudkan-Nya adalah tubuh Kristus. Di dalam tubuh-Nya berdiam seluruh kepenuhan ke-Allahan-Nya, di dalam tubuh kemanusiaan-Nya, Dia menjalankan seluruh karya keselamatan. Di dalam kemanusiaan Kristus inilah, di dalam pribadi-Nya yang dwinatur inilah, satu-satunya jalan keselamatan terjadi bagi umat manusia sepanjang zaman.

Kemarin ketika saya berkotbah di dalam, yang direkam untuk sekolah Calvin maka saya berbicara satu hal ini apakah Allah bisa menyelamatkan kita melalui malaikat? Jawabannya adalah tidak bisa. Apakah Allah bisa menyelamatkan kita dengan hanya berbicara, berfirman kamu selamat, kamu yang sudah berdosa sekarang saya selamatkan kamu. Bisa? Jawabannya tidak. Apakah Allah bisa menyelamatkan kita kalau Dia turun menjadi Allah sejati seratus persen, jawabannya adalah tidak. Satu-satunya kemungkinan Allah menyelamatkan manusia, Dia harus hadir dan mengenakan tubuh. Dia harus hadir dengan dwinatur Allah yang sejati dan manusia yang sejati baru, ada keselamatan bagi umat manusia. Di luar jalan ini tidak ada keselamatan. Kisah Para Rasul mengatakan di seluruh kolong langit tidak ada keselamatan selain di dalam Yesus Kristus. Kiranya kita makin lama makin memperhatikan pentingnya kemanusiaan Kristus itu karena di dalam kemanusiaan Kristus dan keilahian-Nya saja, seluruh aliran keselamatan diberikan kepada kita. Saya ingin bicara panjang lebar berkenaan dengan dwinatur in sebagian saya sudah pernah bicara berkenaan dengan kelas Union with Christ. Saya sudah berbicara 16 kali, dua jam atau dua setengah jam, sangat-sangat penting dan sangat-sangat mendasar. Makin mengenal Kristus akan makin menyadari tidak mungkin ada keselamatan di luar Dia. Yesaya mengatakan di dalam hari kelahiran-Nya, di dalam inkarnasi Yesus Kristus, dia melihat-Nya dan kemudian dia mengatakan Ajaib!

Sekarang saya akan masuk ke dalam aplikasi dan menyelesaikan seluruh kotbah ini. Ketika saya mempersiapkan kotbah ini dalam dua, tiga hari ini saya terus mengatakan sama Tuhan, Tuhan saya tidak mampu. Saya tentu tidak mampu berkotbah, terlebih kotbah seperti ini ada beberapa hal. Yang pertama, karena ayat-ayat ini hanya bisa dimengerti ketika kita mengecapnya. Saya mengatakan sama Tuhan, bagaimana saya mesti berkotbah Tuhan, sungguh saya bicara apa adanya, bagaimana saya harus berkotbah? Ini persis saya mau mengatakan kepada Saudara-saudara restoran itu enak, enaknya lebih daripada restoran itu, restoran ini, restoran ini enak. Enak makanannya, ini yang paling enak dan kemudian ini terdiri dari ingredient apa saja, saya sebutkan apapun saja Saudara tetap tidak mengerti enak itu apa. Ajaib! Makin Yesaya berteriak kita makin lihat apanya yang ajaib? Kecuali kita memiliki pengalaman pribadi dengan Dia yang ajaib.

Yang kedua kesulitan yang terbesar adalah siapakah saya? Apakah saya pernah melihat kemuliaan Kristus? dan kalau saya pernah melihat, seberapa besar kemuliaan Kristus yang saya lihat. Saya mengatakan saya sangat-sangat sedikit sekali pernah melihat kemuliaan-Nya dan saya ingin lebih melihat kemuliaan-Nya. Itulah sebabnya saya terus teringat akan satu kalimat Musa “Show me Thy glory!” Tujuh tahun yang lalu saya tiba di kota Sydney, kotbah pertama saya, saya mengatakan jikalau engkau diperbolehkan Tuhan untuk meminta satu hal dan pasti akan dikabulkan oleh Tuhan apa yang akan engkau minta? Mari minta satu hal ini, gereja GRII Sydney minta satu hal ini bukan kekayaan, bukan nama yang hebat, bukan kelancaran tapi satu hal ini show me Thy glory Lord apakah itu yang engkau minta di dalam keluargamu? Apakah itu yang engkau minta dalam dirimu. Musa meminta show me Thy glory, melihat kemuliaan Allah sedikit saja hidup kita akan berubah, anak kita berubah, suami isteri kita berubah semuanya. Melihat kemuliaan Allah ada satu lagu mengatakan maka seluruhnya yang engkau lihat akan pudar sinarnya.

Kesulitan ketiga adalah yang tadi saya katakan, matahari bersinar terang tetapi tidak ada satu orang buta yang bisa melihatnya. Saya mengatakan kepada Saudara-saudara satu prinsip ini. Kristus luar biasa terang-Nya, Kristus itu luar biasa mulia-Nya, Kristus luar biasa unggul-Nya jikalau kita tidak bisa melihat keunggulan-Nya bukan karena Dia tidak unggul, tidak mulia tapi hati kita buta rohani. Maka selalu minta belas kasihan Tuhan bukakan mataku Tuhan supaya aku bisa melihat Engkau. Bukakan mata suami isteri, anak-anakku. Bukakan mata keluargaku untuk kami boleh melihat Engkau.

Lihatlah Alkitab, mata Allah Bapa terpaku kepada Kristus, Dia menyatakan kepada semua orang yang hadir pada waktu itu inilah anak-Ku yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan. Lihatlah Alkitab, mata Roh Kudus selalu di tujukan pada Kristus. Roh Kudus tidak pernah mengucapkan sesuatu di luar apa yang Yesus Kristus ucapkan. Mata Roh Kudus melihat setiap kalimat-kalimat Kristus dan kemudian Dia membawanya kepada kita mengingatkan seluruh yang Kristus sudah katakan. Lihatlah seluruh penghuni surga, tua-tua itu, malaikat-malaikat itu, berlaksa-laksa, berjuta-juta banyaknya dan mereka melihat di tengah-tengah tahta itu. Wahyu pasal 5:6 menyatakan berdirilah seekor Anak Domba seperti telah disembelih dan lihatlah mata daripada kerumbim itu. Kalau Saudara-saudara melihat the Arch of Covenant, di penutupnya adalah penutup mercy seat kemudian di bawah mercy seat itu adalah loh batu perjanjian di dalam mercy seat itu. penutup mercy seat ada dua kerubim berhadapan satu di kanan dan satu di kiri, lihat apa yang Tuhan nyatakan. Bagaimana orang Israel harus membuat penutup itu, mata kerubim tidak melihat satu dengan yang lain. Tidak lihat kanan kiri, dia harus lihat ke bawah dan itu adalah bicara mengenai pengorbanan Yesus Kristus, perjanjian Allah kepada manusia. Dengarlah Yohanes Pembaptis, Behold, the Lamb of God. Yesaya menyerukan berpalinglah kepada-Ku dan biarkan dirimu diselamatkan. Lihatlah seluruh Alkitab, apa yang mereka katakan kepada kita, lihatlah Kristus, lihatlah satu pribadi dengan dua natur ini. Kalau Allah memberikan anugerah-Nya kepada kita maka kita akan bisa mengatakan persis seperti Yesaya, “Ajaib!” Tidak ada lagi yang saya bisa bicara dan kiranya Roh Kudus mengajarkan kita melihat Dia. Kiranya Dia mengasihani kita.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^