[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

6 December 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Christ's Name Above Every Name (1)

Yesaya 8:21-9:6

Ayat-ayat ini sangat familiar bagi kita khususnya di hari Natal. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita.” Hari-hari ini dan tiap Minggu-nya jikalau Tuhan memimpin maka kita akan mengeksposisi bagian ini. Kita akan membicarakan apa yang disebut sebagai sebutan Kristus di dalam kitab Yesaya ini. Para teolog-teolog mengatakan dengan sebutan ini, Yesus itu menyandang nama di atas segala nama. Yesaya menyatakan Dia Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai. Lima dari nama, lima sebutan yang tidak ada satu manusia pun boleh untuk mendapatkannya. Kita akan melihat secara keseluruhan konteks Yesaya 8, nubuatan yang indah yang Tuhan berikan ini dalam pengertian seperti apa pada waktu itu. Ketika kita melihat ayat-ayat ini kita terbesit berkenaan dengan Natal, khususnya Oratorio Messiah dari Handel. Ketika saudara dan saya melihat atau mendengarkan atau memiliki kesan tentang Natal, apa yang ada dalam pikiran kita? Sesungguhnya ini tidak pernah boleh lepas dari bayi yang kudus itu, Yesus Kristus yang lahir pada hari Natal. Dia adalah perwujudan janji Allah yang sudah ribuan tahun lamanya. Dalam Yesaya 9, Allah menyatakan nubuatan ini. Mari kita meneliti apa yang sesungguhnya ada di dalam nubuatan yang indah ini. Apa konteksnya? Dari konteks itu kita baru akan mengerti ketika kita bicara mengenai Kristus apa yang sama, yang Allah maksudkan untuk kita mengerti.

Salah satu masalah dalam zaman sekarang adalah kita menggunakan kata-kata yang sama dengan Alkitab tetapi sebenarnya pengertian isinya berbeda. Yesaya menuliskan pasal-pasal ini 700 tahun sebelum Yesus lahir. Ayat-ayat ini keluar dari mulut Yesaya sebenarnya pada saat Allah sedang berada di puncak kemarahan-Nya kepada Israel. Allah sungguh-sungguh marah kepada Israel. Lihatlah perikop sebelum dan setelahnya maka saudara akan menemukan kemarahan-kemarahan Allah ada di dalam ayat-ayat ini. Misalnya saja ketika saudara-saudara melihat Yesaya 8: 7- 8, “Sebab itu, sesungguhnya, Tuhan akan membuat air sungai Efrat yang kuat dan besar, meluap-luap atas mereka, yaitu raja Asyur dengan segala kemuliaannya; air ini akan meluap melampaui segenap salurannya dan akan mengalir melampaui segenap tebingnya, serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!” Lihat ayat sesudahnya, Yesaya 9:12-15, “Tetapi bangsa itu tidak kembali kepada Dia yang menghajarnya, dan mereka tidak mencari TUHAN semesta alam. Maka TUHAN mengerat Israel, kepala dan ekor, batang dan ranting pada satu hari juga. Tua-tua dan orang yang terpandang itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta itulah ekor. Sebab orang-orang yang mengendalikan bangsa ini adalah penyesat, dan orang-orang yang dikendalikan mereka menjadi kacau.”

Ketika melihat nubuatan Yesaya yang indah yang tadi kita baca, sebenarnya pada waktu itu Allah berada di puncak kemarahan-Nya. Seluruh Israel Utara dan Selatan seluruhnya berbuat jahat, berbuat dosa di hadapan Allah. Maka Allah membangkitkan Asyur untuk menghabisi Israel. Beberapa tahun kemudian, Tuhan akan melaksanakan nubuatan penghakiman ini. Sebelum kita akan masuk ke dalamnya, ada satu pertanyaan. Apa yang membuat semua ini terjadi? Mengapa orang Israel menjadi sesat? Maka Alkitab mengatakan dengan jelas karena pemimpin-pemimpin mereka adalah orang-orang yang sesat. Baik imamnya, nabinya, rajanya, pembesar-pembesarnya. Semuanya adalah orang-orang yang sesat. Sejak pertama kitab ini ada, Allah sudah mendakwa Israel tentang hal ini. Yesaya 1:10 menyatakan, “Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!” Saudara pikir bahwa umat Allah lebih baik dari kehidupan Sodom dan Gomora? Jawabannya adalah tidak. Allah sendiri menyatakan: Engkau adalah persis seperti Sodom dan Gomora. Di dalam Yesaya 1:23 dinyatakan, “Para pemimpinmu adalah pemberontak dan bersekongkol dengan pencuri. Semuanya suka menerima suap dan mengejar sogok. Mereka tidak membela hak anak-anak yatim, dan perkara janda-janda tidak sampai kepada mereka.” Seluruh pemimpinnya adalah orang yang korup dan seluruh umat mengikuti jalan hidup mereka sampai akhirnya Tuhan benar-benar marah kepada Israel dan ppada tahun 722 sebelum Kristus maka Israel dihancurkan semuanya. Dalam 2 Raja-raja 15:29, menyatakan hal ini, “Dalam zaman Pekah, raja Israel, datanglah Tiglat-Pleser, raja Asyur; direbutnyalah Iyon, Abel-Bet-Maakha, Yanoah, Kedesh dan Hazor, Gilead dan Galilea, seluruh tanah Naftali, lalu diangkutnyalah penduduknya ke Asyur ke dalam pembuangan.” Asyur dipakai oleh Tuhan untuk membasmi Israel Utara. Sepuluh suku itu tidak ada lagi. Asyur adalah bangsa yang luar biasa kejam. Kalau saudara-saudara melihat ada satu bangsa yang besar namanya Babel, maka jikalau Babel itu memenangkan peperangan terhadap satu kota, dia akan membakar, dia akan membunuh beberapa orang. Tetapi tidak semua dibunuh. Mereka akan memilih orang-orang yang pandai dan orang-orang tersebut dirantai dan dibawa ke Babel untuk diubah identitasnya. Makanannya, namanya, bahasanya, tulisannya, seluruhnya diubah. Mereka diharapkan menjadi orang pandai yang melayani Babel. Ini suatu cara untuk menaklukkan satu bangsa dan mengambil benefit untuk Babel sendiri sehingga, ada Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego yang diubah namanya, makanannya, bahasanya. Tujuannya adalah melayani Babel. Babel menjadi maju karena ia mengumpulkan dari seluruh negeri jajahan, orang-orang yang terpandai, terbaik.

Beberapa tahun yang lalu ada orang yang mengatakan demikian: Singapore itu sangat-sangat pandai. Dia mengambil orang-orang terpandai, beberapa dari Indonesia padahal mereka adalah negara yang sangat kecil dan tidak punya sumber daya apapun saja. Tetapi mereka berisi orang-orang yang pandai-pandai bahkan dari berbagai macam bangsa. Yang pandai diikat sedemikian rupa dengan uang, dengan hutang untuk mereka bisa berkontribusi untuk Singapore. Saudara-saudara tahu, kalau kita mengambil beasiswa di Singapore, scholarship 3 tahun, kemudian melayani di sana 7 tahun. Jadi total seseorang tinggal 10 tahun. Masa paling produktif itu diambil oleh pemerintah Singapore. Kurang lebih seperti itu yang Babel lakukan, tetapi Asyur tidak. Asyur kalau masuk ke satu kota, dia akan menghabisi semua orang di sana. Pemimpin-pemimpinnya akan dipenggal seluruh kepalanya, dijadikan sate tombak. Sate kepala di depan pintu-pintu gerbang dipasang sehingga kalau kita adalah orang-orang dari kota itu, kita akan sangat-sangat ketakutan. Sebagian orang-orang dikuliti hidup-hidup. Kemudian bangsa yang dijajahnya harus memberikan upeti. Dan sampai pada saaatnya, maka bangsa yang dijajah itu dipisah-pisah, dibagi-bagi. Dipisah-pisah menjadi golongan-golongan kecil, disebarkan ke seluruh jajahan Asyur. Misalnya, kita semua adalah jajahan Asyur, kita saling kenal, kita adalah saudara, kemudian dari saudara-saudara ada 30 orang pergi ke satu kota yang jauh, 30 lagi pergi ke satu kota, 30 lagi pergi ke satu kota yang jauh. Demikian yang dilakukan Asyur. Ada ribuan orang Israel yang disebar ke seluruh jajahan. Apa yang terjadi setelah itu? Beberapa tahun kemudian mau tidak mau pasti orang-orang yang minoritas ini kawin campur. Maka ketika itu terjadi, maka bangsa itu dengan sendirinya punah. Itu adalah genocide. Itulah sebabnya muncul bangsa Samaria yang Yesus bertemu dengan perempuan Samaria. Kenapa murid-murid mempertanyakan Yesus berbicara dengan perempuan Samaria? Karena bukan saja dia perempuan, tetapi Samaria. Samaria itu artinya bahwa darah orang tersebut bukan Israel lagi; campuran dengan bangsa-bangsa lain. Sehingga saudara-saudara, anak Yakub 12, sepuluhnya Israel Utara. sepuluhnya itu tidak ada lagi. Itulah sebabnya Yesaya 8:21-22 menyatakan, “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan.” Di dalam kegelapan, kekosongan, kelaparan. Mereka berada di dalam kesesakan penderitaan yang menyesakkan, yang sangat-sangat kuatir. Kesuraman menghimpit dan mereka dibuang di dalam kegelapan yang pekat. Seluruh kalimat yang dipakai adalah kalimat kegelapan yang ada di paling dasarnya. Ini adalah satu keadaan yang sungguh-sungguh tidak berpengharapan apa-apa lagi. Yesaya menggunakan kata demi kata menggambarkan seluruh sisinya itu. Seluruhnya itu habis. Satu kata saja untuk membuat kita mengerti sedikit. Siapa yang di sini pernah kelaparan? Saya tahu saudara pernah lapar. Saya tahu kita pernah menahan perut dengan kelaparan. Tapi kelaparan dan lapar itu dua hal yang berbeda jauh. Orang yang kelaparan, apapun, sampah pun akan dimakan. Karena tidak ada pengharapan lagi akan mendapatkan makanan yang baik dan bersih di depan. Mereka sudah putus asa. Orang yang kelaparan, makanan yang hampir basi dan sebelahnya kotoran pun akan dimakan. Ini adalah gambaran dari Israel pada waktu itu. Bangsa yang berjalan dalam kegelapan. Umat yang diam di dalam kelam, yang sangat-sangat gelap. Bukan saja berjalan, dia harus duduk menikmati seluruh kehinaan ini, pada masa Israel direndahkan. Tetapi sesungguhnya yang paling lebih berbahaya di sini adalah kegelapan, dikarenakan Tuhan yang menghukum mereka. Tuhan meninggalkan mereka; dibuang di dalam gelap yang pekat, kabut yang pekat, yang tebal. hSaya berharap saudara-saudara mengerti bagian ini. Kita bisa mengerti kesulitan-kesulitan orang lain dan khususnya di dalam bangsa yang ditinggalkan Tuhan ini. Dulu saya tidak terlalu mengerti. Saya tidak mengatakan sekarang saya sudah banyak mengerti, tetapi ketika ada satu waktu ketika saya mulai sedikit mengerti. Saya kemudian membaca bagian lain dari Alkitab itu saya menangis. Di situ ditulis Tuhan membangun Yerusalem, Tuhan membangun kembali Yerusalem. Tuhan menggumpulkan yang terserak; Tuhan sekarang memperhatikan umat-Nya. Malam hari ketika saya membaca itu, air mata saya berderai-derai. Karena itulah yang diharapkan oleh orang Israel yang berada di dalam kegelapan. Dalam seluruh konteks ini maka kita akan melihat beberapa doktrin dan prinsip hidup yang penting berkenaan dengan Mesias dan hidup kita. Mari kita melihat beberapa hal.

Yang pertama, Signifikansi pribadi Mesias yaitu Kristus, pribadi Kristus yang mengubah dan men-transform hidup manusia. Lihat Yesaya 8:22 dan kita akan mengeksposisinya. Di sini dikatakan kalau dahulu Tuhan merendahkan maka di kemudian hari Ia akan memuliakan. Di dalam bahasa aslinya adalah dahulu ‘former time’ dan kemudian adalah ‘later time.’ Tuhan menghinakan dan kemudian memuliakan; Tuhan merendahkan dan kemudian meninggikan. Apakah Tuhan mengubah dari yang hina itu mulia, dari yang rendah itu tinggi dengan sekejap mata seperti itu? Jawabannya adalah tidak. Karena tindakan Allah mengubah nasib seseorang hanyalah melalui Kristus Yesus. Itulah sebabnya ayat 5 ini berdiri, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita.” Kita sering berpikir bahwa hidup ini nanti akan menjadi baik karena Tuhan yang akan mengubahnya. Itu adalah pikiran orang-orang yang tidak mengenal Allah. Alkitab dengan jelas menyatakan kalau Allah mau memberikan berkat kepada seseorang, kepada umat-Nya khususnya, adalah hanya di dalam Yesus Kristus. Tidak ada satu tetes berkat pun yang Allah berikan bagi dunia di luar Yesus Kristus. Dulu Allah menghinakan mereka, dan sekarang Allah mengangkat tinggi mereka. Tadinya mereka berjalan di dalam kegelapan. Sekarang mereka berjalan di dalam terang. Oh Tuhan bekerja? Maka perhatikan baik-baik. Tuhan bekerja sebab seorang Anak telah lahir bagi kita. Maka di sini ada satu doktrin yang penting: Kristus menjadi titik kunci perubahan hidup manusia. Kristus membalik kutuk menjadi berkat. Di dalam ayat-ayat ini ada beberapa pembalikkan itu. Di dalam Yesaya 9:1 maka ini adalah pembalikkan berjalan di dalam gelap menjadi berjalan di dalam terang. “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.” Ayat yang keduanya adalah pembalikkan dari tekanan tangisan himpitan menjadi sukacita. “Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.” Ingat tadi adalah kelaparan. Sekarang adalah panen. Bicara berkenaan dengan kelebihan, kesuburan, membagi-bagi jarahan. Ini adalah suatu kondisi kemenangan, kondisi kelepasan. Tetapi bukan itu saja, ada pembalikkan antara sesuatu yang ngeri, brutal, perang menjadi damai sejahtera. Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.

Kegelapan adalah karena dosa orang Israel. Tetapi berkat itu adalah karena pekerjaan Allah di dalam Yesus Kristus. Dialah yang membuat nasib hidup kita berubah. Kalau seseorang mau diberkati Tuhan maka orang tersebut pasti akan bertemu dengan Kristus Yesus. Jikalau mau melihat anak cucu kita mendapatkan berkat; mau melihat orang lain diubah hidupnya; kalau saudara melihat seseorang yang berada di dalam kesulitan, kegelapan, dosa, dan segala sesuatu yang najis dan saudara punya hati yang merindukan mereka berubah. Saudara tidak mungkin akan bisa ada kemungkinan yang lain kecuali orang tersebut bertemu dengan Yesus Kristus. Sesungguhnya pribadi Kristus yang ditentukan Allah menjadi pembelah dunia ini. Saudara akan melihat pekerjaan Kristus baik secara vertikal maupun horizontal. Alkitab dengan jelas menyatakan maka Firman Allah tidak kembali dengan sia-sia; Itu akan berbuah. Apa artinya? Firman Tuhan ketika disampaikan itu akan membelah manusia menjadi dua. Yang menerima itu tandanya Allah menyelamatkan dia. Dan yang menolak itu tandanya Allah akan menghakimi dia. Di dalam direction yang lain maka alkitab dengan jelas menyatakan: Anak ini ditentukan untuk merendahkan yang di atas dan menaikkan yang di bawah. Itu adalah efek pekerjaan Kristus secara vertical dan horizontal yang membagi manusia menjadi dua dan memutar nasib dari pada setiap hidup manusia. Respons manusia terhadap pribadi Kristus ini akan menentukan kehidupan manusia tersebut di dunia ini dan di dalam kekekalan; bukan saja dalam kekekalan tetapi juga di dunia ini. Kristus bukan seperti pendiri agama yang lain. Jikalau pendiri agama berbicara, kita boleh neglect, kita boleh ignore; tidak ada masalah dengan kita. Sori ya, maaf ya, saya tidak ikut engkau, saya sudah punya agama kita sendiri. Itu tidak akan berpengaruh apapun saja di dalam kehidupan saya. Tetapi Kristus itu tidak. Apapun respon seseorang terhadap Dia, akan menentukan nasib orang itu. Allah memberkati bangsa. Allah itu memberkati seseorang, Allah membalik nasib seseorang adalah karena Yesus Kristus. Allah menghukum seseorang adalah karena respon-Nya terhadap Yesus Kristus. Yohanes 3:18 menyatakan, “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman.” Kalau saudara mengingat kata ‘Imanuel’, kata yang sering sekali juga pada hari Natal kita bicara:  God with us. Maka kita selalu akan berpikir sekali lagi berkenaan dengan keselamatan. Itu tidak salah, tetapi dalam Yesaya 8:8 yang tadi kita baca maka Imanuel juga merupakan satu tanda penghakiman Allah. “Mereka akan menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!” Biarlah kita boleh semakin hari semakin menyadari bahwa hanya di dalam Kristus sajalah kita mendapatkan seluruh perkenanan dari pada Allah.

Hal yang kedua adalah pengutusan Kristus adalah tindakan tangan Allah yang kuat menolong umat-Nya yang tidak berdaya. Tindakan tangan Allah yang kuat yang menolong umat-Nya yang tidak berdaya. Ada satu ayat yang penting yang hampir terluput dari pandangan kita di sini. Maka lihatlah pasal 9:3b ini dikatakan, “Tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.” Kata ini menunjuk kepada apa? Kata ini menunjuk kepada Hakim-hakim 7. Tuhan mengingatkan Yesaya untuk menulis satu kejadian 400 tahun yang sebelumnya pernah terjadi, yaitu peperangan antara Gideon dengan Midian yang bersekutu dengan Amalek. Ada sesuatu yang sangat menakjubkan dari cerita tersebut. Mungkin saudara berkata adalah karena Gideon yang punya 32.000 tentara kemudian disaring oleh Tuhan menjadi 10.000 dan disaring lagi menjadi 300. Ya itu menakjubkan, karena Gideon akan berperang dengan 300 orang tetapi apakah saudara memperhatikan berapa jumlah musuh Gideon pada waktu itu? Alkitab itu mengatakan musuh Gideon itu, orang Midian, seperti belalang banyaknya. Untanya dan kudanya seperti butiran pasir di laut. Ini adalah peperangan antara 300 orang dengan musuh yang jumlahnya tidak terhitung. Ini bukannya peperangan yang tidak sebanding. Ini no hope. Ini tidak ada harapan menang sedikit pun. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan. Seseorang mengatakan kegelapan sejati bukanlah ketiadaan terang tetapi sebuah keyakinan bahwa terang itu tidak akan datang kembali; kalimat ini sendiri mengatakan no hope.

Ada satu masalah yang besar di dalam hidup manusia. Dan itu masalah kita semua, bahkan kita sendiri anak-anak Tuhan tetap sering mengalami masalah ini. Kita sesungguhnya tidak mengerti keadaan kita sendiri. Alkitab mengatakan bahwa manusia di luar Kristus, tanpa pencerahan Roh Kudus adalah orang yang mati, orang yang buta secara rohani. Kita berpikir kita berjalan di dalam terang. Kita berpikir bahwa kita hidup enak, tidak ada masalah. Kita berpikir bahwa kita kuat, musuh dapat dikalahkan. Kita berpikir bahwa bahkan peperangan bisa kita menangkan sendiri. Kita tidak mengerti kekuatan musuh dan apa sesungguhnya arti bangsa yang berjalan di dalam kegelapan. Apapun saja yang kita baca dalam Perjanjian Lama tentang umat Israel yang berperang melawan musuhnya Tuhan akan mengajarkan prinsip fisik ini untuk rohani kita, satu hal:  You sebenarnya tidak ada harapan. Apa yang kita pelajari ketika kita membaca orang Israel yang dijajah di Mesir dan dikeluarkan dari Mesir, apakah ada harapan melawan Firaun dan tentaranya? Musa adalah bayang-bayang Kristus bukan? Juga di dalam area ini, di dalam kalimat ini, persis seperti Midian. Mari melihatlah apa yang terjadi kepada Gideon! Apakah kita bisa melihat ada kemungkinan untuk kemenangan? Bahkan kita persis seperti orang-orangnya Gideon yang mengangkat senjata dengan 300 orang dengan nasionalis seperti apapun tetapi kita tidak menghitung jumlahnya seperti belalang musuhnya. Pasti tidak ada harapan. Sekali lagi masalah hidup manusia adalah manusia tidak tahu keadaan dirinya sendiri seperti apa. Itulah sebabnya ketika saya merenungkan firman, melihat kehidupan saya, menganggap berbahagia orang yang hidupnya. Itu sebenarnya Tuhan marah dan dibuat sakit. Tuhan marah dibuat rugi karena mau tidak mau dia harus memikirkan hidupnya seperti apa. Kalau hubungan dengan Tuhan tidak beres dan Tuhan marah dengan orang tersebut, persis seperti Tuhan marah kepada orang Israel di sini. Kemudian Asyur didatangkan, meskipun itu sangat-sangat menyakitkan. Tetapi keadaan itu mengugah mereka mencari Allah. Yang paling celaka adalah kalau dari pandangan Allah, Allah menghukum seseorangta, atau Allah murka kepada seseorang, tetapi Allah membiarkan orang tersebut gemuk, sehat, dan lancar; itu sangat berbahaya.

Ketika kita menyadari kita gagal atau sakit atau kita berada dalam kedukaan atau penderitaan, baru kita menyadari bahwa sebenarnya ada something wrong di dalam hidup kita. Itulah sebabnya Alkitab dengan jelas menyatakan berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, dialah yang empunya kerajaan Sorga. Membuat miskin, pengemis dan masa depannya itu, besok dia masih bisa hidup atau tidak, tergantung pada belas kasihan orang lain kepada kita. Di situ ada pembentukan Tuhan dan tidak mudah bagi hidup kita. Kita sulit untuk mengerti kalimat ini ‘apart from Me you can do nothing’ kata Yesus Kristus. Untuk mengerti kalimat itu berarti benar-benar depend on, bergantung. Biarlah Tuhan membukakan mata rohani kita, di dalam kekekalan maupun hidup di dunia. Bukan saja bicara berkenaan dengan keselamatan, tetapi di dalam seluruh kehidupan kita hari demi hari. Bahwa sesungguhnya kita itu no hope! Satu-satunya pertolongan kita adalah dari Tuhan. Sampai kita mengerti titik ini, putus asa kepada diri sendiri maka sampai di sini baru kita bisa berteriak minta tolong kepada Tuhan. Kadang kalau saya lihat orang boleh datang ke gereja, ada yang boleh tidak, jelas sekali tidak sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Saya kadang di dalam hati itu berteriak: Apa kamu tidak tahu bahwa engkau tidak punya harapan? Tetapi tetap orang itu tidak akan berbalik kecuali Roh Kudus membukakan mata rohaninya. Roh Kudus biasa membukakan mata rohaninya melalui penderitaan fisik.

Gideon memenangkan peperangan tanpa harus berperang. Allah yang bertindak dengan tangan-Nya memerangi seluruh musuh Gideon. Seluruh cerita mengenai Mesias ini, berkenaan dengan Gideon adalah berbicara mengenai tangan Allah sendiri yang membebaskan. Tindakan Allah di dalam Kristus Yesus-lah yang menyelamatkan kita, itu adalah tindakan Allah sendiri. Dia mengirimkan Anak-Nya, pribadi kedua Tritunggal ke dalam dunia, lahir menjadi bayi manusia. Natal itu karya-Nya, hikmat-Nya, kekuatan-Nya, jalan-Nya yang melampaui seluruh akal kita. Ini adalah inisiatif-Nya sendiri. Tidak seorang pun manusia berbagian di dalam rancangan keselamatan ini. Karena rancangan dan pekerjaankulah maka kita masuk di dalam dosa, tetapi untuk keluar dari dosa itu inisiatif dan rancangan 100% dari Allah sendiri. Itulah kata anugerah muncul. Seperti Allah memberi kemenangan kepada Gideon melawan orang Midian yang tidak terhitung itu. Allah pula yang memberi keselamatan kepada umat-Nya dari kuasa kegelapan yang tidak terhitung banyaknya. Tanpa tindakan Allah ini tidak mungkin ada keselamatan bagi kita dan tidak ada hal yang baik yang terjadi kepada orang yang berdosa seperti ini.

Hal yang ketiga adalah Kristus diutus Allah untuk memerintah, menguasai, menaklukkan umat-Nya. Tadi disebutkan bahwa kesesatan umat Israel salah satu faktor yang terbesar adalah karena pemimpinnya itu sesat. Maka Tuhan membangkitkan Kristus sebagai pemimpin yang baru. Hal ini pula, teologia ini juga adalah teologi yang paling sering kita singkirkan. Kita selalu berpikir bahwa Yesus Kristus itu adalah Juruselamat, saja. Tetapi saya mau mengatakan kepada bahwa Dia akan menyelamatkan kita kalau kita mau takluk kepada Dia. Hanya di dalam jalan ini saja. Kita tidak bisa mengklaim keselamatan dari Kristus bagi diri kita jikalau kita tidak mau takluk kepada pemerintahan-Nya. Tidak ada status quo. Banyak kita berpikir, oh aku tidak dikuasai oleh kegelapan, tetapi aku juga hidup tidak takluk kok, tidak takluk di bawah Kristus. Aku itu hidupnya setengah-setengahlah, suam-suam kuku. Tetapi itu tidak ada di dalam Alkitab. Kalau tidak hidup sepenuhnya bagi Kristus, sungguh-sungguh bagi Kristus, itu berarti kita berada di dalam kegelapan, apapun saja pendapat kita. Yesaya 9:5 memunculkan prinsip ini: Lambang pemerintahan ada di atas bahunya. Ayat 6: Besar kekuasaan-Nya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas tahta Daud dan di dalama kerajaan-Nya, karena Ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan. Ini bicara mengenai apa? Ini bicara mengenai pemerintahan. Kristus diutus oleh Allah kepada kita untuk menaklukkan kita. Sekali lagi kita tidak bisa lepas dari kegelapan dan apa yang ada di dalamnya tanpa dikuasai, ditaklukkan dan diperintah oleh Yesus Kristus. Di dalam Kristus Yesus saja ada kemerdekaan. Kemerdekaan, kebenaran, damai sejahtera dan seluruh berkat terang itu jika dan hanya jika kita berada di dalam penguasaan-Nya! Di dalam ketaatan kepada Firman-Nya. Ini adalah kebenaran rohani, fakta rohani. Saudara dan saya diselamatkan atau tidak bukan berdasarkan pada opini kita. Saya mengatakan satu kalimat ini sebagai gembala dengan takut dan gentar. Dan mari kita berpikir khususnya di dalam akhir tahun ini. Saya mau bertanya sungguh-sungguh; apakah saudara sungguh-sungguh di dalam Kristus? Apakah benar hidup kita yang satu kali ini pernah didedikasikan di atas mezbah untuk dipakai oleh Kristus, sesuka-suka Dia? Atau kita sedang bermain-main agama? Boleh ke gereja boleh tidak, boleh pelayanan boleh tidak, boleh kasih perpuluhan boleh tidak, boleh kasih persembahan boleh tidak, boleh ikut boleh tidak, terserah aku punya hidup sendiri. Pokoknya aku menempelkan nama Kristus di dalam hidupku, aku Kristen.

Gelap menjadi terang itu ada di bawah pemerintahan Kristus. Kalau itu tidak ada, kita berada dalam gelap, apapun saja pendapat kita. Mari kita melihat dalam Yohanes 8:31-36, begitu jelas. Mari kita membaca bersama-sama,”Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya:”Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Jawab mereka:”Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Kata Yesus kepada mereka:”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” Lihat prinsipnya, orang-orang Yahudi berpikir ada status ‘antara’, status ‘quo’ tepatnya. Adalah hamba dosa, orang-orang kegelapan, orang-orang yang diikat, orang-orang yang berjalan dalam kegelapan, dan orang-orang yang mengabdikan diri kepada Kristus yang taat kepada firman-Nya. Saya tidak ikut di sana tentu, saya tidak mabuk-mabukkan, saya tidak main pelacur. Tetapi aku juga tidak di sini, aku anaknya Abraham. Yesus mengatakan, tidak! Kalau engkau tidak dalam firman-Ku, engkau pasti di dalam dosa. Perhatikan kata ‘kalau engkau ada dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.’

Saya tanya kepada siapa yang berani mengatakan; aku benar-benar murid Kristus, aku tidak bercabang, aku sungguh-sungguh hidup di bawah pemerintahan-Nya, aku tidak bermain-main dengan kekristenan, aku sungguh-sungguh mau pergi ke gereja dan dipakai hidupku untuk Tuhan, aku sungguh-sungguh mau membaca dan untuk mentaati Firman-Nya. Pernah ada di dalam satu waktu hidupku aku mendedikasikan seluruh hidupku dan apapun yang akan terjadi di depan untuk kemuliaan Kristus. Aku sungguh-sungguh mau menyerahkan, bahkan uangku dan seluruhnya untuk Kristus. Hidupku cuma satu kali dan aku mau dipakai oleh Kristus sepenuhnya, sehabis-habisnya. Saya tanya, siapa yang berani angkat tangan untuk hal ini? Saya yakin ada. Tetapi saya juga yakin banyak orang bermain-main bahkan di dalam gereja ini. Kalau saudara tidak memiliki kesungguhan hati, artinya saudara berada di dalam kegelapan. Tetapi lebih celakanya adalah saudara berada di dalam kegelapan tetapi di dalam kelancaran. Saudara bahkan tidak bisa meneteskan air mata untuk jiwa saudara yang berada di dalam bahaya seperti itu. Di luar Kristus tidak ada perubahan nasib. Ketika berbicara ‘di dalam Kristus’ artinya Kristus yang memerintah hidup kita sepenuhnya. Hidup bersama dengan Kristus adalah berikan semua atau tidak sama sekali. Tidak ada status quo. Tidak ada saudara bisa menerima Yesus sebagai Juruselamat, tetapi tidak mau menjadikan Dia adalah Tuhan. Sekali lagi sebagai perenungan pada akhir tahun, perhatikan jikalau seseorang tidak sungguh-sungguh adalah suatu tanda saudara sebenarnya meragukan apakah kita orang yang diselamatkan? Saya tidak katakan bahwa orang yang sungguh-sungguh tidak bisa jatuh dalam dosa. Abraham jatuh dalam dosa, Paulus jatuh dalam dosa, Petrus setelah terima Kristus pun jatuh dalam dosa, Daud jatuh dalam dosa. Tetapi mereka selalu memiliki kesungguhan. Mereka bisa jatuh dalam dosa, tetapi saudara berpikir sama ya kita juga jatuh dalam dosa, sama ya. Tidak. Mereka pernah bisa menunjuk satu hari, aku menyerahkan seluruh hidupku kepada-Mu, Kristus.

Sekarang hal yang keempat. Yesaya 8 mengajarkan, kehadiran Kristus adalah berkat bagi semua bangsa. Perhatikan pasal 8:23: “Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.” Bukankah seharusnya tanah Zebulon dan Naftali itu yang direndahkan, maka Tuhan melalui Mesias, melalui Kristus akan meninggikan mereka. Tetapi ternyata di sini dikatakan bahwa kemuliaan akan menggelombang dan akan menyebar sampai bergerak kepada seluruh bangsa, Gentiles. Apa yang kita ingat dari kata-kata ini? Berkat Allah kepada Israel dan kepada Gentiles. Maka di dalam poin ini adalah berbicara berkenaan dengan berkat Abraham. Abraham dijadikan bangsa terpilih, itu artinya Tuhan berjanji sendiri kepada dia, ada providensia khusus kepada dia. Tetapi intinya adalah bukan untuk dinikmati, tetapi akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa. Bukan saja Zebulon dan Naftali yang akan ditinggikan, tetapi berkat Mesias sampai kepada bangsa-bangsa. Alkitab menyatakan di tempat yang lain, terlalu sedikit bagi-Mu untuk Engkau menjadi berkat hanya bagi Israel. Maka bangsa-bangsa akan menunggu berkat-Mu, terang-Mu hai Mesias. Yesus Kristus mengatakan, ada lagi pada-Ku domba-domba lain yang bukan dari kandang ini, domba-domba itu harus Ku tuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu Gembala. Di dalam Matius 4, saudara akan menemukan kisah bagaimana Yesus Kristus berkhotbah kepada tanah Zebulon dan Naftali, kepada bangsa-bangsa lain. Menggenapi Yesaya 8,9 ini bukan saja untuk Naftali dan Zebulon, tetapi kepada bangsa-bangsa lain. Itulah sebabnya saudara dan saya berada di tempat ini. Kalau kata terakhir ini tidak ada, kalau kata ‘wilayah bangsa-bangsa lain’ ini tidak ada, saudara tidak akan bisa membaca Alkitab. Saudara tidak akan ada di sini, saudara dan saya ada di sini karena kata ini dimunculkan oleh Allah. Allah menggenapinya. Kristus itu datang bukan untuk memberkati Israel, Kristus datang untuk memberkati seluruh bangsa termasuk saudara dan saya. Maka ini adalah satu prinsip saudara, apapun bangsanya apapun keturunannya sakali lagi untuk membalik keadaan seseorang haruslah melalui Kristus Yesus. Kristus adalah Juruselamat bukan untuk satu golongan tetapi untuk semua manusia dari setiap suku, bangsa, bahasa apapun saja. Dia satu-satunya yang bisa membalik keadaan seseorang dan tidak ada harapan apa pun bagi manusia selain daripada Kristus Yesus. Itulah sebabnya kita harus mengerti prinsip ini dan saya minta, berdoalah bersama-sama dengan saya untuk mengajar isi hati Allah dan isi hati Allah di hari Natal, selain berbicara berkenaan dengan Anak-Nya adalah misionaris. Natal bukan berbicara mengenai pohon natal, bukan berbicara berkenaan lampu natal. Itu semua tidak ada hubungannya dengan Natal. Bahkan jikalau saudara-saudara membaca buku-buku Puritan, mereka sama sekali tidak membahas sedikit pun berkenaan dengan Christmas ini, mereka tidak mau memakai acara-acara Christmas seperti ini. Ketika bicara mengenai Natal bagi orang Puritan adalah kemanusiaan Kristus. Kalau Tuhan pimpin maka beberapa minggu ke depan saya akan berbicara mengenai kemanusiaan Kristus, karena ini adalah rahasia kesalehan, demikian kata Alkitab. Ketika kita berbicara mengenai natal biarlah kita memfokuskan kepada Kristus Yesus bukan kepada yang lain. Kalau saudara mau memfokuskan hal yang lebih daripada Yesus Kristus, fokuskan satu hal: misionaris. Karena misionari adalah jabatan Kristus sebelum Dia bisa menjalankan jabatan sebagai Imam, Raja dan Nabi. Sebelum Dia melakukan jabatan menjadi Gembala, Dia harus menjadi misionaris. Sebelum Dia naik ke atas kayu salib, Dia harus menjadi misionaris. Dan biarlah kita boleh memiliki hati seperti ini. Minta kepada Tuhan, dan kalau Tuhan memberikan ini adalah hak istimewa bagi gereja Tuhan. Kristus bukan milik dari satu golongan, Kristus adalah milik dari seluruh bangsa. Saudara mengerti hal ini maka kita harus bergerak kepada seluruh bangsa.

Terakhir hal yang kelima adalah kehadiran Kristus di hari Natal adalah cinta Allah kepada umat perjanjian-Nya. Kehadiran Kristus adalah cinta kepada umat-Nya. Saudara-saudara di Yohanes 3:16, tanda Allah mengasihi saudara dan saya adalah kalau saudara dan saya dapat menerima Kristus. Jangan berpikir Tuhan tidak mencintai aku karena aku belum bisa beli mobil. Tuhan tidak mencintai aku karena aku sakit. Tuhan kurang mencintai aku karena aku tidak punya rumah. Itu orang di gereja itu sudah punya rumah, aku belum. Alkitab mengatakan apakah penindasan, ataukah kelaparan, ataukah telanjang, ataukah penganiayaan, apa pun saja tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus. Kalau Dia sudah memberikan Kristus kepada kita, apalagi yang akan ditahan-Nya? Maka itu cinta kasih Allah. Dalam Yesaya 9:6b, “Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.” Di dalam perikop ini, saudara akan menemukan apa yang mendorong, menyebabkan Allah mengirimkan Kristus untuk menyelamatkan umat-Nya, maka ayat 6b menyatakan, “Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.” Zeal of the Lord. Saudara, NIT mengatakan ini merujuk kepada komitmen yang intens dari Allah dan cinta yang besar dari Allah kepada umat-Nya. Yang mendorong Allah untuk membela, melepaskan mereka dan untuk memenuhi janji-Nya dari Abraham, Ishak dan Yakub. Allah memegang perjanjian, dan Allah mengasihi umat perjanjian-Nya. Dalam diri-Nya bergejolak cinta seperti itu. Itu mendorong Dia untuk membela umat-Nya. Untuk melepaskan umat-Nya dari kegelapan, dengan mengirimkan Anak-Nya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus datang ke dalam dunia ini untuk menggenapi perjanjian-Nya kepada Abraham, Ishak, Yakub, Daud dan seluruh keturunan Israel. Dia adalah Allah yang memegang erat perjanjian dengan kita, Dia adalah Allah yang mengasihi gereja-Nya. Mari belajar, meskipun kita jatuh bangun, belajar untuk menghormati Allah dengan memegang perjanjian. Perhatikan, Allah dan kita perjanjian-Nya dibuat di dalam Yesus Kristus. Bagaimana kita bisa memegang perjanjian ini? Adalah belajar untuk menaati Firman. Dengan bahasa yang lain, belajar untuk hidup suci. Amos 3:3 menyatakan seperti ini, “Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?” Allah sudah berjanji kepada kita, dan Allah memegang perjanjian itu. Dalam Kristus, kita diangkat menjadi anak-Nya untuk berjalan bersama-sama dengan Dia. Biarlah kita boleh menghormati perjanjian dengan Allah ini, berjalan di dalam kekudusan.

Saya teringat akan satu hal yang pernah ditulis oleh seseorang di dalam bukunya. Buku ini berbicara berkenaan dengan Union with Christ, salah satu topik yang paling dasar yang disukai oleh orang-orang Puritan. Dalam buku itu dikatakan bahwa Union with Christ dan ini adalah prinsip dari reformed memang, Union with Christ terdiri dari dua hal yang dijadikan satu yaitu justification dan sanctification. Justification adalah pengudusan di dalam status. Sanctification adalah pengudusan di dalam proses. Inti Union with Christ adalah ikatan Allah kepada kita melalui Yesus Kristus untuk kita boleh makin lama makin disucikan. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan, tanpa kesucian tidak ada seorang pun yang bisa melihat Allah. Kemudian orang tersebut ditanya berkenaan dengan kesucian, kekudusan. Dia mengatakan kekudusan itu persis seperti saya mengajar anak saya. Ditanya untuk apa kekudusan itu? Dan ia mengatakan itu persis seperti saya mengajar anak saya main sepeda. Anak saya yang paling kecil belum bisa bersepeda lalu main sepeda, terus kemudian digoes lalu jatuh, lalu dijalankan lagi jatuh dan terus begitu. Tapi akhirnya makin lama makin bisa. Untuk apa saya melatih dia bersepeda? Apakah untuk suatu hari untuk membeli susu di toko sebelah grocery itu? Ya mungkin. Apakah suatu hari ketika dia remaja bisa menjadi orang yang membagi-bagikan koran di sekeliling rumah di sini dan mendapatkan penghasilan tambahan? Ya mungkin. Tetapi sesungguhnya saya kasih tahu kepadamu, kenapa saya melatih anak saya yang kecil itu untuk bisa bersepeda? Supaya suatu hari dia bisa bersama-sama dengan kami pada hari Minggu dan hari libur bersepeda bersama-sama dan menikmati terpaan angin di pantai yang begitu nikmat yang kami nikmati sebagai satu keluarga. Kami bisa bersepeda bersama-sama. Untuk apa Kristus diberikan kepada kita? Untuk kita tidak boleh melakukan ini, boleh lakukan itu? Ya ada aspek itu. Untuk kita boleh hidup bagi Dia? Ya tentu ada bagian itu. Tetapi apa sesungguhnya yang paling mendasar Kristus diberikan kepada kita? Untuk pergi ke sorga? Ya ada itu. Tetapi itu bukan yang paling fundamental yang ada di dalam isi hati Allah. Kenapa Kristus diberikan kepada kita? Supaya saudara dan saya bisa berjalan bersama dan menikmati hidup di dunia ini. Berjalan bersama dengan Allah, walk with God setiap hari. Menikmati hembusan angin setiap hari, sehingga kita boleh mengerti apa itu to glorify Him and to enjoy Him forever. Kecemburuan Allah itulah yang melakukan semua ini. Kiranya kita boleh menikmati Dia. Untuk itulah Natal itu ada. Untuk itulah Mesias, bayi itu ada. Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita. Nikmatilah di dalam Kristus berjalan bersama dengan Allah di dalam perjanjian-Nya.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^