[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

29 November 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Bagaimana Merenungkan Jalan Providensia Allah (12)

1 Korintus 10:13

Kita terus memikirkan mengenai apa yang terjadi dalam hidup kita karena sesungguhnya providensia Allah bekerja di dalam hidup kita masing-masing. Kita sudah berbicara mengenai providence Allah dalam hidup kita pada waktu kita lahir, pada waktu kita lahir baru, pada waktu kita mendapatkan pekerjaan, keluarga dan seluruh pemenuhan kebutuhan. Sekarang kita masuk di dalam satu pekerjaan Allah yang jarang kita bisa lihat tetapi sebenarnya suatu pekerjaan Allah yang besar sekali dalam hidup kita. Apa yang akan kita lihat pada pagi hari ini? Yaitu pemeliharaan Allah yang menjagai kita dari usaha-usaha pencobaan dan pemeliharaan Allah yang membawa kita bertumbuh makin dalam di dalam pengudusan. Tidak terhitung banyaknya pemeliharaan Allah yang menyelamatkan kita dari kejatuhan di dalam dosa-dosa, khususnya yang fatal. Setan berusaha mencoba kita. Setan berusaha untuk menjatuhkan kita dengan temptation demi temptation dan Allah memberikan perlindungan khusus kepada kita Gereja-Nya. Di dalam 1 Korintus 10:13 dikatakan: “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Ini adalah ayat yang penting, tapi sebelum saya bicara berkenaan dengan ayat ini, saudara perhatikan: God is faithful. Saudara lihatlah, kemenangan kita adalah bukan kekuatan kita, kemenangan kita adalah kasih setia Tuhan kepada kita. Ketika bicara mengenai God is faithful, bicara mengenai kesetiaan, itu berarti bicara berkenaan dengan covenant. Sebelum saudara dan saya menikmati janji-janji Tuhan ini, pastikan satu hal terlebih dahulu pada pagi ini. Kembali lagi saya bertanya kepada saudara-saudara, “Apakah kita adalah orang Kristen yang sejati? Apakah kita adalah orang-orang yang mendapatkan perjanjian dengan Allah di dalam Kristus Yesus? Apakah kita orang yang mengerti bahwa penebusan Kristus Yesus di atas kayu salib adalah menebus dosa-dosaku? Apakah sungguh ada Roh Kudus yang bekerja di dalam hati kita?” Saya tidak bisa menghibur saudara, ini adalah sesuatu yang saudara dan saya harus pertanyakan kepada diri kita masing-masing. Bukan karena saudara pergi ke gereja maka ayat ini berlaku bagi kita. Bukan karena saudara ber-KTP Kristen maka ayat ini berlaku bagi kita. Ayat ini berlaku adalah berbicara mengenai Allah yang setia dan kesetiaan itu adalah satu terminologi bicara berkenaan dengan covenant.

Dulu, pada waktu orang-orang Puritan berkhotbah, satu hal yang paling ditakuti oleh mereka adalah ada jemaat-jemaat yang mungkin banyak yang bukan milik Kristus sebenarnya. Pada waktu itu seluruh England adalah Kristen. Itu negara Kristen. Tetapi tidak berarti bahwa semua orang itu adalah Kristen yang sejati. Tidak berarti bahwa mereka adalah orang-orang yang mengenal Kristus Yesus yang diutus oleh Allah Bapa di surga. Dan sekarang saya bertanya kepada saudara-saudara sekalian di sini. Sekali lagi kalimat ini berkali-kali muncul dari mimbar ini. Saya mengajak engkau melakukan self intropection. Tidak peduli berapa lama kita menjadi orang Kristen, tidak peduli berapa sering kita pergi ke gereja, tidak peduli simbol-simbol agama apa yang pernah kita lakukan, pertanyaannya adalah satu, hanya satu saja: “Apakah hidup kita sungguh-sungguh sudah diberikan seluruhnya kepada Kristus, Dia menjadi raja kita atau tidak?” Jikalau itu tidak ada, kita bukan orang perjanjian. Saudara mau berteologia Reformed, saudara mau masuk GRII sekalipun, kita bukan orang perjanjian. Alkitab dengan jelas menyatakan kita tidak bisa menyebut Yesus Kristus adalah Juruselamat kita kalau kita tidak merajakan Dia. Saudara tidak bisa mendapatkan keselamatan itu jikalau kita tidak meletakkan hati kita, kepala kita, hidup kita di bawah pemerintahan-Nya. Tetapi kalau kita sudah sungguh-sungguh menyerahkan hidup kita di bawah kaki Kristus Yesus, Dia menjadi raja kita, Dia yang mengatur hidup kita, Dia berjanji kepada kita bahwa Dia itu setia adanya. Sehingga pada waktu kita dicobai, Dia akan memberikan kepada kita jalan keluar sehingga kita dapat menanggungnya. Terimalah Kristus! Terimalah Kristus sebagai raja dalam hidup kita. Taklukkan hidup kita, hatimu, di bawah pemerintahan-Nya. Dia adalah Tuan kita. My master, my Lord, my King dan itu adalah arti sesungguhnya. Di sini dikatakan, bagi orang-orang di dalam Kristus Yesus yang sungguh-sungguh menjadi milik Allah adalah janji bahwa Allah memberikan jalan keluar dari kuasa dan usaha-usaha pencobaan yang sangat kuat, sehingga kita dapat menanggung beban pencobaan tersebut, sehingga kita mampu untuk tidak jatuh dalam dosa. Dan dengan cara apa Tuhan akan menjagai kita untuk kuat menghadapi dosa dan tidak masuk ke dalamnya? Dengan dua hal. Yang pertama adalah internal dan kedua adalah eksternal. Saya akan jelaskan satu persatu.

Pertama, secara internal maka Tuhan memberikan Roh-Nya hidup di dalam hati kita, yaitu Roh Kudus. Roh Kudus itulah yang membawa kecondongan hati kita untuk menyukai kesucian dan melawan kedagingan. Galatia 5:16-18 menyatakan dengan jelas hal ini: “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.” Saudara-saudara dikatakan bahwa Roh Kudus bekerja melawan kedagingan kita. Kedagingan itu berbeda dengan tubuh. Tidak ada masalah dengan tubuh kita. Tidak ada yang salah dengan tubuh kita. Allah di surga menciptakan manusia satu ciptaan dengan 2 natur yaitu tubuh dan jiwa, dari tanah dan dari nafas-Nya Tuhan. Ketika manusia sudah diciptakan, Tuhan mengatakan sungguh sangat baik. Tidak ada yang salah dengan tubuh kita. Kedagingan itu tidak sama dengan tubuh, bahkan Alkitab mengatakan bahwa Tuhan akan memakai tubuh kita sebagai bait Roh Kudus. Tuhan menyatakan, “Muliakan Tuhan dengan tubuhmu!” Sekali lagi kedagingan tidak sama dengan tubuh. Jadi saudara dan saya jangan menyalahkan tubuh kita, tetapi perhatikan musuh kita adalah kedagingan kita.

Saudara-saudara, kata daging dipakai di dalam Alkitab untuk menggambarkan apa? Untuk menggambarkan satu hal ini yaitu prinsip natur yang corrupt di dalam diri kita – ‘Sinful Nature’. Suatu kontras arah hati yang berdosa yang berlawanan dengan Roh Kudus. Sinful nature karena hati kita corrupt karena dosa. Selalu membawa kepada inklinasi, kecondongan menyukai hal-hal yang bukan dari Allah. Saudara-saudara, maka Roh Kudus diberikan oleh Allah di dalam hati seseorang yang sudah dilahirbarukan. Roh Kuduslah yang membuat natur corrupt kita ini tidak bisa melakukan apa yang dia mau lakukan. Orang yang tidak memiliki Roh Kudus, meskipun itu orang Kristen, maka dia memiliki satu kondisi yaitu dirinya dikuasai oleh dosa. Tetapi ketika Roh Kudus itu ada di dalam diri dia, Alkitab menyatakan bahwa engkau tidak lagi di bawah kuasa dosa. Tetapi kita perlu untuk mau rela dipimpin oleh Roh Kudus. Roh Kudus tidak pernah akan memaksa kita. Kitalah yang harus merelakan diri kita di bawah pemerintahan Roh Kudus. Di dalam Roma 8:13 dikatakan: “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu kamu akan hidup”. Saudara perhatikan ini adalah satu ayat yang penting, kalau Tuhan pimpin suatu hari kami dapat mengeksposisinya. Ini adalah ayat berkenaan dengan rahasia mematikan dosa.

Orang-orang Puritan mengatakan, John Owen mengatakan, “Matikan dosa atau engkau akan dimatikan oleh dosa.” Bagaimana kita mematikan dosa? Siapa yang mematikan dosa? Saudara perhatikan, siapa yang mematikan dosa? Saya! Kita! Bukan Roh Kudus! Yang mematikan dosa itu kita. Kamu yang mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu maka kamu akan hidup. Tetapi kita tidak punya kemampuan menghadapi dosa, pasti kalah. Maka di sini dikatakan ‘tetapi jika oleh Roh Kudus’. Jadi Roh Kudus memberikan kepada kita kuasa untuk kita mematikan perbuatan-perbuatan dosa. Bukan Roh Kudus yang mematikan, tetapi kita yang mematikan dengan bantuan mutlak dari Roh Kudus. Dengan apa Roh Kudus akan membantu kita? Tentu Dia akan memberikan kepada kita kuasa untuk mematikan, tetapi satu hal yang penting adalah Dia akan membawa inklinasi hati kita menuju kepada kekudusan Allah. Kita akan menyukai kesucian Allah. Satu masalah utama di dalam dosa, saudara perhatikan dosa yang kita lakukan, saya lakukan, saudara lakukan, kenapa tidak bisa lepas? Karena kita memang tidak mau lepas. Kita mencintai, mengasihi dosa itu. Tim Challies mengatakan ada dosa-dosa yang sifatnya itu favorit – ‘Pet Sins’. Peliharaan. Itu masalah utama. Jadi kita mengasihi, dan ini tidak bisa diubah kecuali Roh Kudus membawa inklinasi kita, hati kita, mengasihi sesuatu yang lain. Masalah dosa adalah masalah kecondongan hati kita. Itulah sebabnya saudara tidak bisa membereskan dosa dengan peraturan. Anak kita nonton video porno, supaya dosa ini tidak merajalela saya kasih CCTV, begitu kena saya langsung pukul, ambil semuanya. Pasti saudara-saudara ambil semua video pornonya, tetapi saudara tidak bisa membereskan karena dosa itu bukan berbicara berkenaan dengan video pornonya, dosa itu berbicara berkenaan dengan inklinasi hati kita atau hati anak kita selalu menuju ke sana. Itulah yang perlu kita menangis. Itulah yang membuat kita berair mata, kita tidak tahu siapa yang bisa melepaskan kita. Itu inti parenting. Itu inti mematikan dosa dalam diriku. Kalau Tuhan tidak mengubah aku mencintai sesuatu yang jauh lebih daripada yang hina ini, bagaimana aku bisa lepas dari dosa ini? Saudara pikir ini masalah sederhana? Tapi Roh Kudus yang tinggal di dalam hati kita, Dia-lah yang memberikan keinginan hati kita untuk menghancurkan dosa itu dan Dia juga yang akan menolong kita melakukan peperangan dan pembunuhan terhadap dosa.

Yang kedua bagaimana cara Allah menghancurkan kekuatan temptation adalah melalui providence.Providence adalah sesuatu pekerjaan Allah di luar kita. Sekali lagi saya ingin mengingatkan mengenai John Owen dan beberapa orang Puritan yang mengatakan hal yang sama. John Owen mengatakan begini, “Seseorang jatuh ke dalam dosa, kenapa bisa jatuh dalam dosa? Selalu ada 2 hal, dan kalau dua hal ini bertemu tidak ada orang yang bisa lepas, pasti berdosa. Dua hal itu apa? Pertama adalah hatinya ingin. Kedua adalah ada kesempatan.” Mari kita pikir kenapa kita tidak jatuh di dalam dosa ini?

Pertama, saudara lihat ada keinginan atau tidak. Kalau saudara tidak ada keinginan untuk dosa yang ini, saudara-saudara tidak akan jatuh di situ meskipun ada kesempatan. Tetapi pikirkan yang lain, saudara ingin atau tidak? Dalam hal ini saya ingin. Kenapa tidak jatuh? Karena belum ada kesempatan. Tetapi begitu nanti dibuka kesempatan, saudara langsung akan memilih ini. Maka dengan prinsip ini saudara melihat Alkitab. Bagaimana sekarang Tuhan menggagalkan usaha temptation itu? Yang pertama adalah keinginan itu diubah melalui Roh Kudus yang tadi telah kita bicara.

Kedua, kesempatan itu ditahan dengan penghalang. Itu adalah providence of God. Saudara perhatikan, providence of God-lah yang menghalangi dosa itu merajalela di dalam hidup kita dan di dunia ini. Mari kita sekarang pikirkan dunia ini dan bagaimana cara kerja dosa itu. Sekali lagi, dosa mulai daripada hati manusia, dan kalau orang itu tidak mengenal Kristus bukankah dia tidak memiliki Roh Kudus? Lalu hatinya itu penuh meluap dengan kejahatan seperti banjir karena natur itu tidak bisa ditahan. Tetapi apa yang bisa membuat dunia ini tidak serta merta semua orang fasik itu bisa melakukan seluruh kejahatan adalah providence of God yang menghalangi, membatasi. Di dalam case misalnya seperti bahtera Nuh, Alkitab mengatakan pada waktu itu semua manusia sudah berbuat sangat jahat dan apa yang bisa membatasi itu? Allah kemudian menghabisi sebagian besar manusia dan memunculkan satu keluarga yang baru, recreation. Suatu hari ada dua tamu di rumah Lot dan orang-orang Sodom itu datang ke rumah Lot dan berkata, “Keluarkan tamu itu, kami akan memakainya.” Artinya, kami akan melakukan seks kepada dia. Ini vulgar sekali, menjijikkan sekali bukan? Dan bagaimana Allah involve? Yaitu membuat orang-orang itu semuanya buta. Kalau detik itu Tuhan tidak bekerja dengan providensia-Nya, saudara lihat kejahatan itu muncul luar biasa besar. Saudara-saudara, di dalam dunia ini tidak terhitung banyaknya orang jahat yang ingin melakukan kejahatannya. Tetapi tangan Allah yang kuat menahan sehingga tangan orang-orang jahat tidak mampu melakukan kejahatannya. Ayub 5:12 menyatakan: “Ia menggagalkan rancangan orang cerdik, sehingga usaha tangan mereka tidak berhasil.” Tetapi sekali lagi bukan saja orang fasik, orang Kristen terbaik sekalipun tetap memiliki sifat alami korupsi dosa ini di dalam hatinya. Dan Allah dengan providensiasi-Nya itu bekerja untuk menyetop daripada langkah jalan kita menuju kepada dosa dan kejahatan.

Di dalam 1 Samuel 25, saudara menemukan kisah mengenai Nabal, Daud dan Abigail. Daud pada waktu itu di Carmel dan karena mereka berkemah di situ mereka sekalian juga melindungi keluarga Nabal. Suatu hari Daud memerlukan sesuatu dan meminta untuk itu dari Nabal. Mungkin makanan, mungkin minuman, mungkin mantel dan Nabal kemudian menolak mentah-mentah dan menghina-hina Daud. Daud sangat marah. Dia mempersiapkan pasukannya untuk menggempur keluarga Nabal dan seluruh kota itu. Satu keinginan Daud yaitu Nabal harus mati. Tetapi Abigail, istri Nabal, setelah mengetahui berita ini, dia cepat-cepat pergi ke pasukan Daud dan berjumpa dengan Daud. Dengan muka sampai di tanah, dia memohon pengampunan dari Daud dan meminta untuk Daud menyetop untuk tidak melakukan hal ini. Saudara-saudara tahu apa yang dikatakan oleh Daud? Daud tahu, ini adalah providensia Allah. Orang ini dipakai oleh Allah untuk menghentikan jalannya supaya tidak berbuat dosa lebih. Di dalam 1 Samuel 25:32-34, ayat 34 mengatakan: “Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah aku dari pada berbuat jahat kepadamu - jika engkau tadinya tidak segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang laki-lakipun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing”. Pikirkan serius kebenaran ini saudara-saudara! Natur kedagingan kita selalu mendesak kita untuk berdosa, pada saat yang sama providence Allah menjagai kita dari kejatuhan lagi terhadap dosa-dosa. Karena sesungguhnya hidup kita adalah seperti apa yang Yakobus katakan: “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri karena ia diseret dan dipikat olehnya.” Persis seperti pemazmur mengatakan: “Sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.”

Saudara-saudara, begitu banyak kerusakan yang tinggal dalam seorang Kristen terbaik sekalipun. Jikalau providensia Allah tidak memelihara kita lebih daripada apa yang dapat kita lakukan, maka meskipun kita adalah orang Kristen terbaik sekalipun, seandainya ada kita yang bekerja untuk menjagai hati kita, melihat jalan-jalan kita, tetap kita akan makin banyak berdosa kalau providensiasi Allah tidak menjagai kita. Karena apa? Karena dosa itu lebih licik daripada apa yang kita pikirkan, lebih licik daripada apa yang dapat kita duga. Kita ditipu oleh hati kita sendiri. Maka jikalau providence of God itu tidak meletakkan penghalang-penghalangnya di depan jalan kita, maka tanpa hambatan kita pasti akan masuk ke dalam pencobaan tersebut dan makin mencemari hidup kita dengan dosa. Saudara-saudara tentu ingat akan satu kalimat ini, coba perhatikan kalau saudara mengatakan, “Aku tidak bisa percaya sama orang itu.” Saudara harus mengerti, satu pribadi yang saudara tidak bisa percayai lebih daripada orang itu adalah diri kita sendiri. Diriku sendiri. Sekali lagi. Kalau saudara tidak bisa mempercayai orang lain, itu hak saudara, itu hak kita. Tetapi saudara harus mengerti satu pribadi yang lebih tidak bisa dipercayai daripada dia adalah diriku sendiri, karena di dalam diriku ada dosa. Ada sinful nature. Dan sinful nature itu bisa berjalan belak-belok tanpa kita itu bisa memprediksinya. Kita harus minta tolong kepada Tuhan dan menjagai diri kita.

Sekarang, mari kita pikirkan bagaimana Tuhan menjagai kita? Saya sudah berbicara mengenai dua hal ini, Tuhan akan mematahkan siasat setan dan temptation-nya, pertama adalah dengan Roh Kudus yang ada di dalam hati kita dan kedua dengan providensia yang ada di luar kita. Sekarang kita akan melihat bagaimana Allah memakai providence itu dalam cara-cara seperti apa:

Hal ke-1 adalah sering sekali Allah mencegah kita berbuat dosa yaitudengan memberikan pengertian-pengertian rohani tentang pandangan Allah seturut dengan Firman Allah. Spiritual insight melalui Firman Allah bagaimana Allah mendefinisikan kita dan seluruh lingkungan kita. Mazmur 73 sering sekali kita bahas di sini. Pemazmur sangat geram dan tidak bisa menerima orang fasik yang hidupnya itu sangat sehat dan lancar, dan dirinya berada dalam kesusahan, kemalangan, dan di tengah-tengah kondisi seperti itu, dia sangat geram sampai Alkitab mengatakan: “... aku masuk ke dalam tempat kudus Allah dan memperhatikan kesudahan mereka.” Ini adalah cara pandang Allah terhadap dia, terhadap musuhnya, terhadap keadaan pada waktu itu. Dan prinsipnya adalah saudara tidak akan bisa, kami tidak akan bisa mendapatkannya kecuali kita mengerti Firman dan mendekat kepada Allah. Firman itu yang akan mengubah cara pandang kita, dan dengan kuasa Roh Kudus kita akan mendapatkan Firman itu, mengerti bagaimana Allah mendefinisikan keadaan demi keadaan. Itulah realita yang sesungguhnya. Realita yang sesungguhnya adalah realita yang dilihat oleh Allah bukan oleh kita. Maka tidak pernah ada orang yang bisa mengerti prinsip ini kalau kita tidak membaca Firman setiap hari. Mengerti bagaimana Allah memandang kita. Salah satu doa yang penting yang perlu kita bicara kepada Tuhan adalah: Tuhan tolong aku untuk aku boleh mengerti apa yang Engkau lihat kepadaku. Apa yang Engkau sesungguhnya lihat tentang aku. Melihat aku dari sudut pandang Allah melihat aku. Di dalam Alkitab itulah masalah identitas. Orang Farisi menganggap dirinya itu benar, tetapi Allah sebenarnya melihatnya munafik. Perempuan yang berzinah itu memandang dirinya, aku sudah pasti mati, pasti ditinggalkan sama Tuhan, tetapi kemudian Tuhan memandang dia dan mengatakan, “Aku mengasihi engkau, dosamu Aku ampuni.” Jangan mendefinisikan diri kita sendiri. Jangan biarkan orang luar mendefinisikan kita, bahkan orang tua kita, bahkan suami, istri kita, tapi Allah, biarkan Allah yang mendefinisikan kita. Mungkin suami/istrimu mengatakan engkau adalah orang baik, tetapi Allah mengatakan tidak! Mungkin malah kita mengatakan istri kita atau suami kita adalah orang yang tidak berguna, tetapi Allah malah mengatakan dia Aku kasihi. Dan jangan selalu berpikir bahwa sekarang Tuhan kasihi aku, Tuhan kasihi aku. Saudara-saudara, kata itu akan membuat kita untuk kompromi terhadap dosa dan membuat kita masuk dalam status quo. Pasti Tuhan mengasihi kalau kita ada dalam Kristus, tetapi itu tidak membebaskan kita dari tanggung jawab kita di hadapan Dia.

Hal yang ke-2, bagaimana Allah bisa membatasi atau menghancurkan kekuatan temptation adalahTuhan kadang mendesak orang lain untuk berbicara kepada kita atau memakai cara lain untuk bisa menghalangi langkah kita. Seperti Bileam. dia mau mengutuk Israel, maka Tuhan membangkitkan daripada keledai. Atau seperti Abigail kepada Daud. Atau Yunus yang mencegah Niniveh untuk berbuat dosa lebih parah. Saudara mari kita renungkan diri kita, berapa sering ada orang lain, entah teman, entah keluarga kita, entah saudara dengar pengkhotbah, entah saudara dengar apa pun saja, kakak pembina atau apa pun saja yang kalimatnya itu tepat berbicara berkenaan dengan dosa kita. Apa yang menjadi response kita? Marah? Tersinggung? Mari kita sekarang belajar membaca kasus ini. Ini adalah providensia Allah memelihara kita untuk kita tidak lebih berdosa di dalam area itu. Apa jadinya kalau Daud itu tidak lihat daripada ini providensia Allah, dia akan lawan daripada Abigail, apalagi perempuan, ngapain saya mesti dengar kamu, kemudian dia pergi langsung untuk membasmi daripada Nabal, dan dia jatuh dalam dosa. Saudara jangan pernah membenci dari teguran, demikian Alkitab katakan. Sebaliknya ada seorang yang baik yang ditulis oleh John Flavel di sini, dia mengatakan, “Orang-orang yang memuji-muji aku, dialah yang pada akhirnya itu menyakiti aku.” Saudara senang ya kalau disukai sama orang? Dipuji-puji. Oh iya, you benar. Maka John Flavel mengatakan mengutip satu orang itu mengatakan, “Orang itu yang memuji engkau, itulah yang akan mencelakakan engkau.”

Hal yang ke-3.Tuhan sering menghadirkan penderitaan atau sakitpenyakit kepada anak-anak-Nya untuk menghindarkan kita lebih berbuat dosa. Di dalam 2 Kor 12:7 Paulus menuliskan: “Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena pernyataan-pernyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri dalam dagingku yaitu seorang utusan iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.” Paulus diberikan penyakit, ada yang mengatakan itu buta atau epilepsi, dan itu membuat dia tidak tinggi hati. Tetapi sekali lagi seperti permulaan, ketika Allah mau menyetop pencobaan, Dia bukan saja menyetop untuk pencobaan itu tetapi Dia sering membawanya untuk membawa kita lebih bertumbuh di dalam kekudusan. Mazmur 119:67 misalnya mengatakan: “Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.”

Hal yang ke-4,kadang Tuhan mencegah tindakan kejahatan kita dengan mengecewakan kita atau menggagalkan rencana kita secara langsung. Misalnya saja di dalam Alkitab, ada raja yang baik namanya Yosafat dan suatu hari dia bersekutu dengan Ahazia, raja yang fasik untuk membuat satu armada kapal untuk menyerang Tarsis dan Tuhan langsung menggagalkannya, membuat kapal-kapal itu pecah. Di dalam Yesaya 39 tertulis, raja Hizkia yang diserang oleh Asyur pada waktu itu, kemudian dia mencari Tuhan dan Tuhan mengirimkan satu malaikat yang mematikan 185 ribu tentara Asyur dalam satu malam. Kemudian suatu hari seorang petinggi Babel datang dan dia sangat sombong, ini keberhasilanku, dibawa kepada seluruh ruang harta karun. Tuhan begitu marah dan berkata, “Suatu hari seluruhnya ini akan musnah, tidak ada lagi yang kau bisa pamerkan.” Berapa kali Tuhan menggagalkan secara langsung rencana tindakan kita yang sebenarnya akan menuju kepada dosa yang lebih parah? Kalau saudara-saudara melihat pergumulan Israel maka saudara akan melihat Israel itu selalu condongnya kalau tidak kepada Asyur, kepada Babel atau kepada Mesir. Suatu hari Israel kembali lagi mengharapkan Mesir tetapi Tuhan mengatakan kepada orang Israel bahwa Mesir akan dihancurkan. Di dalam case ini juga maka Flavel menuliskan bagaimana Daud sangat menyayangi Absalom dengan cinta yang tidak tepat dan Absalom akhirnya membawa sesuatu kedukaan yang besar di dalam hati Daud. Allah sering sekali menggagalkan rencana kita secara langsung untuk mencegah kita berbuat dosa lebih.

Hal yang ke-5, terakhir,kadang Tuhan memelihara umatnya dari dosa-dosa yang lebih besar dengan melepaskan mereka dari pencobaan melalui kematian. Yesaya 57:1-2, ada ayat yang unik sekali, saudara perhatikan: “Orang benar binasa dan tidak ada seorang pun yang memperhatikannya; orang-orang saleh tercabut nyawanya, dan tidak ada seorang pun yang mengindahkannya; sungguh, karena merajalelanya kejahatan, tercabutlah nyawa orang benar dan ia masuk ke tempat damai; orang-orang yang hidup dengan lurus hati mendapat perhentian di atas tempat tidurnya.” Saudara-saudara, kalimat ini menyatakan karena kejahatan maka orang saleh itu mati. Tetapi kalimat ini juga menyatakan kematian orang benar itu akan menghindarkan dia dari kejahatan yang lebih besar yang mungkin akan menimpa dia.

Sekarang kita akan masuk ke dalam kesimpulan. Kita sudah mengerti semua adanya providensia Allah di dalam setiap kehidupan kita dari cinta-Nya dan hikmat-Nya yang diberikan kepada kita anak-anak-Nya. Flavel kemudian berseru, “Saya meminta anda untuk merenungkan bagaimana Allah dealing dengan engkau, sungguh-sungguh menakjubkan.” Daud berkata, “Tuhan, apakah manusia itu sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia sehingga Engkau memperhitungkannya?” Bukankan kita ini kecil? Yesaya menyatakan bahwa bangsa-bangsa itu seperti setitik air di dalam timba dan dianggap seperti sebutir pasir di dalam neraca. Apakah manusia itu sehingga engkau mengingatnya? Bukankah Engkau adalah Allah yang besar, yang langit di atas segala langit pun tidak bisa menampung Engkau? Bukankah manusia di dalam keadaan yang terbaik sekalipun tidak ada satu pun yang layak di hadapan Allah? Bukankah hidup kita ini adalah pertunjukan hampa di depan mata-Nya dan tahun-tahun kita tidak ada artinya di hadapan Dia? Bukankah Dia tidak memerlukan kita, Dia cukup pada diri-Nya sendiri dan bahagia pada diri-Nya sendiri? Kita tidak dapat menambah apa pun saja kepada diri-Nya. Dan jikalau demikian, betapa menakjubkannya Allah yang besar itu mau peduli kepada kita yang tidak layak. Betapa menakjubkannya Dia yang besar dalam kedaulatan, kebebasan-Nya memilih untuk mencintai kita dan untuk melindungi kita.

Jikalau Daud bisa berkata, “Ketika aku melihat ke langit buatan tangan-Mu, apakah manusia itu sehingga Engkau memikirkannya?”, maka kita dapat berkata, “Ketika aku melihat salib dan Anak-Mu ada di sana, siapakah aku sehingga Engkau memikirkan aku?” Saya katakan kepadamu hai jemaat, kita tidak akan dapat menghitung banyaknya belas kasihan demi belas kasihan yang kita terima sampai saat ini. Maka bersyukurlah dan berterimakasihlah dan jangan pernah kita sombong dan mengatakan seluruh yang kita dapat dan semua hal yang ada padaku sampai saat ini itu adalah karena kebaikanku dan karena kehati-hatianku dan karena pengabdianku. Dan mulai sekarang ke depan, maka marilah lihat Yudas 1:21, “Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.Saudara perhatikan di sini dikatakan pelihara hidup kita di dalam cinta Tuhan. Bukan memelihara hidup kita karena kepandaian kita, aku baik, aku pintar, aku bisa, aku punya hikmat, aku pasti bisa lolos ke depan. Tidak saudara-saudara. Kalau saudara melihat tabungan saudara, masih ada beberapa puluh ribu, atau beberapa orang memiliki beberapa ratus ribu lalu kemudian saudara tenang, itu adalah saudara-saudara meletakkan masa depan saudara ke dalam jaminan numbers, uang itu. Saudara rasa terpelihara karena banyak uangnya. Kalau di situ tinggal $100 atau $50, saudara rasa gelisah karena saudara tidak rasa terpelihara ke depan. Tetapi Alkitab dengan jelas menyatakan Allah yang sudah memelihara kita sebelumnya, Dia akan memelihara kita ke depan, maka jemaat peliharalah dirimu di dalam cinta Tuhan. Ini adalah prinsip kesejahteraan kita di depan. Karena Allah yang mengasihi kita di dalam Kristus Yesus, Dia setia kepada perjanjian-Nya. Kiranya hati kita makin hari makin dibentuk takut akan Tuhan lebih lagi.

 

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^