[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

15 November 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Bagaimana Merenungkan Jalan Providensia Allah (10)

Mazmur 92:1-7

Kita terus membicarakan mengenai peristiwa-peristiwa penting dalam hidup kita di masa lalu yang perlu kita renungkan. Pemazmur dengan jelas menyatakan, “Aku bersukacita karena pekerjaan-Mu di dalam hidupku. Perbuatan tangan-Mu di dalam hidupku. Betapa besarnya pekerjaan-Mu dan sangat dalam rancangan-Mu”, dan ini adalah satu hal yang diberikan Allah kepada orang-orang yang ditebus di dalam Kristus Yesus. Bisa mengerti apa artinya providensia Allah itu. Bisa mengerti apa yang sesungguhnya Allah itu perbuat dalam hidupnya dan orang-orang yang buta, yang sama sekali tidak mendapatkan penerangan dari Kristus Yesus, Alkitab mengatakan orang itu tidak akan mengetahui. Orang itu tidak akan mengerti, mereka adalah orang bodoh dan orang bebal. Ini adalah suatu panggilan dari Alkitab untuk membuat kita itu mau menyelidiki apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita di masa lampau.

Saudara-saudara, John Flavel menyatakan, untuk bisa mengerti providence sering sekali persis seperti kata-kata di dalam bahasa Ibrani. Kalau kita berbahasa Indonesia, atau berbahasa Inggris, kita membaca itu dari kiri ke kanan, tetapi kalau kita berbahasa Ibrani maka kita membaca tulisan Ibrani dari kanan ke kiri. Yesus sendiri mengatakan, “Apa yang Aku perbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.” Sekali lagi saya mengatakan saudara-saudara, ketika kita berjalan, ketika kita mendapatkan suatu providence, kita tidak mengerti sampai kita berjalan beberapa bulan atau beberapa tahun, kita melihat kembali, baru kita mengerti artinya. Orang-orang Puritan mendorong kita dengan amat sangat, berdasarkan Alkitab untuk kita melihat hal-hal ini dengan cermat. Karena dengan mengertinya, maka saudara akan menemukan kebesaran Allah di dalam hidup kita. Bagaimana Allah itu memelihara kita, dengan mengertinya, saudara akan bisa bernyanyi seperti pemazmur bahwa kasih setia-Mu itu ada setiap hari dan dia bersukacita. Dengan mengerti-Nya, maka kita bisa memuliakan Dia dan menikmati Dia.

Saudara-saudara, Minggu yang lalu kita sudah berbicara untuk mari kita pikirkan berkenaan dengan hari lahir dan hari lahir baru kita. Kita memikirkan bagaimana, saat apa, di dalam keadaan apa, dan dengan instrumen apa Allah memelihara hidup kita. Dan pada hari ini kita akan berbicara mengenai satu hal. Flavel membawa kita untuk memikirkan pekerjaan yang kita dapatkan. Pekerjaan, ya, saudara pikirkan sekarang, mungkin ada yang dari saudara-saudara menjadi accountant, mungkin ada saudara yang bekerja di Woolies atau Coles, atau saudara bekerja di bagian finance, atau saudara bekerja di IT, mungkin saudara kontraktor rumah, apapun saja saudara-saudara, maka Flavel mau menyatakan pekerjaan ini sekarang adalah providence of God. Sebelum saya masuk lebih lanjut apa yang Flavel mau katakan, maka yang dibicarakan sekarang ini adalah hubungan antara providence dengan pekerjaan kita. Benar-benar berkenaan dengan pekerjaan itu terhadap kita. Ini bukan bicara berkenaan dengan teologia pekerjaan apa yang Tuhan inginkan untuk urusan pekerjaan. Karena bicara mengenai teologi kerja ini sesuatu yang sebenarnya luas bukan untuk pekerjaan itu sendiri tetapi adalah kehendak Allah yang sifatnya global bagi seluruh bumi di sepanjang jaman. Itu dimulai dari panggilan Allah kepada Adam, yaitu untuk mengusahakan seluruh bumi seindah Eden. Dan itu prinsipnya adalah bicara berkenaan dengan perluasan kerajaan Allah. Kita tidak berbicara di sana, di dalam waktu yang lalu saya pernah berbicara berkenaan dengan hal itu, tetapi ini adalah berkenaan dengan relasi antara providence of God di dalam hidup kita berkenaan dengan pekerjaan.

Saudara-saudara, Flavel mengatakan, lihatlah providence of God itu diberikan sewaktu kita ditempatkan di dalam pekerjaan kita di dunia saat ini. Allah di dalam providensianya memperhatikan kesejahteraan kita, dan kesejahteraan itu boleh dikatakan dibagi menjadi dua bagian besar. Yang pertama adalah yang temporal dan yang kedua adalah yang kekal. Dengan menggunakan bahasa yang lain adalah fisikal dan rohani. Pekerjaan adalah sarana yang Tuhan pakai untuk kesejahteraan kita dan bentukan di dalam hidup kita. Melalui pekerjaan, Allah itu care, Allah itu peduli untuk kesejahteraan fisik dan temporal kita, tetapi providensianya itu Dia akan berintervensi melalui hal yang temporal dan fisik itu untuk memastikan bahwa kebaikan kekal dan rohani itu kita dapatkan.

Perhatikan baik-baik, kita selalu berpikir bahwa aku dapat pekerjaan ini nanti untuk dapat uang lebih banyak, untuk bisa mortgage lebih banyak. Ya itu pasti, tetapi perhatikan mata Allah bukan pada kesejahteraan temporal dan fisik itu saja, tetapi Dia akan membentuk kesejahteraan fisik dan temporal itu untuk memastikan kebaikan kekal itu kita dapatkan. Ketika bicara mengenai kebaikan kekal, itu bukan bicara mengenai sorga saja, tetapi bicara berkenaan misalnya saja dengan karakter yang dibentuk, berkenaan dengan nilai-nilai dalam hidup kita. Saudara-saudara, orang yang dibuat berhasil, atau setelah berhasil dibuat gagal atau kemudian dibuat berhasil lagi, maka Tuhan sebenarnya melalui pekerjaan-Nya sedang membentuk suatu nilai dan karakter di dalam diri orang tersebut. Itu yang Tuhan lihat. Boleh dikatakan Allah itu bertindak kepada gereja-Nya, mementingkan hal-hal untuk kebaikan kekal bagi kita lebih daripada sekedar keberhasilan atau naik pangkat itu sendiri. Dan kita akan bicara nanti di belakang lagi. Dan sekarang kita akan masuk ke dalam hal ini. Ketika kita mendapatkan pekerjaan, Allah membuat pekerjaan itu sekali lagi untuk mencukupkan kebutuhan-kebutuhan kita dan untuk membentuk hidup kita. Perhatikan hal yang di tekankan berkali-kali oleh Flavel di sini, bukanlah belas kasihan yang kecil jika kita mendapatkan pekerjaan, beberapa orang memiliki pekerjaan tetapi tidak memiliki kekuatan untuk melakukan pekerjaan itu, beberapa orang memiliki kekuatan untuk bekerja tetapi dia tidak memiliki pekerjaan yang dapat dikerjakannya, dan beberapa orang lain memiliki kekuatan dan juga pekerjaan tetapi hasilnya tidak mencukupi untuk kebutuhannya. Jikalau Tuhan memberkati pekerjaan kita, dan dari pekerjaan itu kita bisa mencukupkan seluruh kebutuhan kita di dunia ini, maka itu adalah pemeliharaan yang nyata di dalam keluarga kita, maka akuilah itu dan bersyukurlah. Dan biarlah kita boleh melihat apa yang tadi pemazmur katakan. Engkau membuat aku bersukacita karena pekerjaan tangan-Mu. Di dalam poin ini panjang lebar Flavel akan mengarahkan hati kita sekali lagi untuk menyatakan apa yang engkau dapatkan ini, pekerjaan ini, itu adalah bukan bicara berkenaan dengan engkau punya secara kebetulan, tetapi ini adalah adanya campur tangan Tuhan yang nyata persis seperti engkau lahir di dunia. Engkau lahir di dunia ini, dan engkau dilahirbarukan, dan engkau mendapatkan pekerjaan, ada providensia Allah kepadamu. Akuilah itu, lihatlah itu berdasarkan Alkitab, orang bodoh tidak bisa melihatnya, orang bebal tidak bisa mengertinya, tetapi kalau kita dicelikkan mata hati kita oleh Roh Kudus melalui Firman-Nya, maka engkau akan tahu bahwa ini adalah providensia Allah. Dan providensia Allah itu di dalam pekerjaan itu masuk di dalam area-area apa saja? Maka perhatikan beberapa hal ini:

Hal yang pertama, di dalam pekerjaan, providensia Allah itu mengarahkan hidup kita semenjak kita masih muda. Dia mengarahkan hidup kita sejak kita muda, memanggil kita untuk tidak malas, tidak menganggur, memanggil kita untuk hidup tidak merusak dan mengeringkan tubuh kita, karena orang yang merusak dan mengeringkan tubuhnya sewaktu muda, maka nantinya akan menjadi beban bagi orang lain. Lihatlah providensia Allah, bukan sekedar ketika engkau mendapatkan pekerjaan, ketika engkau sudah masanya bekerja, tetapi sejak masa muda kita. Dia menjagai kita untuk tidak menjalani kehidupan yang sia-sia. Dia menjagai kita dari hidup yang berdosa. Menghindarkan kita dari menumbuhkan tulang kemalasan yang tahunya memakan apa yang orang lain usahakan. Orang yang malas tidak mungkin dapat hidup tenang, bersih dan jujur. Bacalah 1 Tesalonika 4:11-12. Di dalam poin ini, Flavel memberikan pengertian kepada kita sesuatu yang lain, ketika kita berbicara berkenaan dengan Allah itu menolong kita untuk mendapatkan pekerjaan, kita selalu berpikir bahwa aku mendapatkan pekerjaan atau tidak, lalu kemudian saya apply dan kemudian saya mendapatkannya, maka di situ adalah providensia Allah. Tetapi tidak, untuk kita bisa siap dengan pekerjaan itu, maka diperlukan waktu bertahun-tahun di dalam pemeliharaan Allah untuk membentuk kita untuk siap dengan pekerjaan itu. Kalau dari sejak muda kita tidak dididik, lalu kemudian kita hidup seenaknya, kita hidup malas-malasan, atau bahkan kita merusak tubuh kita dengan drugs atau apapun saja yang lain, pada saatnya nanti saudara mau bekerjapun itu tidak bisa. Dia mencegah kita untuk menumbuhkan tulang kemalasan. Dan orang malas itu pada prinsipnya akan memakan apa yang orang lain usahakan. Sebaliknya kalau sejak dari muda sampai kemudian kita mendapatkan pekerjaan, Allah mengarahkan kita dan akhirnya mendapatkan pekerjaan itu dan dapat mencukupkan diri dengan apa yang kita hasilkan dari usaha pikiran dan tangan kita, ini adalah suatu anugerah yang sangat berharga. Dengan demikian kita bisa menikmati roti kita sendiri. Dan lebih lagi, jikalau kita dapat memberi kepada orang lain sesuatu dari hasil kerja kita, jikalau hati kita memiliki belas kasihan kepada orang lain, berkat yang lebih besar sesungguhnya diberikan kepada kita, karena Alkitab menetapkan satu rumus ini, lebih baik memberi daripada menerima.

Hal yang kedua adalah providensiasi Allah itu akan menentukan kita masuk di dalam satu pekerjaan dan pekerjaan itu ada beberapa lapisan untuk hal ini. Tetapi sebelum masuk ke dalam lapisan-lapisan pekerjaan ini, maka saudara pikirkan ada orang-orang yang bekerja dalam bidang yang pada dirinya sendiri sudah berdosa. Mereka bukan saja melakukan dosa ketika mereka bekerja, tetapi pekerjaan itu sendiri sudah berdosa. Mereka berdagang untuk neraka. Dan pekerjaan itu adalah kaki tangan setan di dunia ini. Di dalam Kisah Para Rasul 19:24-25, saudara menemukan di Efesus ada seorang bernama Demetrius, dan dia adalah seorang tukang perak, dia membuat kuil-kuil dewi arthemis dan sangat sukses dan benda itu nanti dibawa dalam profesi penyembahan berhala mereka, dan itu adalah sesuatu yang membuat pekerjaan untuk membuat orang-orang menyembah berhala. Itu adalah mereka berdagang untuk neraka dan pekerjaan itu sendiri adalah kaki tangan setan di dunia ini. Dan pada saat ini, hal seperti itu begitu banyak. Berapa banyak orang yang menghasilkan benda-benda atau seni atau perdagangan atau memiliki pekerjaan yang di dalamnya hanya memuaskan kesombongan, kenikmatan dan kebahagiaan manusia yang bejat saja. Begitu banyak orang di dunia ini yang bekerja mendapatkan makanan, tetapi pekerjaannya sendiri itu adalah sesuatu yang evil, tetapi sesungguhnya itu tidak boleh menjadi bagian kita. Bagi anak-anak Tuhan perhatikan, ada 3 lapisan pekerjaan yang ada. Lapisan ke-1 adalah ketika kita bisa mendapatkan pekerjaan yang jujur, bersih dan legal, sehingga kita tidak mencemarkan nama Tuhan dan dari pekerjaan itu kita bisa mendapatkan keuntungan untuk menghidupi kita. Dan kita bisa hidup sejahtera dengan pekerjaan itu. Jelas itu bukan belas kasihan yang kecil. Tetapi lapisan yang ke-2 adalah jika pekerjaan ini bukan saja jujur, bersih dan legal, tetapi pekerjaan yang saudara dapatkan itu tepat dan cocok dengan kepandaian talenta dan kekuatan kita. Maka ini adalah belas kasihan ganda yang Tuhan berikan kepada kita. Saudara bisa hidup mendapatkan keuntungan dari pekerjaan yang saudara sendiri itu ingini yang sesuai dengan talenta dan seluruh patience di dalamnya. Ini adalah belas kasihan ganda. Hormati Allah dengan hal itu, bersukacitalah karena Allah memberikannya. Muliakan Allah dan nikmati Allah dalam hal-hal ini. Tetapi lapisan yang ke-3, lebih lagi, jika kita tidak saja memiliki pekerjaan yang jujur, bersih dan legal, dan memiliki pekerjaan yang seturut dengan kepandaian dan kekuatan dan talenta kita, tetapi lebih lagi kita memiliki waktu untuk melakukan panggilan sorgawi, atau membuat pekerjaan anda tersebut untuk melayani Allah melakukan pekerjaan Allah di bumi ini, ini adalah belas kasihan yang sangat khusus yang diberikan Allah kepada kita.

Saudara, kalau saudara bekerja, saudara mendapatkan uang, dan kemudian, entah itu pekerjaan yang seturut dengan talenta atau tidak, dan saudara masih memiliki kekuatan dan memiliki waktu dan saudara bisa mencurahkan itu dan bahkan bisa menghubungkannya untuk pekerjaan Tuhan, itu adalah belas kasihan yang luar biasa khusus yang diberikan Allah kepada saudara dan saya. Banyak orang itu begitu malang di dunia ini, mereka terlibat dalam pekerjaan yang memakan habis waktu dan kekuatan mereka, tidak ada lagi waktu dan kekuatan untuk melakukan panggilan-panggilan yang begitu jelas yang ada di dalam Alkitab di dalam hidup mereka. Mereka tidak memiliki lagi waktu dan tidak memiiliki lagi kekuatan untuk mengerjakan panggilan-panggilan yang lain kecuali mereka hanya bekerja saja. Padahal mereka diminta untuk misalnya saja mengasuh anak, merawat keluarga, bersaat teduh, melayani Tuhan di dalam gereja, mengabarkan Injil, belajar Firman, itu adalah seluruhnya panggilan-panggilan. Saya menemukan begitu banyak orang Kristen yang seperti ini, pekerjaan itu adalah bagian dari calling memang, tetapi itu bukan satu-satunya. Malah sebaliknya, dengan itu kemudian seluruh panggilan yang lain itu terbengkalaikan. Saudara-saudara, bahkan saudara belajar Firman di dalam sebuah gereja yang baik itu adalah panggilan. Saudara melayani dan meletakkan hati dalam sebuah gereja dan berjuang bersama-sama, itu panggilan. Saudara-saudara, lihat Perjanjian Lama, orang-orang Israel, mengapa mereka dipilih? untuk mereka membesarkan anak cucu saja? Iya itu panggilan mereka. Untuk mereka mendapatkan tanah? Iya itu panggilan. Tetapi perhatikan, itu untuk membuat mereka bergerak ke seluruh dunia supaya nama YAHWEH itu dikenal. Jikalau mata kita hanya untuk pekerjaan itu saja, John Flavel mengatakan, mereka akan membuat hidup mereka tidak berguna, mereka bukan saja akan membuang pekerjaan mereka itu sia-sia nantinya, yang mereka lakukan itu sebenarnya hanyalah membuat mereka tetap bisa hidup saja. Saudara perhatikan, ada begitu banyak panggilan di dalam kalimat Puritan adalah general calling dan ada particular calling. Particular calling itu adalah pekerjaan, tetapi particular calling itu tidak berarti lebih hebat daripada general calling. Ketika kita bekerja dan saudara memusatkannya di sana, saudara kehilangan begitu banyak panggilan yang lain, pada akhirnya saudara akan memiliki pekerjaan saudara yang saudara perjuangkan itu sia-sia. Saudara-saudara, karena itu akhirnya menjadi the end kita. Itu bukan menjadi sarana kita.

Hal yang ketiga adalah providensiasi Allah dengan kedaulatannya akan menempatkan kita dalam pekerjaan yang tidak pernah kita pikirkan dan rencanakan sebelumnya oleh orangtua kita sekalipun. Sering sekali dan ini adalah sesuatu yang memang perlu, semua orangtua memiliki proyeksi buat anaknya suatu hari menjadi apa, dan kita memiliki proyeksi suatu hari saya mau menjadi apa. Dan itu tidak salah, tetapi Alkitab berkali-kali menjelaskan, kepada gereja Tuhan, rancangan Allah akan dijadikan. Bukan proyeksi kita atau orangtua, dan Dia akan memutar, akan membelokkan jalan dari hidup kita untuk masuk ke dalam apa yang Tuhan sendiri kehendaki.

Amos itu adalah seorang pekerja kasar, dia adalah pemungut buah ara, dan dia juga adalah peternak kawanan kambing domba, tetapi Allah menempatkannya di dalam panggilan terhormat menjadi seorang nabi yang dia tidak pernah pikirkan. Daud diproyeksikan menjadi orang yang bisa menggembalakan kawanan kambing domba oleh ayahnya, tetapi Tuhan menempatkannya menjadi gembala seluruh Israel. Petrus, Andreas, Yohanes, Yakobus, seluruhnya adalah nelayan penjala ikan, tetapi Allah menempatkannya lebih tinggi daripada apa yang mereka pikirkan menjadi penjala manusia. Saudara akan menemukan begitu banyak, ribuan orang yang hidupnya itu kemudian dipakai oleh Tuhan, Tuhan menempatkannya di satu tempat untuk dipakai bagi kerajaan-Nya dan bagi gereja-Nya. Ingatlah ketika itu terjadi itu adalah providensia Allah. Bersukacitalah, karena pekerjaan Allah nyata dalam hidup kita. Salah satu yang membuat saya exciting ada di sini adalah bagaimana Tuhan bekerja di tengah-tengah kita. Saya tahu banyak orang yang raksasa-raksasa rohani itu tidak bisa melihat buah dari pelayanan mereka, karena melihat buah pelayanan mereka, sepanjang mereka hidup, itu adalah kedaulatan Allah. Kenapa ada orang-orang yang bisa melihat buah-buah pelayanan mereka dan ada orang-orang yang giant di dalam kerohanian tidak bisa melihat buah-buah dalam pelayanan mereka? Bukan karena mereka tidak berhasil tetapi karena iman mereka lebih kuat. Tetapi kalau kita tidak bisa melihat buah-buah maka kita mungkin akan desperate dan kemudian kita akan mundur dari pelayanan. Dan Tuhan mengasihani kami. Orang-orang yang memiliki iman yang sangat kecil ini. Di tengah-tengah pelayanan ada beberapa orang berbicara seperti ini. Mereka sebenarnya datang ke Sydney hanya untuk bekerja dan tidak mengenal Allah sama sekali, mereka kemudian lahir baru, mengenal Allah, melihat pentingnya gereja, dan kemudian mereka mengabdikan seluruh uang, tenaga, pikiran, hati untuk pekerjaan Allah di dalam dan melalui gereja, itu adalah penempatan Allah. Allah menempatkan kita tanpa pernah kita pikirkan sebelumnya. Suatu tempat yang mana kita itu kemudian tiba-tiba menjadi berguna bagi gereja-Nya dan bagi kemajuan kerajaan-Nya. Nikmati itu. Dan itu adalah pekerjaan Allah dalam hidup kita, providensia Allah yang menempatkan kita di dalam satu tempat yang tidak pernah kita proyeksikan sebelumnya. Dan berapa banyak seperti ini terjadi di seluruh gereja, di seluruh muka bumi sepanjang jaman. Saudara-saudara ini adalah providensia Allah.

Hal yang keempat, providensiasi Allah ketika memberikan pekerjaan, Allah itu sedang mengamankan hidup kita, membuat secure. Allah mengamankan kita melalui perkenanan-Nya, memberikan kita pekerjaan yang jujur, bersih, legal untuk mencukupi hidup kita. Saudara-saudara, apakah kita menyadari bahwa sekali lagi tidak ada kebetulan dalam hidup kita. Apakah Saudara sedang diangkat, itu adalah providensiasi Allah atau saudara sedang dipecat, itu adalah providensiasi Allah. Apakah saudara itu sedang bekerja keras lebih dari orang lain tetapi saudara tidak naik pangkat, sebegitu saja, itu providensiasi Allah. Apakah saudara dan saya itu sedang bekerja keras tetapi keuangan kita yah cukup-cukup sebegitu saja dan tidak lebih, itu juga providensiasi Allah. Kenapa? Karena Allah sedang bekerja, salah satunya adalah mengamankan kita, demikian kata John Flavel. Prinsipnya adalah Amsal 30:7-9. Kalau saudara-saudara membaca bagian ini dalam bukunya John Flavel, maka dia secara panjang lebar menjawab pertanyaan-pertanyaan. Ada orang bertanya, “Kenapa aku itu bekerja keras sekali tetapi aku tidak naik pangkat, tetapi orang lain itu bekerja keras dan naik pangkat?” Sebenarnya saudara-saudara, di dalam Alkitab itu ada salah satu dari jebakan rohani adalah kita selalu melihat orang lain. Ini bukan tulisan dari John Flavel, saya hanya ingat akan satu hal bagian Alkitab adalah ketika Petrus itu membandingkan dirinya dengan Yohanes, Yesus mengatakan “Itu bukan urusanmu.” Saudara-saudara, perhatikan ini adalah satu ayat yang sangat tajam sekali. Firman itu seharusnya mengatakan “Akulah jalan, kebenaran dan hidup.” Tetapi saudara-saudara selain itu, Firman itu mengatakan “Itu bukan urusanmu, itu bukan urusanmu, jangan melihat orang dalam hal ini.” Tetapi saudara-saudara, John Flavel mengajarkannya secara providence di dalam kebaikan kekal untuk orang itu. “Flavel, kenapa aku kerja keras tetapi aku tidak naik pangkat?” Maka kemudian Flavel mengatakan dengan prinsip ini, “Karena pekerjaan dalam providensiasi Allah itu akan membuat kita secure terhindar dari jebakan-jebakan dosa.”

Ada orang yang begitu mudah sekali jatuh di dalam kesombongan, dan kemudian melupakan Tuhan seperti apa yang ada di dalam Amsal tadi kita baca. Tuhan dalam providensiasi-Nya itu tidak membuat dia itu bisa dipromosikan, sangat mungkin untuk Tuhan itu untuk tidak mengijinkan dosa kesombongan menguasai dari seluruh kehidupannya. Di tempat yang lain ada orang bertanya kepada Flavel,Flavel saya itu kerja susah loh, banyak waktu saya bahkan sedikit sekali waktu untuk bersantai, lalu bagaimana, kenapa ini bisa terjadi?” Flavel kemudian dengan pengembalaannya menyatakan, “Kau lihat di dalam Alkitab, kalau engkau diberikan santai, sangat mungkin itu adalah engkau akan menggunakannya sebagai waktu berbuat dosa.” Daud jatuh ketika ia bersantai. Saudara-saudara, di dalam prinsip umum, ketika saudara menganggur, di situ maka setan akan masuk di dalam pintu pengangguran itu. Banyak orang memiliki banyak waktu santai, akhirnya menggunakan waktu itu untuk berbuat dosa. Mungkin engkau mengatakan tidak, tetapi saudara tahu Daud pun melakukan hal ini. Ada beberapa orang pernah bertanya kepada saya “Kenapa saya selalu berbicara berkenaan mesti kerja, mesti lakukan ini, mesti lakukan itu, seakan-akan kita itu susah untuk bersantai?” Kenapa saya itu mendorong orang untuk ikut doa, kenapa ikut STRIS, ikut kebaktian, untuk bisa belajar lebih banyak, untuk ktb, kenapa kok tidak ada waktu santai? Saudara-saudara, jujurlah, tidak mungkin tidak ada waktu santai dalam hidup kita. Jujur pasti ada waktu santai, tetapi kita menginginkan waktu santai itu lebih. Sekarang saya tanya kepada saudara-saudara, kalau saudara-saudara tidak ikut doa jam dua hari Sabtu, apa yang saudara lakukan sekarang? Banyak orang bilang, “Oh saya tidak mau ikut STRIS, itu malam hari, mau buat keluarga.” Silakan dan saya harap saudara jujur, sungguh-sungguh untuk keluarga. Biasanya juga tidak, me time. Saudara-saudara kemudian menikmati diri sendiri dan kemudian saudara melakukan sesuatu yang istri dan anak pun tidak boleh tahu. Karena saudara-saudara melakukan apa sekarang? Sesuatu yang berguna untuk mental, untuk kerohanian, untuk masa depan saudara? Saudara menolak ikut STRIS, boleh saudara-saudara, lakukan hal yang berguna dalam hidup saudara. Banyak orang tidak ikut dan kemudian nonton seri korea, nonton youtube, nonton apa saja, tiba-tiba sudah tiga jam. Itulah hidup. Mari akui. Allah memberikan kita pekerjaan adalah di dalam kerangka, adalah di dalam providensiasi-Nya, melindungi kita. Kepada orang yang mudah untuk jatuh dalam kesombongan, Dia menghentikan hal itu. Saudara jangan kuatir, Allah itu tidak jahat. Dia tahu kapan waktunya mengangkat kita. Ketika kita itu mudah jatuh di dalam santai maka kita dibuat untuk bekerja keras. Saudara-saudara biarlah kita boleh memikirkan berkenaan dengan poin ini.

Saya lanjutkan, Flavel mengatakan, “Sekarang lihatlah dalam pemeliharaan Allah yang memberikan kita pekerjaan ini, kita memiliki tanggung jawab.” Ada tanggung jawab dan ini harus dipastikan tanggung jawab ini dilakukan supaya kita tidak menyalahgunakan seluruh berkat providensiasi ini dengan menghina Dia. Dan perhatikan beberapa peringatan ini. Empat hal secara cepat saya akan bicara.

  1. Hati-hatilah, jangan malas dan jangan mengganggur. Tuhan tidak pernah mendirikan satu kota atau membangun satu keluarga atau menciptakan seseorang dengan tujuan tidak bekerja. Bekerja itu adalah ketetapan Allah. Bekerja, bekerja dengan keras itu adalah kehendak Allah. Dan untuk itulah manusia diciptakan. Bekerja keras itu bukan akibat dosa. Tetapi kita bekerja karena itulah misi yang Tuhan tetapkan kita diciptakan untuk itu. Sekali lagi, kita bekerja keras itu adalah panggilan Alkitabiah. Saudara jangan punya pikiran nanti saya akan pensiun dini. Saudara-saudara, bekerjalah sebisa mungkin, sekuat mungkin sampai kapan pun saja Tuhan memanggil. Bekerja keras itu adalah panggilan Allah, itu bukan akibat dosa. Kejadian pasal 3 berkenaan dengan manusia jatuh di dalam dosa, maka di situ ada akibat dosa. Akibat dosa adalah bukan bekerja keras. Akibat dosa adalah manusia yang bekerja keras hasilnya tidak sepadan dengan kerja kerasnya, itu akibat dosa. Tetapi kerja kerasnya itu adalah suatu panggilan. Dan ini adalah hal yang paling dasar dari hidup. Perhatikan kalimat di bawah ini, Flavel menyatakan “Tidak ada kesalahan yang lebih mendasar dari kemalasan dan hidup mengganggur.”
  1. Hati-hatilah, agar anda tidak kehilangan Tuhan di dalam kesibukan, kerumunan dan keburu-buruan bisnis duniawi kita. Sekali lagi jangan terlalu berpusat kepada pekerjaan yang membuat anda terganggu melihat semua panggilan yang lain yang Tuhan tetapkan dalam hidup kita. Dan secara khusus, jangan bernafsu untuk menginginkan kekayaan. Di dalam 1 Timotius 6:9-10 dikatakan, “Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” Itu artinya ada duka yang saudara dan saya create Itu artinya ada duka yang sebenarnya tidak perlu terjadi dalam hidup kita, tetapi itu terjadi dalam hidup kita karena arah hati kita adalah untuk uang. Kita tidak mempercayai pemeliharaan Allah. Kita berpikir yang paling penting uang. Ketika saudara masuk dalam hal itu, saudara makin mencintai uang, uang adalah center dari penilaian saudara, saudara masuk di dalam berbagai-bagai duka. Jangan pusatkan pada pekerjaan saja yang membuat anda terganggu melihat panggilan umum anda.
  1. Hati-hatilah jangan sombong, demikian kata Flavel. Ingatlah sebuah keberhasilan itu adalah tergantung dari berkat ilahi bukan hanya dari ketekunan manusia saja. Saya akan jelaskan di sini. Dengan jelas Tuhan akan memberikan keberhasilan kepada orang-orang yang sungguh-sungguh tekun. Tetapi keberhasilan itu adalah berkat Tuhan kepada orang tekun, tidak berarti bahwa kalau saudara-saudara itu berhasil adalah karena semata-mata adalah pekerjaan kita. Bacalah Ulangan 8:17-20. Perhatikan sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan. Saudara-saudara, iblis sendiri mengakui hal ini. Saudara mari kita lihat Ayub 1:10. Perhatikan, ini adalah perkataan iblis. Iblis menyatakan “Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.” Saudara perhatikan apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Saudara perhatikan baik-baik, kalau saudara dan saya berhasil, janganlah kita sombong. Karena keberhasilan itu bukan ditentukan dari unsurnya adalah manusia tetapi adalah Allah yang memberikan keberhasilan. Saudara-saudara banyak orang sombong setelah berhasil, berpikir seluruhnya adalah karena dia lebih pandai daripada orang lain, lebih hebat daripada orang lain. Flavel mengatakan, “Bahkan iblis pun, setan pun mengakui hal ini bahwa seseorang itu berhasil adalah karena tangan Tuhan.” Dan Flavel menggunakan satu kalimat, ketika saya membacanya saya tertawa, iblis sendiri bersikap orthodox terhadap hal ini. Orthodox itu artinya adalah doktrin yang benar. Saudara-saudara, kalau seseorang itu dengan keberhasilannya berpikir itu karena pekerjaannya, dan bukan dari Allah yang memberikannya maka orang tersebut di dalam hal ini lebih jahat dari pada setan. Setan pun mengakui hal ini. Lihat hambaku Ayub. Demikian kata Tuhan. Oh yah, Engkau yang membuat pagar sekelilingnya, apa yang dikerjakannya Engkau membuatnya berhasil. Setan pun menyatakan sesuatu kebenaran ini, kenapa ada manusia yang ketika berhasil itu dia itu sombong dan mengganggap ini semua adalah usahanya. Suatu hari kami ada dalam diskusi bible study dan ketika saya ada di situ maka hari itu yang memimpin adalah seorang CEO dari satu perusahaan, dan kemudian dia mengutarakan bible study ini dari Nehemia dan kemudian dia mengatakan tujuh langkah rahasia yang membuat Nehemia itu berhasil. Prinsip-prinsip hidup Nehemia dan kemudian saya mendengarkan semuanya dan dia berbicara berkenaan dengan moralitas dan terlepas sama sekali dari rencana Allah dan bentukan Allah dan kerajaan Allah dan Kristus. Dan di dalam contoh-contohnya dia menggabungkan atau merelasikan antara tujuh prinsip itu yang ada dalam Nehemia dan dia mau mengatakan bahwa dia itu berhasil karena melakukan tujuh prinsip yang Nehemia itu katakan, dia menjadi CEO. Dan setelah bible study itu kemudian ada tanya jawab, dan kemudian saya bertanya “Saya mau tanya kepadamu, apakah engkau berani menjamin bahwa semua orang yang melakukan tujuh langkah seperti yang kau katakan itu pasti akan berhasil seperti engkau?” Dia diam. Hidup tidak seperti itu saudara. Ada berapa orang yang ada di Jakarta atau di Sydney membuat satu seminar rahasia daripada hidup bisa sukses, pekerjaan bisa berhasil, kekayaan itu didapat. Saudara lihat, seluruhnya pakai secret, secret seakan-akan mereka memiliki. Saudara, satu-satunya secret adalah Tuhan berbelas kasihan memberikan kekayaan kepada orang itu. Ada orang-orang yang kerja keras, sungguh-sungguh memutar otak, kepandaiannya tidak kurang daripada bapak itu tujuh langkah, tetap saja rugi. Siapa yang bisa mengatakan kalau mengikuti tujuh langkah Nehemia maka kepalanya tidak hilang? Jangan pernah sombong. Jangan pernah berpikir bahwa secret itu kita yang bisa melihat. Ya, kita harus kerja keras. Ya, kita harus tekun dan rajin. Tetapi apakah kita berhasil secara dari manusia atau tidak, itu adalah Tuhan yang memberikannya. Dan ketika Tuhan menghendaki Ayub itu rugi, seluruh usahanya hancur. Dia adalah orang yang tetap tekun, orang yang tidak berubah menjadi Ayub yang lain sebelumnya. Bukan karena dia itu malas kemudian rugi. Tetapi keberhasilan dan kerugiannya adalah Tuhan sendiri yang menentukan. Maka sekarang kalau kita itu bisa baik, kita bisa sukses, kita bisa mendapatkan semuanya, jangan sombong. Dan libatkan Allah karena Dia adalah segala-galanya dan yang utama. Nyatakanlah seluruh rencana bisnis kita, keinginan pekerjaan kita kepada Allah dan mintalah berkat-Nya di dalam doa. Dedikasikan hidup kita kepada Tuhan, percayalah kepada-Nya dan Dia akan mewujudkannya, karena janji-Nya adalah Mazmur 37:3-6 mengatakan.
  1. Hati-hatilah, jadilah puas, content pada posisi dan tempat Tuhan meletakkan engkau saat ini dan jangan terlalu menginginkan hal-hal besar yang lain. Jangan memikirkan, membandingkan diri dengan orang lain. Saya sudah katakan tadi kepada saudara-saudara, ada satu Firman yang penting sekali yang harus kita ingat adalah itu bukan urusanmu. Sebaliknya Allah sendiri berjanji Dia tidak akan melupakan dan meninggalkan kita. Saudara jadilah puas. Saudara-saudara, itu tidak berarti bahwa saudara-saudara tahun depan saudara tidak boleh ekspansi. Saudara-saudara, meskipun saudara-saudara ekspansi pun saudara tetap ada kepuasan, contentment di dalam hati. Saudara tetap bisa bersyukur kepada Tuhan. Ketika ekspansi itu berhasil atau gagal, saudara tetap bisa bersyukur kepada Tuhan dan saudara puas dengan segala sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita saat ini. Tetapi kalau saudara-saudara ingin ekspansi adalah karena saudara greedy atau saudara ekspansi karena saudara penasaran atau saudara ekspansi karena jiwa saudara tidak tenang, maka John Flavel mengatakan “Hati-hatilah, itu artinya engkau tidak puas dengan providensiasi Allah yang diberikan kepada kita.” Ingatlah bahwa providensiasi Allah itu lebih bijak daripada pikiran kita. Dan ingatlah bahwa providensiasi Allah itu akan menempatkan kita pada keadaan dan posisi yang paling baik untuk kepentingan-kepentingan kebaikan kekal kita yang lebih penting daripada jabatan, ketenaran, promosi, keuntungan uang yang akan kita dapat. Jadilah puas dengan apa yang Tuhan berikan, jadilah content dengan apa yang Tuhan berikan meskipun kita tidak ada banyak kelebihan di dunia ini. Seperti yang Paulus itu katakan “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” Seperti yang Yesus Kristus itu katakan “Berikanlah kepada kami makanan kami yang secukupnya pada hari ini.” Contentment itu adalah bicara mengenai sikap hati. Tidak tergantung dari berapa banyak yang saudara itu dapatkan. Contentment itu berbicara mengenai here and now. Contentment tidak berbicara kalau nanti aku sudah sampai ke posisi itu atau uangku gajinya sudah sekian, aku baru content, tidak. Saudara mendapat apapun saja, seberapapun saja yang saudara itu dapatkan, unlimited pun saudara tidak bisa content kalau saat ini saudara tidak menetapkan hati saudara tunduk kepada providensia Allah dan saudara content di dalamnya. Lihatlah providence of God di dalam pekerjaanmu. Dan minggu depan, kalau Tuhan pimpin kita akan masuk di dalam providence of God di dalam keluarga yang Tuhan berikan kepada kita.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^