[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

1 November 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Christ is The Desire of All Nations (1)

Hagai 2:7-10

Ayat-ayat ini adalah nubuatan dari Allah melalui Nabi Hagai kepada orang Israel yang baru pulang dari pembuangan. Mereka baru saja dilepaskan dari Raja Koresh dan mendapat support dari Raja Darius untuk membangun Rumah Allah. Rumah Allah, Bait Allah, demikian kata Alkitab, pertama-tama dibuat dengan begitu megah oleh Salomo, di dalam kemewahan yang tiada duanya. Tetapi Bait Allah itu kemudian dihancurkan oleh Babel. Pada zaman Nabi Hagai, maka Allah yang setelah mengembalikan dari Media Persia kepada Yerusalem, Allah kemudian mendesak bangsa Israel yang kembali dari pembuangan ini untuk membangun sebuah Bait Allah yang tadinya sudah berupa puing. Pertama-tama mereka enggan karena mereka sangat sibuk dengan urusan mereka sendiri. Pulang dari pembuangan mereka tidak ada usaha. Mereka harus membangun usaha mereka, membangun rumah mereka yang juga tinggal puing, membangun government pada waktu itu, sehingga mereka terus memikirkan hal-hal ini dan melalaikan pekerjaan Tuhan. Melalaikan pembangunan rumah Tuhan sampai sudah 20 tahun. Kemudian Allah melalui Hagai mengatakan, “Apakah engkau berpikir saatnya sudah tiba untuk membangun rumahmu, tetapi engkau melalaikan pembangunan Bait Suci?” Orang yang melalaikan pekerjaan Tuhan, orang yang tidak memiliki perhatian kepada pekerjaan Tuhan, Allah akan keras kepada mereka. Allah akan memberikan hardikan kepada mereka karena mereka hidup di dunia ini bukan untuk membereskan pekerjaan mereka. Mereka hidup di dunia ini adalah untuk mengerjakan pekerjaan Allah yang diberikan kepada mereka dan dikerjakan sepanjang hidup mereka sampai mati. Itu adalah tujuan engkau dan saya ada di dunia! Engkau dan saya ada di dunia bukan untuk mengerjakan pekerjaan kita sendiri, beranak-cucu, berbisnis, lalu kemudian engkau menempelkan kekristenan di dalam hidupmu. Tidak! Engkau dan saya ada hanya untuk satu maksud: kehendak Allah dalam hidup kita, kita jalankan dan Tuhan akan memelihara kita dengan seluruh penyediaan-Nya di dalam hidup kita. Orang Kristen, engkau sudah berapa lama menjadi Kristen? Engkau hidup terus-menerus untuk dirimu dan engkau menempelkan gereja untukmu. Engkau menempelkan Allah dan Kristus untukmu sendiri. Sekarang saatnya, hari ini engkau bertobat! Ubah seluruh arah hidup! Hidup itu cuma satu kali. Hidup itu pendek. Hidup itu akan dihakimi. Hidup itu tidak akan terulang. Hidup itu memiliki satu alasan, dan alasan itu adalah mengerjakan pekerjaan Tuhan yang diberikan kepada kita. Berbagian, masuk, sinkron di dalam seluruh rencana-Nya di muka bumi sampai nama-Nya dipermuliakan. Ini adalah tujuan hidup kita. 

Waktu itu orang-orang Israel sangat punya alasan yang bisa masuk akal. Saya sudah lama sekali dijajah dan anak-anak saya bahkan tidak pernah lahir di Yerusalem. Anak-anak saya lahir di Media Persia. Sekarang saya masuk ke Yerusalem. Ini kota yang baru. Saya mesti bercocok tanam. Saya mesti memiliki rumah. Saya mesti berdagang dan untuk set up business seperti itu perlu beberapa puluh tahun. Mana mungkin saya memikirkan pekerjaan Tuhan? Tetapi Allah itu menyatakan tidak. Engkau harus memikirkan pekerjaan Tuhan, bukan urusanmu pertama. Bukan hal pertama itu anak cucumu. Tidak. Kita sering sekali kebalik. Kita menggunakan Allah untuk urusan kita. Di dalam Alkitab, sebaliknya kita diminta untuk memikirkan pekerjaan Tuhan dan Tuhan akan menyatakan kesetiaan-Nya, memenuhi seluruh kebutuhan kita hari demi hari sampai anak cucu kita. Biarlah seluruh orang Kristen memiliki direction di dalam hal ini. Pada waktu itu Tuhan sudah menunggu kurang lebih 20 tahun. Lalu Tuhan menggagalkan setiap usaha mereka, kerja apa saja hasilnya kecil sekali, sampai mereka akhirnya tidak bisa tidak terpojok. Orang Kristen biasanya kalau sudah terpojok baru mau pikirkan gereja. Kalau sudah terpojok baru mau pikirkan pekerjaan Tuhan. Kalau sudah terpojok baru mau memikirkan bagaimana harusnya hidup. Kalau sudah sakit baru memikirkan, “Oh, kenapa aku tidak melayani?” Saudara-saudara, biarlah kita sepanjang masih sehat, sepanjang belum dipojokkan oleh Tuhan, dengan rela, dengan sukacita, berbagian di dalam pekerjaan Tuhan.

Kemudian mereka mengerjakan dan ketika Rumah Allah pada zaman Hagai sudah dikerjakan, maka orang-orang yang tua menangis. Kenapa menangis? Karena mereka kecewa. Kenapa rumah ini begitu sangat miskin? Kenapa rumah ini tidak seberapa kemuliaannya? Kenapa yang dulu, Bait Allah Salomo itu begitu mulia? Sekarang aku membangun reruntuhannya, itu tidak ada artinya. Maka ayat-ayat ini muncul. Ayat-ayat ini dinyatakan oleh Allah sebagai penghiburan bagi orang Israel. Ketika mereka memandang Rumah Tuhan yang baru mereka jadikan dengan tangan mereka, tetapi tidak begitu bagus dan sangat tidak bisa dibandingkan dengan kemuliaan Rumah Allahnya Bait Salomo, maka kemudian mereka yang menangis kecewa Tuhan menyatakan hal ini, “Kuatkan dirimu. Kuatkan dirimu, Zerubabel. Kuatkan dirimu, Hagai. Kuatkan dirimu, hai Israel. Lihat, Aku akan membangun satu rumah. Rumah itu kemuliaannya akan melebihi dari kemuliaan Rumah Allah dari Salomo.” Oh, sekarang mata mereka dibawa menuju ke depan. Mereka tidak dibawa untuk melihat Bait Allah ini, mereka juga tidak dibawa untuk melihat Bait Allah Salomo.

Tuhan menjanjikan sesuatu yang besar bagi orang Israel: “Aku akan membangun sebuah rumah dan kemuliaan-Nya jauh lebih besar daripada kemuliaan rumah Bait Allah Salomo.” Saudara-saudara, kapan ini terjadi? Bait Allah mana yang kemegahannya melebihi daripada Bait Allah Salomo? Bait Allah pada jaman Hagai? Tidak, sangat miskin dibandingkan dengan Bait Allah Salomo. Padahal saudara perhatikan, pada waktu itu orang Israel memiliki relasi yang sangat baik dengan raja-raja Media Persia. Entah mengapa, raja-raja Media Persia itu jatuh hati kepada orang Israel. Saudara akan menemukan dalam sejarah, orang-orang seperti Sirus dan Darius itu sangat ‘setia’, sangat melindungi orang Israel sehingga mereka sangat kaya, memiliki seluruh negeri pada waktu itu. Kalau mereka membantu saja, itu mudah sekali untuk membangun sebuah Bait Allah yang lebih megah daripada Salomo. Ingat saudara-saudara, Bait Allah Salomo semegah apa pun dibangun oleh orang Israel yang kecil dibandingkan seluruh dunia. Media Persia melebihi daripada Amerika. Media Persia melebihi daripada Inggris. Media Persia memiliki tentara yang pernah melawan Yunani. Tentaranya saja 1,5 juta orang. Saudara-saudara, siapa yang pernah bisa mengalahkan mereka? Mereka kaya luar biasa dan mereka baik sekali pada zaman itu kepada orang-orang Israel. Mereka mudah sekali kasih uang. Tetapi di dalam providensia Allah, Allah tidak mengijinkan ini terjadi. Tidak ada Bait Allah yang seindah daripada Salomo yang dibangun pada zaman Hagai. Lalu kalau Tuhan mengatakan akan membangun sebuah rumah yang kemegahannya melampui daripada kemegahan pertama, maka kapan itu terjadi?

Oh, kita berpikir itu adalah Bait Allah jaman Herodes. Tetapi saudara perhatikan baik-baik. Bait Allah Herodes itu adalah penghinaan di hadapan Allah. Tidak pernah ada satu bagian dalam Alkitab yang menyatakan kemuliaan Bait Allah itu. Meskipun pada waktu itu orang Israel bertepuk tangan, pada waktu itu orang Israel berpikir bahwa ini Bait Allah, tetapi saudara-saudara, Bait Allah dari Herodes bukan mempermuliakan Allah. Bait Allah Herodes itu menghina Allah. Menghina dalam apa? Menghina dalam segala sesuatunya. Menghina karena Bait Allah itu tidak dibuat oleh tangan orang Israel, tetapi dibuat oleh keturunan Edom, dibuat oleh Herodes. Bait Allah itu juga secara arsitek sudah tidak setia seperti yang dikatakan di dalam Pentateuch. Untuk membangun Bait Allah itu ada ukurannya, panjangnya, lebarnya, tingginya, seluruh bahan-bahannya, ruangan-ruangannya. Herodes membangun jauh lebih besar daripada itu, tetapi menghina Allah. Seluruh ruangan, seluruh bentuk, seluruh precise-nya adalah bicara mengenai satu hal, bukan berbicara mengenai kekayaan tetapi berbicara mengenai God, Allah yang precise, Allah yang tepat. The Holiness of God, kesuciaan Allah. Itulah sebabnya bahannya apa, Tuhan yang tentukan. Lebarnya, panjangnya, tingginya, bagian-bagiannya, seluruhnya Tuhan yang tentukan. Herodes mengatakan apa ini, saya bisa bangun lebih besar. Dia bangun lebih besar. Dia tidak mengikuti seluruh aturannya itu. Dia menghina kesuciaan Allah. Saudara-saudara, itulah sebabnya kenapa harus tepat. Thomas Shepard adalah seorang arsitek yang juga seorang puritan. Orang lain bertanya, kenapa kamu sangat mementingkan ketepatan? Dia mengatakan karena my God, Allahku adalah Allah yang precise. Ini bicara mengenai kesucian Allah yang tidak bisa dikurangi atau diselewengkan atau dilebihkan.

Saudara-saudara, maka Herodes itu menghina Tuhan. Bukan itu saja, tidak ada nabi yang pernah menyuruhnya dan tabut perjanjian sudah tidak ada di center-nya. Herodes membangun satu Bait Allah hanya untuk menyenangkan orang Yahudi. Dia membuat lapisan-lapisan emas dan pada waktu itu kubahnya bisa dilihat 20 km jauhnya pada hari panas terik. Saudara bisa bayangkan, bangunan apa di dunia ini yang saudara bisa lihat 20 km jauhnya. Itu karena seluruh atasnya emas, sehingga ketika kena sinar matahari, maka dari jauh mengkilap. Luar biasa megah bukan? Tetapi Tuhan menghina dia. Perhatikan saudara-saudara, sepanjang sejarah saudara dan saya tidak akan pernah menemukan satu Bait Allah yang menandingi kemegahan fisik dari Bait Allah pertama yaitu Bait Allah Salomo. Tetapi jelas sekali, sejak Bait Suci Salomo didirikan, ratusan tahun kemudian bait suci itu telah kehilangan makna aslinya yang dari Tuhan kepada Israel. Mereka beribadah di dalamnya, tetapi memungkiri inti ibadah yang merupakan titik sentral daripada bait suci itu. Ibadah itu masih ada, ibadah worship secara luar itu masih ada, tetapi penyembahan di dalam hati sudah ditinggalkan. Dan malah orang-orang Israel membanggakan Bait Suci Salomo yang sangat megah itu menjadi suatu berhala. Mereka membanggakan dirinya dengan kemegahan bait sucinya dengan tata caranya, dan mengatakan mereka adalah umat pilihan dan seluruh kesombongan itu menutup jalan bangsa-bangsa lain mengenal terang dari Yahweh. Mereka tidak menurut imannya Abraham, tetapi mereka hidup meninggikan jasa mereka, pekerjaan ibadah mereka, sunat mereka, merasa diri diterima oleh Allah karena kebaikan mereka.

Saudara perhatikan baik-baik, bukan karena iman. Bertahun-tahun, ratusan tahun, berkali-kali gereja selalu salah dalam hal ini. Beberapa hari ini kita bicara mengenai reformasi dan apa yang dinyatakan di dalam reformasi. Gerakan reformasi adalah untuk mengembalikan arah gereja yang tadinya menyatakan aku diterima oleh Allah karena melakukan perbuatan baik. Orang-orang Reformed bangkit, dibangkitkan oleh Tuhan menyatakan ‘tidak’, engkau diterima oleh Allah hanya karena Yesus Kristus melakukan penebusan di dalam hidup kita. Justification by faith alone. Justification through faith by grace alone. Saudara-saudara, Bait Allah Salomo megah, iya, tetapi orang Israel sudah bergeser, orang Israel sudah tidak lagi mengerti inti ibadah mereka. Maka saudara-saudara melihat di dalam seluruh sejarah, Allah jelas tidak pernah membangkitkan bait Allah ke-2 secara fisik yang kemuliaannya melampaui Bait Allah Salomo. Lalu, sejak hari dari Hagai sampai saat ini tidak pernah ada Bait Allah ke-2 yang dijanjikan Tuhan ini, Bait Allah yang kemuliaannya akan melebihi daripada Bait Allah Salomo. Lalu apa atau siapa yang dimaksudkan dalam ayat ini?

Kalau saudara-saudara melihat di dalam sejarah penebusan, saudara melihat Biblical Theology, maka saudara akan melihat di dalam masa pelayanan Kristus dan sesudahnya, bait suci akan selalu ditampilkan, dinyatakan di dalam terang kebenaran rohani, spiritual dan bukan jemaat. Saudara akan menemukan dengan begitu jelas di dalam Perjanjian Baru, bait suci yang disebut selalu adalah berbicara mengenai gereja. Ketika berbicara mengenai bait suci adalah berbicara mengenai church (gereja). GEREJA. CHURCH. The invisible church. Gereja yang sejati. Ini adalah Bait Allah spiritual. True spiritual temple. Lihatlah saudara di dalam providensia Allah, Allah seakan-akan mengijinkan pudarnya secara perlahan bait suci pertama yang sama sekali tidak tergantikan, dan Allah perlahan-lahan menyatakan terang dari bait suci yang ke-2 yaitu gereja Tuhan. Kalau saya mau umpamakan saudara-saudara, seperti sebuah pertunjukkan di stage. Ada satu object yang disinar dengan terang dan object itu adalah Bait Allah Salomo dengan seluruh kemegahannya. Dan tiba-tiba terang itu mulai meredup, sinar sorot lampu itu kemudian mulai meredup. Lalu ada sorot lampu yang ke-2 yang kemudian dinyalakan dan perlahan-lahan mulai menyinari object yang ke-2, bukan lagi yang pertama. Dan object yang ke-2 ini adalah sesuatu yang rohani dari yang pertama. Yang pertama itu merupakan bayang-bayang dari yang ke-2. Yang pertama itu merupakan penantian dari yang ke-2 dan inilah yang sesungguhnya, yaitu church. Gereja yang invisible. Gereja yang sejati.

Sekarang mari kita perhatikan saudara-saudara, Hagai 2:8, “Aku akan menggoncangkan segala bangsa.” Saya akan menjelaskan poin ini. Ini adalah suatu ayat yang luar biasa penting. “Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir.” Kalau saudara melihat di dalam bahasa Inggris maka saudara akan menemukan dua versi ini. Versi yang pertama adalah versi KJV, dikatakan: “And I will shake all nations, and the desire of all nations shall come.” So, the desire of all nations. Kalau saudara melihat ESV, maka bahasa Ibraninya akan diterjemahkan seperti ini: “And I will shake all nations, so that the treasures of all nations shall come in.” Ketika saudara mempelajari commentary, saudara akan menemukan commentator akan berbicara tentang dua hal ini yang sedikit berbeda tetapi saudara akan bisa combine-kan menjadi satu kesatuan yang sangat indah.

Saya akan bicara pertama dari KJV, ‘And I will shake all nations, and the desire of all nations.’ Maka pengertian ‘the desire of all nations’ adalah ‘the desirable person’. The elect of all nations. The best part of all nations. Yang terbaik dari bangsa-bangsa itu akan datang. Orang-orang pilihan dari bangsa-bangsa itu akan datang. Orang-orang yang paling diinginkan dari bangsa-bangsa itu akan datang memenuhi Bait Allah yang ke-2 yaitu gereja. Ini bicara berkenaan dengan orang-orang yang terpilih dari segala bangsa. Orang-orang yang terbaik dari manusia, dari segala bangsa datang bersatu. Alkitab menyatakan umat-umat pilihan itu menjadi batu-batu bangunan dari Bait Allah yang sejati. Gereja Tuhan yang sejati adalah Bait Suci Allah yang sejati. Dari segala tempat di sepanjang abad, mereka semua dipilih. Orang-orang pilihan dari setiap bangsa, dari setiap suku. Dan mereka adalah orang-orang yang terbaik, the best part, bagian terbaik dari bangsa itu. 1 Petrus 2:5 menyatakan: “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.” Saudara perhatikan orang-orang pilihan, orang-orang yang mengenal Kristus Yesus. 1 Petrus 2:5 dikatakan kalau saudara dan saya sungguh-sungguh mengenal Yesus Kristus, saudara dan saya kalau sungguh-sungguh adalah orang pilihan, saudara dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan satu gereja, jemaat, tubuh Kristus.

Arti yang pertama Aku akan mengguncangkan seluruh bangsa and ‘the desire of all nations’ adalah the best part (the elect) of all nations akan datang kepada Bait Allah yang ke-2. Saya akan lebih jelaskan dalam poin ini. Orang-orang pilihan di dalam Kristus adalah orang-orang yang terbaik dari setiap bangsa dan suku dan bahasa. Ketika saya mengatakan bahwa orang-orang pilihan dalam Kristus adalah orang-orang terbaik, bukan berarti terbaik dilihat dari kepemilikan di dalam dunia ini. Bukan raja, bukan ratu, bukan pembesar, bukan bangsawan. Malahan tidak banyak orang hebat menurut status manusia. Tidak banyak orang perkasa, kaya, yang dipanggil dan dipilih. Tetapi tetap umat pilihan yang dipilih oleh Allah adalah umat yang terpilih. Saudara perhatikan baik-baik! Terpilih itu bukan berarti semuanya. Terpilih itu hanya sebagian kecil. Terpilih! Kelompok ini adalah kelompok yang tidak mengklaim diri, memiliki kemampuan untuk dipilih secara alamiah, malah sebaliknya kelompok ini adalah kumpulan orang-orang yang menolak apa pun saja kemampuan natural di dalam diri mereka. Mereka adalah kumpulan orang-orang yang menyadari keberdosaannya dan ketidaklayakannya. Tuhan melihat kelompok ini, mereka semua apa adanya seperti yang Dia inginkan, seperti apa yang Dia akan buat dan di dalam hal ini, mereka adalah pilihan dari semua bangsa. Alkitab menyatakan, bagi Tuhan orang-orang pilihan ini adalah harta kerajaan-Nya, permata yang tersembunyi, harta karun para raja-raja dunia. Sesungguhnya kelompok pilihan ini sangat berharga karena Allah memberi perhatian khusus kepada kelompok pilihan ini. Alkitab menyatakan kematian mereka sangat berharga. Allah mencatat tulang-tulang mereka, menghitung jumlah mereka. Allah memperhatikan satu rambut yang jatuh dari kepala mereka. Allah memelihara mereka setiap hari dan Allah akan mengangkat debu mereka pada hari terakhir sebelum kebangkitan abadi itu terjadi. Jikalau penguasa-penguasa itu dapat mengetahuinya, orang-orang inilah sesungguhnya bangsawan dari seluruh bangsa, mereka yang takut akan Tuhan. Kelompok manusia yang takut akan Tuhan ini adalah jiwa, sumsum, tulang punggung suatu bangsa dan demi orang-orang pilihan-Nya, Tuhan telah memelihara bangsa demi bangsa. Demi orang-orang pilihan-Nya, Allah memberikan berkat yang tidak terhitung kepada bangsa-bangsa. Allah menentukan kelompok ini menjadi garam dunia. Tanpa mereka, satu bangsa akan menjadi busuk. Allah menentukan kelompok ini menjadi terang dunia. Tanpa mereka, semua bangsa akan berjalan di dalam kegelapan. Sebenarnya mereka inilah kunci dari berkat atau kutuk suatu bangsa.

Perhatikan baik-baik Lot dan keluarganya, Alkitab menyatakan Lot orang benar itu keluar dari Sodom dan Gomora. Tidak ada alasan Tuhan lagi untuk tidak menghakimi dan menghukum Sodom dan Gomora dengan belerang. Begitu keluar, tidak ada alasan Tuhan lagi untuk tidak melampiaskan murka kepada satu bangsa. Tetapi dunia ini buta. Bangsa-bangsa itu mabuk. Dunia ini memberlakukan orang-orang pilihan Allah ini dengan kejahatan. Mereka memandang jijik orang-orang yang takut akan Tuhan. Mereka mengusir orang-orang yang takut akan Tuhan dari bangsa-bangsa dan mendatangkan kutuk kepada mereka sendiri. Bangsa-bangsa memberlakukan sebenarnya sahabat terbaiknya dengan cara yang paling buruk dan sebaliknya para penguasa bangsa-bangsa memberlakukan musuh terburuknya yaitu setan dengan seluruh antek-anteknya dengan kesetiaan yang terbaik. Bangsa-bangsa buta adanya.

Alkitab dengan jelas menyatakan Allah berkenan membuat bagi diri-Nya sendiri suatu kelompok umat-Nya dengan kehendak kedaulatan-Nya dan bagi kesenangan-Nya sendiri. Suatu umat yang dipanggil keluar dari bangsa-bangsa. Kumpulan umat yang dipilih, dipilih untuk menjadi bagian dari gereja-Nya. Dan dikatakan Allah akan menguncangkan bangsa-bangsa itu. Dan yang terbaik dari bangsa-bangsa itu akan datang. Melalui Roh Kudus-Nya, Allah akan menguncangkan hati nurani umat-umat pilihan-Nya dan umat-umat pilihan-Nya akan datang melihat Kristus Yesus. Dan melalui providensia-Nya, Allah menguncangkan kehidupan anak-anak-Nya sehingga orang-orang yang dipilih-Nya dapat datang kepada Dia. Saudara-saudara tadi lihat apa yang terjadi pada Stanley. Dia ingin pertamanya, pikir akan pergi ke Sydney, senang, bebas, jauh dari orangtua. Seluruh anak-anak muda biasanya punya pikiran seperti ini. Pergi ke kota yang sangat free di dalam segala sesuatunya. Bebas. Tetapi sebelum dia pergi ke Sydney diguncang oleh providensia Allah. Dibuat mamanya sakit. Dibuat dia mesti pikir kehidupan itu apa. Dia mesti pikir ulang sekarang apa benar hidup itu harus bebas seperti itu. Diguncang. Ada orang yang diguncang dengan satu hati nuraninya dilembutkan, diremukkan akhirnya ia mencari Tuhan. Saudara-saudara, Allah menguncang bangsa-bangsa sehingga the elect one, orang yang terpilih itu akan keluar satu per satu dari seluruh bangsa dan akan masuk mengabungkan diri dengan satu gereja. Dan seluruh bangsa nanti akan menghadap tahta pengadilan Kristus dan akan menyatakan: “Engkau layak, ya Anak Domba menerima segala kuasa, kemuliaan, puji-pujian sampai selama-lamanya.” The elect one. Orang yang terpilih dari seluruh bangsa akan datang ke rumah Tuhan.

Tetapi bukan itu saja, hal yang kedua Saudara-saudara dari ESV tadi dikatakan: I will shake all nations and the desirable things of all nations, the treasures of all nations. Hal-hal yang paling diinginkan dari bangsa-bangsa itu akan datang. Dan dikatakan dalam ayat selanjutnya, perak, emas kepunyaan-Ku. Itu adalah berbicara mengenai benda-benda yang berharga bukan? Saudara-saudara, pengertian kedua daripada ayat ini adalah berbicara berkenaan dengan hal-hal yang berharga bukan saja berkenaan dengan pribadi orang tersebut. The elect one. The best part of all nations. Tetapi berbicara mengenai hal-hal yang berharga, yang terbaik dari setiap orang. Dan setiap bangsa itu akan dibawa sebagai persembahan sukarela kepada Bait Allah yang kedua. Bait Allah yang rohani yaitu gereja. Saudara-saudara perhatikan baik-baik, bagi orang-orang pilihan, jikalau sungguh-sungguh saudara dan saya adalah orang-orang pilihan, saudara akan mengalami hal ini. Saudara akan masuk ke gereja. The invisible church. Gereja yang tidak terlihat. Tetapi gereja yang tidak terlihat itu ditentukan oleh Tuhan di dalam perwujudan melalui gereja yang terlihat. Saudara dan saya akan memberikan yang terbaik, yang paling berharga di dalam hidup kita bagi Kristus melalui gereja-Nya. The most desirable things. Saudara-saudara coba pikirkan, apa yang dibawa oleh orang-orang yang sudah diperbaharui hatinya kepada Kristus oleh Yesus Kristus kepada, melalui gereja-Nya? Apa yang akan dibawa? Seluruh hidupnya. Seluruh jiwanya. Seluruh hatinya. Semuanya. Semuanya akan dipersembahkan kepada Kristus di dalam Gereja-Nya. Tidak ada lagi yang tersisa di dalam hidup umat pilihan. Tidak ada satu pun umat pilihan yang sejati akan mengatakan, “Tuhan ini bagian-Mu, ini adalah bagianku. Yang ini aku tidak akan memberikan kepada-Mu.” TIdak! Umat pilihan yang sejati akan mengatakan, “Tuhan ini semua hidupku. Semua hatiku. Semua apa yang aku percayai, my trust. Seluruh imanku. Seluruh cintaku. Seluruh masa depanku. Semua yang aku miliki dan semua yang aku sayang aku persembahkan dengan sukarela kepada-Mu, ya Kristus Yesus.” The most desirable things. Hal-hal yang paling berharga, yang paling kita sukai akan dipersembahkan kepada Kristus. Dari seluruh bangsa akan keluar orang-orang seperti ini, mempersembahkan yang terbaik dari hidup kita, dari hidup mereka kepada Kristus melalui Gereja-Nya.

Saya sudah bicara mengenai dua arti ini: Aku akan menguncangkan bangsa-bangsa. And the desire of all nations shall come. Yang pertama adalah orang-orang pilihan akan datang ke Bait Allah yang ke-2, gereja. Kedua, mereka bukan saja datang, mereka datang dan membawa yang terbaik yang mereka punya. Hatinya, jiwanya, hidupnya, umurnya, kekuatannya. Allah menyatakan, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap akal budimu, dengan segenap kekuatanmu, dengan seluruh hatimu.” Dan mereka memberikannya bagi Tuhan, tidak ada lagi yang tersisa, dengan sukacita. Dengan bersyukur semuanya datang ke Bait Allah yang kedua. Sekarang pertanyaannya dan saya akan tutup dari pada khotbah ini. Pertanyaannya, apa yang menyebabkan rumah yang kedua ini kemuliaannya jauh dari Bait Allah yang pertama? Apa yang membuat kemuliaan Bait Allah yang kedua ini melebihi daripada rumah Allah yang pertama? Apa yang membuat kemuliaan Bait Allah yang kedua ini jauh melebihi dari pada kemuliaan yang pertama sehingga seluruh bangsa, orang-orang, kaum dari segala bahasa, suku bangsa datang dengan memberikan yang terbaik? Apa yang mereka lihat di dalam rumah yang kedua ini? Apa kemuliaan dari pada rumah yang kedua ini? Jawabannya adalah karena ada Kristus di sana. Karena kehadiran Kristus di sana. Kemuliaan Bait Allah yang kedua, kenapa itu indah? Kenapa itu diinginkan? Kenapa seluruh bangsa menginginkannya? Karena Kristus. Karena kehadiran Kristus.

Gereja sesungguhnya bukan bicara mengenai orang yang tadinya itu jahat kemudian jadi orang baik. Ya, itu terjadi di dalam gereja. Gereja bukan bicara berkenaan dengan pelayanan ini, pelayanan itu. Ya, itu ada di dalam gereja. Gereja bukan bicara mengenai aku mesti membantu orang miskin atau kemudian aku mesti men-support orang yang terkena HIV. Ya, itu dikerjakan oleh gereja. Pelayanan gereja itu begitu banyak, tetapi inti dari semuanya adalah satu. Hanya satu. Dan jikalau satu ini tidak ada, gereja itu tidak perlu exist ada di dalam sebuah kota. Dan satu itu adalah Kristus. Kristus. Dialah satu-satunya yang diinginkan oleh seluruh bangsa. Christ is the desire of all nations. Karena Dia Allah maka kita datang. Karena Dialah maka suku-suku bangsa itu datang ke dalam gereja, rumah Allah yang sejati yang tidak kelihatan dari seluruh tempat, seluruh zaman.

Inti dari sebuah gereja adalah Kristus karena Dia adalah Kepala Gereja. Keindahan dari gereja adalah Kristus. Kemuliaan dari gereja adalah Kristus. Dan ketika saya bicara mengenai Kristus di sini bukan simbol. Semua, banyak orang, banyak gereja menyatakan pasti Kristus. Pasti Kristus. Saya tanya kepada engkau, apakah ada Firman yang sejati di dalam gerejamu? Karena wujud dari pemerintahan Kristus adalah Firman. Wujud dari kerajaan Kristus adalah Firman. Wujud dari penguasaan Kristus adalah ketaatan kepada Firman. Sudah berapa banyak gereja yang Firman itu sendiri sudah tidak dibicarakan. Mereka bisa berkumpul dalam persekutuan 2-3 jam. Ketawa sana sini. Bicara mengenai Firman tidak mengerti banyak. Hanya 15-20 menit, itu pun lapisan luar. Kalau itu ada, saudara perhatikan baik-baik, tidak mungkin akan memenangkan jiwa. Karena jiwa itu tidak memerlukan kita punya persekutuan. Persekutuan itu penting, tetapi tidak akan mempertobatkan orang. Bangsa-bangsa itu akan berkumpul, satu per satu orang-orang pilihan Tuhan akan dimunculkan, kalau gereja itu menetapkan di dalam hatinya, seluruh jemaat, aku mau belajar untuk menyembah, mentaati Kristus.

Gereja ini sudah tujuh tahun. Saya mau tanya, ke depan mau apa? Engkau mau mempertahankan apa? Uang, Tidak penting. Relasi, tidak penting. Apa yang akan engkau pertahankan? Satu-satunya pengharapan kita ialah satu, yaitu jikalau Kristus itu ditinggikan, dirajakan, ditaati melalui Firman-Nya di dalam gereja ini tahun demi tahun sampai Kristus datang untuk yang ke-2 kali. Kalau itu tidak ada, seindah apa pun persekutuan kita bubarlah. Tidak ada guna. Orang menghormati kita, tidak ada guna. Satu-satunya yang paling penting adalah Kristus. Yohanes menyatakan, “Jikalau Anak Manusia, Kristus sendiri mengatakan, ketika Anak Manusia itu ditinggikan, Dia akan menarik banyak-banyak jiwa datang kepada-Nya.” Sekali lagi. Kehadiran Kristus adalah kemuliaan dari sebuah gereja. Allah melalui nabi Hagai mengatakan, “Aku akan membuat satu rumah. Engkau akan lihat rumah yang kemudian itu, kemuliaannya akan melebihi dari pada rumah yang pertama.” Rumah yang kemudian itu melebihi daripada rumah yang pertama. Pada waktu rumah yang pertama itu didedikasikan, imam-imam sedang melayani, seluruh orang Israel sedang menyanyi seperti tadi. Ketika mereka menyanyi tiba-tiba the present of God, hadirat Allah itu tiba-tiba turun. Mereka tidak kuat. Hadirat Allah itu kalau muncul menghancurkan hati. Hadirat Allah itu kalau turun, kita tidak bisa ngomong apa saja cuma diam menikmati, terkagum-kagum sambil takut. Kehadiran Allah turun di rumah Salomo. Semua orang gemetar dan semua orang berlutut. Luar biasa hebatnya kemuliaan Allah yang hadir tetapi tidak bisa dibandingkan dengan kemuliaan Kristus Yesus, oknum Pribadi, Allah oknum kedua Tritunggal yang turun ke dunia dan memakai tubuh seperti tubuhmu dan saya. Tubuh yang bisa rusak. Tubuh yang bisa mati. Injil Yohanes mendeklarasikan satu kalimat ini: “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.” Siapa yang bisa menandingi kemuliaan Allah Anak yang turun di tengah-tengah dunia di dalam tubuh seperti engkau dan saya? Ini adalah puncak tertinggi daripada hikmat Allah. Puncak tertinggi daripada kuasa Allah. Puncak tertinggi daripada seluruh paradoks yang kita kenal dalam diri Allah. Puncak tertinggi daripada seluruh atribut Allah digabungkan menjadi satu. Puncak tertinggi daripada kemuliaan-Nya di tengah-tengah dunia. Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya. Kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Saya mau tanya pada saudara-saudara, kalau saudara-saudara dari gereja Kristen. Entah saudara dari Karismatik, entah saudara dari Protestan, entah saudara dari mana pun saja. Saya mau tanya awal induk pertama kali gerakan Reformasi tahun 1517 yang dimulai dari Luther, sebenarnya sebelumnya oleh Wycliffe, sebelumnya oleh John Huss. Setelah itu adalah Calvin, Zwingli, Martin Bucer dan seluruh orang-orang Puritan dan juga ada orang-orang yang di Belanda dan di Skotlandia seperti Samuel Rutherford. Saya mau tanya pada saudara-saudara, apa yang mereka perjuangkan kepada gereja yang besarnya luar biasa pada waktu itu mereka berani menantang? Apa yang mereka perjuangkan? Apakah mereka punya senjata? Tidak. Apakah mereka mempunyai uang? TIdak. Apa yang mereka punya satu yaitu api. Dan apa yang mereka perjuangkan? Satu hal: The centrality and the supremacy of Christ. Kalau itu ada maka gereja lokal itu mulia. Kalau itu ada, maka Roh Tuhan di dalam gereja itu melalui gereja itu, akan mengabarkan Injil-Nya melalui orang-orang di dalam gereja itu ke seluruh dunia. Satu-satunya yang kita harus perhatikan adalah satu titik ini. Kalau ini ada, maka perkenaan Allah itu datang dalam hidup kita. Kalau ini ada, maka kita tahu gereja ini masih hidup. Kalau ini ada, maka kita tahu gereja ini masih berguna. Kalau ini tidak ada, tutup saja gereja. Tidak ada gunanya. Banyak gereja yang memotong Kepala-Nya yaitu Kristus itu. Mereka bicara mengenai Kristus tetapi tidak mengerti Firman. Mereka bicara mengenai Kristus, tetapi mereka tidak mendalami Firman. Mereka berbicara mengenai Kristus, tetapi mereka tidak menempatkan Alkitab, Firman, khotbah yang baik sebagai sebuah centre dari pada sebuah ibadah. Saudara-saudara, kemuliaan sebuah gereja adalah Kristus Yesus.

Yesus Tuhan mengatakan melalui Hagai, “Aku akan membangun rumah dan rumah yang kedua ini kemuliaannya akan jauh melebihi daripada rumah yang pertama.” Mata Hagai tidak dibawa untuk melihat pada sebuah bangunan ini, yang kecil, yang sangat miskin dibandingkan dengan rumah Bait Suci Salomo. Tetapi Tuhan juga tidak mau mata Hagai terus pergi ke tempatnya Salomo. Tidak. Tidak itu, Hagai. Tidak itu, hai umat-Ku. Ke mana Tuhan aku mesti memandang? Lihat, Aku akan membangun rumah. And the desire of all nations akan datang. Yang terbaik dari seluruh bangsa akan datang. Barang-barang yang terbaik dari seluruh bangsa akan datang. Kesayangan kita akan diberikan di dalam rumah itu. Apa itu Tuhan? Itu adalah gereja-Ku yang sejati. Dan Aku akan memenuhi rumah itu dengan kemuliaan-Ku. Dan akan ada sejahtera di dalamnya karena itu adalah Kristus Yesus. Tidak tahu berapa lama lagi kita hidup di dunia. Tidak tahu gereja ini nanti ke depan seperti apa. Tapi pada pagi hari ini, jikalau engkau sungguh-sungguh mau berjuang bersama-sama dengan kami, mari berjuang untuk satu hal: Belajar mengerti Firman dan taat kepada Kristus. Kalau engkau mau berjuang, berjuanglah untuk satu hal, untuk Kerajaan Kristus itu terjadi di dalam hidup kita dan melalui hidup kita. Biarlah kesuciaan-Nya menaklukkan kita. Biarlah Firman-Nya menghancurkan dosa kita. Biarlah perkataan-perkataan-Nya mengontrol seluruh arah hidup kita. Biarlah salib-Nya rela kita pikul. Biarlah kita boleh mengatakan kehendak-Mu, ya Tuhan, jadi di dalam hidupku dan gerejaku. Biarlah Injil-Nya boleh kita beritakan sampai ke seluruh bumi. Dan peganglah janji-Nya. Jikalau Anak Manusia itu ditinggikan, Dia akan menarik banyak orang datang kepada-Nya. The desire of all nations shall come. Kiranya Kristus boleh ditinggikan di dalam gereja ini. Perhatikan baik-baik sekali lagi. Gereja ini tidak memiliki apa pun saja selain belas kasihan-Nya. Maka, berlututlah, berdoalah, memegang kaki-Nya. Minta belas kasihan-Nya setiap hari bagi kita semua. Melihat seluruhnya ini, melihat Kristus yang akan datang beberapa ratus tahun kemudian dan kemudian dibandingkan dengan Bait Allah Salomo, maka Hagai akan melihat Bait Allah Salomo itu seperti kemuliaan bulan. Tetapi Bait Allah yang datang kemudian yaitu church, gereja yang sejati di mana Kristus memerintah, itu adalah kemuliaan daripada matahari yang sesungguhnya. Bulan akan terbenam ketika matahari terbit, barulah kita bisa melihat kemuliaan yang sesungguhnya. Kiranya Kristus boleh dipermuliakan di dalam gereja ini. Kiranya nama-Nya ditakuti dan kehendak-Nya dijalankan. Mari kita berdoa!

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^