[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

6 September 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Bagaimana Merenungkan Jalan Providensia Allah (2)

1 Yohanes 5:13-15

Kita terus memikirkan mengenai seri berkenaan dengan pemeliharaan Allah. Melalui Alkitab kita diajar untuk mengerti, mencermati bahwa ada pemeliharaan Allah secara khusus kepada kita. Hidup kita bukan kebetulan hadir di dalam dunia ini. Dan seluruh peristiwa yang terjadi di dalam hidup kita juga bukan rangkaian kebetulan-kebetulan. Ada rancangan utama dari kekekalan yang Tuhan mau jadikan dalam hidup kita. Ada rencana Tuhan yang mau dinyatakan dan digenapi dalam hidup kita. Apa yang sudah ditetapkannya di dalam kekelan itu akan dinyatakan dan itu akan menjadi tujuan seluruh hidup kita. Dia akan memelihara hidup kita dan mengarahkan hidup kita seturut dengan kehendak-Nya untuk kebaikan kita dan kemuliaan-Nya. Alkitab dengan menjelaskan menyatakan; bagi orang-orang pilihan-Nya di dalam Yesus Kristus, maka ada pemeliharaan yang khusus yang Tuhan berikan kepada kita. Ada suatu rancangan khusus yang Tuhan berikan kepada kita. Ada hikmat khusus yang Tuhan dealing dengan kita. Itulah sebabnya bagi orang-orang Kristen yang dilahirbarukan, itu seluruhnya disebut sebagai “khusus”. Allah bagi kita bukan saja menyatakan diri-Nya melalui alam semesta atau melalui hati nurani kita. Bukan saja Dia menyatakan diri-Nya melalui sejarah yang kita lihat di koran. Dia yang menyatakan bahwa Dia itu memberikan makanan dan juga hujan kepada orang-orang fasik dan kepada orang-orang benar. Ini seluruhnya adalah sifat-Nya secara general. Itu adalah wahyu umum, anugerah umum. Tetapi bagi orang-orang yang dipilih-Nya sejak sebelum dunia dijadikan, orang-orang yang ditentukan untuk berada di dalam Yesus Kristus, Dia dealing dengan kita secara khusus, Dia mewahyukan diri-Nya kepada kita. Dan melalui Firman, Dia membawa kita bisa membaca jalan-jalan-Nya di mana Dia dealing secara khusus kepada kita. Melalui seluruh hal yang diberikan ini, kita bisa mengenal siapa Dia, apa natur-Nya, apa isi hati-Nya, apa tujuan-Nya sesungguh-Nya Dia dealing dengan kita. Itulah yang disebut sebagai anugerah khusus, wahyu khusus. Ada perlakuan khusus Allah kepada kita. Ini tidak berarti bahwa kita adalah anak emas dan kebenaran-kebenaran ini seharusnya tidak membawa kita meninggikan diri kita dibandingkan orang lain. Tetapi dengan mengerti kebenaran-kebenaran ini biarlah kita boleh memiliki hati yang remuk. Biarlah kita boleh menyadari diri kita itu begitu rendah tetapi dikasihani oleh Allah. Dan ketika kita menyadari hal-hal ini, kita makin mudah untuk mengasihi orang-orang di luar sana. Kepada orang-orang yang jahat kepada kita, kepada orang-orang yang tidak mengenal Kristus, kepada orang-orang yang jatuh di dalam dosa, kita bisa mengerti dan memiliki satu hati yang berteriak, bersyafaat untuk mereka. Dengan mengatakan kepada Tuhan: “Sebagaimana Engkau mengasihi Abraham, Ishak dan Yakub dan Daud, bahkan dengan seluruh dosa yang sudah mereka perbuat dan kasih setia-Mu itu tidak berubah untuk mereka. Dan sebagaimana Engkau mengasihi gereja dan kami, ya Tuhan, kasihanilah orang-orang itu.” Belas kasihan Tuhan yang kita terima secara khusus akan mendorong kita untuk berdoa syafaat. Belas kasihan yang Tuhan berikan kepada kita secara khusus ini akan mendorong kita memiliki jiwa yang gracious kepada orang lain. Siapa yang dikasihi lebih akan memiliki kerelaan akan mengasihi lebih, ini yang Tuhan nyatakan kepada kita. Biarlah kita boleh menyadari bahwa hidup kita itu bukan seperti bulu yang kemudian mengambang di permukaan air dan kemudian pergi ke mana tidak tahu dan tidak perduli. Tuhan memiliki rencana di dalam hidup kita, dan bahkan Dia memperhatikan bagian yang terkecil di dalam hidup kita, rambut di kepalamu-pun, Aku tahu jumlahnya. Biarlah engkau dan saya menyadari, di manapun saja engkau dan saya bekerja atau berjalan, engkau melihat ke kanan, ke kiri, manusia-manusia yang tidak mengenal Kristus, ingat kita adalah sama seperti mereka sekaligus kita adalah berbeda. Kita adalah manusia yang sama-sama berdosa seperti mereka, tetapi di dalam anugerah-Nya, kedaulatan-Nya, Dia memilih kita untuk memperlakukan kita secara khusus. Dan itu membuat hati kita bersyukur kepada Tuhan di dalam takut akan Dia, dan memiliki air mata bagi orang-orang berdosa.

Minggu lalu kita sudah berbicara berkenaan dengan memikirkan providence, elemen-elemen apa saja yang harus kita pikirkan? Di dalam poin-poin seperti ini, semakin detail, saya semakin terpesona dengan orang-orang Puritan. Karena kita akan mendapatkan faedah yang besar di dalam kehidupan dan juga dalam tulisan. Mereka bukan saja mengajarkan mengenai providence, pentingnya itu dan kemudian definisinya. Atau mengutarakan mengenai perintah berkenaan dengan kita harus memikirkan providence. Tetapi, mereka adalah orang yang belajar untuk melakukan Firman. Dan ketika melakukan Firman itu mereka akan kena satu, dua, tiga, empat jebakan-jebakan, belokan-belokan dan dia kemudian mengajarkannya kepada kita. Sehingga kita mengerti lebih spesifik lagi adalah bagaimana (how-to). Sebenarnya pertanyaan mengenai how-to itu adalah sesuatu yang sebenarnya kalau orang-orang berpikir secara philosophical atau theological sebenarnya paling tidak disukai. Bagaimana saya mengerti kehendak Tuhan? Bagaimana saya mesti menjadi orang Kristen? “Bagaimana” semuanya itu buat kita sebenarnya adalah pertanyaan-pertanyaan yang sepele. Tetapi ternyata bagi orang Puritan ini adalah bagian tersendiri yang begitu panjang dan lebar yang mereka habiskan waktunya. Dan saya sendiri merasakan sesuatu hal yang sangat membangun di sini, karena sering sekali kami “mengerti” Firman, tetapi kami tidak tahu bagaimana melakukannya. Ini adalah bicara mengenai aplikasi. Sama seperti saudara-saudara misalnya punya satu mobil atau lemari es yang rusak. Bahkan saudara mengerti bagian yang rusak itu adalah kompresornya tetapi kita tidak mengerti how-to-nya membereskan sampai se-detailnya, bagaimana itu dicopot, bagaimana itu disolder lagi sampai mobil atau lemari es itu bisa bekerja kembali. Sama seperti misalnya beberapa minggu yang lalu ketika kita mendengarkan apa yang John Flavel itu tuliskan, kita tahu semua, kita sudah diminta merenungkan providence. Tetapi kemudian dia juga berbicara: Engkau merenungkan providence salah satunya adalah di tempat sekaratmu. Karena di tempat sekaratmu, engkau tidak bisa menggunakan apa-pun saja kecuali memorimu. Ketika ada orang itu tidak bisa membuka matanya, bahkan ototnya tidak bisa diatur oleh dia untuk membuka matanya saja. Di dalam keadaan seperti itu apa yang bisa diharapkan? Dan Puritan memberikan how-to nya. Hal yang ini sama, ketika kita merenungkan providence, elemen-elemen apa yang perlu untuk kita pikirkan?

Minggu lalu kita sudah masuk ke dalam poin kedua yang besar.

(2) Ketika engkau memikirkan providence, lihatlah di dalam Alkitab, lihatlah di dalam hidup, maka engkau bersama-sama pikirkanlah bahwa engkau diperlakukan dengan special care dan special wisdom. Apa buktinya?

Yang pertama adalah, banyak kali Allah di dalam Alkitab maupun di dalam sejarah berintervensi melawan hukum alam untuk menyelamatkan dan melindungi anak-anak-Nya. Lihatlah bagaimana Musa itu memimpin umat Israel jalan di dasar lautan itu. Lihatlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dimasukkan ke dapur api tapi tidak terbakar. Ini adalah intervensi Allah terhadap hukum-hukum alam yang ada, yang dinyatakan kepada anak-anak-Nya.

Bukti yang kedua, banyak kali Allah memakai hal sehari-hari sebagai tangan yang tidak terlihat menggiring anak-anak-Nya untuk kebaikan dan menyelesaikan pekerjaan Allah di muka bumi ini. Contohnya, lihat saja Yusuf, dari seorang anak yang tidak tahu apa-apa, lalu kemudian dimusuhi oleh saudara-saudaranya dan kemudian difitnah oleh istri Potifar sampai akhirnya dia dibawa menjadi perdana menteri. Bukan untuk mengangkat dia menjadi terkenal, Yusuf sendiri mengatakan di dalam kejadian pasal-pasal terakhir, “Engkau merancang hal-hal ini untuk keburukan, tetapi Allah menggunakan untuk kebaikan.” Saudara bisa melihat bahwa dengan hadirnya Yusuf di tempat itu melindungi anak cucu Yakub dari kelaparan yang besar. Untuk memastikan bahwa keturunannya nenek moyang Mesias itu terpelihara sampai menurunkan Yesus Kristus. Perhatikan baik-baik, bahkan Allah mengubah kejahatan yang terjadi pada kita dari dunia untuk kebaikan kita dan pekerjaan-Nya. Kalau dunia itu tertimpa kejahatan, benar-benar kejahatan. Tetapi kalau kejahatan itu timpa pada gereja Tuhan, Allah dalam kasih karunia dan supranaturalnya mengubahnya untuk kebaikan kita. Ini sesuatu pemeliharaan yang luar biasa, di luar pemikiran kita. Bahkan Roma 8:28 menyatakan: All things work together. Tidak ada skak-mat bagi gereja Tuhan. Ketika evil itu terjadi kepada gereja Tuhan, Allah mengubahnya untuk kebaikan. Apakah ini diberikan untuk seluruh manusia? Jawabannya tidak. Yesus sendiri mengatakan di dalam doanya di Yohanes 17, “Aku berdoa bukan untuk dunia, Aku berdoa untuk murid-murid-Ku.” Ini tinggal 11 murid, Yudas sudah tidak ada dan semua orang yang percaya kepada pemberitaan Dia. Ini adalah pemeliharaan khusus Allah bagi kita gereja Tuhan.

Hal yang ketiga, banyak kali Allah mencegah kaki kita yang berlari cepat mau membuat kejahatan. Berapa kali Allah mencegah kita untuk melakukan kejahatan. Berapa kali Dia memasang pagar-pagar berduri untuk kita tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Saulus yang kemudian dipilih menjadi rasul Tuhan itu dengan kekuatan dan militer dan kemarahan besar, mau untuk menghancurkan murid-murid Kristus waktu itu dan apa yang terjadi? Tuhan menyetopnya dan mengubah hatinya di jalan Damaskus itu. Saudara lihatlah, ratusan ribu mungkin jutaan orang-orang yang bersaksi di dalam gereja bagaimana dia, mereka, kita adalah orang yang sungguh-sungguh jahat sebelumnya. Dan juga itu terjadi di dalam hidup kita selama ini.

Bukti yang keempat, banyak kali Allah memperlihatkan kepada kita; dunia yang memberkati kita akan diberkati, dunia yang melawan kita akan dilawan oleh Tuhan. Sebagaimana janji Allah kepada Abraham Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. Sekali lagi, ini bukan berarti kalau kita ini anak emas, kemudian kalau ada orang yang selisih paham dengan kita, orang itu pasti akan dikutuk. Bukan itu poinnya. Poinnya adalah Allah sudah memilih Abraham dan Abraham sendiri berjalan di dalam jalan kebenaran-Nya Allah dan semua orang yang melawan Abraham di dalam jalan kebenaran yang dia jalani ini, dia pada dasarnya sendiri adalah melawan kebenaran dan kesucian Allah. Maka Allah akan melawan mereka. Itulah sebabnya, orang Israel yang dibela oleh Tuhan sebelumnya, ketika mereka meninggalkan Tuhan dan berlaku seperti bangsa-bangsa kafir, Allah itu memukul mereka juga, karena mereka melanggar kesucian Allah. Tetapi siapa yang bisa mengerti kesucian Allah? Yaitu saudara dan saya; orang-orang yang beriman, di dalam Yesus Kristus seturut dengan iman Abraham.

Hal yang kelima, seringkali Allah menyatakan di dalam Alkitab dan sejarah melindungi dan memakai orang yang lemah dan yang tidak berdaya dilepaskan dari orang-orang yang jahat yang pandai dan sangat berkuasa. Kalau saudara analisa seharusnya umat Allah ini sudah pasti mati dan tidak ada lagi, tetapi Allah itu membalik sejarah dan membuat umat Allah yang kecil ini yang tidak berdaya, menggulingkan kerajaan yang besar. Lihatlah keluarga Amran dan Yokhebed, sekali lagi dalam kitab Keluaran 2 pun mereka tidak ada namanya di depan. Mereka kemudian menurunkan Musa. Mereka melawan siapa? Firaun, Mesir yang kaya yang berkuasa, yang luar biasa pandai. Sekarang saudara bisa bayangkan keluarga yang kecil seperti ini melawan superpower dunia. Kalau melihat peperangan dunia saudara akan menemukan misalnya saja Amerika melawan Rusia, atau misalnya sekutu melawan Jerman, atau beberapa puluh tahun yang lalu itu ada Argentina melawan Inggris. Kalau saudara adalah orang-orang yang memperhatikan perang atau analis peperangan, saudara bisa kira-kira, memperkirakan siapa yang menang, siapa yang kalah, bagaimana kekuatannya. Beberapa minggu sebelum perang Malvinas, antara Argentina melawan Inggris, saya masih ingat sekali pada waktu itu saya masih remaja. Saya membaca koran dan kemudian ada kolom Argentina dan Inggris; kapal selamnya berapa, rudalnya berapa terus kemudian kapal induknya berapa; semuanya itu dijejerkan dan dianalisa siapa yang akan menang perang. Sampai sekarang kalau ada mau perang juga ada analisa seperti itu bukan? Kemudian prediksi siapa yang akan menang. Sekarang saya tanya, analisa apa saudara akan dapatkan dari kehidupan Amram dan Yokhebed melawan Firaun? Apa analisa Yesaya melawan raja-raja pada waktu itu? Atau Yohanes di Pulau Patmos dengan gereja yang kecil melawan Roma pada waktu itu? Dari mana logika kemenangannya, sama sekali tidak mungkin menang tetapi kenapa bisa menang? Apakah strateginya hebat? Apakah pikirannya cerdik? Ini semua adalah bukti ada tangan yang tidak terlihat memimpin gereja sepanjang masa. Providensia Allah bagi gereja.

Sekarang kita akan masuk poin yang baru keenam, Saudara akan menemukan kejadian-kejadian dalam Alkitab, dalam dunia ini, dalam hidup saudara dan saya, kalau kita cermat dan dibukakan oleh Roh Kudus, bahwa Allah itu berintervensi bahkan pada detik demi detik di dalam hidup anak-anak-Nya. Pada waktu itu Abraham mau menyembelih Ishak. Pada saat detik yang sama sebelum dia membunuh Ishak, satu detik sebelumnya, Allah kemudian intervensi dan menyiapkan kambing domba pengganti Ishak. Di dalam 1 Samuel 23 ada tulisan seperti ini: Saul yang mengejar-ngejar Daud. Saul mengejar Daud itu berkali-kali, tidak pernah ketemu. Mau membunuh bahkan dengan 3000 tentara yang paling hebat seluruh negeri. Tetapi di tempat pegunungan Zif, saudara akan menemukan, ini pasti akan ketemu. Maka Saul dengan tentaranya itu sedang mencari mengejar Daud sebelah sini, dan Daud itu sebelah sana, demikian kata Alkitab. Dan kalau saudara melihat bagian Alkitab ini baik-baik, maka saudara akan menemukan sense seperti ini: sebentar lagi Saul akan menemukan Daud, sebentar lagi. Dan tiba-tiba ada prajurit Saul mengatakan “Raja Saul, kita musti kembali!” Dan Saul kebingungan, “Kenapa kita harus kembali?” “Karena Filistin sudah mengepung kota kita.” Kemudian Saul tidak bisa apa-apa lagi dan dia harus meninggalkan daerah itu, yang sebentar lagi akan bertemu dengan Daud. Kenapa bisa tepat seperti ini? Saya yakin Daud-pun tidak akan tahu pada waktu itu; tidak ada drone, tidak ada kamera yang bisa meneliti di mana Saul itu dekat dengan dia. Saya tidak tahu apakah dia membaca Samuel, tetapi saya yakin kalau dia sudah di surga dia akan terperangah dengan keadaan ini. Dan itu yang akan terjadi dalam hidup kita. Dan itulah yang disebut dari orang-orang Puritan; kita akan menikmati providence itu ketika kita ada di surga.

Suatu hari, Haman yang jahat itu sudah mempersiapkan tiang gantungan buat Mordekhai. Dan kalau saudara-saudara melihat kitab Ester, saudara akan menemukan catatan seperti ini: Di sini maka Haman itu sudah siap dengan tiang gantungannya dan seluruh strateginya untuk mematikan Mordekhai dan membasmi seluruh Israel. Kemudian di bagian perikop ini adalah bicara berkenaan realisasinya, tetapi di tengah-tengahnya tiba-tiba ada satu kalimat yang muncul yaitu “Malam hari itu raja tidak bisa tidur.” Kemudian dia meminta bawahannya untuk mengambil catatan sejarah. Mungkin sama seperti saudara dan saya kalau tidak bisa tidur kan baca. Kita terus mendorong jemaat untuk membaca. “Iya Pak, saya baca.” Tetapi begitu dibuka satu lembar saja belum habis langsung ngantuk dan ingin tidur. Dan mungkin seperti itu, dia tidak bisa tidur kemudian dia pikir ya sudah ambil kitab sejarah yang ada. Dan ketika dia baca, kenapa kok dia pas membaca tentang satu orang yang pernah berjasa dalam negerinya namanya Mordekhai yang belum mendapatkan pahala untuk itu? Dan kemudian dia kebingungan lalu kemudian tanya, “Orang ini sudah diberikan hadiah atau belum?” Dan orang-orang di bawahnya mengatakan, “Belum.” Dan apa yang terjadi besok-besoknya itu bukan Mordekhai akan digantung, melainkan Mordekhai diangkat tinggi. Kenapa bisa tepat detiknya seperti ini? Ada special care, special wisdom yang Allah itu berintervensi di dalam hidup gereja-Nya. Kita mungkin tidak mengertinya sekarang, kita mungkin mengertinya nanti di dalam kekekalan. Dan dalam kekekalan kita akan memuji-muji Dia karena perlakuan-Nya kepada kita gereja-Nya.

Hal yang ketujuh, Flavel mengatakan: “Dan lihatlah seluruh poin ini terjadi karena jawaban doa dari Allah kepada umat-Nya. Jawaban doa-doa yang khusus dari umat-Nya.” Kemarin di dalam persekutuan doa saya mendorong untuk kita berani berdoa secara particular, secara case-by-case, secara khusus kepada Tuhan dengan permohonan yang khusus. Banyak dari kita tidak berani berdoa secara spesifik karena takut ditolak sama Tuhan. Tetapi kalau kita tidak berdoa secara spesifik maka kita juga tidak akan bisa bertumbuh satu langkah lagi mengenal kehendak dan pribadi Allah dalam hidup kita. Di dalam Alkitab begitu jelas, bahwa nabi, rasul dan orang-orang saleh berdoa secara spesifik, Hana berdoa dengan air mata minta anak. Mordekhai dan Ester dan seluruh Israel berdoa minta dibebaskan dari pembantaian kepada mereka. Dan bagaimana Abraham minta supaya orang-orang benar di Sodom dan Gomora itu tidak dihancurkan oleh Allah, termasuk Lot dan seluruh keluarganya. Di dalam Filipi itu dikatakan “Nyatakanlah seluruh keinginanmu di dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Kita sering salah mengerti, berpikir bahwa kalau kita meminta secara spesifik itu adalah satu kekurangajaran kepada Tuhan. Untuk seluruh permohonan yang tidak berdosa maka Tuhan itu rela untuk mendengarkan kita di dalam Yesus Kristus. Itu tidak berarti bahwa seluruh permintaan kita yang spesifik itu pasti akan dikabulkan. Tetapi kalau tidak dikabulkan, kita tahu bahwa Allah dealing pribadi dengan kita menutup pintu itu dan perhatikan baik-baik, ketika Dia menutup pintu kita juga akan tahu Allah secara pribadi dealing dengan kita membuka pintu yang lain. Allah membuka pintu secara pribadi bagi kita di tempat itu kalau saudara-saudara berdoa itu hanya coba sesuatu yang general biar kehendak-Mu jadi, saudara tidak memiliki sesuatu sense yang dalam di dalam hati nurani kita bahwa ini pemberian Allah atau ini tindakan Allah dalam hidup kita. Dan ini yang harus kita lakukan: kita berdoa secara spesifik. Alkitab mengatakan, nyatakan keinginanmu dalam doa dan permohonan dalam ucapan syukur. Jadi, kita berdoa secara spesifik tetapi di dalam hati kita, kita rela akan seluruh jawaban Tuhan apapun saja kepada kita meskipun jawabannya mungkin menutup pintu. Dan kita bersyukur karena Dia yang menutup pintu, Dia tahu apa yang terbaik bagi kita dan sekali lagi membuka tempat yang lain.

Kalau saudara tidak punya pengalaman-pengalaman seperti ini saudara akan menganggap semuanya, oh iya aku diberkati sama Tuhan, tetapi saudara tidak memiliki kesaksian yang sampai dalam bahwa ini tangan Tuhan pribadi yang sedang dealing dengan kita. Di dalam Kejadian 24 ada sesuatu yang unik, Abraham menyuruh pelayannya untuk mencari calon istri bagi Ishak. Dan pelayannya itu kemudian berdoa secara spesifik kepada Allah. Saudara perhatikan baik-baik, Allah menjawabnya secara tepat seperti yang diucapkannya kata demi kata. Allah itu hidup. Dia mau menyendengkan telinga-Nya kepada gereja-Nya di dalam Kristus Yesus. Kenapa kita tidak berani untuk datang kepada Dia? Kenapa kita tidak berani menghadap daripada tahta kasih karunia Allah? Kenapa kita tidak mendatangi Dia seperti seorang anak mendatangi papanya meminta secara spesifik. Dengan hormat kepada Dia tentu dengan mau untuk merelakan hati biar kehendak Bapa itu yang jadi dalam hidup kita. Kalau kita adalah orang yang biasa saja kenal, saudara-saudara akan meminta kepada saya dan saya minta kepada saudara-saudara sesuatu yang umum bukan yang spesifik. Petrus pada waktu di penjara, gereja itu siang dan malam berdoa kepada Tuhan dan Tuhan itu menjawab doa-doa gereja-Nya. Ada special care and special wisdom yang Allah itu berlakukan kepada Abraham, Ishak, Yakub dan seluruh nabi, seluruh rasul, seluruh bapa-bapa gereja, seluruh gereja Tuhan dan kepadamu dan saya jikalau kita ada di dalam Yesus Kristus.

Dan sebagai akhir dari kotbah kita pagi ini mari kita melihat 2 Tawarikh 16:9. Lihat janji Tuhan ini, tapi janji ini kemudian tidak dipegang oleh Asa. Tetapi biarlah kita boleh mengingat hal ini. Ayat 9a, “Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” Kalimat ini ditulis bukan tanpa alasan, kalimat ini ada di dalam Alkitab bukan untuk Dia berbasa-basi kepada saudara dan saya. Alkitab penuh dengan janji-janji yang spesifik seperti ini. Janji ini tidak dimiliki oleh orang di dunia. Dan mereka pun ketika membacanya tidak akan mengerti. Jangankan itu, Alkitab pun akan mereka buang. Mereka berpikir bahwa ini adalah kitab yang tidak ada gunanya. Ayat-ayat ini, kata-kata ini dalam Alkitab, bukan tanpa alasan Tuhan memberikan-Nya kepada gereja-Nya. Ada special dealing Dia dengan kita di dalam Kistus Yesus. Dia mendengar teriakan umat-Nya dan Dia menjawab kebutuhan-kebutuhan dan pergumulan umat-Nya. Dan biarlah kita yang medengarkan kotbah pada pagi hari ini makin mempercayai Dia dan takut kepada-Nya. 

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^