[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

30 August 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Bagaimana Merenungkan Jalan Providensia Allah (1)

Mazmur 77:2-16

Kita sudah berkali-kali bicara di dalam seri ini berkenaaan dengan providence. Kita diminta oleh Allah melalui Firman-Nya untuk merenungkan Firman-Nya dan merenungkan providence of God. Minggu-minggu yang lalu kita sudah berbicara apa pentingnya kita merenungkan providence. Sekali lagi, providence of God adalah tindakan Allah sesuai dengan hikmat kekal-Nya di mana Dia menjaga dan mengatur dan mengarahkan segala sesuatu kepada tujuan akhir yang telah Dia tetapkan bagi kemuliaan-Nya. Ini adalah tindakan Allah berinterfensi dalam gereja-Nya sepanjang sejarah. Dan ketika bicara berkenaan dengan gereja-Nya, adalah bukan bicara sesuatu yang absurd, itu adalah bicara berkenaan dengan engkau dan saya. Allah berintervensi di dalam hidup kita. Allah memelihara hidupmu dan hidupku. Sekali lagi saya ingatkan bahwa Alkitab bicara berkenaan dengan providensiasi Allah yang dipelihara yang paling utama adalah bagaimana kita memiliki iman kepada Allah. Dia akan menghadirkan hal-hal yang kita anggap baik dan yang kita anggap buruk tetapi sebenarnya itu adalah di dalam kerangka pemeliharaan-Nya kepada iman kita. Ini adalah tindakan personal Allah kepada kita. Dia mengerti bagaimana cara membuat iman kita itu bertumbuh semakin serupa dengan Kristus. Dan sekali lagi ini adalah jalan yang Allah ingin kita merenungkannya. Bagaimana cara merenungkan providence of God? Apa yang perlu kita perhatikan ketika kita merenungkan ini? Beberapa hal ini harap kita bisa perhatikan:

1. Kita diminta untuk bekerja keras untuk mendapatkan sepenuh mungkin pengenalan akan providensiasi Allah ini. Kita dipanggil untuk menemukan sepenuh mungkin. Tentu kita tidak mungkin akan menemukan sepenuh mungkin karena ini ada bagian-bagian misteri. Dan providence of God sepanjang sejarah termasuk hidup kita itu adalah melebihi dari waktu umur hidup kita yang memungkinkan kita memikirkannya. Itu seperti pasir di laut yang luar biasa banyaknya dibandingkan dengan umur kita yang pendek. Tetapi ini adalah panggilan Allah kepada gereja-Nya. Sebisa mungkin, sepenuh mungkin, sejauh mungkin kita mendalaminya. Untuk ini ada dua hal yang perlu kita perhatikan: Pertama adalah memikirkannya seluas atau sepanjang lebar mungkin, yang kedua adalah sedalam atau sekecil mungkin. Ini adalah prinsip yang sama ketika Paulus mengatakan: “Aku berdoa supaya engkau mengerti dan mengalami betapa panjang, lebar, dalam, tingginya kasih Kristus. Ini bukan bicara mengenai dua dimensi, ini bicara berkenaan dengan tiga dimensi. Ini bukan hanya dengan menyentuh permukaan saja, tetapi melihat partikel-partikel secara particular, yang kecil.

Yang pertama adalah bicara berkenaan dengan melihat sepanjang dan selebar mungkin. Mazmur 77 memberikan case ini kepada kita. Di dalam hal ini maka pemazmur berada di dalam kesulitan yang besar. Apa yang sesungguhnya terjadi kita tidak tahu secara tepat. Tetapi dia berada di dalam distress yang luar biasa dalam dan dia berada dalam keputusasaan yang dalam. Dia memiliki masalah secara individual, personal, dan dia merasakan bahwa Tuhan itu sudah meninggalkan dia. Dia berusaha untuk memanggil-manggil Tuhan tetapi seakan-akan Tuhan itu diam. Dan di dalam keadaan seperti itu apa yang Alkitab itu ajarkan kepada kita? Ayat 12 begitu sangat unik: “Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan. Ya, aku hendak mengingat-ingat keajaiban-Mu dari zaman purbakala.” Pemazmur tidak hanya mencari tanda pemeliharaan Allah sepanjang hidupnya saja tetapi pemazmur mencari tanda-tanda pemeliharaan Allah di sepanjang hidup gereja Tuhan. Ada beberapa penekanan yang kita bisa dapatkan di sini. Sekali lagi, kebanyakan dari kita memiliki spiritualitas yang sifatnya individual. Urusannya adalah antara aku dan Tuhan. Tetapi Alkitab dengan jelas menyatakan baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, setiap individu umat Allah diminta untuk melihat pekerjaan Allah secara komunal. Yesus Kristus ketika mengajarkan doa adalah Bapa kami yang di Surga, ‘Bapa kami’ bukan ‘Bapa-Ku’. Kadang jawaban Allah dalam pergumulan kita bisa kita temukan personal tetapi sering sekali jawaban Allah di dalam pergumulan kita. Dia rentangkan, Dia jawab melalui sesuatu yang sifatnya komunal. Tekanan-tekanan seperti ini saudara akan dapatkan dalam seluruh buku Puritan. Karena Puritan itu menekankan mengenai kehidupan pribadi tetapi sebenarnya selalu dikaitkan dengan gereja Tuhan. Ini adalah masalah pribadi dalam Mazmur 77 tetapi remedinya adalah bahwa dia merenungkan pekerjaan Tuhan sejak zaman purbakala. Dia menyadari bahwa dia tidak berdiri sendiri. Dia tidak bisa berdiri sendiri untuk melihat sifat Allah. Dia terhisap dalam sebuah, suatu komunitas yang berjalan dalam sepanjang abad yaitu gereja Tuhan.

Dan Tuhan sendiri, ketika Dia memberikan berkat-Nya kepada kita, jangan berpikir bahwa itu adalah berkat Allah yang diberikan karena Dia memandang individu kita. Itu adalah berkat Allah yang diberikan di dalam Kristus seturut dengan perjanjian-Nya kepada Abraham, Ishak, Yakub, dan seluruh umat-Nya sepanjang masa. Saudara-saudara, itu bukan berkat karena Agus itu baik, itu bukan berkat karena mata Allah memandang personal sama saya saja, tetapi Dia itu berbuat baik kepada saya karena Dia memandang Anak-Nya yaitu Yesus Kristus yang membuat melalui Yesus Kristus suatu perjanjian kepada umat Allah sepanjang sejarah dimulai dari janji-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Sehingga diri itu tidak menjadi titik referensi. Saudara-saudara, kita sering sekali akan mengalami kebingungan kalau diri menjadi titik referensi. Ya, Allah itu baik, ya Allah memelihara saya beberapa tahun ini, tetapi sekarang ini Allah memelihara saya atau tidak? Maka remedinya adalah saudara tidak bisa melihat oh nanti saya lihat-lihat ya Tuhan memelihara saya lagi atau tidak. Remedinya adalah melihat bagaimana Allah memelihara anak-anak Allah, gereja Tuhan sepanjang masa. Ketika kita melihat Abraham, Ishak, Yakub, Ayub, Musa, kita akan melihat ada saat-saat di mana Allah seakan-akan itu menutup diri-Nya berada seakan-akan di dalam kegelapan. Ada saat-saatnya di mana Allah itu seakan-akan tidak bisa dijumpai. Seakan-akan matahari itu tertutup dengan awan yang gelap tetapi ketika kita melihat juga mereka, kita akan melihat at the end of the day, maka Allah itu tetap memperhatikan bapak-bapak patriakal itu. Dan itu menjadi jawaban bagi pemazmur yang saat ini sedang merasa ditinggal oleh Allah. Berusahalah pikirkan pemeliharaan Allah kepada umat-Nya sepanjang masa, itu yang akan menghibur dan menguatkan iman kita dan juga iman pemazmur. Kesetiaan Allah itu terbukti bukan karena selama ini Dia setia kepada kita, tetapi terbukti dari generasi ke generasi juga.

Saudara-saudara, kalau saudara melihat satu bintang, saudara akan menemukan keindahannya. Beberapa waktu yang lalu tetangga saya meminjamkan satu teropong bintang lalu kemudian kami melihat bulan. Dan kemudian saya lihat oh indah sekali. Saudara melihat satu bintang saudara akan melihat keindahannya. Tetapi kalau saudara melihat satu gugusan bintang, saudara akan melihat ketertakjuban. Dan seperti itulah yang Tuhan inginkan, melihat pekerjaan Tuhan sepanjang masa kepada gereja-Nya.

Kedua, sekarang saya akan berbicara berkenaan dengan dalam, berkenaan dengan particular. Sekali lagi, ketika kita merenungkan tentang pemeliharaan Allah biarlah kita tidak merenungkan seperti hanya menyentuh kertas itu, tetapi biarlah seperti seseorang yang masuk, diving sampai ke dalam lautan. Mari kita melihat satu bagian firman Tuhan ini Mazmur 111:2. Perhatikan kata ‘layak diselidiki’. Di-investigasi atau di-study. Ini bicara berkenaan dengan sesuatu yang particular, yang special, yang saudara mau untuk masuk jauh lebih dalam dari hanya sekedar melihat permukaannya. Penyelidikan itu apa? Ini bersangkut paut dengan usaha yang sadar, suatu usaha yang serius, mengkhususkan diri, bukan sambil lalu, memandang benda ini, atau memandang case ini, yang luar biasa penting, dengan hati-hati kita bertindak untuk menemukan kebenaran di dalamnya. Maka ini adalah panggilan Allah untuk kita masuk lebih dalam bukan saja memandang panjang tetapi lebih dalam. Hal-hal seperti ini biarlah kita belajar dari hamba-hamba Tuhan atau khususnya orang-orang Puritan. Saudara-saudara, kalau ditanya apakah Tuhan memelihara? Ya memelihara. Tuhan kasih berkat? Ya kasih berkat. Tetapi kenapa hidup kita tidak berubah? Kebanyakan hanya lip service saja. Dan bahkan ketika kita memuji Tuhan kita tidak dengan sepenuh hati kita. Sekali lagi bukan karena anugerah tidak diberikan tetapi kita tidak menyelidiki anugerah itu sampai sedalam pekerjaan Tuhan, sampai melumerkan, menghancurkan hati kita.

Saudara-saudara, dalam Yesaya 41:17 ada hal yang baik sekali di sini. Ini adalah pergumulan dengan ‘air’. Ini sesuatu yang sifatnya sehari-hari. Misalnya saja bicara berkenaan dengan orang Israel di padang gurun ini adalah pergumulan yang hidup dan yang mati, tetapi apapun saja, ini mau menegaskan berkenaan dengan berkat yang kita pandang sehari-hari sebenarnya itu adalah hasil dari providensia Allah kepada kita. Sekali lagi umat Allah itu berseru-seru kepada Allah tentang air dan Tuhan itu menjawab mereka. “Tetapi Aku, TUHAN akan menjawab mereka.  Aku Allah Israel tidak akan meninggalkan mereka.” Lihatlah betapa ini begitu particular, tertentu, dan Tuhan itu dealing dengan umat-Nya di dalam area ini. Kadang kita tersentuh kalau kita mendapat berkat yang besar. Misalnya saja dengan Covid seperti ini, di tengah-tengah banyak orang yang dipecat atau dipotong gajinya, lalu saudara datang kepada hamba Tuhan dan bilang, “Pak Pendeta, saya bersyukur Tuhan itu begitu baik,” bahkan mulai berlinang air mata, “Suami saya bukannya dipecat dalam Covid ini, malah dinaikkan pangkatnya.” Saudara-saudara akan terpesona dengan segala sesuatu yang sifatnya adalah miracle. Tetapi Alkitab dengan jelas menyatakan bahkan urusan makan dan minum sekalipun biarlah engkau boleh memuliakan Allah. Kenapa makan dan minum memuliakan Allah? Oh ini adalah karena urusan supaya kamu ingat doa. Tidak. Kenapa memuliakan Allah? Karena ini adalah pekerjaan Allah personal yang menghadirkan makanan di depanmu karena tangan-Nya memelihara engkau. Perhatikan betapa spesialnya providence Allah bagi kita. Bahkan meliputi seluruh hal yang kita anggap sepele di dunia ini. Dan kita sering sekali tidak memikirkannya secara dalam. Kita hanya tersentuh untuk hal-hal yang besar.

Ada sebuah pengajaran yang unik, mari kita lihat Matius 10:29-30. Kita diminta untuk memikirkan mengenai burung pipit. Kita diminta untuk memikirkan bagaimana pemeliharaan Allah kepada rambut kepala kita. Semua terhitung. Saya yakin bukan saudara yang menghitungnya, dan juga bukan tukang cukur saudara yang menghitung rambut saudara. Allah tahu jumlahnya. Dan saya yakin bahwa ayat-ayat ini juga saudara mungkin ingat karena ini adalah nyanyian di Sekolah Minggu. Tetapi sekarang perhatikan konteksnya. Kapan Yesus bicara untuk saudara dan saya memperhitungkan dan memperhatikan hal-hal sepele ini? Matius 10:28. Adalah di dalam konteks untuk menghadapi penganiayaan yang besar. Yesus tidak berkata kepada murid-Nya, “Engkau ingat ya ketika Aku itu membereskan badai. Engkau ingat ya ketika Aku itu membangkitkan Lazarus yang mati atau Aku menyembuhkan orang sakit.” Dia tidak mengatakan hal itu untuk menumbuhkan iman para murid-murid-Nya menghadapi penganiayaan yang besar. Kita kalau cuma berpikir untuk hanya touch permukaan saja; oh Allah itu baik, betul-betul baik, saudara akan teringat secara permukaan adalah hal-hal yang besar, mujizat-mujizat, tidak pernah berpikir mengenai burung pipit. Kita tidak pernah berpikir berkenaan dengan rambut. Tidak pernah berpikir untuk hal-hal yang kelihatannya sepele tetapi tidak ada yang sepele di hadapan Allah. Allah mengangkat iman murid-murid-Nya yang akan pergi dalam aniaya yang besar itu dengan mendorong untuk murid-murid-Nya pikirkan hal ini secara dalam.

2. Kita harus mengerti bahwa Alkitab membicarakan ada special wisdom and special care dari Allah kepada umat-Nya di dalam Kristus Yesus. Dan biarlah kita boleh melihat bahwa hidup umat Allah itu bukan kumpulan dari gabungan kebetulan atau natural-natural event tetapi merupakan timeline of God’s mercy. Saya suka sekali dengan kalimat ini saudara-saudara, timeline of God’s mercy. Rentangan tahun-tahun belas kasihan Allah. Mungkin kalau saudara-saudara diberi kesempatan untuk membuat satu buku berkenaan dengan kehidupan saudara, maka salah satu tema yang baik adalah sebelum mati saudara membuat sebuah buku yang berisi adalah timeline of God’s mercy dalam hidup kita. Dan di dalam point ini maka nanti aka nada beberapa poin-poin kecil di mana kita akan dibawa oleh Flavel untuk meneliti Alkitab bagaimana ada special care dan special wisdom dari Allah kepada umat-Nya. Tetapi sebelum masuk ke sana saya mau menegaskan bahwa khotbah tentang providence memang diperuntukkan untuk umat Tuhan yang sejati dan bukan untuk dunia. Khotbah ini akan berguna jikalau saudara dan saya adalah orang-orang yang sungguh-sungguh pilihan dari Allah di dalam Yesus Kristus. Bukan sekedar juga orang Kristen, tetapi orang yang sungguh-sungguh lahir baru. Karena orang-orang yang lahir baru itu artinya orang-orang yang menerima perjanjian dari Allah di dalam Yesus Kristus. Maka ada special care dan special wisdom yang diberikan Allah di dalam Kristus kepada umat-Nya. Bukan untuk dunia. Yesus Kristus sendiri berdoa demikian: Bapa, untuk mereka Aku berdoa dan bukan untuk dunia. Bagi mereka, bagi murid Yesus Kristus dan semua orang yang percaya kepada pemberitaan mereka Aku berdoa dan bukan kepada dunia. Kepada umat Allah ini, umat pilihan ini ada pemeliharaan khusus Allah kepada kita. Ada wahyu khusus Allah kepada kita. Ada anugerah khusus Allah kepada kita. Saudara-saudara, ini dikatakan bukan agar kita sombong atau semena-mena dengan orang lain. Sebaliknya ini dikatakan agar kita itu tahu diri kita itu siapa. Agar hati kita itu diremukkan dan diri kita direndahkan agar takut akan Tuhan tercipta di dalam hati kita.

Kemarin dalam persekutuan doa, dalam perjalanan saya teringat kalimat Paulus, Paulus mengatakan di antara seluruh orang berdosa, akulah yang paling berdosa. Ini adalah bentuk dari pertumbuhan rohani. Di dalam 1 Korintus dia mengatakan, “Aku adalah yang paling hina dari semua rasul.” Empat tahun kemudian di kitab Efesus dia mengatakan, “Di antara seluruh jemaat Tuhan, aku yang paling berdosa,” dan dua tahun kemudian di kitab Timotius, “Di antara seluruh orang berdosa, aku orang yang paling berdosa.” Saudara lihat prinsip pertumbuhan rohani, enam, tujuh tahun dia bertumbuh rohani, dia makin peka untuk dosa-dosa kecil. Dia makin peka akan kesucian Allah. Orang yang bertumbuh rohani bukan saudara lihat dia pintar kotbah, tetapi saudara lihat bagaimana sikap hatinya terhadap dosa. Dan perkataan ini bukan perkataan yang dibesar-besarkan oleh Paulus, bagaimana dia bisa menyadari bahwa dia adalah orang yang makin berdosa di antara semua orang berdosa, salah satunya yaitu, dia menyadari ada anugerah Allah yang begitu banyak, pemeliharaan khusus dari Allah yang begitu banyak diberikan kepadanya. Biarlah gereja yang sejati menyadari hal ini, kalau orang-orang dunia itu berdosa adalah karena mereka tidak mengenal Allah, tetapi kita adalah orang yang mengenal Allah, dan kita tetap berdosa, maka ini adalah sesuatu yang double, triple di dalam kehidupan rohani kita, kita jauh lebih berdosa daripada mereka. Kita bukan saja berdosa menentang kesucian Allah, tetapi kita berdosa karena kita mengabaikan dan membuang dan menghina kebaikan Allah kepada kita. Dan inilah yang terjadi kepada kita. Kita berlaku seperti bukan umat perjanjian, kita berlaku seperti orang yang tidak dipelihara khusus oleh Allah.

Saudara-saudara perhatikan, saya sedang tidak mengatakan, kita bertindak seperti bukan orang yang dipelihara oleh Allah, bukan seperti itu, kita dipelihara khusus oleh Allah. Alkitab dengan jelas membuktikan prinsip ini, Allah memelihara khusus umat-Nya dan perhatikan beberapa hal ini:

Yang pertama, banyak kali umat Allah di dalam sejarah gereja atau hidup kita sehari-hari diselamatkan dari bahaya kuasa alam dan dengan cara Allah berintervensi melawan hukum ini. Alkitab dengan jelas mengatakan bagaimana Musa dan umat Israel itu keluar dari Mesir di tengah-tengah laut yang terbuka dan mereka itu berjalan di dasar lautan untuk sampai ke seberang. Alkitab dengan jelas mengatakan Sadrak, Mesakh, Abednego masuk ke dalam dapur perapian yang apinya dibuat panas tujuh kali lipat sampai yang membuatnya itu terkena api itu dan mati dan bagaimana Tuhan itu menolong mereka. Bagaimana Daniel itu tidak dimakan oleh singa yang dibuat kelaparan, bagaimana Paulus itu kemudian itu digigit oleh ular yang berbisa mematikan itu tetapi tetap bisa hidup. Banyak kali umat Allah dan gereja sampai masa kini pun, Tuhan menghindarkan dari kuasa alam dengan berintervensi melawan hukum alam ini.

Hal yang kedua, Alkitab dengan jelas mengatakan kepada kita, bagaimana Allah memakai hal-hal sehari-hari mengaturnya sampai sedemikian rupa untuk mengerjakan karya-Nya dan melakukan kebaikan bagi umat-Nya. Hal yang paling jelas itu adalah Yusuf, dengan tangan providensiasi Allah yang tidak terlihat, Yusuf itu dibuat dari anak papa menjadi perdana menteri Mesir untuk melindungi seluruh Israel dari kelaparan besar. John Flavel menyelidiki bagian ini dan dia mengatakan, engkau akan menemukan minimal 12 langkah providence di dalam kehidupan Yusuf di mana Allah berintervensi di dalamnya, dan Allah itu menggunakan instrument apapun saja untuk mengintervensi kehidupan Yusuf. Lihatlah Ester, John Flavel mengatakan minimal ada tujuh tindakan providensia bergitu tepat satu dengan yang lain secara berurutan untuk menjatuhkan Haman yang kejam itu dan menyelamatkan orang Yahudi dari pembataian yang besar. Kalau saudara dan saya menyelidiki Alkitab dan menyelidiki hidup ini seturut dengn kacamata Alkitab, apa yang Allah kerjakan kepada gereja-Nya adalah seperti seorang yang sangat mahir, terampil, dan menggunakan seluruh alat yang bahkan kita tidak pernah terpikirkan sebelumnya, untuk mengubah sebuah kayu yang kasar untuk menjadi benda seni yang nilainya tinggi. Allah adalah seperti seorang yang sangat mahir menggunakan apa saja, termasuk kegagalan, termasuk dosa, termasuk kesialan, termasuk orang jahat, termasuk musuh, untuk melalukan kehendak-Nya memelihara umat-Nya di dalam workshop providence.Saudara-saudara, nanti di tempat poin yang lain, Flavel akan membawa kita untuk kita meneliti instrument-instrument apa yang dipakai oleh Allah untuk melakukan providence-Nya.

Hal yang ketiga, adalah Alkitab dengan jelas mengatakan providence yang menahan seseorang dengan kekuatan penuh berlari dalam jalan kejahatan untuk membuat kejahatan itu tidak terjadi. Berapa kali Allah itu terhadap gereja-Nya itu menahan jalan kejahatan ini dan berapa kali Allah juga menahan jalan kejahatan orang kepada gereja Tuhan? Kisah Para Rasul pasal 9 paling jelas di mana Paulus sedang berkobar-kobar untuk menangkap orang-orang Kristen. Kemudian di jalan Damaskus, Yesus Kristus menghentikannya dengan sinar yang membutakan dia, membuat Paulus terjatuh, terhenti dan kemudian bahkan membalikkan hati Paulus menjadi bertobat. Hal yang sama juga terjadi pada Paulus di dalam Kisah Para Rasul 25: 1-4, ada imam-imam kepala dan orang-orang Yahudi yang berkomplot, mereka dengan sopan meminta kepada Festus supaya Paulus dipindahkan dari penjara Kaisarea ke Yerusalem, sebenarnya di dalam kesopanan mereka tersembunyi sesuatu, mereka sedang mempersiapkan untuk mematikan Paulus di dalam perjalanan itu. Ada orang-orang yang sudah dibiayai untuk mematikan Paulus di perjalanan itu, tetapi semua rencana ini menjadi tidak terjadi, Tuhan memberikan pemeliharaan-Nya, Festus menolak permintaan itu, Paulus tetap ditahan di Kaisarea. Ada cerita dari bapak gereja, Agustinus, dia pergi ke satu tempat baru pertama kali, dan kemudian mengajar Kekristenan di sana. Ketika dia itu kembali, dia kembali dengan seorang penunjuk jalan, tetapi penunjuk jalan itu malah “salah memilih jalan”, dan kemudian memakai jalan yang lain ini untuk menghantar Agustinus sampai ke kotanya, tentu lebih lama, tetapi ternyata belakangan diketahui bahwa jalan yang seharusnya ditempuh itu, di situ ada orang-orang yang sudah siap membunuh Agustinus.

Berapa banyak dan berapa sering, dari dulu sampai sekarang, sepanjang sejarah gereja, Tuhan menghentikan orang-orang yang dengan kecepatan penuh mau melakukan kejahatan? Kita tahu bahwa misionaris-misionaris seperti John Paton pernah mengalami hal ini, bahwa dia disuguhi racun dan kemudian dia pikir ini adalah minuman maka kemudian diminum dan kemudian orang-orang di situ berpikir bahwa dia akan mati dalam sekejap tetapi tidak mati. Atau, suatu hari ada orang-orang mau mengepung tempat misionaris untuk membunuhnya tetapi kemudian mereka terkejut karena dalam rumah yang ada lilin itu, ternyata terlihat begitu banyak orang yang besar-besar dengan memegang senjata, tombak, dan juga pedang dan terlihat misionaris itu berbicara dengan orang-orang ini. Ditunggu sampai larut malam, tetapi gerombolan orang itu tidak pergi. Besoknya suku yang mau membunuh misionaris itu datang dan berpura-pura bertanya, “Eh semalam apakah ada orang-orang di tempat kamu? Siapakah mereka?” Dan misionaris itu mengatakan, “Tidak ada.” “Ada!” “Tidak ada!” “Ada! Orang nya besar-besar.” “Tidak ada, saya sama istri saya saja berdua di sini.” Dan di situ maka suku itu bertobat. Berapa sering dan berapa banyak kita mendengarkan hal-hal seperti ini, campur tangan Tuhan yang care secara spesial dari Tuhan kepada umat-Nya.

Poin yang keempat ini juga ada dalam Alkitab, berapa kali Allah di dalam providensia-Nya menghadirkan hal-hal yang baik kepada gereja-Nya dan menghadirkan hal-hal yang jahat kepada orang-orang yang jahat kepada gereja-Nya? Saudara-saudara, orang-orang yang berbuat baik kepada gereja-Nya akan diberkati, orang-orang yang berbuat jahat kepada gereja-Nya akan dibalas. Saudara menemukan prinsip ini dalam Alkitab, ini adalah prinsip Allah itu dealing dengan Abraham, orang yang memberkati engkau, Aku akan berkati, orang yang mengutuk engkau, Aku akan kutuk. Di dalam Alkitab ada tulisan-tulisan seperti ini, Allah berbuat baik kepada bidan-bidan Mesir yang tidak membunuh bayi-bayi di Mesir yang baru lahir. Allah memberkati Rahab yang membantu agar mata-mata Yosua itu tidak terlacak dan kemudian Rahab itu tidak dihancurkan padahal seluruh kota itu dihancurkan. Perempuan Sunem yang tidak memiliki anak itu memberikan tumpangan kepada Elisa kemudian Tuhan membukakan kandungannya dan keluarga itu dan kemudian keluarga itu memiliki anak.

Suatu hari, Paulus pergi ke satu tempat dan pembesar dari tempat itu bernama Publius. Dalam Kisah Para Rasul 28 ditulis Publius itu menjamu dan berbuat baik kepada Paulus dan Tuhan langsung dengan cepat membalasnya dengan menyembuhkan ayahnya. Hal-hal seperti ini adalah hal-hal yang begitu jelas. Di dalam Alkitab juga ada catatan yang sama. Orang-orang yang berbuat jahat kepada gereja Tuhan maka Tuhan itu juga akan berbuat penghukuman kepada mereka meskipun pemberian berkat jauh lebih banyak daripada pemberian hukuman. Misalnya saja Firaun yang memerintahkan mematikan anak bayi Israel dibalaskan dengan kematian anak sulung seluruh Mesir. Hal yang lain yang begitu jelas adalah Haman, pada jaman Ester. Haman berusaha untuk menghabisi seluruh Israel dari seluruh bumi dan mempersiapkan tiang gantungan untuk Mordekhai tetapi Allah membaliknya, yang naik ke tiang gantungan itu adalah Haman dan beserta anak-anaknya dimatikan di sana, bukankah sering di dalam Alkitab dan di dalam sejarah gereja, kepada orang-orang yang berbuat baik kepada gereja Tuhan yang sejati, kepada hamba Tuhan yang sejati, Tuhan akan berbuat baik kepada mereka tetapi kepada orang-orang yang berbuat jahat kepada orang-orang pilihan Tuhan, kepada gereja-Nya maka Tuhan akan membalasnya.

Hal yang kelima dan terakhir hari ini, lihatlah bagaimana special care dan special wisdom dari Allah kepada gereja-Nya. Bagaimana Allah meluputkan umat-Nya yang lemah tidak berdaya dari tangan penguasa dunia yang sangat pandai berkuasa dan kejam. Saudara menemukan ini di sepanjang Alkitab dan bahkan di dunia ini saat ini. Berada di bawah penguasaan orang yang kejam, yang berkuasa, yang pandai, chance untuk lepasnya lebih kecil daripada chance untuk lepas dari binatang buas sekalipun. Kalau saudara-saudara memperhatikan apa itu cerita dalam Alkitab, maka Alkitab adalah buku tentang anak Allah. Tetapi itu belum ‘titik’ tetapi masih ‘koma’. Ini adalah buku tentang umat Allah, di dalam tangan musuh-musuh-Nya. Sehingga ketika bicara mengenai Alkitab, ini adalah berbicara mengenai iman, faith is life and death issue buat mereka.

Saudara-saudara, lihat sepanjang Alkitab, Musa ada di tangan Mesir, Amos dan Hosea, mereka ada di tangan Asyur, Habakuk, Zefanya, Yeremia dan Daniel, mereka ada di tangan Babel. Kalau saudara teringat Nehemia, Ester, Ezra, saudara teringat Media Persia. Kemudian ada 400 tahun masa kegelapan Yunani dan kalau saudara-saudara mengingat Yesus Kristus dan seluruh murid-murid-Nya dan kemudian gereja awal, saudara mengingat apa? Romawi. Ketika kita melihat Alkitab, saudara-saudara akan mengingat buku tentang umat sampai di situ? Tidak! Buku tentang umat Allah di tangan musuh-musuh-Nya. Saudara akan menemukan sejarah-sejarah dan narasi-narasi seperti ini dan saudara akan melihat bagaimana providensia Allah itu menolong kita umat-Nya yang sungguh-sungguh tidak berdaya di tangan penguasa dunia yang pandai, kejam dan berkuasa. Kalau saudara-saudara melihat misalnya kitab Keluaran saja, ketika saudara melihat kitab Keluaran pasal 1 dan 2, kalau Roh Kudus bekerja, maka kita akan memiliki satu hati yang remuk ketika melihatnya dan kita sungguh-sungguh akan terpesona akan jalan kerja Allah.

Di dalam kitab Keluaran, di awal-awal, saudara akan menemukan bahwa Israel berada di dalam ancaman real yang besar. Seluruh bayi mereka itu dibunuh, tetapi para bidan itu tidak mau sehingga Firaun begitu marah dan memerintahkan dari rumah ke rumah untuk melihat bayi laki-laki untuk dibunuh, dibunuh, dibunuh. Ada seorang wanita yang baru melahirkan, dia keturunan Lewi menikah dengan seorang keturunan Lewi, dari cerita itu saja, saudara tidak menemukan nama dari orangtua ini. Itu mau menyatakan ini nothing, tidak terkenal, tidak punya apa-apa, tidak layak untuk diperhatikan, ini orang yang sangat-sangat lemah dibandingkan dengan Firaun Mesir yang memiliki seluruh panglima itu dan sampai saudara-saudara tahu bahwa ini adalah Amram dan Yokhebed, orang tua Musa dan cerita itu bergulir. Dan intinya adalah Musa yang baru dilahirkan itu diusahakan sedemikan rupa itu tidak menangis keras. Setiap malam maka mereka pasti akan mendoakan Musa dan setiap malam mereka itu membuat sebuah keranjang dan mereka sudah memikirkan kalau bayi itu tidak bisa disembunyikan lagi, mereka menganyamnya dan kemudian melapisinya dengan ter dan gala-gala dan itu adalah zat yang waterproof dan baunya itu tidak disukai oleh buaya dan kemudian ibu ini terus berusaha untuk bicara kepada anaknya yang masih tidak bisa mengerti bahasanya. Sampai menunggu waktu yang tepat, ketika dia sudah tidak bisa menyembunyikan lagi anaknya karena kalau menangis itu teriakannya makin besar maka serdadu itu akan masuk ke rumahnya dan menyembelih anaknya.

Sampai detik itu, sudah tidak mungkin bisa menahan bayi yang makin besar ini, pagi-pagi keluarga ini keluar dari rumahnya dengan berlinang-linang air mata, dengan berharap kepada Tuhan. Tetapi dengan mengerti bahwa kemungkinannya itu hampir nol, diciumnya Musa berkali-kali dan airmatanya membasahi muka Musa dan kemudian keranjang itu diletakkan dan kemudian hanyut di sungai itu tetapi tangan pemeliharaan Allah yang tidak terlihat pada Amram dan Yokhebed, tidak pernah dilihat oleh kakak-kakak Musa, tangan Allah itu melindungi gereja-Nya, sampai bertemu dengan anak puteri Firaun dan kemudian mengambilnya, mengangkatnya menjadi anak, kemudian mengembalikan kepada Yokhebed untuk bisa diasuh. Kalau saudara-saudara melihat kitab Keluaran, apa sebenarnya yang menjadi benang merah? Seorang yang lemah, keluarga yang tidak diperhitungkan, bertemu dengan satu pembesar dengan seluruh jenderal, dengan seluruh tentara tetapi akhir dari kitab ini, saudara akan melihat bahwa keluarga ini yang memenangkan pertarungan ini. Keluarga ini yang akan menghancurkan Mesir berkeping-keping.

Cerita Alkitab selalu memiliki satu hal ini, saudara akan menemukan seseorang tidak berdaya, tidak terkenal, yang begitu lemah, tetapi dipakai oleh Allah untuk menanamkan iman Kristen dan menyebarkannya ke seluruh dunia dan musuh tidak bisa mengagalkannya. Kenapa dia berhasil? Kenapa Kekristenan berhasil? Karena strategi kita hebat? Tidak! Karena dia tidak memiliki kesalahan? Tidak! Kenapa Kekristenan berhasil? Karena ada tangan pemeliharaan Allah yang tidak dapat dikalahkan. Itu rahasia gereja. Berapa kali, di sepanjang Alkitab, di sepanjang sejarah gereja, ada perlakukan Allah secara khusus kepada kita gereja-Nya? Biarlah kita ingat, kita adalah kawanan umat-Nya. Biarlah kita ingat bahwa kita adalah umat yang diberikan perjanjian-Nya di dalam Yesus Kristus. Dia yang setia kepada Abraham, Ishak dan Yakub dan Daud, Dialah yang setia kepada kita pada saat ini dan berlakulah sebagai umat perjanjian. Berlakulah seperti umat yang dipilih oleh Allah karena memang dipilih oleh Allah. Kiranya Tuhan boleh dipermuliakan dalam hidup kita.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^