[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

16 August 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Rahasia Cara Kerja Pemeliharaan Allah (4)

Mazmur 145:17; Ulangan 32:3-4

Beberapa minggu ini kita terus memikirkan apa yang menjadi signifikansi dari memikirkan providence of God. Apa benefit-nya dalam hidup kita? Providence of God adalah bicara berkenaan dengan apa yang Tuhan nyatakan, apa yang Tuhan berlaku kepada kita di masa lalu. Apa signifikansinya?

(9) Akan mendorong kita lebih bertumbuh untuk kesucian di dalam hati dan hidup kita. Sekali lagi ketika kita merenungkan jalan-jalan providence maka Tuhan akan mengajarkan melalui jalan itu, jalan kesucian bagi kita membuat kita bertumbuh untuk menghargai kesucian dan hidup di dalam kesucian. Di dalam Alkitab ada 3 hal yang ketika kita bersentuhan langsung akan menyucikan kita. Yang pertama adalah darah Kristus, yang kedua adalah Firman, dan yang ketiga adalah Roh Kudus. Ketika 3 hal ini bersentuhan dengan jiwa kita, langsung kita disucikan detik itu juga. Tetapi apa yang Tuhan lakukan melalui jalan providence? Melalui proses, melalui kejadian kehidupan sehari-hari, Dia akan membentuk kita perlahan-lahan untuk hati kita dan hidup kita makin lama makin berjalan di dalam kesucian. Ini tidak berjalan secara detik itu langsung akan menyucikan kita, tetapi kita makin lama makin menyadari kenapa Tuhan itu berlaku seperti ini kepada kita? Kenapa Dia itu menghadirkan hal-hal ini dalam hidup kita? Merenungkan hal itu, akan membuat kita menyadari bahwa Dia sedang mengajarkan sifat-Nya melalui jalan-jalan-Nya. Dan sifat-Nya dan jalan-jalan-Nya adalah suci adanya. Membuat kita akhirnya dipaksa sedemikian rupa berjalan mengikuti-Nya di dalam jalan kesucian. Di sini kadang alat yang Tuhan pakai adalah sesuatu yang jahat. Kadang Dia memakai sesuatu yang sangat berdosa, sesuatu yang najis, dan bahkan gelap. Allah bahkan dapat menggunakan sarana kejahatan untuk melakukan segala yang diinginkan oleh kejahatan itu. Tetapi Dia juga akan membatasi dan menguasai kejahatan itu dengan seluruh tindakan-tindakan-Nya, sehingga pada akhirnya semua umat-Nya akan menyadari bahwa pekerjaan-Nya itu tidak tercemar dan tetap suci adanya. Alkitab menyatakan rancangan Allah itu sangat murni dan semua pekerjaan-Nya itu suci adanya. Seperti tadi yang kita itu baca Mazmur 145:17, seluruh pekerjaan Allah itu adalah suci. Ulangan 32:3-4 menyatakan, seluruh pekerjaan-Nya itu adalah sempurna, adil dan benar. Dan tidak ada kesalahan di dalam diri-Nya. Bukan Dia tidak mau disalahkan, tetapi Dia adalah tidak ada kesalahan, murni adanya, suci adanya. Meskipun umat-Nya kadang salah mengerti. Kita mengerti dalam kitab Ayub bagaimana Ayub berada di dalam seluruh penderitaan, hidupnya rugi, bangkrut seluruh usahanya. Seluruh anak-anaknya mati dan bahkan istrinya mencerca dia. Orang-orang yang terbaik yang biasanya sahabatnya itu mencari-cari kesalahannya. Dan semua orang yang tadinya menghormatinya mulai menjauhinya. Di dalam keadaan yang seperti itu dia mempertanyakan Tuhan. Mengapa ini semua terjadi di dalam hidupnya? Bahkan Ayub sendiri bisa mengatakan bahwa dia sendiri tidak bersalah. Bukankah kalau orang bersalah dan Tuhan itu menghukum itu adalah sesuatu yang wajar? Tetapi ketika seseorang yang benar dan kemudian tertimpa penderitaan, bukankah itu adalah kesalahaan dan sesuatu yang tidak suci, sesuatu motivasi yang tidak benar di dalam diri Allah? Tetapi Alkitab menyatakan pada akhirnya jalan-jalan Tuhan itu suci dan tidak ada kesalahan pada diri-Nya dan motivasi-Nya dan seluruh jalan-Nya. Ayub yang complained dan berteriak kepada Tuhan dan berani untuk dihakimipun akhirnya mencabut seluruh perkataannya. Dia sendiri mengokohkan bahwa Allah itu tidak bersalah apapun saja, jalan-jalan-Nya itu suci, rancangan-Nya itu murni, motivasi-Nya itu selalu baik. Dia bisa memakai apapun saja yang kegelapan bahkan kegelapan itu menjalankan seluruh maksud-Nya yang terpuncak, tetapi Allah pada diri-Nya sendiri dan seluruh jalan-Nya akan dibuktikan murni, suci dan baik adanya. Dan seluruh jalan-jalan itu dipakai untuk apa? Di dalam poin yang ke-9, adalah seluruh jalan-jalan-Nya dipakai untuk mengajarkan kesucian bagi kita agar umat-Nya berjalan mengikuti-Nya di dalam jalan kesucian tersebut. Dan di dalam poin ini saudara-saudara, ada cara kerja Tuhan dalam providensiasi untuk membentuk kesucian di dalam hidup kita, di dalam 2 hal ini khususnya:

Yang pertama disebut sebagai suatu pemeliharaan yang membatasi, preventive providence. Saya akan jelaskan apa yang John Flavel katakan di dalam hal ini. Di dalam providensiasi-Nya, Allah mengajarkan kesuciaan-Nya melalui pemeliharaan yang membatasi. Tujuannya adalah untuk mengakhiri jalan berdosa kita atau menghalangi langkah kaki kita untuk masuk di dalam dosa. Hosea 2:4-6 menyatakan dengan jelas. Ayat ini mau menyatakan Israel yang berusaha untuk lari dari Tuhan dan berusaha untuk mengabdi kepada ilah lain. Dia mengatakan kepada para ilah lain, kekasihku engkaulah yang memberi aku makanan, engkau yang memberikan aku bulu domba, engkau yang memberikan kepadaku kain lenan, dan minyak. Israel mempercepat langkahnya untuk menuju kepada penyembahan berhala. Saudara-saudara, sering sekali kita juga berlaku seperti itu. Kita mengasihi sesuatu yang seharusnya tidak kita kasihi. Kita menyukai dan terpikat dengan sesuatu yang sebenarnya dari dunia ini. Dan kemudian saudara-saudara, Tuhan menyatakan “Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menyekat jalannya dengan duri-duri, mendirikan pagar tembok, mengurung dia sehingga dia tidak dapat menemui jalannya.” Oh saudara-saudara, biarlah kita boleh mengamati jalan-jalan ini secara cermat. Lihat berapa sering Tuhan itu membentuk pagar-pagar membatasi hidup kita. Berapa kali Dia bahkan menggagalkan dan menahan usaha-usaha kita, memporakporandakan seluruh rencana dan keinginan hati kita. Apa tujuan-Nya? Dengan satu tujuan agar hidup kita tidak serong dan menarik kita dari jalan berdosa. Dan secara khusus hal ini yang paling sering Dia lakukan. Dia sering menggagalkan usaha-usaha kita dengan maksud menyingkirkan kita dari dosa kesombongan. Melihat diri kita itu benar sendiri. Tidak bergantung kepada Dia dan kemudian kita membanggakan seluruh usaha kita. Berapa banyak kali Dia membatasi kita untuk tidak masuk ke dalam dosa kesombongan dengan menyadarkan kita bahwa kita adalah orang-orang yang bodoh. Kita dibuat gagal dan tidak sukses. Kesuksesan sering membuat kita terpikat dengan dunia. Menjadikan kita sombong. Membuat kita memiliki nafsu sensual, dan mengerjakan hal yang sia-sia. Allah menarik kita agar kita terhindar dari hidup yang corupt seperti ini. Dan sering sekali juga Dia menggunakan penyakit, kelemahan tubuh, penderitaan fisik untuk membatasi kita. Tubuh itu seakan-akan rusak, tetapi sebenarnya agar kita tidak berbagian di dalam kerusakan dunia ini. Tuhan berbicara kepada Paulus, cukuplah kasih karunia-Ku kepadamu. Untuk membuat hamba-Nya yang luar biasa ini tidak meninggikan diri dan terus menerus bergantung kepada kasih karunia Allah.

Yang kedua adalah afflictive providence, pemeliharaan yang menghajar, atau yang membuat penderitaan. Saudara-saudara, jalan providence, bukan saja mencegah kita untuk tidak jatuh ke dalam dosa, tetapi jalan providence juga dipakai Allah untuk mengangkat dan membersihkan kita dari kejatuhan, dari dosa di mana kita sudah jatuh di dalamnya. Perhatikan baik-baik pengajaran di bawah ini. John Flavel mengajarkan kita hal ini, apa yang Tuhan kerjakan ketika anak Tuhan jatuh dalam dosa? Ada 2 hal. Yang pertama, Dia akan menguduskan kita dengan darah Kristus, tetapi bukan dengan itu saja, hal yang kedua, Dia akan menghadirkan hajaran atau penderitaan yang diberkati-Nya. Kenapa disebut sebagai Dia akan menghadirkan hajaran atau penderitaan yang diberkati-Nya? Karena melalui itu, kita dibebaskan dan dibersihkan dari dosa kita. Itulah disebut sebagai pemeliharaan yang menghajar. Seperti gambaran salib. Salib tanpa Kristus tidak akan pernah menjadi sesuatu yang memberkati kita. Penderitaan itu sendiri tidak akan memberkati kita, tetapi penderitaan di mana ada darah Kristus, dan penderitaan di mana ada pengaturan Kristus atas penderitaan itu, akan memberkati kita anak-anak Tuhan karena itu akan dipakai Allah untuk proses penyucian kita. Berapa kali di dalam Alkitab maka kita mendapatkan gambaran berkenaan dengan penderitaan yang dihadirkan Allah untuk menguduskan anak-anak-Nya. Hal yang paling jelas misalnya saja dalam kitab Hakim-Hakim, ada suatu pola yang terjadi di dalamnya, di tengah-tengah seluruh Hakim-Hakim yang banyak itu. Di mana orang Israel itu dalam keadaan yang baik, dalam keadaan yang nyaman, lalu kemudian mereka memberontak kepada Tuhan melakukan dosa-dosa, dan Tuhan kemudian menghadirkan penderitaan, menghadirkan daripada musuh-musuh yang menyiksa mereka, akhirnya membangkitkan mereka, jiwa mereka menjadi terbangun dan kemudian mereka mencari Allah dan berjalan di dalam kesucian dan kemudian mereka bertobat, dan kemudian Tuhan itu menghadirkan berkat-Nya. Saudara-saudara lihat bahwa penderitaan itu dipakai oleh Tuhan untuk membawa Israel kembali ke jalan-Nya. Saudara-saudara di dalam 2 Korintus 7:8-11 ada tulisan-tulisan di tengahnya seperti ini. Ayat ke-9: ‘namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitmau membuat kamu bertobat.’ Saudara perhatikan ini sesuatu yang menarik, waktu itu ada jemaat Korintus itu sedang menderita, berada di dalam hajaran, mereka berdukacita lalu kemudian gembala mereka mengatakan “aku bersukacita loh melihat penderitaanmu.” “Lho, kamu nyukurin saya ya?” Bukan, aku bersukacita bukan karena engkau telah berdukacita, tetapi karena dukacitamu itu membawa engkau kepada pertobatan.” Dukacita yang membawa kepada pertobatan itu adalah kehendak Allah. Yang membawa keselamatan dan yang tidak disesalkan, demikian kata Alkitab. Sekali lagi dengan afflictive providence maka Allah akan membuat hati kita melembut karena kemarahan-Nya, dengan afflictive providence maka kita akan dibuat lebih peka terhadap dosa, dengan afflictive providence kita dibuat sadar akan kebodohan-kebodohan kita, dengan afflictive providence maka kita dibuat hati-hati untuk tidak berbuat dosa lagi dan afflictive providence akan membuat kita mendekat kepada Tuhan kembali. Saudara-saudara, dan ini yang menjadi satu kalimat yang sangat tajam dari John Flavel. Afflictive providence akan membawa kita ke kaki Tuhan dan membuat kita menghakimi dan menghukum diri di dalam kekudusan. Dan ini adalah alat yang kuat untuk meningkatkan kekudusan bagi gereja Tuhan. Saudara-saudara, sekali lagi biarlah kita boleh merenungkan jalan-jalan Tuhan di masa lampau. Dia adalah Allah yang suci yang meng-create seluruh jalan-jalan kita. Dia berhak untuk memakai apapun saja bahkan kegelapan yang paling gelap, tetapi Dia adalah Allah yang suci dan jalan-jalan-Nya itu adalah suci adanya dan mengajar kita untuk berjalan di dalam kesucian. Biarlah kita mengingat akan apa esensi yang di ajarkan kepada kita sesungguhnya.

(10) Dengan mengingat providence maka jiwa kita akan makin belajar mengasihi Kristus. Hal ini menjadi puncak dari seluruh tulisan Flavel di dalam hal ini. Ini adalah hal yang paling manis dan paling nikmat dari semua kegunaan mengingat providence. Biarlah kita mengingat bahwa semua berkat yang Tuhan berikan kepada kita, semua berkat yang Tuhan berikan kepada kita, baik itu spiritual maupun berkat-berkat jasmani, baik itu yang besar maupun yang kecil, itu seluruhnya adalah berkat yang diberikan di dalam Yesus Kristus. Itu adalah berkat yang diberikan oleh Allah karena Yesus Kristus. Itu adalah berkat yang diturunkan dari sorga karena pembelian dari Kristus. Itu adalah berkat yang Tuhan itu berikan kepada kita di dalam nama Kristus. Semua berkat yang kita dapat adalah tambahan berkat dari berkat yang terbesar itu sendiri yaitu Kristus itu sendiri. Jikalau Bapa di sorga mau memberikan berkat kepada seseorang, maka hal pertama yang harus dikerjakan oleh Dia adalah membuat orang tersebut di dalam Kristus Yesus. Kristus adalah berkat pertama dan utama dari seluruh berkat yang Allah itu berikan kepada umat pilihan-Nya. Biarlah kita selalu mengingat setiap kali berkat apapun saja yang Tuhan berikan. Pertumbuhan rohani, fellowship, gereja, Firman, sampai kesehatan, umur, pengenalan akan Allah, makanan, transportasi, saudara bisa mampu untuk membeli barang, saudara mampu untuk membeli makanan, apapun saja itu adalah jalan belas kasihan Allah, jalan pemeliharaan Allah kepada kita. Dan belas kasihan Allah yang diberikan kepada kita adalah belas kasihan yang diberikan melalui jalan providence dan itu semua dilakukan Allah karena Yesus Kristus. Dan di dalam poin ini, ini adalah poin yang terpuncak dari seluruh poin. Kenapa kita itu memikirkan providence? Maka Alkitab membawa kita seluruh berkat sorgawi itu diberikan kepada kita karena pribadi Yesus Kristus, dan di dalam poin ini ada 6 hal utama yang saudara dan saya harus selalu ingat untuk setiap berkat yang Tuhan berikan kita mengingat jasa dari Kristus Yesus:

Hal ke-1 adalah ingatlah darah Kristus Yesus. Seluruh berkat yang kita dapat, seluruh berkat providence yang kita dapat, semua itu adalah hasil daripada anugerah dan belas kasihan Allah dari sorga. Dan itu terjadi karena darah pengorbanan sengsara daripada Yesus Kristus. Sekali lagi, providence of God itu kepada gereja-Nya itu adalah jalan kasih karunia dan belas kasihan Tuhan. Kristuslah yang membeli semua belas kasihan Allah ini. Dosa telah menutup rahim belas kasihan. Kristus-lah yang membukanya kembali. Kalau bukan Kristus yang membeli dengan darah-Nya, maka belas kasihan Allah tertutup bagi kita, tidak ada satu belas kasihanpun yang turun dari sorga bagi kita. Sekali lagi Alkitab menyatakan hanya di dalam Kristus-lah Allah memberikan segala sesuatunya kepada kita. Mari kita melihat Roma 8:32. Ini adalah ayat yang sangat penting. ‘Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?’ Perhatikan, ‘Allah tidak menyayangkan Kristus Yesus, menyerahkan Kristus Yesus bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita’? Sebenarnya sampai di sini “titik” selesai. Tetapi bersyukur karena Paulus itu tidak memberikan “titik” sampai di situ, dia menyatakan Allah memberikan segala sesuatu kepada kita ‘bersama-sama dengan Dia’. Perhatikan baik-baik prinsip ini. Kristus Yesus itu bukan sekedar paspor untuk masuk ke dalam sorga, dan begitu saudara sudah dapat terus saudara letakkan, dan kemudian saudara-saudara sudah jadi warga negara sorga, atau seperti paspor sudah warga negara Australia,  sudah selesai, saudara-saudara tidak ada urusan sama paspor itu. Saudara, bukan sekedar itu, Alkitab memang menyatakan ada bagian itu, tetapi Alkitab menegaskan adalah Kristus itu bukan sekedar pintu masuk di dalam sorga tetapi ketika bicara berkenaan dengan sorga itu adalah di dalam Kristus. Apa yang baik yang kita terima dari providence itu adalah karena pekerjaan Kristus. Yaitu hasil pembeliannya dengan darah-Nya. Biarlah kita boleh menyadari setiap hari. Setiap kali engkau dan saya mendapatkan hal-hal yang ada di dunia ini karena jalan providensia, itu adalah jalan atau itu adalah pemberian karena kasih karunia dan belas kasihan Allah diberikan kepada kita dan harganya adalah darah Yesus Kristus.

Perhatikan beberapa permainan kata yang menegaskan berkenaan dengan keindahan dan kepentingan Kristus Yesus dengan providence dengan belas kasihan Allah. John Flavel menuliskannya seperti ini, belas kasihan Allah dibangkitkan dari kematian Kristus, belas kasihan Allah diberikan karena Kristus memberikan diri-Nya. Semua anugerah Allah itu manis bagi kita tetapi diperoleh dengan harga jalan pahit penderitaan yang mahal. Biarlah gereja menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, jikalau hidup Kristus tidak menderita pahit dan dipermalukan, apakah engkau dapat memiliki kehidupan yang baik, indah dan menyenangkan? Bukankah karena kemiskinan-Nya kita menjadi kaya? Bukankah Kristus telah mati sehingga belas kasihan Allah hidup di antara kita? Bukankah dia sudah membayar dengan darah-Nya untuk membeli segala kebaikan dari Allah yang menjadi milik kita saat ini? Sekali lagi, belas kasihan yang manis yang adalah jalan providensi Allah bagi kita setiap hari adalah buah dari jiwa Kristus yang meratap di kayu salib. Setiap kali kita menikmati berkat Allah, apapun saja saudara, setiap hari dari pagi sampai malam, saudara menikmati belas kasihan Allah yang diberikan kepada kita, tetapi mengapa belas kasihan itu diberikan kepada kita? Jangan take it for granted, Allah tidak berkewajiban untuk itu. Kalau saudara punya musuh, saudara tidak berkewajiban untuk memberi dia makan bukan? Kalau saudara punya musuh, saudara tidak berkewajiban untuk memelihara hidupnya? Tetapi Alkitab mengatakan darah Kristus membeli belas kasihan Allah bagi kita. Itu bukan hasil karya kita. Itu semata-mata karena Kristus sudah terpaku di atas kayu salib membuka rahim belas kasihan Allah sorgawi yang tadinya tertutup bagi pendosa seperti kita. Ingatlah harganya, dan ingatlah siapa yang membayar harganya.

Hal yang ke-2, apa yang kita harus ingat dalam hal ini, adalah kesatuan dengan Kristus, union with Christ. Saudara-saudara, karena adanya union with Christ ini maka setiap jalan providence adalah jalan berkat pengudusan. Saudara ingat 3 kata ini ‘Jalan berkat pengudusan’. Karena union with Christ, maka seluruh jalan pemeliharaan Allah bagi gereja-Nya adalah jalan berkat pengudusan. Sekarang saya akan jelaskan ini, kita tahu semua, saya sudah berbicara beberapa kali saudara-saudara, bicara berkenaan dengan union with Christ, kesatuan dalam Kristus. Dan union with Christ itu di dalamnya ada 2 hal besar yang terjadi, yang pertama adalah justification, pembenaran yang kedua adalah sanctification, pengudusan. Dua hal ini itu bisa dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan. Pembenaran adalah pengudusan secara status dan sanctification adalah pengudusan secara proses. Ini bicara berkenaan dengan dua-duanya adalah kondisi pengudusan. Maka saudara-saudara bisa mengerti bahwa seluruh kehidupan kita di-treat oleh Allah di dalam union with Christ, sehingga apapun yang terjadi dalam hidup kita, apapun yang terjadi dalam hidup kita kalau kita adalah anak-anak Tuhan yang sejati, yaitu orang-orang yang disatukan di dalam Yesus Kristus, apapun yang terjadi adalah berkat  pengudusan. Artinya melalui jalan pemeliharaannya ini kita menikmati anugerah demi anugerah yang menyucikan, apapun saja.

Ketika bicara berkenaan bahkan dengan hal-hal yang fisik, berkenaan dengan keuangan, itu adalah sesuatu proses, itu adalah suatu anugerah yang dibawa oleh Allah untuk anak-anak Tuhan untuk menyucikan. Sebagai kontrasnya, saya akan menjelaskan kepada saudara-saudara. Bagi anak-anak kegelapan jalan pemeliharaan Tuhan adalah jalan yang akan mereka pakai untuk menajiskan diri mereka. Amsal 1:32 menyatakan seperti ini. Kemakmuran orang bodoh akan menghancurkan mereka. Perhatikan, kemakmuran itu adalah pemberian Allah, itu adalah pemeliharaan Allah. Kemakmuran tetapi diberikan kepada anak kegelapan akan menghancurkan mereka. Semua pemeliharaan yang diberikan bagi mereka yang tidak memiliki Kristus hanyalah untuk  memberi makan begitu banyak orang berdosa, terkutuk, sampai hukuman yang mereka tanggung dijatuhkan atas mereka. Sering pemeliharaan yang memang melimpah dan terbuka banyak bagi mereka itu mereka isi dengan kenyamanan duniawi. Dan saudara akan lihat tidak ada satu belas kasihan yang kudus yang dapat ditemukan di antara seluruh kesenangan mereka. Karenanya, maka karunia pemeliharaan ini hanya akan menipu, menajiskan, menghancurkan mereka melalui kerusakan mereka sendiri. Satu-satunya kemungkinan providence of God yang baik itu kepada kita adalah jikalau providence of God itu diberikan Allah kepada kita di dalam union with Christ. Ketika seseorang di dalam Kristus maka seluruh pemeliharaan ini menjadi pemeliharaan yang menyucikan. Di dalam Alkitab itu ada tulisan yang jahat makin jahat yang kudus makin kudus. Yang jahat makin jahat dan kudus makin kudus. Apa yang membuat mereka menjadi seperti itu, makin lama makin jahat atau makin lama makin kudus? Berkat-berkat Tuhan. Anugerah Tuhan. Semakin banyak anugerah Tuhan diberikan, semakin banyak pemeliharaan Allah itu diberikan, bagi anak-anak kegelapan itu adalah sesuatu yang mencelakakan mereka. Itu tidak baik bagi jiwa mereka. Tetapi bagi anak-anak Allah, karena kita ada di dalam Kristus maka jalan-jalan providence Allah adalah jalan-jalan untuk memberkati kita di dalam pengudusan. Itulah sebabnya saudara-saudara bisa melihat orang-orang yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan makin diberkati dia makin murah hati. Tetapi bagi anak-anak kegelapan makin diberkati mereka makin pelit. Makin diberkati makin sombong. Makin diberkati makin sakit kalau berkat ini dibagi, maka berkat-berkat itu makin mematikan dia. Unik bukan? Biarlah kita boleh bersyukur kepada Tuhan atas providensia-Nya yang diberikan kepada kita karena union with Christ membuat providence itu menjadi baik bagi jiwa.

Hal yang ke-3 adalah ketika kita merenungkan providence of God biarlah kita boleh menemukan kepedulian Kristus pemerintahan Kristus. Saudara-saudara, pemberian seluruh penghiburan dan belas kasihan Allah kepada gereja-Nya adalah berdasarkan ketetapan dan perencanaan Kristus yang memerintah seluruh alam semesta. Biarlah kita boleh mengingat di dalam Alkitab dan khususnya Wahyu pasal 5 di mana Kristus itu ditahtakan bersama-sama Allah Bapa di sorga. Dia bukan saja Raja atas gereja tetapi Dia adalah Raja atas seluruh alam semesta. Di dalam Alkitab kita mengerti sekali bahwa pribadi Kristus adalah pribadi yang mengendalikan seluruh sejarah untuk kemuliaan-Nya dan kebaikan anak-anak-Nya. Khususnya dalam kitab Wahyu kita mengerti prinsip ini. Kitab Wahyu ditulis pada waktu rasul-rasul itu sudah terserak ke mana-mana. Yohanes ada di pulau Patmos. Dia melihat sendiri bagaimana gereja-gereja Tuhan, orang-orang baru di dalam kekristenan itu dianiaya, dimatikan dan mereka mati dengan tidak wajar. Apa yang menjadi inti berita kitab Wahyu? Untuk membuat seluruh daripada jemaat Tuhan itu mengerti bahwa Kristus itu mengendalikan sejarah dan gereja-Nya. Meskipun gereja pada waktu itu menderita dan sebagian besar itu putus asa. Mereka menyadari mereka tidak akan menang terhadap dunia ini. Dari berbagai macam sisi mereka berusaha, dunia ini berusaha untuk mematahkan iman mereka. Mereka berada dalam penderitaan yang paling gelap ditentang oleh dunia ini. Tetapi Kristus memberikan isi hati-Nya mengungkapkan sorga, membukakan sorga kepada gereja-Nya melalui wahyu kepada Yohanes. Untuk gereja-Nya itu memandang melampaui dunia ini masuk ke dalam alam sorgawi, melihat bahwa Dia di atas tahta dan mengendalikan dan peduli akan umat-Nya. Saudara akan melihat kitab ini penuh dengan tulisan-tulisan yang menggambarkan pengendalian dan kepedulian Kristus akan gereja-Nya. Dialah yang menahan murka iblis. Dialah yang mengekang kejahatan yang mau menghancurkan anak-anak Tuhan dalam segala cara. Kalau saudara-saudara melihat dalam kitab Wahyu ada tulisan-tulisan seperti ini. Kristus menyatakan “Akulah Alfa dan Omega.” Akulah yang Awal dan yang Akhir dan yang Hidup. Kenapa kalimat itu tidak ada dalam kitab Injil? Kenapa kalimat itu ada dalam kitab Wahyu? Ini bicara berkenaan Kristus yang memegang sejarah. Bukan pemerintahan Roma. Bukan orang-orang jahat itu. Aku yang memegang sejarah, Aku mengendalikan sejarah. Dialah yang memiliki hak untuk membuka gulungan itu dan membuka setiap meterai-meterainya. Dia yang menentukan kejadian-kejadian apa di dunia ini dan apa yang akan terjadi kepada gereja-Nya. Saudara-saudara, kepedulian Kristus, di dalam kitab Wahyu juga dikatakan, ‘Aku yang memegang ke-7 bintang dan berjalan di antara ke-7 kaki dian emas itu.’ Berjalan di antara ke-7 kaki dian emas itu bicara mengenai Kristus yang ada di tengah-tengah setiap jemaat lokal. Dia bukan Allah di sana dan kemudian membiarkan umat-Nya menderita. Dia bersama-sama dengan umat-Nya meskipun kita tidak bisa melihat-Nya. Dan kata yang dipakai di dalam Aku yang ‘memegang’ ke-7 bintang. Arti dari kata aslinya adalah ‘tidak ada satu bagian terkecilpun yang luput dari pegangan saya.’ Aku care kepadamu, Aku peduli akan seluruh hidupmu, hai umat-Ku. Dan di dalam Alkitab Dia mengatakan berkali-kali seperti ini. Aku tahu segala pekerjaanmu. Aku tahu segala kesusahanmu. Aku tahu di mana engkau diam. Dia menggunakan apapun dan makhluk apapun dan kejadian apapun untuk mengendalikan dunia dan untuk merawat domba-domba-Nya. Dia menggunakan keledai untuk Bileam. Dia menggunakan malaikat untuk Maria. Mimpi untuk Yusuf. Bintang untuk orang Majus. Makhluk sorgawi yang menakutkan di Yehezkiel. Dia menggunakan cahaya untuk mencegah Paulus di dalam perjalanan ke Damsyik. Dia menggunakan seluruh detail kejadian-kejadian tanpa Dia mengutus satu malaikatpun. Suatu mujizat dari tangan yang tidak terlihat di tempat kitab Ester. Saudara-saudara, biarlah kita selalu ingat. Ketika kita melihat providence Allah di dalam hidup kita. Kita mengingat akan penguasaan, pengendalian dan kepedulian Kristus di tahta-Nya untuk gereja-Nya. Dialah yang menakar sukacita kita. Menimbang penderitaan kita. Menentukan beban-beban dan peristiwa yang kita harus tanggung. Dan serta memilih pencobaan yang terbaik bagi kita. Segalanya itu untuk menunjukkan kepedulian-Nya kepada gereja-Nya. Ketika mengingat providence biarlah kita mengingat pemerintahan Kristus.

Hal yang ke-4, biarlah kita mengingat providence dan kita menemukan syafaat dari Kristus Yesus. Setiap dosa yang kita perbuat akan mengakhiri belas kasihan yang kita dapatkan. Itulah sebabnya Imam Besar harus setiap tahun masuk untuk mempersembahkan korban untuk dosa yang terjadi. Kalau seseorang berdosa maka dia diampuni karena adanya korban. Belas kasihan diberikan, tetapi begitu berdosa lagi, maka pintu belas kasihan itu tertutup. Tetapi Alkitab menyatakan bahwa kita memiliki perantara yang kekal, pensyafaat yang kekal, yang terus menerus. Syafaat Kristus menjamin kelanjutan dari semua belas kasihan yang diberikan Allah melalui jalan providence-Nya kepada kita. Saudara perhatikan ‘continuity’. Kristus bukan saja membuka pintu pengampunan melalui korban-Nya. Tetapi melalui syafaat-Nya Dia memungkinkan pintu itu terus terbuka bagi kita. Saudara sekali lagi saudara-saudara perhatikan, Kristus bukan saja membuka pintu pengampunan atau belas kasihan Allah kepada kita, tetapi melalui syafaat Kristus memungkinkan pintu belas kasihan itu tetap berkelanjutan terbuka kepada kita sampai selama-lamanya. Alkitab dengan jelas menyatakan berbagai macam sisi mengenai syafaat dari Kristus. Yang berbicara di dalamnya continuity. Misalnya saja kita melihat bahwa prinsip dari jabatan Kristus, Raja, Imam dan Nabi. Dia menjabat itu menjadi perantara antara Allah dan kita. Dan perhatikan bahwa jabatan itu bukan jabatan ketika Dia melayani di bumi saja tetapi juga di sorga.

Saya ambil contoh sesuatu yang sederhana saja sehingga saudara-saudara dapat membayangkan secara physical. Allah itu membenci orang-orang berdosa. Allah itu membenci dosa yang ada di dalam hidup kita. Maka tidak mungkin ada satu orang berdosa itu ada di hadapan Allah. Satu-satunya kemungkinan tahta penghakiman itu menjadi tahta kasih karunia, satu-satunya yang jauh itu menjadi dekat dengan kita, adalah dengan adanya Kristus yang menjadi mediator di tengah-tengah kita. Seandainya, kita sudah sampai sorga. Kita sudah terima Yesus Kristus. Lalu kemudian Kristus itu pergi dari sana, Kristus itu tidak lagi ada di sana, maka saudara jangan berpikir bahwa Allah itu akan baik kepada kita tanpa Kristus. Saya membuat ini di dalam bentuk, ilustrasi yang dalam bentuk physical supaya saudara mengerti bahwa mediator Yesus Kristus itu adalah selama-lamanya. Kita bergantung kepada Kristus itu bukan sekedar saya sudah terima Yesus kemudian masuk ke sorga. Saya bergantung kepada Kristus Yesus itu sampai selama-lamanya setiap detik. Kita bukan saja bergantung kepada pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Tetapi kita bergantung kepada syafaat Yesus Kristus sampai saat ini dan selama-lamanya. Alkitab menjelaskan poin ini ketergantungan kita kepada syafaat Kristus untuk memungkinkan belas kasihan Allah itu diberikan kepada kita. Misalnya saja dalam 1 Yoh 1:7. Darah Kristus Anak-Nya itu menyucikan (cleanses) kita dari seluruh dosa. Itu menggunakan present tense. Artinya terus menerus. Ini bukan past tense. Ini bukan darah Kristus yang ada di atas kayu salib saja pada waktu itu kejadian yang lampau. Tetapi bicara berkenaan dengan darah Kristus sampai detik ini, itu bekerja membersihkan kita. Berulang-ulang terus. Continuity. Saudara-saudara, Kristus bukan menebus kita cuma satu kali di masa lampau. Ya, ya itu menebus kita adalah satu kali kemudian pekerjaan-Nya selesai. Tidak! Dia bekerja sampai saat ini. Saudara-saudara, sekali lagi kita sudah mendapat belas kasihan karena darah Kristus. Tetapi belas kasihan ini akan terjamin continue kepada kita terus menerus karena Dia menjadi perantara yang kekal itu. Pak Tong di dalam 1 Yoh 1:7 pernah bicara berkenaan dengan ini seperti kelopak mata yang membersihkan biji mata kita. Membersihkan. Bukan sekali terus kemudian tidak membersihkan. Membersihkan terus. Saudara apapun saja yang saudara dan saya dapatkan dari Tuhan, seluruh berkat pemeliharaan Tuhan, biarlah kita boleh mengingat ini semua adalah karena syafaat Kristus diberikan kepada kita.

Hal yang ke-5 adalah nama Kristus. Bukankah kita sering sekali berdoa untuk meminta penderitaan itu diangkat dari kita? Bukankah kita sering sekali berdoa untuk Tuhan itu memenuhkan kebutuhan-kebutuhan kita di dunia ini? Saudara-saudara, mengapa Allah di sorga itu mengindahkan doa kita? Perhatikan bahwa Allah tidak akan pernah menganggap tangisan kita kepada-Nya. Allah tidak pernah akan membalas jawaban damai kepada kita betapa pun hebat kesusahan kita. Apakah ada doa kita yang berhasil dengan sendirinya? Apakah tangisan kita dengan penuh penderitaan dan kejujuran dan kesalehan kita akan didengar oleh Allah dengan sendirinya? Tidak akan. Di dalam providensia-Nya Allah sering kali menjawab doa-doa kita karena Dia melihat Yesus Kristus. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan ketika kita berdoa, ada satu pribadi yang harus kita ingat. Yaitu mengingat doa itu di dalam nama Yesus Kristus. Seluruh doa yang berhasil yang dijawab Allah adalah karena kita meminta di dalam nama Yesus Kristus. Yoh 15:16 menyatakan nama Kristus yang menjamin doa-doa kita untuk didengar dan untuk diterima oleh Bapa. Karena Bapa di sorga tidak dapat menyangkal Kristus Yesus maka doa-doa kita atas nama Kristus tidak disangkal. Apakah Tuhan pernah berkenan kepada doa-doa kita ketika kita berada dalam kesusahan di masa lampau? Apakah kita mengingat akan ada doa-doa di masa lampau yang berkuasa yang berkenan kepada Allah dan dijawab oleh Allah? Apakah kita pernah berteriak di masa lampau dan Tuhan itu memberikan kepada kita jawaban dan kelepasan dari seluruh musibah bahaya dan kegelapan di masa lampau? Oh lihatlah hal-hal itu semuanya terjadi karena Yesus Kristus dan kita berhutang kepada-Nya. Mengingat daripada providence of God. Biarlah kita mengingat nama Yesus Kristus.

Hal Ke-6, terakhir, biarlah ketika kita mengingat providence kita mengingat covenant of grace yang di-established, dibuat oleh Yesus Kristus. Covenant of grace adalah ikat janji anugerah. Suatu perjanjian antara Allah yang suci dan manusia yang berdosa diteguhkan diratifikasi dalam Yesus Kristus. Di dalam covenant of grace inilah terletak seluruh penghiburan kita. Seluruh yang terbaik yang terjadi pada kita terkandung di dalamnya. Di dalam covenant of grace inilah semua berkat Tuhan di letakkan di tempat yang aman, terjamin, kudus dan nyaman dan manis bagi kita. Belas kasihan Allah bagi kita semua ada di dalam perjanjian ini. Pembenaran, pengudusan, pemulihan. Seluruh berkat rohani bahkan berkat-berkat jasmani makanan sehari-haripun berada di dalam perjanjian ini. Perjanjian inilah yang mengamankan anugerah yang diberikan kepada kita. Tanpa perjanjian ini maka tidak ada anugerah. Tetapi dengan adanya perjanjian ini maka anugerah yang diberikan akan terus diberikan dan tidak berubah. Mari kita lihat ada satu ayat yang unik Maz 111:5. Perhatikan Dia memberikan makanan. Kenapa? Karena Tuhan mengingat perjanjian. Biarlah gereja ingat segala sesuatu berkat yang saudara dan saya dapatkan itu adalah karena Allah memberlakukan kita di dalam perjanjian. Perjanjian inilah yang membedakan kita dari seluruh umat manusia. Dengan perjanjian inilah maka Allah itu berlaku secara khas, secara khusus kepada kita. Biarlah seharusnya umat Allah itu bersukacita karena mendapatkan perjanjian yang berharga ini. Ini menjadikan kita umat khususnya Allah. Umat yang dikuduskan. Dikuduskan artinya dipisahkan untuk dikasihi. Yes 55:3 menyatakan, apa yang membedakan Israel dengan seluruh bangsa-bangsa lain? Apa yang membedakan Daud dengan seluruh raja-raja di kerajaan yang lain? Adalah karena ini adalah umat yang diberikan covenant. Ini adalah pribadi yang diberikan covenant. Daud sangat bersukacita untuk hal itu (2 Sam 23:5). Perhatikan perjanjian ini adalah perjanjian yang membuat seluruh berkat Tuhan itu kekal teratur terjamin. Dan seluruh berkat-berkat yang menyukakan hidup kita diberikan Allah di dalam jalan covenant.

Saudara-saudara, apa yang Tuhan akan kerjakan kepada kita? Apa yang Tuhan sudah kerjakan kepada kita di masa lalu? Dia akan memberlakukan kita di masa lalu dan masa depan. Di dalam providence-Nya berjalan seturut dengan prinsip covenant. Apapun saja yang terjadi. Apakah kejadian-kejadian itu membuat kita remuk hati? Apakah kejadian-kejadian itu membawa kita ke dalam kegelapan? Apakah kejadian-kejadian itu hampir membuat kita putus asa? Apa yang Dia kerjakan dalam hidup kita adalah dalam pemeliharaan di dalam perjanjian dan Allah itu setia adanya. Dia tidak bisa berdusta kepada covenant Dia tidak akan memutuskan dari pihak Dia tentang covenant ini. Dan covenant ini adalah covenant karena Yesus Kristus yang sudah mendamaikan kita dengan Dia. Di dalam covenant ini maka kita akan pasti menemukan kasih setia-Nya tetap untuk selama-lamanya. Itulah sebabnya Alkitab menyatakan pemazmur mengatakan. Sampai masa tuaku, aku tidak pernah menemukan kecurangan dari pada-Nya. Berbahagialah hai jemaat karena apa yang Dia kerjakan kepada kita adalah dari isi hati-Nya yang baik yang memberikan anugerah dan belas kasihan dan kesetiaan kepada kita turun temurun. Dan itu adalah pekerjaan yang tetap di-establish-kan oleh Yesus Kristus bagi kita. Malam itu Dia mengumpulkan murid-murid-Nya, Dia kemudian mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan membagi-baginya dan mengatakan inilah tubuh-Ku yang dipecahkan bagimu. Dan Dia mengambil piala, mengucap syukur, dan menyatakan inilah darah-Ku, darah perjanjian yang baru. New convenant. Dan keesokan harinya Dia membuat perjanjian itu antara Allah yang suci dan manusia yang berdosa di atas kayu salib. Sepasti Dia mat, sepasti itulah kasih setia Tuhan kepada gereja-Nya sampai selama-lamanya. Apa yang Allah lakukan kepada kita tidak mungkin berada di luar ikatan perjanjian ini. Dan di dalam covenant inilah kita beroleh belas kasihan-Nya. Apapun saja yang menjadi masalah kita.

Setelah kebaktian pertama tadi saya meminta beberapa orang masuk ke dalam. Ada seorang ibu yang baru kemarin suaminya meninggal. Setiap minggu dia datang ke tempat ini. Dia sengaja meninggalkan suami dan anak-anaknya untuk mendapatkan uang di tempat ini di Sydney. Tetapi karena covid maka dia tidak bisa lagi bekerja. Saudara tahu sendiri bahwa rent di sini terlalu mahal dan kemudian uangnya habis. Dan sekarang suaminya meninggal mendadak. Bahkan dia tidak punya uang untuk bisa membeli tiket pesawat. Kami gereja akan men-support untuk hal ini. Tetapi ini yang mau saya katakan kepada saudara-saudara. Ketika kami sudah berdoa dan ibu itu keluar. Saya berkata kepada semua pengurus yang ada. Inilah manusia. Betapa sia-sianya hidup kita. Betapa menyedihkannya. Susah-susah keluar dari keluarganya yang dikasihi untuk mendapatkan uang sekarang setelah beberapa waktu di sini, berbulan-bulan, mungkin satu dua tahun kemudian dia harus pulang dengan nol tidak ada uang sama sekali dan suaminya meninggal. Tetapi biarlah kita boleh mempercayai Firman ini. Meskipun di dalam kegelapan seperti ini. Dia tidak mungkin memberlakukan kita di luar kasih setia-Nya karena Dia setia kepada covenant di dalam Anak-Nya. Biarlah kita selalu mengingat akan apa yang sudah dikerjakan oleh Kristus di atas kayu salib. Dan melalui salib melihat sesuatu yang tertutup di sorga. Dan suatu hari seluruh umat Allah akan berkata hal yang sama dengan pemazmur tadi, tidak kujumpai kecurangan sedikitpun pada-Mu ya Tuhan. Dan suatu hari kita akan melihat seluruh jalan providensia Allah yang baik, yang manis, yang kudus, yang terjamin bagi kita karena covenant dalam Yesus Kristus. Lihatlah jalan providensia. Dan ingatlah darah Kristus. Persekutuan dengan Kristus. Pemerintahan Kristus. Nama Kristus. Syafaat Kristus. Dan perjanjian Kristus. Gabungkan semua ini. Pikirkan baik-baik. Dan itu akan membuat Kristus makin disukai dan dikasihi oleh jiwa kita. Kiranya Dia memiliki hati kita. Kiranya hati kita dimiliki oleh Dia.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^