[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

26 July 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Rahasia Cara Kerja Pemeliharaan Allah (1)

Mazmur 57:1-3; Mazmur 119:15

Tuhan menyatakan diri di dalam dua jalan besar ini: yang pertama adalah melalui Firman-Nya, dan yang kedua adalah melalui karya-Nya. Dan di dalam karya-Nya ada dua bagian karya Tuhan yang besar sekali yang pertama adalah penciptaan dan yang kedua adalah providensiasi. Allah itu tidak terlihat, manusia ada di bumi ini. Bagaimana manusia bisa mengenal Dia yang tidak terlihat? Apalagi kita adalah orang yang sudah berdosa, itu membuat kerohanian kita mati, kita tidak mungkin bisa melihat Dia, mengenal Dia, menghampiri Dia. Maka satu-satunya cara adalah Dia yang harus datang kepada kita, Dia yang harus membukakan diri-Nya kepada kita. Dan melalui apa Tuhan membukakan diri-Nya kepada kita? Melalui jalan-Nya yang khusus yaitu melalui Firman-Nya. Dengan Firman-Nya kita bisa mengenal Dia, dengan Firman-Nya kita bisa mengerti isi hati-Nya, dengan Firman-Nya kita bisa mengerti apa yang menjadi tujuan-tujuan-Nya, dengan Firman-Nya kita juga bisa mengerti seluruh alam semesta dan kita ini siapa. Tetapi bukan saja melalui Firman-Nya, hal yang kedua adalah Dia menyatakan diri-Nya melalui pekerjaan-Nya. Dan pekerjaan-Nya ada dua yang utama adalah creation dan providence. Alkitab menyatakan langit menceritakan kemuliaan Allah. Maka ketika kita melihat dunia ini, melihat alam semesta; jikalau Tuhan mencelikkan mata rohani kita, kita bisa melihat kemuliaan Allah. Tetapi pada pagi hari ini secara khusus di dalam Mazmur 119:15, pemazmur mengajar kepada kita lihatlah jalan-jalan Allah, lihatlah cara kerja Allah kepadamu, lihatlah providensia Allah. Kita tidak saja diminta oleh Allah untuk merenungkan titah-titah-Nya, memeditasikan Firman-Nya siang dan malam, tetapi Alkitab di sini mengatakan bahwa kita diminta untuk memeditasikan mengenai pekerjaan-Nya, cara kerja-Nya, cara Dia dealing dengan kita. Ini adalah providensia, John Flavel mengatakan orang Kristen memiliki panggilan dan tugas dari Tuhan untuk memeditasikan, memikirkan secara dalam berkenaan dengan providensia di dalam setiap stage dan context hidup kita. Di sini dikatakan, “Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamati jalan-jalan-Mu.” Kata “mengamati” di dalam bahasa Ibraninya adalah nabat. Dan apa arti nabat itu? Maka pada pagi hari ini saya akan mempresentasikan kepada saudara-saudara. Penterjemah Alkitab mengambil beberapa kata untuk mempresentasikan mengenai nabat. Complete Jewish Bible misalnya berkenaan dengan itu adalah keep my eyes on your ways. ESV menggunakan kata fix my eyes on your ways; jadi mata secara harafiah itu ditujukan, tidak berkedip untuk melihat jalan-jalan Allah. The Passion Translation menyatakan bahwa ini adalah pay close attention to all your ways; dan NIV dan juga Geneva Bible itu menuliskan berkenaan dengan mempertimbangkan consider your ways. NASB bicara berkenaan dengan regards Your ways. Amplified Bible mengatakan secara keseluruhan kita di-preoccupied untuk mengenali pekerjaan-Nya. Saya suka sekali translation dari NET, NET menyatakan ini adalah focus on your behavior. Bagaimana Tuhan itu bersikap, bertindak itu ada prinsip-Nya. Dan prinsip-Nya bisa saudara lihat di dalam Alkitab tetapi saudara bisa mengalaminya, kalau saudara dan saya itu teliti mengamatinya di dalam cara Dia dealing dengan kita. Ingat, Allah itu pribadi. King James Version menyatakan have respect unto Thy ways. Bagaimana seseorang bisa menghormati, kalau dia tidak mengenal secara dalam?

Ketika saudara dan saya mengamati jalan-jalan Tuhan maka ketika Tuhan itu menyadarkan kita sesungguhnya bagaimana Dia bertindak kepada kita, itu akan menggetarkan hati kita dan kita akan melihat ini adalah sesuatu yang sangat bernilai. Kita akan respect terhadap jalan-jalan-Nya dan terhadap diri-Nya sendiri. Sekali lagi ini adalah panggilan kita, gereja harus melakukan tugasnya, duty of Christian. Orang Kristen zaman sekarang sangat lalai sekali di dalam duty of Christian; kalau Pendeta Stephen Tong tidak berteriak-teriak untuk kita mengabarkan Injil, kita tidak ada yang mengabarkan Injil. Kalau kita tidak tahu bahwa orang Puritan pernah berkali-kali membicarakannya, kita melupakan bahwa salah satu duty yang penting di dalam kehidupan sehari-hari kita adalah mematikan dosa. Kalau gerakan Reformed ini tidak dibuat oleh Tuhan; berapa banyak orang di Indonesia yang memperhatikan Firman Tuhan dan belajar akan kebenaran Firman Tuhan dengan ketat dan coba untuk menggalinya dengan bertanggung jawab? Itu adalah duty orang Kristen. Dan sekarang orang Puritan menegaskan kepada kita bukan saja Firman, tentu Firman itu adalah utama, tetapi perhatikan berkenaan dengan bagaimana Tuhan itu dealing dengan kita dan bagaimana Dia dengan providensia-Nya menopang hidup kita. “Aku mau mengamat-amati jalan-Mu,” demikian kata pemazmur; ini adalah panggilan Allah; ini adalah kehendak Allah. Sekali lagi ini adalah sesuatu yang penting ketika bicara mengenai kehendak Allah. Biarlah kita mendidik diri kita tidak cepat-cepat berbicara mengenai kehendak Allah. Tetapi kalau itu benar-benar kehendak-Nya kita harus belajar untuk melakukannya. Banyak orang tanya, “Apa kehendak Allah bagiku Pak?” Dan saudara-saudara, kami bukan orang yang expert di dalam mengerti kehendak Allah, tetapi biarlah kita mendidik diri kita sebelum kita mau mengerti kehendak Allah yang sifatnya adalah sehari-hari, saudara harus melihat ada kehendak Allah yang begitu umum begitu jelas dalam Alkitab dan biarlah kita belajar untuk menggenapinya. Dan inilah kehendak Allah yaitu untuk memeditasikan Firman dan kita memeditasikan providensia-Nya. Dan apa itu providensia? Secara sederhana providensia adalah penopangan Allah di dalam hidup anak-anak-Nya dari hal terbesar sampai terkecil di dalam segala event kehidupan. Saudara-saudara, banyak dari kita atau banyak dar tulisan termasuk dari judul khotbah hari ini, adalah ketika berbicara mengenai providensia itu adalah pemeliharaan. Sebenarnya saya agak reluctant menggunakan kata ini, karena ketika bicara mengenai pemeliharaan lalu kemudiaan kita berpikir bahwa itu adalah sesuatu hal yang ada untungnya dalam diri kita. Tetapi providensia itu menyangkut hal-hal yang kita anggap baik dan juga menyangkut hal-hal yang kita anggap buruk. Saudara-saudara boleh mengatakan bahwa providensia itu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia itu adalah pemeliharaan tetapi pertanyaannya apanya yang dipelihara? Adalah benar providensia adalah pemeliharaan, tetapi yang dipelihara itu adalah iman kita. Membuat iman kita terus bertumbuh di hadapan Tuhan. Saudara ingat bahwa Yesus Kristus mengatakan kalau Anak Manusia datang apakah Dia mendapati iman di bumi ini? Banyak orang menggunakan kata pemeliharaan Allah adalah berpikir bahwa segala sesuatu yang aku punya itu akan dipelihara secara fisik, kadang seperti itu tetapi kadang juga tidak. Kadang saudara berpikir bahwa misalnya saja saudara memiliki satu toko dan kemudian karena covid ini akhirnya tidak banyak pendapatan dan kemudiaan mungkin rugi dan kemudiaan saudara berdoa minta providensia Allah, meminta pemeliharaan pasti tokonya itu tidak akan ditutup, belum tentu ya saudara-saudara. Banyak orang berpikir providensia itu artinya bahwa apa yang saya punya sekarang itu dipelihara terus ada; jawabannya adalah belum tentu saudara. Saudara-saudara kadang Tuhan menggagalkan, kadang Tuhan mengizinkan kerugian, kadang bahkan Tuhan mengizinkan penyakit dan di dalam beberapa kasus tertentu Tuhan mengizinkan kematian bahkan. Tetapi saudara-saudara yang jelas bahwa Dia akan memelihara iman kita dan semua yang dikerjakan-Nya adalah baik untuk kita dan semua yang dikerjakan-Nya adalah untuk kemuliaan nama-Nya. Jadi providensia, ketika saudara berbicara berkenaan dengan sesuatu pemeliharan, boleh saudara dan saya menggunakan itu, tetapi saudara mengerti apa yang dipelihara. Misalnya saja ada dua anak muda yang saling jatuh cinta meskipun satu dan lainnya saling jatuh cinta dan mereka berdoa supaya Tuhan memelihara mereka dalam providensianya itu tidak berarti bahwa Tuhan itu tidak bisa memutuskan mereka dan mengagalkan cinta mereka. Mungkin saja Tuhan melakukan itu agar hidupnya itu makin mengasihi kesucian. Tuhan membalikkan jalan-Nya untuk dia bisa masuk di dalam suatu panggilan dan ini terjadi begitu banyak di dalam hidup kita.

Secara lebih detail apa itu providensia tadi saya sudah berbicara secara sederhana. Secara detail providence itu dari kata provide dan Bahasa Latin-nya itu adalah providere. Secara etimologi itu adalah melihat sebelumnya (foresee). Saudara-saudara kata providensia ini berkoresponden dengan bahasa Yunani pronoia yang berarti forthought (memikirkan sebelumnya). Ketika kata ini ada foresee, forthought ini bukan saja melihat sebelumnya ini berimplikasi dengan membuat antisipasi jadi mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mensuplai kebutuhan agar tujuan awal yang ditetapkan itu bisa tercapai pada akhirnya atau membuat langkah-langkah untuk mengarahkan segala sesuatu agar tujuan yang sudah ditetapkan di awal itu tercapai. Prevision itu kemudian menjadi provision. Saudara-saudara providence person adalah seseorang yang membuat arrangement untuk meraih goal yang sudah ditetapkan. Tadi saya sudah berbicara berkenaan dengan definisi providence secara sederhana yaitu penopangan Allah di dalam hidup kita dari hal yang terbesar sampai terkecil di dalam seluruh aspek, dalam seluruh event sekarang saya akan definisikan secara lengkap apa itu providence. Providence of God itu meliputi penglihatan-nya yang ilahi, yang sebelumnya yang di dalam pemerintahannya di dunia ini diwujudkan dalam pengendalian-Nya atas segala sesuatu secara penuh dan luas atas seluruh ciptaan-Nya di mana segala kemungkinan event yang terjalin erat di dalam pattern yang koheren dan segala perkembangannya ditajamkan dibentuk untuk menggenapi tujuan akhir yang telah Dia tetapkan sebelumnya. Di dalam providensia seperti inilah seluruh jaminan itu diberikan kepada kita bahwa semua yang Tuhan rancangkan itu akan digenapi dan rancangan-Nya itu di dalam Kristus bagi umat-Nya adalah rancangan yang baik dan mulia dan yang indah.

Saudara-saudara di dalam providence sendiri maka Allah bertindak secara prinsipnya ada tiga hal kepada umat-Nya: pertama adalah pemeliharaan, yang kedua adalah pengawasan dan yang ketiga adalah mengarahkan. Dalam bahasa teologinya adalah teleological direction, bukan theology tetapi teleology. Jadi itu adalah bicara mengenai purpose, mengenai ujungnya, mengenai mengarahkan. Allah yang dengan tangan yang tidak terlihat mengarahkan kita, gereja-Nya menuju kepada satu titik yang sudah Dia tetapkan sebelumnya. Saudara mengerti ini dan saudara memikirkan ini providence adalah sesuatu yang luar biasa kompleks ini bersangkut paut dengan akal budinya Allah, ini bersangkut paut dengan tujuan yang Allah itu tetapkan di dalam kekekalan. Ini bersangkut paut dengan tangan-Nya yang bertindak menolong dan mengarahkan, ini bersangkut paut dengan mata-Nya yang suci yang mengawasi segala sesuatu yang ada. Ini bersangkut paut dengan kuasa-Nya dan hikmat-Nya yang mengatur segala sesuatu bahkan sampai yang terkecil. Allah menempatkan seluruh tubuh kita dari atas sampai bawah, dari luar sampai dalam itu pun sesuatu alam semesta yang kecil. Anatomi tubuh kita ketika dibedah itu sangat mengagungkan, mata itu tidak diletakkan di bawah, telinga itu menghadap ke depan dan bukan ke belakang seluruhnya diatur oleh Tuhan. Paru-paru, jantung dan seluruh pembuluh darah menuju ke mana, ini yang besar ini yang kecil sampai ke cabang-cabangnya seluruhnya diatur oleh Tuhan dan luar biasa kompleks dan sampai saat ini tidak ada satu orangpun yang pernah hidup dari Adam bisa menjelaskan keseluruhan kompleks dari seluruh hidup kita sekalipun. Lalu kalau begitu bagaimana kita bisa menjelaskan seluruh kompleksitas alam semesta? Lalu kalau begitu bagaimana kita bisa menjelaskan secara comprehensive kompleksitas the providence of God? Ini sesuatu yang besar, luar biasa, ini sesuatu yang mulia. Tetapi Alkitab mengatakan perhatikan, belajar, fixed your eyes. Perhatikan kita tanya kepada Tuhan, kenapa Tuhan? Kenapa kita harus memperhatikan providensia Allah? Dan apa signifikansi dari perintah ini?

(1) Perintah ini membuat saudara dan saya melihat keindahan providence yang akan menghantar penghormatan kita akan Firman-Nya.

Providence itu sendiri adalah memiliki kemuliaan. Kalau saudara dan saya bisa melihatnya sebagaimana apa yang Tuhan itu berikan, adalah kita akan memiliki sukacita dengan mengamat-amati jalan-jalannya Tuhan. Kita bisa mengatakan kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu. Jalan providence adalah jalan yang dipakai oleh Allah untuk membawa umat-Nya ke surga tetapi juga melalui providence Allah membawa surga untuk kita kecap di dunia ini. Kalau saudara-saudara mengalami ini, saudara akan memiliki hati yang remuknya luar biasa. Saya yakin sekali saudara-saudara pasti pernah mengalaminya. Ini bukan dialami oleh hamba-hamba Tuhan tertentu saja. Ini bukan dialami oleh John Flavel oleh orang-orang Puritan atau orang-orang misionaris saja, tetapi ini juga dialami oleh saudara-saudara sekalian. Dan sering sekali dan kadang atau sampai sering sekali saudara dan saya itu bisa menyatakan tetapi Puritan mengatakan, engkau jangan cuma melihat sekilas tetapi pikirkan, amati, sampai kamu bisa menjelajah di dalamnya. Providence itu sendiri itu sesuatu yang sangat-sangat menyukai hati.

Saya yakin kalau saudara-saudara diminta untuk bersaksi, saudara akan mendapatkan banyak sekali, saudara-saudara saya ambil contoh misalnya dengan takut dan gentar di hadapan Tuhan. Saya sebenarnya tidak ingin untuk bersaksi, tetapi untuk membuat khotbah itu untuk dimengerti. Beberapa tahun yang lalu sejak saya ada di Karawaci maka ada satu beban untuk setiap dari Paskah saya melakukan tiga kali kebaktian, seri trilogy. Jadi Jumat, Sabtu dan Minggu ada satu tema yang besar dan kita membahas secara trilogy. Dan untuk mempersiapkan tiga khotbah itu tentu kita harus mengerti sebelumnya apa yang harusnya dikhotbahkan beberapa minggu bahkan. Tetapi saya masih ingat sekali pada hari itu kalau saya tidak salah itu adalah hari Selasa, saya sudah memeras pikiran saya tetapi tidak ada sesuatu yang saya punya beban untuk menuliskan khotbah itu. Salah satu masalah terbesar daripada pengkhotbah itu bukan berkenaan dengan apa yang harus dikhotbahkan. Karena begitu banyak tema-tema yang bisa kita ambil untuk dikhotbahkan, ada banyak buku-buku yang bisa kita pelajari lalu kita digest lalu kita berikan kepada jemaat. Tetapi masalah bagi pengkhotbah/hamba Tuhan adalah apa yang harus dikhotbahkan here and now. Selasa atau Rabu begitu masih belum dapat. Dan saya putus asa dan kemudian saya masuk kamar. Malam hari itu, saya menatap ke langit dan kemudian istri saya sudah tidur dan saya kemudian teringat akan satu lagu. Dan lagu itu adalah lagu ketika perpisahan saya dengan jemaat di Karawaci. Judul lagu itu adalah God will provide, dan kalimat-kalimatnya itu ada dalam pikiran saya. Dan kemudian saya meneteskan air mata, dan saya mengatakan kepada Tuhan, Tuhan Engkau berjanji kepadaku sebelum aku sampai di Sydney ini, Engkau akan menyediakan apa yang aku perlukan. Aku tidak tahu harus khotbah apa. Kasihani aku, aku minta Firman. Aku tidak minta ketenaran, aku tidak minta uang, aku minta Firman. Saya tertidur dengan tangisan. Besok paginya saya bangun dan saya tidak bisa menyangkal ada sesuatu aliran air, Firman itu keluar, begitu tajam luar biasa. Saya bahkan tidak bisa menjaga hati saya, ada sesuatu yang melonjak kegirangan di dalamnya. Dan dengan cepat-cepat saya ambil kertas dan dengan cepat-cepat saya menulis apa yang muncul dari dalam hati saya, saya terus menulis. Dan dalam satu setengah jam, khotbah untuk tiga hari itu didapat seluruhnya. Kalau saya mengingat lagi hari itu, bahkan sampai hari ini pun saya masih berlinang air mata.

Providence itu kalau saudara dan saya dapatkan atau renungkan itu sangat indah. Di dalamnya sendiri ada kenikmatan, delight. Di dalamnya sendiri ada kemuliaan. Tetapi bukan itu saja, saudara perhatikan apa yang akan saya bawa kepada saudara-saudara luar biasa John Flavel mengatakannya dengan tepat, providence itu sendiri memiliki keindahan, dan kemuliaan dan kesukaan di dalamnya. Tetapi kemuliaan yang paling besar daripada providence adalah pekerjaan Allah. Itu adalah karena mereka akan mengkonfirmasi apa yang ditulis di dalam Firman-Nya. Di dalam Mazmur 138 dikatakan Tuhan itu mengangkat nama-Nya dan mengangkat Firman-Nya melebihi daripada segala sesuatunya. Bagaimana Dia mengangkat nama-Nya dan mengangkat Firman-Nya? Yaitu melalui providence. Dengan providensia yang terjadi, umat Allah mengerti bahwa Firman-Nya itu benar dan Dia itu setia kepada kita. Firman Tuhan itu tidak pernah berdusta dan terbukti nyata di dalam seluruh kehidupan kita. Firman ini benar dan layak dipercaya itulah kemuliaan tertinggi daripada providence.

(2) Providensiasi itu akan menguatkan iman dan pengharapan kita.

Iman sekali lagi adalah hal yang Tuhan terus ajarkan kepada kita dan Tuhan itu membawa kita berharap kepada Dia semata dan pengharapan itu tidak mengecewakan. Mazmur 57:1-3 itu diucapkan oleh Daud di dalam kesesakan yang besar. Daud masuk di dalam danger yang sangat ekstrim. Dia dikejar oleh Saul, tetapi bukan oleh Saul saja, dia dikejar oleh tiga ribu tentara Saul bersama dengan Saul. Ini sesuatu yang sebenarnya tidak masuk akal, hanya mengejar satu orang yang dia benci maka Saul itu mengumpulkan tiga ribu prajurit terbaik di seluruh negeri dan bersama dengan Saul memburu Daud. Best of the best, ini adalah terbaik dari yang seluruhnya yang terbaik, ini adalah pasukan khusus. Coba bayangkan kalau ada satu pasukan khusus, elit, biasanya keluarnya untuk sesuatu yang besar bukan? Bukan untuk urusan pribadi. Itu untuk menyerang musuh yang sifatnya begitu itu masif, negara yang lain. Saudara tidak mempunyai pilihan lain, saudara mengeluarkan pasukan yang khusus dan kemudian setelah perang kemudian negara itu dimusnahkan. Ini cuma satu orang, Daud, ini tidak masuk akal gambaran ini mau bicara berkenaan dengan satu anak Tuhan yang dilawan begitu besar oleh tentara yang melampaui kekuatannya. Maka di tengah-tengah seperti itu maka Daud itu berteriak kepada Tuhan, dia berseru kepada Allah yang Maha Tinggi. Allah yang Maha Tinggi adalah satu adalah bicara berkenaan dengan Allah yang pribadi-Nya itu tidak mungkin kita mengerti secara keseluruhan tidak mungkin terselami. Dan itu adalah sesuatu pribadi yang misteri. Tetapi meskipun Tuhan itu yang Maha Tinggi namun Ia merendahkan diri-Nya sedemikian rendahnya untuk menjaga agar segala sesuatu yang dibuat itu bekerja untuk kebaikan umat-Nya dan kemuliaan Nama-Nya. Dia adalah Allah yang Maha Tinggi dan itu adalah sesuatu yang misteri dan sesuatu yang tidak bisa terselami secara tuntas dan Dia mau mendengarkan suara orang yang mau berseru kepada-Nya dan itu adalah sesuatu yang misteri. Dan ketika Allah yang Maha Tinggi itu bertemu dengan orang yang sangat-sangat miskin, papa, tidak punya apa-apa, sebentar lagi mati tetapi mau diperhatikan oleh Allah yang Maha Tinggi itu adalah sesuatu misteri di atas segala misteri bagi kita secara pribadi.

Bagi anak-anak Tuhan ketika kita sudah sampai di surga, kita akan bertanya mengapa Engkau mendengarkan aku? Mengapa Kau mengasihi aku? Mengapa Pencipta langit dan bumi tangan-Nya bergerak menolong aku? Ada satu kesukaan yang paling besar dalam hidup kita adalah bukan kalau kita dapat mendapatkan kenikmatan dunia tapi kalau saudara dan saya bisa sadar bahwa telinga yang Maha Tinggi itu mendengarkan kita dan tangan-Nya menolong kita here and now. Daud itu kemudian mengatakan aku berseru kepada Allah yang Maha Tinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku. Saudara perhatikan, di dalam bahasa Inggrisnya lebih jelas. Allah yang akan menggenapi seluruh tujuan-Nya bagiku. Tadi saya sudah katakan kepada saudara-saudara, apa definisi dari providence. Maka campur tangan Allah dalam hidup kita di dalam setiap stage dan dalam setiap konteks dan tujuan dari providence adalah untuk kebaikan Allah dan kebaikan bagi kita. Daud tidak tahu apakah nanti dia tertangkap oleh Saul atau tidak tetapi dia mau meletakkan dirinya kembali ke tempat tangan Allah di dalam providensia-Nya karena dia sudah mengingat akan providensia-providensia Allah yang telah diberikan kepada dia sebelumnya. Dan dia mempercayai bahwa seluruh providensia Allah adalah untuk kemuliaan bagi nama-Nya dan kebaikan bagi diri Daud. Saudara perhatikan bahwa Daud tidak memiliki kepastian apakah dia akan sembuh atau sakit ataukah dia akan mati atau hidup. Apakah dia akan tertawan dan kemudian ditawan dua tahun, dia berdoa untuk itu tidak terjadi, dia berdoa untuk Tuhan bahkan membalaskan kepada yang jahat, tetapi dia tidak memiliki kepastian bahwa apakah hidupnya itu akan mendapatkan sesuatu yang baik atau buruk tetapi dia mempercayai bahwa tujuan Allah di dalam hidupnya pasti akan terjadi dan tujuan itu adalah tujuan yang baik bagi dirinya dan kemuliaan bagi Allah. Apakah kekuatan Daud untuk hidup? Apakah kekuatan Daud untuk tidak lagi kuatir? Karena yang Maha Tinggi akan melakukannya bagiku untuk seluruh tujuan-Nya tergenapi. itu bukan positive thinking atau optimisme tetapi itu adalah kepercayaan kepada Allah karena sudah mengamati providensia-Nya sebelumnya. Karena dia tahu bahwa hidupnya itu selalu ada di dalam tangan Allah yang memegang dia. Dan Dia akan melakukan segala sesuatu, mensuplai kebutuhannya, menjaga, melindungi, mengarahkan tujuan Allah di dalam hidupnya tercapai. Dengan itu dia mengalahkan ketakutan dan kekuatirannya. Dengan itu imannya, yaitu ketergantungannya kepada Allah diperbesar. Dengan itu pengharapannya kepada Allah itu makin meningkat makin kuat di depan. Dan itu adalah providence of God. Saudara-saudara, kalau Tuhan pimpin maka kita akan meneruskan seri khotbah ini dan kiranya kita semua boleh belajar berkenaan dengan the providence of God.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0404242433
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^