[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

12 July 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Pelengkapan Senjata Perang - William Gurnall (Seri Puritan 6)

Efesus 6: 10-20

Peperangan adalah salah satu tema yang mendominasi seluruh Alkitab dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Saudara akan mendapatkan dalam kitab Kejadian sampai kitab Wahyu, bahwa bangsa Israel sendiri adalah bangsa yang setiap kali dipimpin oleh Tuhan untuk berperang melawan musuh-musuhnya. Nabi-nabi Tuhan dan rasul-rasul Tuhan diurapi Tuhan untuk berperang pada zamannya. Yesus Kristus, Kepala gereja kita, Dia-lah yang memimpin seluruh gereja-Nya masuk di dalam pertempuran besar di tengah-tengah dunia ini. Dan gambaran peperangan dalam seluruh Alkitab kita begitu jelas. Di dalam Perjanjian Lama, saudara akan menemukan perang, perang fisik. Di dalam Perjanjian Baru, saudara akan menemukan perang, perang yang sifatnya adalah rohani. Tetapi uniknya, baik itu Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, perang fisik maupun perang rohani, dua-duanya akan beresiko kepada kematian kita. Sebelum masuk ke detail, saya akan berbicara mengenai sesuatu yang sifatnya besar untuk membuat saudara memiliki bingkai terlebih dahulu. Beberapa hal ini mari kita perhatikan:

Pertama, perang adalah nubuatan pertama kali dari Allah yang didengar oleh manusia setelah manusia jatuh dalam dosa. Apa artinya? Artinya adalah by default hidup kita adalah hidup yang berperang. “Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunan ular ini dan keturunan dari perempuan ini.” Kita harus mengerti kita dipanggil di dalam pertempuran. Saudara mau menghindarinya pun, saudara terjebak di dalam pertempuran. Sekali lagi, hidup kita adalah hidup yang dimasukkan Allah di dalam pertempuran. Point pertama ini kita harus mengerti, dan harus kita tanamkan dalam jiwa kita. Karena, siapa tentara yang mati konyol di medan perang? Adalah orang yang tidak tau dia sedang di medan perang. Sekali lagi, by default gereja adalah gereja yang berjuang dan berperang. Sehingga jikalau saudara-saudara melihat satu gereja, saudara melihat satu orang Kristen dan orang tersebut adalah orang yang santai-santai hidupnya, saudara akan langsung dapat segera mengenali orang ini sudah dikuasai oleh musuh. Karena hanya tentara yang mengayunkan bendera putihlah yang tidak akan diserang oleh musuh. Gereja yang sejati pasti ada api untuk berperang. Gereja yang sejati akan menyadari apapun saja konteksnya dia harus berperang. Perang bukan sesuatu pilihan dalam hidup kita. Perang adalah hidup kita.

Kedua, perhatikan intensitas dari musuh kita, setan. Di dalam Perjanjian Lama, setan hanya muncul dalam tujuh bagian kitab. Tetapi di dalam Perjanjian Baru, setan muncul hampir di setiap Kitab. Apa yang mau diajarkan dengan hal ini? Artinya setan begitu makin mempercepat usahanya. Setan mengerti apa yang Alkitab katakan pada waktu Yesus datang ini adalah zaman akhir.  Bukankah hidup ini sekarang lebih beradab dari hidup yang dulu? Bukankah semua orang sekarang memperjuangkan hak-hak asasi manusia? Bukankah hukum-hukum itu sekarang lebih dikokohkan daripada zaman-zaman ancient dulu? Tetapi perhatikan baik-baik, martir di dalam waktu-waktu ini lebih banyak daripada seluruh catatan martir di dalam Perjanjian Lama.  Saudara tahu atau tidak bahwa setan begitu intense sekali pada saat ini. Maka kita sendiri akan kalah jikalau kita bersantai dalam peperangan ini.

Ketiga, tujuan dari setan. Setiap peperangan pasti akan ada tujuannya. Dan tujuan dari setan dibagi tiga bagian:

  1. Kepada setiap orang Kristen. Dia akan berusaha menjatuhkan, meruntuhkan iman kita. Yesus Kristus sendiri mengatakan “Jikalau Anak manusia datang apakah Dia akan menemui iman di bumi ini?” Setan akan berusaha membuat saudara dan saya tidak lagi mempercayai Allah atau tidak bergantung kepada Allah.
  1. Kepada gereja Tuhan, apa yang dikerjakan oleh setan? Dua hal ini:

    • Pertama, mencemari iman gereja Tuhan. Di dalam perikop sebelumnya, dalam Efesus 5 dikatakan suami kasihilah istrimu dan istri hormatilah suamimu sama seperti Kristus mengasihi jemaat. Dan jemaat mengasihi Kristus, menghormati Kristus. Perhatikan hubungan relasi antara suami dan istri kemudian diproyeksikan kepada hubungan Kristus dan jemaat-Nya. Saya sudah pernah mengatakan ini adalah theology of marriage dan kemudian ditarik oleh Paulus menjadi theology of church. Kita memiliki satu relasi, kita dinikahkan dengan suami kita yaitu Kristus Yesus. Itu tidak bisa terputus, itu union with Christ. Tetapi apa yang dikerjakan oleh setan dalam hal ini? Setan tidak bisa memutuskan union with Christ. Tetapi setan bisa mencemarinya. Saya ambil contoh, saya pernah counselling seseorang yang akan menikah, pasangan muda. Saya pisahkan dan kemudian saya tanya kepada yang laki-laki “Apakah engkau mengasihi calonmu ini? Kenapa engkau mau menikah?” Kemudian dia mengatakan “Sungguh Pak, saya sayang, saya mengasihi perempuan ini.” Kemudian setelah itu saya tanya kepada perempuannya, “Mengapa engkau mau menikah?” Dan dia mengatakan “Pak Agus kan tahu saya, saya bukan orang kaya.” Saudara mengerti maksudnya? Dia menikah karena ingin untuk meningkatkan cara hidupnya. Yang satu menyukai pribadinya, yang satu adalah memanfaatkan pribadinya untuk mendapatkan uangnya. Demikian yang dilakukan oleh setan di dalam gereja Tuhan di seluruh dunia sampai saat ini. Yah, aku tidak bisa menahanmu, engkau mengatakan Yesus Juruselamat. Aku tidak bisa menahanmu. Aku bisa membuat engkau tercemar untuk hal ini. Saya tanya kepadamu, “Meskipun engkau mengasihi suami atau istrimu. Tetapi jika hatinya atau tubuhnya tidak lagi murni menjadi milikmu semuanya, bagaimana rasanya?” Dan engkau tahu apa yang dituju oleh setan? Bukan supaya engkau berzinah, tetapi supaya hati Kristus sakit! Dia tidak bisa melepaskan ikatan ini karena Allah tetap setia. Tetapi dia bisa mencemarinya untuk menyakiti hati Allah. Apa yang menjadi tujuan setan di dalam gereja Tuhan? Pertama adalah mencemari relasi ini.
    • Kedua, menghentikan atau menahan laju penyebaran kerajaan Allah. Allah menghendaki menciptakan Adam dan Hawa-pun pertama kali adalah untuk menyebarkan kerajaan-Nya di tengah-tengah di dunia ini. Ini adalah bicara mengenai penguasaan Allah atas seluruh bumi ini dan setelah Adam dan Hawa jatuh maka Tuhan membangkitkan Israel setelah itu Israel gagal maka Tuhan membangkitkan gereja-Nya. Gereja itu bertugas untuk menyatakan kerajaan Allah di tengah-tengah dunia, penguasaan Tuhan atas hidup kita dan juga atas dunia ini. Setan akan berusaha untuk menghentikannya atau memperlambat kecepatannya.
  1. Ini menjadi ujungnya adalah apa yang menjadi tujuan akhir dari setan? Tujuan akhir dari semuanya adalah supaya Tuhan itu sendiri dipermalukan. Supaya banyak orang menghina nama Allah. Banyak orang melecehkan nama Allah, banyak orang tidak mempercayai bahwa Dia ada, banyak orang tidak lagi menyembah atau mau takluk kepada Allah. Banyak orang marah kepada Allah. Tujuan akhir dari setan adalah kepada pribadi Allah. Yang menginginkan sebanyak mungkin orang mengikut Dia melawan Allah. Saya sudah berbicara mengenai tujuan.

Keempat besar, mari kita melihat sedikit berkenaan dengan lawan kita, setan. Alkitab mengatakan, setan berkuasa di bumi ini menggunakan pengikutnya atau antek-anteknya, bawahannya. Dan apa yang akan dipakai oleh setan? Alkitab menggambarkan beberapa hal ini:

  1. Binatang yang keluar dari laut. Ini bicara mengenai aniaya dunia ini kepada gereja Tuhan, aniaya fisik.
  2. Binatang yang keluar dari bumi. Ini adalah usaha penyesatan setan kepada seluruh umat manusia termasuk kepada gereja Tuhan.
  3. Alkitab mengatakan Babel pelacur besar ini. Dan ini adalah bicara berkenaan dengan dunia yang menawan hati umat Tuhan.
  4. Bicara berkenaan dengan kedagingan kita. Ini adalah indwelling sin di dalam diri kita. Ini menjadi pintu masuk setan mencobai kita setiap pribadi. Dan dia sendiri akan beroperasi pada akhir zaman menampakkan dirinya melawan Kristus dan seluruh gerejanya.

Hal kelima yang besar adalah perhatikan tantangan yang dibuat oleh setan terhadap gereja Tuhan. Di dalam 1 Tawarikh 21:1 ada kata yang sama sifatnya dan sama intensitasnya dari Efesus 6:14. Di dalam 1 Tawarikh dituliskan setan bangkit, stand up berdiri melawan Israel. Melawan umat Allah dan itu dijawab oleh Paulus dalam Efesus 6:14, “Jadi berdirilah tegak hai gereja Tuhan!” Stand up! Saudara ini adalah sesuatu pertempuran yang begitu jelas.

Hal yang keenam, setan tidak maha tahu dan tidak maha hadir, sehingga peperangan terhadap gereja atau peperangan terhadap kita secara pribadi bukanlah setiap saat, setiap detik atau setiap hari. Tetapi dia itu mengintai, mencari saat yang tepat untuk menyerdap supaya bisa menjatuhkan kita. Saudara-saudara, ini adalah sesuatu kecerdikan yang luar biasa. Ketika kita mengatakan bahwa setan tidak maha tahu dan setan tidak maha hadir dan juga dia tidak maha kuasa, tentu. Kita berpikir bahwa ini adalah sesuatu keuntungan bagi kita. Sebaliknya itu dipakai oleh setan menjadi keuntungan bagi dia. Kalau setiap detik atau setiap jam saudara dan saya berperang terus, setan datang berperang terus, saudara dan saya makin lama makin ahli. Saudara makin lama makin alert. Tetapi kalau dia datangnya itu tidak menentu. Tiga tahun lagi, lima tahun lagi atau dua jam lagi. Siapa yang bisa memprediksinya? Alkitab mengatakan selalu siap siaga. Saudara-saudara, apa salah satu yang paling melelahkan dalam hidup ini? Yaitu terus menerus siap siaga tetapi tidak kunjung tiba musuh itu dan di situlah kegagalan kita. Tetapi Alkitab mengatakan berjaga-jagalah, berjaga-jagalah karena setan itu seperti singa yang mengaum-ngaum berkeliling mencari orang yang bisa dimangsanya.

Sekarang kita akan masuk hal-hal yang lebih detail. William Gurnall berbicara dengan natur peperangan. Ada beberapa hal yang dia cermati:

Yang pertama adalah sengitnya peperangan yang terjadi. Mari kita lihat ayat yang ke-12, “Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Saudara perhatikan ayat ini, wrestle, wrestle. Di dalam bahasa aslinya adalah benar-benar bergulat. Saudara perhatikan sengitnya peperangan yang terjadi. Gulat bukanlah olahraga rekreasi. Dan Paulus menuliskan ini mau menggambarkan ketajaman intensitas encounter kita dengan musuh. Pada zaman kuno, maka sebuah pertandingan gulat tidak memiliki pemenang kedua, hanya punya satu pemenang saja. Jadi bicara berkenaan antara kita menang atau kita kalah. Dan ini bicara berkenaan kemenangan adalah segala-galanya. Dan di dalam gulat, saudara akan melihat sengitnya pertarungan di dalam dua hal ini:

  1. Pertama, gulat adalah pertarungan satu lawan satu. Ini bukan olahraga tim, ini pertarungan tunggal, satu orang dari tim ini akan masuk ke arena melawan satu orang daripada tim musuh. Ini adalah bicara berkenaan dengan peperangan Daud dan Goliat. Dan di dalam gulat, setiap gulat menggunakan segala taktik dan seluruh kekuatannya dimilikinya hanya untuk satu hal - menjatuhkan musuh. Pertarungan gulat lebih ganas daripada peperangan besar antara dua pasukan massa. Meski pertarungan pasukan massa itu juga sengit dan lama waktunya, tetapi memungkinkan setiap tentara itu tidak selalu berperang. Di dalam peperangan massa, maka seorang tentara sesekali bisa berhenti dan menarik nafasnya dan dalam faktanya dia bahkan bisa, kalau dia pengecut, melarikan diri tanpa ada bekas luka. Dan karena di dalam peperangan massa itu, tujuan musuh bukanlah perorangan tetapi seluruh rejimen. Tetapi dalam pertempuran gulat itu sesuatu yang lain. Setiap kali bertempur, pribadinya menjadi objek keseluruhan kemarahan musuh. Dan terus menerus dicoba sampai dia bisa benar-benar ditangkap, digoncangkan dan dijatuhkan dan kemudian ditindih dan dibuat tidak bergerak. Sehingga pada akhirnya, secara personally menyerah kalah. Apakah kita suka atau tidak, kita mesti masuk ke dalam arena perang ini sendirian. Tidak ada yang bisa menolong kita. Suami, istri, anak, pastur, siapapun saja, pengurus tidak ada yang bisa menolong kita. Setan bukan secara umum benci kepada pasukan orang-orang kudus, tetapi setan secara particular menghina dan menyerang setiap anak Tuhan. Saudara perhatikan setiap anak Tuhan. Sebagaimana Tuhan menyukai persekutuan pribadi dengan umat-Nya, communion with His saints, pribadi, maka setan suka menantang orang Kristen sendirian. Ingatlah bahwa natur peperangan rohani adalah peperangan yang bersifat personal dan particular. Musuh kita secara khusus merancang strategy untuk menjatuhkan kita pribadi. Satu hal William Gurnall mengatakan “Engkau akan masuk ke dalam kebahayaan jikalau engkau melihat hal-hal rohani itu secara umum saja.” Saudara berpikir bahwa perang ini adalah perang general. Yah, perang ini adalah perang yang terjadi kepada kita semua, tidak ada yang terbebas satu pun di sini. Apakah kita hamba Tuhan atau kita jemaat biasa tidak akan bebas dari sini? Setiap orang menghadapi peperangan ini. Tetapi natur peperangan ini adalah pribadi. Kita akan memberikan setan keuntungan yang berbahaya jika kita melihat kemarahan setan itu hanya untuk orang Kristen secara general tetapi tidak untukmu secara personal. William Gurnall menegaskan ini “Engkau harus sadar, setan membenci engkau pribadi, setan menuduh engkau pribadi, setan mencobai engkau pribadi.” Tetapi di tempat yang lain, William Gurnall menegaskan kebenaran ini juga berlaku bagi anugerah Allah bagimu secara pribadi. Janji Allah adalah janji bagimu secara pribadi. Pemeliharaan dan penyertaan-Nya adalah bagimu secara pribadi. Masalah pribadi ini harus kita sadari. Gurnall mengatakan: Sama seperti air yang mengalir ke kotamu tidak akan berguna jika tidak ada pipa yang menuju ke rumahmu pribadi, demikian juga janji-janji yang besar di dalam Alkitab tidak akan berguna jikalau engkau tidak menyadari bahwa Allah menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu secara pribadi.
  1. Kedua, gulat adalah pertarungan jarak dekat. Di dalam pertempuran massa, pasukan itu ada jaraknya sehingga engkau bisa mengambil panah dan memanah musuh. Tetapi di dalam pegulat, tangannya akan memegang, merangkul tanganmu dan tubuhmu dan satu dengan yang lain saling merangkul. Itulah sebabnya ketika musuh itu berhasil memegang kita, maka kita hanya bisa menahan sepenuhnya dengan kekuatan kita atau dijatuhkan dengan malu di bawah kakinya. Tidak ada alat yang bisa membantu kita. Ini benar-benar tergantung pada kekuatanmu dan strategimu dalam menghadapinya. Ini adalah pertempuran face-to-face. Di dalam pertempuran seperti ini, setan akan dengan cepat bergerak gesit mendekati kita di saat kita lengah. Memegang bagian tubuh kita pada posisi yang terbuka, dia akan memegang pada tepat pada kedagingan kita atau natur corrupt kita miliki, yang belum kita matikan. Dan dari sana dia masuk, dia mengangkat kita, menggoncang kita, menjatuhkan kita dan menindih kita.

Bagian kedua yang besar adalah lamanya pertempuran ini (the duration of combat), pertempuran seseorang dengan setan adalah sama dengan lamanya orang tersebut hidup. Begitu dia menjadi orang kudus yang lahir baru, maka pergumulannya akan segera dimulai dan akan terus meningkat intesitasnya. Dari kelahiran rohani sampai kematian tubuh, dari pertama kali orang tersebut memandang surga dengan wajahnya sampai orang tersebut melangkahkan kakinya di pintu gerbang surga, kita mengalami perang dengan setan, dosa dan dunia. Ini kalimat yang sungguh indah. Saudara-saudara, perhatikan baik-baik, apa yang ditulis oleh William Gurnall dari kelahiran rohani sampai kematian tubuh. Dari pertama kali memandang surga sampai melangkahkan kaki di pintu gerbang surga, maka sepanjang itulah perang dengan setan, dosa dan dunia itu terjadi. Perang ini seumur hidup kita, ingatlah tidak ada masa gencatan senjata di dalam pertempuran ini. Karena setan tahu waktunya singkat. Singkat karena sebentar lagi Tuhan datang. Singkat juga karena umur kita berkurang sehingga kesempatan dia untuk mencobai kita makin kecil. Orang Kristen tidak akan tenang di bumi ini. Kita bukan pemilik bumi ini. Untuk sementara bumi ini dimiliki dan dikuasai oleh setan sehingga di manapun saja di dalam keadaan konteks hidup apapun saja, kaya, miskin, sehat, sakit, perang akan kita hadapi. Orang Kristen sejati akan diserang kapanpun saja, semasa setan mau, dari berbagai musuh, oleh musuh kita. Kapan setan akan menyerang kita? Dia akan mengendap-ngendap, mengintai dan menyerang di saat yang paling kita tidak duga. Setan tahu kapan saat paling tepat, yang paling mungkin berhasil membuat kita terjatuh. Setan tahu kapan serangannya yang paling akan membawa kemenangan besar bagi dia. Dan William Gurnall kemudian mengatakan ada beberapa hal ini yang patut kita cermati:

  1. Setan akan memburu seseorang yang baru bertobat. Seorang yang baru mengalami kelahiran baru. Sama seperti di Mesir, dia memburu bayi yang baru lahir.
  1. Setan akan mendatangi seseorang yang sedang tertindih beban yang berat. Beban yang berat itu sering dipakai oleh Allah untuk melatih anak-anak Allah. Ini adalah bentuk providensia Allah. Di saat seperti itu, maka setan itu biasanya mendatangi seseorang yang tertindih beban berat karena Allah itu merancangkan atau mengizinkan bagi dia. Saudara-saudara, misalnya saja dalam virus corona seperti ini. Banyak orang itu kemudian dipecat, atau akhirnya tidak bisa meneruskan kuliahnya; papa/mamanya tidak bisa lagi membayar uang kuliahnya, seluruh perusahaannya kemudian bangkrut. Dan di sini kemudian setan akan masuk. Mungkin akan menggocoh seseorang dengan pikiran-pikiran yang mempertanyakan kebaikan Tuhan. Atau dia mungkin kecewa dengan Tuhan dan undur dari gereja. Atau dia berpikir pendek dan kemudian memakai jalan kejahatan. Dan saat-saat seperti ini adalah saat-saat yang kritis. Saya teringat akan cerita George Muller yang terkenal itu. Dia memiliki panti asuhan yang merawat puluhan ribu anak-anak. Dan suatu hari dia kekurangan uang sama sekali. Boleh benar-benar dikatakan habis, dan juga kokinya itu mengatakan: “George, kita tidak memiliki makanan lagi dalam beberapa hari ke depan.” Dan George Muller kemudian berdoa-berdoa terus. Pada suatu saat ketika dia berdoa, ada seorang yang mengetuk pintu dan kemudian George Muller Dan kemudian orang tersebut mengatakan: “Apakah ini rumah panti asuhan George Muller?” “Ya, saya sendiri George Muller.” “Ini saya memberikan satu bingkisan kepadamu dari atasan saya.” Dan kemudian George Muller itu mengambilnya dan kemudian membukanya. Dan sejumlah uang yang sangat besar. Pertama kali dalam pikiran George Muller mengatakan: “Ini adalah jawaban daripada Tuhan.” Saudara perhatikan, George Muller berada di dalam tekanan; ada ribuan anak-anak yang harus diberi makan, dalam beberapa hari tidak ada lagi makanan. Dan dia berdoa kepada Tuhan. Tidak pernah berbicara kepada orang lain. Dia tidak meminta kepada manusia. Dan tiba-tiba ada orang datang kepada dia membawa satu gepok uang. Dan kemudian George Muller berpikir bahwa ini adalah jawaban Tuhan. Sampai di tempat itu, saya yakin sekali kita kalau tidak mahir, kita akan jatuh di dalam dosa. Tetapi Tuhan itu begitu nyata kepada George Muller, dan George Muller begitu peka kepada Tuhan. George Muller berpikir ini adalah uang dari Tuhan. Diambil sama dia. Pada waktu diambil, hati nuraninya itu berdetak kencang sekali. Segera dia menghentikan dirinya, lalu kemudian mengatakan: “Oh sebentar, sebentar.” Dikembalikan. Orang tersebut bingung, “Kenapa? Ini buat engkau.” “Nanti dulu, nanti dulu. Tunggu.” Kemudian dia masuk ke dalam ruang kudus Allah ketika dia bertemu dengan Allah. Setiap kita harus memiliki tempat itu; tempat mencurahkan jiwa kita kepada Dia dan tempat Dia mencurahkan cinta-Nya kepada kita. George Muller masuk ke dalam ruang doanya. Dia berdoa. Dan tidak beberapa lama kemudian, dia pergi keluar dan mengatakan, “Saya minta maaf, saya tidak bisa menerima uang ini.” Orang tersebut kebingungan, tetapi George Muller memaksa, “Saya tidak bisa menerima uang ini.” Orang itu pergi. Dan kemudian George Muller melanjutkan doanya. Dalam beberapa hari lagi maka tidak ada lagi makanan. Dan kemudian kokinya menyatakan, “George, besok tidak ada makan pagi.” Dan George Muller kemudian pagi-pagi berdoa, mengumpulkan seluruh anak-anak panti asuhan itu dengan piring yang masih kosong dan memimpin di dalam doa, bersyukur akan kasih setia Allah. Dan setelah selesai berdoa, ada orang yang mengetuk pintu. Dibuka, dan beberapa orang mengantarkan begitu banyak roti untuk panti asuhan itu. Dan George Muller menerima. Itu adalah jawaban Tuhan yang sesungguhnya. Pertanyaannya adalah kenapa engkau tidak mau menerima uang itu? Engkau tidak berdosa, bukan? Engkau bahkan tidak bicara kepada orang lain, orang itu bisa datang kepadamu, itu pasti gerakan Tuhan. Saudara-saudara, biarlah kita ingat, setan itu kalau bekerja, salah satu tujuannya adalah membuat kita tidak lagi beriman kepada Allah. Bagi George Muller, kalau dia menerima uang itu, maka dia bisa mengoperasikan seluruh panti asuhan itu mungkin berbulan-bulan atau bertahun-tahun lagi di depan. Dia mendapatkan semuanya itu, tetapi apa yang hilang? Imannya kepada Allah. Kebergantungannya kepada Dia setiap hari. Oh liciknya setan itu. “Jikalau Aku datang apakah Aku mendapatkan iman di bumi ini?” Demikian kata Yesus Kristus. Oh, betapa kita sering gagal. William Gurnall mengatakan: “Tentara musuh akan menunggu sampai benteng itu kehabisan bekal, baru dia akan menyerbu atau menawarkan perundingan yang mematikan.” Saya tidak tahu apakah George Muller membaca bagian ini. Tetapi dia dipakai oleh Allah, mengerti, peka bahwa perundingan itu akan mematikan.
  1. Setan sering menyerang sewaktu ada usaha khusus bagi kemuliaan Allah. Iblis akan menjadi seekor ular di tengah jalan yang memagut tumit kuda. Kepada orang yang bekerja di ladang Tuhan, musuh kejam ini juga akan menantang kita di dalam setiap kesempatan. Musuh mengendap-ngendap di belakangmu sewaktu engkau berdoa, berkeringat dan menanam benih untuk kerajaan Allah. Semakin terbuka posisimu di hadapan muka umum, semakin penting pelayananmu kepada Allah, semakin berbahaya rancangan perlawanan Iblis kepadamu. Dia tahu, sebuah pertempuran denganmu akan paling tidak, dapat menahanmu jikalau engkau tidak bisa dihentikan sama sekali. Maka saudara-saudara di dalam hal ini, doakan seluruh hamba Tuhan dan pelayan-pelayan Kristen. Mengkritik seseorang itu hal yang paling mudah. Dan itu yang dilakukan oleh setan. Tetapi yang diminta oleh Tuhan adalah berdoa, berdoa untuk seluruh hamba Tuhan siapapun saja dan juga untuk pelayan-pelayan Tuhan. Paulus, sang raksasa rohani itu tidak malu kepada jemaat Efesus yang kecil itu, dia menyatakan, “Berdoa jugalah untuk aku”.
  1. Kapan setan akan berusaha untuk menyerang kita? Setan akan mencoba ketika setan itu mempunyai objek dan peluang khusus untuk memaksa godaannya. Saudara perhatikan baik-baik. Ia menggoda Hawa ketika Hawa berdiri dekat pada pohon itu. Dengan pohon yang nampak jelas di depan mata Hawa, kekuatan godaan itu menjadi dua kali lipat. Iblis lebih mudah menggoda ketika objek yang dapat membangkitkan nafsu yang tertidur dalam hati kita itu tampak jelas di depan mata. John Owen menyatakan: “Dua hal ini akan dipakai oleh setan. Jikalau dua hal ini bergabung menjadi satu, hampir tidak ada anak Tuhan yang tidak terjatuh.” Yang pertama, adalah jikalau dia melihat ada indwelling sin, ada dosa di dalam diri yang belum dimatikan. Dan kedua, kesempatan berdosa itu ada. Dan ketika ini digabung, jarang ada anak Tuhan yang tidak jatuh. Ketika objek yang dapat membangkitkan nafsu itu tertidur ada di dalam diri kita, dan objek itu sekarang tampak jelas di depan mata, maka nafsu dan objek itu menjadi satu. Oleh karena itu jikalau kita bertekad untuk tidak menyerah kepada setan, jangan berjalan atau duduk di dekat pintu peluang. Jangan memandang dengan mata jelalatan pada umpan cantik yang dapat menawan Anda. Jangan berunding dalam pikiran Anda dengan apapun saja yang Anda tidak kehendaki bercokol di dalam hati Anda.
  1. Iblis akan muncul sewaktu-waktu menggodai kita ketika dia mendapati kita masih memelihara manusia lama kita. Banyak orang Kristen berpikir kalau dia berubah tempat atau pindah ke tempat lain atau pindah konteksnya, maka dirinya akan lebih baik. Ini adalah sesuatu pikiran yang benar-benar salah, demikian kata William Gurnall. Apakah engkau berpikir bisa lari dari temptation setan? Tidak. Kemanapun saja engkau lari, apakah engkau berpindah sekalipun, dia akan mengejar dan memegang engkau pada manusia lamamu yang belum engkau matikan. Lot memiliki sebidang tanah di Sodom. Tetapi penghuninya sangat menjijikkan. Dan Lot itu dipaksa meninggalkan Sodom. Bukankah selesai? Bukankah Lot itu tidak terlibat lagi dengan dosa-dosa di Sodom? “Aku sudah pindah. Konteks-ku sudah lain. Aku dulu kerja di sana, tidak enak. Begini terus. Disalahmengertikan terus. Aku pindah sekarang. Aku tadinya di gereja itu. Ah, aku terus bermasalah dengan orang-orang lain. Orang lain terus jahat sama aku. Ah, sekarang aku pindah.” Apakah masalah selesai? William Gurnall menyoroti hal ini, lihatlah ketika Lot itu ada di Zoar, anak perempuan Lot membawa api Sodom itu ke tempat tidurnya di Zoar. Kalau engkau tidak selesaikan di satu tempat dan engkau berpikir engkau akan lebih bebas di tempat yang lain, lebih baik di tempat yang lain. William Gurnall menuliskan; engkau benar-benar berpikir salah. Setan akan menggocoh engkau di tempat yang sama. Problem-nya adalah bukan di darah daging itu, bukan orang itu yang engkau hadapi. Sebenarnya yang menggocoh engkau bukan orang itu tetapi dosa yang engkau tidak matikan. Saudara perhatikan kalimat-kalimat ini. Saya mulai menyadari. Problem utama saya itu adalah bukan bicara berkenaan dengan orang lain yang menyakiti saya. Saudara-saudara, bukan melawan darah dan daging. Kalau orang itu seandainya mati sekalipun. Saya bicara sesuatu yang ekstrim; orang tersebut mati sekalipun. Saudara-saudara, saudara berpikir bahwa aku bebas, sudah tidak ada problem Tidak, karena problem nya bukan di orang itu. Problem-nya di indwelling sin di dalam diri kita. Kita harus bergumul, kita harus bergulat untuk mematikan dosa ini. Di dalam hal ini juga, kita diminta bergulat dengan tubuh berdosa ini setiap hari. Karena tubuh yang berdosa ini bisa dipakai untuk melakukan tugas-tugas Kristiani atau menghambat tugas-tugas Kristiani kita. Tubuh adalah seperti kuda bagi pengendara. Seorang pengendara tidak dapat pergi melanjutkan perjalanannya tanpa kuda. Tetapi kuda itu harus dikendalikan terlebih dahulu untuk bisa membawa kita ke tempat yang kita kehendaki. Di dalam kehidupan kristiani, jiwa yang sudah diselamatkan ini berusaha mengambil alih penguasaan tubuh dosa ini sebagai tuan sehingga tubuh kita menjadi budak daripada jiwa yang diselamatkan. Jikalau itu tidak berhasil maka tubuh yang berdosa dan kedagingan ini akan banyak sekali menahan kita melakukan tugas-tugas Kristiani. Jiwa mengatakan; “Aku ingin membaca Alkitab”. Tetapi musuh masuk melalui indwelling sin, kedagingan tubuh ini membuat kita itu malas dan membuat kita tidak melakukan pembacaan Alkitab. William Gurnall kemudian mengatakan; “Lawanlah musuh ini dengan anugerah Allah yang tersedia bagimu”. Serigala dan domba tidaklah akan mungkin menjadi kawan. Serigala dengan serigala akan menjadi kawan. Saudara-saudara, William Gurnall kemudian mengatakan; “Setan dan natur lama kita akan bisa berbaring bersama-sama”. Ini adalah serigala dengan serigala. Tetapi dosa dan anugerah tidak mungkin bisa. Dosa akan geram terhadap anugerah. Dan anugerah akan mengayunkan pedangnya melawan dosa dimanapun mereka bertemu.
  1. Setan akan mencobai pada saat kritis menjelang kematian. Ketika kekuatan fisik orang kudus mulai melemah dan letih lesu, iblis sang pengecut itu mendatangi orang yang lemah karena menyadari waktu yang dimilikinya untuk mencoba sudah sangat pendek. Iblis akan menipu dengan akal bulusnya tatkala orang kudus melangkah memasuki kekekalan. Jika iblis tidak dapat menghalangi anda ke surga, setidaknya dia masih dapat melukai anda menjelang anda masuk ke surga. Saya sudah mengatakan kepada saudara-saudara, baca tulisan Gurnall, saudara akan dimasukkan sungguh-sungguh ke medan perang.

Saya akan akhiri khotbah ini dengan apa yang dinyatakan Gurnall bagaimana bergulat. Tiga hal saja:

Yang pertama, Efesus 6 menyatakan: libatkan Tuhan Allah Tritunggal di dalam doamu. Alkitab menyatakan Tuhan itu pembuka jalan kita dan penutup jalan kita. William Gurnall menyatakan Tuhan menunggu engkau meminta kepada-Nya. Jikalau engkau pergi berperang sendiri, engkau lebih berani daripada Musa. Bahkan Musa sendiri ketika Tuhan mengatakan malaikat-Ku akan berjalan di depanmu, dia mengatakan tidak, aku mau Engkau dan bukan malaikat-Mu. Janganlah engkau menjadi lebih bijak daripada Yakub yang ketika dikejar Esau meminta sambil berlutut agar Tuhan memberkati dia. William Gurnall menegaskan sekali lagi seperti Efesus 6 untuk kita bergantung kepada Allah Tritunggal di dalam doa. Di dalam satu perikop yang tadi kita baca Efesus 6:10-20 ketiga oknum pribadi Allah Tritunggal itu muncul. Jarang di dalam satu perikop tiga pribadi Allah Tritunggal itu muncul. Tentu Allah Tritunggal ada di mana-mana, di sini. Tetapi ketika kemunculannya ditulis itu mau menyatakan sesuatu yang penting, sesuatu yang intensitasnya suatu yang saudara dan saya tidak bisa lupakan. Saudara-saudara, akhirnya hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, berdoalah setiap waktu di dalam Roh. Bapa, Anak, dan Roh Kudus muncul di sini. Orang-orang Puritan menuliskan satu kalimat ini: Biarlah orang Kristen menyadari betapa kita ini miskin dan lemah di dalam iman dan betapa iblis itu begitu berani dan kuat di dalam godaan. Maka tidak bisa tidak, kalau saudara dan saya mau bergulat kita harus bergantung di dalam doa senantiasa kepada Allah Tritunggal. Kita harus memiliki satu relasi dan komunikasi dengan Allah Tritunggal. Saya teringat akan seseorang yang berbicara kepada saya, dia pernah membaca majalah perang. Dan di dalam majalah itu dituliskan seseorang wartawan yang bertanya kepada seorang snipper dan penembak jitu ini ditanya, “Engkau memiliki hanya waktu yang terbatas, engkau memiliki hanya peluru yang terbatas, apa yang akan engkau tembak dengan pelurumu yang sangat minim itu?” Maka dia menjawab, “Yang saya tembak pertama kali adalah radio komunikasi musuh”. Saudara-saudara lihat itu, di tempat film-film peperangan itu sangat nyata. Orang yang membawa radio komunikasi itu harus ditembak mati terlebih dahulu. Kalau bisa radionya itu harus dirusak terlebih dahulu karena radio itu akan menghubungkan dia dengan kekuatan yang lebih besar. Jikalau ini sudah tidak berfungsi, tinggal tunggu waktu seluruh pasukan itu pasti kalah mati. Pertahankan doa, pertahankan doa. Bukan karena doa itu adalah sesuatu ritual, tetapi doa itu adalah bentuk ketergantungan kita kepada Allah. Alkitab menyatakan ini adalah peperangan Allah, ya kita yang harus berjuang tetapi Dia yang akan memenangkan pertempuran itu.

Hal yang kedua, teruslah bergulat, teruslah berperang. Seorang prajurit akan mahir berperang dengan terus berperang. Efesus 6 ini adalah gambaran perlengkapan senjata Allah. Saya mau mengingatkan kepada saudara-saudara, bahwa seluruh perlengkapan senjata ini diberikan lengkap dari atas ke bawah. Tetapi ada satu tempat yang tidak ada perlengkapan senjata Allah yaitu di punggung. Maka di sini yang diminta adalah terus kita harus maju jangan mundur. Terus berperang dan jangan mundur. Kita harus ingat pertempuran terhadap dosa dan setan dan dunia itu bukan olah raga mingguan, tetapi ini adalah satu perang setiap hari, dan sifatnya selalu final conflict. Mengerti ini membuat kita tidak memberikan kesempatan kepada musuh untuk memegang tangan kita. Pada zaman kuno, pegulat akan terus melatih menguatkan bagian-bagian tubuhnya sehingga mereka tidak mudah untuk dijatuhkan oleh lawan mereka. Sebaliknya mereka dengan mudah menjatuhkan lawan mereka. Dan untuk mereka menjaga untuk tidak mudah dijatuhkan, mereka meminyaki tubuhnya sebelum bertarung. Begitu juga kita, kita harus melatih untuk menanggalkan seluruh manusia lama, akui seluruh dosa dengan seluruh korupsinya. Perhatikan apa dosa yang sering menyerang kita. Matikan itu setiap hari. Karena itu adalah tempat genggaman setan terhadap hidup kita. Setan akan malu dan akan mundur ketika dia tidak lagi menjumpai kesalahan pada kita yang dapat dipegangnya. Setan tidak akan berani dan tidak akan berurusan menyentuh bagianmu yang kudus. Dan setelah engkau mematikan daging, urapi dirimu dengan minyak. Urapi dirimu berkali-kali dengan meditasi akan kasih Kristus. Itu akan membuat engkau menghina tawaran dosa dan membuat engkau tangkas untuk menghindari musuh.

Terakhir yang ketiga. Gunakan setiap kemajuan, keuntungan itu dengan bijaksana. Pegulat yang berpengalaman, bukan saja akan menjatuhkan musuhnya, setelah musuh itu jatuh maka dia akan menimpakan seluruh berat badannya di atas musuh yang terjatuh itu. Tidak ada olahraga yang seperti ini. Olahraga lain ketika musuh terjatuh dan kemudian kita menimpa dia itu akan langsung di-eliminate. Tetapi Paulus sengaja menggunakan ini untuk menyatakan bagaimana itu mematikan lawan sampai tidak berkutik. Jangan biarkan musuh itu lepas. Jangan biarkan tanganmu kendor menekan dia. Jangan membiarkan musuh lepas pada waktu Tuhan menetapkan kehancurannya. Jangan biarkan dosa yang sama bangkit kembali. Tekanlah dia. Tekan dia di bawah dan jangan biarkan bangkit lagi. Kalau saudara-saudara melihat tulisan William Gurnall, semua yang kita bicarakan di sini adalah hanya bagian beberapa lembar saja dari tulisannya. Dia menuliskan ribuan lembar. Ini orang besar. Memberikan kepada kita satu pengertian hikmat yang dia punyai bagaimana melawan musuh Allah. Tidak heran kalau pada waktu itu orang-orang Kristen adalah orang-orang yang ada kebangunan rohani. Mereka diajar hikmat-hikmat dan pengertian yang dalam seperti ini. Kiranya Tuhan boleh memimpin gereja ini. Kiranya saudara boleh mendalami Firman, dan kita belajar dari orang-orang yang dipakai Tuhan di masa lalu. Dan terutama belajar dari Yesus Kristus sendiri bagaimana berperang di tengah-tengah dunia.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0404242433
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney

^