[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

5 July 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Berdoa dengan Roh & Pengertian - John Bunyan (Seri Puritan 5)

1 Korintus 14:15; Roma 8:26-27

Puritans adalah orang-orang yang sangat suka berdoa. Apa yang disebut dengan sangat suka berdoa? Dua hal ini. Pertama adalah mereka berjam-jam dalam sehari berdoa dan bermeditasi di dalam Firman. Yang kedua adalah mereka suka selalu memiliki sikap hati yang berdoa. Mereka mengerti kalimat Yesus Kristus berdoalah setiap waktu. Jika kita tanya kepada Puritans, “Puritans, saya mau berdoa, faktor apa yang penting yang saya harus ketahui ketika saya bisa berdoa dengan sukses?” Maka Puritans dalam banyak bukunya, bukan cuma John Bunyan, memiliki kalimat yang sama, “Jikalau engkau mau belajar berdoa. Engkau mau sukses untuk berdoa? Satu hal ini, belajar bergantung mutlak kepada Roh Kudus.” Puritans menekankan prinsip ini. Doa haruslah benar. True. Yaitu diterima oleh Allah dan itu artinya sesuai kehendak-Nya. Dan untuk hal ini, kita semua memerlukan pertolongan Roh Kudus. Saudara tentu bisa berdoa apapun saja. Tetapi Puritans tidak tertarik dengan hal itu. Dia hanya tertarik untuk satu hal. Doa yang benar. Berdoa yang benar. Dan apakah berdoa yang benar itu? Ketika kita berdoa didengar dan diterima oleh Allah. Engkau dan saya bisa berdoa. Berkali-kali kita berdoa. Sekali lagi Puritans tidak tertarik untuk hal itu. Untuk apa kita berdoa tetapi doa itu tidak didengar dan tidak dijawab oleh Tuhan. Dia tertarik mendalami Alkitab, apa prinsipnya doa yang didengar dan dijawab oleh Alkitab. Roma 8:26-27 tadi ditulis oleh Paulus. Paulus adalah seorang yang besar, seorang yang dipakai oleh Tuhan, seorang misionaris, seorang pendiri gereja di berbagai kota. Dia adalah raksasa rohani. Semua dia bisa kerjakan bukan? Tetapi di dalam Roma 8 ini ditulis. Sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa. Ini kalimat yang mencengangkan. Siapa yang tidak tahu berdoa? Tetapi Alkitab mengatakan. Paulus yang mengatakan aku tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa. Saya sudah pernah mengatakan dari mimbar ini. Kalau kita mau berjalan bersama dengan Tuhan. Kalau kita mau melakukan duty sebagai orang Kristen. Maka kita akan makin lama makin menyadari. Hal yang termudah menurut pikiran kita adalah paling sulit untuk kita kerjakan. Dan itu adalah berdoa. Berdoa itu sulit sekali. Paulus sendiri menyatakan aku tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa. Paulus kemudian mengatakan Roh itu yang menolong, membantu. Artinya dia tidak berdaya. Ketika kalimat Alkitab mengatakan Roh itu membantu bagaimana seseorang berdoa. Itu tidak berarti bahwa orang tersebut menjadi pasif. Tetapi itu berarti bahwa kita tidak akan berhasil berdoa dan diterima oleh Allah tanpa bantuan Roh Kudus. Sebaliknya orang yang mengerti ayat ini adalah orang yang aktif mencari. Aktif berdoa. Aktif mengejar Allah. Tetapi dia sekali lagi tahu bahwa dia tidak akan berhasil tanpa bantuan Roh Kudus. Sebelum saya masuk di dalam pembacaan buku John Bunyan berkenaan dengan hal ini. Saya akan membawa kepada Saudara-saudara apa yang ditulis oleh Thomas Manton. Dia menyatakan mengapa harus Roh Kudus Alkitab menyatakan kemutlakkan keperluan pertolongan Roh Kudus di dalam doa. Dan Thomas Manton berbicara berkenaan 4 hal tetapi saya akan berbicara 3 tentang hal ini:

Pertama adalah secara natur dari economical Trinity. Kalau di dalam teologia, bicara berkenaan dengan Allah Tritunggal maka ada 2 hal yaitu ontological Trinity dan economical Trinity. Ontological adalah bicara berkenaan dengan hakekatnya. Economical adalah bicara mengenai Trinity dalam pelayanan-Nya. Secara economical Trinity. Di dalam kaitannya dengan doa. Doa yang benar adalah kita berdoa kepada Bapa melalui Kristus sebagai mediator dengan Roh Kudus sebagai penolong kita.

Hal yang kedua. Alkitab mengajarkan, Yesus pemimpin gereja di dalam kemanusiaan-Nya selalu dipimpin oleh Roh Kudus. Secara spiritualitas, semua tugas orang Kristen seharusnya merupakan pimpinan Roh Kudus. Di dalam hal ini saya akan memberikan beberapa ayat Alkitab. Seluruh ayat Alkitab yang pagi ini saya tampilkan di dalam poin ini Alkitab mengajarkan kepada kita ada relasi yang kuat sekali antara Yesus dengan pimpinan Roh Kudus. Jikalau Yesus sendiri dipimpin oleh Roh Kudus, masakan kita tidak mencari pimpinan Roh Kudus. Kita berpikir bahwa Dia Tuhan dan Dia bisa berjalan ke mana-mana sendiri. Ya benar, tetapi Alkitab juga menyatakan sisi yang lain bahwa Dia adalah manusia yang sejati. Dia mengajarkan kepada gereja-Nya sebagai manusia yang sejati kita harus dipimpin oleh Roh Kudus melakukan segala duties of Christian. Lihatlah ayat-ayat ini, Saudara akan melihat bahwa ketidak mungkinan terpisah antara Yesus dengan Roh Kudus. Saudara lihat di dalam inkarnasinya. Lukas 1:35, Yesus dipimpin oleh Roh Kudus sejak dari inkarnasi ketika Roh Kudus menaungi Maria. Hal yang kedua, misalnya Matius 3:16, di dalam baptisan setelah Yesus dibaptis, maka langit terbuka dan dia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Hal yang lain adalah Lukas 4:1, di dalam temptation, Yesus yang penuh dengan Roh Kudus kembali dari sungai Yordan lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Lihatlah events of Christ. Seluruhnya Yesus ada, Roh Kudus ada. Pada waktu Yesus kembali dari Galilea dan masuk ke tempat ibadah, Lukas 4:14 menyatakan. Bagaimana dengan miracle? Kita berpikir bahwa Alkitab selalu akan bicara mengenai Yesus mengerjakan miracle sendiri, ya di dalam ketuhanan-Nya. Tetapi di tempat yang lain, Saudara akan menemukan begitu banyak ayat berkenaan ketergantungan Yesus kepada Roh Kudus. Matius 12:28, Kisah Para Rasul 10:38. Bagaimana dengan kebangkitan-Nya? Bagaimana dengan korban-Nya sebelum kebangkitan? Ibrani 9:14 mengatakan. Kita jarang sekali mengkhotbahkan hal ini. Kita berbicara berkenaan dengan Kristus yang mengorbankan diri-Nya di atas kayu salib. Tetapi ayat ini unik. Bagaimana dengan kebangkitan-Nya. Roma 8:11. Siapa yang membangkitkan Yesus Kristus? Alkitab mengatakan Allah membangkitkan Yesus Kristus. Alkitab mengatakan Yesus bangkit sendiri. Tetapi juga di dalam ayat ini dikatakan Roh Kudus membangkitkan Kristus. Bagaimana dengan deklarasi Dia sebagai anak Allah. 1 Timotius 3:16. Sekarang kita akan lihat Yohanes 3:34. Roh Kuduslah yang mengkuduskan Human Nature of Christ dan memenuhinya dengan anugerah yang diterima-Nya. Kita sedang berbicara berkenaan dengan mengapa kita harus bergantung mutlak kepada Roh Kudus. Yang pertama karena memang natur pekerjaan economical Trinity. Roh Kudus ditentukan Allah, diperkenalkan oleh Kristus kepada gereja-Nya sebagai penolong kita di dalam melakukan seluruh duties of Christian dan terutama di dalam doa. Di dalam Roma 8 Paulus mengatakan aku tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa. Kita memerlukan pertolongan Roh Kudus. Kalau berdoa, kita sering sekali dalam keadaan konteks hidup yang kita tidak tahu bagaimana harus berdoa. Menyadari hal ini akan meremukkan hati kita dan akan membantu kita. Katakan kepada Allah, Tuhan aku tidak tahu bagaimana harusnya aku berdoa saat ini. Bantulah aku. Roh Kudus nyatakan apa yang seharusnya aku doakan. Kenapa harus Roh Kudus.

Yang ketiga, Thomas Manton menyatakan. Karena doktrin doa berdasarkan doktrin adopsi. Kalau tidak diadopsi oleh Allah, Saudara dan saya tidak layak dan tidak bisa. Tidak berhak untuk berdoa. Roma 8:15 mengatakan kita tidak mungkin bisa mengucapkan sesuatu dan diterima oleh Allah di sana sebelum kita didamaikan dengan Allah dan dapat memanggil Allah sebagai Bapa kita dan itu adalah pekerjaan Roh Kudus. Sekali lagi poin utama John Bunyan adalah kita tidak mungkin sukses berdoa tanpa bantuan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang membantu kita. Pertanyaannya adalah membantu di dalam hal apa? Maka Puritans mengatakan segalanya. Segalanya. Di dalam beberapa poin yang dituliskan oleh John Bunyan maka Saudara-saudara akan mengerti apa itu segalanya. Dia merangkumkan dengan dua kata ini yaitu Roh Kudus mengajarkan kita, Roh Kudus membukakan kepada kita spiritual understanding. Di dalam 1 Korintus 14:15 tadi yang kita baca. Banyak orang Karismatik mengatakan ini adalah bicara berkenaan dengan bahasa Roh. Sebenarnya bukan. Poinnya bukan di sana. Orang-orang Puritans pun tidak menyatakan poinnya ada di sana. Kalau Tuhan memberikan kepada kita karunia berbahasa Roh, silakan berbahasa Roh. Tetapi jikalau tidak, maka kita tidak usah mengada-adakannya. Karena itu bukan suatu yang essential. Masih banyak karunia lain yang Tuhan akan berikan kepada kita. Tetapi intinya adalah kalau Roh Kudus bekerja, baik dengan bahasa Roh atau tidak, apakah kita memiliki spiritual understanding? Ada orang yang mengatakan memiliki bahasa Roh tetapi sebenarnya tidak memiliki spiritual understanding. Juga ada orang yang menolak bahasa Roh tetapi juga tidak memiliki spiritual understanding. Ada orang yang menerima bahasa Roh ataupun orang itu tidak menerima bahasa Roh kedua-duanya memiliki spiritual understanding. Intinya bukan menerima bahasa Roh atau tidak. Itu adalah perdebatan gereja yang tidak penting. Tetapi pertanyaannya adalah apakah kita, ketika berdoa, diajar oleh Roh sehingga kita mempunyai spiritual understanding. Spiritual understanding selalu akan bersangkut paut dengan Firman. Ini bukan pekerjaan Roh Kudus jika tanpa Firman. Sebaliknya Roh Kudus akan membawa kita untuk masuk ke dalam kedalaman akan Firman. Apa yang disebut spiritual understanding itu? Ada beberapa hal:

Spiritual understanding yang pertama, yang diajarkan Roh Kudus kepada seseorang. Membuat orang itu mengerti apa yang sesungguhnya jiwa seseorang perlukan. Tanda pertama Roh Kudus ketika mengajarkan seseorang berdoa yaitu spiritual understanding. Apa itu spiritual understanding John Bunyan? Dia kalau mengajar engkau berdoa, membuat engkau mengerti apa yang sesungguhnya jiwamu perlukan. Jiwa manusia terlalu dalam. Hati saudara dan saya terlalu dalam. Kita sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam hati kita. Kita tidak tahu keadaan hati kita sebenarnya seperti apa. Karena itulah kita tidak tahu apa yang kita perlukan. Sehingga kita tidak tahu sesungguhnya apa yang harus kita doakan. Sama seperti seorang anak kecil. Dia bicara berkali-kali aku mau main, aku mau hujan-hujanan, aku mau minta permen, terus seperti itu keluar dari mulutnya. Hanya orang tua yang tahu sesungguhnya apa yang diperlukan anak itu. Sampai setelah bertahun-tahun maka anak tersebut akan berterima kasih kepada orang tuanya, ketika dia dewasa karena orang tuanya tidak memberikan banyak hal yang dia minta sebelumnya. Sekali lagi, tanpa Roh Kudus, kita tidak memiliki spiritual understanding terhadap jiwa kita sendiri. Apa yang sebenarnya ada dalam hatiku Tuhan? Apa yang terjadi dalam jiwaku? Kita bukanlah hakim yang handal untuk menilai keadaan diri kita sendiri. Pandangan kita terbatas. Kita cenderung memanjakan daging. Kita memisahkan tujuan dari sarana-sarana. Sama seperti ibu Yohanes dan Yakobus yang meminta kepada Yesus dan kemudian Yesus mengatakan kamu tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu minta. Tanpa pertolongan dari Roh Kudus, kita akan meminta batu daripada roti. Kita akan meminta kalajengking daripada ikan. Kita akan berdoa untuk hal-hal yang mencelakakan kita dan melawan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi kita sendiri. Kita sering berdoa melawan belas kasihan Tuhan. Kita mungkin meminta sesuatu yang menyakiti diri kita nantinya. Kita sering meminta sesuatu yang memberi makan keinginan berdosa, lust dan sinful desire kita. Banyak sekali kita berdoa untuk hal-hal yang sebenarnya kita tidak benar-benar perlukan. Sebaliknya kita lupa dan bahkan tidak tahu hal-hal yang seharusnya kita doakan. Pada prinsipnya, kita berdoa untuk sesuatu yang bukan kehendak Allah. Korupsi, dosa, selalu ada pada orang Kristen terbaikpun. Kita terlalu lemah. Dalam pandangan Allah, sering kita mengambil teman kita yang sebenarnya mendatangkan kutuk bagi kita. Kita sering menilai sesuatu yang baik itu adalah suatu kejahatan. Sekali lagi berdoa dengan pengertian rohani. Spiritual understanding. Roh Kudus melalui Firman-Nya mencerahkan pikiran kita sehingga mengerti apa yang sebenarnya jiwa kita perlukan. Saya mau mengingatkan Saudara-saudara akan gereja di Laodikia. Jelas sekali mereka tidak memiliki spiritual understanding. Alkitab mengatakan mereka berpikir mereka kaya dan mereka tidak kekurangan sesuatupun. Tetapi Alkitab mengatakan Yesus menegur mereka. Engkau miskin, engkau buta, engkau melarat, engkau telanjang. Berapa banyak dari Saudara dan saya pada pagi hari ini berpikir bahwa engkau dan saya adalah dalam keadaan baik-baik saja. Saya tidak bicara berkenaan dengan jasmani. Jasmani Saudara-saudara bisa terlihat dalam keadaan baik. Engkau dan saya berpikir bahwa dalam keadaan rohani, saya orang Kristen yang baik. Seharusnya memang seperti ini. Oh, saya baik-baik saja kok. Saya melayani. Saya menjadi pengurus. Saya dekat dengan gereja. Saya memberikan perpuluhan. Seluruhnya baik. Siapa yang pernah membawa dirinya di hadapan Allah untuk diteropong sampai sedalam-dalamnya? Sama seperti orang-orang di Laodikia ini. Aku kaya, aku tidak kekurangan sesuatu apapun. Aku tidak kekurangan. Aku bisa memberikan kepadamu. Aku tidak kekurangan apapun. Yesus Kristus mengatakan engkau miskin. Engkau buta. Engkau melarat. Engkau telanjang. Banyak dari kita yang tidak suka ketika ada kata Farisi. Karena kita mencap mereka seluruhnya adalah orang-orang munafik. Sebenarnya tidak semua orang Farisi munafik. Tetapi anggaplah seperti itu. Tetapi sebenarnya apa yang menjadi masalah dalam Farisi? Mereka menganggap diri mereka baik-baik tetapi Allah tidak menganggapnya seperti itu. Dengan definisi seperti ini, bukankah kita bisa menjadi orang Farisi? Apakah kita pernah menguji diri kita di hadapan tahta Allah untuk diteropong oleh Dia dengan kaca pembesar sesungguhnya apa yang ada dalam hati kita? Minta Roh Kudus bekerja. Kalau Roh Kudus tidak bekerja, kita akan begini-begini saja. Ada seorang pengkhotbah mengatakan hal ini dan itu adalah benar. Sesungguhnya kalau Roh Kudus, kalau sesungguhnya Allah melihat seseorang, siapapun itu, sesungguhnya yang diperlukan adalah suatu operasi yang besar. Operasi yang besar. Bukan menambah kebaikan di sana sini, menambal dengan Band Aid, tetapi ada operasi yang besar dalam hati.

Spiritual understanding yang kedua adalah Roh Kudus akan membuka pengertian kita untuk melihat apa yang ada di hati Tuhan yang akan diberikan untuk kebutuhan jiwa kita. Ini tadinya tertutup. Ya, ini ada di dalam Alkitab. Saudara mungkin membacanya. Saudara dan saya mengertinya dengan pikiran. Tetapi ini tidak akan mengubah hidup kita, apapun saja, sampai Roh Kudus mengerjakan dalam diri kita sehingga mengerti apa yang kita perlukan dan apa yang Allah maksudkan untuk ini. Pemazmur mengatakan banyaklah pikiran-Mu dan maksud-Mu untuk kami ya Tuhan.

Dalam 1 Korintus 2:11-12 dikatakan “Kita tidak menerima roh dunia, tetapi Roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Perhatikan, kita menerima Roh yang berasal dari Allah, untuk apa? John Bunyan menyatakan hal ini, John Bunyan menggarisbawahi hal ini, supaya kita tahu apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Ada pikiran Allah, ada isi hati Allah yang dilimpahkan kepada kita, yang kita tidak akan punya confidence, kita tidak akan tahu, tidak akan yakin dan tidak akan percaya, kalau itu ada pada Dia dan Dia rela dan mau memberikannya kepada kita, kecuali Roh Kudus bekerja di dalam hidup kita. Sekali lagi melalui firman, Roh akan membukakan seseorang akan keadaan dirinya dan Roh juga akan membuat orang tersebut melihat siapa Allah dan apa yang ada di dalam isi hati-Nya, dan apa yang menjadi keinginan-Nya untuk bisa memenuhi seluruh kebutuhan jiwa orang tersebut. John Bunyan mengatakan, ya, kita bisa mendengar orang berkata kepada kita, Tuhan mengasihi engkau, Tuhan mengampuni engkau, tetapi hanya Roh Kudus saja yang akhirnya bisa membuat mata hati kita tahu apa yang sesungguhnya ada di hati Allah. Ini batu pengujinya. Apakah Saudara dan saya mengenal isi hati Tuhan atau tidak? Apakah Saudara dan saya mengenal bahwa Tuhan mengasihi kita atau tidak? Mengampuni kita? Kita kadang berkata bahwa, ya, saya tahu Tuhan mengampuni, tetapi jikalau ada, ya Tuhan mengasihi, Tuhan memberikan anugerah yang saya perlukan di dalam jiwa saya, kalau itu ada, sungguh-sungguh ada, kenapa tidak ada kegairahan mengejar Allah? Kenapa tidak ada ketekunan untuk mencari Allah? Bagi orang-orang Puritans, ini adalah tanda bahwa sebenarnya Saudara dan saya tahu, tetapi tidak memiliki spiritual understanding. Karena orang yang memiliki spritual understanding, akan membuat orang tersebut bertekun mencari belas kasihan Allah. Bunyan menyatakan seperti perempuan Kanaan itu, meskipun seakan-akan dalam seluruh konteksnya penuh dengan ketidakpastian, dia berteriak-teriak, “Yesus, anak Daud, kasihanilah aku. Yesus, anak Daud, kasihanilah aku.” Dan seluruh murid-murid-Nya menentang dia, “Pergi, sana, perempuan, pergi, sana!” Tetapi dia tekun mengejar Yesus. Dari mana itu? Jawabannya adalah karena Roh Kudus memberikan confidence di dalam dirinya, Yesus suatu saat pasti akan melihat engkau. Itu adalah secercah cahaya di dalam imannya. Bahwa Allah pasti mengasihi engkau. Saudara dan saya bisa digerakkan dengan khotbah seperti ini bahkan. Dan saya harap Roh Kudus bekerja di tengah-tengah kita, tetapi spiritual understanding itu adalah spiritual understanding, itu dikerjakan oleh Roh Kudus dalam diri Saudara dan saya pribadi. Mintalah pertolongan Roh Kudus. Karena tanpa itu kita tidak mungkin mengejar, bergairah dan tekun untuk menghadap wajah Allah. John Bunyan mengatakan tidak ada yang lebih mendorong seseorang untuk tekun mencari Allah dan menangis meminta pengampunan-Nya, dibandingkan dengan pengertian orang tersebut bahwa hati Allah diberikan kepada orang tersebut, dan Allah ingin mengampuni pendosa tersebut. Manusia tanpa spiritual understanding, mungkin saja mengucapkan kalimat-kalimat yang sama di dalam doanya, persis sama dengan orang sebelahnya. Tetapi ada perbedaan yang besar antara seseorang yang memiliki spiritual understanding atau tidak. Yang memiliki spiritual understanding akan memiliki keinginan yang sungguh. Karena orang tersebut seperti melihat permata dan tahu harganya. Kalau ada permata yang di sebelah sana terjatuh, dan Saudara tidak melihat nilainya, tidak bisa mengerti harganya. Bahkan engkau bergerak menuju ke sana pun suatu pengorbanan bukan? Tetapi kalau Saudara tahu ada permata jatuh di bawah selokan di depan rumah kita, biasanya itu ada setengah meter, kadang dikunci. Kalau lihat itu ada di sana, Saudara tahu harganya, apa yang Saudara dan saya akan lakukan? Kegairahan untuk mendapatkannya sampai dapat. Saya sangat-sangat bersyukur karena menemukan orang-orang Puritans ini. Selalu, kalau kita bicara mengenai Reformed adalah bicara mengenai logika dan itu adalah betul. Itu adalah harus, tetapi orang Reformed memunculkan afeksi sering sekali sebagai tanda kesejatian. Kalau tahu hal-hal yang berharga dari Allah, maka orang tersebut akan menangis, dan berusaha untuk mati-matian untuk meraihnya.

Hal yang ketiga, Roh Kudus akan menolong kita mengerti dan memiliki cara yang benar untuk menghampiri Allah. Ini adalah salah satu spiritual understanding yang lain, tetapi kalau Saudara-saudara mau pisahkan silahkan, karena ini adalah bicara mengenai cara yang benar. Saya akan jelaskan dulu, ini adalah cara hati. Karena jiwa kita tidak tahu dari mana harus memulai dan bagaimana menjalani, bertemu atau menghadap tahta Allah. Saya akan jelaskan di sini. Prinsipnya kita mesti menghampiri Allah dengan keadaan atau cara yang Allah kehendaki. Roh Kudus menolong kita dalam cara kita menghadap Allah. Di sini, orang Puritansconcern dengan satu poin ini, yaitu right frame of heart in prayer. Ada bingkai hati yang benar, baru doa itu dilihat, dipandang, didengar oleh Allah. Saudara-saudara boleh berdoa spontan, tetapi right frame tetap pasti ada di dalam doa spontan itu, untuk doa itu didengar oleh Allah. Thomas Boston menyatakan bahwa kalau kita menghadap Allah di dalam doa seperti menghadap di dalam sebuah pengadilan. Kita harus meletakkan petisi doa kita di dalam style, di dalam form pengadilan sorgawi. Sebenarnya ini bukan sesuatu yang asing, bukan? Kalau Saudara-saudara pergi ke pengadilan, untuk memperjuangkan perkara, bukankah ada aturan dan caranya memperjuangkan case kita? Apalagi pada zaman dulu bicara mengenai raja-raja, bukankah ada aturan ketika kita datang ke hadapan raja?

Sekarang bicara berkenaan dengan apa itu bingkai hati? Ada banyak hal, tetapi saya akan bicara mengenai 3 hal ini:

  1. Ketika sebuah doa dinaikkan, Tuhan langsung menguji hati kita. Melihat apa yang menjadi akar doa dan spirit doa yang muncul. Ada doa yang muncul dari lust, dari greedy. Ada yang muncul dari bitterness, ada yang muncul dari formalitas, ada doa yang muncul dengan mulut sekedar bunyi atau suatu khayalan. Tuhan hanya mendengar seseorang yang menyampaikan doanya dengan ketulusan. Ketulusan sendiri adalah suatu anugerah di mana seluruh anugerah Allah yang lain terkandung di dalamnya. Ketulusan berarti membawa simplicity of heart di hadapan Allah. Kita membawa permasalahan apa adanya tanpa ditutupi, tanpa ada satu dosa yang disimpan, tanpa ada maksud dosa di depan. Dengan seperti itu, maka ketulusan menjagai kita, setiap doa selalu adalah maksud baik bagi gereja Tuhan dan bagi kemuliaan-Nya.
  1. Hati yang remuk dan hancur. Ini berkali-kali muncul di dalam Alkitab. Mazmur 51:19, Daud katakan, “Jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk, tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” Yesaya 66:2, mengatakan Allah memandang kepada yang tertindas dan patah semangatnya, dan yang gentar kepada Firman-Ku. Kadang Roh Kudus membentuk hati yang hancur dan remuk itu di dalam perkataan-perkataan kita kepada jiwa kita sendiri. Dengan self-talk, dengan erangan di dalam hati, tetapi erangan self-talk dengan hati yang remuk dan hancur. Lihatlah Yeremia 31:18-20 misalnya, dikatakan “Telah Kudengar sungguh-sungguh Efraim meratap: Engkau telah menghajar aku dan aku telah menerima hajaran seperti anak lembu yang tidak terlatih. Bawalah aku kembali, supaya aku berbalik, sebab engkaulah TUHAN, Allahku. Saudara lihat ayat 20-nya, lihat apa yang Tuhan jawab. “Anak kesayangankah gerangan Efraim bagi-Ku, atau anak kesukaan? Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya; sebab itu hati-Ku terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku menyayanginya, demikianlah firman TUHAN.” Saudara mau untuk doa diterima oleh Tuhan, Saudara boleh berdoa apapun saja, dan tidak memperhatikan apa yang Puritans ajarkan kepada kita. Puritans tidak tertarik dengan doa apapun saja. Puritans tertarik dengan doa yang benar. Doa yang didengar oleh Tuhan. Maka di sini adalah frame heart. Bingkai hati harus benar. Ketulusan, hati yang remuk.
  1. Perhatikan kalimat yang tajam ini dari orang-orang Puritans. Tidak ada yang dapat menghampiri Allah tanpa kesungguhan. Tidak ada yang dapat menghampiri Allah tanpa api. Tidak ada yang dapat menghampiri Allah tanpa rintihan yang dalam. Tidak ada yang dapat menghampiri Allah tanpa kesadaran ketergantungan mutlak satu-satunya Dia penolongku. Doa kita tidak akan dijawab oleh Tuhan, sampai Saudara dan saya belajar satu hal ini, tidak ada penolong yang lain, hanya Dia yang bisa menolong aku. Untuk itulah Saudara dan saya tahu, untuk hal itu, kita menghampiri Dia dengan kesungguhan, dengan api, dengan rintihan yang dalam, aku tergantung mutlak satu-satunya kepada-Mu. Tidak ada penolong yang lain, hidupku diteruskan atau tidak, tergantung sepenuhnya kepada anugerah-Mu diberikan atau tidak. Siapa yang bisa membentuk ini? Hanya Roh Kudus. Tidak berarti Saudara dan saya pasif, katakan kepada Roh Kudus, bentuklah ini dalam hidupku, apa yang Engkau bentuk di dalam hati Hana, apa yang Engkau bentuk di dalam hati Musa, ajarkan aku berjalan bersama Engkau. Siapa yang bisa membuat aku bisa bersungguh-sungguh kalau mataku masih bisa melihat penolong yang lain? Siapa yang bisa membuat orang bersungguh-sungguh di hadapan Tuhan? Tanpa Roh Kudus membentuk ini di dalam hati kita, permohonan kita selalu lemah. Pikiran kita lebih suka dengan hal-hal yang lain di dunia ini. Tanpa Roh Kudus, hati kita dan pikiran kita mengembara ke mana-mana, tidak bisa terfokus, hati kita tidak bulat, kesungguhan kita tumpul, kita menjadi dingin, kita tidak memiliki confidence dan kegairahan menghampiri Tuhan. Sampai Saudara dan saya bisa mengerti prinsip ini, apart from Me you can do nothing. Sekali lagi saya mesti mengatakan, berdoa itu sulit. Ketika saya berkhotbah ini, jangan berpikir saya expert untuk berdoa. Satu kegagalan besar, berkali-kali adalah masalah dalam doa. Jauh lebih sulit daripada berkhotbah. Berdoa menyangkut keseluruhan hidup kita. Kalau membaca buku-buku Puritans, Saudara akan menemukan hal-hal seperti ini. Ternyata doa adalah seluruhnya, bukan sekedar mulut, atau mulut dengan hati saja. Hati harus memiliki right frame. Understanding harus dicelikkan sehingga memiliki spritual understanding sehingga dapat melihat apa yang Allah lihat. Sehingga kita dengan mulut kita berhati-hati bisa mengucapkan kalimat yang tepat berdasarkan kebutuhan kita. Sikap tubuh kita adalah budak dari jiwa. Bukan sesuatu yang sederhana meskipun itu spontan, bukan sesuatu yang sederhana.

Hal yang keempat. Roh Kudus membukakan pengertian luasnya janji-janji Allah dan mendorong kita untuk makin berani berdoa untuk janji-janji itu dengan hormat. Sekali lagi, Alkitab disebut sebagai Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, di dalamnya itu berisi begitu banyak janji. Kita bisa membaca, kita bisa menyetujuinya, tetapi kita tidak memiliki gairah untuk mendapatkan janji-janji itu. Kenapa? Karena tidak ada spiritual understanding. Sebelum kita masuk lebih dalam di dalam poin ini. Bukan seperti claim-claim orang Karismatik dalam hal ini, sama sekali bukan. Karena pertama poinnya tentu bukan hal-hal physical, tetapi adalah rohani. Ini bicara mengenai kebutuhan jiwa kita. Orang yang memiliki spiritual understanding akan memiliki keberanian untuk meminta kepada Allah seturut dengan janji-Nya tetapi tidak akan pernah menjadi kurang ajar. Dia bukan claim seakan-akan Allah berhutang. Tetapi makin hari orang tersebut akan makin bertumbuh di dalam confindence dan keberanian yang disertai hormat dan takut akan Allah. Dia sadar ketidaklayakkannya tetapi berani karena Allah melalui Firman-Nya membuka isi hati-Nya kepada dia. John Bunyan kemudian mengatakan karena hal itu dibukakan oleh Roh Kudus, maka kita bisa melihat di dalam Alkitab sering sekali orang-orang yang dipimpin oleh Roh Kudus bisa berargumen dengan Allah dengan permintaan yang kudus dan tepat. Misalnya saja seperti Yakub, dia memegang kakinya Allah dan kemudian dia mengatakan aku tidak akan membiarkan Engkau pergi sebelum Engkau memberkati aku (Kejadian 32:26). Sama seperti Musa mengatakan aku tidak akan bergerak satu langkah dari tempat ini kalau Engkau tidak memimpin aku (Keluaran 33:15). Seperti perempuan Kanaan yang kita pernah dengarkan, engkau tidak layak perempuan, roti-roti ini adalah untuk kaum Israel, dan perempuan Kanaan itu mendesak hati Allah dan mengatakan, ya tapi anjing-anjing itu boleh makan dari remah-remahnya bukan? Seperti Elisa yang mengatakan di mana Allah Tuhan-nya Elia (2 Raja-raja 2:14). Orang-orang ini adalah orang-orang yang memiliki ambisi yang besar bagi Allah. Kalimat-kalimatnya berargumen dengan kudus di hadapan hati Allah. Hati mereka bergairah, bukan karena mereka berani, bukan karena Allah berhutang, tetapi Allah sudah mengirimkan Roh Kudusnya kepada mereka, membukakan isi hati Allah dan janji-janji yang besar bagi mereka. Ini adalah doa yang menyenangkan hati Tuhan.

Hal yang kelima, terakhir. Dari seluruh spiritual understanding 1 sampai 4 ini, pada akhirnya membuat jiwa seseorang bisa tekun berdoa. Godaan, halangan dan taktik Setan selalu berusaha menghentikan doa. Membuat kita sering sekali kelelahan mencari wajah Allah, dan jika doa lama tidak terjawab, maka cobaan-cobaan menjadikan kita kehabisan nafas. Kita terjebak dengan kalimat-kalimat Setan. Yang intinya sama dengan kalimat Setan kepada Hawa, yaitu meragukan Allah yang baik kepada umat-Nya. Setan mengatakan seperti ini, “Ya, engkau memang sudah berdoa, tetapi engkau tidak berhasil, engkau tahu tidak hatimu keras, dingin, tumpul, mati, engkau tidak berdoa dengan tekun. Lihatlah engkau berdoa seperti apa? Engkau berpikir satu hal, berpindah lagi ke tempat yang lain, kamu mungkin pura-pura berdoa, ayo pergi engkau, engkau tahu kan engkau munafik, pergi engkau. Engkau tahu atau tidak seperti itu hati, hatimu seperti itu akan membawa engkau kepada kesia-siaan.” Jiwa yang tidak dicerahkan akan mengatakan, “Tuhan telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.” Tetapi jiwa yang dicerahkan akan mengerti kalimat Tuhan, dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya sehingga ia tidak menyayangi anaknya dari kandungannya, sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.(Yesaya 49:15) Jiwa yang dicerahkan akan berkata seperti ini, mengapa engkau berkata seperti ini, hai Yakub? Mengapa engkau berkata seperti ini, hai Israel? Bahwa hidupmu tersembunyi dari Tuhan, dan hakmu tidak diperhatikan oleh Allah-ku. Tidakkah engkau tahu dan tidakkah engkau dengar, Tuhan ialah Allah yang kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung. Dia tidak menjadi lelah dan Dia tidak menjadi lesu, Dia tidak terduga pengertian-Nya, Dia memberi kekuatan kepada yang lelah, dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Saudara tidak bisa hanya cuma baca kemudian melupakan. Saudara tidak bisa hanya pergi ke gereja dan kemudian pulang saja. Kalau Saudara dan saya mau hidup bisa di dalam ketekunan, di dalam doa. Kita perlu untuk meminta pertolongan Roh Kudus membukakan kepada kita spiritual understanding. Bukan karunia-karunia roh, spiritual understanding. Dan itu yang membuat kita boleh bertumbuh. Itu yang membuat kita boleh dewasa di dalam iman. Karena kita bisa mengerti diri kita, mengerti apa yang ada di dalam isi hati Allah, mengerti apa yang dijanjikan dan itu yang membuat kita bisa bertekun melawan seluruh temptation dan seluruh hal yang menentang pengenalan akan Allah. Kiranya Tuhan memimpin kita semua, saya, Saudara dan semua orang yang mendengarkan pada pagi hari ini untuk belajar berdoa. Ingatlah sekali lagi Paulus mengatakan, sebab sesungguhnya aku tidak tahu bagaimana seharusnya aku harus berdoa. Roh Kuduslah yang menolong kita berdoa.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0404242433
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney

^