[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

28 June 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Keluarga sebagai Gereja Kecil - Matthew Henry (Seri Puritan 4)

1 Korintus 16:19

Ini adalah khotbah yang diambil dari Matthew Henry yang berjudul: A Church in the house. Sebuah gereja di rumah kita. Pengertiannya adalah setiap orang tua khususnya suami, ayah, harus menyadari ada jemaat di dalam rumah tangga kita. Dan kita; suami, ayah ditentukan sebagai tuan dan pengelola jemaat itu. Kita harus mengelola jemaat itu seperti hamba Tuhan yang sejati mengelola dan mengarahkan gereja yang Tuhan berikan. Tidak seperti banyak buku parenting dan keluarga Kristen, meskipun itu adalah buku parenting yang baik. Banyak hal buku-buku parenting itu tidak memiliki ikatan yang kuat dengan sense gerejawi. Puritan adalah orang-orang yang jiwanya ada pada gereja Tuhan, gereja lokal. Mereka tahu panggilan Allah secara khusus untuk gereja-Nya. Mereka tidak pernah mempertentangkan antara keluarga dengan gereja. Mereka juga tidak pernah menggunakan dalam tanda negatif atau menempelkan gereja di dalam pengasuhan keluarga mereka saja. Banyak buku-buku parenting yang baik pada masa kini akhirnya menghasilkan satu keluarga yang baik, ‘takut akan Tuhan’. Mungkin dalam kalimat itu, datang, pergi ke gereja. Lalu sudah pergi ke gereja kemudian pulang berpikir makan restoran di mana, kemudian selesai dan puas dengan hal itu. Puritan tidak pernah seperti itu. Apa yang menjadi center dari keluarga pada masa kini? Yaitu keluarga mereka dan gereja lokal ditempelkan dalam hidup keluarga. Yang paling penting adalah keluargaku, kebahagiaannya, dan seluruh kehidupannya. Tetapi yang menjadi center kehidupan isi hati puritan, bahkan seorang ayah yang paling saleh pun adalah gereja Tuhan yang sejati; gereja lokal. Karena di situlah pekerjaan Allah dinyatakan. Puritan menyatakan kepada keluarga mereka, kepada isteri dan anak-anak mereka: Lihatlah gereja, lihat apa yang ditentukan Allah dalam gereja, lihat apa yang ada dalam gereja, lihat prinsip-prinsipnya. Maka dari gereja itulah kita mengerti prinsip-prinsip keluarga kita harus dibangun. Karena seperti seorang hamba Tuhan yang sejati dipanggil Tuhan untuk menggembalakan gereja-Nya. Sama seperti Dia, demikianlah aku, seorang ayah, seorang suami, aku diberikan jemaat kecil untuk aku gembalakan. Bukan keluarga menggantikan gereja, sebaliknya, keluarga dibawa melihat gereja lokal. Gereja adalah isi hati Tuhan. Ya, gereja lokal. Itulah sebabnya gereja lokal harus murni, harus berdedikasi bagi Tuhan. Harus memurnikan diri, menyucikan dirinya dan berdoa begging minta Tuhan hadir di tengah-tengah gereja kita. Minta Tuhan meluruskan, memurnikan kita dan meminta Tuhan memakai kita. Demikian apa yang didoakan gereja, itulah yang didoakan para ayah dan suami di rumah.

Puritan adalah orang yang mengajarkan kita mengasihi Allah dan gereja-Nya. Mereka memiliki high view of the church. Ketika mengajarkan konsep keluarga, sekali lagi mereka mencontoh apa yang Tuhan kerjakan dan perintahkan kepada sebuah gereja lokal. Itulah sebabnya keluarga dididik, patronnya adalah gereja. Keluarga dididik agar menjadi bagian gereja yang sehat. Keluarga dididik agar menghasilkan keluarga yang berjuang bersama-sama dalam gereja lokal. Itu akan menghasilkan kesuksesan gereja. Matthew Henry mengatakan seluruhnya for the prosperity of the church. Pengajaran-pengajaran puritan, termasuk Matthew Henry berkenaan keluarga itu ratusan. Tetapi saudara-saudara akan tahu bahwa center mereka adalah Allah dan mempelai-Nya. Dari situ maka muncul seluruh berkat-berkat untuk keluarga. Sekali lagi, bukan mendidik anak di dalam kekristenan, prinsip-prinsip Kristen saja. Tetapi mendidik anak dalam prinsip-prinsip Kristen yang dikaitkan atau bersumber dari gereja.

Saya akan memberikan suatu hal prinsip di sini. Sekali lagi ini adalah sesuatu yang berbeda dengan apa yang kita ketahui saat ini. Banyak orang itu mendidik keluarganya, akhirnya melepaskan diri dari gereja. Dan selalu akan berpikir bahwa gereja ini tidak beres; itu tidak beres; hamba Tuhannya tidak beres; apapun saja tidak beres. Ya memang, banyak gereja yang tidak beres. Kita juga tidak mengatakan bahwa kita semuanya beres. Tetapi pertanyaannya adalah apakah dirimu, kepala keluarga, juga semuanya beres? Saya mengindikasikan bahwa ini bukan bicara mengenai engkau menyatakan sesuatu keadilan tetapi ada sesuatu self-pride di dalam dirimu. Saudara-saudara harus ingat pada zaman Matthew Henry, ia adalah orang puritan yang bahkan dikeluarkan dari gerejanya. Calvin, Luther dikeluarkan dari gerejanya. Apakah gereja itu beres? Bahkan doktrinnya pun tidak beres, tetapi mereka tidak pahit, lalu memisahkan diri dari gereja Tuhan. Mereka tahu bahwa Allah itu memberikan sarana anugerah dalam gereja-Nya. Sebaliknya, dari kepahitan mereka berusaha untuk meminta Tuhan melakukan reformasi di dalam gereja-Nya. Pada zaman Matthew Henry, waktu itu gereja Anglican terus-menerus berada di dalam pergumulan yang besar karena mereka tidak mau melakukan reformasi total. Tetapi, apapun saja, isi hati Allah ada di dalam gereja. Matthew Henry berseru, “Semua ayah, semua suami, kita dipanggil menjadi hamba Tuhan di dalam gereja kecil kita”. Kita diberikan jemaat yaitu keluarga kita. Salam bagi Akwila, Priskila dan jemaat di rumahmu.” Maka bagi Matthew Henry boleh ditafsirkan ini adalah suatu keluarga mereka, selain tentu ada jemaat yang berkumpul. Kemudian apa yang Matthew Henry tekankan. Ada dua hal yang besar menjadi satu khotbah yang luas.

Yang pertama adalah Matthew Henry membawa pendengarnya untuk melihat prinsip gereja. Dan ini harus menjadi prinsip keluarga kita. Ini bicara berkenaan dengan dedikasi. Apa itu gereja? Gereja adalah kumpulan umat yang didedikasikan bagi Allah. Dipanggil keluar dari dunia, diambil dari kejauhan untuk dibawa mendekat kepada Allah. Allah mengkhususkan kelompok ini untuk diri Allah sendiri. Karena Allah memilih mereka. Maka mereka akhirnya juga memilih Allah untuk menjadi pusat hidupnya. Allah ada di pusat hati gereja. Dan gereja kemudian memisahkan diri dari dunia, hidup bagi Allah. Gereja dipisahkan untuk Allah, untuk menjadi kelompok yang khusus di dunia ini, kerajaan para imam di dunia ini. Seperti gereja itu, maka demikianlah rumah tangga kita seharusnya. Kita, para ayah sendiri harus mempersembahkan diri kita dan keluarga kita bagi Allah. Sehingga keluarga kita menjadi umat-Nya, dan di atas keluarga kita, nama Allah disebut. Sama seperti gereja, maka semua kepentingan-kepentingan keluarga kita, relasi kita, harta milik kita, haruslah dikhususkan bagi Allah.

Perhatikan, misalnya kita sering memperhatikan keuangan gereja, dan itu tidak salah. Kita kadang pada waktu melihat gereja: Mengapa gereja beli ini ya? Mungkin kita berpikir, “Ini tidak boleh. Ini boros.” Bukannya tidak boleh berpikir demikian. Dalam batas-batas tertentu adalah sesuatu yang baik menurut saya. Tetapi pada saat yang sama, dengan prinsip Matthew Henry ini; Matthew Henry mau mengatakan apakah engkau memperhatikan keuangan keluargamu? Apa yang engkau beli? Ini baru berbicara mengenai keuangan, dengan interest, dengan cara, dengan relasi, dalam apapun saja. Engkau meminta gereja seperti itu, engkau harus ingat, engkau sendiri adalah hamba Tuhan di dalam rumahmu. Ketika prinsip ini saya pelajari, saya lihat. Ini sesuatu yang sangat baik membuat kita semua terhindar dari kemunafikan. Sebaliknya, keluarga-keluarga yang berkumpul dalam gereja ini, dengan prinsip ini membuat gereja kita menjadi sebuah gereja yang maju dan sehat. Kembali lagi, ketika Allah memanggil Abraham keluar dari Ur-Kasdim, maka Abraham dan seluruh keluarganya menjadi sebuah gereja yang kecil. Karena mereka menjadi satu kumpulan yang kecil yang bergerak, yang taat kepada peraturan-peraturan Allah, diarahkan oleh Allah dan bergantung kepada janji-janji Allah. Dalam Kejadian 12:5 menyatakan: Mereka membawa semua yang mereka miliki bersama keluarga mereka. Hasil usaha yang dikumpulkan bertahun-tahun bersama dengan jiwa mereka diletakkan di bawah pemerintahan Ilahi dari Allah dan diarahkan mereka berjalan ke tanah Kanaan. Abraham menjadi keluarga yang besar, bukan saja secara angka. Tetapi Abraham menjadi bapa semua orang yang percaya, semua keluarga bahkan keluarga-keluarga yang kecil sesudahnya. Keluarga-keluarga besar dan kecil sesudahnya akan bergabung dan semuanya memiliki satu tanda ini. Tanda yang sama dengan Abraham, yaitu menyerahkan hidup, jiwa dan kepemilikan semuanya untuk kemuliaan Allah. Itulah gereja. Matthew Henry mengatakan seharusnya itulah keluarga kita, gereja yang kecil, jemaat yang kecil ini. Jadi, apa definisi gereja di dalam keluarga? Yaitu ketika semua anggota keluarga kita, termasuk budak pada waktu itu ada, mempersembahkan dirinya, tunduk kepada Allah, membuat diri mereka menjadi milik Allah, sehingga mereka disebut dengan nama Israel; umat kepunyaan Allah. Sebagai kepala keluarga, kita menyerahkan seluruh hak, posisi, kepentingan dan segala yang dimiliki oleh kita, baik jiwa maupun harta untuk digunakan oleh Tuhan. Kita melepaskan segala sesuatu untuk hidup bagi Tuhan saja. Inilah gereja di dalam rumah. Prinsip utama dari bagian pertama ini adalah dedikasi, mempersembahkan keluarga. Ini adalah sesuatu yang berkenan di mata Tuhan. Intinya Matthew Henry mau menyatakan, Engkau kepala keluarga, ubahlah keluargamu menjadi sebuah gereja. Bagaimana keluarga bisa diubah menjadi sebuah gereja, Matthew Henry? Dedikasikan keluargamu. Semua ayah, semua suami, dedikasikan keluargamu untuk melayani dan menghormati Allah. Sehingga rumah tanggamu menjadi Bethel (rumah Allah) dan bukan Beth-aven (rumah kesia-siaan, rumah pelanggaran dari seluruh dosa). Setiap keluarga Kristen, biarlah engkau melakukan dedikasi secara habitually dan virtually. Itu artinya bukan cuma satu kali. Sampai sepanjang jalan hidup, kemudian saudara membuat satu batu-batu pijakan di mana saudara dan saya mendedikasikan ulang keluarga saudara. Bukan saja berbicara berkenaan sesuatu yang sifatnya berdedikasi di dalam hati. Itu sesuatu yang bisa dilihat, yang ada bentuknya. Matthew Henry kemudian menyatakan sama seperti Yakub itu membuat satu dedikasi untuk Betel. Dia mengatakan: Batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku, aku persembahkan sepersepuluh kepada-Mu. Ini adalah bentuk dedikasi yang terlihat. Perhatikan bahwa ketika Yakub menyatakan dedikasi sepuluh persen, itu bukan berbicara mengenai hanya sepuluh persen yang diberikan. Tetapi ini simbol Allah yang memiliki seluruh dia dan kepunyaannya. Sekali lagi ini dilakukan, Matthew Henry menyatakan: Lakukan ini sepanjang engkau hidup, habitually.

Pada waktu orang Israel keluar dari Mesir, maka mereka didedikasikan hidup bagi Allah untuk disunat. Dengan cara disunat, dalam Perjanjian Baru adalah baptis. Yosua mengatakan: Aku dan seisi rumahku akan hidup melayani Allah. Demikian juga dengan Lidia. Demikian juga dengan Daud. Saudara akan menemukan orang-orang yang hidup dan keluarganya didedikasikan, didedikasikan ulang kepada Allah. Sekali lagi itu mengubah keluarga menjadi gereja. Matthew Henry menyerukan seperti ini, “Saudara-saudara, persembahkan keluargamu kepada Tuhan dan mohonlah agar Dia rela datang untuk mengambil engkau menjadi milik-Nya. Jikalau engkau tidak pernah melakukannya, lakukan malam ini dengan keseriusan dan ketulusan hati yang terdalam. Bawalah tabut Allah masuk ke dalam tenda rumahmu. Wajibkan dirimu, seluruh keluargamu dan kepunyaanmu untuk datang kepada-Nya. Gereja adalah masyarakat yang kudus, didirikan untuk menghormati dan melayani Allah di dalam Kristus. Dikhususkan bekerja dan hidup bagi Allah saja. Demikian juga dengan keluarga kita.” Hal yang pertama adalah meminta seluruh kepala keluarga, orang tua untuk mendedikasikan keluarga kita. Ketika itu terjadi, maka bukan bicara mengenai keluarga Kristen tetapi berbicara mengenai gereja di dalam keluarga.

Setelah dedikasi, maka sekarang bagian kedua yang besar adalah apa yang harus dikerjakan? Harus ada yang dikerjakan. Matthew Henry mengatakan demikian: Jikalau engkau berdoa, dan engkau harus berdoa dengan tulus dan tangan yang bersih naik ke gunung Tuhan. Tangan, berbicara mengenai ketaatan. Maka ketika engkau hidup di hadapan Tuhan dengan mengatakan mencari Allah setiap hari tetapi tidak taat, itu adalah mengejek Tuhan. Satu hal mendedikasikan, tetapi ada hal yang harus dilakukan. Matthew Henry sekali lagi memperlihatkan setiap keluarga melihat Kristus dan gereja-Nya. Lihatlah apa yang penting di dalam gereja. Matthew Henry kemudian meringkasnya menjadi tiga hal yang penting di dalam gereja.

Yang pertama adalah doktrin, itu pengajaran. Yang kedua, adalah worship, adalah ibadah. Dan yang ketiga adalah disiplin, yaitu aplikasi ajaran. Kepala keluarga adalah seperti hamba Tuhan, pelayan yang utama bagi jemaatnya. Sama seperti hamba Tuhan, maka hamba Tuhan melayani karena pelayanan itu turun derivative dari Kristus yang memiliki tiga jabatan. Yang pertama adalah Nabi. Yang kedua adalah Imam. Yang ketiga adalah Raja. Hamba Tuhan melakukan tugasnya karena merupakan turunan jabatan Kristus yang menjadi fungsi kita: Raja, Imam dan Nabi di dalam gereja. Dari jabatan Kristus, maka seluruh pelayanan dan fungsi gereja itu ada. Ini yang menjadi penekanannya. Demikian dengan kepala rumah tangga, karena engkau memiliki jemaat. Perhatikan baik-baik, 3 hal ini prinsipnya. Pertama, dengan fungsi nabi; memastikan pengajaran doktrin dalam keluarga kita. Kedua, sebagai fungsi imam; memastikan ibadah terus berjalan dalam keluarga kita. Ketiga, sebagai fungsi raja; meng-establish, membangun disiplin bagi keluarga kita. Tiga hal ini: family doctrine, family worship, dan family discipline. Saya akan masuk satu-persatu.

  1. Mengokohkan doktrin atau ajaran di dalam keluarga kita.

Di sini kepala keluarga harus deal sebagai man of knowledge. Dalam 1 Petrus 3:7, di dalam bahasa Indonesia dan di dalam bahasa Inggris, ESV tidak terlalu terlihat. Tetapi dalam King James Version begitu terlihat. Di dalam bahasa Indonesia adalah: Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu. Di dalam King James-nya dikatakan: Likewise, ye husbands, dwell with them according to knowledge. According to knowledge. Prinsip Matthew Henry mengatakan bahwa setiap suami, engkau harus menjadi man of knowledge. Man of knowledge kemudian diturunkan kepada keluargamu, sehingga keluargamu mendapatkan benefits. Untuk hal ini, maka ada dua hal pokok yang harus dilakukan. Pertama, adalah membaca Alkitab kepada keluarga kita. Yang kedua, mengajarkan katekisasi kepada keluarga kita.

Saya akan masuk ke dalam yang pertama: membacakan Alkitab kepada keluarga kita. Matthew Henry mengatakan sama seperti gereja, prinsipnya sama, lebih baik tidak ada roti di rumahmu daripada tidak ada pembacaan Firman Tuhan. Ini adalah makanan rohani yang paling dibutuhkan. Ini adalah sesuatu hal yang tajam saudara-saudara, adalah sekali lagi mengatakan: Lebih baik tanpa roti di rumah anda dari pada tanpa Firman. Ini prinsip yang sama, gereja tidak ada uang itu tidak ada apa-apa. Tidak ada Firman, gereja itu celaka! Tetapi apa gunanya kita memiliki Alkitab di rumah tetapi tidak pernah membacanya? Jangan menjadikan Alkitab sesuatu yang asing dalam rumah tangga kita. Mungkin engkau melihat anak-anakmu membaca banyak buku, tetapi Alkitab ditinggalkan. Alkitab adalah center dan prioritas di dalam keluarga kita. Matthew Henry kemudian menegaskan ini: Lihatlah semua orang bijak dan orang yang terbaik yang ada di dalam dunia ini, mereka mendapatkan reputasinya dari satu hal ini, adalah knowledge of scripture. Sebaliknya, lihatlah orang-orang yang binasa, orang-orang ditandai dengan satu hal ini: lack of the knowledge of scripture. Matthew Henry mengatakan, “Biarkan saya jemaat, dengan seluruh kesungguhan di dalam hati saya untuk membawa, membuat anda membaca Alkitab sebagai bagian ibadah keluarga anda setiap hari.” Kalimat ini sendiri sesuatu yang berat saudara-saudara. Tetapi ini yang Matthew Henry lakukan dan ini adalah puritan. Jangan hanya menyukai anak-anakmu membaca Alkitab. Itu baik, tetapi sangat mungkin mereka membaca seperti bahan bacaan lain di sekolah. Tetapi bawa anakmu membaca dengan sikap hati yang hormat. Membawa mereka mengerti bahwa Firman Tuhan hadir dengan otoritas yang melebihi semua buku yang ada. Ketika engkau berdoa kepada Tuhan, dan Dia menjawab engkau melalui Firman-Nya, maka dari sanalah communion with God terjadi. Kemudian Matthew Henry menuliskan sebuah kalimat yang menjadi slogan hidupnya, “Tidak ada yang paling indah di dunia ini selain hidup yang habis dipakai oleh Allah dan memiliki communion dengan Dia setiap hari.”

Hal yang kedua, adalah engkau harus melakukan katekisasi bagi anak-anakmu dan bahkan bagi pembantumu. Saudara tentu tahu, saya pernah bicara berkenaan dengan hal ini. Samuel Rutherford, misalnya, memiliki jemaat dan kemudian suatu hari Archbishop Ussher datang ke kotanya secara menyamar, diam-diam. Kemudian dia datang ke satu rumah dari jemaat Samuel Rutherford dan seperti biasa akan ada tanya jawab Alkitab setiap hari. Orang itu diikutsertakan dan kemudian Archbishop Ussher yang menyamar bertanya, “Ada berapa perintah hukum Tuhan?” Dan salah satu dari anggota keluarga, sangat mungkin sebenarnya bukan anaknya, tetapi budaknya mengatakan, “Sebelas.” Kemudian pemimpin keluarga itu agak malu, dan dia mau menegur orang ini yang sangat mungkin budak itu. Tetapi kemudian Archbishop Ussher mengatakan, “Jangan, jangan, sudah.” Keesokan harinya, hari Minggu Archbishop Ussher berkhotbah kemudian dia mengkhotbahkan perintah yang ke-11 (hukum yang ke-11) yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri dan kasihilah Tuhan Allahmu. Orang-orang pada waktu itu mengerti benar Alkitab. Kenapa? Karena kepala keluarga melakukan katekisasi kepada keluarga mereka. Ulangan 6:7 mengatakan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu. Katekisasi adalah pengajaran Alkitab dan doktrin-doktrin Kristen dengan metode tanya jawab. Katekisasi sangat penting membuat anggota keluarga kita mengerti Alkitab beserta dengan aplikasinya. Matthew Henry menegaskan biarlah kita mengingat musuh sangat rajin, jangan dia mencuri sewaktu keluarga kita tertidur. Berapa banyak dari orang Kristen yang anaknya itu imannya gugur, menjadi ateis, menjadi percaya dengan hal-hal yang lain di dalam dunia ini, tidak lagi kuat untuk melawan dunia, filsafat-filsafat dan agama-agama lain ada dalam pikirannya. Tepatnya, pikiran dan hati mereka ditaklukkan oleh dunia. Karena apa? Karena mereka tidak mengenal firman Allah. Mereka mungkin pergi ke gereja di tengah-tengah kita, tetapi mereka tidak mengerti, mengenal firman Allah. Mereka mungkin tahu harus pergi ke gereja, di gereja enak kok, ada teman-temannya. Tetapi pikiran mereka sudah tertawan, tercuri dengan filsafat dan agama dunia ini. Tidak mengerti firman Tuhan membuat kita terjebak, diserang terbuka oleh setan. Hal yang lain adalah, mengapa pengajaran dan katekisasi yang dilakukan gereja sering tidak effektif? Karena tidak ada katekisasi di dalam keluarga. Ingatlah perawat yang terbaik bukan di Rumah Sakit, tetapi seorang ibu. Guru yang terbaik bukan di sekolah tetapi orang tua.

Itulah sebabnya Amsal 4:3-4 mengatakan: Ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai seorang anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, aku diajari ayahku katanya kepadaku: “Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.” Dalam area ini, Matthew Henry menekankan sekali bagaimana tanggung jawab kita untuk mendidik anak-anak kita. Tiga hal ini dia tekankan. Yang pertama adalah anak-anak sejak kecil sudah mampu hidup menghormati Tuhan. Jangan mengecilkan anak kecil. Mereka mampu menghormati Tuhan atau melawan Tuhan. Matthew Henry mengatakan, buatlah mereka mengerti bahwa mereka adalah persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan. Hal yang kedua adalah, anak-anak adalah benih untuk melayani Tuhan di dunia ini nantinya. Sehingga nama Tuhan akan diperhitungkan dari generasi ke generasi. Anak-anak dirancang untuk menghadirkan Injil dan kebaikan di dunia ini, di zaman yang di depan setelah kita. Hal yang ketiga adalah anak-anak diciptakan untuk hidup di dunia yang lain dari dunia ini. Anak-anak dibuat untuk hidup dalam realm kekekalan. Setiap anak memiliki jiwa yang tidak bisa binasa, yang kekal entah di sorga maupun neraka. Yang sementara akan menentukan di dalam kekekalan. Matthew Henry kemudian menyatakan, “Sanggupkah engkau menanggung kesedihan jikalau karena kecerobohanmu dan ketidakpedulianmu, anak-anak berjalan dalam dosa dan binasa selamanya?” Jangan engkau menghadirkan kutuk Allah kepada mereka karena darah mereka akan ditimpakan di atas kepalamu. Ada satu kalimat dari John Flavel yang sangat tajam di sini, “Apakah engkau bisa menanggung kesedihan kekal ketika melihat anak-anakmu berada di sisi kiri Kristus pada waktu penghakiman terakhir?” Dalam poin ini Matthew Henry menutup dengan sesuatu yang indah, saudara perhatikan: “Engkau tidak dapat memberikan anugerah keselamatan kepada anak-anakmu.” Saudara-saudara tahu bahwa semua orang puritan, saya boleh katakan 99 persen, karena ada beberapa yang tidak, adalah orang-orang reformed dan mereka percaya, dan kami percaya berkenaan dengan predestinasi. Keselamatan hanya anugerah Allah dan bukan usaha dari manusia. Matthew Henry mengatakan bahwa engkau tidak dapat memberikan anugerah keselamatan kepada anak-anakmu. Engkau tidak bisa menghadirkan pertobatan kepada mereka dengan pengajaran-pengajaran konstan yang aku katakan di atas. Tetapi jika engkau melakukan dengan sungguh-sungguh dari hati dan mengajarkan Firman dan doktrin kepada keluarga kita, jika engkau mengajar dengan baik, dengan jalan yang benar, mendorong mereka di jalan yang selayaknya mereka tempuh, jikalau engkau berdoa bagi mereka dan berdoa bersama dengan mereka dan memberikan contoh hidup yang baik dan membicarakan keberadaan jiwa mereka kepada mereka, engkau telah melakukan bagianmu. Kemudian engkau bisa dengan rest meletakkan case ini dan keberhasilannya di tangan Tuhan yang setia. Kalau saudara membaca tulisan-tulisan orang-orang puritan ketika bicara tentang kedaulatan Allah, ketetapan Allah dan predestinasi, dia tidak pernah melihat Allah itu sebagai mesin yang besar. Mereka selalu melihat di dalam relasi kita dengan Allah, adalah berbicara mengenai aspek pengudusan, ada tanggung jawab besar yang Tuhan berikan kepada kita.

  1. Memastikan ibadah keluarga kita.

Ada beberapa poin di sini saya tidak akan membahasnya karena tidak ada waktu. Seluruh khotbah ini membawa saudara untuk bisa menyukai dan coba meneliti lebih lanjut dari buku-bukunya. Seorang kepala keluarga haruslah memastikan ibadah dalam keluarga.

Yang pertama adalah mengakui kebergantungan kita kepada Allah. Saya sebenarnya langsung surprise dengan kalimat yang sederhana ini. Matthew Henry langsung masuk ke inti hati dan rohani kita. Apakah dosa yang tertua dari manusia? Yaitu kesombongan. Apa yang menjadi masalah besar orang-orang Israel yaitu ilah. Dan dua hal ini akan menjadi satu. Manusia selalu ingin bergantung kepada diri sendiri atau orang lain atau keadaan lain selain Allah, dan ketika kemudian berhasil dalam hidupnya membuat kita sombong dan memiliki ilah. Jikalau Tuhan mau menghancurkan dosa kesombongan, maka kita sering sekali dibuat gagal. Gagal bergantung kepada siapapun dan apapun saja selain bergantung kepada Allah. Itu tindakan Allah untuk menghancurkan ilah-ilah dalam hidup kita. Matthew Henry mendorong kepada setiap pemimpin keluarga untuk membawa seluruh keluarganya mengakui kebergantungan kepada Allah. Kita tahu bahwa hal ini yang paling sulit diajarkan dalam hidup kita. Matthew Henry kemudian membawa kita untuk melihat seluruh yang kita dapatkan adalah hasil dari Kristus Yesus yang datang dengan tangan-Nya yang berdarah. Ingatlah semua yang kita miliki dari berkat Tuhan. Dia yang menentukan pasangan kita. Dia memberikan kita anak-anak. Dia memberikan segala kepunyaan kita, harta benda. Dia yang menebus hidup kita. Dia membuat keluarga kita diberkati. Dalam Kristus seluruh bumi akan mendapat berkat.

Hal yang kedua adalah mengakui dosa-dosa kita yang melawan Tuhan. Perhatikan apa yang saya dapatkan dari sini. Dosa dari masing-masing anggota keluarga kita; akibatnya adalah kepada seluruh keluarga kita. Alkitab menyatakan, dosa-dosa keluarga Eli, padahal yang melakukan dosa itu adalah anaknya. Dalam Kitab Keluaran, Allah mengatakan, Allah akan memperhitungkan dosa ayah diperhitungkan kepada anak-anaknya, keturunan yang kedua dan ketiga. Ketika Daud benar maka berkat akan datang kepada seluruh keluarganya. Ketika dia berzinah, maka seluruh keluarganya mendapatkan kecelakaan. Saya tidak mau membuat saudara-saudara menjadi paranoid di sini. Kemudian saudara lihat dosa papa saudara atau dosa anak saudara lalu kemudian rasa insecure. Saya akan mendudukannya di dalam tempat yang sehat. Perhatikan baik-baik, ini bicara berkenaan dengan komunitas. Allah memandang kita dalam sebuah komunitas. Allah tidak memandang saudara secara individual. Itulah sebabnya orang Israel itu dilihat sebagai komunitas. Itulah sebabnya Allah itu melihat gereja, bukan kerohanianmu sendiri. Kembali seluruh keluarga harus mengakui dosa-dosa kita. Matthew Henry menyatakan: Betapa menyedihkan kondisi keluarga-keluarga yang berdosa bersama-sama tetapi tidak pernah berdoa bersama-sama.

Hal yang ketiga, yaitu memberikan ucapan syukur keluarga kita karena berkat yang sudah diterima dari Tuhan. Sekali lagi, maka Matthew Henry melukiskan betapa banyaknya berkat pemeliharaan, perlindungan yang Tuhan berikan. Perhatikan bagaimana Tuhan membangunkan kita dan dapat berkumpul pada pagi hari, dan pada malam hari kita bisa berkumpul bersama-sama pulang dengan selamat setelah kita bekerja. Kita diberikan perlindungan yang besar, kita diberikan kesehatan, kesembuhan dari sakit, diberikan makan dan minum, tenda untuk tidur. Biarlah kita bersama-sama dengan kaum Israel, keluarga Harun dan Lewi menyatakan: Kasih setia-Nya tetap untuk selama-lamanya.

Keempat adalah menyampaikan permohonan untuk belas kasihan dan anugerah Allah yang ada di depan. Kita ingat bahwa Paulus pun minta untuk jemaat mendoakan dia. Maka demikian juga untuk seluruh keluarga biarlah kita boleh satu dengan yang lain mendoakan, saling mendoakan untuk keperluan anugerah di depan.

Hal yang kelima adalah berdoa syafaat bagi orang lain. Gereja harus bersyafaat kepada orang lain untuk hamba-hamba Tuhan lain, gereja-gereja lain di seluruh muka bumi. Demikianlah juga dengan keluarga kita. Doakan untuk tetangga-tetangga kita dan juga orang-orang yang kita temui.

  1. Meneguhkan disiplin keluarga.

Dalam hal ini ada dua hal yang dinyatakan oleh Matthew Henry. Dia menggunakan kata countenance dan kemudian discountenance. Ini adalah bicara berkenaan dengan seseorang yang memandang dengan wajahnya yang muncul dari hatinya dan wajahnya menyingkapkan sesuatu. Kalau ada sesuatu yang baik di dalam keluarga kita, yang dikerjakan oleh anak-anak kita. Maka Matthew Henry menggunakan kata countenance. Bukan sekedar cuma memuji,” Oh bagus, bagus.” Ketika saya mempelajari ini, itu artinya keluar dari hati kita kepada anak-anak kita atau kepada keluarga kita. Bukan sekedar basa-basi untuk memuji. Segenap hati dan terlihat dari wajah. Tetapi hal yang kedua adalah tunjukkan berkenaan dengan discountenance; menegur segala sesuatu yang jahat di dalam keluarga kita. Menegur kesombongan, nafsu, kemalasan, membuang waktu, kebohongan, fitnah. Jangan biarkan ragi mengkhamiri seluruh adonan. Dan lakukan teguran untuk menjaga kehormatan Allah, bukan karena interest kita. Dengan lembut hati dan hikmat. Tunjukan dirimu lebih tidak senang dengan apa yang merupakan pelanggaran terhadap Tuhan, apa yang hanya menghina atau merusak dirimu sendiri. Jadikan penghuni-penghuni rumah kita adalah penghuni-penghuni kebenaran. Sehingga dosa tidak berteduh di dalam rumah kita.

Saya tahu banyak dari saudara yang pemuda, pekerja, yang belum menikah. Tetapi saudara-saudara harus tahu akan menemukan khotbah-khotbah seperti ini, yang seakan-akan tidak ada relasinya dalam hidup saudara, yang adalah khotbah yang paling sulit saudara lakukan ketika saudara-saudara sudah berumur dan menikah. Kalau saudara tidak mau mendengarkan pada saat ini dan tidak mau belajar melakukannya, Saudara tidak mungkin bisa membangun seluruh yang dikatakan Matthew Henry hanya dengan membalik tangan saudara dalam satu hari.  Ini adalah sesuatu komitmen hati berjalan bersama Tuhan setiap hari, sepanjang hidup sulitnya luar biasa. Kalau saudara tidak hati-hati memilih teman hidup yang tidak memiliki habitual seperti ini, dalam beberapa bulan seluruh kebiasaan ini akan hilang. Dan saudara tidak bisa untuk membangunnya di dalam waktu singkat. Maka saudara-saudara, apakah engkau pemuda, apakah engkau pekerja, apakah engkau sudah berkeluarga, apakah engkau senior? Bersama-sama dengan saya, dedikasikan keluarga dan hidup kita sekali lagi pada hari ini dipakai untuk kemuliaan Allah. Untuk dijadikan satu dengan denyut jantung-Nya, yaitu gereja-Nya.

Matthew Henry menekankan hal-hal ini dengan mengatakan: Inilah berkat yang Tuhan akan berikan. Ada enam hal. Yang pertama adalah Tuhan akan tinggal bersama di rumahmu. Ini adalah berkat yang terbesar. Hal yang kedua, Tuhan akan menjadi pelindung keluargamu. Hal yang ketiga, engkau akan mengusir setan dengan kuasa Tuhan keluar dari keluargamu. Jika rumahmu tidak dijadikan gereja, di mana Tuhan memerintah, maka setan dan kejahatan akan berdiam di dalam keluargamu. Hal yang keempat, engkau akan mendapatkan kenikmatan hidup di dalam keluargamu. Berapa banyak orang yang tidak mendapatkan kenikmatan hidup di dalam keluarganya? Adalah bukan karena apapun saja, tetapi karena tidak ada Tuhan yang memberkati dan hadir dalam keluargamu. Tetapi kalau seluruh keluarga itu kesukaannya di dalam Tuhan yang hadir, maka ada kenikmatan kita di dalam keluarga kita. Hal yang kelima, ini adalah warisan dari generasi ke generasi yang kokoh. Mengapa ada satu generasi yang terhilang. Mengapa ada gereja yang decline? Apakah itu tanggung jawab dari satu orang, majelisnya, penatuanya, hamba Tuhannya? Ya benar, dalam Alkitab pemimpin-pemimpin gereja, imam-imam banyak menyeleweng sehingga ada decline. Tetapi itu diikuti oleh seluruh Israel yang hatinya sendiri sudah mendua. Itu diikuti oleh keluarga-keluarga yang tidak saleh dan tidak hidup berdedikasi bagi Allah. Hal yang keenam, terakhir. Itu adalah kesejahteraan gereja lokal dan akhirnya menjadi berkat bagi dunia. Matthew Henry menyatakan: Setiap orang harus menyapu di depan pintunya sendiri maka kemudian jalan akan manjadi bersih. Jika ada sebuah gereja di setiap rumah, maka akan ada gereja di negeri kita, yang menjadikan pujian bagi Allah di seluruh muka bumi dan keindahan dan kedamaian bagi Inggris. Demikian kata dari Matthew Henry,” Kita tidak bisa melayani negara ini lebih baik lagi dari membuat keluarga kita menjadi sebuah gereja.”

Seorang bernama George Whitefield, adalah seorang yang dipakai Tuhan untuk melakukan satu kebangunan rohani. Kalau saudara-saudara melihat Great Awakening, kebangunan yang besar pada abad ke-18 awal, maka salah satu orang dibaliknya bernama George Whitefield. Dia berkeliling ke mana pun saja, dan dua benua dikelilinginya. Setiap kali dia berkhotbah, dia yang membuka pelayanan khotbah secara massal di depan ribuan orang, bahkan pada waktu itu tanpa speaker. Allah menghadirkan ribuan, puluhan ribu di dalam khotbahnya. Diperkirakan sepanjang pelayanannya, dia menjangkau jutaan orang, mungkin 3-4 juta. Bahkan ada yang mengatakan sampai 10 juta. Dia juga yang dipakai untuk membangunkan John dan Charles Wesley untuk hidup melayani Tuhan, menjadi pengkhotbah KKR di jalanan. Setiap kali George Whitefield berkhotbah, maka di kota itu 80 persen orang-orang datang ke tempat kebaktiannya. Begitu jelas tangan Tuhan ada di atas kepalanya. Seorang reformed yang berkuasa dan berkobar-kobar bagi Allah. Khotbah yang begitu tajam dan masuk ke dalam setiap hati orang yang mendengarnya. Dalam buku hariannya, ketika ditanya: George Whitefield, dari mana sumber khotbahmu? Maka George Whitefield mengatakan, “Sumber khotbah saya adalah dari commentary Matthew Henry.” George Whitefield membaca commentary Matthew Henry sepanjang hidupnya empat kal, dari depan sampai belakang. Setiap kali dia membaca sambil berlutut. Kalau saudara-saudara kembali menelusuri ke Matthew Henry dan tanya kepada dia: Dari mana engkau punya doktrin? Dari mana engkau punya pengajaran? Dari mana engkau mau mengasihi Alkitab? Maka seluruh tulisan Matthew Henry adalah seluruh tulisan khotbah yang dibukukan. Setiap bagian-bagian Alkitab. Maka dia akan mengatakan: Dari papaku, Philip Henry. Setiap pagi dan sore hari dia mengumpulkan kami untuk melakukan family altar, membaca Alkitab dan kemudian mengertinya. Luar biasa keluarga ini! Dari rumah, yang didedikasikan sebagai gereja, melakukan semua yang Matthew Henry lakukan karena dia mencontoh papanya. Tuhan membawa pembicaraan di rumah itu pergi ke seluruh benua, dikhotbahkan oleh George Whitefield dan banyak orang-orang lain yang membaca commentary Matthew Henry. Itu adalah pekerjaan Tuhan. Minggu yang lalu saya sudah pernah berbicara tentang John Owen, yang ia ragu akan imannya dan kemudian mendengarkan khotbah dari seseorang yang dia sampai mati tidak lagi ketemu dan tidak tahu siapa. Dan pagi hari ini, saudara-saudara mendengar seorang yang dipakai Tuhan dan Firman-Nya itu mempertobatkan jutaan orang, tetapi itu lahir dari satu keluarga yang bahkan mungkin sebelum pagi ini saya berkhotbah, saudara tidak kenal siapa. Apakah ini sesuatu yang kecil? Khotbah ini sesuatu yang biasa? Ini adalah sesuatu di rumah tangga? Setia dalam perkara-perkara kecil maka saudara akan melihat bagaimana Tuhan mengerjakan hal-hal yang besar di dalam kedaulatan-Nya, seturut dengan waktu-Nya. Kiranya Tuhan menjadikan keluarga kita gereja-Nya.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0404242433
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney

^