[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

14 June 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Bara Api dari Altar - Samuel Ward (Seri Puritan 2)

Wahyu 3:14-19; Yohanes 2:13-17

Dunia ini tidak mengenal ada satu sifat yang Tuhan berikan dari surga kepada gereja-Nya, kepada hamba-hamba-Nya yang sejati. Dan sifat itu adalah godly zeal. Sangat sedikit orang yang memilikinya dan sangat sedikit pula orang yang mengenal naturnya. Dan dunia sendiri akan membenci orang-orang yang seperti ini dan dunia sendiri salah mengerti akan orang-orang yang seperti ini. Dunia tidak mungkin akan menerima karena ini sesuatu yang tidak masuk akal mereka. Tetapi sesungguhnya bagi gereja Tuhan, godly zeal ini adalah kekuatan jiwanya. Ini bagaikan sayap pada burung, dan hembusan angin bagi perahu yang sedang berlayar. Ini seperti keberanian bagi prajurit dan kekuatan bagi seekor kuda. Tanpa sifat-sifat godly zeal ini, tanpa orang-orang godly zeal di dalam gereja, maka gereja tidak akan maju. Dan gereja akan selalu kalah oleh dosa dunia dan setan. Tetapi dengan adanya orang-orang dengan godly zeal ini maka kerajaan Allah akan meluas ke seluruh muka bumi. Tetapi siapa yang dapat mengerti dan siapa yang dapat melihat? Siapa yang dapat menghargai orang-orang seperti ini? Lihatlah apa yang terjadi pada Yohanes 2 yang tadi kita baca. Yesus datang ke tempat Bait Allah dan kemudian Dia memporakporandakan semuanya. Ini adalah pelayanan publiknya pertama kali. Apakah saudara pernah melihat seorang presiden, pelayan begitu sudah mulai ditahbiskan, begitu sudah mulai dilantik, besoknya dia pergi ke pasar dan mengobrak-abrik semuanya? Apa yang Engkau lakukan Yesus? Bukankah seharusnya Engkau bersabar, Engkau seharusnya toleransi, ini pertemuan-Mu yang pertama, mungkin Engkau misunderstand. Bahkan mungkin Engkau harus tahu bahwa ini adalah pertemuan-Mu pertama secara publik, Engkau harus menjaga first impression. Engkau tidak ramah, Engkau tidak sopan Yesus. Tetapi Yesus mengatakan, “Tidak!” Dan kemudian kita tanya kepada Yesus, “Apa yang mendorong-Mu melakukan ini?” Alkitab mengatakan satu hal, “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” Dunia akan melecehkan orang-orang seperti ini, dunia akan salah mengerti orang-orang seperti ini. Jangankan bicara dunia, bahkan orang-orang gereja yang suam-suam kuku akan menghina orang-orang seperti ini. Engkau akan mengatakan bahwa orang itu terlalu ekstrim.

Saudara-saudara, lihatlah jemaat di Laodikia, bagaimana Yesus begitu sangat marah kepada jemaat ini. Satu hal, prinsipnya mereka tidak berguna bagi Kristus. Di situ, pada waktu itu, selalu ada dua aliran air, yang satu panas, yang lain dingin. Saat aliran air panas akan membuat kesembuhan, aliran air dingin akan membuat refreshment, tetapi pada satu titik kedua aliran air ini bergabung. Dan apa yang terjadi pada air yang suam-suam kuku, tidak bisa untuk menyembuhkan, tidak bisa untuk refreshment. Orang di Laodikia pun ketika dia meminum air itu dia akan memuntahkan. Apa yang mereka lakukan itu sekarang Tuhan mengatakan, “Aku akan memuntahkan engkau.” Orang ini sama sekali tidak memiliki kegunaan bagi Allah. Orang yang tidak berguna bagi Allah akan dibuang oleh Allah. Ini adalah salah satu kalimat yang tajam di dalam Alkitab, persis seperti Yesus Kristus mengatakan garam kalau sudah tidak asin dengan apa dia akan diasinkan, dia hanya akan dibuang, diinjak orang.  Kalimat “tidak ada gunanya” keluar dari mulut Allah. Oh, biarlah kita seluruhnya harus takut sekarang. Kalau saudara-saudara ada di rumah dan kemudian bapak kita mengatakan kamu anak yang tidak berguna, bukankah itu segala-galanya? Bukankah kita tahu bahwa sebenarnya kita tidak bisa menyenangkan dia? Kita tidak masuk ke dalam ekspektasinya Tuhan. Kita mengatakan Allah itu kasih, Allah itu murah hati, Allah adalah Allah yang memiliki standar.

Saudara-saudara lihat di dalam Laodikia itu apakah mereka orang miskin menderita? Jawabannya adalah tidak. Di sini dikatakan, engkau semuanya baik. Engkau mengatakan bahwa engkau adalah satu jemaat yang kaya, yang baik hidupnya. Orang Laodikia akan mengatakan aku tidak kekurangan apa-apa, keluargaku baik, relasi dengan suami, dengan istri, dengan anak-anak baik, dengan mertua, dengan menantu semua baik, ekonominya baik, pekerjaannya baik, semua sehat ok kan? Dan juga tidak ada yang menjadi pembunuh, pezinah di dalam keluargaku. Aku menjaga nama baikku, semuanya baik bukan? Tuhan mengatakan, “Engkau melarat!”  Sejak kapan saudara menilai diri berdasarkan semua anugerah yang Tuhan berikan? Anugerah itu anugerah. Di hadapan Allah bagaimana kita berespon terhadap anugerah itu yang paling penting. Jangan mengukur diri kita baik-baik atau tidak berdasarkan keadaan yang kita terima dari Tuhan. Ukur diri kita berdasarkan ketaatan kita kepada Allah. Ukur diri kita sebagaimana Allah itu mengukur kita berdasarkan pelayanan perjuangan kita di hadapan Allah. Ukur diri saudara dan saya berdasarkan satu hal ini kita dipakai oleh Allah atau tidak. Laodikia, kau mengatakan kau semuanya baik saudara pernah bertemu dengan satu keluarga besar semuanya baik suami istri papa mama ada anak-anak nanti kemudian difoto oh keluarga besar semuanya baik. Yang ini jadi dokter, yang ini jadi lawyer, semuanya baik, anak-anaknya pintar, main piano semuanya, semuanya baik. Dan kemudian kita itu dilihatin foto itu ya, senang ya kelihatannya memang harus seperti itu ya, keluarga ideal ya. Tuhan katakan, “Melarat kau!” Itu bukan kalimat saya, itu kalimat Tuhan. “Aku akan memuntahkan engkau hidup itu tidak ada satu kegunaannya pun untuk kerajaan Allah di tengah-tengah dunia!” Terhadap kalimat seperti ini pun kalau di dalam hatimu engkau tetap mengatakan ini keterlaluan, ini terlalu ekstrim, karena engkau suam-suam kuku. Jangan bersembunyi di dalam dosa. Lihat Alkitab, jangan menyimpulkan sendiri hidupmu. 

Hidup yang paling kasihan adalah diciptakan tetapi tidak dipakai. Ini adalah orang-orang yang hidupnya diberkati tetapi sama sekali tidak ada pengaruh apapun saja untuk pekerjaan Tuhan. Lihatlah apa yang dilakukan oleh Kristus, setelah Dia dibaptis itu artinya direndahkan di hadapan semua umum, diurapi menjadi Raja, Imam, dan Nabi oleh Roh Kudus. Artinya direndahkan maka ke mana dia menuju?  Ke Bait Allah, Gereja. Orang yang tidak mencintai gereja Tuhan dan dengan begitu banyak alasan teologia, saya hanya akan mau mengatakan apakah engkau membaca Alkitab ini baik-baik? Orang-orang Puritan mengajarkan kepada kita bagaimana mengasihi Allah. Dan orang yang mengasihi Allah pasti akan concern kepada jemaat Allah.

Hari ini kita bicara mengenai godly zeal dan hal apa yang kita perhatikan di dalam godly zeal:

(1) Godly zeal adalah suatu kobaran api di dalam hati yang menghasilkan pengabdian yang kudus.

Sekali lagi ini adalah kobaran api di dalam hati kita yang menghasilkan pengabdian yang kudus. Ini adalah bentukan Roh Kudus di dalam proses pengudusan. Paralel dengan bentukan Roh Kudus untuk kita semakin serupa dengan Kristus. Paralel dengan bentukan Roh Kudus di dalam hati kita untuk kita memiliki hati yang semakin mengasihi dan menghormati Allah. Godly zeal itu keluar dari bentukan hati yang makin lama makin mengasihi Allah. Ketika saya bicara mengasihi Allah itu adalah mengasihi dari sifat-sifat Allah. Misalnya saja kebenaran-Nya, keadilan-Nya, kesucian-Nya. Itulah sebabnya orang-orang dengan godly zeal ketika kebenaran Allah dibengkokkan, dia akan muncul keluar dan marah. Samuel Ward mengatakan jikalau engkau tidak perduli dengan adanya kesesatan, itu memang karena engkau tidak perduli dengan kebenaran Allah. Dan jikalau godly zeal ini ada pada jiwa seseorang, akan sangat terlihat orang ini memiliki energi antusias gairah yang besar yang kudus. Dan dia akan tekun untuk hidup di dalam pengabdian sepenuhnya bagi Tuhan. Saudara perhatikan energi, antusias, gairah yang besar, yang kudus, tekun bukan sesekali, bukan semangat yang hari ini ada lalu kemudian besok hilang, tetapi tekun terus bertahun-tahun, saudara akan melihat apinya yang tidak pernah bisa dipadamkan. Dan seringkali orang dengan godly zeal ini tersulut dengan kemarahan kudus ketika Allah, kebenaran-Nya, pekerjaan-Nya, dan umat-Nya dipermainkan. Perhatikan ada bentukan, ada api yang diciptakan di dalam diri orang tersebut. Kalau saudara-saudara melihat di dalam Alkitab, maka Tuhan sendiri mengidentikkan cara bekerja-Nya itu dengan api.

Kepada Musa, pertama-tama Dia memanggil Musa itu adalah dari satu semak duri yang terbakar. Dia sendiri memimpin umat-Nya dengan tiang api dan tiang awan. Dengan api, Dia menghanguskan Sodom dan Gomora. Dengan api, Dia akan mengakhiri dunia ini di dalam kiamat. Dia membaptis murid-murid-Nya dengan Roh Kudus yang adalah lidah-lidah yang berapi. Mesias sendiri dikatakan oleh Yohanes, kalau Dia datang, Dia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Elia itu disebut sebagai nabi api. Dia berdoa dan api itu turun dari langit. Dia berkhotbah dan revival itu terjadi di seluruh negeri dan dia sendiri pergi ke surga dengan kereta berapi. Api adalah tanda perkenanan Allah. Jikalau seorang nabi memberikan persembahan, maka kemudian Allah berkenan maka Dia akan menghanguskan persembahan itu dengan api. Ketika Allah itu memberikan covenant kepada Abraham dan kemudian Abraham disuruh membelah binatang menjadi dua satu di kanan satu, di kiri dijejerkan. Dan kemudian Abraham menunggu apa yang terjadi, dan kemudian gelap itu mengelilingi. Dan tiba-tiba api itu menghanguskan di sebelah kanan dan kiri daripada korban itu. Itu adalah tanda Allah itu berjalan di tengah-tengah korban itu. Alkitab sering sekali menyatakan Tuhan sendiri mengidentikkan diri-Nya, kehadiran-Nya, pekerjaan-Nya dengan api. Alkitab mengatakan Allah adalah api yang menghanguskan. Alkitab mengatakan Dia membentuk pelayan-pelayan-Nya adalah nyala-nyala api. Dan Dia ketika mau mendorong daripada orang-orang yang dipilih-Nya maka Dia mendorong dalam hati seperti api. Yeremia pernah mau diam, aku tidak mau lagi mengatakan firman Tuhan. Tetapi kemudian dia mengatakan ketika aku menetapkan diri untuk diam ada sesuatu api seakan-akan dalam sekam dalam hatiku, dalam seluruh bagian tulangku, aku tidak bisa tahan. Dan itu adalah godly zeal. Kobaran api di dalam hati yang menghasilkan pengabdian yang kudus.

(2) Orang dengan godly zeal adalah orang dengan satu hal saja, satu fokus saja, single heart.

JC Ryle menjabarkan dengan panjang lebar. Dia menyatakan seperti ini, seorang dengan godly zeal pada dasarnya adalah seorang dengan satu hal. Tidaklah cukup untuk mengatakan bahwa dia adalah seorang yang sungguh-sungguh, tidaklah cukup bahwa dia adalah orang yang tulus, tidak kompromi, teliti sepenuh hati, sesungguhnya Dia melihat hanya satu hal saja. Dia perduli hanya satu hal saja, dia hidup untuk satu hal saja, dia tertelan untuk satu hal saja, dan satu hal itu adalah menyenangkan hati Tuhan. Apakah Dia hidup atau apakah dia mati? Apakah dia sehat atau apakah dia sakit? Apakah dia kaya atau apakah dia miskin? Apakah dia disukai oleh manusia, apakah dia dimusuhi oleh orang banyak? Apakah dia dianggap bijak atau dia itu diejek-ejek dianggap bodoh? Apakah dia disalahkan atau dia mendapatkan pujian? Apakah dia dihormati apakah dia dipermalukan untuk semua ini orang? Dengan godly zeal tidak perduli sama sekali. Ia terbakar untuk satu hal, dan satu hal itu adalah menyenangkan Tuhan dan hidup untuk kehormatan Allah. Dia hidup untuk menyenangkan Tuhan dan hidup untuk kehormatan Allah saja. Saudara perhatikan bagian ini, orang godly zeal adalah seorang dengan satu hal saja. Saya akan memberikan kepada saudara-saudara aplikasi di dalam hal ini saja. Perhatikan baik-baik, setelah seluruh kotbah ini saudara mungkin akan berpikir ingin mendapatkan godly zeal itu. Dan ini adalah sesuatu yang Tuhan bentuk di dalam hidup kita. Tetapi saudara-saudara perhatikan satu prinsip ini, api itu tidak akan turun sebelum korban itu diletakkan di atas mezbah. Api itu akan menyambar kita, menyambar seseorang yang meletakkan dirinya total di atas mezbah tanpa reversal. Saudara lihat itu prinsipnya. Saudara mungkin mengatakan aku ingin seperti dia tetapi kita tidak pernah mau menyerahkan hidup kita di atas altar. Orang dengan godly zeal adalah orang dengan satu fokus maka pengabdian maka itu serahkan terlebih dahulu di hadapan Tuhan, baru api itu akan turun.

(3) Orang dengan godly zeal adalah dengan satu api itu akan masuk ke seluruh afeksinya.

Menumbuhkannya, mengarahkannya, memuncakkan seluruh afeksi itu. Afeksi yang suci di dalam hati kita menjadikan dia itu seorang tentara Tuhan yang siap melawan dosa dunia dan setan. Saudara perhatikan apa yang Samuel Ward di sini katakan bagaimana api itu masuk ke dalam seluruh afeksi. Menumbuhkan, meng-improve-nya dan membuatnya begitu tinggi di dalam kesucian, hasilnya, saudara akan menemukan orang yang sangat tajam di dalam afeksinya. Dan sekali lagi, itu akan membuat saudara dan saya tercengang dan bahkan mungkin menganggap orang ini aneh. Aneh bukan karena sesungguhnya orang ini aneh, tetapi karena engkau dan saya berjalan berada di bawah standar yang Tuhan inginkan. Dan orang yang di bawah mungkin hanya bisa mencemooh. Orang di bawah mengatakan, “Oh orang itu memang seperti itu, tiap orang lain-lain.” Hal-hal seperti ini adalah hal-hal yang banyak sekali orang Kristen bahkan tidak mengerti. Sekali lagi, godly zeal ini masuk ke dalam setiap ujung-ujung perasaan itu.

Saudara-saudara mari kita melihat di dalam berbagai bagian. Saudara ingat saja berkenaan dengan ayat-ayat ini. Bagaimana orang dengan godly zeal itu masuk di dalam kerinduannya. “Seperti rusa yang merindukan air demikian jiwaku merindukan Engkau ya Tuhan.” “Di dalam kerinduannya orang ini berkata biarlah aku menumpang di dalam kemah-Mu untuk selama-lamanya.” “Biarlah aku berlindung di dalam naungan sayap-Mu.” “Betapa disenangi tempat kediaman-Mu ya Tuhan semesta alam.” “Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan.” “Hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.” Saudara lihat kerinduannya. Bahkan mungkin sekarang banyak orang yang kemudian lock down di rumah dia malah akhirnya senang, “Ah, mumpung seperti itu tidak perlu pergi ke gereja.” Gereja tidak akan pernah bisa mengikat siapapun saja manusia. Kalau company atau sekolah itu pasti mengikat kita. Saudara mau mengerti diri kita sesungguhnya itu apa, maka bagaimana respon kita terhadap rumah Allah. Di sini dikatakan, “Biarlah aku boleh berlindung di dalam naungan sayap-Mu, betapa disenangi tempat kediaman-Mu ya Tuhan semesta alam.” Kita sudah bicara mengenai kerinduannya, sekarang kita bicara mengenai kecemburuannya. Dia mengatakan, “Bahkan burung pipit itu sudah mendapatkan rumah di mezbah-Mu ya Allahku.” Mereka boleh pergi ke sana kenapa aku tidak? Suatu kerinduan, sesuatu kecemburuan terhadap burung pipit yang lebih rendah dari dia. Dia tidak cemburu, dia tidak merindukan mengenai kekayaan, dia merindukan untuk mendekat kepada Allah dan bersekutu dengan orang-orang pilihan Allah. Orang-orang pilihan Allah itu, ya Tuhan itulah kebanggaanku. Saudara-saudara lihat bagaimana dengan kehausannya, “Mulutku dinganggakan dengan megap-megap sebab aku merindukan perintah-perintah-Mu.”

Saya sudah pernah berbicara mengenai hal ini, satu hari saya pernah mengajak teman saya untuk menonton film dan kemudian dia tanya, “Ayo nonton apa, Bos?” “Sepuluh perintah Allah.” “Saya tidak mau, ngapain sepuluh, tiga saja sudah capek.” Saudara-saudara, bagi banyak orang di dunia ini, mereka tidak mau melihat perintah Allah membebani kehidupan mereka. Tetapi saudara lihat bagaimanakah godly zeal ini masuk ke dalam kehausannya, “Mulutku dinganggakan dengan megap-megap sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.” Saudara lihat sekarang pengharapannya, “Aku sangat menanti-nantikan Tuhan seperti pengawal mengharapkan pagi hari.” Dia mengejar Allah. Dia mengharapkan bertemu dengan Allah. Saudara lihat kesukaannya, “Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaran-kegemaranku menjadi penasehat-penasehatku.” Saudara lihatlah cintanya, “Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.” Saudara lihat kemarahan dan kebenciannya, “Aku gusar terhadap orang fasik yang meninggalkan taurat-Mu, aku membenci orang-orang yang meninggalkan Engkau, aku sungguh-sungguh membenci mereka.” Lihatlah ketakutan orang ini, “Badanku gemetar karena ketakutan terhadap Engkau, aku takut kepada penghukuman-Mu.” Dia hidup di tengah-tengah manusia yang tidak perduli akan firman Allah maka pemazmur ini menyatakan firman Allah dan hukum-hukum Allah adalah sesuatu yang harus kita takuti kita hormati dan lihatlah bentukkan godly zeal kepada orang-orang yang Roh Kudus kerjakan kepada orang-orang pilihan-Nya. Lihatlah apa yang menjadi kesedihannya ketika Yesus Kristus memberikan satu mujizat di depan semua murid-murid-Nya dan ada Petrus di sana, langsung Petrus tahu Dia adalah Mesias, Dia adalah Tuhan, dia langsung tahu ini adalah orang yang suci adanya. Dan dengan ketakutan, kegentaran dan kesedihan yang besar dia mengatakan, “Pergi Tuan, pergi Tuan dari aku, pergi, aku orang berdosa.” Pada orang-orang yang memberontak Tuhan, Tuhan akan mengatakan, “Pergi engkau dari hadapan-Ku”; sebaliknya orang yang dikasihi oleh Tuhan, Roh Kudus bekerja di dalamnya, dia tahu dia tidak layak dan ketika dia sudah melakukan dosa dia akan mengatakan dengan air mata, “Pergi Tuhan, pergi, aku orang berdosa.”

Pagi ini saya bertanya kepada saudara-saudara apa pengharapanmu? Apa kerinduanmu? Apa kehausanmu? Apa cintamu? Apa kemarahanmu? Apa kebencianmu? Apa ketakutanmu? Apa isi perasaan-perasaanmu? Dan biarlah saya boleh bertanya satu hal ini ketika engkau sendirian, ketika tidak ada orang lain melihat engkau, engkau menangis, engkau sedih dengan amat sangat, apa yang menjadi kesedihanmu, hai jemaat? Apakah ada godly zeal ini? Ketika kita bicara mengenai perasaan, kita berpikir bahwa orang reformed selalu mementingkan pemikiran, sebenarnya ini tidak benar. Saudara-saudara akan menemukan bahwa orang reformed tidak pernah mau memberikan satu pengertian keutamaan pikiran. Di dalam hidup manusia selalu ada think, feeling and action; think, feeling and will. Dan dosa itu masuk ke dalam semuanya dan pengudusan akan juga masuk ke dalam semuanya, maka tidak ada yang lebih penting satu dengan yang lain, meskipun begitu tetap adalah benar orang reformed menyatakan bahwa thinking, cara pikiran itu adalah sesuatu hal yang paling depan ketika bersentuhan dengan dunia di luar kita. Apa yang engkau rasa dan apa yang menjadi keputusan kita berdasarkan apa yang kita pikirkan, kesimpulan terhadap satu situasi tertentu. Tetapi di tempat yang lain, orang Puritan itu dengan begitu jitu mengatakan mereka mau untuk kita mengevaluasi apa perasaan-perasaan yang pertama kali muncul di dalam pikiran, dalam hati kita, karena itu akan mengatakan sebenarnya kita ini siapa. Pikiran itu memiliki cara pengujiannya sendiri, tetapi di tempat yang lain kita mudah sekali dibodohi oleh pikiran kita. Maka perasaan pertama yang muncul itu sering sekali mengindikasikan kita itu siapa. Richard Baxter menyatakan pikiran orang munafik akan mengatakan bahwa Tuhan adalah kebaikan tertinggi bagi dirinya tetapi perasaannya menyatakan lain. Dunia lebih dicintainya daripada Tuhan, sehingga sesungguhnya dunia itu adalah tuhannya. Kita mengatakan Tuhan segala-segalanya, pekerjaan Tuhan segala-galanya, tetapi sebenarnya perasaan kita tidak mengatakan demikian, karena memang sebenarnya di hati kita bukan Tuhan yang paling utama, mungkin keluarga, mungkin pekerjaan. Biarlah kita boleh jujur. 

(4) Godly zeal yang sejati adalah biblical zealous. Zeal yang lahir yang dijagai oleh Firman. Saudara perhatikan, lahir dari Firman dan dijagai oleh Firman. Samuel Ward menekankan hal ini dan membandingkannya karena ada kerajinan-kerajinan, kesungguhan-kesungguhan tetapi bukan biblical. Samuel Ward mengatakan ada api asing yang seringkali ada di dalam gereja Tuhan. Imamat 10 bicara mengenai Nadab dan Abihu mereka melayani tetapi Alkitab mengatakan mereka melayani dengan api yang asing di hadapan-Ku yang tidak Aku perintahkan. Apakah orang ini zealous jawabannya adalah ya. Apakah orang ini bergairah? Jawabannya adalah ya. Apakah orang ini bersemangat? Jawabannya adalah ya. Tetapi ternyata palsu karena tidak lahir dari pengenalan akan Allah di dalam Firman.

Ada tiga hal yang disoroti oleh Samuel Ward: (i) Api yang asing itu yang pertama adalah api yang liar. (ii) Yang kedua adalah api yang buta atau zeal yang liar zeal yang buta. (iii) Yang ketiga adalah zeal yang munafik.

  • Hal yang pertama, zeal yang liar. Thomas Brooks mengatakan yang mengajarkan juga berkenaan dengan godly zeal; dia mengatakan zeal itu seperti api, perhatikan api itu harus berada di dalam tungku perapian sehingga menjadi pelayan yang baik bagi kita. Di dalam tungku perapian kita buat untuk memasak, saudara bisa menanak nasi di atasnya, saudara bisa membakar jagung di atasnya. Tetapi jikalau api itu keluar dari tungku itu maka akan membuat rumah saudara terbakar dan Thomas Brooks mengatakan zeal yang sejati itu harus ada di dalam tungku itu. Dan tungku yang membatasi api itu adalah zeal yang dibatasi dan lahir dari firman Allah. 
  • Hal yang kedua adalah blind zeal; zeal yang buta, rajin tetapi tanpa pengertian yang benar. Banyak orang yang seperti ini tidak memiliki pengertian yang benar. Mereka rajin mungkin karena memang karakternya rajin, mereka bersemangat karena memang karakternya semangat. Tetapi bukan pembentukan dari Roh Kudus. Saudara-saudara, blind zeal tidak boleh terjadi itulah sebabnya ketika kita tanya kepada Paulus apa yang engkau inginkan? Maka Paulus mengatakan, “Aku menginginkan satu hal ini yaitu mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya, dan persekutuan dengan kematian-Nya.” Paulus tahu kuncinya satu hal: pengenalan akan Allah. Jikalau pengenalan akan Allah didapatkan maka kobaran hatinya akan terjadi. Musa sudah sangat kelelahan, dia sudah kalah, dia malu, dia takut akan penghukuman dari Allah, 3000 orang pengikutnya semuanya sudah mati. Di tengah-tengah seperti itu dia tidak mungkin bisa berjalan lagi. Semua otot dan tulangnya semuanya lemas, dia tidak ada gairah lagi karena dia adalah orang yang kalah. Di tengah-tengah seperti itu apa yang Musa inginkan? Saudara lihat apa yang dia itu doakan? Satu kata ini yaitu, “Show me Thy glory (Tunjukkan kemulian-Mu kepadaku).” Pengenalan akan Allah akan membakar kembali hati Musa. Ini adalah rahasia dari setiap hamba-hamba Tuhan yang dipakai oleh Allah.
  • Dan di tempat yang lain ada api ada zealous yang munafik. Itu Farisi yang giat sekali tetapi munafik. Itu adalah Yehu yang bicara kepada Yonadab, “Mari ikut aku dan engkau akan lihat bagaimana aku giat di hadapan Tuhan.” Sebenarnya dia adalah giat untuk mengokohkan posisinya sendiri. Zeal yang munafik adalah zeal yang terlihat giat secara luar tetapi sesungguhnya tidak ada di hatinya. Zeal yang munafik adalah zeal yang tergantung pada keadaan dan bukan kepada substansinya. Zeal yang munafik adalah dia melakukan kerajinan di tengah keramaian tetapi bukan ketika dia sendirian di dalam kamarnya. Zeal yang munafik adalah untuk dirinya dan bukan Allah saja. Banyak orang yang sangat rajin tetapi apa yang mendasari, apa yang mendorong mereka? Saudara-saudara banyak orang kalau zaman dulu buka toko itu dari jam 6 pagi sampai jam 10 malam saudara. Rajinnya luar biasa tetapi apa yang mendasarinya apa yang mendorongnya? Suatu hari dosen saya mengatakan sesuatu yang baik sekali bagi kami sehingga kami sungguh-sungguh belajar hari itu. Dia mengatakan demikian hati-hati, ketika engkau membuka cabang gereja apa yang menggerakanmu? Saudara-saudara, jangan kita tidak membuka cabang karena kita mungkin malas, kita mungkin takut, tidak mau repot. Itu adalah dosa kalau Tuhan kehendaki, karena Tuhan selalu kehendaki adalah sesuatu ekspansi dalam kerajaan Allah. Tetapi di tempat yang lain, buka cabang itu apa yang mendorongnya? Dosen ini bukan melarang kita membuka cabang, dosen ini mendorong kita membuka cabang tetapi lihat baik-baik apa motivasinya. Karena banyak pemimpin gereja itu membuka cabang spirit-nya persis seperti orang-orang Indomaret membuka cabang, sebelahnya Alfamart. Kalau jalan situ sudah ada Alfamart, musti ada Indomaret, saudara mengerti kalau saudara-saudara biasa masih kembali ke Indonesia. Membuka cabang-cabang hanya untuk bersaing dengan gereja lain. Ada orang yang giat dengan cara seperti ini, itu bukan godly zeal! Meskipun kita bersusah payah dalam hal itu, bahkan ada orang yang giat karena dia pernah dilukai oleh orang lain, orang giat karena ingin untuk menunjukan bahwa aku lebih giat daripadamu.

Zeal harus biblical; zeal yang sejati adalah bentukan Roh Kudus. Membuat orang mengenal Firman, hidup bagi kehormatan Allah saja. Ini adalah api yang dari Tuhan bagi pelayan-pelayan-Nya yang sejati. Saudara-saudara kita memerlukan orang-orang seperti ini. Samuel Ward mengatakan godly zeal itu adalah seperti kematian bagi setan, sesuatu yang ditakuti oleh musuh. Semua musuh Allah tumbang di dalam kobaran api pengabdian seperti ini. Seorang yang malas akan mengatakan ada singa di luar sana, tetapi Daud yang mendengarkan, dia akan maju menghadapi singa itu. Orang-orang di dalam gereja banyak sekali yang sebenarnya malas. Saudara lihat apapun saja semuanya ada resiko, masalah. Apa yang menjadi resiko, apa yang menjadi masalah, terus menerus di mata kita. Saya tidak mengatakan saudara jangan lihat masalah, itu orang bodoh namanya. Orang yang bisa melihat masalah adalah orang pandai tetapi kalau itu menghentikan kita, maka itu tidak ada godly zeal. Saudara mesti minta sama Tuhan, sungguh-sungguh ada masalah, Tuhan lihat masalah ini, lihatlah Tuhan, aku minta kekuatan dari Engkau dan bergerak maju ke depan.

Saudara harus melihat pentingnya pekerjaan Tuhan dijalankan. Apakah saudara berpikir bahwa pekerjaan Allah dijalankan di dunia ini maka setan dan seluruh dunia ini akan tenang? Silakan mau apa? Mau kabarkan Injil, saya kasih uang, begitu saudara-saudara? Apakah pemerintah di sini akan mengatakan tidak apa-apa, begitu saudara-saudara? Mereka akan berpikir sedemikian rupa bagaimana kekristenan itu tidak maju, sudah pasti. Samuel Ward mengatakan orang malas itu akan mengatakan seluruh masalahnya, kemudian Daud yang lihat ada masalah, dia maju. Suatu hari Sanbalat itu dengan beberapa orangnya menakuti Nehemia dan kemudian Nehemia mengatakan, “Masakan orang seperti aku melarikan diri?” Katakan kepada Kaleb di tanah itu ada raksasa dan Kaleb akan mengatakan, “Mari kita pergi ke sana.” Saudara lihat yang sepuluh orang itu pulang, ada raksasa. Saudara-saudara sepuluh orang itu bukan orang bodoh, sepuluh orang itu bukan orang yang tidak realistis, Kaleb juga orang realistis, “Aku tahu memang ada raksasa, so what, karena Tuhan menginginkan kita pergi.” Nabi Agabus bicara kepada Paulus, “Engkau pergi ke sana rantai itu menunggu engkau, belenggu itu menunggu engkau.” Dan apa jawaban dari Paulus, “Belenggu? Mati pun aku rela!” Saudara-saudara, terhadap orang yang mengasihi Yesus, Petrus mengatakan, “Jangan pergi ke sana Tuhan, jangan pergi ke sana.” “Enyahlah dari padaku, enyahlah engkau setan!” Siapa yang bisa menerima orang-orang seperti ini? 

Beberapa hari ini saya terus pikir di dalam Alkitab itu ada satu kalimat itu mengindikasikan orang itu seluruhnya siapa; satu kalimat saja. Muncul dalam masa-masa hal yang kita tidak terlalu pikirkan, tetapi satu kalimat ini, saudara lihat jiwanya itu seperti apa. Hugh Latimer, beberapa jam sebelum tentara Ratu Mary itu datang, teman-temannya sudah mengatakan untuk pergi, karena engkau akan ditangkap. Dia mengatakan, “Tidak, aku tidak akan pergi, aku akan menghadap Ratu itu, aku sudah mengucapkan Firman Tuhan pergi ke seluruh negeri, aku akan mengucapkannya di depan matanya.” Dan setelah itu dia dibakar hidup-hidup. Rowland Taylor, seorang yang baik sekali dan dia sangat sebenarnya tidak terkenal adalah karena dia tinggal di kota yang kecil. Dan dia orang yang sangat lembut yang sangat baik dan semua orang bertemu dengan dia sangat mengasihi dia. Tetapi ketika bertemu dengan penuduh-penuduh dari Roma Katolik yang mau untuk menghukumnya itu, dia berubah menjadi singa. Saudara kalau melihat conversation-nya luar biasa berani, saudara tidak akan menyangka orang ini orang lembut. Dan ketika kemudian palu itu diletakkan, engkau harus dihukum mati, dengan tenang dia mengatakan, “Aku sudah mengajar kepada jemaatku Firman Tuhan dan sekarang aku memateraikannya dengan darahku.” Saudara lihat ini godly zeal, sifat seperti ini ditakuti oleh setan dan dibenci oleh dunia. Minta kepada Tuhan itu terjadi di dalam hidup kita. 

Dan saya akan menyelesaikan terakhir bagaimana mendapatkan dan memelihara godly zeal:

  • Hal yang pertama, adalah hiduplah mengabdi kepada Allah sepenuhnya dan berdoa minta untuk Tuhan mengaruniakan api di dalam hidup kita. Sekali lagi, tadi saya sudah mengatakan, persembahan itu kalau tidak diletakkan di atas mezbah tidak mungkin api itu akan turun. Sebelum Abraham meletakkan Ishak dan kemudian dengan segenap hati mau menaati Allah, tidak mungkin pertolongan akan datang. Sebelum Musa menjejakkan kakinya di Laut Merah itu, tidak mungkin laut itu akan terbelah. Musa tidak menunggu, saya mau lihat dulu terbelah baru kakiku akan masuk. Saudara ingin untuk kita memiliki api, kita ingin untuk memiliki godly zeal hal yang pertama ini bukan bicara aktivitas gereja, hal pertama adalah letakkan seluruh hati kita, hidup kita di atas mezbah dan minta, berdoa supaya Tuhan memberikan api itu turun.
  • Hal yang kedua, setelah itu didapatkan, Samuel Ward mengatakan peliharalah dengan terus bertekun di dalam Firman. Alkitab dengan jelas mengatakan Firman itu seperti makanan, manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah. Samuel Ward kemudian mengatakan demikian, “Bagaimana mungkin orang bisa panas dalam tubuhnya kalau dia tidak makan?” Orang yang tidak makan makin lama makin suhu tubuhnya akan makin turun, makin lama makin dingin. Banyak orang ingin dipakai Tuhan tidak ada api, banyak orang ingin api tidak mau untuk membaca Firman. Bagaimana mungkin tubuh itu bisa panas dan kemudiaan kuat kalau tidak makan?
  • Hal yang ketiga, Samuel Ward mengatakan bersekutu di dalam gereja. Saudara-saudara ini adalah bicara berkenaan dengan online service tidak akan bisa masuk ke dalam godly zeal Saudara perlu bertemu bukan secara virtual tetapi di dalam kenyataan. Satu kalimat Samuel Ward membuat saya sadar kenapa online service itu tidak mungkin bisa membuat saudara-saudara menjadi orang Kristen sesungguhnya. Samuel Ward mengatakan engkau lihat arang, apa ada arang yang masih bisa terus bisa membara cuma sendirian? Kalimat orang Puritan tidak ada urusan dengan online service, tetapi saya langsung tahu orang yang tahu core-nya itu akan menjawab seluruh pergumulan sepanjang zaman. Saudara lepaskan arang dari kumpulannya, saudara lepaskan di dalam beberapa menit langsung akan menjadi dingin. Orang yang makin menjauhi gereja, serohani apapun saja saudara pasti makin dingin.
  • Dan terakhir yang keempat, adalah peliharalah dengan tidak melakukan dosa yang disengaja. Saudara-saudara, cinta akan dunia akan membuat cinta kepada Bapa itu keluar dari hati kita. Dan juga sebaliknya maka cinta kepada Bapa akan dengan sendirinya membuat cinta akan dunia keluar dari hati kita. Sebuah pedang yang dipanaskan ketika dimasukkan di dalam air akan ada bunyi gemerisik. Itu adalah menyatakan tidak mau untuk masuk ke sana. Jangan menyiram air duniawi itu di dalam api yang ada Tuhan berikan di dalam hati kita. Be zealous, demikian kata Yesus Kristus. Jangan engkau menjadi orang yang suam-suam kuku, biarlah kita boleh minta cinta kepada Allah dan cinta kepada rumah-Nya ada membakar hati kita. Katakan kepada Tuhan, Tuhan bentuklah sifat ini di dalam hidupku. Kiranya Tuhan mendengarkan doa kita.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0404242433
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney

^