[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

7 June 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Kristus Mata Air Kehidupan - John Flavel (Seri Puritan 1)

Kisah Para Rasul 10:42

Seluruh dunia, seluruh makhluk akan masuk ke dalam satu titik sejarah ini, yaitu peninggian Kristus sebagai hakim atas seluruh makhluk yang hidup dan yang mati. Ini adalah hari consummation. Ini adalah hari yang menggetarkan hati. Ini harus menjadi worldview kita. Orang-orang reformed menyatakan kalau engkau membaca seluruh Alkitab, maka engkau akan mendapatkan 4 titik yang menjadi sudut pandang dan ini adalah menjadi cara kita melihat, menilai dan merasakan segala sesuatu, yaitu creation, fall, redemption dan juga consummation. Dan ini bicara berkenaan dengan consummation. Ayat 42 menyatakan ini adalah tugas gereja Tuhan. Alkitab mengatakan: ‘Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi hakim.’ Ini adalah ayat yang jarang sekali kita perhatikan tetapi ini adalah satu tugas yang Tuhan berikan kepada gereja-Nya, yaitu memberitakan apa? Kita sering sekali menyatakan bahwa memberitakan Yesus yang mencintai engkau. Tentu itu tidak salah karena itu ada di dalam Alkitab. Tetapi Alkitab di sini menyatakan bahwa Tuhan itu menugaskan para rasul untuk memberitakan kepada dunia mengenai hari penghakiman. Dan apa yang terjadi pada hari itu? Maka akan ada penghakiman atas seluruh makhluk. Siapa yang berhak untuk menghakimi? Maka Alkitab menyatakan; Allah Tritunggallah yang memiliki otoritas dan hak untuk menghakimi. Tetapi Alkitab juga menyatakan bahwa Allah memberikan hak itu kepada Yesus sebagai pengesekusi penghakiman. Ini adalah peninggian Kristus di puncak di hadapan seluruh ciptaan Allah. Kita harus ingat, beberapa waktu yang lalu saya sudah pernah berkhotbah, ketika Yesus itu naik ke atas dan duduk di sebelah kanan Allah, dan juga di tempat ini ketika Dia menghakimi, ketika orang puritan berkhotbah tentang hal ini adalah mereka menekankan sisi kemanusiaan Kristus. Sekarang bayangkan bagaimana manusia Yesus Kristus didudukkan di sebelah kanan Allah dan kemudian menghakimi malaikat dan juga manusia yang hidup dan yang mati. Secara Christology maka kita sulit sekali memikirkannya sampai tuntas. Bagaimana seorang Manusia yang sejati itu kemudian diangkat sedemikian tinggi? Tetapi ini yang dinyatakan di dalam Alkitab. Pekerjaan Kristus tidak hanya berhenti di dalam salib saja atau kebangkitan saja tetapi Dia naik ke Surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa, mencurahkan Roh Kudus di dunia. Dan kemudian “menunggu” waktunya. Dan kemudian Allah itu menugaskan Dia menjadi hakim atas seluruh yang hidup dan yang mati.

Sekali lagi, ini adalah hari di mana Kristus itu ditinggikan sebagai Raja. Kristus itu menjabat sebagai Nabi, Dia membukakan rahasia surgawi dan rahasia Allah kepada umat manusia. Ketika Dia berinkarnasi dan ketika Dia mengajar, maka Dia mewahyukan kepada dunia sesuatu yang tersembunyi sebelumnya. Dan itu adalah tugas dan jabatan nabi. Di dalam dunia ini, Yesus Kristus juga melakukan jabatan imam. Dia Imam yang membawa persembahan. Dia adalah Imam di atas segala imam itu sendiri. Tetapi korbannya itu bukan lembu sapi tetapi diri-Nya sendiri. Dan ini adalah tugas dan juga jabatan sebagai imam. Dan kemudian sebagai imam Dia naik ke Surga, tempat Bait Allah yang sejati, sanctuary yang melampaui seluruh langit yang ada. Dia menjadi Imam Besar di surga. Semua yang ada di dunia sebenarnya hanya bayang-bayang dari apa yang di surga. Dan kemudian di dalam hari penghakiman, Dia mengeksekusi penghakiman itu. Ini adalah jabatan dan tugas-Nya sebagai raja. Dan tidak pernah akan ada manusia dan juga seluruh alam semesta pernah mengalami hal ini, mengalami hari itu. Sekali saudara-saudara, dunia akan menuju kepada satu kepastian. Dan kepastian itu kepastian apa? Yaitu kepastian penghakiman, kepastian consummation. Dan apa yang Alkitab katakan tentang hari penghakiman besar itu? Mari kita sekarang akan melihat minimal ada 5 karakter hari penghakiman:

  1. Ini adalah hari yang besar, hari yang agung, hari yang colossal. Hari ini saya akan membawa saudara untuk membuka Alkitab banyak sekali ayatnya. 1 Tesalonika 4:16-17. Perhatikan, bumi akan dikejutkan oleh sesuatu yang belum pernah terjadi secara universal dan colossal. Apa itu? Surga menampakkan dirinya. Penghuni surga datang ke dunia. Saudara-saudara perhatikan, setelah bumi tidak mau menerima Pangeran Perdamaian yang dikirim oleh surga itu, maka setelah tiba waktunya, surga akan menyatakan dirinya kepada bumi dengan cara yang mengagetkan dan menakutkan. Kristus sendiri akan turun tetapi sebelumnya ada sesuatu yang mengikuti, yang ada di depan-Nya. Dan apa itu? Alkitab mengatakan ada teriakan yang keras sekali dari archangel, dari pemimpin malaikat. Dan kemudian ada sangkakala yang berbunyi. Bunyi sangkakala selalu adalah sesuatu yang dipakai untuk menarik perhatian orang untuk berkumpul atau mengumpulkan prajurit-prajurit untuk perang. Dan saudara-saudara, ini adalah tanda kematian bagi orang fasik dan ini juga adalah tanda pertolongan bagi orang yang benar. Saudara-saudara bayangkan sedang berada di medan perang, orang-orang benar itu sedang terdorong, terdesak oleh orang fasik, tetapi kemudian ada bala bantuan itu datang. Tidak disangka-sangka. Dari kejauhan mereka meniup sangkakala. Orang-orang yang tadinya merasa menang itu kemudian berbalik melihat ratusan ribu tentara bantuan itu datang. Mereka tahu sebentar lagi kalah, itu adalah hari kesialan mereka. Sebaliknya, prajurit yang tadinya terdesak itu, ketika tentara bantuan itu datang, mereka melihat, kekuatan mereka bangkit, mereka berteriak karena tahu mereka memenangkan peperangan. Dan itulah yang digambarkan di dalam 1 Tes 4. Pada waktu itu, jikalau engkau dan saya tidak berjuang untuk Kristus, itu adalah hari kesialan kita. Itu adalah hari yang besar, agung, colossal. Pada hari itu, semua manusia, sejak Adam, akan berkumpul. Dan langsung mereka akan terbagi menjadi 2; kambing dan domba. Tidak ada pernah hal ini terjadi sekalipun di dunia sejak dunia itu dicipta. Ini sungguh-sungguh kolosal dan mendebarkan.
  1. Itu adalah hari yang tepat, exact, presisi. Suatu penghakiman terhadap kehidupan yang tidak mungkin akan meluputkan satu bagian kehidupan kita. Mari kita lihat Matius 12:36. Perhatikan kata ‘every’/‘setiap’. Setiap perbuatan? No. Setiap careless word, kata-kata yang sia-sia. Saudara bisa bayangkan penghakiman terakhir itu? Kalimat yang sia-sia yang kita bahkan sendiri tidak pernah maksud untuk keluarkan atau tidak sadar untuk keluarkan. Tuhan itu lihat dan kemudian hakimi seturut dengan bobotnya. Misalnya ada orang yang mengganggu kita dan kita ngomel: ‘Sialan lu’. Kalimat itu sendiri didengar oleh Tuhan dan kemudian dihakimi. Oh Tuhan, Engkau akan memulihkan segala sesuatu, politik, ekonomi, alam semesta. Kita selalu bicara berkenaan dengan segala sesuatu yang besar, berkenaan dengan penebusan Kristus, tetapi Kristus juga memperhatikan segala sesuatu yang kecil, sia-sia. Mari kita melihat Roma 2:16. Perhatikan ‘menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi’. Kemarin Ibu Sari di dalam Pemuda berbicara berkenaan dengan self-talk. Saudara-saudara, menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, keinginan-keinginannya, nafsu-nafsunya, penyelewangannya dibuka oleh Kristus Yesus. Mari lihat Lukas 12:2-3. Yang dikatakan di dalam gelap akan kedengaran di dalam terang. Yang dibisikkan ke telinga di dalam kamar, private, akan diberitakan dari atas atap rumah. Sesuatu yang hidden, dan biasanya itu adalah dosa, tidak mungkin akan bisa mengatakan itu di hadapan Tuhan. Tetapi tidak ada yang private, semuanya akan diterobos masuk oleh Tuhan. Yang kecil, yang tersembunyi, yang tidak diperhatikan, akan dinyatakan dengan jelas dan dihakimi secara tepat dan presisi. Orang Kristen yang lahir baru tidak luput dari hal ini juga. Kita sering berpikir bahwa kita tidak akan dihakimi lagi dalam Yesus Kristus, memang itu ada dalam Alkitab. Itu artinya, kita tidak akan dimurkai dengan pengadilan Allah yang murka pada akhir zaman. Tetapi Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa orang Kristen yang lahir baru pun akan diperhadapkan dengan semua yang telah kita lakukan dan pikirkan dan renungkan di tempat yang tersembunyi atau yang nyata dalam hidup. Dan ini sesuatu yang pasti memalukan. Biarlah kita minta Tuhan untuk memberikan kepada kita satu worldview dari consummation Saya tidak bisa berpikir secara tuntas bagaimana hal ini akan terjadi. Karena di dalam kekekalan, Allah yang suci itu dan semua umat pilihan-Nya ada di sana, pasti tidak akan ada dosa. Dan tidak ada satu orang pun yang bisa mengejek orang lain karena kesalahannya, karena dosanya. Tidak ada penghinaan yang boleh ada di sana. Tetapi tidak berarti bahwa tidak ada pikiran atau ingatan yang tidak hadir di sana. Saudara-saudara, satu bukti sederhana saja; Matius itu menuliskan: ‘Daud memperanakkan Salomo dari istri Uria’. Itu tercatat dalam Alkitab. Tercatat dalam Firman Tuhan. Dan saudara-saudara tahu, Alkitab mengatakan, Yesus sendiri mengatakan: ‘Langit dan bumi bisa berlalu tetapi Firman-Ku tinggal tetap’. Selama-lamanya di surga. Maka Daud memperanakkan Salomo dari istri Uria. Itu tidak akan dihapus. Ini sesuatu yang mencengangkan, saudara-saudara. Biarlah kita boleh hati-hati di dalam hidup ini dan minta Tuhan, takut kepada Dia.
  1. Ini hari universal judgement tetapi juga pada saat yang sama personal judgement. Lihatlah 2 Kor 5:10. ‘Kita semua’, ini bicara mengenai universal, bicara berkenaan dengan kaya, miskin, ayah, anak, tuan, hamba, orang yang percaya maupun yang tidak percaya, siapapun itu dan apapun kondisinya. Tetapi di dalam Roma 14:12, perhatikan; ‘pertanggungan jawab dirinya sendiri’. Kalau kita ada sesuatu hal yang menakutkan, atau merugikan, misalnya Pak Tommy ‘dipecat’, dia pasti akan merasa down sekali, mungkin nangis, marah. Tetapi kemudian selain Pak Tommy juga ada Widjaja, Desmond, dan semua yang lain juga dipecat karena company-nya pailit, maka Pak Tommy yang pertama kali mendengar kata ‘dipecat’ itu tidak jadi nangis. Tadinya dia merasa paling sial tetapi akhirnya ya sudahlah ga apa-apa, semuanya. Ini namanya universal. Tetapi kalau penghakiman itu bicara mengenai pribadi juga, ini urusannya lain. Ini urusannya adalah sesuatu yang menakutkan; pribadi Allah menghakimi kita secara pribadi. Mata Kristus yang suci melihat kita dan menghakimi kita melalui pandangan-Nya kepada mata kita pribadi. Ini menakutkan.
  1. Ini adalah penghakiman yang penuh, yang sempurna. Saya akan jelaskan apa yang Flavel katakan di sini. Ini adalah penghakiman yang secara penuh diakui keadilannya oleh terdakwa yang dihakimi. Penghakiman-Nya itu sempurna, penuh. Jelas dan akan diakui oleh seluruh kita, terdakwa. Memakai kalimat John Flavel; maka tidak ada satu tetes pun ketidakadilan di sana. Kristus akan mengadili dalam kesucian dan kebenaran dan keadilan-Nya. Itulah sebabnya Wahyu 16:5 mengatakan: ‘Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: “Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini.”’ Tidak ada satu manusia pun yang dapat berdalih. Dan akan banyak saksi-saksi yang berdiri di sana. Dan salah satu saksi yang tidak mungkin berbohong adalah hati nurani manusia. Perhatikan Wahyu 6:16. Hati nurani mereka menyetujui bahwa kesalahan mereka itu layak atau sebanding dengan hukuman mati. Dan sekarang kalau ada kesempatan, mereka mau memilih matinya itu lebih baik gunung-gunung itu datang dan menimpa mereka daripada berhadapan dengan keganasan murka Allah.
  1. Ini adalah penghakiman yang tertinggi dan final. Tidak ada kemungkinan naik banding lagi. Ini final, tertinggi, case closed. John Flavel menyatakan karena sebagaimana ketetapan hati atau resolusi terpuncak dari iman adalah di dalam Firman dan kebenaran Allah, demikian juga resolusi tertinggi dari keadilan adalah di dalam penghakiman Allah.

Sekarang saya akan masuk lebih lanjut berkenaan dengan bagaimana ber-response kepada hari penghakiman:

Untuk saudara-saudara yang belum ada di dalam Kristus, atau saudara-saudara yang anggota gereja tetapi sebenarnya anda adalah orang yang palsu, saya mau mengatakan bahwa Alkitab menyatakan hari penghakiman itu pasti adanya. Dan bukan itu saja, itu adalah hari yang gelap bagimu, hari yang akan mencengangkan engkau, tetapi perhatikanlah pada pagi hari ini, ini yang Tuhan inginkan, bahwa engkau boleh menghindarkannya kalau engkau mau bertobat di dalam Yesus Kristus. Yesus Kristus pernah mengatakan satu kalimat ini: ‘Jangan kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuhmu, dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa’, Yesus Kristus mengatakan: ‘Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti, takutlah akan Allah yang setelah mampu membunuh tubuh, memiliki kuasa melemparkan engkau ke dalam neraka.’ Pada pagi hari ini saya mengatakan kepadamu, semua orang-orang palsu, semua orang-orang yang belum menerima Kristus, yang menunda-nunda hidupmu, Kristus mengatakan ‘takutlah akan Dia, takutlah akan Dia, terimalah perdamaian di dalam Yesus Kristus.’ Tanpa Kristus, maka hari itu adalah hari kegelapan yang mengerikan, penuh dengan ratap tangisan dan gertak gigi. 

Untuk anak-anak Tuhan, bagi orang Kristen yang sejati yang mengharapkan dari Kristus itu mengasihi kita dan memberikan pertolongan-Nya. Mari kita membaca semuanya 1 Tes 5:1-11. Perhatikan apa yang diajarkan Paulus di sini:

Hal yang pertama, jangan berfokus kepada tanda-tanda detail akhir zaman, tetapi fokuskan kepada kesiapan pribadi, pelayanan dan spiritualitas kita. Banyak orang Kristen termasuk saya dulu adalah orang yang terus menerus paling suka tentang kotbah akhir zaman. Kenapa? Karena kita curious untuk apa yang akan terjadi pada akhir zaman. Siapakah sesungguhnya 666, kuda kuning, kuda hitam, kuda putih? Apa itu 10 tanduk? Saya katakan kebenarannya, begitu banyak buku, apalagi buku-buku kaum dispensationalist ataupun orang karismatik menuliskan mengenai tanda-tanda akhir zaman ini, tetapi ada satu orang yang meriset yang mengatakan tidak ada satu bukupun yang sama. Orang-orang reformed sendiri biasanya tidak terlalu akan masuk ke situ. Tetapi, Yesus Kristus mengatakan: “Lihatlah jikalau pembinasa keji itu sampai ke titik itu, engkau harus tahu waktunya sudah akan datang.” Dan akan terjadi sebelumnya gempa-gempa bumi, dan engkau akan dianiaya dan bangsa lawan bangsa akan perang. Kemudian kita akan melihat, oh mungkin nanti China dan Amerika akan perang. Perhatikan baik-baik, seluruh tanda yang Yesus katakan itu sudah terjadi bahkan sejak Yesus datang. Gunung berapi, gempa bumi ada di mana-mana sejak itu. Perang demi perang terjadi sejak itu. Dan martir banyak yang dibunuh sejak itu. Saudara tidak perlu untuk melihat lagi secara detail berkenaan dengan tanda-tanda akhir zaman karena Alkitab itu sebenarnya mengajarkan engkau mau tahu kapan Yesus itu datang, kapan penghakiman terjadi terakhir? Sebentar lagi. Engkau tidak usah lihat lagi yang lain, ini semua sudah terjadi. Semua yang Yesus katakan semua sudah ada. Saudara-saudara, sangat mungkin Yesus bicara, ya ini waktunya tidak tunggu lagi. Saudara-saudara, yang harus kita persiapkan sebenarnya adalah bagaimana kita itu masuk di dalam pelayanan dan mempersiapkan hati kita. Dan jikalau akhir zaman itu tidak datang, minimal saudara-saudara tahu bahwa kalau kita tidak datang kepada Tuhan, Tuhan akan menjemput kita. Bicara berkenaan dengan kematian. 

Hal yang kedua, Tuhan tidak menginginkan hari itu menjadi hari yang mengejutkan, hari yang malam bagi kita. Saudara-saudara, maka Tuhan menginginkan kita selalu berjaga-jaga, selalu ready. Saudara-saudara, sejak zaman Luther, maupun sejak zaman Calvin, maupun apalagi saudara-saudara masuk dalam orang-orang puritan, saudara akan menemukan cara pikir mereka seperti ini, mereka mengajar biarlah orang-orang gereja, biarlah orang Kristen hidup dengan seperti kaki berada di dua tempat, yang satu adalah di bumi ini, yang satu adalah di dalam surga, di dalam kekekalan. Dan ini adalah sesuatu yang paradoks yang terus kita jaga, jangan sampai kita tertidur.

Hal yang ketiga, jangan lupa penghakiman akan menjumpai kita setelah kita mati. Sekali lagi, dalam teologia Kristen, mati itu bukan segala-galanya. Orang meninggal biasanya RIP, rest in peace. Alkitab mengatakan belum tentu. Mungkin sekali masalah saudara akan lebih besar di sana daripada di sini. Apa masalah hidup manusia yang paling besar? Yaitu penghakiman Allah. Jikalau kita bisa lolos dari penghakiman terakhir, baru itu adalah rest in peace. Flavel mengatakan: jangan biarkan waktu yang sepele ini. Ini menghapus kesadaran kuat kita akan realita kematian, penghakiman dan kekekalan. Satu hal yang orang reformed harus belajar, menghidupkan impresi yang kuat akan kematian, penghakiman dan kekekalan di dalam hidup kita sekarang. Karena dunia ini dengan seluruh yang ada akan perlahan-lahan membuat kita tidak memiliki “takut yang sehat” terhadap kematian, penghakiman dan kekekalan. Saudara-saudara, sebaliknya orang reformed menyatakan, hidupkan itu. Bukan saja menghidupkan, meresponinya. Dan orang yang bisa meresponinya dengan tepat, maka orang tersebut mengerti arti the art of dying well

Terakhir, dengan cepat saya akan bicara berkenaan dengan enam detail yang Flavel ajarkan untuk orang Kristen lakukan sehari-hari, untuk orang Kristen menghadapi penghakiman terakhir:

(1) Lembut hati dan sabar menanggung kesulitan dan penderitaan bagi Kristus sepanjang kita hidup di dunia ini. Saudara-saudara, ketika saya membaca bagian ini dari Flavel saya langsung merasa disconnect dengan dia. Dan saya yakin banyak dari kita yang disconnect. Pada saat itu Flavel dan seluruh jemaatnya selalu berada di dalam kesulitan, penderitaan yang besar. Kapan kita pernah kerja keras buat Tuhan? Menderita bagi Tuhan? Saudara-saudara, kita adalah orang-orang Kristen yang sudah jauh sekali dari standard pelayanan. Banyak orang mengatakan bahwa saya memiliki tuntutan yang tinggi. Banyak orang mengatakan bahwa di gereja ini saya terlalu menge-push dan banyak orang mungkin tidak suka. Saya serahkan sama Tuhan karena saya sendiri merasa, saya sendiri kurang menge-push diri saya sendiri dan kurang kerja keras lagi untuk Tuhan. Tetapi saya mau membawa engkau, seluruh jemaat, lihatlah apa yang ada kepada orang-orang puritans, maka engkau akan tahu yang kita kerjakan di sini nothing. Kita belum apa-apa. Flavel mengatakan kepada jemaatnya dan kepada dirinya, dia yang penuh dengan kesulitan, penderitaan, aniaya karena berjuang bagi Injil Kristus pada waktu itu. Bahkan di negara Kristen Inggris pada waktu itu, yang orang Kristennya itu meliputi seluruh negara tetapi memiliki teologia yang salah. Dia mengatakan lembut hati dan sabarlah menanggung kesulitan dan penderitaan bagi Kristus sepanjang hidup kita di dunia. Dia mengutip Yakobus 5:7-11. Lembut dan sabar menanggung kesulitan dan penderitaan bagi Kristus sepanjang hidup kita. 

(2) Beritakanlah Injil. Daripada kita memperhatikan tanda-tanda akhir zaman, adalah sangat penting memperhatikan bagaimana Injil itu sudah mulai diberitakan atau tidak ke seluruh muka bumi. Karena ini adalah prinsip Yesus Kristus. Berita Injil ini sampai kepada seluruh bangsa baru pada hari itu tiba kesudahannya. Saudara-saudara, sebelum penghakiman itu datang, Alkitab mengatakan ada beberapa hal yang harus genap. Minimal tiga hal harus genap terlebih dahulu. Pertama adalah jumlah kaum pilihan harus genap. Setiap bangsa, suku bangsa, dialek, bahasa harus ada wakil di hadapan tahta yang Maha Agung. Yang kedua adalah jumlah martir, orang yang dibunuh karena Kristus Yesus harus genap. Dan yang ketiga secara kebalikannya, maka jumlah hari kefasikan sampai ke puncaknya itu penuh. Teologia reformed mengajarkan makin akhir zaman, anugerah umum itu makin ditarik, dan itu artinya kefasikan itu makin pada puncaknya. 

(3) Layanilah Kristus dengan perbuatan baik di dunia ini. Ingat tadi point (2) adalah kita melayani Kristus dengan mengabarkan Injil, yang bagian ini adalah melayani Kristus dengan perbuatan baik di dunia ini. Satu dengan yang lainnya kita tidak bisa untuk tiadakan. Di mana ayatnya? Matius 25:34-36. Dan pada waktu itu ada dua bagian yaitu kambing dan domba dan kepada yang domba itu, kepada orang pilihan Yesus katakan: “Pada waktu Aku telanjang, pada waktu Aku lapar, pada waktu Aku haus, engkau memberikan minum kepada-Ku.” Dan kemudian orang-orang di situ mengatakan: “Kapan, aku tidak pernah bertemu dengan Engkau?” Yesus mengatakan: “Yang kau lakukan kepada saudara-Ku yang paling kecil ini kau lakukan kepada-Ku.” Ini adalah bicara berkenaan dengan kehidupan yang gracious, kehidupan yang memberikan anugerah, kehidupan yang memberikan sejahtera kepada orang-orang di dunia ini. Saudara jangan kikir, jangan tamak. Saudara tidak boleh menahan berkat Tuhan kepada dunia ini. Layanilah dunia ini dengan kebaikan supaya nama Bapamu di surga dipermuliakan, demikian kata Yesus Kristus. 

(4) Jagai perasaan, afeksi kita dari cinta berlebihan kepada dunia ini. Lukas 21:34. Sekali lagi, jagai perasaan dan afeksi kita, jangan kita berlebihan mencintai daripada dunia ini karena dunia ini akan menjerat kita, membuat kita tidak siap pada hari penghakiman. 

(5) Kembangkan talenta yang dari Tuhan. Flavel mengingatkan kita untuk hal ini. Perumpamaan talenta yang ada dalam kitab Matius adalah tentang penghakiman terakhir. Ini bicara berkenaan dengan mengembangkan seluruh yang Allah itu sudah berikan kepada kita. Yang diberikan lima itu akan dipanggil untuk dihakimi. Yang memiliki dua itu akan dipanggil untuk dihakimi. Yang satu juga demikian. Jadi apa yang Tuhan itu inginkan? Untuk kita siap menghadapi hari penghakiman. Keluarkan talenta saudara, jangan sama sekali malas. Malas itu adalah sesuatu kejahatan di hadapan Allah. 

(6) Biarlah kita semua jujur dan tulus dan tidak munafik di dalam menjalankan kehidupan kita sebagai orang Kristen. Kerjakan semua panggilan kita dengan kejujuran dan ketulusan. Yesus Kristus mengatakan: “Jangan terkena ragi kemunafikan.” Kalau itu sudah terjadi dalam hidup kita biarlah pada pagi ini kita minta kepada Tuhan untuk menghancurkan seluruh ragi kemunafikan itu. Jadilah seseorang yang memiliki satu arah hati. Melayani Tuhan melalui seluruh panggilan posisi yang Tuhan berikan kepada kita. Manusia dengan satu arah hati, itulah integritas. Kita mengucap syukur untuk anugerah Tuhan untuk seluruh kelimpahan yang Tuhan berikan kepada gereja-Nya melalui John Flavel dalam hidup kita.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0404242433
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney

^