[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

24 May 2020

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Yesus duduk di kanan takhta Allah

Mazmur 110:1; Ibrani 1:3-4; Ibrani 12:2

Kita sudah berbicara berkali-kali berkenaan dengan Yesus yang bangkit dan menampakkan diri kepada para murid. Berapa lama Yesus bangkit menampakkan diri kepada murid dan naik ke surga? Selama empat puluh hari Dia mengunjungi, menampakkan diri kepada lebih dari 500 orang murid-murid-Nya. Di dalam Alkitab ada 11 event yang tersendiri, yang di catat Yesus mengunjungi satu-persatu murid-murid-Nya dan orang banyak di dalam pada waktu itu. Setelah Yesus menampakkan diri 40 hari, maka Dia terangkat ke surga. Kemudian Alkitab menyatakan, di surga Yesus duduk di sebelah kanan taktha Allah. Alkitab bukan saja membawa kita memperhatikan Yesus yang melayani 3,5 tahun di dunia, tetapi juga ketika Dia ada duduk di atas takhta di surga. Alkitab berkali-kali menuliskan tentang Yesus duduk di kanan Allah Bapa di surga. Kolose 3:1 “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.” Ini adalah perintah Alkitab kepada kita untuk memikirkan bukan sesuatu yang di bumi ini, tetapi memikirkan hal-hal yang ada di surga; yaitu memikirkan tentang Yesus Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah di surga. Apa yang sedang Dia kerjakan di sana, akan mempengaruhi apa yang akan kita kerjakan di sini. Apakah kita melihat Dia di dalam kemuliaan-Nya atau tidak sama sekali, akan mempengaruhi seluruh kehidupan rohani kita di dunia ini. Untuk itu, perhatikan dua hal terlebih dahulu sebelum saya berbicara berkenaan dengan apa artinya Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Pertama, ketika Alkitab berbicara Yesus duduk di kanan Allah, Alkitab menyatakan ini lebih daripada sekedar keterangan tempat. Benar, Stefanus melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Allah, tetapi Alkitab mau menyatakan jauh lebih besar daripada keterangan ini. Kalau ini hanya bicara mengenai keterangan, pertanyaannya adalah Roh Kudus duduk di mana? Ketika bicara ‘Yesus duduk di kanan Allah’, Alkitab sebenarnya mau menekankan berkenaan dengan tahapan yang baru dari kehidupan atau pelayanan Yesus Kristus. Yang tadinya Yesus melayani di dalam perendahan-Nya dan penderitaan-Nya, sekarang Yesus melayani di dalam kemuliaan-Nya. Ada suatu perubahan di sini, yang tadinya Dia melayani di bumi, sekarang Dia melayani di surga, sekarang Dia mendapatkan reward dan memerintah seluruh umat manusia, menjadi Tuan di atas segala tuan di surga. Dua dari tulisan Ibrani yang tadi kita baca, maka kalimatnya adalah selalu bicara mengenai penderitaan Kristus lalu Yesus duduk di atas takhta. Mari kita melihat Ibrani 12:2. “…yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” Tadinya bicara mengenai penderitaan dan pelayanan-Nya di dunia, sekarang bicara mengenai pelayanan-Nya di surga. Juga dengan Ibrani 1:3, “Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi.” Tetapi ada yang penting di sini, meskipun ada perbedaan tahapan, jabatan dan karakter Yesus tetap sama. Jikalau kita mengerti ini secara dalam, inilah yang menjadi penghiburan dari gereja Tuhan.

Kedua, ketika Alkitab menuliskan “Yesus duduk di sebelah kanan Allah”, penekanan Alkitab tentang pribadi Kristus adalah tentang sifat kemanusiaan-Nya (human-nature). Uniknya, Alkitab tidak pernah menggunakan kata ‘Duduk di kanan takhta Bapa’. Tentu Allah di mana Yesus duduk di sebelah kanan-Nya itu, adalah Bapa di surga. Tetapi bicara berkenaan dengan Bapa, Anak dan Roh Kudus itu adalah bicara berkenaan dengan pribadi Allah Tritunggal. Tetapi Alkitab menyatakan, ‘Yesus duduk di kanan Allah.’ Kenapa pakai takhta ‘Allah’ saja, bukan ‘Allah Bapa’? Karena mau menegaskan yang duduk di sebelah takhta Allah adalah sungguh-sungguh Manusia sejati. Tentu Yesus Kristus adalah Manusia yang sejati dan Allah yang sejati. Tetapi Alkitab sering sekali membawa kita kepada sisi hal ini dan sisi hal yang itu. Misalnya ketika Efesus menyatakan, “Siapa yang sudah naik? Bukankah Dia yang sudah turun?” Maka itu bicara mengenai Yesus Kristus, Allah oknum kedua Tritunggal yang pernah turun dan sekarang Dia naik, Yesus kembali ke tempat asalnya. Tetapi di tempat yang lain Alkitab juga pernah menyatakan: Yesus naik ke surga, dan murid-murid yang melihat-Nya menyembah Dia tetapi sebagian ragu-ragu, mungkin mereka masih tidak percaya bahwa Yesus bangkit. Tetapi, adalah sangat mungkin mereka ragu-ragu menyembah ‘seorang manusia’. Ketika Alkitab menyatakan Yesus duduk di sebelah kanan Allah, ini dapat dikatakan adalah pengangkatan natur manusia Yesus Kristus di tempat yang tertinggi. Dan semua makhluk harus menyembah Yesus yang adalah Manusia yang sejati dan Allah yang sejati. Yesus menjadi object penyembahan langsung dari seluruh makhluk hidup yang diciptakan. Dia ditakhtakan di sebelah kanan takhta Allah.

Sekarang saya akan masuk ke dalam inti kotbah hari ini. Apa artinya Yesus duduk di kanan Allah?

  1. Allah di surga memberikan perkenanan-Nya kepada Yesus Kristus.Allah di surga menerima, menyambut, menyukai Yesus Kristus dan apa yang sudah Dia kerjakan.

Ini bicara mengenai kedekatan Allah dengan Yesus Kristus, Yesus Kristus yang memiliki relasi yang khusus dengan Allah dan Dia duduk di sebelah kanan Allah. Alkitab menyatakan, dari sana Dia menjadi pembela dan Imam Besar bagi kita, yang bersyafaat bagi kita. Roma 8 menyatakan, ini adalah penghiburan besar bagi kita gereja-Nya. Perhatikan baik-baik, perkenanan Allah kepada Kristus adalah dasar dari perkenanan Allah kepada kita. Sebaik apapun kita, tidak mungkin Allah yang suci itu berkenan kepada kita, manusia yang berdosa. Jikalau itu di luar Kristus, maka itu akan menjadi sesuatu yang sia-sia dan dianggap sampah oleh Allah yang suci. Alkitab menyatakan bahwa kita manusia yang berdosa bisa diterima oleh Allah, jika dan hanya jika di dalam Yesus Kristus. Karena tidak pernah Allah itu secara langsung berkenan kepada kita. Allah berkenan kepada Yesus Kristus, dan karena kita ada di dalam isi hati Yesus Kristus, maka Allah melihat kita, Dia berkenan kepada kita di dalam Yesus Kristus. Perkenanan Allah kepada Kristus adalah dasar dari perkenanan Allah kepada kita, gereja-Nya. Perkenanan Allah kepada Kristus juga adalah dasar pertolongan Allah kepada kita karena doa-doa Kristus bagi kita, karena Dia adalah Imam Besar. Alkitab menyatakan, apa yang membuat Allah tidak bisa mendengar dan tidak bisa menolong? Apakah telinga-Nya itu adalah tuli? Apakah tangan-Nya kurang panjang? Tidak. Pemisah antara Allah dengan engkau adalah dosa. Maka, sekeras apapun kita beteriak, kita tidak mungkin bisa didengar oleh Allah yang suci. Sungguh sangat menakjubkan. Ibrani 4:15-16 menyatakan, Imam Besar itu mengerti kelemahan-kelemahan kita dan karena Imam Besar itu maka kita dengan penuh keberanian datang ke tempat takhta kasih karunia. Karena kehadiran Kristus di takhta Allah itu, maka takhta Allah yang adalah takhta penghakiman itu berubah menjadi takhta kasih karunia bagi umat-Nya, karena Kristus itu menebus kita dan karena Kristus itu hati-Nya ditujukan kepada kita, cinta-Nya.

Tadi sudah dikatakan, ada perubahan tahapan dari pelayanan Yesus Kristus. Tetapi, meskipun berubah tahapannya, jabatan-Nya sebagai Raja, Imam dan Nabi dan juga karakter-Nya tidak berubah. Ia tetap sama. Ada satu kalimat yang unik di dalam Kisah Para Rasul ketika bicara mengenai Yesus terangkat ke surga; Yesus yang sama, yang naik ke surga. Yesus yang sama, Dia akan kembali lagi dengan jalan yang sama. Di dalam bahasa Indonesia hanya ada satu kata ‘sama’-nya, tetapi di dalam bahasa aslinya ada dua hal yang ‘sama’. Yesus-nya sama, jalan-Nya sama. Apa artinya Yesus-nya sama? Yesus yang naik ke surga, dan Yesus yang sama akan datang lagi. Bayangkan berkenaan dengan hari akhir zaman kiamat, Yesus yang datang untuk yang kedua kalinya. Itu adalah hari yang sangat menakutkan, dan tidak ada satu orang pun yang ingin menghadapi hari itu. Tetapi yang lebih menakutkan, Alkitab menyatakan hari kiamat adalah hari di mana kemarahan Kristus secara memuncak kepada para lawan-lawan-Nya. Berkali-kali para nabi dalam Perjanjian Lama memperingatkan Israel berkenaan dengan hari kedatangan Tuhan itu yang menakutkan. Tetapi ketika peristiwa Yesus naik ke surga, maka malaikat itu memberikan satu kabar yang sangat melegakan kepada para murid-Nya dan kepada gereja Tuhan, yaitu, “Yesus yang sama, yang akan datang lagi untuk kedua…” Apa artinya? Yaitu Yesus yang mengasihi engkau, Yesus yang mencari engkau Petrus, Yesus yang penuh dengan belas kasihan kepadamu Thomas, Yesus yang hati-Nya itu diletakkan kepadamu, hai murid-murid. Yesus yang penuh dengan belas kasihan, mercy dan Yesus yang setia kepadamu meskipun engkau tidak setia, Dia adalah Yesus yang sama, yang akan datang kedua kalinya untuk gereja. Ini adalah hiburan yang besar bagi gereja Tuhan. Tuhan akan datang kepada kita di dalam belas kasihan dan kasih setia-Nya. Karakter-Nya itu sama. Dan juga ketika Dia ada di surga saat ini, Dia memiliki karakter yang sama. Thomas Goodwin berkotbah dengan kotbah yang luar biasa diurapi oleh Tuhan. Inti kotbah itu adalah biarlah setiap gereja memperhatikan the heart of Christ (hati Yesus Kristus). Kemudian dia membagi kotbahnya menjadi dua: Perhatikan hati Yesus Kristus ketika Dia melayani di bumi ini, dan juga perhatikan hati Yesus ketika Dia melayani di sebelah kanan takhta Allah. Hati yang sama, penuh dengan belas kasihan dan setia. Ibrani 4 menyatakan, Yesus Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah itu, yang adalah Imam Besar itu, adalah Imam Besar yang mengerti kelemahan-kelemahan kita. Maka tiga kelemahan gereja Tuhan ini selalu yang menjadi perhatian Yesus Kristus di dunia ini maupun di surga. (1) Adanya ikatan di dalam dosa. (2) Ketika jemaat Tuhan itu mengalami pencobaan. (3) Ketika gereja Tuhan dianiaya. Ketika Stefanus sedang dianiaya, maka Yesus menampakkan diri-Nya di takhta-Nya untuk memberikan kekuatan kepada gereja-Nya. Ketika Saulus menganiaya gereja Tuhan, maka Yesus langsung membela gereja Tuhan di hadapan wajah Saulus. Jikalau kita adalah orang-orang Kristen yang sejati, baiklah kita tidak berkata, “Hidupku tidak diperhatikan oleh Tuhan.” Mata Allah di dalam Kristus Yesus tertuju kepada saudara dan saya. Alkitab menyatakan Dia adalah Imam Besar yang merasakan kelemahan-kelemahan kita saat ini.

  1. Allah memberikan kuasa yang besar dan kekal kepada Yesus Kristus, kuasa untuk menaklukkan musuh.

Dalam Mazmur 110:1 dikatakan, “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.” Mari kita membaca dua bagian Alkitab yang memiliki nada dan prinsip yang sama dengan Mazmur 110 yaitu Efesus 1:20-23 dan 1 Petrus 3:22. Saya yakin tema hari ini sering dibicarakan tetapi jarang sekali diselidiki bagian-bagian Alkitabnya. Kita harus memperhatikan Yesus yang melayani di dunia ini dan Yesus yang sekarang melayani di surga, karena Alkitab membawa pikiran dan mata kita kepada hal ini. Mari kita lihat 1 Petrus 3:22 “…yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya”. Semua ayat ini menyatakan Allah akan menjadikan semua musuh Kristus menjadi tumpuan kaki Kristus. Tiga ayat ini, bukan saja berbicara berkenaan dengan posisi Kristus yang lebih tinggi daripada seluruh pemerintahan yang ada di dunia maupun di surga, tetapi juga berkenaan dengan kemenangan Kristus menaklukkan musuh dan penghinaan terhadap semua nama yang menghina nama Yesus Kristus. Ini adalah kebenaran Alkitab, saudara percaya atau tidak, itu tidak akan mengubah kenyataan. Tetapi Alkitab jelas menyatakan bahwa Dia akan mati dan pada hari ketiga Dia akan bangkit kemudian Dia akan naik ke surga. Alkitab juga membuat sesuatu nubuatan setelah itu, bahwa barangsiapa tidak mempercayai Kristus, maka seluruh tubuhnya akan dihina oleh Kristus Yesus, akan direndahkan. Kepala orang yang menghina Kristus akan menjadi tumpuan kaki Yesus Kristus. Ini adalah sesuatu hal yang tajam dan yang tidak ingin kita dengar, tetapi ini adalah bagian Alkitab.

Lalu Efesus 1:22-23, “…kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” Ada suatu keindahan di sini. Tidak ada satu yang akan dilepaskan oleh Allah, semua yang menghina Kristus akan dibuat oleh Allah takluk dan menjadi tumpuan kaki Kristus. Bukan saja bicara berkenaan realm dunia tetapi realmheavenly, melebihi daripada negara-negara, presiden-presiden, jenderal-jenderal, ini bicara berkenaan dengan penguasa kegelapan yang tidak bisa kita lihat. Ini bicara berkenaan dengan totalitas seluruh dunia ciptaan. Ini bicara mengenai langit dan bumi, dan Allah di surga menetapkan Yesus Kristus menerima seluruh perendahan daripada mereka. Mereka semua adalah musuh-musuh Kristus. Tetapi ada sesuatu yang surprise di sini. Efesus menyatakan,tetapi terhadap gereja-Nya, bukan Kristus menundukkan mereka tetapi dikatakan Kristus sebagai Kepala dan jemaat adalah tubuh-Nya. Dan itu adalah kepenuhan Kristus yang memenuhi semua dan segala sesuatu. Ini adalah sesuatu pengangkatan jemaat di hadapan Kristus. Setelah penekanan bahwa Yesus Kristus akan mengalahkan seluruh musuh-Nya, Yesus Kristus akan menjadi Kepala dari gereja-Nya yang adalah tubuh-Nya yaitu kepenuhan Dia. Kalimat ini dalam bahasa aslinya dapat ditafsir secara timbal balik. Jemaat itu tidak akan penuh tanpa Kristus. Tetapi di tempat yang lain, Kristus tidak akan penuh tanpa jemaat-Nya. Bagaimana mungkin Yesus tidak penuh tanpa jemaat-Nya? Bukankah Dia sempurna pada diri-Nya dan semua karya-Nya? Tetapi pengertiannya di dalam mediatorship of Christ, maka kemuliaan Kristus adalah kemuliaan yang mengikutsertakan jemaat-Nya. Apakah ada kelengkapan kepala tanpa tubuh? Apakah ada kelengkapan suami tanpa istri? Apakah ada kelengkapan gembala tanpa domba? Ini menyatakan bahwa Kristus di dalam view mediator-Nya akan disebut lengkap ketika orang-orang yang di tebus-Nya itu bersama Dia, yaitu jemaat-Nya. Yesus duduk di sebelah kanan Allah artinya Allah memberikan otoritas dan kuasa kepada Dia; kepada musuh-Nya, kuasa untuk menghina, kuasa untuk menghancurkan; dan kepada gereja-Nya adalah di dalam cinta kasih karena Dia adalah Kepala dan kita adalah tubuh-Nya. Dia memerintah kepada gereja-Nya di dalam cinta-Nya dan hikmat-Nya.

  1. Allah memberikan posisi kehormatan dan kemuliaan tertinggi sampai selama-lamanya kepada Yesus Kristus.

Ketika saya berbicara mengenai kemuliaan dan kehormatan tertinggi dari Allah itu tidak berarti bahwa Dia akan di atas Allah. Tetapi Dia memerintah bersama-sama dengan Allah, memiliki kehormatan dan kemuliaan yang bersama-sama dengan Allah. Alkitab sendiri menyatakan, karena Allah sudah menaklukkan musuh-musuh-Nya di bawah kaki Kristus. Itu tidak berarti bahwa Dia yang sudah membawa musuh-musuh-Nya di bawah kaki Kristus, Dia sendiri di bawah-Nya. Tetapi Alkitab menyatakan; Yesus itu diangkat sedemikian tinggi, memiliki kehormatan dan kemuliaan bersama-sama dengan Allah. Wahyu 5 bicara berkenaan dengan pengtakhtaan Yesus Kristus di takhta Allah. Ini berbicara berkenaan siapa yang bisa membuka gulungan Kitab itu? Karena tidak ada, maka Yohanes menangis. Lalu seorang mengatakan “…lihat Dia, Singa Yehuda yang bisa membuka gulungan Kitab itu.” Tetapi ketika Yohanes melihat Singa dariYehuda, ternyata itu adalah seorang Manusia yang seperti anak domba, penuh dengan bilur-bilur. Itu adalah bicara mengenai Yesus Kristus. Kemudian saudara bisa melihat urutan-urutan yang terjadi, kemudian Dia ditakhtakan bersama Allah. Setelah Wahyu 5, maka seluruh kalimat mengenai takhta Allah sekarang menggabungkan takhta Allah dan takhta Anak Domba. Sebelumnya itu adalah takhta Allah tetapi Allah kemudian menerima seluruh pekerjaan Kristus dan Kristus itu ditakhtakan di sebelah kanan takhta Allah. Jadi, Yesus itu duduk di sebelah kanan takhta Allah artinya Yesus memiliki kehormatan dan kemuliaan tertinggi bersama-sama dengan Allah sampai selama-lamanya. Dan jikalau seseorang itu mau memuliakan Allah, dia harus memuliakan Yesus Kristus. Di dalam Filipi dikatakan: “Segala mulut akan mengaku Yesus Kristus Tuhan, seluruh lutut akan bertelut, seluruh lidah akan mengaku, Yesus Kristus adalah Tuhan.” Selesai? Tidak, “… bagi kemuliaan Allah.” Maka ini adalah sesuatu prinsip di dalam Alkitab kalau setiap manusia yang hidup mau mempermuliakan Allah maka saudara harus mempermuliakan Kristus. Yesus duduk di sebelah kanan Allah artinya Yesus mendapatkan kehormatan dan kemuliaan tertinggi bersama-sama dengan Allah sampai selama-lamanya. Dan itulah tempat di mana setan Lucifer mau mendudukinya.

Di dalam Alkitab ada dua tempat di mana setan itu marah besar. Pertama di dalam Markus 14:62, ketika Imam Besar sedang menginterogasi Yesus Kristus, Yesus Kristus memberikan satu pernyataan “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahatinggi.” Kemudian seluruh orang di situ dan Imam Besar itu berteriak mengoyakkan jubah dan janggutnya dan luar biasa marah lalu mengatakan “Untuk apalagi kita bicara? ini sudah penghujatan!” Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi, kemudian Yesus dipaku di atas kayu salib. Kedua, saat Stefanus berkata kepada semua orang yang mengepung dia. “Aku melihat Anak manusia berdiri di sebelah kanan Allah Bapa.” Maka mereka semua berteriak-teriak dan menutup telinganya, tidak mau mendengar kalimat itu. Dan mereka mengambil batu dan merajam Stefanus sampai mati. Lihatlah tone dan tekanan Alkitab dalam point ini; kemarahan yang sangat besar. Ini adalah sesuatu yang kita harus peka. Saya sungguh-sungguh minta tolong kepada Tuhan, karena Tuhan memanggil saya menjadi seorang pengkhotbah. Seorang pengkhotbah bukan saja untuk mengerti kebenaran Alkitab tetapi mengerti emosi yang terjadi di dalamnya; emosi massa, emosi musuh, emosi Kristus, emosi Bapa dan emosi Roh Kudus. Kita sangat mengucap syukur karena Kamis yang lalu kita mendengarkan satu khotbah yang sangat berkuasa dari Pak Tong. Tidak ada satu agama pun yang memiliki hari memperingati kenaikkan pendiri-Nya kecuali Kristen. Hanya Yesus Kristus yang naik dan di dalam ayat ini kita mengerti tidak ada satu manusia, malaikat, jenderal, atau satu pendiri agama yang bisa menempati tempat di sebelah kanan Allah Bapa. Ibrani 1:13 menyatakan “Kepada siapa di antara para malaikat, Allah pernah berkata duduklah di sebelah kanan-Ku?” Tidak ada. Ayat ini dengan jelas menyatakan keunggulan Kristus Yesus yang tiada bandingnya. Yesus yang adalah Nabi di atas segala nabi, Imam di atas segala imam, dan Raja di atas segala raja, engkau mengakui Dia Raja. Engkau mempercayai Yesus sebagai salah seorang nabi saja? Apakah engkau mempercayai hanya sebagian isi Alkitab saja? Itu tidak konsisten. Alkitab mengatakan lebih daripada itu, Dia ditinggikan di antara seluruh ciptaan, seluruh manusia, seluruh malaikat, seluruh penguasa di bumi, di bawah bumi, di laut, di bawah laut dan di surga, di langit yang tertinggi. Semua harus takluk, tunduk di bawah Yesus Kristus yang di sebelah kanan takhta Allah.

Ibrani 12:2 menyatakan; Biarlah kita boleh bertekun menanggung seluruh dari penderitaan. Perjuangan kita melawan dosa itu kita bisa tekun sampai akhir jikalau mata kita tertuju kepada Kristus yang duduk di kanan Allah Bapa. Kristus duduk di sebelah kanan Allah Bapa adalah sesuatu kekuatan bagi gereja Tuhan. Ini yang membuat Stefanus dalam keadaan yang paling menderita, dia tekun mempertahankan imannya, tekun sampai mati. Dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa membuat anak-anak Tuhan yang melihat kemuliaan Kristus ini akan melayani Tuhan dengan militan. Gereja yang militan, dijamin kemenangannya. Biarlah kita boleh mendidik hati kita untuk tidak melayani Tuhan setengah hati karena kita bukan melayani satu pendiri agama yang mati, kita juga bukan melayani hanya seorang pendiri agama yang bangkit meskipun itupun tidak ada duanya. Tetapi kita melayani Kristus yang duduk di sebelah kanan bersama-sama dengan Allah untuk selama-lamanya. Sekarang saya tanya, hidupmu sekarang melayani Kristus atau melayani hidupmu sendiri? Orang yang melayani diri sendiri adalah orang yang melawan Kristus. Saudara hanya memiliki dua kemungkinan ini. Apakah hidupmu mau diletakkan di bawah kaki Kristus sekarang atau pada akhir zaman menjadi satu orang yang ditaklukkan oleh Kristus secara paksa? Di dalam Alkitab ada tulisan, ketika Yesus Kristus sedang duduk diundang makan oleh seorang Farisi, tiba-tiba ada seorang perempuan yang berdosa dan dia berdiri di belakang Yesus Kristus dengan air mata, dengan menyadari seluruh dosanya. Dia tidak banyak berbicara, dia tahu dia tidak layak menghadap Yesus Kristus, dosa-dosanya memburunya, tidak ada masa depan lagi, dan tidak mungkin memiliki kekuatan kuasa untuk lepas dari dosa perzinahan ini. Tetapi Alkitab mengatakan dia datang kepada Yesus, satu-satunya harapan. Di kaki Yesus. Dia membasahi kaki Yesus dengan air matanya kemudian mengusap air mata itu dengan rambutnya dan menggantinya dengan minyak wangi untuk mengurapi kaki Yesus Kristus. Terhadap orang yang seperti ini maka Yesus mengatakan “berbahagia”. Orang yang mau untuk hatinya hancur di hadapan Yesus, mengaku dosa-dosanya, bertobat, meminta pertolongan-Nya, menyadari hidup tidak mungkin bisa berlanjut tanpa kasih sayang daripada Kristus. Maka hati Kristus tertuju kepadanya, kasih sayang-Nya ada dalam hidupnya. Kita hanya punya dua kemungkinan, sepanjang hidup yang masih sisa, engkau melayani Kristus dengan menundukkan kepalamu di bawah kaki-Nya atau engkau tidak mau dan sampai akhir zaman, engkau akan melihat bahwa Dia akan menundukkan engkau di bawah kaki-Nya. Seluruh dari sejarah akan meruncing menuju kepada satu titik ini. Yesus Kristus sudah mengatakan “Engkau Imam Besar, engkau yang ada di sini, engkau akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Allah”. Ini adalah satu event yang dinanti di surga, dan semua yang hidup akan melihat Yesus duduk di sebelah kanan. Sekarang pertanyaannya adalah terhadap kaki Kristus, engkau pada saat itu ada di mana? Apakah engkau akan menjadi musuh-Nya? Atau engkau sekarang meletakkan seluruh hidupmu, kepalamu, dosa-dosamu kepada Kristus untuk dikuasai oleh Dia saat ini? Kiranya Tuhan boleh membukakan jalan hidupmu. Kiranya seluruh umat manusia boleh takluk kepada Dia sebelum Dia menyatakan diri-Nya. Mari kita berdoa.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0404242433
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney

^