[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

18 August 2019

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Yakub

Kejadian 32:22-32; Hosea 12:3-6

Ini adalah perikop yang sangat menakjubkan. Setiap kali saya membacanya hati saya menangis. Perikop ini menceritakan berbagai macam hal dari berbagai macam sisi. Dan adalah tidak mungkin saya mengutarakan seluruh apa yang Tuhan itu nyatakan dalam satu perikop ini. Tetapi pada pagi hari ini saya akan membahas dua hal saja yang bagi saya itu menjadi titik berat perikop ini. Cerita Yakub bergumul dengan Allah menceritakan dua hal yang sangat pokok di dalam kehidupan manusia.

Hal yang pertama adalah berbicara berkenaan bagaimana Tuhan memproses anak-anak-Nya dalam proses pengudusan. Yakub yang bergumul dengan Allah adalah Yakub yang sudah lahir baru. Dia sudah lahir baru beberapa waktu sebelumnya khususnya pada waktu Allah mendatangi dia di dalam mimpi di Betel. Di sana dia melihat dalam mimpinya ada satu tangga yang menghubungkan sorga dan bumi, dan kemudian dia menyatakan ini adalah rumah Allah dan pintu sorga. Ini menyatakan bagaimana dia bertemu dengan Yesus Kristus di dalam Perjanjian Lama. Karena hanya ada satu pintu menuju kepada sorga yaitu hanya melalui Yesus Kristus. Tetapi Yakub yang sudah lahir baru, Yakub diproses oleh Allah di dalam proses pengudusan. Ini adalah prinsip anak-anak-Nya Tuhan. Ketika kita menerima Yesus Kristus di dalam hati kita itu adalah bukan hanya sekedar paspor menuju kepada sorga. Lalu kemudian hidup kita di dunia sisanya sampai mati lalu kemudian kita enak-enakan saja di dunia ini. Ketika kita menerima Yesus Kristus di dalam hati kita, maka di dalam Alkitab itu disebut sebagai persekutuan dengan Kristus. Union with Christ. Dan ketika bicara berkenaan dengan Union With Christ ada dua hal yang terjadi di dalamnya yang tidak bisa dipisahkan. Yang pertama adalah justification,pembenaran. Itu artinya di hadapan Allah kita dianggap orang benar di dalam Yesus Kristus. Justification dealing dengan guilt of sin. Tetapi ini adalah peristiwa yang one off. Ini tidak terulang. Ini adalah sekali dan berlaku untuk selama-lamanya.Tetapi selain dari justification, ketika seseorang disatukan dengan Kristus Yesus,akan mengalami sanctification.Allah akan mengejar kita untuk menguduskan kita dalam seluruh aspek hidup. Dia akan membentuk sifat Kristus di dalam hidup kita. Dan inilah yang terjadi ketika Yakub bertemu dengan Allah di sungai Yabok. Allah menguduskan dia. Allah mendisiplin dia. Allah membuatnya menangis untuk akhirnya seluruh hatinya dimiliki oleh Allah.

Hal yang kedua yang menjadi titik berat dalam cerita ini adalah sangat mungkin Tuhan sedang mengungkapkan isi hati-Nya yang terdalam tentang hati-Nya kepada anak-anak-Nya. Dengan takut akan Tuhan saya akan menyatakan hal ini. Sangat mungkin hati yang terdalam dari Allah itu dinyatakan. Hati yang terdalam dari Allah bagaimana Dia memandang kita anak-anak-Nya itu dinyatakan. Alkitab itu adalah pewahyuan dari Allah. Tanpa Allah mewahyukan diri-Nya kita tidak mungkin mengenal Dia. Tetapi di tempat yang lain yang Allah wahyukan itulah yang kita mengerti. Yang Ia tidak wahyukan itu menjadi misteri di dalam hidup manusia bahkan mungkin di dalam kekekalan. Saya akan jelaskan. Yakub adalah seorang yang sangat curang dan suka berkelahi. Dia adalah orang yang tidak pernah mau menyerah. Dari sejak bayi sifatnya ini selalu ada. Ketika dia lahirpun dia memegang kaki Esau kakak sulungnya. Dan kemudian dia berusaha untuk menyaingi Esau di dalam segala hal sejak dia masih muda. Dan pada puncaknya adalah dia dengan curang mengambil berkat Esau yang diberikan oleh Ishak, papanya. Dan setelah itu dia lari karena dikejar oleh Esau. Dan kemudian dia pergi, akhirnya bertemu dengan Laban pamannya. Dan di tempat Laban, seluruh kisahnya itu adalah peristiwa 20 tahun bagaimana dia curang dan dicurangi. Tujuh tahun dia bekerja untuk mendapatkan Rachel tetapi Laban mencuranginya dengan memberikan Lea. Tujuh tahun kemudian dia mendapatkan Rachel. Dan kemudian setelah itu dia bekerja lagi siang malam sampai lembur sampai seluruh terik matahari itu menyengat tubuhnya. Dan kemudian di dalam 20 tahun Laban itu mengubah-ubah gajinya sampai 10 kali. Conversation antara Yakub dan Laban sebenarnya sangat hostile. Dan setelah dia keluar dari tempat Laban maka kemudian sekarang dia akan bertemu dengan Esau lagi. Dia tidak bisa lagi menghindarkan diri dari Esau karena dia harus kembali ke negerinya. Kemudian sebelum dia masuk ke dalam tanahnya, dia menyuruh utusannya untuk mendahului di depan yang ternyata bertemu dengan Esau dengan rombongannya, 400 orang. Utusannya cepat kembali kepada Yakub dan mengatakannya. Alkitab menyatakan Yakub sesak hatinya, dia sangat-sangat takut. Maka pikirannya yang lincah itu berpikir bagaimana dia menyelamatkan hidupnya. Setelah dari rumah Laban dia memiliki banyak sekali kambing domba dan ternak dan juga beberapa budak. Itu adalah hasil daripada pekerjaannya di rumah Laban. Maka seluruh rombongan ternaknya dibagi menjadi dua. Rombongan pertama itu dijalankan. Jika rombongan pertama bertemu dengan Esau dan Esau bertanya di mana Yakub maka seluruh rombongan itu akan mengatakan Yakub ada di belakang. Tetapi sebelum engkau bertemu dengan Yakub, ini adalah persembahan dari Yakub untukmu. Seluruh kekayaannya pada rombongan pertama diberikan kepada Esau. Diharapkan Esau reda kemarahannya. Tetapi jikalau itu gagal dan Esau kemudian dengan marah hati mau mengejar lagi Yakub, dia akan bertemu dengan rombongan yang kedua. Rombongan yang kedua juga banyak kambing ternak dan segala hal yang dimiliki. Jika Esau bertanya di mana Yakub maka kemudian setiap orang itu akan mengatakan bahwa Yakub di belakang kami. Sebelum engkau bertemu dengan dia ini adalah persembahan dari Yakub kepadamu. Dengan demikian diharapkan Esau akan menjadi tidak marah lagi dan tidak membunuh Yakub. Yakub sudah melepaskan seluruh harta bendanya. Kemudian sebelum dia bertemu dengan Esau, dia melepaskan anak dan istrinya menyeberang sungai Yabok. Alkitab kemudian menyatakan dia seorang diri di sungai Yabok. Bayangkan, seluruh hartanya sudah habis, istri dan anaknya sudah dia berikan. Dia putus asa di dalam kegelapan malam. Di tengah-tengah ketakutan akan kematian. Dan di dalam hatinya diburu dengan perasaan bersalah. Dan akalnya dan pikirannya tidak membiarkan dia tidur karena seperti biasa dia adalah seorang yang berusaha mencari akal curang karena dia tidak mau kalah. Seluruh perasaan keadaan itu bercampur di dalam dirinya pada malam hari itu. Yakub terus berpikir bagaimana dia bisa hidup. Dia adalah seseorang yang berjuang untuk hidup. Ketika dia sedang berpikir di dalam kegelapan dan kesepian itu tiba-tiba dia menyadari ada sesuatu yang datang. Dia tidak bisa melihat orang itu. Hari itu sangat gelap. Ketika orang itu sudah berada di hadapannya, Yakub kemudian melawan, memukul orang itu dan orang itu melawan dan memukul dia balik. Yakub mempertahankan hidupnya semalam-malaman, sampai berjam-jam, kemudian fajar mulai menyingsing. Orang ini melihat kekerasan hati Yakub maka orang ini kemudian memukul sendi pangkal Yakub. Tetapi ini lain dengan sebelumnya. Ini adalah pukulan yang tepat dan Yakub tidak pernah bisa berdiri tegak lagi. Orang ini membuat Yakub cacat. Dia rebah. Dia tidak bisa melawan lagi. Sakit sekali. Cacat. Dia tidak mungkin menang. Tetapi di dalam kecacatan seperti ini langsung dia berpikir siapa orang ini? Aku tidak bisa lihat. Ini fajar mulai menyingsing, aku sedikit bisa lihat tetapi aku tidak bisa lihat. Siapa orang ini? Dia sudah mengalahkan aku. Tetapi bukan itu saja. Yakub adalah seorang yang sangat pandai. Yakub bisa berpikir bahwa orang ini bisa tahu andalan hidupnya yaitu kakinya. Nama Yakub itu adalah penipu. Jikalau saudara memiliki kepandaian menipu tetapi tidak bisa lari, saudara masih berani menipu? Sseorang pencuri mungkin memiliki teknik yang tajam untuk mencuri tetapi andalan utamanya bukan hanya dia mampu mencuri, tetapi dia mampu lari. Ketika orang ini memukul sendi pangkal Yakub, Yakub itu kemudian terjatuh dan mukanya sampai ke tanah. Dia berusaha untuk bangkit lagi melawan lagi tetapi tidak mungkin bisa. Dia tahu dia akan mati. Entah mati oleh Esau yang mengejar dia atau mati dengan orang ini. Tetapi orang ini kemudian menghentikan peperangan itu. Dia tidak meneruskannya. Dia berbalik berjalan menjauhi Yakub. Ketika Yakub tahu seperti ini, Yakub tahu ini pasti bukan manusia. Kekuatannya luar biasa. Orang ini sudah mengalahkan aku dan mengerti andalan hidupku. Ini adalah Ilahi. Dan memang saudara-saudara Alkitab dengan jelas menyatakan ini adalah Malaikat Tuhan. Dan di dalam Alkitab saudara-saudara dalam Perjanjian Lama ketika berbicara Malaikat Tuhan, ini bicara berkenaan dengan Kristus yang hadir di dalam Perjanjian Lama, itu adalah Christophany. Orang ini kemudian berbalik dan berjalan masuk mau menuju kepada hutan. Yakub berusaha untuk menguatkan dirinya mengejar orang tersebut. Sebisa mungkin meskipun sakit menuju kepada orang itu dan kemudian Yakub memegang kakinya dengan sekuat tenaga. Orang ini mengatakan lepaskan aku, tetapi Yakub tetap memegang dan meminta berkatnya. Perhatikan baik-baik. Meminta berkat dari orang itu artinya mengakui bahwa dia lebih tinggi dari kita. Dan ketika berkat itu diberikan artinya orang itu mengasihani kita. Maka apa yang dikatakan oleh Yakub itu. Adalah persis seperti apa yang dikatakan oleh perempuan Siro-Fenisia itu. Kasihani aku. The Son of David, have mercy on me. Kasihani aku. Perhatikan, ini adalah prinsip di dalam Perjanjian Lama: Tidak ada orang yang bisa melihat wajah Allah dan tetap dapat hidup. Apa artinya ketika Yakub itu tidak mau melepaskan kaki Allah? Itu artinya adalah kasihanilah aku. Kalaupun engkau tidak memberikan kasihan kepadaku, aku tetap akan mati di sini, di depan kakimu dengan menyerukan kasihani aku. Seorang Puritan mengatakan biarlah kita mengetok pintu-Nya Allah sampai Dia memberikan kepada kita belas kasihan dengan membuka pintu itu. Kalaupun akhirnya sampai aku mati Tuhan tidak membuka pintu itu, biarlah Dia tahu bahwa aku mengetoknya sampai mati di situ. Ini adalah orang yang memburu kasih sayang Tuhan. Bagi Yakub, berikan aku kasih-Mu atau biarkan aku mati. Ini adalah orang yang mengaku kalah. Orang yang menyerah. Dan kemudian Malaikat Tuhan itu mengatakan, “Siapa namamu?” “Yakub.” Yakub itu artinya adalah curang. Kalau dia adalah seorang yang curang, maka ketika ditanya siapa namamu? Bukankah dia seharusnya malu? “Aku curang.” Ini adalah pengakuan dosa di hadapan Kristus. Siapa namamu? Dia sambil pegang kaki Tuhan, sambil terus nangis, sambil terus mengharapkan berkat, “Engkau tahu, aku orang yang curang, Tuhan.” Dia mengingat kembali masa lalunya. Papanya, Esau, Laban, semua dicurangi oleh dia. Siapa namamu? Bagi orang Israel, nama adalah seluruh sum total dari pada hidupnya. Jikalau engkau boleh menyatukan seluruh hidupmu, siapa namamu? Orang curang. Penipu, penipu. Kemudian Tuhan memberikan berkat.

Inti dari peristiwa ini bukanlah Yakub yang bergumul dengan Allah untuk mendapatkan berkat. Saya sudah mengotbahkan bagian ini mungkin 5-6 kali dalam hidup saya. Setiap kali saya mem-PA-nya kembali, saya mendapatkan sisi-sisi yang lain dari cerita ini yang menghancurkan hati. Dan berkali-kali sebelumnya, saya mengatakan bahwa ini adalah satu bentuk seseorang yang mencari berkat Tuhan. Inti berita ini adalah bicara berkenaan dengan seseorang yang ngotot bergumul dengan Tuhan atau seseorang yang berdoa dengan tidak jemu-jemu, terus dengan air mata dan hati yang remuk. Tetapi kemudian saya menyadari, makin membacanya makin saya menyadari, inti berita ini bukan Yakub bergumul, bergulat dengan Allah, tetapi Allah yang mencari perkara dengan Yakub. Inti dari cerita ini adalah Allah di dalam inisiatifnya bergulat dengan Yakub.Allah melawan Yakub untuk membawa Yakub kepada satu state,nothingness. Ketidakberdayaan. Membuat Yakub menyadari betapa menyedihkan hidupnya. Tanpa harapan. Tanpa pertolongan. Tidak ada yang bisa diandalkan. Semua yang dimilikinya sudah hilang. Semua yang dikasihinya sudah pergi. Dia hanya adalah satu ciptaan yang tidak layak untuk apa pun saja. Inti dari cerita seluruhnya ini adalah Allah berjuang untuk membuat seorang manusia yang sombong direndahkan, membuat nothing. Apa lagi yang dia miliki? Apa lagi yang dimiliki? Katakan, apa lagi yang dimiliki? Semua orang yang mengenalnya membenci dia. Semua yang dia miliki sudah diberikan kepada musuhnya. Istri dan anaknya pun tidak bisa dipertahankan. Andalan hidupnya di dalam dirinya pun sudah hilang. Dia sendirian. Di padang itu. Tidak ada harapan. Tetapi ini tidak mungkin dimengerti oleh Yakub sampai Allah berurusan dengan dia. Di kisah ini Allah hadir, untuk mengalahkan Yakub secara fisik dan spiritual sampai akhirnya Yakub sungguh-sungguh menyadari pada titik terbawah daripada hidupnya, mengaku kalah, menyerah, meminta belas kasihan, meminta berkat. Dia mulai menyadari tidak ada apa pun yang dia bisa andalkan dalam hidupnya dan belas kasihan Allah itu lebih berharga daripada sebelumnya, belas kasihan Allah itu segala-galanya dalam hidupnya. Allah itu kemudian memberkati Yakub. Allah memberkati Yakub. Seruan Yakub itu didengar. Allah memberkati Yakub dan mengatakan namamu bukan lagi Yakub, namamu adalah Israel. Engkau sudah melawan Allah dan manusia dan engkau menang. Oh saudara-saudara, ini adalah satu ayat yang saya sama sekali tidak tahu sebelumnya. Ayat yang tersembunyi bagi mata saya, sampai kemudian di dalam anugerah yang begitu besar Allah menyampaikan hal ini.

Saudara perhatikan baik-baik, keseluruhan ayat tersebut, siapa yang menang? Siapa yang menang? Allah. Siapa yang kalah? Yakub. Allah yang menang dan bukan Yakub yang menang. Hosea pasal 12:5 menyatakan, “Yakub bergumul dengan Malaikat dan menang”. Menang! Yakub menang. Oh menang, bagaimana ini keadaannya sekarang? Ayat berikutnya, ia menangis dan memohon belas kasihan kepada malaikat itu. Siapa yang menang? Siapa yang menang? Dia menangis dan mencari belas kasihan dari malaikat itu. Tetapi Tuhan mengatakan Yakub bergulat dengan Allah dan dia menang. Saudara-saudara, saya akan menggunakan satu kalimat daripada orang-orang yang dipengaruhi Puritan katakan, perhatikan baik-baik, ini adalah logikanya, logic of heaven – logika daripada surga. Dan bagi saya di dalam takut akan Tuhan, saya katakan sekali lagi mungkin ini adalah bottom line daripada isi hati-Nya Allah yang diungkapkan Alkitab kepada kita anak-anak-Nya dan ini adalah logika surgawi. Setiap kali kita mengaku kita nothing di hadapan Allah. Setiap kali kita hancur di hadapan Allah. Setiap kali kita menyadari bahwa kita tidak mempunyai apa-apa di hadapan Allah dan kita berteriak kepada Allah minta tolong. Setiap kali hal itu terjadi di hadapan Allah, kita menang. Kita menang! Hati-Nya akan dibuka untuk mencintai kita. Hati-Nya akan dibuka untuk memberkati kita. Alkitab berulang kali menyatakan, Allah menyukai orang-orang yang rendah hati. Allah melihat orang-orang yang remuk hati. Allah memberkati orang-orang yang berlindung kepada Dia. Setiap kali kita menyadari I am nothing dan Engkau itu everything, ya Tuhan. Setiap kali seperti itu, kita memenangkan hati Allah bagi kita. Allah menentang orang-orang yang sombong. Allah menentang kekuatan diri. Hosea pasal 12:4 menyatakan, “Di dalam kandungan, Yakub menipu saudaranya, dan di dalam kegagahannya, ia bergulat dengan Allah”. Pertama-tama dia rasa aku bisa mengalahkan-Nya, tetapi akhirnya Yakub menyadari Allah terlalu kuat bagi dia. Saudara-saudara, sekali lagi bagi saya ini, di dalam takut akan Tuhan, ini mungkin adalah dasar isi hati Allah bagi anak-anak-Nya. Berkali-kali di dalam hidup kita, bagi kita yang sudah lahir baru, bagaimana Tuhan itu bergulat dengan kita. Dia menunjuk satu bagian dalam hidup kita untuk kita lepaskan. Satu bagian dalam hidup jikalau itu ada membuat hati itu damai sejahtera. Atau berkali-kali dalam orang Kristen terlihat bagaimana Allah dealing, bagaimana Allah itu bergulat dengan kita untuk satu bagian area kehidupan di dalam dosa. Dan seluruh pergulatan itu adalah untuk kita melepaskan dosa itu atau melepaskan sesuatu yang kita sayangi yang sebenarnya adalah bukan Allah. Sampai tangan Allah yang Suci itu memukulnya membuat kita terjatuh, membuat seluruh dunia kita itu runtuh dan baru kita bisa berteriak dengan tulus hati minta tolong kepada Tuhan. Ketika kita kalah di hadapan Allah, ketika Dia mengalahkan hidup kita dan kita memeluk kaki-Nya, meminta belas kasihan-Nya, menyadari satu-satunya yang membuat kita bisa melihat hari esok adalah cinta kasih-Nya, itulah yang didefinisikan sebagai Yakub menang bergulat bersama dengan Allah.

Begitu banyak hikmat dari Alkitab, apa itu menang, apa itu kalah. Apakah Yakub kalah? Bagi orang dunia, dia kalah, tetapi bagi Allah, dia menang. Di hadapan Allah, orang yang menang adalah orang yang mendapatkan kasih sayang-Nya, bukan orang yang memiliki segala sesuatu, harta benda duniawi dan orang-orang yang dicintai di dunia ini. Tetapi mendapatkan cinta Tuhan itu adalah segala-galanya dan itu adalah kemenangan di hadapan Allah. Saudara coba sekarang pikirkan, apakah Yakub itu untung atau rugi? Jikalau saudara boleh memiliki hidup ini, apakah saudara menginginkan Yakub yang pincang atau Yakub yang bisa berdiri tegap? Dia tidak bisa lagi cepat. Kalau musuh mengejarnya, dia akan mati. Mulai hari itu, dia akan bergantung setiap langkah kepada Allah. Orang yang tidak memiliki apapun saja sekarang kecuali tempat perlindungannya adalah Allah. Apakah untung atau rugi? Apakah engkau mau dibuat seperti ini, cacat? Tetapi Tuhan mengajarkan kepada kita, perlindungan-Nya, penyertaan-Nya, kasih-Nya, berkat-Nya melebihi daripada segala sesuatu yang paling kita bisa andalkan di dunia ini. Dan saudara jangan lupa, Yakub adalah bapak dari seluruh 12 suku Israel dalam Perjanjian Lama yang menggambarkan Perjanjian Baru bagi anak-anak Tuhan, saudara dan saya, gereja Tuhan. Apa yang Tuhan lakukan kepada bapa kita Yakub, adalah yang Dia kerjakan kepada kita untuk menguduskan kita. Dan saudara sekarang juga bisa mengerti, apa itu rendah hati dan sombong. Rendah hati atau sombong tidak diukur dari bagaimana manusia berespon kepada manusia lain atau sopan santun. Rendah hati atau sombong itu dilihat dari apakah dia menyerah di hadapan Allah atau tidak. Ini adalah pelajaran-pelajaran yang berharga sekali di dalam Alkitab bagi hidup kita.

Dan tempat itu disebut Yabok, dan orang yang bergumul namanya Yakub, dan ‘bergulat’, ketiganya memiliki sounds yang sama. Yabok, Jabbok( יַבֹּק) di dalam Bahasa Ibrani. Yakub di dalam Bahasa Ibrani adalah Ya'aqōv ( יַעֲקֹב ). Dan ‘bergulat’ di dalam Bahasa Ibrani adalah ye’abbeq ( להיאבק ). Ketiga-tiganya memiliki ikatan, memiliki sifat, memiliki root yang sama. Kita adalah manusia-manusia yang bergulat dengan sesuatu di dunia ini. Tetapi bagi anak-anak Tuhan, pergulatan itu sekarang dibuat sesuatu pergulatan dengan yang ilahi. Pergulatan itu bukan pergulatan dengan debu tanah. Pergulatan itu bukan pergulatan yang sifatnya sementara tetapi dengan yang kekal. Itulah sebabnya Yabok sekarang disebut sebagai Pniel ( פְּנוּאֵל ). Pniel itu artinya face of God. Di dalam pergulatan itu, aku melihat Allah, dan hanya orang yang melihat wajah Allah yang akan hidupnya berubah. Engkau tidak mungkin bisa berubah dengan pendidikan. Engkau tidak mungkin bisa berubah dengan universitas yang hebat sekalipun di dunia. Satu-satunya yang membuat hidup kita berubah adalah ketika kita melihat wajah-Nya yang suci itu. Dan Allah itu kemudian mengatakan, malaikat itu kemudian mengatakan namamu bukan lagi Yakub, namamu Israel. Israel artinya adalah Allah yang memerintah hidupku. Allah yang mengatur hidupku. Allah yang menang atas hidupku. Orang ini akan terpelocok dan akan berjalan dengan lambat, namanya seorang curang sekarang sudah diganti menjadi Allah yang mengatur hidupku sampai selama-lamanya. Menyadarkan dia bahwa engkau bisa hidup di dalam dunia ini bukan karena strategimu. Percayakan hidupmu kepada-Ku. Aku yang mengatur hidupmu. Aku membuat engkau sampai nothing supaya engkau bisa mengandalkan Aku. Aku yang akan berperang untuk engkau. Aku yang akan memerintah engkau. Aku yang mengatur dan mengubah hidupmu. Ini adalah isi hatinya Tuhan. Mengapa kita menjadi orang yang tidak mau takluk kepada Dia? Isi hati-Nya sudah dibuka. Di dalam Amsal, di dalam Mazmur, itu sudah didefinisikan Dia akan memberkati orang-orang yang takut akan Dia, Dia akan memberkati orang-orang yang rendah hati di hadapan-Nya.

Mari kita melihat satu bagian Alkitab dan kemudian kita akan menutup semuanya. Mazmur 25:9-15, “Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.” Saudara lihat, Tuhan itu dealing personally dengan orang yang rendah hati. “Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya. Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu.” Orang ini adalah orang salah tetapi yang mengaku kesalahannya. Jangan sembunyikan dosa kita. Ketika Allah itu datang dan Dia bertanya siapa namamu? Saudara jangan berpura-pura baik dengan Dia. Kita adalah orang yang berdosa, Akui dosa yang terdalam. Jangan saudara-saudara datang kepada Tuhan dan kemudian mengatakan, Tuhan aku orang berdosa, katakan dosamu itu apa, yang terdalam. Aku orang yang suka curang, aku suka mengelabui orang lain. “Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilih-Nya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.” Ayat 14 bersama-sama, “TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka. Mataku tetap terarah kepada TUHAN sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring. Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas.” Orang yang menyadari I am nothing dan ini adalah logika surgawi. Dengan takut akan Tuhan, saya menyampaikan berita ini kepadamu. Menyerahlah di hadapan Tuhan. Akuilah Dia di dalam segala langkahmu. Jangan bersandar kepada pengertian dan kekuatan kita sendiri. Dan takluklah kepada Dia. Taklukkan hati dan seluruh hidup kita di hadapan Dia. Kiranya Dia mengubah kita dari Yakub menuju kepada Israel. Mari kita berdoa.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^