[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

28 July 2019

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Nehemia

Nehemia 1:1-7; Nehemia 2:1-5

Hari ini saya akan berbicara berkenaan dengan jiwa hamba Tuhan. Hamba Tuhan yang ada dalam Alkitab belum tentu adalah hamba Tuhan yang ditahbiskan. Ada hamba Tuhan yang ditahbiskan tetapi jiwanya bukan hamba Tuhan. Banyak dari anak-anak Tuhan, banyak dari jemaat biasa tetapi hatinya begitu mulia, hatinya adalah hati hamba Tuhan. Alkitab mennyatakan kita semua adalah orang-orang yang ditebus di dalam Kristus Yesus. Orang-orang yang ditebus di dalam Yesus Kristus, Alkitab mengatakan dia diadopsi sebagai anak. Oh, ini adalah kemuliaan terbesar dalam hidup kita. Kita dijadikan satu di dalam Yesus Kristus. Tanpa itu, tidak ada pengampunan. Tanpa itu, tidak ada penerimaan hidup kita di hadapan Allah. Tanpa Yesus Kristus, maka kita selalu menjadi musuh Allah. Hanya di dalam Yesus Kristus Alkitab mengatakan kita diadopsi, diangkat menjadi anak. Hanya di dalam Kristus kita di terima oleh Allah. Sesuci-sucinya manusia, tidak mungkin bisa mencapai standar kesucian Allah. Hanya Yesus Kristus satu-satunya pribadi yang suci mutlak itu. Di dalam Dia, maka Allah menerima kita, menjadi anak-anakNya, ini adalah sesuatu hal yang paling mulia yang saudara dan saya bisa dapatkan di bumi. Tetapi di dalam Alkitab, dikatakan orang-orang yang sudah diangkat menjadi anak, apakah berhenti sampai di situ saja? Jawabannya adalah tidak. Orang-orang yang sudah diangkat menjadi anak adalah orang-orang yang sudah ditebus. Alkitab mengatakan kita semua sudah ditebus dan harganya sudah lunas dibayar. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan maka hidup kita bukan lagi milik kita, hidup kita adalah milik Allah. Kita semua itu harusnya adalah hamba-hamba Tuhan.

Kalau ketika bicara berkenaan hamba Tuhan, saudara pikir adalah saya, hamba Tuhan karena saya adalah pendeta, tetapi ketika Alkitab mengatakan hamba-hamba Tuhan, doulos, budak budak Allah. Itu melampaui jabatan. Tadi saya sudah katakan, banyak daripada hamba Tuhan yang hatinya bukan hamba Tuhan. Dan banyak daripada orang-orang yang tidak memiliki jabatan dalam gereja, tetapi hatinya itu hamba Tuhan. Nehemia adalah salah satu orang tersebut. Apakah dia nabi? Kita tahu bahwa dia nabi saat ini. Tetapi pada waktu itu dia tidak memiliki jabatan apapun saja. Pada waktu itu adalah dia juru minuman raja Artahsasta. Dan pada waktu itu bahkan dia itu tidak memiliki koneksi apapun saja seakan-akan dengan gereja umat Allah. Dia adalah orang yang terbuang di Media Persia. Tetapi Tuhan itu memilih dia. Tuhan membentuk hati seorang hamba Tuhan di dalam dirinya. Dia menjadi hamba Tuhan bukan dengan berkotbah. Dia menjadi hamba Tuhan karena menggenapi rencana Tuhan di dalam hidupnya. Setiap kita memiliki panggilan-panggilan yang harus kita penuhi sebelum kita mati. Tidak semua dari kita dipanggil untuk memberitakan Firman, untuk mengelola sebuah gereja. Ada orang yang dipanggil untuk memberitakan Firman, ada orang yang dipanggil pergi ke kota-kota, atau daerah-daerah terpencil untuk memberitakan Firman. Tetapi ada orang seperti Ayub yang dipanggil di dalam penderitaan untuk mempermuliakan Allah, itu panggilannya. Dan juga dalam tempat ini ada orang seperti Nehemia yang pekerjaannya adalah juru minuman raja, tetapi Tuhan memberikan beban kepada dia dan kemudian dia menggenapinya, dan apa yang menjadi tanggung jawabnya, apa yang menjadi panggilannya, memastikan bahwa Yerusalem dibangun kembali. Saudara-saudara ini adalah seorang hamba Tuhan. Dan dia memiliki karakter hamba Tuhan di dalam hidupnya. Di dalam pasal 1-2, maka sore hari ini saya akan bicara berkenaan dengan empat karakter hamba Tuhan yang kita semua harus mendoakan itu terjadi dalam hidup kita. Setiap kali saudara-saudara membaca ayat-ayat Alkitab seperti ini, saudara melihat ada orang-orang yang dipakai oleh Tuhan, jangan hanya merasa terharu atau terkesima kepada dia, tetapi saudara-saudara berdoalah kepada Tuhan, kiranya Engkau yang membentuk Nehemia, Engkau membentuk hidupku juga.

Pertama, seorang hamba Tuhan adalah seorang yang perhatian utamanya adalah kepada nama Allah dan kepada umat Allah. Apapun saja pekerjaannya, Nehemia adalah juru minuman raja, Yesaya adalah seorang politikus, Daniel adalah seorang pembesar di istana raja, Abraham adalah seorang yang kaya, apapun saja posisinya, seorang hamba Tuhan selalu memiliki satu ciri yang sama ini. Perhatian utamanya melebihi daripada apapun saja, melebihi daripada dirinya, keluarganya, pekerjaannya, sepanjang hari dia hanya memikirkan dua hal ini yaitu nama Allah dan umat Allah. Nehemia pada waktu itu tersendiri, dan suatu hari maka dia bertemu dengan Hanani dan menanyakan keadaan tembok Yerusalem, lalu kemudian Hanani mengatakan hancur dan semua orang itu pergi tercerai-berai. Yerusalem berada dalam masalah yang besar. Berada di dalam malu yang sangat besar. Alkitab mengatakan Nehemia mendengarkan hal itu dan memiliki air mata, serta berdoa siang dan malam. Apakah ini masalah nasionalisme? Bukan. Ini adalah masalah yang lebih luas dan lebih dalam. Bahkan sebenarnya Nehemia tidak pernah lahir di Yerusalem. Dia adalah orang Israel, dia terdidik dalam iman Israel. Tetapi di dalam seluruh cerita-cerita Israel, dia mengerti prinsip ini. Dua prinsip yang dia tahu, bahwa kalau bangsa melawan bangsa, maka sebenarnya adalah allahnya bangsa ini melawan allahnya bangsa itu. Dan jikalau bangsa yang satu itu kalah, maka artinya allahnya itu adalah kalah. Nehemia tahu satu hal, bahwa Yahweh itu dipandang kalah oleh seluruh dunia. Yahweh itu dikalahkan. Hatinya itu tidak rela, ada api yang berkobar. Saya tanya satu hal, jikalau Allah itu dipermalukan di tengah-tengah dunia, apakah ada api yang suci membakar kita? Jikalau saudara-saudara melihat Yesus Kristus itu belum dinyatakan di seluruh dunia, apakah kita bisa tidur nyenyak atau tidak? Ini adalah hamba Tuhan, jiwa hamba Tuhan. Nama Allah itu menjadi concern utama.

Hal yang kedua adalah dia melihat umat Allah yang tercerai berai dan di dalam doanya dia terus menerus menangis untuk umat Allah. Umat Allah yang tercerai berai berarti bahwa umat Allah ini sudah ditinggalkan oleh Allah. Saat itu, Nehemia ada di istana raja. Dia sudah mendapatkan tempat yang terbaik pada waktu itu, mendapatkan gaji yang terbaik pada waktu itu, mendapatkan posisi yang paling terpercaya. Ini adalah sesuatu paradoks di dalamnya, menjadi seorang juru minuman raja, padahal dia berasal dari bangsa yang menjadi musuh raja, tetapi saat yang sama raja percaya kepada pribadinya. Tugasnya adalah kalau ada orang menghantar makanan yang beracun, maka juru minuman itu harus mencicipi terlebih dahulu. Kalau itu beracun, maka Nehemia terlebih dahulu yang mati, dan kemudian rajanya itu terselamatkan. Sehingga dua hal ini harus menjadi satu, orang ini tidak boleh dari keluarga raja, karena kalau dia mati, raja akan sedih. Kalau bisa, dia adalah musuh atau budak yang ada di dalam kerajaannya, tetapi di tempat yang lain, dia bukan budak yang di bawah, raja harus menyayangi dia, raja harus percaya kepada dia karena dia yang membawa makanan ini, juru minuman raja yang dapat meracuni raja itu sendiri. Di satu sisi, Nehemia adalah seorang tahanan, tetapi di tempat yang lain adalah tahanan yang sudah mendapatkan tempat yang paling terhormat, dekat dengan raja. Dibandingkan dengan seluruh budak, maka Nehemia sudah mendapatkan tempat yang paling baik. Dan dia tidak pernah melihat Yerusalem sebelumnya dan tidak dilahirkan di Yerusalem, tetapi dia mencintai umat Allah. Apakah saudara mencintai gereja Tuhan? Apakah saudara mencintai umat Allah? Dia berdoa dari pagi sampai malam, terus menerus, air matanya untuk Israel yang memberontak, dia menginginkan Israel kembali kepada Yahweh. Saudara-saudara, jiwa hamba Tuhan akan berteriak-teriak menginginkan setiap orang itu kembali kepada Allah. Jiwa seorang hamba Tuhan menginginkan semakin banyak orang diselamatkan di dalam Yesus Kristus. Ini adalah satu hal yang pertama ada di dalam jiwa hamba Tuhan. Apakah engkau dan saya memiliki jiwa seperti ini? Malam hari ini jikalau engkau mendengarkan kalimat-kalimat ini dan itu tidak ada pada dirimu, maka berdoalah, minta kepada Tuhan supaya memberikan itu juga dalam hidupmu, istrimu, dan anak-anakku. Jangan cuma senang menjadi anak Tuhan. Menjadi anak Tuhan adalah sungguh-sungguh sesuatu yang mulia, tetapi yang paling berbahagia di tengah-tengah dunia, bukan saja menjadi anak Tuhan, tetapi dipakai oleh Allah, ini adalah sesuatu hal kesukacitaan yang melebihi daripada apapun saja. Dan milikilah untuk itu, milikilah jiwa hamba Tuhan.

Kedua, orang yang menjaga kesucian, tetapi pada saat yang sama menyadari bahwa dirinya berbagian dari umat Allah yang berdosa. Seorang yang memiliki jiwa hamba Tuhan, memiliki paradoks seperti ini di dalam hatinya, dia akan berusaha menjaga kesucian. Dia akan berjalan bersama dengan Allah di dalam kesucian tetapi pada saat yang sama dia sungguh-sungguh mengakui bahwa dia tidak lebih baik daripada umat Allah yang lain. Dia memandang dirinya bukan dari manusia tetapi dari Allah. Dari kacamata manusia, maka Nehemia itu pasti lebih suci daripada umat-umat Allah yang lain. Dia sungguh hati-hati untuk berjalan bersama dengan Allah. Dia tidak bermain-main di dalam dosa. Dia sungguh berkomitment untuk hidup suci di hadapan Allah, tetapi dia adalah seseorang yang menyadari bahwa di mata Allah, dia tidak lebih baik dari teman sebangsanya. Gabungan dua hal ini membuat Nehemia itu berlutut, berdoa dengan air mata dan berdoa syafaat. Ketika dia berdoa syafaat, dia bukan saja berdoa syafaat untuk orang lain yang berdosa, dia berdoa syafaat untuk dosa kami termasuk dia. Perhatikan ayat yang keenam. Dia sedang berdoa syafaat. Ketika kita berdoa syafaat, kita berpikir bahwa orang lain membutuhkan Tuhan bukan? Bahwa orang lain itu berdosa dan minta Tuhan mengampuni dia bukan? Itu tidak salah, tetapi di dalam ayat ini dengan jelas sekali Nehemia sendiri mengaku dosanya. Saudara perhatikan sekali lagi paradoks ini, satu sisi dia berusaha sebisa mungkin berjalan dalam kesucian, tetapi di tempat yang lain, di hadapan Allah dia menyadari dosanya dan bersama-sama di hadapan Allah dan manusia dia berdoa syafaat. Dan jikalau itu ada pada jiwa seseorang, dia bukan saja memiliki hati hamba Tuhan, itu hati nabi. Banyak orang berusaha untuk menjalankan kesucian, setelah dia berhasil berjalan dalam kesucian, kemudian dia melihat orang lain berdosa. Itu bukan jiwa hamba Tuhan, itu jiwa Farisi. Seorang hamba Tuhan berusaha untuk menjaga hidup suci, tetapi ketika masuk di dalam hadirat Allah, dia menyadari aku sama persis seperti orang itu. Dan kemudian dia berdoa syafaat untuk dirinya dan untuk orang lain. Di situ muncul jiwa nabi. Di dalam kesehariannya, maka jiwa nabi itu akan mempengaruhi baik itu Yesaya, Yeremia, Nehemia. Perhatikan, Nehemia tidak pernah mendapatkan ordained dariseseorang, tetapi siapa yang bisa menyangka bahwa Nehemia memiliki satu kualitas nabi persis seperti nabi Elia atau nabi Elisa. Ini adalah sesuatu yang nyata, orang itu akan keluar dari ruang doanya dan dia akan berani untuk memberitakan injil tanpa kompromi. Selalu orang ini akan berani memberitakan Injil, tetapi ketika dia sendirian dengan Tuhan, air matanya untuk semua orang dan untuk dirinya. “Ampuni kami, orang Israel, Tuhan. Ampuni aku, dan seluruh kaum keluargaku. Kami sudah sangat bersalah terhadap-Mu, tidak mengikuti perintah-perintah dan ketetapan-Mu.” Ini semua adalah pengakuan pribadi yang tidak lebih baik di hadapan Allah.

Ketiga, hamba Tuhan yang sejati adalah man of prayer. Orang yang terus menerus berdoa. Di dalam Alkitab dikatakan Nehemia berdoa siang dan malam dari bulan Kislew sampai bulan Nisan. Itu kurang lebih sekitar 3-5 bulan. Perhatikan baik-baik prinsipnya, setiap orang yang melayani harus dengan beban, setiap orang yang melayani harus dengan visi. Tetapi bagaimana Tuhan memberikan visi? Tuhan memakai segala cara untuk menyampaikan visi penglihatan Allah kepada umat-Nya. Apa yang Tuhan itu kerjakan kepada Nehemia? Apakah ada malaikat atau nabi atau penglihatan? Tidak ada. Hanya berita. Apa yang ada di dalam hidup Nehemia? Segala hal yang sederhana yang sehari-hari. Ini persis seperti orang yang sedang membaca koran atau orang yang mendengarkan radio atau tv, tetapi concern utamanya adalah Allah dan umat Allah. Dan kemudian dia mendapatkan itu, sangat mungkin dia hanya memiliki beban yang kecil. Tetapi beban yang kecil itu menjadi benih daripada gerakan Allah yang besar nanti beberapa tahun kemudian. Benih itu disirami terus dengan doa. Seringkali Allah menanam sesuatu yang kecil di dalam hati kita, tetapi kita tidak peka. Kita hanya mendoakan sekilas saja, lalu kemudian kita menjadi suam-suam kuku dan melepaskan itu. Kita mesti mendoakan terus dan uji terus di hadapan Allah. Setelah empat bulan, maka beban Nehemia makin penuh, menguasai terus menerus di dalam pikirannya. Setia dan tekun. Mari kita lihat Nehemia 2:11-12, “Maka tibalah aku di Yerusalem. Sesudah tiga hari aku di sana, bangunlah aku pada malam hari bersama-sama beberapa orang saja yang menyertai aku. Aku tidak beritahukan kepada siapapun rencana yang akan kulakukan untuk Yerusalem, yang diberikan Allahku dalam hatiku. Juga tak ada lain binatang kepadaku kecuali yang kutunggangi.” Kapan Tuhan pernah memberitahu? Ada malaikat atau nabi? Ada penglihatan atau suara? Tidak ada. Tetapi orang yang rohani, bertumbuh makin mature, dia tahu all things itu adalah dari Tuhan bagi dia.

Saudara-saudara, saat ini ada panitia yang sudah dibentuk untuk KKR untuk nanti Pak Tong ke sini. Saya tahu sekali saudara mungkin hanya datang untuk jadi panitia karena ditugaskan, itu adalah sesuatu yang umum. Tetapi melalui mimbar ini dan melalui Firman ini, saya minta saudara-saudara untuk berdoa dan minta beban itu makin lama makin dalam. Minta visi minta beban yang makin dalam dari tugas yang sangat kecil seperti ini. Kalau semua orang itu memiliki beban yang bertumbuh nanti dekat-dekat dengan KKR saudara akan memiliki satu gerakan penuh dengan air mata minta keselamatan bagi jiwa-jiwa. Kalau saudara tidak berdoa maka saudara tidak akan memiliki satu api. Saudara tidak memiliki ambisi yang suci untuk hal itu, hanya pokoknya ini selesai dan nanti kalau dievaluasi panitianya sudah kerja baik. Berdoalah siang dan malam, bahkan terkadang saudara tidak memiliki keinginan untuk berdoa. Bahkan saudara-saudara tidak memiliki satu kerinduan untuk berdoa untuk KKR itu. Didiklah jiwa kita di manapun saja engkau pergi ke kuliah atau engkau sedang memasak atau engkau sedang menjemput anakmu atau di kantor, di manapun saja, setiap kali, berdoa Tuhan berikan beban. Jadilah man of prayer. Man of prayer tidak dicipta hanya dalam satu malam. Kenapa Nehemia disebut sebagai man of prayer? Karena dia berdoa siang dan malam. Empat bulan dia minta sama Tuhan. Dan kemudian saudara-saudara bisa lihat empat bulan dia berdoa. Nanti suatu hari setelah KKR ini selesai, Tuhan akan memberikan kepada kita satu tanggung jawab lain yang bahkan mungkin lebih besar, dan ini adalah cara bagaimana Allah itu mendidik hamba-hamba-Nya. Mulai dari hal yang kecil dan Tuhan akan mempercayakan hal yang besar.

Keempat, orang yang berjuang untuk visi yang Tuhan berikan. Orang ini bukan saja berdoa dan memiliki keinginan. Dia adalah orang yang membayar harganya untuk keinginan yang suci. Dia bukan saja memiliki beban, dia bergerak untuk memenuhi beban itu. Dia adalah jawaban atas doanya sendiri. Nehemia, kemudian datang ke istana raja seperti biasa. Tetapi perhatikan dia makin lama makin muram. Ketika kebenaran itu terjadi dalam hidup kita, pertama sudah pasti akan menyentuh rasio. Kemudian kebenaran itu akan masuk di dalam seluruh hidup maka masuk ke dalam afeksi dan itu akan mendorong will/kehendak. Maka dia begitu sedih. Bebannya makin lama makin ditambah oleh Tuhan dari hari ke hari, dari doa ke doa. Makin lama akhirnya dia semakin sedih dan tidak tahan lagi. Lalu kemudian raja bertanya kenapa mukanya muram? Apakah ini masalah sederhana? Bisa saja ketika raja bertanya seperti itu, sebentar lagi kepalanya akan dipotong karena ada satu prinsip orang yang melayani di dalam istana raja tidak pernah boleh kelihatan sedih, harus selalu ceria. Saudara masih ingat ratu Ester, nah itu sama seperti itu. Jadi ketika Nehemia itu sedang mau melayani raja, lalu kemudian raja tanya kenapa mukamu muram? Dia gemetar. Lalu kemudian dia bilang kotaku itu sudah sekarang jadi pekuburan. Lalu kemudian sekarang kamu maunya apa? Alkitab mengatakan ayat yang keempat: “Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit.” Dia menyerahkan nasibnya kepada Allahnya. Dia menyerahkan seluruhnya kepada kedaulatan Allah. Kalau aku harus mati di saat seperti ini, biarlah aku mati karena itu adalah kehendak-Mu. Dia adalah orang yang membayar harganya untuk visi itu. Dia membayar harga dari permohonannya di ruang doanya sendiri. Dia membayar harganya dengan nyawanya. Dia sebentar lagi mati. Sebentar lagi dia mungkin akan langsung berdarah di situ. Setelah dia mengatakan kepada Tuhan, dia berdoa kepada Allah semesta langit dan kemudian baru dia bicara, “Jikalau raja berkenan, maka biarlah engkau mengutus aku kembali ke Yerusalem dan aku akan membangun kotaku. Kasih saya beberapa waktu untuk cuti dan aku membereskan kotaku.” Dan Tuhan di dalam kedaulatan-Nya menganugerahkan kepada Nehemia. Nehemia adalah orang yang menabur sendiri dan kemudian menyiram sendiri dan kemudian bekerja sendiri sampai seluruhnya jadi. Tidak ada hal-hal supranatural di dalam hal ini. Tidak ada suara malaikat atau nabi untuk hal ini. Seluruhnya berjalan di dalam keseharian tetapi ini adalah jiwa hamba Tuhan yang besar. Dan kemudian dia menyelesaikannya sampai ke Yerusalem. Dia mempermuliakan Allah dengan menggenapi panggilannya yaitu memastikan satu batu bata tersusun rapi di atas batu bata yang lain di Yerusalem. Dia tidak berkhotbah seperti Billy Graham berkhotbah, bahkan dia tidak berkhotbah seperti saya berkhotbah, dia tidak berkhotbah seperti hamba-hamba Tuhan yang besar berkhotbah keliling dunia. Dia tidak berkhotbah seperti rasul Paulus tetapi dia adalah hamba Tuhan yang menggenapi panggilan Tuhan, yang mendapatkan visi dari Tuhan, dari hal yang kecil di dalam keseharian.

Saudara-saudara, mintalah kepada Tuhan jiwa seorang hamba Tuhan. Biarlah hatiku sepenuhnya adalah untuk Engkau dan umat-Mu. Tawanlah hatiku, lembutkan hatiku hanya untuk Engkau dan pekerjaan-Mu di dalam gereja-Mu. Dan berdoa sambil menjaga kesucian dan pada waktunya nanti jangan hitung-hitungan dengan Tuhan. Biarlah kita boleh membayar harga apa yang memang kita doakan. Orang-orang banyak sudah berdoa, dia tidak mau membayar harganya. Banyak orang berdoa untuk kebangunan rohani padahal di dalam dirinya bahkan Tuhan tidak bisa untuk memakai uangnya. Kita menginginkan Tuhan bekerja tetapi di dalam hidupnya bahkan dia tidak pernah memberikan prime time untuk pekerjaan Tuhan. Orang-orang seperti ini yang aktif di dalam gereja tetapi punya jiwa seperti tadi yang tadi saya sebutkan. Orang itu tidak dipakai Tuhan tetapi hanya punya jiwa mengritik. Saudara-saudara, suatu hari saya pergi ke satu kota dan kemudian saya mengatakan kita akan ada sesuatu kebangunan rohani. Saya bertemu dengan kurang lebih sepuluh hamba-hamba Tuhan di kota itu, ketika saya bicara seperti itu, lalu kemudian satu per satu daripada orang itu mengatakan: “Pak Agus ini yang kami tunggu-tunggu. Ini pekerjaan Tuhan yang kami tunggu-tunggu. Kami sungguh-sungguh sudah berdoa bertahun-tahun untuk anak-anak di dalam kota ini boleh bertemu dengan Kristus. Oh saya berterima kasih sama Tuhan.” Dari pengalaman, kurang lebih saya tahu apa yang ada dalam hati manusia. Saya tidak bahagia sama sekali. Ketika saya mengatakan untuk hal ini kita memerlukan dana 125 juta (walaupun gereja kami sudah mempersiapkan lebih dari 125 juta), tetapi saya mau mengundang orang-orang itu untuk berbagian bersama-sama, karena berbahagialah orang yang memberi daripada yang menerima. Dan setelah saya bicara mengenai uang, mereka langsung bilang tidak bisa, lebih baik bangun gerejanya. Padahal tadi bicaranya, puji Tuhan, Tuhan menjawab doa saya. Jangan bicara engkau mau dipakai sama Tuhan jikalau engkau tidak mau menjadi jawaban atas doa, jikalau prime time engkau tidak mau dipakai sama Tuhan, jikalau uang yang terbaik tidak mau dipakai sama Tuhan, engkau tidak mau persembahkan bagi Dia. Saya mau tanya apa artinya engkau dan saya dipakai sama Tuhan. Semua omong kosong. Oh betapa liciknya hati manusia. Kita berdoa berharap Tuhan itu membangunkan kubu reformed di sini. Kita berdoa Tuhan kirim Pak Tong untuk satu kebangunan rohani di bulan November. Saudara beri persembahan? Saudara berdoa? Hatimu ada di situ? Semua tanda tanya. Jangan pernah menipu Tuhan. Kiranya kita boleh makin hari makin takut kepada Tuhan. Kalau saya lanjutkan lagi nanti, saudara-saudara akan mendapatkan prinsip lain lagi. Ketika dia berjalan kelihatannya tidak punya apa-apa tetapi satu per satu Tuhan akan bangkitkan orang-orang yang mengikut dia. Satu per satu orang akan mengikut dia. Tetapi ada orang yang seakan-akan datang membantunya nanti tetapi di dalam beberapa waktu kemudian mengolok-olok dia. Ini pekerjaan Tuhan seperti itu. Ini kita harus benar-benar punya jiwa hamba Tuhan. Minta kepada Tuhan apa yang ada dalam hati Nehemia ada pada hati kita. Mari kita berdoa dan minta belas kasihan Tuhan.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^