[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

14 July 2019

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Mazmur 147

Mazmur 147:1-3,6,11,19-20

Di dalam Mazmur pasal pertama yang menjadi pintu gerbang seluruh Mazmur; maka Tuhan di Sorga melihat manusia hanya terdiri dari dua macam orang. Orang yang benar dan orang yang fasik. Matthew Henry mengatakan bahwa kita sangat mungkin tidak bisa menilai mana orang benar dan orang fasik secara onthological (secara hakikat). Karena manusia terbatas, menilai dari luar saja. Tetapi Alkitab mengajarkan kita bisa mengenalinya, menduganya dengan memperhatikan karakteristiknya. Misalnya dalam Mazmur 1 dikatakan orang benar adalah orang yang hidup mencintai Taurat Tuhan dan orang fasik adalah orang yang bangga dan makin lama makin bertumbuh di dalam perbuatan dosa. Dengan kacamata Mazmur 1 melihat seluruh Mazmur. Dalam Mazmur 147 ini, apa karakteristik orang benar. Salah satu karakteristik orang benar adalah suka memuji Allah. Di dalam Mazmur 146-150 akan menemukan berbagai dimensi orang benar memuji Allah. Misalnya dalam Mazmur 146:1,pemazmur memulai dengan memuji Allah. Dia menekankan elemen personal komitmennya di dalam memuji Tuhan. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Selagi aku ada berarti sepanjang aku hidup. Kita ada di sini, kita belum mati, belum punah, belum menghilang dari dunia ini. Apakah hidup kita dipenuhi dengan puji-pujian kepada Allah? Tentunya TUHAN yang dipuji adalah God of covenant, karena jiwanya sudah mendapatkan perjanjian dari Allah. Mazmur 146 dimulai dengan elemen, seumur hidup memuji Allah. Mazmur 148 menjelaskan di mana saja Allah dipuji. Ayat pertama, Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi! Ayat ke 7, Pujilah TUHAN di bumi. Di mana saja seharusnya Allah dipuji, dari tempat yang tertinggi sampai tempat yang terbawah. Ini adalah bahasa Merism, di dalam Ibrani, bahasa Merism berbicara tentang siang dan malam, langit dan bumi berbicara tentang totalitas. Mazmur 149 menceritakan dengan apa Allah dipuji. Ayat yang pertama: Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Dengan nyanyian baru kita memuji Tuhan. Ini tidak berarti bahwa setiap kali saudara menyanyi harus menciptakan lagu baru. Tetapi dalam prinsip Alkitab adalah kita menyanyi dengan kesegaran. Kita selalu memiliki pengalaman-pengalaman yang baru dengan Allah. Banyak orang memiliki pengalaman bersama dengan Allah. Tetapi pertanyaannya adalah kapan terakhir saudara sadar pengalaman dengan Allah? Banyak orang mengatakan dulu. Dulu saya sadar Tuhan mau berbicara dengan saya. Dulu Tuhan memakai saya. Dulu saya remuk hati dan saya membaca Firman dengan air mata. Tetapi Pemazmur mengatakan bukan dulu, nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru sekarang. Mengapa hati kita semakin membatu? Mengapa kita sudah lama tidak peka akan Tuhan? Mengapa kita tidak memiliki kelembutan hati seperti dulu lagi? Mintalah Tuhan menghancurkan hati kita, melembutkan hati, memberikan kepekaan kepada kita sehingga kita bisa menyanyi lagu yang lama dengan seluruh jiwa yang memiliki pengalaman yang baru bersama dengan Allah. Mazmur 150 menyatakan bahwa setiap yang hidup, layak untuk memuji Tuhan. Seluruh Mazmur ditutup dengan ayat ini, pasal 150 ayat 6, Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! TUHAN dalam huruf besar, berbicara berkenaan tentang God of covenant, bukan berbicara berkenaan dengan satu Pribadi di atas sana saja. Tetapi berbicara mengenai satu Pribadi yang besar, yang layak dipuji karena Dia memberikan perjanjian dengan aku. Siapakah yang harus memuji Dia? Segala yang bernafas. Pemazmur merindukan seluruh makhluk hidup memuji Allah.

Sekarang kembali kepada Mazmur 147. Di dalam Mazmur 147 dikatakan, Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu. Perhatikan kata “layak”, itu tepat. Kenapa? Pemazmur menuliskannya di dalam 3 corner stone (batu penjuru) yang kita baca. Di dalam 3 batu penjuru itu dia bicara tentang kebesaran Tuhan di dalam alam semesta, tetapi Allah jauh lebih besar lagi. Ketiga batu penjuru itu menjadi satu kesatuan. Ketiganya dimiliki oleh umat Allah. Ketika saya membacanya hati saya menjadi sangat remuk. Sungguh-sungguh Allah itu dahsyat, perkasa dan perbuatan-Nya ajaib, Dia begitu bijaksana. Mengapa memuji TUHAN, Pemazmur? 

Saya akan mulai dari batu penjuru pertama. Dia akan mengatakan Allah layak dipuji karena perhatian-Nya (care) kepada umat-Nya yang sudah memberontak. Di dalam ayat yang kedua ada satu kalimat yang saya yakin tidak banyak dari kita yang memiliki sense di dalamnya. TUHAN membangun Yerusalem, Ia mengumpulkan orang-orang Israel yang tercerai-berai. Tuhan menegakkan kembali orang yang tertindas. Apa artinya? Ini adalah kalimat yang dinanti-nanti oleh orang-orang Israel yang sudah memberontak kepada Tuhan. Tuhan marah. Tuhan berpaling dari mereka. Lalu Tuhan membuang mereka. Mereka ditindas, disebarkan ke seluruh penjuru bumi. Bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun, bahkan beratus-ratus tahun. Kemudian anak cucu mereka sadar akan kesalahan mereka dan berseru-seru kepada Tuhan. Ayat-ayat Alkitab itu penuh dengan seruan orang-orang Israel kepada Tuhan. Mereka berseru kepada Tuhan dengan mengatakan Tuhan kasihanilah kami. Seperti Nehemia yang berlutut siang dan malam, berpuasa mengatakan Tuhan ampuni dosa-dosa kami. Lihatlah kami bangsa yang Kau pilih sendiri. Mengapa Engkau melupakan kasih sayang-Mu yang Kau tetapkan kepada kami? Masakan Engkau Tuhan melupakan kami terus-menerus? Jikalau Engkau memperhitungkan kami dengan kesalahan kami, siapa yang bisa berdiri di hadapan-Mu?

Ini adalah teriakan-teriakan orang yang bertobat yang sudah berbuat dosa yang besar di hadapan Tuhan. Kita harus memperhatikan orang-orang seperti ini. Karena kita juga adalah orang yang seperti ini. Kalau Tuhan sudah meninggalkan seseorang, saudara jangan pernah berbicara bahwa gereja harus mengasihi orang itu. Siapa yang mengatakan? Apakah belas kasihan kita lebih besar daripada belas kasihan Tuhan? Apakah Tuhan mengampuni lebih sedikit dari kita mengampuni? Kalau Tuhan marah, kita harus menjauhi orang itu. Tetapi di tempat yang lain, jikalau orang itu bertobat dan dia dengan air mata datang kepada Tuhan minta pengampunan Tuhan. Maka kita, gereja, seharusnya menangis bersama-sama dengan mereka, karena kita tidak lebih baik dari mereka. Kita harus bersyafaat, berlutut bersama dengan mereka. Minta kasih setia Tuhan diberikan meskipun kita tidak setia kepada Dia. Oh Tuhan bangunkan Yerusalem! Kumpulkan kembali orang Israel yang Engkau cerai-beraikan dengan tangan-Mu sendiri dan tegakkan kembali orang-orang yang tertindas. Orang-orang yang sudah mendapatkan murka-Mu. Ampuni kami, kasihani kami. Puluhan tahun, ratusan tahun orang Israel berseru-seru seperti itu. Mereka menangis. Hati mereka remuk. Mereka tertunduk karena Allah melawan mereka. Karena mereka sudah memberontak kepada Tuhan. Air mata mereka bercucuran karena dosa-dosa mereka. Ini adalah air mata pemungut cukai, pelacur, air mata dari seluruh kita yang sudah berdosa di hadapan Tuhan. Kita bertobat, mengetahui bahwa kita tidak layak mendekat kepada Dia. Apakah saudara pernah mengalami hal ini? Merasakan bagaimana Roh Kudus menyatakan kepada kita bahwa kita adalah orang yang sungguh-sungguh sudah melakukan kekejaman, kekejian di hadapan Allah? Memprovokasi Dia? Menjadikan Dia marah kepada kita? Kemudian Roh Kudus memperhatikan, memperlihatkan kepada kita seluruh kesalahan-kesalahan hidup kita, dosa-dosa kita, dan kita menyadari bahwa Allah itu sudah jauh dari aku, dengan air mata kita berlutut, minta Dia kembali mendekat. Minta Tuhan membangun kembali Yerusalem yang sudah memberontak kepada Dia. Lukas 18:13, Yesus menyatakan ada dua orang datang ke Bait Allah berdoa kepada Allah. Yang satu adalah orang Farisi yang mengerti Alkitab, teologia yang kuat. Dia mengerti Alkitab tetapi dia tidak melakukan kebenaran. Dia adalah orang yang sombong, dan kemudian dengan wajahnya berani menghadap ke langit. Yang mengatakan Tuhan aku bukan orang berdosa, Tuhan aku bukan pemungut cukai, bukan pelacur. Aku bersyukur karena pekerjaan-Mu kepadaku. Tetapi ada orang kedua yang jauh dari Bait Suci, menyadari bahwa masuk ke dalam Bait Suci pun tidak memiliki kelayakan. Ketika dia berdoa dia tidak berani menengadah ke langit, ke tahta Allah. Dia menepuk-nepuk dadanya dan mengatakan kasihani aku orang yang berdosa. Dia menyadari bahwa Allah sudah meninggalkan dia, dia remuk hati, dia menyadari bahwa dia sudah dikalahkan, dia adalah manusia yang kalah. Dia kalah karena seluruh dosa sudah diperbuat oleh dia.

Di dalam ayat 4 dan 5 mengatakan Tuhan itu besar, mulia, Dia menciptakan bintang, Dia menentukan jumlahnya, Dia menyebutkan nama-nama bintang itu. Tetapi kalau melihat bagaimana Pemazmur menggabungkan ayat-ayat ini ternyata yang menjadi penekanan Pemazmur adalah bukan kuasa Tuhan atas alam, atas bintang, matahari. Pemazmur mau mengatakan Dia memperhatikan orang-orang yang remuk hati karena dosa. Tuhan menegakkan kembali orang yang tertindas itu. Dia meneguhkan kembali orang yang tertunduk itu. Dia memperhatikan dengan mata-Nya orang-orang yang sudah menyakiti hati-Nya. Mengapa layak untuk memuji Tuhan hai Pemazmur? Karena Allah membangun kembali Yerusalem. Ia mengumpulkan kembali umat-Nya yang sudah dicerai-beraikan. Dia memperhatikan setiap orang yang pernah dikalahkan oleh dosa. Dia kembali kepada umat-Nya karena kasih setia kepada umat-Nya. David Clarkson, orang Puritan mengatakan manusia dapat tetap menjadi manusia walaupun tidak setia. Tetapi Allah tidak dapat tetap sebagai Allah kalau Dia tidak setia. Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri. Itu adalah batu penjuru yang pertama. Tuhan membangun Yerusalem.Dia menyembuhkan orang-orang yang patah hati. Dia membalut luka-luka mereka. Dia menegakkan kembali orang yang tadinya tertindas. Ini adalah berita sukacita bagi saudara yang sudah pernah melakukan dosa yang besar, melakukan kesalahan fatal di dalam hidup. Bersukacitalah, bergembiralah, pujilah Tuhan karena dia memperhatikan orang-orang yang pernah dikalahkan dosa.

Batu penjuru yang kedua. Mengapa kita memuji Allah? Pemazmur mengatakan karena Allah layak dipuji orang-orang yang takut akan Dia. Ayat 11 mengatakan TUHAN senang akan orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya. Pada ayat-ayat sebelumnya berbicara akan Allah yang memberikan air dan makanan kepada seluruh makhluk. Setiap manusia harus sadar bahwa setiap kebutuhan mereka diberikan karena anugerah Allah kepada mereka. Jangan sombong, demikian kata Pemazmur. Allah tidak suka kepada kegagahan kuda, Ia tidak senang kepada kaki laki-laki. Apa arti ayat yang kesepuluh ini? Allah akan melawan setiap orang yang sombong dan Dia membandingkan kesombongan itu dengan kebutuhan sehari-hari; air dan makanan. Jangan pernah berpikir bahwa aku bisa mendapatkan air dan makanan karena aku bekerja keras. Banyak orang bekerja keras sulit hidupnya. Apapun saja ketika saudara bekerja, hasilnya tidak menentu. Hasil ditentukan Allah kepada kita. Di dalam satu seminar ada orang mengatakan tujuh kriteria kenapa Nehemia berhasil. Kemudian orang itu selesai, di dalam tanya jawab saya tanya kepada dia. Kalau kita melakukan apa yang Nehemia lakukan tujuh-tujuhnya seperti kata Bapak, apakah pasti kita diangkat tinggi? Kita harus kerja keras; benar. Tetapi hasil itu, Alkitab katakan dari Tuhan. Itu tidak berarti kalau begitu kita tidak usah kerja keras dan kita tidak usah pandai. Kita harus kerja keras, kita harus menuntut ilmu setinggi mungkin sebagai tanggung jawab kita di hadapan Allah. Karena Dia sudah memberikan kita kesempatan dan talenta. Tetapi jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain seakan-akan itu karena kerja kerasku, maka aku mendapatkan upah seperti ini layak. Segala sesuatu kemuliaan yang kembali pada diri sendiri adalah kesombongan di hadapan Allah.

Kemudian Pemazmur masuk lebih ke intinya, ada hikmat yang besar yang melampaui makanan, minuman dan alam. Dia menyatakan Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya. Ini adalah batu penjuru yang kedua dan begitu dalam. Kalau saudara dan saya mau mengerti ayat ini, saudara bisa melihat apa yang Tuhan suka dan apa yang Tuhan benci. Di ayat 10 dikatakan Tuhan tidak suka kepada orang-orang yang sombong, ayat 11 dikatakan Tuhan suka kepada orang-orang yang takut akan Dia dan orang-orang yang berharap pada kasih setia-Nya. Ayat yang ke-11 adalah ayat yang luar biasa penting dan ayat ini menjadi satu spirit yang sama di setiap Mazmur. Saya akan membawa saudara-saudara ke beberapa ayat dan mengerti bahwa ayat ini ada di seluruh Mazmur. Mazmur 33:18. Lihatlah, bukankah ayat ini identik? Lihat Mazmur 25:14-15 saya akan membacakan ayat yang ke 11-17. Di dalam Mazmur 147 Tuhan membangun Yerusalem, itu adalah orang-orang yang bersalah kepada Tuhan, ayat yang ke-11 maka orang ini mempunyai konteks yang sama orang yang memiliki kesalahan yang besar di hadapan Tuhan. Ayat 12-14 berbicara mengenai fear of the Lord (takut akan Allah). Ini persis sama seperti Mazmur 147:11. Sekarang ayat 15 dan 16, berbicara mengenai seruan orang yang berharap kepada Allah saja. Lihatlah ini satu spirit yang sama dengan Mazmur 147.

Minggu lalu kita sudah bicara mengenai Mazmur 34, perhatikan Mazmur 34:5-11. Ini adalah orang-orang yang mengharapkan Tuhan, mengharapkan kasih setia Tuhan. Ayat yang ketujuh dalam bahasa Indonesia, orang ini berseru kepada Tuhan dan Ia mendengar, Ia menyelamatkannya dari kesesakannya. Ini dituliskan oleh Daud, di depan Abimelekh dan juga raja yang mau membantai dia. Konteksnya bisa berbeda tetapi intinya tetap sama. Daud mengajarkan bahwa orang-orang di dalam Kristus Yesus harus takut kepada Dia dan berharap kepada Dia saja. Ini berbicara mengenai orang yang berlindung kepada Dia. Apakah saudara mengerti sekarang bahwa Mazmur 147:11 yang menjadi batu penjuru kedua ada di dalam setiap Mazmur yang lain? Di dalamnya ada dua prinsip yang penting; takut akan Tuhan dan berharap kepada Dia. Saudara akan mendapatkan dua hal ini di sepanjang Mazmur. Ini adalah spirit orang-orang yang mencari Tuhan dan ini adalah jaminan seluruh berkat Tuhan diberikan kepada orang-orang yang seperti ini. Meskipun orang ini sebelumnya sudah pernah melakukan kesalahan yang besar, tetapi kalau dia berbalik kepada Tuhan dan dia takut akan Tuhan dan berharap kepada Dia, maka keselamatan dari Tuhan itu akan diberikan. Cinta kasih Tuhan akan datang lagi kepada dia. Yerusalem akan dibangkitkan.

Apa artinya takut akan Dia? Bayangkan ada seorang besar yang saudara takuti, apakah itu dalam arti positif atau negatif. Berkenaan dengan saya takut kepada orang tersebut, maka akan ada kegentaran, ketakutan akan penghukumannya. Hal yang lain yang terjadi adalah takut menyakiti hatinya, baik positif maupun negatif. Hal yang ketiga, kita akan takluk kepada dia, kita akan mengabdi kepada dia dan yang keempat, kita akan melayani dia dengan hidup kita. Apakah saudara takut kepada Allah? Apakah sungguh-sungguh ada hal yang pertama saja takut kepada penghukuman-Nya kalau Dia marah? Jikalau kita dengan begitu mudah melakukan dosa dan sama sekali tidak memperhitungkan perasaan-Nya maka sebenarnya kita tidak takut kepada Allah. Hal yang lain, apakah saudara dan saya memiliki kekangan di dalam hidup ini dan takut menyakiti hati-Nya? Saya tidak perduli, aku sudah diterima oleh Dia di dalam Yesus Kristus, pokoknya jalan sesukaku, aku mati pergi ke surga. Jikalau Roh Kudus ada di dalam hati, kita tidak mungkin memiliki sikap seperti itu. Hal yang lain adalah apakah ada satu pengabdian di dalam hidup kita? Engkau sedang melayani siapa hari ini? Misalnya orang itu adalah Raja Asyur dan kita adalah tawanannya, kalau kita tidak taat kepada dia, kita akan dipenggal kepala, anggaplah seperti itu. Bukankah kita akan melayani dia dan berusaha agar dia tidak marah kepada kita? Apa artinya menjadi orang Kristen? Kita tidak takut berbuat dosa dan menyakiti hati-Nya. Kita tidak gemetar dengan penghukuman-Nya. Kita tidak mengabdi kepada Dia. Kita tidak takluk kepada perintah-Nya. Apakah ada takut akan Allah di dalam hidup kita?

Poin pertama adalah takut, poin yang kedua adalah berharap pada kasih setia-Nya. Apa arti berharap kepada seseorang? Mengetahui bahwa Dia itu yang tertinggi, Dia saja yang bisa diandalkan, Dia satu-satunya harapan dan sepenuh hati aku mengharapkan pertolongan-Nya. Di dalam hati sadar bahwa tidak ada yang lain yang dapat menolong aku selain Dia. Pemazmur mau mengajarkan milikilah dua hal ini, takut dan berharap kepada Tuhan saja. Mazmur 147:11 memiliki patron yang sama dengan mazmur-mazmur yang lain di dalam dua hal ini; takut dan berharap. Mazmur 34:9, orang yang takut dan berharap kepada Dia adalah orang yang takut dan berlindung kepada Dia. Di dalam ayat ini dua karakter ini secara rohani ada di dalam hampir sebagian besar Mazmur. Takut dan berharap atau dengan kata lain takut dan berlindung.

Untuk mengerti prinsip ini secara tuntas Yesaya 8:11-17 khususnya ayat 13 dan 14. Ayat 11 dan 12 berbicara mengenai Tuhan mengatakan kepada Yesaya, engkau jangan ikuti bangsa Israel ini karena orang Israel bukan takut kepada Allah, orang Israel takut kepada Raja Asyur, orang Israel seluruh hatinya mengharapkan pertolongan dari Asyur. Asyur adalah lambang manusia yang memiliki segala sesuatu di bumi ini, dia kaya, memiliki kekuatan, kuasa, kekuatan strategi dan kepandaian militer, maka ketika Israel sedang diserbu oleh musuh-musuhnya, dia mengharapkan Asyur membantu mereka. Mereka lebih takut kepada Raja Asyur dibandingkan musuh-musuhnya. Itulah sebabnya Tuhan mengatakan Yesaya, engkau jangan takut kepada yang ditakuti oleh bangsa ini. Ayat 13 dan 14 dikatakan bahwa: Yesaya, engkau jangan takut kepada Asyur tetapi takutlah kepada Allah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus; kepada-Nyalah harus kamu takut dan terhadap Dia saja harus kamu gentar. Mazmur 147:11 mengatakan Tuhan senang kepada orang-orang yang takut kepada Dia. Ayat yang ke-14 kemudian Yesaya mengatakan, Ia akan menjadi tempat kudus. Dalam bahasa Inggrisnya, sanctuary, Dia akan menjadi your sanctuary. Apa itu sanctuary? Sanctuary adalah kata yang sama dengan refuge, tempat perlindungan. Kenapa tidak disebut sebagai refuge tetapi disebut sebagai sanctuary? Karena ini bukan sekedar refuge, bukan sekedar tempat perlindungan tetapi adalah tempat perlindungan yang kudus (holy refuge). Jadi ini adalah tempat yang menjadi perlindungan karena kesucian-Nya. Masih ingat mengenai Mazmur 34 yang tadi saya katakan? Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Di dalam Mazmur 147:11 mengatakan, Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, yang berharap kepada kasih setia-Nya. Berharap, berlindung kepada kasih setia-Nya. Dua hal ini tadi saya sudah katakan; takut dan harap. Di dalam bahasa yang lain; takut dan berlindung. Berlindung adalah bicara mengenai sanctuary. Apa yang menjadi tempat perlindungan yang kudus ini? Ayat 14 ini kemudian dikutip oleh Petrus berbicara mengenai Yesus Kristus, mengenai Kristologi. Yesaya 8:14-15 dan 1 Petrus 2:7-8, batu ini berbicara mengenai apa? Yesus Kristus.

Garis besar Pemazmur, Mazmur 147, memiliki tiga batu penjuru. Batu penjuru yang pertama berbicara berkenaan dengan kasih setia Tuhan kepada orang yang sudah bersalah kepada Dia. Batu penjuru yang kedua dikatakan bahwa orang-orang yang takut akan Dia dan berlindung kepada Dia maka Tuhan senang. Mazmur ini mau menyatakan keselamatan dan pengampunan kepada Yerusalem Allah lakukan di dalam Yesus Kristus. Terpujilah nama-Nya, melebihi bintang-bintang yang Dia ciptakan, melebihi deru lautan yang begitu bergejolak, kebesaran-kebesaran-Nya di alam. Pemazmur mengatakan Dia jauh lebih besar daripada alam yang diciptakan karena hati-Nya mencintai yang berdosa di dalam Yesus Kristus. Ketika saya membaca ini dan menemukan bagian-bagian ini hati saya remuk dan kemudian saya meneruskan pembacaan Mazmur ini sampai kepada batu penjuru yang ketiga dan membuat saya tertegun. Batu penjuru yang ketiga menyatakan Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal, haleluya. Kalau kita tanya kepada Pemazmur mengapa engkau memuji Tuhan? Karena aku sudah diampuni, aku sudah dipulihkan di dalam Yesus Kristus dan yang ketiga, Dia lakukan kepada umat-Nya saja bukan kepada semua orang.

Ayat 19 dan 20 mengatakan Ia memberitakan Firman-Nya kepada Yakub dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada semua. Kenapa? Kalau engkau ada di dalam Kristus, satu pertanyaan yang terus menerus ada di dalam hati kita adalah why have You chosen me? Kenapa Engkau mencintai aku? Kenapa Engkau mengampuni aku? Aku tidak lebih baik dari orang itu. Orang seperti kita untuk percaya bahwa kita dikasihi itu sulit. Secara personal Dia menyayangi kita, kita berpikir kalau Allah sudah pasti menyayangi yang lain. Kita akan selalu berpikir bahwa kalau aku berbuat baik, tidak melakukan kesalahan-kesalahan, Dia pasti menyayangi saya. Tetapi sekarang ini tidak, aku terlalu banyak kesalahan. Percaya bahwa Allah mengasihi kita orang yang berdosa, sulit, tetapi tiga batu penjuru ini mengatakan kepada kita bahwa Dia mencintai kita dan Dia tidak melakukan ini kepada segala bangsa. Dia melakukannya kepada orang-orang yang dipilih-Nya di dalam Kristus dan kalau ditanya kenapa Engkau memilih aku? Jawabannya adalah kita tidak tahu. Dia mencintai kita karena Dia menetapkan untuk mencintai kita dan tidak ada satu elemen pun dari diri kita yang kita bisa majukan untuk Dia mencintai aku. Kiranya Kristus ditinggikan, kiranya kita menjadi orang-orang yang bertumbuh lebih dalam di dalam takut akan Dia dan berharap di dalam kasih setia-Nya. Mari kita membaca ayat 11 saja dan kita semua mengingatnya. Mari kita tundukkan kepala dan kita berdoa.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^