[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

16 June 2019

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Mazmur 119 (2)

Mazmur 119:9-16

Seluruh seri dari rangkaian khotbah Mazmur berbicara mengenai nyanyian-nyanyian kehidupan. Dan setiap Mazmur maka ada kehidupan-kehidupan dengan berbagai macam keadaan. Ada yang sedih, ada yang sakit, ada yang sedang dikejar oleh musuh, ada yang sedang sendirian, ada yang sedang memandang ke langit, ada yang sedang berada di dalam kegelapan yang besar, ada yang sedang berada di dalam kerutinan sehari-hari. Tetapi kitab-kitab ini mengajarkan kepada kita satu hal yaitu setiap titik di dalam kehidupan kita berdiri di dalam relasinya dengan Allah. Tetapi secara khusus Mazmur 119 berbicara berkenaan dengan meninggikan Firman Allah. Ini adalah nyanyian meninggikan the Word of God. Keunikan Mazmur ini adalah mengajak kita untuk bisa bersuka cita karena Firman. Dan Firman yang diungkapkan dalam Mazmur ini dipuji-puji dari berbagai macam sudut. Kalau kita membaca Alkitab, kita akan menyadari bahwa salah satu hal yang terpenting di dalam Alkitab adalah Firman. Firman itu membuat alam semesta. Allah dengan Firman-Nya membuat bumi beserta isinya. Allah dengan Firman menciptakan manusia. Allah dengan Firman membentuk, menumbuhkan, menguduskan, mendekati, mengarahkan manusia. Dengan Firman, Allah menghakimi seluruh isi dunia beserta dengan isinya. Kalau saudara melihat dari Alkitab, saudara akan mengerti bahwa satu hal yang penting di dalam Alkitab adalah Firman.

Mari kita melihat kitab Kejadian pasal yang pertama. Saudara-saudara perhatikan ayat yang pertama dan kedua. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” Perhatikan ayat yang pertama dan kedua adalah berbicara berkenaan dengan konklusi. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi beserta dengan seluruh isinya. Lalu kemudian saudara melihat bagaimana proses itu terjadi. Saudara lihat Alkitab saudara, ayat yang ketiga. “Berfirmanlah Allah.” Ayat yang keenam. “Berfirmanlah Allah.” Ayat 9. “Berfirmanlah Allah”. Ayat ke-11. “Berfirmanlah Allah.” Saudara akan melihat ini berkali-kali ada di dalam kitab Kejadian. Kalau saudara melihat dalam kitab Kejadian dan ketika kita bicara kitab Kejadian saudara langsung ingat alam semesta beserta dengan isinya. Tetapi saudara-saudara lupa bahwa sebenarnya ada satu agent yang penting di sini yaitu bicara mengenai the Word of God. Inti dari semuanya, the Word of God adalah segala-galanya bagi manusia. Tetapi hanya anak-anak Tuhan sajalah, yang mendapatkan Roh Kudus dari Allah yang dapat menghargai the Word of God.

Kita sekarang akan masuk di dalam bait yang kedua dalam Mazmur 119. Kita sudah berbicara mengenai ayat 1-8. Dan sekarang kita akan masuk dari ayat 9-16. Dan kita akan mulai dari ayat 9-11 terlebih dahulu, “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan Firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Di dalam tiga ayat ini, maka pemazmur mengajarkan kepada kita:

(1) Kapan kita harus mulai mempelajari Firman. Maka jawabannya adalah sedini mungkin, sepagi umur kita, sejak muda. Bagaimana seseorang itu mempertahankan kesuciannya? Tuhan menyatakan kita harus hidup mengenal Firman, berjalan di dalam Firman semuda mungkin. Semakin kita tertunda mempelajari Firman dan menghidupi Firman, semakin hari-hari kita bertambah, semakin umur kita itu bertambah, semakin kita sulit hidup berjalan di dalam Firman. Jikalau seseorang tidak hidup bagi Allah semuda mungkin, sangat mungkin orang itu tidak hidup bagi Allah pada waktu tuanya. Bahkan mungkin sampai hari akhirnya, hidupnya akan menuju kepada kehancuran dan kebinasaan. Alkitab mengatakan “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan mengajarkannya sesuai dengan firman-Mu.” Saudara-saudara tidaklah sulit untuk mengerti ayat ini. Saudara-saudara karena sejak muda seseorang harus mengerti Firman. Kenapa? Karena keputusan pada waktu muda akan membentuk kebiasaan/habit. Dan habit akan membentuk karakter. Dan karakter akan menuju kepada destiny. Dan kalau itu sudah menjadi karakter dalam hidup kita, maka akan sangat sulit untuk dihancurkan bahkan oleh musuh sekalipun. Sejak muda, maka kita harus mendidik jiwa kita dan anak-anak kita untuk membaca Firman. Tetapi, pengertian di dalam ayat ini bukan saja membaca Firman tetapi studi tentang Firman. Dan masuk ke dalam meditasi terhadap Firman. Saudara-saudara sebenarnya pada waktu muda didiklah daripada orang-orang muda itu untuk melakukan hal-hal yang Alkitab katakan di dalam kesalehan: membaca Firman, meluangkan waktu berdoa, menikmati persekutuan di dalam gereja, menolak dosa, selalu bertindak dan berkata-kata di dalam kejujuran, menjaga ketulusan hati, memberikan kebaikan, gracious kepada orang lain. Saudara-saudara sejak muda kita harus mendidik jiwa kita dan juga anak-anak kita.

Saya akan membawa saudara kepada suatu contoh di dalam Alkitab bagaimana seseorang yang sejak muda dididik untuk takut kepada Allah dan kemudian seumur hidupnya dijagai oleh karakternya. Tidak sulit untuk menyatakan kepada saudara-saudara mengenai Daniel. Kalau saudara-saudara membaca kitab Daniel satu per satu dari babnya dari awal hingga akhir, saudara-saudara berpikir bahwa ini adalah orang yang sama. Memang sama, tetapi dari kitab pertama sampai dengan terakhir rentang umurnya itu 70 tahun. Ini adalah orang yang sama, tetapi orang yang bertumbuh dan bertambah tua. Saya yakin sekali saudara dan saya tidak memiliki sense ini. Tetapi ini adalah bicara mengenai Daniel yang berbeda pada hari tua dengan Daniel yang ada pada hari mudanya. Daniel melayani di dalam konteks lima atau enam raja. Raja Yoyakim itu adalah raja Yehuda. Nebukadnezar, Belsyazar, Nebonidus, dan ketiganya itu adalah dari Babylon. Dan kemudian dua adalah Darius dan Sirus. Meskipun para ahli menyatakan bahwa Darius dan Sirus itu mungkin satu orang dengan dua nama.

Daniel pasal pertama adalah seorang anak remaja. Lihatlah keputusannya pada waktu dia berjalan bersama dengan Allah pada waktu remaja. Dia dipaksa pergi dari Yerusalem dan ditawan di Babel. Dan kemudian di sana dia dipaksa untuk berubah bahasanya, dan ia dengan paksa berubah panggilannya. Tetapi kemudian perintah raja, maka dia kemudian diberikan makanan yang sama dengan makanan raja, demikian kata Alkitab. Tetapi kemudian dia mengatakan kepada pegawai itu, “Saya tidak akan makan makanan ini.” Kenapa dia tidak makan makanan ini? Maka kita mungkin berpikir bahwa makanan itu sudah dipersembahkan kepada ilah. Dan itu adalah benar. Tetapi kalau saudara-saudara melihat di dalam Nehemia, maka Nehemia tetap makan makanan itu. Kenapa Daniel menolak makanan itu? Karena dia membuat perjanjian pribadi antara dirinya dengan Allah. Perhatikan baik-baik. Seluruh dari kita dan khususnya anak-anak muda, buat satu perjanjian yang hanya diketahui antara engkau dengan Allah. Jangan katakan kepada orang lain. Tetapi hanya engkau sendiri dan Allah yang tahu perjanjian itu. Dan kita melakukannya adalah karena kita mau menghormati Dia.

Daniel menolak dari seluruh makanan itu, padahal itu makanan yang pasti enak dan yang bergizi. Tetapi semua itu ditolaknya oleh Daniel. Dia mau hidup bagi Allah. Perhatikan ketika dia hidup bagi Allah, dari sejak keputusan kecil sehari-hari di dalam masa mudanya, maka kemudian lihat bagaimana Allah memakainya sampai hari tuanya. Orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang memiliki sistem belajar Firman setiap hari sejak kecil. Itu dilakukan di sinagoge-sinagoge. Ada satu hal yang kita sebagai orang Kristen sudah hilang, yaitu kita tidak lagi mendidik anak kita di dalam rumah dengan Firman. Kita sama sekali tidak peduli dengan anak kita membaca Firman atau tidak. Apakah memiliki kerinduan bertumbuh untuk menghargai Allah di dalam Firman atau tidak. Saudara-saudara jangan hanya suka kalau anak-anak saudara pergi ke gereja, apalagi kalau pergi ke gereja bersama dengan kita. Tetapi saudara-saudara mau tahu anak kita lahir baru atau tidak, apakah dia itu mempunyai kerinduan untuk meneliti Firman atau tidak. Dan banyak orang tua yang sudah neglect dari tanggung jawab ini dan kemudian hanya pergi ke gereja dan anak diantar ke sekolah minggu cuma untuk menitipkan anak saja. Alkitab menyatakan didiklah anak kita sejak muda untuk berjalan dalam kesucian dengan Firman Tuhan. Mazmur 119 mengajar kita jalan terbaik seseorang hidup bagi Tuhan sampai hari tuanya adalah membangunnya di dalam cintanya kepada Firman pada waktu muda.

Ketika kita melihat ayat-ayat ini sekarang, ini tidak berarti ayat ini menghapus pengharapan kita yang sudah berumur. Ayat ini tidak dikhususkan kepada orang muda saja. Inti dari ayat ini adalah ambil keputusan untuk takluk kepada Firman sedini mungkin. Dan itu adalah sekarang. Ambil keputusan sekarang, maka masa depanmu dan seluruh umur yang Tuhan berikan maka akan menjadi lebih mudah berjalan bersama dengan Allah. Salah satu senjata terbesar dari setan adalah bicara mengenai besok masih ada waktu. Besok masih ada waktu. Besok saya akan serius berjalan bersama dengan Allah. Besok saya akan membaca Firman Tuhan secara teratur. Ini adalah tipuan setan. Saudara berjanji dan bertahun-tahun seperti ini. Kita harus memutuskan sekarang. Saudara-saudara, ayat ini bukan bicara saja kepada anak-anak muda dan kemudian meng-encourage mereka membaca Firman, tetapi ayat ini meng-encourage saudara dan saya yang sudah berumur. Ambil keputusan sekarang atau hidup itu menjadi lebih sulit. Ayat ini sudah bicara mengenai kapan kita mulai.

(2) Apa yang harus kita lakukan terhadap Firman. Maka di dalam ayat yang ke-11 dikatakan, "Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu." Menyimpan Firman di dalam hati kita. Bukan hanya membaca tetapi studi dan menghafalkannya. Menghafal Firman itu adalah menyimpan Firman di dalam hati kita. Di dalam Alkitab, antara pikiran dan hati itu adalah dua hal yang tidak mungkin bisa dipisahkan meskipun bisa dibedakan. Ketika bicara berkenaan dengan memasukkan Firman ke dalam hati dan menghafalkan, memasukkan Firman ke dalam otak itu adalah hal yang sama. "Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu." Di dalam ayat-ayat ini, khususnya di dalam stansa ini, maka judul terbesarnya adalah hatiku adalah rumah bagi Firman Tuhan. Satu hal yang menarik di sini adalah bahwa seluruh huruf depan dari kedelapan ayatnya adalah dimulai dari bet. Beberapa minggu yang lalu sudah saya jelaskan Mazmur 119 terdiri daripada 22 stansa atau bait.

Dan kemudian setiap stansa itu dimulai dari pada huruf pertama dari pada abjad Ibrani. Delapan ayat pertama mulai dari pada alef. Delapan ayat bait yang kedua adalah mulai daripada bet dan bait yang ketiga maka awal dari pada hurufnya selalu adalah gimmel. Sehingga alef, bet, gimmel, dalet sampai shin shintau. Itu adalah sama dengan A, B, C. Saudara-saudara, ketika berbicara berkenaan bet, bahasa Ibrani untuk bet itu artinya sebuah rumah. Mungkin saudara-saudara sangat familiar dengan ‘Bethlehem’. Bethlehem itu adalah sebuah rumah roti. Kenapa Yesus Kristus itu lahir di Bethlehem? Sampai suatu hari Dia mengatakan Akulah roti hidup. Inti yang mendasari dari seluruh stansa ini dalah membuat hati kita sebuah rumah bagi Firman Allah. Jadi jikalau tiap lapisan hati kita dibuka, apa isi yang terdalamnya? Apakah itu adalah greedy? Apakah itu lust? Apakah dosa-dosa yang disembunyikan dalam hidupmu? Saya tidak mau kita terjebak di dalam kekristenan yang absurd. Karena saudara bisa memiliki komitmen-komitmen apa pun, janji–janji kepada Kristus sekalipun, tetapi sesungguhnya itu tidak pernah terjadi karena itu adalah spiritualitas yang absurd. Kalau saudara mengatakan aku mau taat kepada Kristus, maka tidak ada jalan lain, saudara-saudara harus membaca Alkitab dan menaatinya. Saudara-saudara apakah Kristus ada di dalam isi hati kita? Maka jikalau Kristus ada di dalam isi hati kita maka Firman-Nya itu ada di dalam isi hati kita. Pemazmur mengatakan, “Dalam hatiku, aku menyimpan Firman-Mu.” Tidak ada orang yang memiliki Kristus di dalam hatinya kecuali di dalam isi hatinya terdalam adalah Firman.

Untuk apa kita mempelajari Firman dan menyimpannya dalam hati kita? Maka ayat yang ke-11 mengatakan supaya aku jangan berdosa kepada Engkau. Ini berbicara mengenai jalan kesucian. Salah satu pengajar gereja dari Scotland adalah Alexander McLaren. Dia mengatakan dunia adalah mesin pendorong yang lebih untuk berbuat kejahatan daripada kebaikan. Dan penuh berisi hal-hal yang jahat yang dilapis dengan kenikmatan. Dan banyak kondisi yang lebih mendorong kita mengikuti hal-hal yang buruk daripada hal-hal yang baik. Kecuali seseorang belajar satu seni kalimat yang tinggi. Dan seni kalimat, seni berbicara yang tinggi di dalam dunia ini adalah berkata ‘tidak’. Berkata ‘tidak’ kepada dunia. Dan seni ini hanya bisa dipelajari, didapatkan di dalam hati yang takut akan Allah. Tanpa hal ini, maka hidup seseorang akan masuk ke dalam kenajisan dunia dan ini akan membinasakannya. Alexander McLaren menyatakan satu seni yang tinggi dari berbicara kepada dunia adalah mengatakan ‘tidak’. Dan kita tidak mungkin punya itu kecuali kita belajar dan hati kita memiliki takut akan Allah baru ada seni tinggi ini keluar. Dan kemudian ketika saya membaca ini, saya teringat akan dua orang. Pertama adalah Daniel, dia berkata tidak. Dan kedua adalah Yusuf dan dia berkata tidak. Itu adalah seni tinggi. Dunia adalah dunia yang rusak. Dunia adalah dunia yang najis dan Allah menentukan kita hidup di tengah-tengah dunia. Dan supaya kita tidak tercemar oleh dunia, maka Allah memberikan sarana penyucian di dalam hidup kita. Di dalam Alkitab hanya ada tiga hal yang membuat saudara dan saya hidup suci. Yang pertama adalah darah Kristus. Yang kedua adalah Roh Kudus. Dan yang ketiga adalah Firman.

Yang pertama adalah darah Kristus, itu bukan hanya darah Kristus yang mati 2000 tahun yang lalu saja tetapi itu adalah sesuatu darah yang sampai sekarang masih bekerja bagi kita. Di dalam kata bahasa aslinya itu menggunakan kalimat present continuous tense. Darah Kristus menyucikan kita. Itu bukan past tense. Itu bicara berkenaan sesuatu yang terus menerus terjadi. Pdt. Stephen Tong pernah mengatakan ini dengan suatu ilustrasi yang baik. Itu adalah sesuatu penyucian, pembersihan itu persis seperti kelopak mata. Dan itu adalah kelopak mata yang menutup dan kemudian membuka. Ini adalah sesuatu yang sifatnya terus menerus. Dan terjadi pada saat ini. Di dalam anugerah Allah, Allah membersihkan kita dengan darah Kristus Yesus. Terjadi sekarang meskipun dicurahkan 2000 tahun yang lalu. Meskipun kita tidak menyadarinya, seperti kelopak mata yang menutup dan membersihkan mata kita dari berbagai macam debu.

Yang kedua adalah Roh Kudus. Roh Kudus akan memakai Firman dan Roh Kudus akan memakai seluruh circumstances kita, memojokkan kita akhirnya membentuk buah Roh Kudus sebagai karakter dalam hidup kita. Dan saudara-saudara, 9 rasa buah Roh Kudus dalam Galatia itu, tidak akan ada dari dunia tetapi ada di dalam kehidupan orang Kristen. Meskipun mungkin kecil buahnya, meskipun mungkin lambat tetapi pasti akan terjadi bagi anak-anak Tuhan yang sejati. Roh Kudus itu adalah roh yang menguduskan.

Yang ketiga di dalam Alkitab dikatakan yang menguduskan adalah Firman. Sehingga di dalam ayat yang ke-11 mengatakan, “Aku menyimpan Firman-Mu di dalam hatiku supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Dosa itu pembunuh manusia tetapi Firman itu pembunuh dosa. Mematikan dosa itu harus dengan sarana Firman. Untuk masuk di dalam hidup yang suci maka kita harus menyerahkan seluruh hidup kita kepada Firman, mempelajari Firman dan hidup di dalamnya. Di sini dikatakan adalah “Aku menyimpan Firman-Mu di dalam hatiku supaya aku jangan berdosa kepada Engkau.” Maka dikatakan ini adalah Firman itu yang menguduskan. Di dalam Yohanes 17:17, kita bisa hidup suci karena Firman itu ditanam dalam hidup kita. Tetapi hidup suci di dalam Alkitab adalah bukan untuk dipamerkan. Hidup suci di dalam Alkitab adalah artinya memiliki satu kontinuitas untuk berjalan bersama dengan Allah. Tanpa kesucian tidak ada seorang pun yang dapat berjalan bersama dengan Allah. Maka perhatikan sekali lagi, apa yang ada di dalam hati kita terdalam. Dan ketika saudara dan saya menemukan bahwa dosa-dosa itu ada di dalam hati kita, itu tidak bisa diusir dengan berdoa. Saudara bisa mengusir setan, tetapi saudara tidak pernah bisa mengusir dosa yang ada di dalam hidup kita. Dosa itu tidak bisa diusir dengan berdoa tetapi hanya bisa dihancurkan dengan Firman yang tertanam dan bertumbuh. Dan itu adalah jalan kesucian.

Saudara-saudara, di dalam ayat 9-11, maka secara ringkas, tiga hal ini ada. Pertama adalah hal yang terbaik adalah Firman. Yang kedua tempat yang terbaik adalah hati. Ketiga, tujuan yang terbaik adalah kesucian, berjalan bersama dengan Allah. Gereja ini disebut sebagai Gereja Reformed Injili. Injili artinya kita sungguh-sungguh beraktivitas mengabarkan injil. Injili bukan berarti saya percaya injil saja. Injili bukan berarti saya mendukung usaha-usaha penginjilan dengan uang saya saja. Tetapi disebut sebagai Gereja Reformed Injili artinya kita harus benar-benar mengabarkan injil dengan mulut kita sendiri kepada tetangga kita, kepada teman kita, kepada keluarga kita, di jalanan-jalanan, kita harus mengabarkan injil dengan mulut kita sendiri. Saudara-saudara jangan lupa untuk mengabarkan injil kepada keluarga kita. Orang-orang Puritan mengajar kita, injili keluargamu, nyatakan Kristus kepada keluargamu, karena sangat mungkin di dalam isi keluargamu ada orang-orang yang belum mengenal Kristus dan belum takluk kepada Kristus. Dan orang-orang Puritan juga mengajarkan kepada kita, injili gerejamu karena di tengah-tengah jemaatmu, ada banyak orang yang Kristen tetapi sebenarnya belum lahir baru. Mereka adalah orang-orang yang aktif pergi ke gereja tetapi tidak pernah mencintai Allah dan hidup takluk kepada Allah di dalam Firman. Gereja ini bukan saja saudara-saudara mempelajari doktrin-doktin reformed tetapi saudara dan saya memiliki satu roh yang sama dengan Bapak-Bapak Reformasi. Dan salah satu spirit yang sama adalah mempelajari Firman dan bertindak di dalam ketaatan kepada Firman. Sama seperti orang-orang sucinya Allah dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Mereka adalah orang-orang yang mempelajari Firman. Mereka bertumbuh mengenal Kristus dan mereka bertindak mengambil keputusan-keputusan di dalam ketaatan kepada Firman. Saudara-saudara kita harus mengenal Firman. Kita harus mengenal Alkitab. Mazmur pasal 119 berbicara berkenaan dengan Firman Allah, puji-pujian kepada Firman Allah.

Saudara dan saya jangan puas mendengar khotbah-khotbah. Meskipun khotbah itu penting sekali dan ini adalah sarana anugerah Allah melalui gereja-Nya, tetapi ini tidak cukup, apalagi jikalau saudara-saudara pergi ke satu gereja yang khotbahnya sendiri tidak bertanggung jawab. Yang Tuhan kehendaki di dalam Alkitab ini adalah belajar Firman. Ketika dalam keadaan sendiri, belajar Firman. Bukan saja saat teduh tetapi sungguh-sungguh studi Firman. Saya harap, setiap dari apa yang dikerjakan di dalam gereja ini, saya mau dan saya sungguh-sungguh mendorong dan membuat ini sesuatu yang nyata dalam setiap aktivitas dalam gereja ini adalah bicara berkenaan dengan bible study. Gerakan-gerakan KTB, Tuhan memberikan kepada kita suatu pertumbuhan KTB mahasiswa dan juga pemuda yang luar biasa bahkan melampaui pikiran saya. Dan ini sesuatu yang baik dan kita terus minta Tuhan itu memultiplikasikannya tetapi kepada semua orang yang ikut KTB, saya mau untuk saudara-saudara study bible di sana. Artinya ketika saudara keluar dari study bible itu saudara mengerti Alkitab lebih. Pakailah seluruh tools yang ada yang sekarang mudah sekali untuk kita temui untuk saudara-saudara bertumbuh dan saling sharing dengan yang lain tentang hal-hal di dalam keunikan Firman Tuhan ini. Saya sungguh-sungguh minta dan berdoa kepada Tuhan supaya Sekolah Minggu ini menjadi satu pendidikan dari anak-anak untuk boleh bertumbuh mengenal Firman. Saudara-saudara, itulah Reformed, setiap orang ditarik untuk mengerti Firman lebih dalam dan lebih menikmati Firman. Mimbar ini ada adalah untuk membuat saudara membuka Firman dan kemudian mengerti bagian-bagian Firman lebih dalam dari sebelumnya. Kita perlu belajar menjadi orang-orang yang bergerak mencari wajah Allah. Ayat yang ke-10 mengatakan “Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, Tuhan akan memberkati orang-orang yang mencari Tuhan. Tetapi sekali lagi apa arti mencari Tuhan? Adalah menggunakan seluruh resources, seluruh kekuatan, seluruh pikiran, seluruh uang kita, seluruh waktu kita, didedikasikan untuk mengerti Firman dan menaatinya. Itu artinya hidup bagi Kristus. Kiranya Tuhan boleh memimpin kita. Dan kiranya gereja ini, ketika saya bicara mengenai gereja adalah setiap dari saya dan saudara, kiranya gereja ini adalah gereja yang mencari Tuhan dan sungguh-sungguh mencari kedalaman Firman-Nya dan kemudian menaatinya dalam hidup. Kiranya Tuhan boleh dipermuliakan.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^