[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

12 May 2019

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Mazmur 27

Mazmur 27:1-3

Mazmur ini adalah salah satu Mazmur yang memberikan penghiburan. Sebenarnya kita tidak tahu persisnya apa konteks Daud sehingga dia menuliskan Mazmur ini, tetapi sangat mungkin ini adalah total dari seluruh pergumulannya. Boleh dikatakan temannya Daud adalah kesulitan dan pederitaan, affliction. Sejak dia diserang oleh beruang dan singa sampai dia diserang oleh Saul dan dikhianati orang-orang dalam keluarganya dan juga di dalam militernya dan secara rohani dia juga diserang oleh setan untuk dijatuhkan. Tuhan memakai Daud sebagai pribadi yang merupakan bayang-bayang kejayaan Kristus yang akan datang. Seluruh pergumulan diserang oleh musuh-musuhnya ini menghasilkan suatu perasaan yang begitu nyata di dalam Mazmur ini yaitu perasaan takut. Dia katakan aku takut, gemetar, kuatir adalah perasaan di dalam yang timbul merupakan suatu emosio negatif yang sangat tinggi yang dimasukkan ke dalam jiwa kita yang di-trigger oleh ancaman-ancaman di luar hidup kita. Konteksnya mungkin bisa berbeda-beda, konflik yang besar, sakit penyakit, situasi berbahaya mendekati kematian atau kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi. Perasaan takut kalau muncul dan menjadi besar membuat kita sama sekali tidak berdaya dan pikiran kita akan ditumpulkan dan hidup kita akan dilumpuhkan. Seseorang yang ketakutan bisa sampai terpojok di ujung ruangan yang gelap sepi dan sendiri sambil menangis mengigil ketakutan dan tinggal di dalam kepompong kegelisahan yang tidak pernah berakhir. Saya rasa ini adalah sesuatu yang sering kita alami atau mungkin sesuatu yang biasa kita alami. Kita menginginkan kedamaian, ketenangan, kesenangan, tetapi kekuatiran dan bayang-bayang ketakutan itu selalu menghantui kita, dan kita berusaha untuk menjauhkan diri atau melawan ketakutan ini dan dunia menawarkan begitu banyak cara untuk menangani ketakutan. Ada orang mengatakan tidurmu harus cukup sehingga badanmu kuat dan bisa melawan ketakutan. Ada orang mengatakan berpikirlah realistik sehingga engkau tahu ketakutanmu yang besar itu sebenarnya banyak sekali tidak beralasan. Atau engkau mendengarkan musik yang relaxing atau melakukan hal-hal yang fun, sharing kepada orang lain akan mengurangi ketakutanmu. Mungkin engkau pergi ke konselor atau ke hamba Tuhan atau orang yang kau percaya ataupun bantuan profesional akan mengurangi ketakutanmu, atau engkau melakukan olahraga maka itu akan mengurangi ketakutanmu. Semua itu diajarkan oleh orang-orang untuk mengurangi ketakutan kita tetapi tidak menghilangkan sumber ketakutan dan kekuatiran kita.

Apa yang menjadi jalan keluar dari kekuatiran dan ketakutan hidup ini? Alkitab mengatakan, Daud mengajarkan kepada kita, libatkan Allah di dalam ketakutanmu, ijinkan Allah masuk di dalam situasi hidupmu, ijinkan Dia memimpin hidup kita di dalam setiap konteks yang terjadi. Daud menyatakan kalimat yang sangat percaya diri, bukan karena dia kuat, bukan karena prajuritnya banyak, tetapi percaya diri karena dia mempercayakan dirinya bersandar kepada Allah. Daud mengatakan TUHAN adalah terangku dan keselamatanku kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku kepada siapakah aku harus gemetar? Ada beberapa hal poin yang sangat besar di dalam keseluruhan Mazmur ini.

Pertama, saudara-saudara lihatlah bahwa Daud menggunakan kata TUHAN dalam huruf besar, sekali lagi ini adalah sesuatu yang penting. Ini adalah YHWH, ini adalah Jehovah ini bukan cuma bicara Allah yang Maha Tinggi ini adalah nama Allah, Allah yang tertentu, Dia Jehovah adalah nama yang dinyatakan Allah kepada umat-Nya, di dalam convenant. Jadi, Daud tidak mengatakan Allah adalah benteng hidupku, Allah adalah terangku, tetapi Daud mengatakan Jehovah, Allah yang berjanji kepadaku itu adalah Allah-Nya Abraham, Ishak dan Yakub dan di dalam Perjanjian Baru saudara-saudara tahu itu adalah digenapi di dalam diri Yesus Kristus. Allah yang mengikat perjanjian dengan umat-Nya, Jehovah, Yesus Kristus, ini adalah pertolongan Kristus Yesus untuk Daud. Saudara-saudara, untuk kita mendapatkan pertolongan di dalam hidup ini, untuk kita bisa melawan ketakutan, maka saudara harus melibatkan Allah di dalam hidup kita tetapi saudara tidak bisa hanya melibatkan Allah di dalam hidup kita, saudara-saudara harus mengerti bahwa Allah yang mau terlibat di dalam hidup kita di dalam penderitaan dan kesulitan dan airmata dan kegelapan adalah Allah di dalam Yesus Kristus. Alkitab menyatakan di dalam Yesus Kristuslah, Allah hadir mengunjungi umat-Nya, Allah mengajar umat-Nya, Allah mati bagi umat-Nya, Allah masuk ke dalam penderitaan, Allah menghibur umat-Nya, Allah yang menyatakan kepada umat-Nya.

Ketika bicara berkenaan dengan ketakutan, sebenarnya ini adalah masalah besar sekali di dalam hidup kita. Hal yang pertama yang kita harus mengerti adalah saudara tidak bisa menghadapi ketakutan itu sendiri. Saudara harus melawan ketakutan itu dengan Allah di dalam Yesus Kristus, perdamaian dengan Allah di dalam Kristus Yesus. Saudara tidak bisa lari dari ketakutan itu, saudara tidak bisa melawan ketakutan itu. Satu-satunya pertolongan di dalam hidup yang menakutkan ini adalah Kristus Yesus Allah yang hidup itu. Ketika saya melihat manusia yang hidup tanpa Allah, tanpa Kristus Yesus, maka saya akan mengatakan orang itu adalah orang berani yang bodoh. Berani karena mereka seakan-akan berani menghadapi seluruh tantangan dari dunia ini yang di dalamnya ada kuasa kegelapan yang nyata. Dunia ini lebih kejam daripada yang kita pikirkan, tentang kekejaman dunia yang sudah jatuh di dalam dosa ini lebih menakutkan daripada apa yang kita bisa pikirkan tentang ketakutan dan setan adalah pribadi yang terus berusaha menghancurkan umat manusia. Dan berapa banyak dari orang-orang di dunia ini yang sudah jatuh ke dalam tangannya setan? Saudara-saudara jatuh di dalam tangannya musuh, diserang oleh musuh dan hidup diikat oleh musuh, siapa penolong saudara? Agama tidak bisa menolong engkau, suami, istri, anakmu, orangtuamu sudah tidak bisa menolong engkau dan bahkan Alkitab menyatakan seluruhnya takluk oleh kuasa kegelapan itu. Maka Alkitab adalah satu-satunya solusi dalam hidup manusia melawan musuh itu, kuasa kegelapan itu, dengan seluruh kekuatan senjatanya dan kekuatan senjata yang paling utama dari musuh itu adalah maut dan Alkitab mengatakan hanya Allah saja di dalam Yesus Kristus yang menolong manusia. Saudara-saudara, terima Yesus Kristus di dalam hatimu dan tundukkan hidupmu yang hanya satu kali itu kepada Yesus Kristus. Apakah saudara mau takluk sepenuhnya kepada pemerintahan Yesus Kristus? Di dalam Yesus Kristus, Allah menyatakan God with us itu berarti Tuhan itu ada beserta dengan kita. Allah yang beserta dengan kita dan melindungi kita dari segala musuh-musuh, tundukkan diri kita di bawah pemerintahannya dan lihatlah bagaimana Dia itu akan melindungi kita dan menghindarkan kita dari ketakutan kita.

Alkitab mengatakan Dialah pembela kita. Jikalau kita adalah orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus, orang-orang yang sungguh menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi, jikalau saudara dan saya adalah real anak-anak Tuhan, di mana Roh Kudus ada dalam isi hati kita, kita adalah orang yang dibenarkan, orang yang ditebus. Pastikan bahwa communion kita dengan Allah itu berjalan dengan baik. John Owen menyatakan Union with Christ tidak akan pernah terputus, itu adalah sesuatu ikatan yang tidak bisa dihancurkan, itu adalah selama-lamanya. Union with Christ tidak bisa terputus, tetapi communion with God satu relasi pribadi, setiap hari itu sangat bisa itu naik turun terus mengalami pasang surut kehidupan di dalamnya. Ada perasaan-perasaan kita itu masuk di dalamnya itu tidak terhindarkan. Saudara-saudara tidak mungkin bisa mengharapkan communion with God itu ada terus di atas, terus ada di awan-awan, kita bukan Superman rohani. Kadang ada kekuatiran, kadang kita berada dalam kegelapan, kadang kita merasa takut, tetapi jangan sampai ada stumbling block yaitu dosa yang membuat communion kita dengan Allah itu terganggu. Alkitab mengatakan jika Allah di pihak kita siapa yang sanggup mengalahkan kita. Pastikan bahwa kita ada di pihaknya Allah. Berjalan di dalam kesucian, selalu hadir di hadapan Allah dengan pertobatan hidup, seturut dengan pimpinan yang Tuhan itu nyatakan kepada kita. Hal-hal tersebut adalah sesuatu yang penting untuk meneguhkan hati nurani kita. Orang Kristen yang hati nuraninya tertuduh pasti tidak akan kuat menghadapi ketakutan orang Kristen di dalam Yesus Kristus. Tetapi kalau hati nuraninya tertuduh saudara tidak mungkin bisa mengatakan Tuhan adalah terangku, Tuhan adalah keselamatanku kepada siapa aku harus takut. Dua hal ini, pastikan bahwa kita ada di dalam Yesus Kristus dan ketika kita ada di dalam Kristus Yesus pastikan kita berjalan bersama dengan Dia. Mungkin saudara akan mengatakan apakah itu berarti kalau communion saya dengan Allah itu tidak baik, Allah tidak akan menolong saya? Jawabannya adalah Allah sangat mungkin tetap akan menolong kita, pasti menolong kita, tetapi masalahnya adalah kita tidak bisa melihat pertolongan Tuhan dan ketika kita tidak bisa melihat pertolongan Tuhan maka iman kita tidak bertumbuh, iman kita tidak akan kuat. Sekali lagi, saya berkali-kali mengatakan saya mengambil cuplikan daripada Elizabeth Browningapi Allah itu ada di mana-mana, tetapi yang bisa melihatnya, yang melepaskan dari kasutnya. Allah ada di mana-mana, Allah hadir dalam ruangan ini, Allah hadir dalam kehidupan saudara. Tetapi yang takut akan Allah atau yang tidak takut dalam Allah itu dibedakan dengan orang itu bisa atau tidak bisa melihat Allah itu hadir. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan orang yang suci hatinya dia melihat Allah. Pastikan hati nurani kita murni detik ini juga. Ketika ketakutan itu datang melanda kita itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita itu hindarkan. Ketakutan itu sendiri bukan sesuatu yang sifatnya pasti dosa, tetapi ketika ketakutan itu mengepung kita, satu satunya jalan keluar adalah kita berteriak minta pertolongan Allah, tetapi kita tidak mungkin akan minta pertolongan Allah jikalau hati nurani kita terganggu oleh dosa. Bereskan segera, minta pengampunan Allah dan kemudian kita berteriak seperti Daud, “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah banteng hidupku kepada siapakah aku harus gemetar?” Saya tekankan pertama adalah heart of covenantJehovah, TUHAN. Sekali lagi, bagi saudara yang belum Kristen, tundukkan hatimu, tundukkanlah hidupmu di bawah pemerintahan Kristus, terimalah Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Jangan menjadi orang yang berani tetapi bodoh. Engkau tidak mengerti bagaimana kejamnya dunia ini melebihi daripada yang engkau pikirkan dan bagaimana menakutkan dunia ini lebih daripada yang engkau pikirkan dan bagi kita yang sudah ada di dalam Kristus pastikan hati nurani kita itu teguh. Berjalanlah di dalam kesucian, berjalanlah di dalam kehendak Allah, pelihara, mari kita pelihara communion with God dan seandainya kita jatuh dan setan itu berusaha untuk membuat kita itu terlentang untuk jatuh perhatikan bahwa Allah tidak pernah akan menolak kita. Dia selalu memberikan jalan keluar bagi hidup kita dan dan jalan keluar itu adalah repentance (pertobatan), mintalah hati yang bertobat detik ini juga.

Hal yang kedua di dalam pagi ini yang saya mau tekankan adalah ketika Daud mengatakan TUHAN adalah terangku kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku kepada siapakah aku harus gemetar? Saudara lihatlah imagery yang dipakai dan ini adalah militaryimagery, ini adalah perang, benar-benar perang. Saudara-saudara, Daud mengajarkan kepada kita bahwa benar-benar ada musuh dan pada konteksnya dia ada musuh, ada kegelapan yang mendekat, ada kegelapan yang mau menyelimuti dan juga ketakutan yang muncul di dalam hati. Ini adalah sesuatu kenyataan di dalam alam fisikal sekaligus di dalam alam rohani. Kita musti mengerti cara Alkitab itu mengungkapkan, misalnya ketika Yesus mengatakan jangan kamu kuatir, maka sebenarnya asumsi dasarnya di dalam perikop ini, maka seluruh umat manusia yang adalah orang Kristen punya reason yang normal alami untuk kuatir. Kekuatiran adalah bagian dari hidup kita yang tidak bisa kita pisahkan. Maka ketika Yesus mengatakan jangan kamu kuatir itu berarti bahwa Yesus menyadari bahwa hidup kita itu penuh kekuatiran dan dari kacamata dunia kekuatiran adalah sesuatu yang normal. Juga demikian dengan ketakutan setiap malaikat datang diutus, maka kalimat pertama biasanya adalah ‘fear not’. Itu artinya bahwa Allah mengerti hidup kita di dunia ini adalah hidup yang takut. Takut itu adalah sesuatu yang normal dalam hidup. Tetapi Allah mau kita itu mengusir atau memerangi ketakutan dan kekuatiran dengan pengenalan akan Dia. Kembali ke tempat ini, Daud menyatakan: TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, kepada siapakah aku harus gemetar? Itu artinya dia menguatkan dirinya di tengah-tengah ketakutan dan kegentarannya karena memang ada musuh. Ada kegelapan yang mendekat. Perang itu adalah sesuatu hal yang dia itu hadapi. Ada satu topik yang berkali-kali muncul dalam Alkitab saudara-saudara adalah sebenarnya perang. Kita menginginkan perdamaian tetapi Alkitab itu dengan jelas menyatakan begitu manusia jatuh dalam dosa perang tidak terhindarkan. Dan dari sejak Kejadian sampai Wahyu ini adalah tema yang terus menerus ada. Saudara-saudara lihat di dalam kitab Kejadian maka saudara-saudara akan lihat bagaimana ada dua silsilah, anak-anak terang dan anak-anak kegelapan dan keduanya itu saling bertempur. Dan bagaimana kemudian setelah Israel terbentuk maka Israel itu adalah bangsa pilihan yang melawan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Dan di dalam Perjanjian Baru saudara-saudara bisa melihat bagaimana gereja itu dibentuk untuk berperang secara perang rohani terhadap pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa kerajaan angkasa. Dan di dalam kitab Wahyu saudara akan bisa melihat bagaimana kiamat itu adalah peperangan daripada Kristus Yesus dengan seluruh malaikat-Nya bermiliar-miliar daripada orang yang mengikuti Dia itu kemudian melawan seluruh penguasa kerajaan kegelapan dengan seluruh pengikutnya. Ada peperangan yang besar selalu sepanjang zaman antara Kerajaan Surga melawan kerajaan kegelapan, antara anak-anak terang melawan anak-anak kegelapan. Dan kiamat adalah perang yang besar itu. Dan sekarang saya mau untuk saudara-saudara melihat bagian Alkitab dan saudara lihat daripada prinsip perang ini, sense perang ini menjadi satu kacamata. Perhatikan Yohanes 1:4-5, kata “overcome”, tidak bisa menguasainya, tidak bisa menang terhadap dia. Ini adalah bicara berkenaan dengan kata menang kalah. Siapa yang menguasai dan siapa yang dikuasai. Ini adalah bicara berkenaan dengan peperangan. 1 Korintus 15:56-57. Kemenangan, kekalahan, musuh, senjata, kuasa, itu seluruhnya adalah terminology perang. Ibrani 2:14-15, perhatikan kata-kata yang dipakai: memusnahkan, mematikan, berkuasa, dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka; itu adalah bicara berkenaan dengan budak. Dan kemudian dibebaskan karena takutnya kepada maut, musuhnya itu. Seluruh ayat yang tadi saya katakan hanya contoh kecil dari seluruh ayat dalam Alkitab kita. Bahkan di dalam Perjanjian Baru, bahkan di dalam murid Yesus yang disebut sebagai rasul kasih ketika bicara mengenai Yesus, ketika bicara mengenai kegelapan, ketika bicara mengenai maut, ketika bicara mengenai ketakutan, seluruhnya yang dipakai sebenarnya adalah asumsi terminology perang. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, kepada siapakah aku harus gemetar? Ini adalah peperangan. Dan untuk itu saudara-saudara perhatikan beberapa prinsip ini. Saya akan masuk dalam prinsip mengenai peperangan di dalam Alkitab.

Pertama: kegelapan di dalam Alkitab itu suatu kuasa, ini bukan sekedar absence of light. Ini adalah positive evil. Kalau saudara melihat secara philosophical, kegelapan itu adalah ketiadaan terang, sehingga kalau terang itu ada, dengan sendirinya kegelapan tidak ada. Tetapi ketika misalnya saja di dalam Yohanes itu dikatakan bahwa kegelapan itu tidak bisa menguasainya, maka sebenarnya kegelapan yang dipakai dalam Alkitab itu adalah bicara mengenai positive evil. Ada pribadinya. Ini bukan sekedar absence of light. Ini real perang.

Hal yang kedua: perang ini real di dalam tatanan rohani dan physical. Di dalam Efesus misalnya, gereja diminta untuk perang, bukan melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia ini. Ini adalah perang rohani. Kita tidak mengangkat senjata untuk melawan orang-orang yang melawan kita sebagai gereja, tetapi kita memakai lutut kita untuk berdoa melawan orang-orang tersebut, dan kemudian kita itu berdiri dan melakukan hal-hal yang baik bagi dunia ini. Tetapi saudara-saudara, kita harus mengerti prinsip ini meskipun ini adalah perang rohani pada saat ini, pada zaman gereja, tetapi dampaknya bisa kepada kematian fisik. Saudara-saudara, fisik dan spiritualitas itu di dalam kekristenan tidak pernah terlepas secara total. Perang ini real secara rohani dan physical.

Hal yang ketiga, kita harus mengerti bahwa perang antara kerajaan terang dan kerajaan kegelapan itu adalah sesuatu yang sebenarnya tidak bisa sebanding. Ini bicara berkenaan dengan Kerajaan Allah dan kerajaan setan. Allah itu Pencipta. Setan itu adalah malaikat yang diciptakan dan kemudian jatuh di dalam dosa. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa perang ini sangat sengit, tetapi bukan sama kuasanya. Allah itu pasti menang. Kuasa kegelapan tidak mungkin bisa seimbang dengan kuasa Allah. Ini berbeda secara kualitatif. Tetapi Alkitab juga mengajarkan kuasa manusia tidak seimbang dengan kuasa kegelapan, ini juga perbedaan kualitatif. Apa yang Alkitab tegaskan? Engkau seharusnya takut karena kita tidak mungkin menang terhadap kuasa kegelapan, tetapi sebaliknya, kuasa kegelapan itu pasti kalah oleh kuasa Yesus Kristus.Alkitab mengatakan bahwa kuasa kegelapan itu dihancurkan tepat di singgasananya pada waktu Yesus bangkit.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, TUHAN adalah benteng hidupku, kepada siapakah aku harus takut? Demikian kata Daud. Ini bukan saja bicara berkenaan dengan dia mau melepaskan diri dari ketakutan atau bicara mengenai percaya diri, tetapi ini bicara berkenaan dengan penyerangan kembali. Ini bicara berkenaan dengan keberanian. Kepada siapa aku harus takut? Oh luar biasa. Saudara bisa bayangkan ini adalah pekerjaan Roh Kudus kepada orang-orang yang saudara lihat di dalam Alkitab yang kita sebut sebagai hero. Sebenarnya dia takut dan gemetar pada awalnya. Ini Daud, ini bukan Superman yang kemudian ada batu krypton lalu kemudian dia jadi kebal dengan apapun saja. Tidak, Alkitab itu real. Sungguh-sungguh takut. Tetapi kemudian Allah itu sungguh-sungguh menolong dia. Dan kemudian pertolongan-Nya ini bukan saja membuat dia confident, membuat dia kemudian bangkit dan kemudian menyerang musuhnya. Ini adalah suatu keberanian, ini adalah suatu proklamasi, ini adalah suatu kemenangan daripada iman. Daud menyatakan TUHAN adalah terangku, keselamatanku, dan bentengku, tiga hal ini. Belajar mengenai teologia Yohanes paling sederhana saja, maka saudara akan tahu bahwa God is Light, God is Life. Dan Alkitab juga dengan jelas menyatakan bahwa Yesus adalah Terang Dunia. Di dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah Terang Dunia. Kita sendiri dikatakan bahwa kita adalah terang dunia. Konsep Allah adalah terang satu-satunya disebut sepanjang Perjanjian Lama adalah di Mazmur 27 saja. Dalam Perjanjian Lama ada dikatakan Allah berselimutkan terang. Di dalam 2 Samuel 22 dikatakan bahwa Allah mengubah kegelapan menjadi terang. Mazmur 36 menyatakan di dalam terang-Mu kami melihat terang. Tetapi Daud memiliki pengenalan akan Allah yang luar biasa, dia menyebutkan di dalam ayat ini satu-satunya sepanjang Perjanjian Lama maka God is Light. Tetapi bukan saja God is Light, tetapi TUHAN adalah terangku. TUHAN adalah keselamatanku. TUHAN adalah benteng hidupku. Siapa yang bisa mengangkat tangannya pada pagi hari ini mengatakan Tuhan adalah terangku? Tuhan adalah keselamatanku? Tuhan adalah benteng hidupku? Real Dia itu adalah keselamatanku. Real Dia itu adalah terang bagiku. Daud benar-benar bergaul dengan Allah. Daud benar-benar memiliki relasi dengan Allah dan mendapatkan pertolongan Tuhan, benar. Perhatikan mengapa Daud menyatakan TUHAN adalah terangku. Terang dalam Alkitab menggambarkan begitu banyak macam mengenai purity, kemurnian, kesucian, dan juga iluminasi, membukakan pikiran sehingga kita bisa mengerti jalan yang benar. Tetapi konteks Daud kita tahu semua tadi adalah konteks ketakutan. Jadi kenapa Daud di sini menyatakan TUHAN adalah terangku? Karena dia menyadari bahwa lawannya adalah the power of darkness. Ingatlah ketika kita itu berada dalam ketakutan. Ketika kita berdiam diri di dalam ketakutan, di dalam kegelapan, kegelapan itu menyelimuti kita, ketakutan dari segala penjuru. Dan kita hanya bisa melakukan dua hal: pertama adalah lari, atau kedua adalah melawan. Tetapi lari atau melawan, kita tidak memiliki kekuatan untuk melawan ketakutan itu. Maka siapa yang bisa untuk melawan the power of darkness? Daud menyatakan God is my light. Tuhan bukan mengirimkan atau memberikan terang, tetapi Tuhan sendirilah terang itu. Dan Tuhan yang terang itu my light, artinya Tuhan sendiri yang hadir di tengah-tengah kehidupan Daud. Yang bisa menghancurkan kuasa kegelapan yang menyerang kita yang membuat kita ketakutan dari seluruh penjuru adalah Pribadi Yesus Kristus itu, di mana kegelapan itu tidak bisa menguasainya, dan kuasa kegelapan itu dihancurkan oleh Dia. Ini adalah kehadiran Kristus sendiri di dalam kehidupan Daud.

Carilah wajah-Nya di dalam ketakutan kita. Berserulah kepada-Nya jangan membuang aku ya Tuhan, jangan meninggalkan aku. Tunjukkan jalan-Mu, Tuhan. Jangan menyerahkan nyawaku kepada musuh-musuhku, ya Tuhan. Firman-Mu mengatakan cari wajah-Ku, maka kucari wajah-Mu ya Tuhan. Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku. Jangan menolak hamba-Mu ini dengan murka-Mu. Engkau dan saya tidak mungkin memiliki pertolongan yang lain kecuali Dia hadir karena hanya Dia yang bisa melawan kuasa kegelapan. Dan ini adalah kebenaran yang sifatnya physical sekaligus spiritual. Ini bukan saja kebenaran ketika kita bicara berkenaan dengan kematian menuju kepada Surga. Ini adalah kebenaran ketika kita mempunyai masalah di dunia ini. Carilah wajah-Nya. Dan itu adalah kekuatan kita. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? Mari kita berdoa.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^