[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

3 March 2019

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Mazmur 139 (2)

Mazmur 139:7-12

Minggu yang lalu kita sudah berbicara tentang kemahatahuan Allah. Hari ini kita akan berbicara tentang kemahahadiran Allah. Kemahahadiran Allah adalah salah satu dari Incommunicable Attribute of God. Ketika kita melihat sifat-sifat Allah, kita dapat membaginya menjadi dua. Yang pertama adalah Communicable attribute dan yang kedua adalah Incommunicable Attribute. Apa itu Communicable Attribute? Communicable Attribute adalah sifat Allah yang bisa kita pahami karena ada analogi-analogi yang dipakai untuk membandingkan dengan apa yang kita alami sebagai manusia. Misalnya, sifat Allah yang murah hati, dan saudara akan bertemu dengan orang-orang yang murah hati. Sifat Allah yang pengasih, penyayang. Sifat Allah kuasa, saudara akan menemui orang yang memiliki kuasa, termasuk yang minggu lalu tentang kemahatahuan Allah. Saudara akan bisa melihat ada orang yang begitu banyak tahu, begitu pandai. Tetapi yang disebut denganIncommunicable Attribute yaiu sifat Allah yang walaupun dinyatakan oleh Allah di dalam Alkitab, tetapi pikiran ini tidak bisa kita pahami sepenuhnya. Tidak ada analogi di dalam hidup kita yang dapat dipakai untuk membandingkannya. Apa contohnya? Independent of God adalah Allah yang terpisah dari dunia ciptaan, Allah yang tidak perlu dunia ciptaan. Saudara tidak memiliki analoginya dalam hidup kita, saudara memerlukan orang lain, kita memerlukan benda lain, memerlukan sesuatu di luar kita utk memenuhi kebutuhan kita, tetapi Allah tidak. Allah itu Independence dalam diri-Nya, Dia adalah self-exsistent. Immutable of God adalah Allah yang tidak berubah, dari dulu sampai selama lamanya Dia tidak berubah. Tetapi uniknya dalam Alkitab, Allah yang tidak berubah itu bukanlah Allah yang statis. Malah sebaliknya Dia adalah Allah yang dinamis, lebih dinamis daripada siapapun ciptaan yang ada. Dialah inisiator, penggerak, Dia memiliki suatu rencana untuk dijalankan. Omnipresent of God adalah kemahahadiran Allah. Tetapi, Allah yang Maha hadir itu, Allah yang dekat dengan kita itu, Allah yang ada dalam ruangan ini, pada saat yang sama, Dia adalah Immensity of God, Dia adalah Allah yang jauh di luar sana.

Ayat 7-12 Daud dealing dengan Allah yang Maha hadir. Daud takjub dengan Omnipresent of God. Daud menikmati Allah. Inilah hak istimewa yang diberikan Allah untuk kita, menikmati pribadi-Nya, menikmati sifat-sifat-Nya. Ini juga adalah panggilan Allah untuk mendekat dan menikmati Dia. Apa itu panggilan Allah untuk orang Kristen? Allah jelas memanggil kita untuk berjuang bagi kemuliaan-Nya, untuk memberitakan Injil-Nya bagi dunia, untuk kita mematikan dosa dalam diri kita, tetapi, panggilan yang paling utama yaitu panggilan untuk menikmati dan memuliakan Dia selama-lamanya. Itu adalah tujuan hidup kita, demikian kata Westminster. What is the achieve end of man? To glorify and to enjoy Him forever. Orang yang sungguh-sungguh menikmati Dia akan bisa memuji, dan pujian itu bukan sekedar ekspresi kenikmatan, pujian itu melengkapi kenikmatan itu, demikian kata C.S Lewis. Suatu hari ketika saya di New Zealand, saya pergi pagi-pagi ketika kabut sangat tebal. Dan ketika sinar matahari mulai cerah menembus kabut, saya begitu sangat terkejut, karena persis di sebelah saya ada gunung es yang besar. Oh luar biasa, saya begitu gentar, saya mengatakan kepada Tuhan dengan perasaan takjub, “Engkau besar Tuhan! Engkau besar!” Ketika hati saya bersentuhan dengan gunung tersebut, dan kemudian saya menikmatinya, maka pujian pengagungan itu muncul. Ketika kita memuliakan dan memuji Dia, pujian itu bukan sekedar ekspresi kenikmatan, tetapi pujian itu melengkapi kenikmatan kita. Dan di dalam ayat ini Daud menggambarkan ketertakjubannya dengan nyanyian. Dia melihat Allah, dia menikmati Allah dan sekarang dia memuliakan Allah, dia memuji kebesaran-Nya, memuji keajaiban-Nya. Dia mengatakan, terlalu ajaib pengertian ini Tuhan, terlalu tinggi Engkau, aku tidak sanggup pencapainya. Oh betapa rumitnya pikiran-Mu Tuhan, terlalu besar jumlahnya bagiku. Oh Tuhan, ke mana aku dapat pergi menjauhi Roh-Mu? Ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Daud terpesona dengan kemahahadiran Allah yang selalu hadir di dekat dia.

Di dalam ayat yang ke-8, ini adalah gambaran atas dan bawah. Berbicara berkenaan dengan langit itu adalah berbicara tentang atas. Dan ketika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati itu dalam bahasa aslinya adalah sama dengan neraka. Paulus pernah menyatakan dia mendapat penglihatan sampai ke langit tingkat ketiga. Kosmologi orang Yahudi adalah langit tingkat pertama adalah langit yang kelihatan, tingkat kedua adalah angkasa dan tingkat ketiga adalah surga. Dan Daud mengatakan, jika aku mendaki ke sana, Engkau ada di sana. Dan jikalau aku pergi ke tempat neraka sekalipun, bahasa aslinya, jikalau aku tidur di neraka sekalipun, Engkau ada di sana. Saudara-saudara, kita selalu berpikir bahwa di dalam neraka Allah itu tidak ada. Tidak ada satu tempatpun di dalam dunia ini maupun di luar dunia ini, di mana Allah tidak memerintah. Allah hadir di neraka tetapi tanpa belas kasihan setetespun. Perhatikan ayat 9, sayap fajar, itu berbicara mengenai Timur, dan ujung laut, dalam gambaran orang Ibrani ini adalah Barat. Dan maka Daud mengatakan, dari ujung paling terakhir dari Timur sampai ujung terakhir dari Barat, Engkau ada di sana. Tetapi bukan itu saja, dia mengatakan, jika aku terbang. Kata yang dipakai adalah kata untuk menggambarkan kecepatan sinar yang memancar dari horizon ke horizon. Itu artinya adalah Daud mengatakan, jika aku bergerak dengan kecepatan cahaya sekalipun, Tuhan itu hadir di setiap titiknya, seperti kilat pun, maka Tuhan itu hadir di setiap ruangannya.

Di dalam ayat yang ke-10, dan di sana tangan-Mu menuntun aku dan tangan kanan-Mu memegang aku, saya akan jelaskan ini nanti, saya akan masuk ke ayat 11 dan 12 terlebih dahulu. Jika aku berkata biarlah kegelapan melingkupi aku dan terang sekelilingku menjadi malam, maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu dan kegelapan sama seperti terang. Ini bukan saja berbicara mengenai atas, bawah, kiri, dan kanan, ini adalah berbicara berkenaan dengan kondisi sekarang yang meliputi. Allah bisa hadir dan Allah bisa meliputi kita dalam kondisi terang maupun gelap. Saudara, apa bagian bumi yang paling gelap? Adalah dasar laut. Dan dasar laut dalam disebut sebagai malam yang tanpa akhir. Saudara-saudara, sinar matahari hanya akan sampai 200 meter di bawah permukaan laut, menyinarinya (Photic zone). Antara 200-1000 meter, matahari mulai mendapat banyak kesulitan untuk menyinari, itu adalah tempat yang sangat remang-remang. Tetapi lebih dari 1000 meter itu adalah tempat yang gelap total. Dan apakah saudara tahu laut yang terdalam di muka bumi ini? Tempat yang paling dalam adalah di lautan pasifik, namanya adalah Challenger deep (11.000 meter). Saudara bisa bayangkan gunung Everest hanya 8850 meter di atas permukaan laut. Berarti gunung Everest itu bisa ditenggelamkan di dasar laut ini. Dan Daud menyatakan, Allah pun hadir di sana literally. Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, tetapi kegelapan tidak menggelapkan bagi-Mu, Engkau hadir di sana literally. Seluruh ayat ini mau menyatakan kehadiran Allah dalam semua ruang di saat waktu yang sama. Allah memenuhi segala bagian dalam ruangan ini, maupun di luar dunia ini, juga di bawah dunia ini, dengan keseluruhan diri-Nya. Allah hadir di tempat teratas, Allah hadir di tempat terbawah, Allah hadir dari tepian Timur, sampai ke ujung Barat. Allah hadir bertahta di surga, Dia hadir di neraka, Dia hadir dalam seluruh kondisi terang maupun gelap. Allah hadir di dunia baik di tempat yang terlihat maupun yang tidak terlihat oleh mata kita. Allah hadir di dunia fisik maupun spiritual. Allah hadir dalam waktu, maupun melampaui waktu. Allah hadir di tempat rahasia dan yang paling misteri sekalipun. Dia hadir di dalam keadaan baik maupun buruk, terang maupun gelap, tidak ada yang dapat menahan kehadiran-Nya, tidak ada yang dapat mencegah kehadiran-Nya. Allah itu tidak terbatas, Dia berada di semua tempat pada saat yang sama. Bukan pengaruhnya saja yang hadir, tetapi Dia hadir di manapun secara esensi, secara pribadi. Di dalam Yeremia 23 Dia menyatakan, bukankah Aku yang memenuhi langit dan bumi, begitu pernyataan Firman Allah. Pada saat yang sama, Dia bertahta di surga, tidak berubah, tidak beranjak. Itu adalah gambaran kemahahadiran Allah. 

Kalau saudara-saudara melihat seluruh Alkitab kita, maka Alkitab mengajarkan, Allah yang dekat, yang Maha hadir ini, adalah sekaligus Allah yang jauh. Alkitab mengatakan Allah adalah pencipta dunia, dan apa artinya? Dia ada dalam realm kekekalan. Realm-nya kita adalah ruang dan waktu. Kekekalan itu bukan perpanjangan waktu. Kekekalan adalah suatu realm di atas waktu. Dari kekekalanlah maka kita diciptakan. Ini adalah perbedaan kualitatif. Waktu itu direntang seberapa pun panjangnya tidak pernah akan mencapai kekekalan. Alkitab mengatakan bahwa Allah itu Pencipta kita. Manusia direntangkan seberapa pun tidak pernah akan menjadi Allah. Ini perbedaan kualitatif di dalam realm dan di dalam pribadi. Sekali lagi, Allah itu pencipta dunia, pencipta ruang dan waktu, pencipta kesementaraan ini. Kekekalanlah yang menciptakan ruang dan waktu. Itulah sebabnya di dalam Alkitab dikatakan, Dia adalah Allah yang berada di tempat yang Maha Tinggi. Dia akan tertawa saja kepada semua mahluk ciptaan-Nya yang mau menandingi Dia. Allah itu tidak tertandingi. Dia berada di tempat-Nya sendiri, di kelas-Nya sendiri, di tempat yang tertinggi, mengatasi seluruh langit, demikian kata Alkitab, dan Dia itu kekal dan tidak ada hari-hari-Nya. Tidak ada masa lalu, sekarang dan masa depan bagi-Nya. Dia tetap, kekal dan bertahta untuk selama-lamanya. Dia adalah Allah yang jauh di sana, yang tidak mungkin bisa diraih oleh kita, tetapi hal yang menakjubkan adalah, Allah yang jauh itu ternyata adalah Allah yang mau mendekat kepada kita. Kalau kita minta anugerah Roh Kudus untuk mengerti Firman, maka kita akan terpesona melihat Allah yang mau mengatakan kepada Salomo, “Aku akan hadir di bait mu, Aku akan hadir di bait suci ini”. Bagaimana mungkin bahkan Alkitab mengatakan, tidak ada langit di atas langit yang dapat menampung Dia, tetapi Dia mau hadir di bait suci itu, hadir di antara umat-Nya? Tetapi sekali lagi ini adalah hak istimewa kita, orang-orang di dalam Yesus Kristus. Saya sudah mengatakannya dan saya mengulanginya, Saudara-saudara. Didalam Mazmur 139:1, TUHAN (semua huruf besar) itu menunjuk kepada Kristus. Allah yang jauh di sana, yang tidak terhampiri oleh kita, di dalam Kristus Dia mendekati kita, membuat Dia bisa dijamah oleh kita. Sepanjang 33,5 tahun kita bisa melihat karya-Nya, berbicara dengan Dia, meraba Dia, mendengar suara-Nya langsung. Allah yang jauh di sana, Immensity of God, Allah yang di seberang sana merelakan diri untuk dikenal oleh manusia.

Di dalam dunia ini ada dua pandangan berkenaan dengan kehadiran Allah. Yang pertama adalah Pantheism, yaitu pandangan bahwa semua adalah allah. Saya, anda, binatang, benda, apapun saja adalah allah. Jangan meremehkan Pantheism karena Pantheism itu nanti akan menjadi Monism, dan itu adalah new age movement jaman sekarang. Allah di dalam Alkitab, yang hadir di tengah kita, adalah Pribadi yang berbeda dengan pribadi kita. Allah di dalam Alkitab bukanlah kumpulan semesta. Dia adalah Pribadi yang menciptakan kita. Di tempat yang lain adalah Deism, yang mengatakah bahwa Allah itu di seberang sana, yang setelah mencipta dunia ini, Dia melepaskan tangan-Nya dan membiarkan dunia ini berjalan sampai pada akhirnya. Orang-orang Deism berusaha untuk menjawab kehadiran Problem of evil yang disebut Theodicy, yaitu pembelaan kepada Allah. Tetapi Allah di dalam Alkitab bukan Pantheism dan bukan Deism. Dia adalah Allah pribadi di luar sana yang menciptakan kita, tetapi pada saat yang sama Dia rela masuk ke dalam hidup kita, dan di dalam Kristus, Dia rela masuk bahkan menghadapi the problem of evil. Alkitab dengan jelas menyatakan, Allah yang hadir (omnipresent) adalah Allah yang jauh, pada saat yang sama Allah yang jauh adalah Allah yang rela hadir di manapun saja.

Dan saya akan masuk dalam aplikasi. Yang pertama, Allah yang jauh adalah Allah yang dekat, tetapi Allah yang dekat juga adalah Allah yang jauh. Kadang-kadang ada saat di mana kita, anak-anak Tuhan ingin menghindari Allah. Tetapi Allah hadir di mana-mana. Di tempat yang lain, Allah yang hadir di mana-mana itu tidak bisa dibelenggu dengan pengalaman kehadiran-Nya sendiri. Kalau engkau dan saya adalah anak Tuhan yang sejati, pasti pernah ada dalam hidup kita menyadari, God is here. Tetapi, pengalaman itu tidak bisa membelenggu Dia. Kita ingin sekali mengulangi peristiwa-peristiwa yang mengagumkan dengan Tuhan, ketika Firman-Nya diberikan kepada kita begitu jelas secara rohani, di tempat itu. Tetapi saudara dan saya tidak mungkin bisa memprediksi Dia besok pasti akan hadir di tempat itu. Pengalaman apapun tidak bisa membelenggu Dia, karena Dia adalah Allah yang Maha hadir, pada saat yang sama Dia adalah Allah yang jauh, yang berdaulat. Itulah sebabnya Yesus mengatakan, akan datang penyembah-penyembah di dalam truth and spirit.

Hal yang kedua, kita harus menyadari bahwa tidak semua tempat itu Tuhan ‘nyata’ hadir. Tuhan hadir di mana-mana, itu jelas, tetapi yang mengubah hidup kita adalah kita nyata, kita tahu, kita mengalami Dia hadir. Di dalam Alkitab bahkan Allah yang Maha hadir itu menyatakan, di dalam kedaulatan-Nya Dia memilih tempat-tempat di mana Dia dengan nyata hadir di dalam waktu yang cukup lama. Dalam Perjanjian Lama, dengan jelas menyatakan bahwa Dia hadir dan berkenan ditemui di bait Allah yang didirikan Salomo. Tetapi di dalam Perjanjian Baru, uniknya Dia meninggalkan bait Allah Salomo dan sekarang hadir di padang gurun tempat Yohanes Pembaptis berkotbah. Oh, kita harus takut akan hal ini, kita tidak bisa take it for granted. Orang Puritan mengatakan, di semua tempat, di muka bumi, di mana Tuhan paling suka, paling sering menyatakan diri-Nya adalah di dalam gereja. Tuhan paling sering jelas menyatakan diri-Nya, kehadiran-Nya adalah gereja yang sejati. Tetapi sekali lagi, kita tidak bisa take it for granted. Kita harus menggumulkan kehadiran-Nya, karena kehadiran-Nya dalam Alkitab dengan jelas meminta kita berjalan bersama-Nya. Amos mengatakan tidak mungkin dua orang berjalan bersama-sama kalau dia tidak berjanji. Dan apakah ‘perjanjian dengan Allah’ itu adalah berjalan di dalam ketaatan kepada-Nya, kesucian di hadapan-Nya. Sekali lagi poin kedua yang mau saya jelaskan adalah tidak semua tempat di muka bumi ini nyata Tuhan hadir. Ada tempat-tempat, persekutuan-persekutuan, kondisi-kondisi yang di mana Tuhan itu nyata. Ketika engkau dan saya bertemu di mana Allah hadir, saudara harus berjuang di situ. Ketika saudara dan saya sudah melihat Allah itu hadir, berbicara, menyatakan diri-Nya dalam keagungan-Nya, saudara dan saya harus mempertahankan tempat itu. Sampai kapan Tuhan itu beranjak dari tempat itu, tidak ada yang tahu. Jonathan Edward waktu dia berkotbah begitu banyak kebangunan rohani, tetapi orang-orang Kristen duniawi tidak pernah bisa melihat Allah itu hadir nyata di situ bahkan jemaatnya pun memecat dia. Itu adalah kebodohan manusia.

Hal yang ketiga, Alkitab mengatakan Allah hadir di surga dan Dia duduk bersemayam di sana tetapi kehadiran Allah itu nyata di dalam satu kondisi di muka bumi ini, satu “kondisi” bukan syarat saudara, yaitu Allah itu biasanya nyata hadir adalah jikalau ada kerendahan hati dan remuk hati. Yesaya 57:15, “sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya:”Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.” Allah hadir di mana? Allah hadir di tempat yang Mahakudus, di tempat yang Mahatinggi, itu adalah kehadiran-Nya di dalam kemuliaan ‘dan’ di tempat di mana orang-orang remuk dan rendah hati, ini adalah kehadiran-Nya di dalam anugerah. Satu adalah the Glorious present, satu adalah the Gracious present. Saudara mau merasakan, mengalami kehadiran Tuhan? Rendahkan hati, jangan sombong, jangan angkuh, jangan berpikir bahwa kita memiliki satu elemen pun yang lebih baik daripada orang lain. Kita adalah orang yang benar-benar tidak punya apa-apa, sungguh tidak punya. Kemarin ketika saya bertemu dengan Pak Tong, beliau mengatakan ada satu konselor Kristen yang membantu hingga ratusan orang yang mau bercerai menjadi tidak jadi bercerai. Tetapi ternyata pada akhirnya, dia sendiri bercerai. Nama orang ini adalah Kate Miller, dan kemudian dia menuliskan satu buku, dalam buku itu ada tulisan, ’jangan berpikir apa yang terjadi pada orang lain tidak akan terjadi kepadamu’. Saudara, kita tidak lebih baik dari orang lain. Kalau orang lain bisa ditinggalkan oleh Tuhan, kita bisa ditinggalkan oleh Tuhan. Kalau orang lain bisa berada dalam dosa, kita pun bisa berada dalam dosa. Kita tidak punya apa pun saja untuk mempertahankan yang baik dalam hidup kita. Kita memerlukan anugerah Tuhan, kehadiran-Nya menuntun selalu. Dan Yesaya 57 mengatakan, ‘Dia yang bertahta di surga, Dia juga bertahta di tengah-tengah umat-Nya yang remuk dan rendah hati’. Mari kita minta selalu di tengah seluruh perjuangan hidup kita untuk mempermuliakan Kristus, minta selalu hati yang remuk dan hati yang rendah. Menyadari bahwa sehebat apapun saja, we are nothing.

Terakhir hal keempat. Kemaha hadiran Tuhan itu hiburan bagi orang benar tetapi siksaan bagi orang berdosa, suatu siksaan yang tidak ada habis-habisnya bagi orang yang tidak mau bertobat. Saudara apa itu artinya Allah selalu hadir? Itu artinya Allah itu selalu mengikuti kita, selalu Dia berada di dekat kita. Saudara, Daud menyatakan, Allah yang Maha hadir adalah Allah yang menghibur dia. Di dalam Yesus Kristus, Daud tidak takut akan kehadiran Allah. Di dalam ayat ke-10, dia mengatakan, tangan-Mu menuntun aku, tangan kanan-Mu memegang aku. Di dalam bahasa aslinya, ini adalah guide/ care, pimpinan, perlindungan. Bagi orang-orang yang menjadi murid-Nya, yang menerima Dia bukan saja sebagai Juruselamat tetapi sebagai Tuhan, bagi orang-orang yang menyadari hidup itu cuma sekali dan harus didedikasikan kepada Kristus, Yesus menyatakan dalam Firman-Nya,’Aku tidak akan meninggalkan engkau sampai pada kesudahan jaman’ itu artinya penyertaan-Nya, perlindungan-Nya selalu. Tetapi sebaliknya, kepada orang-orang yang berdosa, yang tidak mau bertobat, yang mencemooh Allah, yang tidak peduli dengan Dia, Dia akan menyatakan kemahahadiran-Nya di dalam seluruh penghukuman-Nya. Saya akan tutup seluruh kotbah ini dengan satu perikop yang sangat menakutkan. Memiliki satu nuansa yang sama dengan Mazmur 139. saudara akan bisa melihat atas, bawah, kiri, kanan, tetapi semuanya di dalam murka Allah. Amos 9:1-6. “Kulihat Tuhan berdiri dekat mezbah, dan Ia berfirman: ’Pukullah hulu tiang dengan keras, sehingga ambang-ambang bergoncang, dan runtuhkanlah itu ke atas kepala semua orang, dan sisa-sisa mereka akan Kubunuh dengan pedang; tidak seorangpun dari mereka akan dapat melarikan diri dan tidak seorang pun dari mereka akan dapat meluputkan diri. Sekalipun mereka menembus sampai ke dunia orang mati, tangan-Ku akan mengambil mereka dari sana; sekalipun mereka naik ke langit, Aku akan menurunkan mereka dari sana. Sekalipun mereka bersembunyi di puncak gunung Karmel, Aku akan mengusut dan mengambil mereka dari sana; sekalipun mereka menyembunyikan diri terhadap mata-Ku di dasar laut, Aku akan memerintahkan ular untuk memagut mereka di sana. Sekalipun mereka berjalan di depan musuhnya sebagai orang tawanan, Aku akan memerintahkan pedang untuk membunuh mereka di sana. Aku akan mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kecelakaan dan bukan untuk keberuntungan mereka. Tuhan ALLAH semesta alamlah yang menyentuh bumi, sehingga bergoyang dan semua penduduknya berkabung, dan seluruhnya naik seperti sungai Nil, dan surut seperti sungai Mesir; yang mendirikan anjungan-Nya di langit dan mendasarkan kubah-Nya di atas bumi; yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi—TUHAN itulah nama-Nya.”

Maha hadir di setiap ruangan di manapun saja, dan Dia berbicara kepada umat-Nya Israel yang memberontak kepada Dia, yang tidak mengaku pada pemerintahan-Nya, yang menyatakan bahwa dirinya adalah umat Allah tetapi tidak berlaku seperti umat perjanjian. Mendapat berkat-berkat tetapi mempermainkan berkat. Maka kehadiran-Nya itu sekarang adalah kehadiran yang mau membinasakan. Tepat seperti Mazmur 139, Amos 9 menyatakan di mana pun saja Aku hadir untuk mengejar dan membunuh mereka. Kemahahadiran Allah. Jangan bermain-main di dalam ke Kristenan. Saya tanya kepada saudara-saudara, apakah saudara bisa mengucapkan kemahahadiran Allah dengan sukacita seperti Daud? Tangan kanan-Mu menuntun aku, memegang aku. Oh pikiran ini begitu besar Tuhan, terlalu ajaib bagiku. Dan dia adalah orang pilihan, yang dipakai oleh Allah, sahabat Allah, berjalan bersama Allah. Kiranya Tuhan boleh memberikan kebahagiaan Daud itu kepada kita. Tetapi, mungkin ada di antara saudara-saudara, saya tidak peduli engkau sudah berapa lama menjadi Kristen, tetapi engkau sebenarnya tidak pernah mengenal Kristus. Maka Amos pasal 9-lah yang menjadi bagianmu. Bertobatlah! Di dalam Kristus bertobatlah! Kiranya Tuhan memberikan sejahtera dengan kehadiran-Nya.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^