[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

3 February 2019

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Mazmur 23

Mazmur 23

Alkitab yang kita baca adalah pewahyuan tentang Allah. Apa arti wahyu? Wahyu artinya penyingkapan sesuatu yang tadinya tertutup, tersembunyi, rahasia. Tidak ada satu manusia pun yang mengenal Allah, yang bisa mendekat kepada Allah. Kita adalah manusia yang sudah berdosa dan Allah adalah Allah yang suci. Jarak antara manusia berdosa dan Allah yang suci melebihi langit dan bumi. Kecuali Allah menyatakan diri, tidak ada manusia yang bisa mengenal Allah. Allah menyatakan diri-Nya dalam Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan melalui Alkitab, sehingga kita bisa mengenal-Nya.

Di dalam ayat ini, Allah menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya. Hai umat-Ku, Aku adalah gembalamu. Kalau saudara mengerti apa yang menjadi latar belakang seorang gembala dan domba waktu itu di Israel, maka kita akan memiliki hati yang remuk karena Allah mau mendekat kepada kita. Mazmur 23 dimulai dengan Daud memuji Allah karena gembalanya. Daud memproklamasikan Tuhan adalah gembalaku. Mazmur 23 bukan saja menyatakan bahwa Allah adalah gembala. Banyak allah, banyak tuhan. Tetapi di sini dikatakan T-U-H-A-N dengan huruf besar. Ini artinya YAHWE, GOD of Israel. Allah yang membuat perjanjian dengan umat-Nya. Dia bukan sekedar berjanji tetapi Dia sendiri menjadi gembala mereka. Salah satu ilustrasi yang paling sering dipakai Allah adalah berbicara berkenaan dengan Dia adalah gembala.

Mazmur 23 memiliki ide yang sejajar dengan Yehezkiel 34. Yehezkiel 34 berbicara mengenai Allah yang melawan gembala-gembala yang jahat bagi orang Israel. Dia membangkitkan gembala yang berkenan di dalam hati-Nya. 2800 tahun kemudian dari nubuatan Yehezkiel, Allah mengirimkan Anak-Nya yang Tunggal yaitu Tuhan Yesus Kristus. Dia-lah yang memproklamirkan Diri-Nya, Aku-lah Gembala yang baik. Mazmur 23 dimulai TUHAN, YAHWE adalah gembalaku. Itu artinya Kristus adalah gembalaku. Allah menepati janji-Nya. Dia turun ke dunia, menggembalakan umat-Nya menjadi milik kepunyaan-Nya sendiri. Mengapa Alkitab dikatakan good news? Allah yang suci, yang seharusnya membenci kita yang berdosa, di dalam inisiatif-Nya pada diri-Nya sendiri, di dalam kasih karunia-Nya yang tidak berdasarkan kita, tapi berdasarkan kepada diri-Nya sendiri. Dia rela mendekati kita, mengikat perjanjian dengan umat yang berdosa, membawa umat itu ke dalam isi hati-Nya. Dijadikan satu untuk dicintai selama-lamanya. Itulah Good News.

Kekristenan tidak sama dengan agama lain. Seluruh agama yang lain berasal dari bawah menuju ke atas. Mereka mematuhi hukum-hukum, untuk menuju tangga ke surga. Tetapi siapa yang bisa melakukannya secara sempurna? Tidak ada. Kekristenan mengajarkan apa? Alkitab mengajarkan tidak ada yang baik di dalam dirimu dan diriku. Tidak ada sesuatu yang bisa engkau kerjakan melalui hukum-hukum dimana engkau bisa pergi ke surga. Tidak ada harapan di dalam dunia yang sudah jatuh di dalam dosa. Satu-satunya harapan untuk manusia adalah bukan dari bawah menuju ke atas tetapi Allah dari atas mengunjungi kita. Allah dari surga datang ke dunia, menebus hidup kita, mengambil kita dan menyatukan diri Dia dan diri kita. Pada saatnya nanti membawa kita ke surga, tempat kediaman-Nya. Itu semua dikerjakan-Nya di dalam diri Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan Yesus Kristus. Keselamatan manusia bukan dengan melakukan hukum-hukum, tetapi bergantung kepada kasih karunia Allah, di dalam penebusan Yesus Kristus, melalui darah-Nya membawa kita mendekat, menyatukan diri-Nya dengan kita, menjadi satu di dalam Kristus. Itu disebut sebagai Union with Christ. Di luar Union with Christ, tidak akan ada keselamatan. Berbicara Union with Christ, Alkitab menggambarkan berbagai macam cara untuk menyatakan kedekatan-Nya, kesatuan-Nya, ketergantungan kita dengan Dia. Kadang Alkitab menggambarkan seperti suami dan istri, pokok anggur dan ranting, batu penjuru dan bangunan, kepala dan tubuh. Dan di dalam ayat ini adalah gembala dan domba.

Pekerjaan gembala adalah pekerjaan yang sangat melelahkan, keras dan berbahaya. Pekerjaan di padang belantara yang terbuka dan sewaktu-waktu, singa atau beruang akan memakannya. Tetapi inilah yang mau Daud ajarkan kepada kita. Meskipun hidup itu sulit, menyakitkan, berbahaya dan berjalan tidak seperti kita harapkan, tetapi jikalau Kristus adalah gembala kita, Dia tidak akan pernah mempermalukan kita. Jikalau Kristus adalah gembala kita, Dia tidak pernah gagal untuk menjagai kawanan domba-Nya. Hidup orang-orang yang dikasihi oleh Tuhan adalah hidup yang mengandalkan komitmen Allah di dalam hidup kita. Sering kita mengatakan kita harus berkomitmen untuk tidak jatuh di depan. Benar, tetapi itu bukan hal yang paling dasar. Keberhasilan di depan bukan tergantung pada komitmen kita pada Allah, tetapi tergantung bagaimana Allah berkomitmen kepada kita. Hidup kita sukses di depan atau tidak, tergantung pemberian-pemberian Allah, tergantung dari andalan belas kasihan Allah di dalam hidup kita. Belas kasihan Allah di dalam kehidupan kita tidak membuat kita menjadi orang yang que sera sera, membuat terserah Tuhan kalau begitu. Terserah dan berserah dua hal yang berbeda.Terserah adalah saudara mengerti bahwa Allah itu berdaulat dan sama sekali tidak mau berdoa, terserah Tuhan berdaulat. Tetapi orang yang berserah adalah orang yang sungguh-sungguh tahu bahwa Allah itu berdaulat dan orang yang sungguh-sungguh tahu bahwa yang bisa mengubah hidupku yang bejat itu, adalah bukan komitmenku, tetapi komitmen Allah dalam hidupku. Maka orang tersebut akan meratap minta belas kasihan Tuhan setiap hari. Hidup kita adalah hidup yang mengandalkan komitmen Allah di dalam hidup kita.

Mazmur 23 menyatakan Tuhan adalah gembalaku. Apa yang Daud maksudkan dengan Tuhan adalah gembalaku? Mazmur 23 mengajarkan apa artinya Allah bagi kita, mengingatkan kita akan bagian Allah, yang Allah akan kerjakan dalam hidup kita. Ada tiga hal.

Hal yang pertama. Allah adalah gembala yang menyediakan seluruh kebutuhan kita, keperluan kita. YAHWE, JEHOVAH adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang. Ia menyegarkan jiwaku. Ayat ini menjelaskan adanya penyediaan Allah kepada dua kebutuhan yaitu fisik dan jiwa kita. Kadang kita melihat khotbah itu tidak seimbang, bahwa Tuhan itu hanya peduli pada hal-hal yang bersifat jiwa. Alkitab dengan jelas menyatakan: Dia yang peduli dengan jiwa kita, Dia juga peduli dengan kebutuhan fisik kita.

Kembali ke Mazmur 23, Tuhan menyatakan bahwa Dia menyediakan keperluan kita. Dia membawaku ke padang rumput yang hijau. Ini adalah penyediaan Allah untuk hal-hal physical di dalam kehidupan kita.  Kita diciptakan dari debu tanah, dan nafas dari Tuhan. Karena itu, seseorang yang serohani apapun, tetap memiliki kebutuhan-kebutuhan fisik. Uang, makanan, kesehatan, minuman, rumah apapun saja. Yesus sendiri menyatakan realitas kebutuhan ini, tetapi Dia mengatakan jangan kamu kuatir, cari dulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. Apa saja yang menjadi kebutuhan kita adalah tanggung jawab gembala kita. Tetapi di tempat yang lain, apa saja yang menjadi pekerjaan Allah di dunia ini, menjadi tanggung jawab saudara dan saya. Pdt.Stephen Tong berkata: Tuhan, aku hidup untuk mengurus rumah-Mu dan biarlah Engkau mengurus rumahku. Allah kita adalah Allah yang memenuhi seluruh kebutuhan kita. Dalam bahasa aslinya dikatakan gembala itu membawa aku ke tempat yang sangat lebat tumbuhannya. Ini adalah kelimpahan. Ini tidak mengajar teologia sukses tetapi lihatlah orang-orang yang dipimpin oleh Tuhan. Orang-orang yang berharap kepada Tuhan akan selalu mengalami anugerah-Nya, melebihi semua yang dia minta, harapkan dan perlukan. Lihatlah kehidupan Hudson Taylor, George Muller, John Paton, misionaris-misionaris dan hamba-hamba Tuhan yang Tuhan pakai. Mereka tidak menjadi orang kaya tetapi orang yang cukup dan setiap kali mereka membutuhkan, Allah menyediakannya dengan kelimpahan.

Allah kita adalah Allah yang murah hati, bukan saja dalam kehidupan fisik. Daud mengatakan Dia menyegarkan jiwaku. Dalam bahasa aslinya adalah refresh. Jikalau kita berada dalam kegelapan, maka terang itu akan membuat kita refresh. Jikalau kita berada dalam dosa yang menekan, takut akan penghakiman, Firman-Nya dan Roh Kudus bekerja menyadarkan, bahwa Allah itu mengampuni kita dan menerima kita dengan cinta kasih-Nya, maka saudara akan menemukan kelegaan, refresh. Sering dalam hidup kita, jiwa menjadi kering, tidak ada lagi gairah hidup. Salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan kita adalah Sense of wonder - Ketertakjuban. Jikalau itu tidak ada maka saudara tidak menginginkan hidup lebih lama. Saudara akan melihat hidup itu sebagai beban hari demi hari. Tahun ini saudara berlibur ke Bali, ketika tahun depan ke Bali lagi, anak-anak mulai mengeluh. Tahun ketiga, ke Bali lagi, anak yang sudah besar tidak mau ikut. Boring. Manusia selalu memerlukan sesuatu yang baru. Itulah sebabnya adventure itu penting. Saudara memiliki handphone, tetapi satu tahun kemudian saudara bosan dan ingin membeli yang baru. Kenapa saudara membeli sesuatu yang baru? Saudara menginginkan sense of wonder. Ada ketertakjuban. Saudara bisa melihat hati kita selalu memerlukan itu dalam seluruh area.

Saudara punya kehidupan, tidak lagi ada gairah. Jiwa tidak segar. Bagaimana menyelesaikan masalah ini di tengah-tengah dunia? Kalau saudara mengikuti dosa maka itu lust, dan tetapi itu tidak pernah akan membereskan jiwa kita. Satu-satunya sense of wonder itu diberikan kepada kita adalah jikalau Tuhan menyingkapkan diri-Nya. Itulah sebabnya ketika membaca Firman, saudara-saudara akan merasakan sense of wonder kalau Roh Kudus itu bekerja. Karena Allah yang Incomprehensible itu, Allah yang tidak mungkin bisa dipahami seluruhnya utuh itu, akan mengungkapkan diri-Nya kepada kita, membuat kita tercengang. Ketika Dia mengungkapkan diri-Nya kepada kita, hati kita remuk, kita berlutut menyadari bahwa Dia begitu mulia, bahkan lebih mulia daripada sebelumnya yang kita kenal. Itulah rahasia daripada kesegaran jiwa. Ketika orang makin lambat melayani Tuhan, tidak ada gairah lagi, hal yang paling salah itu bukan organisasinya, bukan gerejanya, bukan ibadahnya, tetapi orang itu sudah ketinggalan melihat visi-Nya Tuhan. Orang itu tidak lagi melihat kemuliaan Allah. Itu sebabnya ketika Musa berada pada saat tersulit dalam hidupnya, kesedihan, kegagalan, sangat kering, tidak sanggup lagi ke depan, maka dia minta kepada Tuhan satu kalimat ini: Show Me Thy Glory. Nyatakanlah kemuliaan-Mu kepadaku. Dan itu membuat dia kuat dan melayani Tuhan ke depan.

Hal yang kedua. Allah adalah Gembala yang memimpin kehidupan kita. Allah adalah gembala yang memimpin kehidupan domba-domba-Nya.Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau besertaku sehingga aku tidak takut bahaya.

Kadang gembala harus membawa dombanya melewati tempat yang sempit, jalan yang kasar, gelap, untuk mendapatkan padang rumput yang diingini, terutama pada saat musim kering. Domba tidak familiar dengan tempat itu, membuatnya takut. Tetapi Daud menyatakan, yang menghibur dia adalah Engkau besertaku. Gembala itu akan selalu memimpin kehidupan kita dan tidak pernah meninggalkan kita. Sebaliknya domba adalah satu binatang yang paling bodoh dan paling sering meninggalkan gembalanya. Matthew Henry menuliskan: tidak ada binatang yang sangat mudah terhilang dibandingkan domba. Sedikit saja maka domba akan melenceng, dan tidak mampu menemukan jalannya kembali. Orang kudus yang terbaik sekalipun sangat mudah tersesat.

Mazmur 119 adalah pujian-pujian terhadap Firman Allah, di mana saudara akan dibawa untuk mencintai Firman Allah. Orang yang membuat mazmur ini, sangat mungkin Daud, adalah orang yang sangat mencintai, meninggikan dan tergantung kepada Firman Allah. Tetapi ayat terakhir Mazmur 119 mengatakan: aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hambamu ini. Orang yang mencintai Tuhan, sungguh-sungguh hidup dengan Firman, melihat pentingnya nilai Firman dan meninggikan Firman, menyadari bahwa dia orang yang mudah sekali sesat seperti domba. Pemazmur menyadari kerapuhannya. Orang-orang sucinya Tuhan menyadari berhadapan dengan musuh dan percobaan, sangat mungkin dia akan tersesat. Di akhir doanya dia meminta Tuhan, jikalau itu terjadi, datanglah, carilah aku Tuhan.

Siapa yang bisa menyelamatkan aku? Kecuali Engkau datang menolong aku. Alkitab mengatakan gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghibur aku. Gada adalah tongkat kecil untuk memukul musuh, singa atau beruang. Tongkat itu lebih panjang dan di atasnya ada hook-nya, sesuatu yang melengkung, dan fungsi tongkat itu adalah untuk menghitung domba dan mengarahkan domba. Jikalau domba itu melenceng maka dengan tongkat itu domba itu dikaitkan lehernya. Tugas dari gembala adalah mengarahkan domba. Itu menyakitkan tetapi menghibur. Ketika hal-hal dalam hidup saudara diarahkan ulang, itu menyakitkan, tetapi itu adalah suatu penghiburan, artinya Tuhan sedang menyertai saudara dan mengarahkan hidup kita. Tangan-Nya menjadi jaminan untuk kita berjalan dalam jalan yang Dia kehendaki. Dalam bahasa aslinya, Dia menuntun aku di jalan yang benar, for the sake of His reputation. Apa yang Alkitab ajarkan? Allah sebagai gembala menjaga umat-Nya, menjaga domba-Nya untuk tidak sesat. Salah satu alasan utamanya adalah Dia mau menjaga reputasi-Nya. Mazmur 23 mengatakan Aku akan mencari engkau sampai menemukan engkau. Aku tidak akan membiarkan engkau tersesat. Engkau jatuh di dalam tempat yang paling dalam pun aku akan mencari engkau. Aku mempertaruhkan diri-Ku untuk engkau, karena itu adalah reputasi-Ku. Aku adalah Allah yang setia dan tidak pernah gagal, itu adalah reputasi-Ku.

Hal yang ketiga. Gembala itu akan membela dan melindungi domba-Nya. Melindungi dengan gada-Nya terhadap hal-hal yang mau menyerang domba. Ayat ini mengatakan Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Dia meninggikan Daud di hadapan musuhnya. Alkitab menyatakan berkali-kali bahwa Israel adalah domba-domba Allah. Dalam Perjanjian Baru, gereja yang dianiaya, Yesus datang kepada Saulus dan mengatakan,”Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?”  Orang yang menganiaya umat Allah yang sejati, orang tersebut akan berhadapan dengan Allah. Allah akan take it personally, seseorang yang mau memecah gereja. Allah begitu marah kepada siapa pun saja orang di luar ataupun di dalam, yang mau menghancurkan atau membuat melenceng domba-Nya.

Di tempat yang lain, orang-orang seperti Musa, Yehezkiel, Yeremia, Paulus setelah bertobat, mereka adalah gembala yang baik, yang setia. Allah menuntut umat harus setia kepada Allah melalui kehidupan mereka. Siapa yang melawan Musa, melawan pribadi Allah sendiri. Ini adalah suatu keseimbangan. Suatu hal di mana Allah itu diutamakan. Yang takut kepada Allah biarlah kita boleh taat kepada orang itu. Ini yang Yesus lakukan untuk gereja-Nya. Dia akan membela melindungi umat-Nya. Menjadi hamba Tuhan memerlukan jiwa seorang gembala. Gembala itu bukan sekedar orang yang membesuk dan memperhatikan jemaat, tetapi matanya tajam melihat kerohanian jemaat. Hatinya selalu siap sedia melihat musuh-musuh yang kira-kira mau menerkam domba-dombanya. Dengan Firman menggembalakan jemaatnya, mengarahkan hati dan pikiran di dalam satu passion dalam hati jemaatnya. Memiliki satu hati yang tidak rela jikalau satu dari jemaatnya yang terkecil itu tersesat, satu hati yang akan berjuang dan akan maju ketika melihat ada orang yang begitu sangat kejam, dia bukan domba tetapi seorang serigala berbulu domba di dalam jemaatnya.

Yohanes pasal 10 menggambarkan Yesus adalah gembala yang baik. Yang unik, di awal dikatakan Yesus, Dia adalah pintu. Apa hubungannya Yesus adalah pintu dengan Yesus adalah gembala yang baik? Seorang Theolog, Sir George Adam Smith, pergi ke Israel. Dia beserta pemandunya bertemu dengan seorang gembala Israel yang sedang berjalan di depan domba-dombanya. Kemudian dia berbincang, saat itu hari mulai gelap, maka gembala itu menuntun domba-domba masuk ke dalam kandangnya dan menghitung satu per satu, tidak ada yang tertinggal. Kandang itu tembok empat sisinya dan Adam bertanya: Apakah mereka akan tinggal di sini? Gembala itu mengatakan: Iya, dan sepanjang mereka ada di sini sepanjang malam mereka akan aman. Kemudian Adam Smith menyadari bahwa tempat itu tidak ada pintunya. Benar-benar terbuka, tidak ada pintunya. Dia berkata: Tetapi tidak ada pintu, bagaimana domba itu akan aman? Gembala itu menjawab: Sayalah pintunya. Dia bertanya: Apa maksudmu? Gembala itu berkata: Ketika malam tiba, ketika seluruh domba sudah masuk, saya akan berbaring di tempat ini sebagai pintunya, sehingga pada malam hari tidak ada satu domba yang bisa keluar melewati saya, dan tidak ada satu serigala pun yang bisa masuk melewati tubuh saya. Sayalah pintunya.

Mazmur 23 ditutup dengan: Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh berlimpah. Apa yang ada di balik kalimat ini? Ini artinya perkenanan Allah kepada Daud. Dasar dari seluruh berkat yang Tuhan berikan kepada kita adalah perkenanan Allah. Allah berkenan kepada satu orang berdosa adalah jika dan hanya jika di dalam Kristus. Daud menutup seluruh nyanyian pengagungan Tuhan ini, dia mengatakan kebaikan-Mu dan kesetiaan-Mu akan mengikuti aku seumur hidupku. Dalam bahasa aslinya adalah mengejar aku. Ini adalah satu berkat Allah yang melimpah, yang diberikan gembala kepada dombanya. Yesus mengatakan Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan Aku datang dengan segala kelimpahan.

Sekarang saya akan masuk secara singkat dalam aplikasinya:

Hal yang pertama. Dia adalah gembala dan kita adalah domba-Nya. Allah mengerti tanggung jawab-Nya. Dia memberkati kita dengan kelimpahan, memelihara segala kebutuhan hidup kita, memimpin kita, menuntun kita ke jalan yang benar, dan melindungi hidup kita. Pertanyaannya adalah apakah kita mengerti tanggung jawab kita? Kalau Dia gembala dan kita domba, itu artinya, Dia berotoritas atas hidup kita. Banyak sekali orang Kristen suka mendengarkan berkat-berkat tapi tidak bisa menempatkan dirinya di bawah Firman Tuhan. Gembala itu artinya Dia yang berotoritas. Dia memimpin di depan, kita tidak lagi orang yang menentukan hidup kita sendiri. Kita harus menetapkan diri kita untuk tunduk, taat kepada Dia. Kita mengajar jiwa kita untuk rela dipimpin oleh Dia. Kita harus meletakkan seluruh ambisi kita, mematikan seluruh cita-cita dan tujuan hidup kita, membuang seluruh kesenangan-kesenangan kita. Hidup kita hanya untuk satu. Mata kita hanya satu fokus yaitu kepada Allahku, Gembalaku. Engkau mau ke kanan, aku ke kanan, engkau mau ke kiri, aku ke kiri. Aku akan sepenuhnya taat kepada-Mu. Saudara ingin mendapatkan berkat tetapi tidak mau menyerahkan hidupmu kepada Kristus. Saudara dan saya tidak membuat Dia menjadi Tuhan atas hidup kita. Kita bukan saja diselamatkan karena Kristus, tetapi kita diselamatkan di dalam Kristus.  Ketika berbicara di dalam, itu berarti di bawah penguasaan Kristus. Hal yang pertama: tentukan hati saudara, siapa gembala saudara? Siapa satu-satunya yang paling saudara ikuti?

Hal kedua adalah dosa bersungut-sungut. Ini bukan sekedar complain tetapi bersungut-sungut seperti orang Israel yang keluar dari tanah Mesir. Sepanjang jalan, meskipun ada tiang awan dan tiang api, tetapi ketika berhadapan dengan sedikit kesusahan, mereka bersungut-sungut. Ini adalah dosa yang Tuhan sangat benci. Banyak orang Kristen bersungut-sungut dan tidak puas dalam hidupnya. Dosa bersungut-sungut itu menghina pribadi Allah. Kenapa? Karena dosa bersungut-sungut artinya menggangap Tuhan tidak peduli, Tuhan tidak mampu dan Tuhan tidak baik kepada umat-Nya.

Hal ketiga, masih mengenai dosa. Domba mempunyai ciri, meskipun dia adalah satu binatang yang bodoh, tetapi rendah hati. Dia lebih banyak mendengar daripada berbicara, tidak menyerang. Orang yang suka menyerang orang lain adalah memiliki hati lebih seperti serigala daripada domba. Sebagai seorang gembala, saya harus peka: apakah dalam gereja ada serigala berbulu domba? Zefanya 3:12-13: Ada satu umat yang lemah, humble and lowly, yang mencari perlindungan kepada Tuhan. Ini bukan umat yang menyerang, bukan umat yang menyalahkan orang lain kalau dirinya salah, yang tahu dirinya berdosa. Ayat 13, sisa Israel itu tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong. Dalam mulut mereka tidak akan ada lidah penipu, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dan tidak ada yang mengganggunya. Ini adalah umat Allah yang sejati. Apakah arti domba dalam hatinya? Adalah satu hati yang meekness, rendah hati. Orang yang sungguh-sungguh mengenal Kristus, tahu bahwa dosa diri lebih besar dari dosa orang lain. Jikalau terjadi yang buruk maka dia akan blaming diri lebih daripada apapun saja. Karakter umat Allah ini sepanjang jaman adalah persis seperti sifat Anak Allah, yaitu Yesus Kristus. Yesus pernah mengatakan: belajarlah dari pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.

Hal keempat, domba itu andalan hidupnya adalah mendengarkan suara gembala. Jika dia tidak mendengarkan gembala, hidupnya akan kebingungan, dan dia tau dia berada di dalam bahaya. Ayub, kekuatiran terbesarnya adalah karena Allah diam. Tidak ada suara Allah. Firman itu segala-galanya. Domba itu begitu bodoh dalam segala hal, tetapi dia tidak bodoh dalam mendengarkan suara gembalanya. Apakah Firman itu menjadi segala-galanya dalam hidupmu? Tidak peduli kita berada di dalam lembah bayang-bayang maut, di dalam ketakutan, ataukah berada di dalam satu padang berumput hijau. Yang paling penting dalam hidup kita adalah suara gembala itu, Firman itu. Banyak orang yg tidak pedulikan Firman karena berada di padang berumput hijau, hidup nyaman. Kapan terakhir saudara baca Firman? Kita mencari Firman ketika dalam kegelapan. Domba tidak seperti itu. Domba andalan hidupnya dalam keadaan apapun, senang, duka, terang, gelap, adalah apakah ada suara gembala itu atau tidak. Itulah sebabnya Yesus berkata Akulah gembala yang baik, Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Apakah mencari Firman adalah kerinduanmu? Mari kita berdoa.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^