[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

25 November 2018

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Doa Bapa Kami (15)

Matius 6:9-11

Kita sampai kepada permohonan keempat dari Doa Bapa Kami, “Tuhan berikan kepada kami makanan kami yang secukupnya pada hari ini.” Kita sudah berbicara mengenai tiga permohonan di depan. Yesus Kristus mengatakan jikalau engkau mau berdoa, berdoalah demikian: Bapa kami di surga dikuduskanlah Nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah Kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Apa yang menjadi concern daripada Yesus Kristus? Yaitu Bapa-Nya dipermuliakan. Dalam doa ini Yesus Kristus menyatakan bagaimana caranya di dunia ini Bapa dipermuliakan. Saya tekankan: di dalam dunia ini. Bapa dipermuliakan di surga, tetapi di dunia ini, Bapa tidak dikenal, di dunia ini, Bapa dihina. Apa yang menjadi keinginan terdalam hati Yesus Kristus? Apa tujuan Allah oknum kedua Tritunggal itu datang ke dunia? Yaitu seluruh manusia boleh melihat Bapa di surga dan mempermuliakan Dia. Dalam doa Bapa kami, Yesus Kristus memberikan jalan-Nya kepada kita dan itu bukan jalan yang diberikan kepada kita saja, tetapi yang dihidupi oleh Yesus Kristus sendiri. Bagaimana Bapa di surga bisa dipermuliakan? Bisa dikuduskan? Jika dan hanya jika Kerajaan-Nya datang di dunia. Apa artinya Kerajaan-Nya datang di dunia? Yaitu, jika dan hanya jika kehendak Bapa di surga, isi hati-Nya digenapi oleh umat-Nya di dunia ini - kehendak-Nya jadi di dalam hidup kita, dalam keluarga kita, dalam gereja kita. Anak-anak Allah yang sejati yang sudah dibangkitkan oleh Kristus Yesus, yang menerima Yesus Kristus di dalam hatinya adalah satu-satunya kelompok di seluruh dunia yang secara aktif dan rela, dapat menghasilkan, dapat menghadirkan kerajaan Allah dan kehendak-Nya jadi di dunia. Kerajaan Allah itu pasti datang, pemerintahan Allah itu pasti jadi, Allah berdaulat dan tidak ada yang bisa melawan Dia, dan kehendak-Nya pasti jadi di dalam dunia. Tetapi orang fasik menggenapi kehendak Allah di dalam keadaan negatif dan ketidakrelaan. Tetapi orang-orang di dalam gereja yang ditebus oleh Tuhan, kitalah kumpulan orang yang bisa berseru seperti pemimpin gereja kita Yesus Kristus: Aku menginginkan kiranya cawan ini lalu, tetapi jikalau itu kehendak-Mu ya Bapa, Aku akan meminumnya, Aku taat. Gereja adalah kumpulan orang yang bisa berseru dengan aktif, “Kehendak-Mu jadi padaku, Bapa.” Ini adalah prinsip Bapa di surga dipermuliakan. Dalam Yohanes 12, saudara akan menemukan satu cerita yang begitu menggugah hati. Yesus Kristus mengatakan Anak Manusia akan ditinggikan dan Dia akan menarik banyak orang datang kepada Dia dan di atasnya Dia tiba-tiba berteriak, “Bapa, dipermuliakan nama-Mu”. Dan di atasnya Dia berkata bahwa jika biji itu tidak jatuh ke tanah dan mati, maka biji itu akan tetap satu biji. Tetapi kalau dia mati, dia akan berbuah banyak. Seluruh perikop itu berbicara mengenai keinginan Yesus untuk mempermuliakan Bapa di surga dan berbicara tentang satu hal yaitu salib. Di atas salib, Yesus Kristus menggenapkan seluruh kehendak Allah, mendatangkan kerajaan-Nya dan kemuliaan datang kepada Bapa di surga. Itu adalah tiga permohonan utama yang Yesus ajarkan kepada kita.

Dalam permohonan keempat, Yesus mengatakan, “Berikan kepada kami makanan kami yang secukupnya pada hari ini.” Setelah Dia berbicara mengenai tiga permohonan-Nya yang utama di atas, kemudian Dia berbicara mengenai tiga permohonan di bawahnya. Berbicara mengenai makanan adalah sesuatu yang essential di dalam hidup kita. Allah tidak saja berbicara berkenaan segala sesuatu yang kelihatannya rohani (keadaan spiritual kita), tetapi juga yang kelihatannya jasmani (makanan dan kebutuhan kita sehari-hari). Kalimat ini bukan saja berbicara makanan, tetapi segala sesuatu yang kita perlukan dalam kebutuhan kita termasuk pekerjaan. Jangan berpikir bahwa urusan gereja hanya urusan mengabarkan injil, choir, konseling, bible study, segala sesuatu yang kelihatannya rohani. Gereja dan pengajaran Yesus Kristus juga berkenaan dengan makanan. Bahkan kalau saudara membaca kitab Injil, 33%-nya, Yesus berbicara mengenai uang. Yesus Kristus mengajar kita untuk berespon dengan tepat dalam urusan makan. Dan umat Allah gagal di dalam hal ini. Ini adalah sesuatu yang menghadirkan temptation kepada kita. Ini akan menggagalkan perjalanan iman kita. Di mana dan dalam kasus apa pertama kali Adam dan Hawa gagal? Yaitu makan buah itu. Ketika Hawa makan buah itu maka dosa masuk ke dalam seluruh hidup manusia. Ketika diuji oleh setan, Adam pertama gagal di dalam makanan. Tetapi bukan saja Adam, Israel gagal di padang gurun. Mereka semua menggerutu untuk makanan dan bertahun-tahun mereka tidak mempercayai Allah di dalam makanan sampai akhirnya Allah begitu murka dan mengirimkan burung puyuh kepada mereka. Akhirnya ketika burung itu dimakan, Tuhan begitu marah dan sebagian besar dari mereka dimatikan. 40 tahun, satu generasi, jutaan orang, dibuat Allah tidak bisa masuk ke tanah Kanaan. Alkitab mengatakan Allah marah kepada mereka, karena Allah dicobai terus oleh mereka - di dalam hal makanan. Perhatikan hidup kita, berapa banyak dari kita mencobai Allah dalam urusan ini? Makanan selalu dipakai oleh setan untuk membuat hati kita tidak taat kepada Allah. Makanan bukan masalah kecil. Ingatkah bahwa temptation dari setan kepada Yesus Kristus pertama kali adalah tentang makanan? Makanan adalah battle-ground kita. Adam dan Hawa, Israel, gagal di dalam makanan. Pertama kali temptation datang kepada Yesus Kristus adalah tentang makanan. Doa ini akan menjagai kita untuk kita boleh memandang makanan dan mencari kebutuhan hidup dengan tepat, seturut dengan kehendak Allah. Apa yang dimaksud oleh Yesus ketika kita berdoa seperti ini? Ada beberapa hal.

(1) Yesus Kristus membawa kita mempercayakan kebutuhan essential kita kepada Allah. Kalau kita mengatakan Dia adalah Bapa, apakah kita mempercayakan kebutuhan kita kepada Dia? Iman adalah kata penting di dalam Alkitab dan ketika kita bicara berkenaan dengan iman seturut dengan Alkitab, di dalamnya ada unsur understanding dan logika. Allah tidak menginginkan seseorang beriman kepada Dia tanpa mengenal Dia, tetapi ketika seseorang mengenal Dia maka di dalam orang itu ada iman. Iman artinya mempercayakan hidup ini kepada Dia - ini artinya kita mengijinkan Allah berintervensi di dalam hidup sehari-hari kita. Pertama kali manusia diciptakan Allah, Adam dan Hawa diciptakan dalam satu relasi yang intim di dalam Allah. Dalam relasi itu maka Adam dan Hawa menyadari, kebutuhan utama mereka adalah dari pribadi Allah saja. Dalam relasi ini maka kebutuhan utama manusia itu bisa dicukupkan oleh pribadi Allah semata. Hal yang kedua, dalam relasi yang baik ini, Allah Bapa di surga sudah mempersiapkan seluruh alam untuk manusia bisa dipenuhi kebutuhan sehari-harinya. Allah berbeda dengan manusia, manusia tidak self-sufficient, Allah itu self-sufficient - cukup pada diri-Nya sendiri. Allah tidak memerlukan unsur dari luar untuk mencukupi diri-Nya. Tetapi manusia adalah ciptaan (bukan pencipta), dan ciptaan itu selalu terbatas - memerlukan sesuatu dari luar untuk mencukupkan dirinya sendiri. Allah sudah men-design manusia bahwa kebutuhan yang ada dalam dirinya akan dicukupi dalam relasinya dengan Allah. Dalam relasi ini maka Allah juga akan mencukupkan seluruh kebutuhannya melalui alam. Ini adalah satu relasi cinta, relasi kepercayaan, relasi iman. Tetapi manusia memberontak kepada Tuhan dan relasi ini kemudian terputus. Ketika relasi ini terputus, manusia tetap memerlukan sesuatu, ada kebutuhan, karena manusia adalah ciptaan. Kebutuhan adalah sesuatu yang ada di dalam, ada suatu ruangan dalam hidup kita yang selalu ada kebutuhan. Kebutuhan akan identitas, ingin dihargai, security, love, makanan, segala sesuatu tetap ada. Tetapi ketika dosa masuk, masalahnya adalah kebutuhan tetap ada, tetapi sumber pencukup kebutuhan itu sudah tidak ada. Allah sudah terputus dari kita dan aku mesti hidup, dan mencukupi seluruh kebutuhanku. Sekarang mulai ketakutan dan kekuatiran masuk, mulai manusia menyadari “masa depanku seperti apa?” Karena sumber pemenuh kebutuhannya itu, Allah dengan seluruh kebaikan-Nya sudah terputus dari kita. Manusia menjadi satu pribadi yang hidupnya digerakkan oleh pemenuhan kebutuhan saja. Hasilnya tidak beda dengan binatang. Hidup kita dan seluruh keputusan kita digerakkan oleh apa? Kemuliaan Allah? Itu sesuatu yang asing yang di dalam hidupku. Drive hidup kita adalah untuk membereskan kebutuhan-kebutuhan essential kita. Maka dalam Doa Bapa Kami, Yesus mengajarkan kepada kita, anak-anak-Nya, orang-orang yang bisa memanggil Allah di surga itu adalah Bapa, untuk kita belajar kembali mempercayakan hati kita, hidup kita kepada Allah yang begitu baik, sumber segala kebutuhan kita. Kalau saudara membaca Alkitab, saudara akan menemukan Alkitab mengajarkan Allah itu adalah sumber segala anugerah kepada anak-anak-Nya. Berapa banyak ayat Alkitab seperti ini dimunculkan? “Jikalau engkau yang jahat tahu memberi yang baik apalagi Bapa-Mu di surga.” Filipi 4: 6 mengatakan, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun saja tetapi nyatakan segala keinginan-Mu kepada Allah dalam doa dan permohonan, dengan ucapan syukur.” Mengapa harus dengan doa dan permohonan dengan ucapan syukur? Bukankah itu belum tentu dijawab dan dikabulkan oleh Tuhan? Karena prinsip di dalam Alkitab; jikalau Allah tidak mengabulkan doa kita, anak-anak-Nya, itu artinya pasti Dia akan memberikan yang lebih baik daripada yang kita pikirkan. Percayalah hai umat, Dia adalah Allah sumber segala kebaikan itu. Dia adalah Allah yang baik itu. Bukan tanpa alasan Dia memilih kita menjadi anak-anak-Nya. Dia adalah Allah yang bisa dipercaya, demikian kata Alkitab. Saudara melihat doa Bapa kami, Dia care kepada hal-hal yang menjadi kebutuhan kita sehari-hari. Jangan kuatir, jangan takut, jangan masuk oleh jebakan setan akhirnya engkau menjadi tamak. Katakan apa yang kita inginkan dan kita perlukan dengan hati bersyukur dan ketaatan kepada Tuhan; tentang pendidikan anakmu, kesehatan, masa depan, rumah, makanan, kasih, keinginan untuk dikasihi, identitas, apapun saja.

(2) Yesus Kristus mengajarkan kepada kita doa ini, memberikan kesadaran bahwa kita diberikan makan oleh Tuhan agar kita bisa melakukan kehendak-Nya. Makanan yang ada diberikan oleh Allah bukan untuk kita habiskan dalam ketamakan. Dan segala kebutuhan yang diberikan oleh Allah bukan untuk diri kita saja, tetapi untuk kita boleh menjalankan kehendak-Nya. Itulah sebabnya doa ini bukan di nomor satu, tetapi di nomor empat bagian kedua dari dua belah kebutuhan. Dalam Doa Bapa Kami ada dua bagian yang besar berkenaan dengan permohonan. Yang pertama adalah: Bapa dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Yang kedua adalah: Berikanlah kepada kami makanan kami yang secukupnya, ampunilah kesalahan kami, dan jangan masukan kami ke dalam pencobaan. Permohonan yang kedua ini adalah bagian kedua dari permohonan yang pertama, karena ini adalah ordo. Artinya jikalau Allah itu mencukupkan bagian yang kedua ini, adalah untuk menggenapkan kebutuhan dari permohonan yang pertama. Prinsip ini persis seperti ordo dalam kitab Kejadian. Allah ada di atas, manusia ada di tengah, dan alam ada di bawah. Alkitab mengatakan: Allah mengatakan manusia boleh mengusahakan dan menikmati seluruh alam tersebut, manusia boleh menggunakan alam. Manusia menggunakan alam adalah untuk memuliakan dan mentaati Allah. Tetapi yang sekarang terjadi terbalik dan bahkan lebih sedihnya adalah banyak gereja yang mengajarkan hal seperti ini: bahwa manusia menggunakan Allah untuk mendapatkan alam. Ini sesuatu kecelakaan besar dan tipuan setan dalam gereja. Ini yang terjadi di seluruh dunia, orang-orang tidak mengenal Kristus akan menggunakan apapun saja untuk mendapatkan alam untuk mengisi kebutuhan. Dan gereja menggunakan Allah, berdoa kepada Allah untuk bisa sukses dan lancar hidupnya. Allah bukan akhir perjalanan imanku, Allah adalah sarana untuk aku mencapai kebutuhanku. Ini adalah sesuatu dosa. Dalam Doa Bapa Kami, “Berikan kepada kami makanan secukupnya pada hari ini”, Allah akan mencukupkan keperluan kita agar aku bisa melakukan kehendak-Nya. Allah akan memberikan makanan, kesehatan, kekuatan kepadaku supaya aku bisa berjumpa, mempelajari dan menjalankan Firman. Ordo ini tidak boleh terbalik. Apa gunanya Tuhan memberikan seluruh kebutuhan kita, kesehatan, keuangan lalu kita pakai untuk lebih banyak berbuat dosa? Apa gunanya seluruh berkat Allah jikalau akhirnya membuat kita makin terjerembab dalam dosa, makin mendukakan hati Dia, makin membuat kita tidak mengerti Firman-Nya? Ketika Yesus mengajarkan doa ini, memberikan kesadaran kepada kita bahwa Allah di surga adalah Allah yang baik dan Dia memberikan kepada kita kebutuhan demi kebutuhan yang ada agar kita boleh menjalankan kehendak-Nya, mempermuliakan nama-Nya.

(3) Saya sekarang akan menyoroti kata “secukupnya”. Mungkin kata ini tidak terlalu populer saat ini. Kita punya tabungan dan seluruh makan sebulan kita ada di lemari es, jadi kita sudah tidak akan lagi berdoa “Berikan kami makanan secukupnya pada hari ini”. Tetapi saya akan berbicara mengenai prinsip rohaninya.

Yang pertama, “secukupnya” artinya doa ini akan mengekang dosa ketamakan kita. Kita harus hati-hati dengan ketamakan. Mungkin satu kalimat dari Alkitab yang sangat powerful adalah: Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Ini perkataan Yohanes Pembaptis kepada orang-orang yang datang kepada dia. Salah satu dosa yang begitu nyata pada dunia ini sekarang, selain dosa seksual, yaitu ketamakan. Kita sulit sekali memiliki seni hidup contentment - rasa puas dan rasa cukup dengan hidup. Tidak berarti kita tidak berjuang. Tetapi berjuang dengan dasar ketamakan berbeda dengan berjuang untuk mempermuliakan Allah dengan dasar contentment. “Cukup” artinya kita belajar bersyukur untuk setiap porsi yang Tuhan berikan kepada kita setiap hari. Kita sulit sekali mengerti apa sebenarnya kebutuhan kita, kita sama sekali tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Yesus Kristus berjanji, Alkitab berjanji, bahwa Dia akan memenuhkan seluruh kebutuhan kita, tetapi tidak pernah berjanji memenuhkan seluruh keinginan kita. Ketika memiliki keinginan, kita boleh berdoa tetapi kita tidak boleh menekan hidup kita dengan keinginan kita. Karena keinginan yang ditekan terus menerus akan menghasilkan nafsu dan nafsu akan menghasilkan dosa. Kita harus belajar memiliki seni hidup yang cukup. Minta sama Tuhan, Tuhan berikan aku untuk selalu merasa cukup, puas dengan apa yang Engkau berikan padaku. Kenapa ada orang-orang yang tidak pernah merasa cukup, tidak pernah merasa puas, tidak bisa menikmati hidup padahal makanan di depannya begitu sangat mahal? Tetapi kenapa ada orang yang makan hanya dengan nasi dan tempe bisa bersyukur kepada Tuhan? Jawabannya ada dalam kitab Pengkhotbah. Salomo orang yang kaya itu mengatakan: Bisa mendapatkan makan itu adalah anugerah tetapi bisa menikmati makanan itu adalah anugerah yang lain. Berkali-kali kita meminta anugerah Tuhan untuk mendapatkan makanan. Tetapi berapa banyak dari kita minta anugerah dari Tuhan untuk bisa menikmati makanan? Ini adalah contentment. Satu kecukupan. Saya akan beritahu satu rahasia rohani, contentment munculnya kalau kita bisa tahu dengan pasti bahwa makanan yang diberikan kepada kita, yang ada di atas kita, adalah diberikan dari tangan Tuhan sendiri kepada kita. Kalau kita bisa sadar ini dikasih sama Tuhan buat aku, maka di situ ada contentment. Saudara bisa memiliki rumah/tabungan yang banyak tetapi saudara tidak memiliki contentment. Yesus Kristus mengatakan: Berikan kami makanan secukupnya, Bapa. Yesus mau mengajarkan untuk mata kita melihat Bapa yang memberikan makanan itu kepada kita. Contentment.

Hal kedua, ketika Yesus Kristus mengajarkan berikan makanan kami secukupnya setiap hari, itu adalah doa yang mengkondisikan kita untuk bergantung setiap waktu kepada Allah. Ini pelajaran yang besar dan dalam sekali. Kalau melihat kitab Keluaran, ajaran ini berkali-kali diberikan Allah kepada umat Israel. Israel diminta berkali-kali untuk bergantung kepada Allah (Yahweh), dan berkali-kali gagal dalam hal ini. Satu cerita yang luar biasa mendukakan hati Allah: setelah Israel keluar dari Mesir, Allah menyatakan kepada mereka; Aku akan memelihara engkau dan memberikan manna kepadamu. Setiap pagi manna akan turun di depan kemahmu. Engkau harus mengambilnya secara cukup. Tetapi tidak bisa engkau simpan sampai besok pagi kecuali adalah hari ke-enam engkau ambil untuk dua hari keperluannya. Karena hari ketujuh, hari engkau menyembah Aku, adalah hari Sabat, engkau tidak boleh bekerja, tidak boleh mencari makan. Dan apa yang terjadi? Mereka setiap pagi mendapatkan manna tetapi karena ketamakannya dan ketidak-percayaannya, mereka mengambil lebih banyak dari yang diperlukannya. Alkitab mengatakan besok paginya manna yang kemarin itu sudah menjadi busuk dan berulat. Allah begitu marah. Betapa umat Israel berdosa kepada Tuhan. Ini adalah dosa ketidakpercayaan. Allah sudah mengirimkan 10 kutuk kepada Mesir dan membawa mereka keluar dengan tiang awan dan tiang api, membuka jalan mereka di tengah-tengah lautan. Sulitnya apa Tuhan memberikan makanan kepada mereka setiap hari? Hai jemaat, Yesus Kristus sudah mati bagi kita, sulitnya apa Dia memberi kita makan setiap hari? Mengapa kita mencobai Allah? Dosa besar! Engkau kuatir mengenai keuangan. Engkau menyimpan uangmu. Engkau berusaha berkali-kali seakan-akan Allah itu tidak hidup. Bertobat engkau! Betapa kita sudah mendukakan hati Allah. Mencobai Allah setiap hari.

Selanjutnya, Yesus Kristus mengatakan berikan kepada kami makanan kami secukupnya pada hari ini - this day, today. Dalam bahasa Yunani-nya menggunakan kata epiousios. Ada sesuatu yang unik dengan kata ini, bertahun-tahun para scholar bahasa Yunani yang terbaik dan terpandai sekalipun tidak mengerti kata epiousios. Kata ini tidak mungkin dalam kamus bahasa Yunani sekarang. Dalam Alkitab hanya satu kata ini di tempat ini. Sampai suatu hari seorang scholar, dengan tidak sengaja, menemukan satu catatan di lembaran papyrus kuno seperti daun, bertuliskan kata epiousios, di bawahnya ada catatan belanja. Seandainya seperti seorang ibu pergi ke pasar dan membawa papyrus itu, dituliskan epiousios, lalu di bawahnya ada tomat, kol, kubis, daging, ikan. Itu daftar belanjaan untuk nanti siang/malam anak dan suamiku pulang akan makan apa. Aneh ya saudara-saudara, Tuhan bisa memunculkan hal seperti itu. Lembaran papyrus itu adalah daftar belanja untuk membeli yang secukupnya pada hari itu saja. Jadi besok paginya dia menggunakan daun yang lain, menulis epiousios dan daftar belanja yang lain. Inti epiousios adalah: Berikan pada kami, Bapa, kecukupan kebutuhan kami yang terdekat. Itu artinya: berikan pada kami makanan, tolonglah kami, Bapa, untuk mendapatkan barang-barang yang kami perlukan Bapa supaya ketika anak-anak/suami saya saya pulang, mereka bisa makan dan menikmati makanan yang baik yang diperlukan. Itu adalah pengaturan Allah di dalam detail setiap hari.

Terakhir, Yesus Kristus mengajarkan; Berikan kepada kami makanan “kami” secukupnya pada hari ini. Bukan “ku”, tetapi “kami”. Ini bicara berkenaan dengan community, berkenaan dengan gereja. Allah mau saudara memikirkan bukan kebutuhan “ku” saja tetapi kebutuhan “kami”. Kita harus memiliki mata yang tajam melihat semua orang di dalam gereja ini. Bukan saja orang-orang di dalam, tetapi di luar gereja ini, bahkan belahan dunia yang lain. Jangan egois hanya memikirkan diri atau keluarga kita sendiri. Jangan menjadi orang yang hidupnya self-centered, menghabiskan anugerah Allah untuk diri sendiri. Yesus Kristus menginginkan kita memikirkan kebutuhan orang lain dan bergerak untuk mencukupi dari apa yang kita punya. Orang-orang dalam GRII Sydney ini, setiap hari ketika kita berdoa Bapa Kami, ingat orang-orang lain yang membutuhkan. Negara ini sangat individualis – orang-orang tidak memikirkan kebutuhan orang-orang lain. Kita harus bertobat dan bergerak dalam community. Pikirkan orang lain, mau mengerti kesulitan dan kebutuhan orang lain. Dan dengan cara yang terbaik, berikan apa yang mereka perlu. Dan jangan takut karena Allah tidak pernah berhutang kepada orang yang memberikan piutang kepada orang lain. Dunia ini penuh dengan orang-orang yang menderita. Kalau melihat di dunia ini ada orang yang mati kelaparan, kemudian seluruh orang dunia ini mengecam dan menghina Bapa kita di surga. Lihat ada kekeringan di Afrika, kemudian dibahas bahwa Allah itu tidak adil. Ada satu teolog yang ketika saya membacanya saya mengatakan ini tepat. Masalah manusia kelaparan itu bukan kekeringan, tetapi distribusi. Allah memberikan begitu banyak kelimpahan di area tertentu, dan di tempat yang lainnya orang mengalami kekeringan. Dan semua orang di dunia menyalahkan Allah. Kenapa orang di tempat kelimpahan tidak mengirimkan makanannya kepada mereka? Bahkan makanan dibuang-buang di tempat ini. Manusia itu begitu berdosa. Kadang kalau saya melihat akan apa yang ada di Indonesia, biji tercecer saja sudah langsung tumbuh buah. Allah memberikannya dengan bebas (free) tetapi kenapa tiba di tangan seseorang itu bisa puluhan ribu atau ratusan ribu? Petani-petani itu selalu miskin karena menjual dengan harga pokok tetapi menjadi berkali-kali lipat harganya begitu masuk di supermarket. Maka di tengah rantai distribusi itu menghasilkan high cost. Ini masalah manusia, bukan masalah Allah. Kalau ada orang yang mati kelaparan di Afrika, jangan mempersalahkan Allah. Kenapa tempat lain tidak mengirimkan makanannya kepada mereka dan berpura-pura tidak melihat mereka? Yesus Kristus membentuk satu komunitas tandingan terhadap dunia. Dunia tidak melihat kebutuhan orang lain. Anak-anak Allah harus melihat kebutuhan orang lain. Ketika engkau berdoa untuk mendapatkan makanan, Yesus dengan sengaja tidak mengijinkan kita berdoa berikan makanan “ku” pada hari ini. Yesus mengajarkan kepada kita, ketika kita membutuhkan dan berdoa kita langsung ingat yang lain. Berikan kepada “kami”, makanan “kami” secukupnya pada hari ini. Oh, ini satu kalimat yang indah dari Kristus Yesus. Bukan saja untuk didengar, tetapi untuk dilakukan. Kiranya Roh-Nya menggerakkan kita untuk mentaatinya.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^