[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

18 November 2018

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Mazmur 32

Mazmur 32:1-6

Jikalau kita melihat Mazmur 32 ini, para komentator mengatakan bahwa Mazmur ini memiliki relasi dengan Mazmur pasal 51. Beberapa minggu yang lalu saya sudah berbicara tentang Mazmur pasal 51. Mazmur ini adalah Mazmur pertobatan Daud. Daud melakukan perzinahan dengan Batsyeba dan kemudian dia membunuh Uria. Daud sampai pada waktu tertentu menyembunyikan dosanya dan tidak memperdulikannya. Dia berdiam diri. Dia berpura-pura tidak ada sesuatu yang terjadi. Tidak ada orang yang tahu. Banyak dari kita berpikir bahwa yang paling penting tidak ada yang tahu tentang dosaku. Tetapi yang paling penting sebenarnya adalah Tuhan itu tahu. Apakah anak-anak Tuhan yang sejati dapat berdiam diri dengan dosa yang tidak diakui ? Apakah anak-anak Tuhan tetap bisa hidup bersuka-cita dengan dosa yang melekat pada diri kita ? Daud menyatakan kesaksiannya dalam Mazmur 32 ini. Dia mengatakan tidak mungkin bisa. Ketika Daud berpura-pura tidak ada sesuatu yang terjadi, dia diam, dia menyembunyikan segala sesuatu. Dia menyatakan bahwa tulang-tulangnya menjadi lesu. Dia mengeluh sepanjang hari. Di dalam ayat 3 dan 4 dikatakan tangan Tuhan itu menekan dengan berat. Dikatakan bahwa sumsumnya, bagian terdalam dalam tulangnya itu mengering, menguap seperti teriknya panas matahari di musim panas. Ini adalah penderitaan yang diberikan Tuhan kepada anak-anak-Nya yang berdosa, yang tidak mengakui dosanya. Bagi anak-anak Tuhan yang sejati, dosa bukan saja sesuatu yang mengganggu hati nurani. Tetapi Allah secara aktif berurusan dengan dosa-dosa pribadi kita. Dosa membuat tangan Allah bergerak menekan kita sampai kita mengakuinya. Ini adalah sesuatu yang tidak nyaman. Ini adalah sesuatu yang sungguh-sungguh tidak enak. Sulit. Tidak menyenangkan. Tidak tenang. Sesuatu yang menekan kita dengan kuat. Tetapi itulah tanda kesejatian anak-anak Allah dan tanda kasih Allah kepada kita. Sekali lagi saya mengatakan, Alkitab mengatakan kepada kita, ketika Daud menderita, ketika tulang-tulangnya menjadi lesu dan tangan Tuhan menekan dia dengan berat, itu sebenarnya adalah tanda bahwa dia anak Tuhan sejati dan sebenarnya tanda bahwa Allah mengasihi dia.

Saudara-saudara, anak Allah yang sejati tidak akan tenang hidupnya dengan dosa yang melekat. Anak-anak Allah yang sejati tidak akan bisa bersukacita dengan dosa. Dia mengetahui jika dia menyimpan dosa maka tidak akan ada joy of salvation. Tidak ada joy of salvation di dalam kesehari-hariannya. Dia tidak akan bebas. Dia tidak akan bisa menikmati hidup. Dia akan selalu khawatir, padahal tidak ada sesuatu yang dikhawatirkan. Dia akan merasa takut padahal tidak ada sesuatu yang ditakutkan, tidak ada musuh. Tetapi dia tidak akan tenang. Mengapa? Karena anak-anak Tuhan yang sejati tahu, ketika dia berdosa dan tidak mengakui dosanya, dia tidak memiliki relasi yang baik dengan Tuhan. Tetapi keadaan ini bukan saja bicara mengenai tanda kesejatian iman, tetapi juga bicara tanda kasih Allah kepada kita. Allah yang suci akan selalu bertindak untuk menyucikan kita. Dia tidak akan mengijinkan anak-anak-Nya yang ditebus dosanya bermain-main lagi dengan dosa. Dia tidak akan mengijinkan anak-anak-Nya menyembunyikan dosa dan tidak mengakuinya. Biarlah kita semua boleh ingat bahwa dosa adalah perusak relasi kita dengan Tuhan. Dan dosa yang tidak kita akui adalah yang membawa doa-doa kita tidak dijawab oleh Allah. Di dalam Alkitab dikatakan bahwa Allah bukanlah kurang panjang tangan-Nya menolong kita. Bukan karena telinga-Nya itu tuli mendengarkan doa-doa kita. Tetapi apa yang menghambat antara kita dan Allah yaitu dosa-dosa yang tidak diakui. Meski hal ini menyakitkan Daud, tangan Allah yang keras menekan dia, tetapi tindakan ini membuat akhirnya Daud bisa bersyukur. Tangan Allah yang berat membuat Daud mengakui seluruh dosa-dosanya di hadapan Allah. Daud mengatakan dosaku kuberitahukan kepada-Mu, pelanggaranku kuakui di hadapan-Mu. Setiap kali anak-anak Allah mengakui dengan jujur pelanggarannya, mengakui dengan sungguh-sungguh pelanggarannya, Alkitab menyatakan kepastian pengampunan dari Allah pasti akan diberikan. Ayatnya yang kelima menyatakan Engkau mengampuni kesalahan dosaku, Sela.

Saudara-saudara, sering kali hal ini menjadi keraguan kita. Apakah Tuhan sungguh-sungguh mengampuni aku ? Aku sudah melakukan dosa ini, atau aku sudah melakukan dosa ini bahkan berulang kali. Saudara-saudara, kita harus berjalan di dalam iman. Kita harus berjalan di dalam Firman Tuhan. Apa yang Firman Tuhan katakan kepada kita, kita harus memegangnya, kita harus percaya dan kita harus berdiri di atasnya. Dan apa yang Firman Tuhan katakan pada kita. Ayat yang kelima dikatakan Tuhan mengampuni kesalahan dosa kita. Jikalau saudara melihat 1Yohanes 1:9, mari kita membaca bersama-sama. Di sini dikatakan: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Dia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”  Dikatakan di sini apa, jika kita mengakui dosa, tentu dengan kejujuran, tentu dengan kesemua dosa kita katakan kepada Tuhan. Tentu dengan bukan berpura-pura tapi dengan sesuatu kesungguhan. Jika kita sungguh-sungguh mengaku dosa kita, Akitab mengatakan Ia setia dan adil. Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Ini adalah Firman Tuhan. Ini adalah jaminan kepastian pengampunan dari Tuhan kepada anak-anak-Nya yang mengaku dosa. Hal yang terpenting di sini adalah kita tidak berpura-pura. Kita sungguh-sungguh mengakui bahwa kita sudah berdosa dan minta hati yang bertobat kepada Tuhan.

Jika kita melihat dari keseluruhan Mazmur, maka Saudara-saudara akan menemukan bahwa bukan cuma Mazmur pasal 32 atau Mazmur pasal 51 yang merupakan Mazmur pertobatan Daud. Ada banyak Mazmur-mazmur pertobatan yang ditulis oleh Daud. Dan jikalau kita melihat daripada kehidupan Daud di dalam 2 Samuel, Saudara akan menemukan Daud itu ternyata melakukan beberapa dosa-dosa yang sifatnya fatal. Jadi dosa perzinahan dan pembunuhan ini cuma salah satu dari beberapa dosa besar yang dilakukan oleh Daud. Saya mengatakan ini bukan untuk meng-encourage kita semua untuk berdosa lebih. Alkitab juga mengatakan hal tersebut bukan untuk mendorong kita berbuat dosa lebih. Tetapi Alkitab memberikan kepada kita jalan keluar yang dari Allah, terhadap dosa-dosa dan pelanggaran yang begitu banyak itu. Jikalau kita sudah berdosa dan bahkan dosa yang begitu banyak, dan dosa yang sudah berulang kali kita lakukan, apa jalan keluar Allah terhadap diri kita dengan urusan dosa ini ? Alkitab mengatakan adalah pertobatan yang sejati. Pengakuan dosa tidak merendahkan arti dosa. Tidak menganggap dosa itu sesuatu yang enteng. Dealing pribadi dengan Allah terhadap dosa-dosa yang kita tahu. Dan jikalau itu kita kerjakan di hadapan Allah dengan sungguh-sungguh dan jujur, Alkitab mengatakan Allah itu memberikan pengampunan dan penyucian kepada kita dari segala kejahatan. Daud menyatakan : Hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu selagi Engkau dapat ditemui. Ini adalah desakan dari Daud untuk kita. Ini adalah dorongan Daud bagi kita agar cepat-cepat menyelesaikan dosa kita di hadapan Tuhan.

Jikalau Saudara-saudara mengingat Mazmur 51:15 dalam bahasa Indonesia atau Mazmur 51:13 dalam bahasa Inggrisnya, Daud menyatakan aku mau mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran. Janji Daud di dalam Mamur 51 ini dipenuhi dalam Mazmur 32 ini. Di dalam Mazmur 32 ayat yang paling atas ini dikatakan Mazmur ini dari Daud, nyanyian pengajaran. Di dalam bahasa aslinya itu adalah Mazmur Maskil. Dan Maskil itu artinya adalah pengajaran. Jadi Mazmur pasal 32 ini adalah pemenuhan janji Daud kepada Allah jikalau Allah itu mengampuni dosanya suatu hari. Daud menginstruksikan bagi kita semua. Daud mendesak kita semua. Bereskan dosamu cepat di hadapan Allah, jangan tunggu satu jam, jangan tunggu satu hari. Cepat akui itu, dealing serius terhadap dosa. Perhatikanlah hati Allah yang kita sakiti dan kesucian-Nya yang kita langgar. Ketika kita mengakui dosa kita sebenarnya maka kita baru tahu apa artinya sebagai manusia. Mazmur 32 ini adalah Mazmur favourite daripada Bapak Gereja Agustinus. Ayat-ayatnya ditulis di samping ranjang tidurnya dan dibaca terus menjelang hari kematiannya. Agustinus menyukai daripada Mamur 32 seperti yang dia katakan bahwa ini adalah the beginning of knowledge, is to know one self to be a sinner. Permulaan pengetahuan adalah mengerti diri kita sebagai pendosa.

Ketika kita mengakui dosa kita pada Allah dan tidak menyembunyikan apapun di hadapan-Nya, maka kita akan mendapatkan joy of salvation. Saudara-saudara, perhatikan ayat yang pertama dan kedua. Lihatlah bagaimana lonjakan kegirangan dari Daud yang diampuni dosanya. Dikatakan ayat pertama “berbahagialah”, dan kemudian ayat keduanya “berbahagialah”. Di dalam aslinya ini adalah berbicara berbahagia yang banyak, plural. Dan kata ini adalah kata yang tepat sama dengan Mazmur 1 ayat 1 yang pernah kita bicarakan. Di dalam Mazmur 1 ayat 1 berkata berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasehat orang fasik dan intinya dalah berbagialah orang yang kesukaannya adalah taurat Tuhan. Di dalam Mamur pasal 1 ayat 1 jelas dikatakan bahwa orang yang berjalan menurut taurat Tuhan adalah orang yang berbahagia. Tetapi ada satu teolog yang menyatakan seperti ini, Mazmur pasal 32 mengungkapkan kebahagiaan yang jauh lebih dalam daripada mazmur pasal yang pertama. Setelah saya merenung-renungkannya untuk certain extent ini ada kebenarannya. Kita akan mendapatkan kebahagiaan yang melimpah ketika kita mentaati Firman. Itu benar. Itu pasti. Tetapi kita juga harus mengakui bahwa kita berkali-kali jatuh gagal melakukan Firman. Kita berdosa. Kita tidak sempurna melakukannya. Dan ketika kita berdosa, ketika kita jatuh, maka pertolongan Tuhan merestorasi, memulihkan relasi kita dengan Dia, itu adalah kebahagiaan besar tersendiri. Ayat yang pertama dan yang kedua, berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi. Berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan dan yang tidak berjiwa penipu. Ini adalah berbicara tentang kesukaan yang Tuhan berikan kepada Daud yang merupakan tindakan Tuhan mengampuni dosa Daud.

Saudara-saudara, ada sesuatu yang indah di dalam dua ayat ini dan saya akan membahasnya secara panjang lebar. Dua ayat ini ditulis di dalamnya ada puisi yang bersifat paralel. Di dalamnya ada 3 istilah yang dipakai secara berdampingan (side by side) untuk dosa dan tindakan Allah untuk membereskan dosa. Tiga istilah tentang dosa di sini, di dalam bahasa Ibrani :

  • Kata yang pertama adalah pesha`.

Yang secara literal adalah rebel, melawan Allah. Di dalam bahasa Indonesia dikatakan di sini adalah pelanggarannya. Bahasa aslinya artinya adalah melawan Allah dan otoritas-Nya. Seperti yang saya bicara di dalam Mazmur pasal 51, maka dosa yang dilakukan Daud kepada Batsyeba dan kepada Uria sebenarnya secara ultimate itu adalah sesuatu perlawanan terbuka kepada Allah. Dan itu adalah pesha`.

  • Kata yang kedua adalah chata'.

Chata' di dalam Bahasa Indonesia ada di dalam satu B, yang dosanya ditutupi. Chata' di dalam bahasa Ibrani, dalam bahasa Yunani sama dengan hamartia. Dan artinya adalah meleset dari sasaran, miss the target. Meleset dari sasaran dan sasarannya itu apa, adalah hukum-hukum Allah yang suci itu.

  • Kata yang ketiga adalah awon.

Dan awon itu adalah di dalam ayat yang kedua, berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan. Kesalahannya awon. Artinya ini adalah sesuatu yang corrupt atau sesuatu yang twisted.

Saudara-saudara, perhatikan tiga kata ini yang menyatakan mengenai dosa. Pesha` menggambarkan dosa di dalam relasinya dengan Allah. Yang kedua adalah chata' menggambarkan dosa di dalam relasinya dengan hukum-hukum Allah. Dan yang ketiga adalah awon, menggambarkan dosa dan pengaruhnya terhadap diri kita. Seseorang yang berdosa itu secara naturnya itu corrupt. Dan seseorang yang berdosa itu secara naturnya itu terputar. Dosa itu memusingkan, memutar. Dosa itu adalah mengkorupsi kita.

 

Dan di dalam dua ayat ini juga, ada tiga istilah yang dipakai berkenaan dengan bagaimana Tuhan dealing dengan dosa :

  • Allah mengampuni, forgive.
  • Allah menutupi, cover.
  • Allah menolak memperhitungkan.

Saudara-saudara, apa artinya. Pertama Allah mengampuni. Perhatikan ayat yang pertama. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya. Allah mengampuni. Kata pengampunan secara literal artinya adalah terangkat, lift off. Saudara-saudara terangkat. Jikalau saudara pernah membaca buku daripada John Bunyan dia menyatakan hal ini dengan tepat sekali. Di dalam bukunya Pilgrim Progress maka saudara akan menemukan ada satu tokoh yaitu disebut sebagai Christian. Dan dia adalah seorang musafir. Pada awal-awal daripada story, cerita Pilgrim Progress, maka musafir ini membawa begitu besar beban di punggungnya. Beban yang sangat berat. Dan dia berjalan begitu jauh sambil terbungkuk-bungkuk. Sampai suatu saat dia menemukan ada satu salib di puncak bukit. Dan dengan susah payah dia sampai ke bawah salib itu. Dan ketika dia melihat salib itu maka bebannya itu kemudian terangkat dan menggelinding di bawah bukit. Saudara-saudara, ketika kita mengakui dosa kita beban kita akan terangkat. Akan menggelinding di bawah. Tuhan yang menyingkirkan beban itu. Mazmur pasal 103 ayat ke-12 mengatakan : “Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.”

Sekarang saudara-saudara adalah kata yang kedua. Kata yang kedua adalah Allah menutup dosa kita. Lihatlah daripada ayat yang pertama, berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi. Allah yang menutup dosa. Apa artinya? Ini adalah satu kata yang sangat kuat di dalam sejarah agama orang Yahudi. Kata ini ada di dalam gambarannya, di dalam the day of atonement. Hari raya pendamaian satu tahun satu kali. Satu tahun satu kali imam besar akan menyembelih domba dan kemudian membawa darahnya untuk dipercikkan di ruang Maha Suci. Dan di dalam ruang Maha Suci terdapat apa di sana? Salah satu dari yang penting di sana adalah adanya The Ark of Covenant, Tabut Perjanjian. Dan Tabut Perjanjian di dalamnya berisi tiga hal ini. Tongkat Harun. Kedua adalah manna. Dan yang ketiga adalah loh batu berisi sepuluh perintah Allah. Dan The Ark of Covenant selain yang penting itu the ark-nya, tabutnya, maka yang penting lainnya adalah penutupnya. Dan penutupnya itu adalah yang disebut sebagai Seat of Mercy, Tahta Rahmat. Ketika Alkitab mengatakan Tahta Rahmat itu adalah penutup The Ark of Covenant. Dan darah domba itu dipercikkan di The Seat of Mercy. Dan kalau saudara-saudara melihat studi kata The Seat of Mercy di dalam bahasa Yunaninya adalah sama dengan propitiation. Yaitu artinya pengalihan murka Allah. Jadi apa yang dilakukan Allah kepada Daud ? Apa yang dilakukan Allah kepada Daud yaitu yang pertama Dia mengampuni, yang kedua adalah Dia menutupi.

Dan sekarang yang ketiga. Yang ketiga adalah kata yang sifatnya negatif, Allah tidak memperhitungkan dosa. Dosa tidak diperhitungkan oleh Allah. Saudara-saudara lihat di dalam ayat yang kedua: Berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan. Prinsipnya adalah Allah tidak lagi memperhitungkan Daud sebagai orang berdosa, tetapi Allah memperhitungkan Daud sebagai orang benar. Ini adalah konsep yang sama dengan pencangkokan atau konsep imputasi. Daud adalah orang berdosa. Tetapi kemudian Allah membuat suatu tindakan untuk mencangkokkan sesuatu kebenaran kepada dirinya yang berdosa, sehingga dia boleh diperhitungkan sebagai orang benar.

Sekarang perhatikan baik-baik klimaks daripada dua ayat ini. Kalau saudara-saudara memperhatikan ayat yang pertama dan yang kedua dari Mazmur 32, maka ribuan tahun setelahnya Allah itu menyatakan kepada kita bagaimana Dia mengampuni dosa. Bagaimana Dia itu meng-cover dosa, menutup dosa. Dan bagaimana Dia itu tidak memperhitungkan dosa dari Daud. Dan Allah menyatakannya di dalam kitab Roma 4:6-8. Mari kita membaca bersama-sama ayat ini. Ayat ini adalah satu ayat yang penting sekali. Di dalam satu perikop yang penting sekali. Apa yang ada di dalam Mazmur pasal 32 sekarang kuncinya ada di dalam kitab Roma. Bagaimana Daud itu bisa terlepas daripada tangan Tuhan yang menekan dia. Dia menutupi dosanya, dia pura-pura silent, pura-pura tidak ada sesuatu yang terjadi. Dan dalam keadaan seperti itu Allah menekan terus. Tulang-tulangnya menjadi kering. Dia begitu sangat kesulitan dan menderita. Sampai kemudian dia mengaku dosa di hadapan Allah. Dan kemudian Alkitab mengatakan ada sesuatu sukacita, rejoice, di dalam hidup Daud. Berbahagialah, berbahagialah. Suatu bahagia yang sifatnya plural. Dan mengapa Daud, mengapa engkau berbahagia? Karena Allah dealing pribadi dengan dia dalam dosanya. Allah mengampuni dosanya. Allah menutup dosanya. Allah tidak memperhitungkan dosanya. Dan bagaimana Dia melakukannya Daud ? Paulus menyatakan karena Allah itu melakukan dari seluruh hukum-Nya kepada Yesus Kristus. Seluruh dosa saudara dan saya akan tetap menjadi milik kita jikalau Kristus tidak datang. Jikalau Kristus itu tidak menebus kita. Tetapi itu akan diampuni oleh Allah, ditutup oleh Allah, tidak diperhitungkan oleh Allah, karena Allah itu memperhitungkan dosa kita kepada Yesus Kristus. Dan inilah yang ditulis di dalam Roma pasal yang keempat. Dan semua orang yang ingin diampuni dosanya. Biarlah kita boleh dengan iman menuju kepada Yesus Kristus. Roma pasal 4 mengajarkan tentang suatu teologia yang penting sekali dalam Alkitab. Yaitu pembenaran melalui iman karena anugerah semata, Justification through faith by grace alone.

Saudara-saudara, dosa kita itu begitu besar. Dan dosa kita itu begitu dalam. Mengapa kita terus menyembunyikan dosa kita ? Apakah engkau tetap bisa bersukacita dalam hidup dengan menyembunyikan dosa ? Daud memberikan instruksi kepada kita. Datang kepada Allah sepanjang Dia masih bisa kita datangi. Jangan menunggu. Jangan menunggu satu hari satu jam bahkan. Akui sekarang. Buka seluruhnya. Jangan ada yang tertinggal. Dan lihatlah pengampunan Allah di dalam Kristus diberikan kepada kita, bagi kita orang yang mau beriman kepada Dia. Saudara dan saya tidak bisa membayar dosa dengan perbuatan baik. Seluruh daripada dosa-dosa kita bisa dibereskan adalah kalau Allah mengampuni kita karena Yesus Kristus sudah berkorban bagi kita. Dengan apa Allah membereskan seluruh dosa Daud ? Adalah sama dengan apa Allah membenarkan kehidupan Abraham. Adalah karena Kristus Yesus. Kristus Yesus sudah dikorbankan bagi kita untuk penebusan dosamu dan dosaku. Ini adalah tindakan Allah beranugerah terhadap Daud dan kepada kita semua dan kepada seluruh umat manusia. Tidak ada kemungkinan yang lain. Tidak ada jalan yang lain. Ini adalah satu-satunya jalan yang diberikan oleh Allah untuk dealing terhadap dosa. Jangan kita itu bodoh. Jangan kita itu bebal. Kita sungguh-sungguh tidak mungkin bisa membereskan dosa. Kita sungguh-sungguh tidak mungkin bisa menutup dosa, menyembunyikan dosa. Hanya Allah yang bisa membereskan. Dan itu hanya karena Yesus Kristus yang terpaku di atas kayu salib. Terimalah di dalam hatimu. Bertobatlah sekarang jikalau engkau sudah menjadi orang Kristen. Kita bangun dengan dosa-dosa yang pagi ini harus kita akui di hadapan Tuhan. Dan temuilah Tuhan sepanjang Dia masih bisa ditemui. Dan saya akan membaca Mazmur pasal ke-32 ini. Biarlah kita boleh menyelesaikan seluruh dosa kita pada pagi ini, sehingga kita boleh mendapatkan the joy of your salvation oh Lord. Mari kita berdoa.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^