[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

14 October 2018

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Doa Bapa Kami (6)

Matius 6:9-13

Saudara-saudara kita sudah berbicara berkenaan dengan doa, suatu hari murid Yesus berkata kepada Yesus Kristus, Tuhan ajar aku untuk berdoa dan Yesus Kristus mengajarkan doa Bapa kami. Perhatikan baik-baik, ada doa-doa yang pasti tidak dikabulkan, tetapi ada doa yang pasti dikabulkan. Apakah saudara mau untuk doa saudara selalu dikabulkan? J.I. Packer menyatakan doa itu dikabulkan oleh Tuhan jika dan hanya jika memiliki prinsip, sikap, pengertian seperti doa Bapa kami. Doa Bapa kami adalah sebuah pola untuk semua doa orang Kristen yang sudah ditebus. Intinya, setiap doa kita haruslah sebuah Doa Bapa kami di dalam segala model, bentuk dan kalimatnya. Saya tidak mengatakan bahwa saudara-saudara berdoa dengan terus menerus seperti doa Bapa kami seperti mantera. Saya tidak mengatakan saudara mesti mengalimatkan kalimat-kalimat yang sama seperti doa Bapa kami baru itu didengar oleh Tuhan, bukan itu maksudnya, bukan itu maksud dari J.I.Packer, bukan itu juga maksud dari Yesus Kristus. Tetapi di dalam doa Bapa kami, Yesus memberikan suatu patron dan seluruh hati kita harus di-set seturut dengan patron tersebut. Perhatikanlah patron tersebut ada fokus, ada yang utama dan yang belakang, di dalam patron tersebut ada motivasi. Bentuk hati saudara, didik hati kita dengan patron tersebut dan hiduplah di dalam patron tersebut. Saya sekarang akan masuk di dalam patronnya. Kalau saudara-saudara melihat di dalam Doa Bapa kami, saudara-saudara akan bisa membaginya di dalam empat bagian yang besar.

Patron pertama adalah Bapa kami yang di Surga, ini adalah alamat doa. Sama seperti saudara-saudara menuliskan surat kemudian menuliskan alamat surat, sesederhana itu. Kalo alamat surat itu ternyata salah, saudara tulis saudara menuliskan apapun saja di dalam surat itu tidak berguna dan apa alamat surat itu? Apa fokus doa itu? Memiliki satu fokus saja dan fokus itu adalah pribadi Allah oknum pertama Tritunggal, ini adalah pribadi Bapa. Kita berdoa, Bapa kami di Surga ini adalah sesuatu hal yang penting, saudara-saudara tidak bisa berdoa kepada orang kepada pribadi-pribadi yang lain.

Saudara-saudara harus berdoa kepada Bapa tetapi saudara-saudara berdoa kepada Bapa itu bukan sekedar berbicara Bapa. Ini adalah berbicara berkenaan dengan satu pribadi yaitu Bapa, sebutan Allah oknum pertama, yang juga disebut oleh Yesus Kristus ketika Dia berdoa, Bapa. Ini adalah pribadi oknum pertama yang dikenal oleh pribadi Allah oknum kedua. Suatu hari dalam Yohanes 17 Yesus itu berdoa, Dia melihat ke langit sebentar lagi Dia akan masuk ke dalam Getsemani, dan kemudian Dia berkata Bapa, the time has come. Sebutan Bapa adalah sebutan personal dari Allah oknum kedua kepada Allah oknum pertama. Ini bukan sekedar asal bicara Bapa, ini adalah satu relasi khusus antara Allah oknum pertama dan Allah oknum kedua dan pertanyaannya adalah apakah kita mengenal Allah oknum pertama itu? Apakah kita memiliki relasi dengan Allah oknum pertama itu? Alkitab mengajarkan kepada kita relasi kita dengan Allah oknum pertama terjadi jika dan hanya jika Allah oknum kedua menebus hidup kita, jikalau kita boleh mengenal Allah oknum kedua, jikalau kita boleh menerima penebusan Yesus Kristus, Alkitab mengatakan itu adalah proses adopsi.

Suatu hari Yesus berbicara kepada Petrus menurut engkau siapakah Aku ini? Maka Petrus mengatakan You are the Messiah the Son of the living God. Yesus mengatakan berbahagialah engkau Petrus karena bukan dari padamu, pengertian ini bukan dari manusia tetapi dari Bapa-Ku di Surga. Tidak ada doa yang dijawab jikalau saudara di luar Yesus Kristus. Patron yang pertama adalah bicara ketika kita berdoa maka kita berfokus kepada Bapa di Surga dan di dalam kehidupan sehari-hari, fokus hidup kita haruslah Bapa di Surga. Kalau fokus hidup kita bukan hanya kepada Bapa, tetapi untuk diri, untuk orang yang disayangi, untuk keluarga, perhatikan baik-baik, itulah sebabnya doa kita tidak dikabulkan oleh Allah.

Doa dikabulkan jika dan hanya jika patron doa kita, patron hati kita, patron dari seluruh jiwa kita seturut dengan patron doa Bapa kami. Fokusnya harus kepada pribadi Allah Bapa. Ketika saya berbicara berkenaan dengan fokus kalau saudara melihat jarum kompas dia terus akan bergerak sampai ke tempat arah yang tepat yaitu arah utara baru jarum itu akan berhenti itu adalah fokusnya. Saya mau tanya kepada saudara-saudara, fokus hidup saudara-saudara tetapkan ada di mana? Itulah sebabnya kalau saudara-saudara melihat sejarah gereja, saudara akan melihat orang-orang yang pernah maju ke mimbar atau di dalam doanya sendiri dan dia berlutut dan dia berdoa kepada Bapa, berbicara kepada Dia dan mengatakan Tuhan ini adalah hidupku satu kali aku persembahkan kepada-Mu dan aku tidak akan menariknya kembali, gunakan semuanya seturut dengan kehendak-Mu, lihatlah kehidupannya, Allah itu hidup benar dalam orang tersebut. Tetapkan hatimu, fokuskan kepada Bapa di Surga bukan kepada kebahagiaan kita, bukan kepada kebahagiaan anak kita, bukan kebahagiaan kepada suami kita, istri kita. Kadang-kadang kita itu mengelabui diri kita sendiri, kita berdoa supaya suami kita itu boleh bertobat sebenarnya fokusnya bukan kepada Bapa, atau supaya suami bertobat untuk bisa menjadi lebih baik, melainkan supaya dia bisa bertobat dan berbuat lebih baik kepada saya. Maka seluruh doamu itu sebenarnya fokusnya adalah kepada dirimu. Apa fokus dari doa kita dan hidup kita?

Saudara sekarang masuk ke dalam patron yang kedua, di dalam kelompok yang kedua saudara-saudara melihat ada tiga permohonan dikuduskan nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Surga. Nama Tuhan yang suci, kerajaan Tuhan yang dihadirkan, kehendak Allah yang jadi. Ketika bicara dikuduskan nama-Mu, ini bukan berarti bahwa Allah itu tadinya tidak kudus menjadi kudus, Allah tetap kudus. Ketika bicara berkenaan dengan kudus, itu berbicara mengenai qualitative difference, mengenai degree dari kualifikasi Allah itu pada kelasnya tersendiri dan seluruh ilah yang lain ada di bawahnya dan semua ilah tidak bisa menandingi Yahweh dan seluruh ilah tidak bisa menandingi Allah Bapa. Tidak ada yang bisa menandingi Dia, ilah-ilah tidak, uang tidak, orang-orang yang kita kasihi tidak, diri kitapun tidak, ini artinya seluruh keinginanku adalah bahwa Engkaulah satu-satunya dan paling utama dan ini bukan slogan. Keinginanku adalah apapun saja di dalam diriku maupun di luar diriku, Engkau dikenal berbeda daripada yang lain, Engkau dikenal tidak sama dengan yang lain, nama-Mu dikuduskan dan bagaimana nama Allah itu dikuduskan? Nama Allah dikuduskan adalah jika dan hanya jika kerajaan-Nya dihadirkanyaitujika dan hanya jika kehendak-Nya jadi. Saudara perhatikan sekali lagi patronnya dan ini bukan saja patron dari doa saja, itu adalah patron dari hati kita, itu adalah patron dari keinginan kita, itu adalah patron dari ambisi kita. Saya mau tanya kepada saudara-saudara apakah engkau sudah menetapkan di dalam hatimu engkau menginginkan nama Allah lebih dari segala-galanya? Engkau berambisi bahwa kerajaan-Nya itu dihadirkan dan kehendak-Nya jadi di tengah-tengah hidup kita, apakah itu menjadi ambisi kita? Apakah itu menjadi sel yang terdalam di tiap DNA kita? Apakah itu menjadi kegairahan kita hidup? Apakah sungguh-sungguh Allah itu dipermuliakan? Dan kerajaan-Nya mengatur seluruh dunia ini? Dan kehendak-Nya jadi di dalam hidup kita, apakah sungguh-sungguh itu menjadi keinginan terdalam dari hati kita? Saudara perhatikan baik-baik, kalau men-set hati kita seperti itu, saya katakan sekali lagi apa yang dikatakan oleh J.I. Packer itu tepat adanya engkau akan lihat bahwa Allah itu nyata memenuhi seluruh permohonan kita.

Saya akan berikan contohnya di dalam beberapa bagian Alkitab, suatu hari ketika Musa sudah mengeluarkan bangsa Israel kemudian dia mau masuk ke dalam tanah perjanjian, tetapi di tengah-tengah sebelum dia masuk kemudian Allah itu marah dan Allah berbicara kepada Musa, Musa masuklah ke dalam tanah itu, tanah yang berlimpah susu dan madunya Aku sudah berjanji kepada Abraham, Ishak dan Yakub dan hari ini Aku akan memenuhkan janji-Ku kepadamu, kepada seluruh orang Israel engkau pergi masuk bersama dengan seluruh umat-Ku, tetapi Aku tidak akan menyertai engkau karena bangsa ini adalah bangsa yang tegar tengkuk, bangsa ini adalah bangsa yang terus melawan diri-Ku dan Aku tidak akan menyertai engkau tetapi malaikat-Ku akan Aku utus menyertai engkau dan kemudian Musa mengerti apa yang dikatakan oleh Tuhan. Bukankah pada waktu itu Musa bisa berdoa kepada Tuhan, oh Tuhan terima kasih aku bersyukur kepada-Mu, Engkau adalah Allah yang setia dan aku akan mentaati Engkau, aku akan masuk ke dalam tanah itu? Tetapi tidak bagi Musa, Musa mengucapkan dua kalimat yang ketika saya membacanya setiap kali hati saya remuk. Dia mengatakan jikalau Engkau tidak memimpin kami jangan biarkan aku melangkah satu langkahpun dari tempat ini, jikalau Engkau tidak memimpin aku jangan biarkan aku melangkah satu langkah dari tempat ini. Aku tidak perduli dengan kemakmuran, aku tidak perduli dengan umur panjang, aku tidak perduli dengan kemenangan, aku tidak perduli dengan susu dan madu, aku tidak perduli dengan ketenaran Tuhan. Mataku hanya satu, fokusku hanya satu yaitu Engkau sendiri Bapa kami di Surga. Tetapi bukan itu saja diucapkan kalimat yang kedua, show me Thy glory nyatakan kemuliaan-Mu kepadaku dan apa inti kemuliaan Allah? Kesucian. Tuhan mengatakan kepada Musa, engkau mau tahu kemuliaan-Ku? Tidak ada orang yang bisa berdiri tetap hidup ketika melihat kemuliaan-Ku. Tetapi Aku memberikan kasih karunia kepadamu, engkau bersembunyi di dalam lekukan gunung itu dan Aku akan berjalan tepat di depan matamu dan engkau akan melihat kemuliaan-Ku lewat. Tetapi Musa, engkau tidak akan melihat seluruh kemuliaan-Ku, engkau hanya melihat belakang-Ku, punggung-Ku, Musa tidak pernah melihat kemuliaan Allah, Musa hanya melihat berkas kemuliaan Allah lewat, kemudian Dia lewat dan Musa kemudian tersungkur. Apa yang diminta oleh Musa di dalam dua permohonan ini? Aku tidak mau yang lain, aku mau Engkau menyertai. Kalau Engkau berhenti di sini saya akan berhenti. Kalau Engkau suruh aku masuk dan begitu banyak mujizat tetapi Engkau tidak menyertai, saya lebih baik di sini. Saya tidak akan masuk, itu adalah janji-Mu kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Aku menghormatinya Tuhan, tetapi itu bukan bagianku. Apa yang menjadi bagianku, my portion adalah Engkau sendiri. Aku menginginkan Engkau lebih dari seluruh berkat-Mu. Dan apa yang menjadi permintaan kedua? Dikuduskanlah Nama-Mu Tuhan. Dikuduskanlah Nama-Mu.

Sekarang adalah Nehemia. Saat itu seluruh Israel berada di dalam kesulitan yang besar. Seluruh tembok Yerusalem sudah menjadi puing. Dan Nehemia pada waktu di dalam istana raja Artahsasta, seorang Media Persia. Suatu hari saudaranya datang dan memberitahu kepada Nehemia bahwa tembok Yerusalem sudah hancur dan orang-orang Israel berada dalam malu yang besar. Setelah Nehemia itu mendengarkan kalimat-kalimatnya, maka Alkitab mengatakan dia berlutut dan menangis siang dan malam meminta satu hal: Allah bekerja sekali lagi memulihkan tembok Yerusalem. Dia berdoa berpuasa kurang lebih empat bulan. Dan Alkitab mengatakan bahwa dia menguatkan hatinya untuk berbicara kepada raja. Ada kemungkinan sekali raja menjadi tidak suka dan kemudian memenggal kepalanya. Tetapi dia tidak peduli untuk hal itu karena seluruh hatinya menginginkan satu, fokus kepada satu: Yahweh, Allah di surga, Bapa kami yang di surga. Tidak ada sesuatu yang dia pedulikan, bukan keluarganya, bukan orang-orang yang dikasihinya, bukan orang-orang yang menjadi kenalannya, bahkan bukan dirinya sendiri. Satu tujuan hidupnya, fokusnya adalah Bapa di surga, bukan raja Artahsasta. Yang ditakuti olehnya ialah Bapa di surga dan bukan raja Media Persia. Maka dari itu dia berani untuk menghadap raja Artahsasta. Dia mengatakan Israel semuanya sudah berada di dalam reruntuhan, berikan aku ijin untuk membangun tembok Yerusalem. Di dalam anugerah Tuhan maka Nehemia diberikan ijin. Pertanyaannya adalah apa arti teologis dari tembok itu berdiri? Kenapa? Kenapa harus dengan nyawa mempertaruhkan tembok Yerusalem? Di dalam Perjanjian Lama ada satu pengertian seperti ini, jikalau bangsa melawan bangsa yang lain dan bangsa tertentu bisa mengalahkan bangsa ini maka itu artinya Allah bangsa ini menaklukkan Allah bangsa yang ini. Itu artinya Yahweh dikalahkan. Itu artinya Allah Israel itu dibuat malu. Dalam hati Nehemia ada api. Di dalam setiap selnya itu seluruhnya bangkit. Tidak bisa seperti ini, tidak bisa seperti ini. Bapa kami yang di surga, Engkau harus dikuduskan. Engkau harus dikuduskan sampai seluruh dunia dari Israel sampai Moab, sampai Sidon, sampai Babel, sampai Media Persia, seluruh dunia harus tahu Bapa kami di surga dikuduskanlah Nama-Mu. Itu adalah ambisi dari Nehemia. Saudara mengerti patron ini? Maka di dalam hatimu memiliki patron ini.

Saudara lihat dalam Perjanjian Baru, Maria. Bukan seorang yang hebat, hanya seorang budak perempuan kecil. Hanya seorang yang masih muda. Hanya umur mungkin 12 atau 13 tahun. Dan suatu hari ketika dia berdoa, Allah mengirimkan malaikat-Nya. Dan malaikat itu menyatakan kepada Maria engkau akan mengandung. Bagaimana aku bisa mengandung? Aku tidak punya suami bagaimana mengandung? Maka Roh Kudus yang akan menaungi engkau. Oh Maria tidak mengerti apa yang dikatakan oleh malaikat. Bahkan kata Holy Spirit pun itu sesuatu yang jarang pada waktu itu. Tetapi Maria tahu ini adalah kehendak Allah, dan tanpa banyak bicara dia mengucapkan satu kalimat yang menyatakan keindahan jiwanya: “Aku ini hamba Tuhan dan jadilah pada-Mu menurut apa yang Engkau kehendaki.” Kerajaan Allah datanglah, kehendak-Mu jadilah di dalam diriku di dunia ini seperti di surga.

Apakah saudara mengerti bahwa semua orang sucinya Allah mendoakan patron Doa Bapa Kami? Dan hidupnya seluruhnya berada di dalam jalur patron Doa Bapa Kami. Dan yang paling utama adalah Yesus sendiri. Dia bukan hanya sekedar mengajar, Dia menghidupinya. Seluruh kehidupan-Nya hanya untuk satu, yaitu Pribadi Allah Bapa. Suatu hari Dia berkata kepada semua murid-murid-Nya: Aku memiliki makanan yang engkau tidak ketahui. Dan apa makanan-Mu, hai Tuhan Yesus? Jawabannya yaitu makanan-Ku adalah melakukan apa yang menjadi kehendak Bapa-Ku. Seluruh fokus-Ku adalah hidup untuk kemuliaan Bapa. Dia tidak mempedulikan apapun saja. Hanya mempedulikan satu, yaitu Bapa di surga. Itu yang diperhitungkan dalam seluruh hidup-Nya. Suatu hari di taman Getsemani maka Dia menyatakan doa yang menjadi doa bagi seluruh orang-orang yang akan berdoa Bapa Kami. Bapa jikalau mungkin, jikalau mungkin biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku tetapi jikalau tidak, jikalau itu kehendak-Mu jadilah kehendak-Mu. Jadilah kehendak-Mu. Bapa kami di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu. Patron Doa Bapa Kami di taman Getsemani. Sekali lagi saudara-saudara, doa itu dijawab oleh Tuhan jika dan hanya jika seluruh hati kita patronnya adalah Doa Bapa Kami.

Dan sekarang saya akan masuk ke dalam patron yang ketiga. Patron ketiga adalah berbicara berkenaan berikan kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, ampunilah kesalahan kami dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. Saudara-saudara perhatikan tiga permohonan ini. Ini adalah permohonan yang bersifat menyeluruh di dalam kehidupan kita. Ini adalah seluruh kebutuhan kita. Dan ini bersifat horizontal. Dan ini bicara berkenaan di dunia ini, di dalam seluruh keinginan dan seluruh kebutuhanku. Perhatikan tiga permohonan terakhir ini, adalah permohonan setelah permohonan pertama. Seluruh permohonan ini untuk kebutuhan jiwa dan tubuh kita adalah untuk menunjang patron kedua di atas itu terjadi atas hidup kita. Kita meminta seluruh kebutuhan kita seluruhnya dengan bebas, dengan sukacita hanya untuk patron yang pertama dan yang kedua digenapi.

Perhatikan di dalam patron yang ketiga ini, maka ini bicara mengenai tiga hal, segala sesuatu yang kita perlukan masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Saudara perhatikan segala sesuatu untuk jiwa dan tubuh, masa lalu masa sekarang dan masa depan. Saudara-saudara bicara berkenaan dengan makanan hari ini, present. Ampuni kami akan kesalahan kami, itu sesuatu yang sudah masa lampau. Jangan masukkan kami ke dalam pencobaan itu adalah bicara mengenai dengan masa depan. Dan ini bicara mengenai tiga hal ini: pemeliharaan, pengampunan, perlindungan. Sekali lagi: pemeliharaan, pengampunan, pengampunan. Apa lagi yang saudara dan saya cari? Setiap kali kita memerlukan makan, ada. Setiap kali kita menginginkan anak kita disekolahkan, ada. Saudara-saudara, pemeliharaan Tuhan. Apa lagi yang kita perlukan? Pengampunan. Banyak orang kaya hatinya tidak pernah bisa mengampuni dirinya sendiri atau tidak bisa mengampuni orang lain. Ada kepahitan di dalam dirinya atau dikejar dengan perasaan bersalah. Selalu ada konflik di dalam hidupnya. Dia sulit untuk mengampuni dan sulit untuk diampuni. Masa lalunya mengikat dia, masa lalunya tidak membuat dia bisa berkembang. Masa sekarang dan masa depan diikat dengan kesalahan masa lalu, pengampunan dan perlindungan. Masa depan, bukankah kita kuatir akan apa yang terjadi masa depan? Hidup manusia itu menjadi tidak stabil karena ada kekuatiran dan juga ketakutan. Dan apa yang kita cari? Hanya tiga itu untuk jiwa dan tubuh kita: pemeliharaan, pengampunan, dan perlindungan. Dan ini yang Tuhan berikan kepada kita asal kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya ini akan diberikan kepada kita. Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. Pemazmur mengatakan aku sudah berjalan berpuluh-puluh tahun dan aku mendapati bahwa Allah itu pasti setia adanya. Dia bisa dipercaya oleh hidupku. Saudara-saudara lihat hamba-hamba Tuhan yang Tuhan pakai, dia menyerahkan hatinya untuk Bapa di surga saja. Memang kehidupannya sulit, dan banyak sekali orang yang mungkin salah paham dan menyerang hidupnya. Tetapi lihat bagaimana pemeliharaan Tuhan itu cukup untuk dia, begitu nyata dalam hidup dia. Dan dia menjadi orang yang berbuah dan orang bernilai di dalam hidupnya di tengah-tengah dunia. Mereka tidak memiliki siapa-siapa kecuali perlindungan mereka adalah Allah sebagai benteng yang teguh. Dan sungguh-sungguh itu real. Camkan hidup kita. Tetapkan di dalam hatimu, fokuskan hidup hanya satu kepada Bapa di surga. Dan milikilah hati, minta kepada Allah Bapa di surga api dan visi, aku hanya ingin nama-Mu dipermuliakan, dikuduskan. Engkau pada kelas-Mu tersendiri, Engkau tidak tertandingi di tengah-tengah dunia ini. Bapa kami di surga dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu jadilah kehendak-Mu. Saudara-saudara, seluruh kebutuhan tubuh dan jiwa masa ini, masa depan dan masa lalu Tuhan akan sediakan.

Patron yang keempat, terakhir: karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Dan ketika seluruhnya sudah terjadi, patron pertama, kedua dan ketiga sudah terjadi, maka apa yang ada dalam hati kita? Siapakah yang berjasa? Aku atau Allah? Siapakah yang mendapatkan kemuliaan? Aku atau Allah? Ketika gereja ini ada dan gereja ini menetapkan hanya untuk kemuliaan Allah Triitunggal dan Tuhan itu kemudian memberikan mujizat demi mujizat. Baik itu mujizat secara spiritual maupun mujizat secara physical. Pertanyaannya adalah apakah saya yang menjadi utama atau Allah yang dipermuliakan? Apakah manusia yang membuat seluruh hidupnya itu menjadi berhasil? Apakah doanya? Apakah kesalehannya? Apakah dedikasinya? Apakah seluruh pengorbanannya menjadikan seluruh hidupku itu diberkati? Jawabannya adalah tidak. Bukan aku, tetapi Dia Allah. Segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, bagi Dia kemuliaan hanya untuk Dia selama-lamanya. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Seluruh kemuliaan itu adalah bagi Allah. Kalau hidupku itu diberkati, kalau hidupku itu dipakai, kalau aku bisa menentukan hal-hal yang tepat di dalam kerohanianku, kalau semua orang mengerti bahwa Allah menyertai adalah bukan karena aku. Alkitab menyatakan bukan karena engkau, Israel tetapi Aku menyatakan kepadamu, Aku memulihkan engkau, Aku membela engkau karena Aku meninggikan nama-Ku. Hanya untuk Aku, nama-Ku Yahweh. Bahwa seluruh berkat itu ada setelah seluruh hidup kita dipandang oleh dunia, khususnya oleh Allah itu benar adanya. Pertanyaannya, mengapa aku benar? Mengapa aku bisa menentukan hatiku hanya untuk Engkau? Adalah bukan karena aku, Tuhan. Itu adalah pekerjaan-Mu di dalam hidupku. Engkaulah Tuhan yang memiliki Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Seluruh hidup yang kita jalani, seluruh keputusan yang tepat di dalam hidup kita, jikalau kita boleh hidup diberi anugerah untuk menghadirkan kemuliaan bagi Bapa di surga, kalau hidup kita dikenal oleh orang lain hidup yang disertai oleh Bapa di surga, maka semua itu harus kembali kepada kemuliaan Allah saja. Kita tidak mengambil satu kemuliaan untuk diri kita sendiri. Kita mau untuk seluruhnya hanya untuk kemuliaan Allah saja. Dan jikalau kita menetapkan di dalam hati kita patron ini saudara akan mengerti hidup yang diberkati oleh Tuhan. Sungguh. Bukan saya mengatakannya, Yesus Kristus. Tuhan ajar aku berdoa. Yesus tidak mungkin mengajar seseorang berdoa suatu doa yang sia-sia atau tidak dijawab. Apakah itu menjadi satu kompas dalam hati kita? Apakah patron ini ada di dalam set hati kita? Kiranya Tuhan menciptakannya di dalam hati kita semua tidak ada yang terkecuali pada malam hari ini. Kiranya kita boleh melihat kemuliaan-Nya. Dan setelah seluruhnya terjadi biarlah Dia dipermuliakan. Mari kita berdoa.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^