[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

7 October 2018

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Mazmur 1

Mazmur 1

Mazmur 1 adalah pembuka bagi keseluruhan Mazmur yang lain. Mazmur 1 berbicara mengenai inti untuk membaca Mazmur yang lain. James Montgomery Boice menyatakan Mazmur 1 adalah the father of all wisdom of Psalms. St Jerome menyatakan Mazmur 1 adalah the preface of the Holy Spirit. The great baptist preacher, Charles Spurgeon menyatakan Mazmur 1 adalah pengantar seluruh Mazmur yang mana mazmur-mazmur selanjutnya dibangun di atas dasar Mazmur 1 ini. Apa yang menyebabkan Mazmur 1 itu menjadi pintu gerbang untuk membaca seluruh Mazmur? Karena di dalam Mazmur 1 ini Allah menyatakan dengan begitu jelas, Dia melihat manusia hanya di dalam dua kategori. Dan dua kategori ini akan dapat dilihat di dalam setiap Mazmur yang lain. Allah melihat dua kategori yaitu orang benar dan satu lagi adalah orang fasik, godly and ungodly. Keduanya itu berbeda kesukaannya, berbeda jalannya, berbeda gaya hidupnya, dan akhirnya akan berbeda pula. Kedua-duanya memiliki karakter yang berbeda sama sekali. Mazmur 1 menyatakan bagaimana orang benar itu memiliki karakter. Matthew Henry menyatakan Tuhan mengetahui nama orang-orang yang dipilih-Nya, tetapi kita mengetahui dari karakternya. Kita tidak bisa dengan tepat mengetahui siapa orang yang dilahirbarukan atau tidak, tetapi dari keinginannya, dari karakternya, kita dapat menduganya. Dan di dalam Mazmur 1, orang benar memiliki dua karakter yang penting sekali. Ini adalah sesuatu yang sangat sederhana tetapi ini adalah sesuatu yang pasti untuk melihat segala sesuatu.

(1) Karakter yang pertama adalah orang benar akan menjauhi kejahatan. Di dalam Mazmur 1:1 dikatakan, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut jalan orang fasik.” Di dalam bahasa aslinya, berbahagia ini bersifat plural. Artinya kebahagiaan di dalam segala aspek. Kebahagiaan yang sifatnya menyeluruh dan berlipat ganda. Di dalam ayat 1-2, terlihat bagaimana orang benar itu dibedakan dengan orang fasik. Orang fasik memiliki tiga hal ini: berjalan menurut nasihat orang fasik, dia berdiri di jalan orang berdosa, dan dia duduk di dalam kumpulan pencemooh. Ketika Alkitab menyatakan tiga hal ini: berjalan, berdiri, duduk; maka ini adalah bicara berkenaan dengan suatu progesifitas yang makin meningkat. Pertama adalah berjalan menurut nasihat orang fasik. Maka orang ini sebenarnya sedang berjalan dengan nasihat orang fasik, dan nasihat itu menjadi prinsip tindakannya. Tetapi bukan itu saja, yang kedua dia berdiri di jalan orang yang berdosa. Orang ini menjadi satu society dengan orang fasik. Menjadi satu dengan budaya-budayanya, dengan lifestyle-nya, dengan pilihan-pilihan terbuka dalam hidupnya. Misalnya, kalau saudara-saudara di Australia, ada dua parties, Labor party atau Liberal party, mana pilihanmu? Tetapi bukan itu saja, maka Alkitab mengatakan dia akan duduk di tengah-tengah seluruh pencemooh. Artinya menjadi sama seperti mereka, pencemooh. Yang pertama dia berjalan adalah practical, ketika dia berdiri itu adalah habitual, tetapi ini adalah sesuatu yang sifatnya dia sudah menjadi teacher, menjadi guru. Dia menjadi pembuat-pembuat keputusan yang evil, merancangkan hal-hal yang jahat. Dia bukan ikut-ikut lagi, tetapi dia mencurahkan seluruh pikiran dan hatinya menjadi sama dengan orang yang jahat itu. Ada sesuatu progresifitas di sini. Yang pertama itu adalah sesuatu yang sifatnya hanya practical. Yang kedua sudah bersifat cultivate, budaya. Dan yang ketiga adalah sudah menjadi permanent, sama. Spurgeon menyatakan when men are living in sin, they go from bad to worse.

Perhatikan baik-baik, saya sedang membicarakan sesuatu yang penting, konsep dalam Alkitab. Saudara lihatlah Alkitab, saudara pelajarilah dalam, maka saudara akan mengerti bahwa Alkitab tidak pernah mengajarkan dosa itu suatu tindakan. Dosa adalah suatu kuasa yang mengikat. Ketika saya mencuri, saya berbuat zinah, saya mengatakan sesuatu yang kurang ajar, saya membunuh, itu seluruhnya adalah tindakan-tindakan saja, tetapi intinya bukan di tindakan itu. Intinya adalah di dalam hati yang berdosa. Hati dikuasai oleh dosa maka seluruh tindakan saya adalah tindakan-tindakan yang berdosa. Apa yang saya pikirkan itu berdosa karena hati saya berdosa. Karena hati saya berdosa, maka tangan saya akan bergerak menuju kepada tindakan dosa. Karena hati saya berdosa, maka mulut saya akan mengeluarkan apa yang ada di dalam hati saya yang berdosa. Karena hati saya berdosa, maka mata saya menginginkan sesuatu yang saya inginkan dalam hati saya yang berdosa. Alkitab menyatakan ketika kita berdosa itu bukan tindakan-tindakan di luar, bukan panca indera kita, tetapi ketika bicara mengenai dosa, adalah kuasa yang mengikat di dalam hati, dan kuasa itu adalah kuasa yang bergerak dan kuasa itu adalah kuasa yang menggerakkan hidup kita. Dosa tidak pernah bisa berhenti. Dosa tidak pernah saudara bisa hentikan karena dosa kuasanya lebih besar daripada kuasa kita sebagai manusia. Dosa itu selalu menang. Jangan bermain-main dengan dosa! Dosa kalah dengan kuasa yang lebih tinggi, dan kuasa yang lebih tinggi adalah kuasa kebangkitan dari Kristus. Dosa juga tidak bisa dikalahkan dengan saudara dan saya beragama. Dan apa yang menjadi masalah utama dari seluruh umat manusia sampai membuat kehidupan manusia itu menderita, sorrow? Jawabannya adalah karena ada dosa. Tetapi jikalau dosa itu sesuatu yang masa lampau itu mudah. Tetapi dosa itu terus bergerak mengikuti kita dan makin lama makin expand. Dosa ketika bergerak di dalam hati makin tertanam. Dosa itu makin kita inginkan. Seseorang itu makin terpesona akan dosanya. Dan makin delight, makin bersuka dan menikmati dosa itu. Dan dosa itu bukan saja tertanam di dalam, dosa itu juga keluar dari inward menjadi outward. Dari motivasi, dari pikiran yang tidak terlihat menjadi tindakan keluar. Dan bukan itu saja, dosa itu bergerak pada seluruh aspek kehidupan. Saudara sembunyikan satu dosa dalam aspek kehidupanmu di sini, saudara akan menyadari saudara harus berdosa di aspek yang lain. Saya ambil contoh, ketika saudara-saudara menonton video porno, lalu kemudian seseorang datang dan kemudian ditutup. Mungkin itu adalah mama, papa, lalu kemudian mengatakan, “Kamu sedang melihat apa? Lihat yang tidak baik ya?” “Tidak, tadi sedang lihat untuk pelajaran.” Tadinya saudara dengan mata saudara berdosa, sekarang dengan mulut, saudara harus berdosa. Saudara tidak bisa untuk menyetop dosa dalam satu area, itu akan gradual ke tempat yang lain. Dan secara philosophical, secara pikiran maka dosa itu awalnya akan melemahkan pikiran kita. Pertamanya kita sadar ini berdosa, ada sesuatu hati nurani yang tidak bisa terima, ada satu kegentaran dalam hati, tetapi kemudian setelah beberapa lama kita melakukan dosa itu, maka pikiran kita mulai dilemahkan, dan akan terus menerus bergerak sampai kita akhirnya menyetujui dosa. Bukan itu saja, suatu hari kita akan bersaksi bahwa ini benar. Dari pertama tahu salah, lalu kemudian menyetujuinya, menerimanya, dan kemudian bersaksi bahwa ini benar. Alkitab mengatakan, itulah orang fasik, orang yang berjalan menurut nasehat orang fasik yang lain, orang yang berdiri di jalan orang berdosa, dan kemudian duduk di tengah-tengah seluruh pencemooh. Lihatlah progress dari orang-orang berdosa ini. Dan apakah saudara ada di tempat ini? Apakah saudara-saudara menikmati dosa? Saya mau mengatakan pada saudara-saudara, saudara tidak akan pernah bisa menyetop kuasanya. Kita akan dihabisi oleh dosa tersebut. Saudara-saudara tidak mungkin akan bisa kembali dan kemudian mengatakan stop, kecuali saudara berteriak kepada pencipta langit dan bumi yang memiliki kuasa itu, dan akan menunjukkan jalan hidup kita melalui Firman-Nya, baru kuasa dosa itu dihancurkan.

(2) Orang benar itu kesukaannya merenungkan Firman TUHAN siang dan malam. Mazmur 1 menyatakan, “Berbahagialah orang yang kesukaannya merenungkan Firman TUHAN siang dan malam.” Ketika Mazmur berbicara mengenai “yang kesukaannya adalah Taurat TUHAN”, itu artinya keseluruhan dari Firman TUHAN. Jikalau saudara-saudara melihat Mazmur 119 memakai begitu banyak macam kata untuk menggambarkan Firman ini. Kadang bicara mengenai Taurat TUHAN, ketetapan TUHAN, perintah TUHAN, hukum-hukum TUHAN, perjanjian-Nya, jalan-jalan TUHAN. Di dalam seluruh kitab Mazmur ada tiga pasal yang meninggikan mengenai Firman TUHAN: Mazmur 1, Mazmur 19, dan Mazmur 119. Di dalam bahasa Indonesia maka itu adalah TUHAN, dan itu adalah bicara berkenaan dengan YHWH, the God of Covenant. Ini bukan bicara berkenaan dengan Allah saja, bukan saja berkenaan dengan Elohim, tetapi ketika berbicara mengenai YHWH, Allah yang mengikatkan perjanjian dengan Israel, Allah yang mengikatkan perjanjian-Nya dengan gereja-Nya di dalam Yesus Kristus. Ini bukan saja bicara mengenai Allah sebagai being yang tertinggi, tetapi ini bicara berkenaan dengan pemazmur menyatakan nama Allah yang spesifik yaitu YHWH. Dan tidak ada satu manusiapun yang bisa mengenal nama Allah yang spesifik ini kecuali Allah menyatakan diri-Nya melalui wahyu khusus. Maka ini adalah berkenaan dengan orang-orang yang sudah dilahirbarukan. Kalau saudara-saudara belum lahir baru, maka kalimat-kalimat ini menjadi sesuatu impian. Kalau engkau belum dilahirbarukan, kalau engkau belum pernah mengenal YHWH di dalam Yesus Kristus maka engkau tidak akan menemukan kata delight itu di dalam hatimu. Engkau akan mengerti di dalam Mazmur 1 ini engkau bukan delight kepada Firman, tetapi engkau sedang berjalan menurut nasihat orang fasik, berdiri menjadi kumpulan orang berdosa dan duduk di antara seluruh pencemooh. Engkau menyadari bahwa kuasa dosa itu progresif di dalam seluruh aspek hidupmu. Maka pada pagi hari ini saya katakan kepadamu, bertobatlah, buka hatimu, dan terimalah Kristus, dan tahtakan Dia di dalam hatimu dan hidupmu. Maka seluruh kalimat ini menjadi kalimat-kalimat kita. Ada orang bertanya, apa artinya orang lahir baru? Maka sebenarnya lahir baru itu adalah mentahtakan (enthrone) Kristus di dalam hidup kita.

Calvin menyatakan orang yang berbahagia itu bukan sekedar orang yang lahir baru, tetapi orang lahir baru yang merenungkan Firman itu siang dan malam. Ketika Alkitab menyatakan kelahiran baru, di dalam relasinya dengan Taurat TUHAN, maka di dalam Yeremia 32 dikatakan Taurat itu tertanam kepada orang yang dilahirbarukan. Artinya ada pengubahan hati. Orang-orang yang dilahirkanbarukan akan berusaha untuk mematuhi Taurat Tuhan itu. Taurat Tuhan itu menjadi sesuatu yang kita inginkan. Meskipun itu tidak mudah, tetapi orang ini menyadari bahwa hidup yang hanya satu kali adalah hidup yang berusaha untuk menyukakan hati Allah yang menciptakan dan menebus dia. Calvin menyatakan orang-orang ini adalah orang-orang yang berpikir, “nothing more worthwhile than meditate and apply the Words of God.” Orang-orang seperti ini melihat bahwa hal yang paling layak di dalam hidup itu adalah Alkitab, Firman Tuhan. Firman itu menjadi berharga. Firman itu menjadi kesenangannya. Firman itu menjadi bagian dia meneliti dan mentaatinya. Filipi 3 menyatakan, segala sesuatu kuanggap rugi karena pengenalanku akan Kristus. His delight is in The Law of God. Bagaimana mungkin seseorang itu delight in The Law of God? Adalah jikalau saudara dan saya dilahirbarukan. Ada sesuatu yang baru yang tertanam dalam hati kita. Tetapi lebih jauh lagi, orang yang dilahirbarukan suka akan Firman Tuhan, keseluruhannya. Saya katakan sekali lagi, delight in The Law of God bukan bicara mengenai bagian-bagian dari Alkitab saja, tetapi berbicara tentang Firman Tuhan secara keseluruhan. Orang ini bukan saja menyukai janji-janji Tuhan, tetapi orang ini juga menyukai perintah-perintah Allah. Perhatikan baik-baik, orang fasik menyukai janji Tuhan, tetapi orang benar menyukai seluruh Firman-Nya. Orang benar menyukai seluruh perintah Allah. Ketika orang fasik mendengarkan ketetapan Allah, maka dia tidak menyukainya. Dia menyukai bagian-bagian Alkitab yang memberkati dia tetapi dia tidak suka akan teguran. Tetapi sebaliknya, orang benar ketika ditegur dengan Firman begitu keras, maka dia mau untuk bertobat.

Semakin kita bertumbuh, saudara akan menyadari bahwa Allah kita adalah Allah yang keras. Dia sungguh-sungguh mengasihi kita tetapi Dia akan keras kepada kita dan Dia tidak akan mau mundur. Dia akan menyatakan Firman-Nya dan Firman-Nya akan tetap untuk selama-lamanya. Suatu hari, Petrus bersama dengan murid-murid-Nya berada di dalam satu kebaktian besar yang dilakukan oleh Yesus, 5000 orang lebih ada di sana. Kemudian orang-orang itu mendengarkan Firman Yesus Kristus dan makin lama Yesus berbicara makin keras dan sulit untuk dimengerti. Ketika Yesus berbicara, satu per satu orang mulai keluar dari tempat itu. Kemudian, satu per satu keluar dan akhirnya kebaktian itu menjadi nol, tidak ada orang yang datang. Saudara bisa bayangkan, satu kebaktian, 5000 orang dan kemudian satu per satu itu keluar. Perhatikan baik-baik, ada sesuatu hal yang penting di sini. Perkataan Yesus bukan perkataan yang mudah. Ini adalah sesuatu yang sangat tajam di dalam hati mereka. Ketika mereka seluruhnya pergi, maka kemudian murid-murid Yesus datang kepada Dia. Seakan-akan murid-murid Yesus itu mau menghibur Yesus, “Oh Tuhan, jangan sedih, oh Tuhan, meskipun semua meninggalkan Engkau, saya tidak akan meninggalkan Engkau.” Tetapi sebelum mereka mengucapkan kalimat itu, sebelum mereka menghibur Yesus yang sudah kehilangan seluruh massa-Nya, maka kemudian Yesus menatap mereka dan mengatakan kepada mereka, “Apakah engkau tidak mau pergi juga?”

Saudara-saudara perhatikan, Firman Tuhan tidak pernah mundur dari hidup kita. Dia akan menantang kita sampai sedalam-dalamnya. Engkau dan saya harus tunduk di bawah otoritas Firman-Nya. Segala sesuatu akan musnah, akan hilang lenyap kecuali Firman Tuhan. Segala sesuatu akan dibuktikan pasti salah, kecuali Firman Tuhan akan tetap benar. Setiap kalimat di dalam Alkitab tidak akan berlalu. Langit dan bumi dan kita semua akan berlalu tetapi Firman-Nya akan tetap tinggal dalam dunia ini. Jikalau engkau dan saya mau untuk tidak berlalu, Alkitab mengatakan orang yang melakukan kehendak Allah akan tetap untuk selama-lamanya. Firman itu tidak pernah mundur. Firman Tuhan itu akan terus menatap kita dan menantang kita sampai kita takluk atau kita binasa. Kemudian Yesus bicara kepada Petrus, “Engkau tidak mau pergi juga?” Saudara perhatikan, Petrus adalah orang yang lahir baru. Petrus kemudian mengatakan, “Tuhan, Firman-Mu itu kehidupan, kepada siapa kami harus pergi?” Firman-Mu itu adalah kehidupan, kalimat-kalimat-Mu itu adalah kehidupan, kepada siapa kami harus pergi? Menyakitkan bagiku, tetapi ini kebenaran, ini kehidupanku. Sama seperti perempuan Siro-Fenesia datang kepada Kristus dan terus minta tolong dan Yesus kemudian terdiam. Perempuan ini tahu hidupnya ditentukan dengan kalimat Yesus. Kemudian kalimat pertama dari Yesus kepada dia adalah, “Tidak baik memberikan roti kepada anjing.” Saudara-saudara perhatikan perempuan ini, betapa hatinya hancur, anaknya sakit, sebentar lagi mati. Dia datang kepada Tuhan, minta tolong kepada Dia dan kemudian Tuhan mengatakan tidak baik memberikan roti kepada anjing. Perhatikan perempuan ini, apakah dia mundur? Apakah dia menantang Yesus? Apakah dia tersinggung kepada kalimat Yesus? Tidak semuanya. Dia mengatakan satu kalimat, “Engkau katakan itu benar, aku anjing. Tetapi anjing boleh dapat remah-remahnya kan, Tuhan?” Berapa banyak dari engkau yang mundur karena Firman itu datang kepadamu dan engkau tidak mau taat? Berapa banyak darimu tidak bisa lagi mendengar Firman-Nya yang keras? Saya katakan kepadamu, jikalau engkau belum pernah mendengarkan Firman yang keras, engkau belum pernah mengenal Kristus. Jikalau Firman-Nya itu lembut, saya tanya kepadamu, kenapa di atas kayu salib, seluruhnya meninggalkan Dia? Dia sungguh adalah kasih, tetapi Dia adalah kebenaran yang tidak pernah akan mundur dari kita.

Orang benar akan terus maju untuk mengikuti Firman-Nya. Orang benar menyukai keseluruhan Firman-Nya, janji-janji-Nya dan perintah-perintah-Nya. Tetapi orang fasik tidak. Orang fasik hanya mencari berkat-berkat-Nya. Orang fasik hanya mencari sesuatu yang menyukakan hatinya. Itulah sebabnya Mazmur 50 menyatakan, “Tetapi kepada orang fasik, ALLAH berfirman, ‘Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu padahal engkaulah yang membenci teguran dan mengesampingkan Firman-Ku?’” Alkitab mengatakan orang benar ini merenungkan keseluruhan Firman ini siang dan malam. Kata ‘meditate’, kata ‘merenungkan’ adalah menjadi satu kesatuan, yaitu keseriusan, kedalaman di dalam pemikiran, memikirkan Firman dan mengaplikasikan di dalam ketaatan. Sekali lagi, kata ‘meditate’ di dalam Alkitab ini, adalah sesuatu metonymy, yang sifatnya keseluruhan, bukan cuma study. Ini berbicara mengenai keseriusan seseorang, kedalaman untuk mengertinya, berpikir dalam untuk mengertinya dan kemudian bicara berkenaan dengan aplikasi atau ketaatan. Ketika bicara berkenaan dengan meditasi, ini adalah bicara mengenai keseluruhan diri dealing dengan keseluruhan Firman. Siang dan malam menyatakan kerajinan, terus menerus, continue merenungkan Taurat siang dan malam, bukan seperti orang-orang munafik pada umumnya yang hanya sambil lalu.

Alkitab menyatakan destiny yang sama sekali berbeda antara orang benar dan orang fasik. Orang yang benar seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, tetapi orang fasik seperti sekam. Pada waktu itu, orang-orang Israel itu memiliki sungai-sungai yang besar, kemudian kalau mereka mau menanam sesuatu di tempat ini, maka mereka membuat satu kanal atau aliran air yang kecil, dan dialirkan ke sini sebelum biji itu ditanam, lalu kemudian dialirkan lagi dan lagi ke sini sehingga aliran air itu terus pasti akan ada di sana, dikembalikan lagi ke sungainya dan biji itu kemudian ditanam di tepi aliran air. Ini menjamin bahwa biji tersebut tidak pernah akan mati. Ini menjamin bahwa hasilnya pasti berhasil dan tidak mengecewakan. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan akan berbuah pada musimnya. Alkitab menyatakan orang benar itu hidupnya akan berbobot, hidupnya ada kehormatan karena ketaatan. Hidupnya berguna dan memberi dampak. Perhatikan 3 kata ini bagi orang benar, (1) berbuah, (2) berguna dan (3) bernilai. Tetapi Alkitab menyatakan orang fasik itu adalah seperti sekam. Apakah saudara pernah mendapatkan kegunaan dari sekam? Bahkan saudara tidak memperhatikan dia ada atau tidak ada. Kalau ada pohon, saudara naik mobil dan saudara tidak memperhatikan, maka saudara yang akan celaka. Orang benar pasti akan diperhatikan oleh orang lain untuk ditaati. Ini adalah sesuatu hal yang benar. Tetapi sekam itu boleh ada, boleh tidak ada. Orang fasik itu sia-sia hidupnya, kosong hidupnya, tidak berharga hidupnya.

Perhatikan di dalam ayat yang keenam. Orang benar itu dikenal jalannya oleh TUHAN. Dari seluruh berkat yang tadi TUHAN berikan kepada orang benar, maka ini adalah berkat yang terbesar. Kata mengenal di dalam bahasa Ibrani adalah yada. Kata ini adalah kata yang sama dipakai di dalam berhubungan intim suami istri. Maka dikatakan bahwa orang yang merenungkan Firman Tuhan siang dan malam itu, Allah Bapa di Surga mengenal jalan orang ini. Allah di Surga mengenal kehidupan orang ini. Allah di Surga bergaul intim dengan orang ini. Merenungkan Firman Tuhan itu adalah bergaul intim dengan Tuhan. Apa yang sesungguhnya menjadi warisan bagi orang yang merenungkan Firman Tuhan siang dan malam adalah kehadiran pribadi Allah sendiri. Ini adalah suatu penggenapan Firman Tuhan kepada siapapun saja yang menaatinya. Hal yang paling nikmat di dunia ini, hal yang paling berbahagia di dunia ini, hal yang paling indah di dalam hidup ini adalah jikalau saudara dan saya menyadari di dalam hidup yang sementara ini, sadar bahwa Allah itu memperhatikan kita, sadar bahwa Allah itu memimpin di depan begitu jelas, sadar bahwa Dia itu mengasihi kita dengan kasih sayang-Nya setia untuk selama-lamanya. Saudara menyadari itu, mengalami itu di dalam suatu pengalaman, bukan sesuatu hanya pikiran saja bahwa Allah itu kasih. Bukan satu pikiran saja bahwa Allah itu satu pribadi. Tetapi adalah suatu pengalaman di dalam hidup dipeluk oleh Tuhan, dipimpin oleh Tuhan, dihibur oleh Tuhan. Pemazmur ini di tempat yang lain mengatakan my portion is You, LORD. Mengatakan bahwa bagianku itu adalah Engkau, TUHAN. Ini adalah sukacita yang tertinggi. Oh, saya akan mengatakan satu kalimat yang persis seperti D.L. Moody pernah mengatakan, dengan sesuatu direction yang lain, “Jikalau engkau sungguh-sungguh orang yang paling egois, memikirkan diri sendiri, memikirkan kebahagiaan dirimu sendiri, saya tantang engkau, baca Firman, selidiki Firman, maka engkau akan mengalami Allah yang hidup dalam hidup kita.” Taat kepada Firman, maka engkau akan mengalami kebahagiaan yang paling tinggi dalam hidupmu. Kalau engkau sungguh-sungguh mencintai dirimu sendiri, sungguh-sungguh ingin berbahagia, taat kepada Firman, selidiki Firman, taat kepada Firman dan engkau akan mengalami kebahagiaan yang paling tinggi di seluruh dunia dan kestabilan yang paling tidak tergoncangkan di seluruh dunia. Firman Tuhan mengatakan, orang yang mentaati Firman-Nya akan tetap untuk selama-lamanya. Itu adalah warisan yang Tuhan berikan kepada orang-orang yang meneliti Firman-Nya siang dan malam.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^