[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

19 July 2015

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (12)

Ulangan 34 : 1-4 & Matius 4 : 8-11

Kita sudah sampai kepada pencobaan dari setan kepada Yesus Kristus yang ketiga. Alkitab sekali lagi menyatakan bahwa Yesus Kristus itu dicobai dari segala aspek tetapi tidak berbuat dosa. Itulah yang membedakan antara Yesus Kristus dengan seluruh pendiri agama yang lain. Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, dicobai dari seluruh bagiannya. Dia adalah manusia yang sejati dan tidak berbuat dosa. Ini adalah sebuah proklamasi, sebuah ajakan untuk semua orang melihat siapa Kristus. Matius adalah pemungut cukai, Matius adalah orang berdosa, Matius adalah orang kotor, tetapi ketika melihat Kristus Yesus, hatinya terpesona. Yesus Kristus mengatakan “Ikutlah Aku” pada waktu itu Matius mungkin saja sedang menghitung semua uang yang didapatkan, dia tinggalkan dan mengikuti Yesus. Dia memperhatikan Kristus, ini bukan pendiri agama, ini bukan orang Farisi dan ahli taurat, ini lain, dan Matius mengatakan “Ini Juruselamat”. Banyak orang mengatakan “Yesus itu Tuhan”. Dia bukan saja memiliki sebutan, dia memang benar-benar Tuhan dan Dia menyatakan Dia sama sekali tidak bersalah. Maka ini adalah pencobaan yang ketiga, yang ditawarkan oleh setan kepada Yesus Kristus. Setan membawa Yesus Kristus masuk ke satu puncak tertinggi. Alkitab menyatakan di dalam Lukas, bahwa setan memperlihatkan dan menawarkan seluruh kerajaan dunia, kuasa, dan kemuliaan kepada Yesus, “Jika Engkau sekali menyembah aku.”
Apakah setan bohong? Kalau setan 100% bohong, Yesus tidak mengatakannya, itu berarti di dalamnya ada suatu kebenaran. Ini yang membuat kita pasti selalu akan terkelabui oleh setan kecuali kita benar-benar mendapat anugerah oleh Tuhan, mengerti cara kerjanya dan mendapatkan inti kebohongannya. Perhatikan baik-baik, setan tidak pernah akan menyatakan 100% kebohongan. Setan akan menyatakan 99% kebenaran dan 1% kebohongan, itu yang menjadi masalah. Itulah sebabnya di dalam Alkitab ada yang mengatakan bahwa ada jalan yang disangka lurus tetapi ujungnya maut. Lalu bagaimana kita bisa tahu kalau ini adalah kebohongan yang tersembunyi di balik seluruh kebenaran. Maka kalau kita tidak dekat dengan Tuhan, tidak teliti menyelidiki Alkitab, tidak minta pimpinan Roh Kudus, pasti hidup kita tak mungkin tidak kena jebakan setan. Setan akan menyodorkan sesuatu yang merupakan kenyataan. Ini cara kerjanya setan. “Aku berikan kepada-Mu Yesus seluruh kekayaan, kemuliaan dunia kepada-Mu”. Apakah setan memilikinya? Jawabannya adalah, secara essential dia tidak memilikinya, tetapi untuk sementara dan tidak sah, dunia ini memang dimiliki oleh setan. Pemilik dunia ini sesungguhnya adalah Tuhan. Tuhan yang memberikan kekuatan dan kuasa kepada semua orang. Setan sebenarnya tidak punya modal lain kecuali dari kalimat-kalimat Allah. Di dalam Daniel 4:17, maka dikatakan, “Yang Maha Tinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya”. Nah ini adalah kalimat yang sama dengan yang diucapkan oleh setan. Setan mengucapkan kalimat yang sama. “Semua ini milikku dan aku memberikan kepada siapa aku mau memberikan”. Ini adalah kalimat yang menghina Bapa di surga. Bapa di surga sendiri melalui mulut Daniel berkata “Semua ini milik-Ku dan Aku memberikan kepada siapa yang Ku-kehendaki”. Ada kebenaran tetapi ada dusta. Yesus Kristus sendiri menyatakan “Engkau harus hati-hati, engkau harus melihatnya sampai jeli, karena ada jalan yang disangka lebar, pintunya luas, tetapi ujungnya maut. Jadi mungkin setan memberikan kuasa dan kekayaan kepada seseorang, seseorang kemudian tunduk kepada setan dan setan memberikan begitu banyak hal di dunia ini untuk dia memuaskan dirinya. Tetapi perhatikan, jikalau engkau meminta itu, dua hal ini terjadi. Pertama adalah kita tidak setia kepada Allah, dan yang kedua perhatikan kalimat dari Pdt. Stephen Tong , setan tidak pernah dagang rugi. Setan akan memberikan kekayaan dan kemakmuran di dunia ini, tetapi dia tidak pernah memberikan dengan cuma-cuma.
Kembali ke peristiwa Yesus dibawa ke puncak gunung yang tertinggi dan setan kemudian memperlihatkan seluruh kekayaan kemuliaan dunia ini. Pertanyaannya, kenapa harus di sana? Apa yang sebenarnya itu ditawarkan? Saudara-saudara, apakah Yesus itu gila hormat sehingga menginginkan seluruh dunia ini respect kepada Dia? Apakah Dia itu seperti orang mata duitan, yang mencari harta, sehingga kekayaan dunia ini, kebesarannya, kemuliaannya semuanya Dia ingin untuk dapatkan. Jawabannya bukan itu. Jawabannya adalah tidak mungkin Yesus seperti itu. Lalu apa yang sebenarnya terjadi?
Pencobaan pertama adalah bicara mengenai kebutuhan. Pencobaan kedua adalah bicara mengenai Firman. Pencobaan ketiga ini adalah satu pencobaan yang akan masuk ke dalam isi hati Kristus yang terdalam. Setiap pencobaan itu akan terus menjadi hal yang luar biasa sangat sulit. Yesus diperlihatkan seluruh keagungan dunia, di mana ada satu tempat bisa melihat seluruh tanah perjanjian. Setan kembali lagi mengulang hal yang sama yang dilakukan oleh Allah kepada Musa. Musa adalah tipologi dari Kristus. Tempatnya adalah di gunung Nebo dan puncaknya adalah puncak Pisga. Di tempat itu sebelum Musa mati, maka Tuhan mengatakan, “engkau tidak boleh masuk”. Tuhan tidak memperbolehkan Musa masuk ke tempat tanah perjanjian. Tuhan hanya menempatkan Musa di puncak gunung Nebo, di puncak Pisga. Lalu Tuhan mengatakan “Lihat Musa, engkau tidak akan masuk, lihat sejauh matamu memandang, itu adalah tempat di mana tanah perjanjian yang Aku berikan.” Sangat mungkin bahwa tempat Yesus Kristus itu berdiri adalah tempat di mana Musa berdiri. Kemudian apa yang setan sebenarnya mau tawarkan kepada Yesus? Melihat hal ini kita harus mengerti Teologia apa yang menjadi dasar di dalamnya, yaitu apa itu tanah perjanjian, apa itu signifikansi tanah perjanjian. Itu bukan kebesaran tanahnya, atau uangnya, tidak. Semua ini ada di dalam satu Teologia yang penting sekali yang menjadi benang merah dari Kejadian sampai Wahyu yaitu Kerajaan Allah. Perhatikan baik-baik, satu keinginan terdalam dari Yesus Kristus adalah menghadirkan Kerajaan Allah di bumi ini. The Kingdom of God. Yohanes Pembaptis pertama kali berkotbah, dia mengatakan, “Bertobatlah! karena Kerajaan Allah sudah dekat. Pertama kali Yesus Kristus berkotbah, “Bertobatlah! Karena Kerajaan Allah sudah dekat. Pertama kali ketika murid-murid itu diutus, mereka pergi ke seluruh pelosok-pelosok desa, mengabarkan mengenai Kerajaan Allah. Maka ini adalah inti Teologia yang penting sekali. Ini menjadi benang merah, dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru.
Yesus Kristus suatu hari ditanya, “Tuhan ajar aku berdoa, seperti Yohanes Pembaptis mengajar murid-muridnya berdoa.” Jikalau engkau mau berdoa, berdoalah demikian, Bapa kami di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu. Jadi yang menjadi isi hati Yesus yang terdalam yaitu Kerajaan Allah itu datang. Tetapi perhatikan baik-baik, Kerajaan Allah atau pemerintahan dari Allah itu kalau datang maka selalu akan bersangkut paut dengan tanah perjanjian. Itu akan dimulai dari tanah perjanjian dan kemudian akan menyebar ke seluruh muka bumi. Dari tanah perjanjian itulah Allah menetapkan kerajaan-Nya. Perhatikan baik-baik, seluruh kaitan rencana Allah, kerajaan Allah dan tanah perjanjian, yaitu Yesus harus lahir di tanah perjanjian. Yesus harus pertama-tama mengajar di tanah perjanjian. Yesus harus mati di tanah perjanjian dan gereja akhirnya dibangunkan dan Roh Kudus kemudian turun itu adalah di tanah perjanjian, baru ke seluruh muka bumi. Ada kaitan yang sangat erat antara kerajaan Allah dan tanah perjanjian, dan bukan itu saja Kristus dilantik menjadi raja di tanah perjanjian. Lihat Mazmur 2:6. Ini adalah salah satu Mazmur mesianik. “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus”, di Yerusalem. Maka perhatikan, Kerajaan Allah yang rajanya adalah Yesus Kristus dan tanah itu selalu akan berkait erat dan bukan itu saja, di dalam Perjanjian Lama, sebenarnya ada bayang-bayang yang menjadi kenyataan di dalam Perjanjian Baru.
Adam dan Hawa begitu berdosa maka dia diusir dan keluar dari taman Eden kemudian di taman Eden ditempatkan Allah malaikat-malaikat yang memutar pedang itu sehingga tidak ada seorang pun yang masuk dari tempat itu menuju ketempat Eden. Dan tempat itu ketika diputar pedangnya, di bagian Timur. Perhatikan, pertama kali dari Yosua menggantikan Musa masuk ke tanah perjanjian arahnya Timur. Seluruh kalimat ini mau menyatakan bahwa tanah perjanjian itu penting sekali di hadapan Allah. Harus ada claim kembali akan tanah perjanjian dan Mesias akan ada di sana. Kerajaan Allah, Kristus menjadi Raja di tanah perjanjian dan kemudian setelah itu, hasil dari semuanya maka Bapa dipermuliakan. Mari kita lihat Filipi 2:11. Dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah Bapa! Mengapa harus ditambahkan kalimat “Bagi kemuliaan Bapa di Surga?” Perhatikan dasar yang penting ini. Allah Bapa dipermuliakan, jika dan hanya jika Allah Anak dipermuliakan. Sekarang gabungkan seluruh dari apa yang sudah saya katakan. Pertama, kerajaan Allah, dan itu menjadi isi hati Yesus Kristus dan kerajaan Allah itu, Yesus menjadi Raja dan Yesus menjadi Raja di mana? Mulai dari tanah perjanjian sampai ke seluruh bumi. Jikalau itu terjadi, jika dan hanya jika itu terjadi, maka Bapa dipermuliakan. Apa yang menjadi isi hati Kristus yang terdalam yaitu Bapa dipermuliakan. Itulah sebabnya di dalam satu kalimat Yesus Kristus “Bapa permuliakanlah diri-Mu” maka kemudiaan Bapa di surga mengatakan “Aku akan mempermuliakan-Mu, sekarang Aku akan mempermuliakan-Nya lagi.”
Baca Yohanes 12:20-33, ini akan menggabungkan seluruh cerita ini. Ini luar biasa penting, yang merupakan isi hati Kristus, dan sebenarnya adalah isi hati kekristenan. Apa yang sebenarnya ada di dalam kehendak Kristus? Adalah Kerajaan Allah harus jadi sehingga Bapa di Surga dipermuliakan. Sekali lagi, Allah Bapa dipermuliakan jika dan hanya jika Allah Anak dipermuliakan. Dan Kristus menjadi Raja, seluruh bumi akan mengaku, seluruh lidah akan mengaku, seluruh lutut akan bertelut dan mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa. Dan Setan menawarkan tujuan akhir dari seluruh rencana Bapa di Surga yang menjadi keinginan yang terdalam kepada Yesus Kristus.
Tujuan hidup Yesus Kristus adalah Bapa di Surga dipermuliakan. Dan itu terjadi jika dan hanya jika Yesus itu dipermuliakan di seluruh bumi, dan pada hari itu tidak ada satupun orang percaya kepada Kristus. Pada hari itu, Yesus sama sekali tidak dikenal. Pada hari itu adalah hari pertama sebelum Dia memulai pelayanan-Nya sepanjang 3.5 tahun yang penuh dengan seluruh penderitaan, kesulitannya yang ada, setan sudah menawarkannya di depan sehingga Dia tidak perlu masuk ke dalam seluruh proses itu. Kalau begitu, apa yang menjadi permasalahannya? Begitu tipis tetapi menjadi inti Kristen. Di dalam rancangan Bapa di Surga, di dalam pactum salutis, di dalam Covenant of Redemption sebelum dari dunia ini ada, Bapa di Surga dipermuliakan jika dan hanya jika Anak dipermuliakan, dan Anak dipermuliakan jika dan hanya jika Dia mati diatas kayu salib.
Dan setan itu mau skip salib, supaya tidak ada salib! Dan salib adalah satu bagian yang Kristus sendiri tidak ingin hadapi. Kristus boleh dihina, Dia boleh dicerca, Dia boleh untuk tidak diperhitungkan, dan Dia tidak pernah mengeluh untuk hal itu. Satu-satunya tempat di mana Dia mengeluh adalah di taman Getsemani, ketika Dia mesti meminum cawan murka Allah, menanggung seluruh dosamu dan dosaku. Dan Dia tidak mau, Dia mengatakan kalau bisa ini lalu dari pada-Ku. Dia mengatakan 3 kali, itu menyatakan keinginan-Nya untuk ini tidak ada. Kristus bukan takut untuk disalib, Kristus tidak mau dimurkai oleh Bapa di Surga. Kristus tidak mau seluruh dosa itu timpa pada Dia, dan akhirnya Bapa di Surga itu memurkai Dia.
Sekarang anda mulai mengerti ini adalah inti kekristenan, inti kehidupan kita. Saudara, perhatikan kalimat di bawah ini. Tidak pernah ada kemuliaan kepada Bapa di Surga jikalau hidup tanpa salib. Inti seluruh kehidupan kita itu adalah salib! Tidak pernah ada kehendak Bapa di Surga jadi tanpa salib. Setan mengelabui pikiran kita. Tidak ada suatu kedekatan dengan Bapa di Surga tanpa salib! Tidak ada gereja yang sejati tanpa salib! Tidak ada hamba Tuhan yang sejati yang berbicara tanpa salib! Salib adalah isi hati Bapa di Surga dan dinyatakan di dalam Kristus. Engkau boleh melayani, engkau boleh seakan–akan mengikuti apa yang dikatakan gereja, kita seakan–akan boleh kerja keras bagi gereja, tetapi engkau sendiri yang tahu di dalam hatimu yang terdalam apakah engkau membuang salib atau memikul salib. Itulah sebabnya Yesus Kristus menyatakan: barangsiapa mau mengikut Aku, dia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikuti Aku. Salib bukan saja tanda kekristenan. Salib itu adalah kehidupan kita. Salib bukan saja lambang gereja. Salib adalah isi hati seluruh anak–anak Tuhan.
Kalau melihat Alkitab, saudara melihat seluruh pencobaan Yesus Kristus, pencobaan pertama adalah pencobaan bagi seluruh umat manusia. Karena seluruh umat manusia akan mencari makanan terlebih dahulu dibandingkan mencari Tuhan. Yesus Kristus mengatakan: Manusia hidup bukan dari roti saja melainkan dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah. Aku sudah tahu sekarang, aku harus mendahulukan Tuhan. Ini adalah satu-satunya waktu yang dipakai oleh Tuhan, ditentukan di dalam Alkitab untuk menghormati Sabat. Tetapi saudara pergi ke gereja yang mana? Pencobaan kedua lebih sulit lagi. Alkitab mengatakan adalah kita harus masuk ke dalam satu gereja yang benar yang tidak memutarbalikkan Firman. Yesus Kristus di dalam pencobaan yang kedua memberikan arah kepada kita semua, yaitu bahwa engkau pergi ke gereja, engkau cari Firman yang baik, bukan sembarangan. Bukan hanya community yang baik, tetapi Firman yang baik harus aku dengarkan. Banyak orang mendengarkan Firman yang baik, menjadi orang Kristen yang baik, bahkan dia mau melayani, ikut Perkabaran Injil bahkan, menjadi pengurus, tetapi dia sebenarnya tidak mau memikul salib. Alkitab dengan jelas menyatakan tidak ada kemuliaan bagi Allah Anak tanpa salib. Dan Allah Anak tidak bisa membawa kemuliaan kepada Bapa di Surga tanpa salib. Salib adalah denyut jantung Kristus. Dan itu menjadi denyut jantung gereja Tuhan, dan semua orang - orang yang ditebus-Nya.
Perhatikan baik–baik, kalau mau ambil dari sisi yang lain, maka pencobaan yang pertama yaitu persis seperti gereja–gereja yang jatuh kepada Injil sosial. Pekerjaan Yesus Kristus itu termasuk salah satunya memberikan cinta, kasih sembako, kasih makanan. Yesus mengatakan: No, manusia bukan hidup dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah. Tidak salah saudara membagikan sembako, tetapi kalau itu ada dan Firman tidak kuat, itu tidak beres. Lalu kemudian pencobaan kedua setan menawarkan jatuhkan diri-Mu dari bubungan, maka Dia akan menatang Engkau. Tidak, tidak seperti itu. Setan menginginkan Injil mujizat. Mujizat akan membuat Dia cepat populer bukan? Yesus katakan tidak. Perhatikan pencobaan ketiga, setan menawarkan Injil kemakmuran, tidak perlu salib. Banyak gereja gagal di dalam poin ketiga. Dia mau memuliakan Allah tanpa salib. Dia mau berkotbah tanpa berita salib. Dan ini yang terjadi, kemakmuran terus dan terus ditekankan. Hamba–hamba Tuhan tidak mau berbicara berkenaan seseorang harus memikul salibnya untuk dia bisa memuliakan Bapa. Ini adalah satu-satunya jalan. Salib adalah hidup yang dikosongkan sampai seluruh kehendak Allah jadi. Mengikut Kristus adalah mengikut jalan Kristus. Ikut Yesus itu adalah Dia pikul salib, kita harus pikul salib. Tidak enak! Tetapi itu adalah inti kekristenan. itu adalah satu–satunya rel yang Tuhan tetapkan untuk memuliakan Bapa di Surga. Di situ kemuliaan gereja Tuhan, dan kemuliaan kita semua, orang–orang yang sudah ditebus-Nya. Jangan pikir salib itu hanya lambang dan simbol gereja. Salib itu adalah aliran darah seluruh kehidupan Kristiani.
Saya bawa saudara untuk melihat satu persatu orang–orang yang dipakai Tuhan. Tidak pernah orang dipakai Tuhan tanpa pikul salib. Makin saya menjadi hamba Tuhan, makin saya mau tahu, bukan hanya saja teologia yang diajarkan, saya ingin tahu 2 hal. Pertama, ada di dalam kehidupan orang yang dipakai Tuhan, apa yang menjadi salibnya? Kedua, apa yang menjadi inner sanctum-nya? Inner sanctum adalah perkataan atau doa yang paling dalam yang dia inginkan. Perhatikan Abraham keluar dari Ur-Kasdim, tempat yang begitu nyaman. Dia orang yang paling dihargai di sana, dan orang yang begitu kaya. Lalu kemudian dia lepas semua, dia jalan dan tidak memiliki rumah. Jalan pergi ke mana? Tidak tahu. Pokoknya nanti Tuhan pimpin ke mana, Tuhan pimpin sampai di sana. Itu Abraham. Itu salib bukan? Suatu hari dia harus menyembelih anaknya, dan di dalam pikirannya, anaknya itu pasti mati, tetapi Tuhan akan membangkitkan lagi. Itu bukan iman yang mudah, itu adalah pergumulan yang luar biasa, itu adalah salib bukan?
Lihat Yunus. Saudara pikir Yunus ini orang yang tidak taat. Arti nama Yunus adalah burung merpati (dove), sangat mungkin dia adalah orang yang paling lembut hati. Alkitab menyatakan Yunus itu menentang Tuhan, tidak taat sama Tuhan itu mau menyatakan apa yang Tuhan berikan kepada hamba-Nya mungkin bahkan buat orang yang paling lembut pun rasa sulit. Yunus harus pergi ke Niniwe. Niniwe itu Asyur. Dan dia itu adalah orang Israel Utara. Israel Utara nanti akan dihancurkan oleh Asyur sedangkan Israel Selatan itu nanti dihancurkan oleh Babel. Itu salib.
Perhatikan apa salibnya Yesaya? Yesaya adalah Mount Everest of Hebrew’s literature. Tulisannya mengalahkan seluruh literatur orang–orang Ibrani. Ini adalah salah satu dari antara 4 nabi besar, yang sangat brilliant dalam berkotbah dan menulis. Ini adalah orang yang luar biasa pintar. Tetapi apa yang terjadi? Yesaya mengatakan: ini aku, utuslah aku, Tuhan. Maka baik, Aku akan utus ke satu bangsa. Engkau bicara, mereka akan tutup telinga. Engkau berbicara, mereka akan tutup mata. Sepanjang hidup Yesaya tidak ada satu orang pun yang bertobat. Kalau saudara melihat nabi yang gagal, salah satu yang terbesar adalah Yesaya.
Seluruh nabi sebenarnya gagal, karena 12 nabi besar, 4 nabi kecil, semuanya diutus Tuhan untuk bicara, satu orang pun tidak ada yang bertobat. Apa salibnya Yeremia? Yeremia tidak boleh menikah, Yeremiah harus berkotbah dan kemudian seluruh kampung dan keluarganya membenci dia. Suatu hari nabi Yeremia lari dan sangat mungkin dialah yang dipotong belah dua tubuhnya karena dia masuk ke dalam satu kayu dan dipotong dua oleh raja mungkin Manasye.
Seluruh nabi ini adalah orang–orang yang memikul salib. Maka saya mau katakan sebagai hamba Tuhan, meskipun ini sulit tetapi ini adalah realita hidup yang kita tidak bisa hindarkan. Tidak pernah ada kemuliaan tanpa salib. Tidak pernah ada gereja yang sejati tanpa salib. Tidak pernah ada kehidupan kekristenan yang sesungguhnya tanpa salib. Barangsiapa tidak menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Aku, dia tidak bisa menjadi murid-Ku. Dan ini yang Tuhan itu nyatakan. Setan akan memperbolehkan saudara melakukan apapun saja, tetapi jangan baca Firman. Setan memperbolehkan kita untuk beribadah apapun saja, tetapi tidak pikul salib. Mari kita renungkan hidup kita, sungguhkah saudara orang Kristen yang sejati? Sungguhkah saudara-saudara masuk ke dalam gereja yang sejati dan mengerti kekristenan sejati? Jangan main-main di hadapan Allah. Engkau pilih masuk ke gereja, dan engkau pilih bacaan–bacaan yang menyenangkan dan memotivasi engkau untuk engkau sukses di hadapan Tuhan. Penipuan! Dan itu adalah penipuan setan salah satu yang tertinggi di dalam hidup kita. Tidak pernah ada. Yesus Kristus tidak masuk di dalam jebakan ini. Dia mau mempermuliakan Bapa di Surga, melakukan kehedak-Nya, Dia sendiri akan dipermuliakan tetapi harus melalui satu, jalan salib. Kiranya Tuhan boleh memimpin hidup kita, mari kita berdoa.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^