[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

19 April 2015

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (5)

Mazmur 78:17-33, Matius 4:1-4

Perkataan Yesus Kristus kepada setan, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah.” Ada 4 hal tentang ayat ini.
  1. Firman itu adalah kebutuhan manusia.Manusia selalu berpikir bahwa yang paling penting adalah kerja pagi, siang, malam untuk mendapatkan uang untuk mendapatkan makanan. Mengapa kita tidak mencari wajah Allah? Membaca Firman Tuhan pagi, siang, malam, sampai kembali lagi pagi, seperti engkau mencari uang? C.S. Lewis mengatakan, “Kita itu sebenarnya adalah jiwa, karena jiwa itu yang kekal. Kita bukan tubuh yang punya jiwa, tetapi kita adalah jiwa yang untuk sementara diberikan tubuh ini.” Memang tubuh ini memerlukan makanan, tetapi jiwa yang kekal itu memerlukan makanan yang lain. Yesus Kristus mengatakan, “Aku memiliki makanan yang engkau sendiri tidak kenal dan makanan-Ku adalah melakukan kehendak Bapa.” Kita adalah orang yang diciptakan oleh Allah dengan hembusan nafas Allah, maka hidup kita bergantung kepada Firman. Kita tidak mungkin bisa hidup tanpa Firman.
  2. Firman itu yang harus mengemudikan hidup manusia.Yesus mau mengatakan kemudikan hidupmu itu dengan ketaatan kepada Firman-Nya. Firmanlah yang mengendalikan kemana engkau melangkah, jangan hanya kebutuhan. Ini tidak berarti bahwa kita tidak harus sungguh-sungguh dalam pekerjaan. Kita harus kerja keras, sungguh-sungguh excellent di dalam pekerjaan, di dalam study, di dalam mencari seluruh kebutuhan kita, tetapi kita kerja keras itu tujuannya adalah bukan uang atau kesuksesan dan kemakmuran tetapi karena Firman Tuhan katakan demikian. Perumpamaan 5 talenta, 2 talenta, 1 talenta begitu jelas. Ada orang yang 1 talenta dia malas-malasan, sembunyikan di dalam tanah dan kemudian dia pulang dan kemudian dia santai dan tidur-tiduran sampai tuannya datang. 1 talenta tidak berbuah apapun saja, maka tuan itu kemudian menjadi marah. Yang 5 talenta kerja keras untuk mengembangkan seluruh 5 talenta itu. Maka kerja keras adalah hal yang Tuhan inginkan dan nyatakan. Apakah kemakmuran, kekayaan dan uang itu salah? Jawabannya adalah tidak. Perhatikan kalimat di bawah ini: Uang, kekayaan, dan kemakmuran bukan tujuan. Uang, kekayaan, dan kemakmuran adalah bagian integral yang Tuhan akan berikan kepada manusia, jika di dalam anugerah Dia ketika kita itu bekerja keras. Perhatikan baik-baik, dua hal ini saya akan sharing kepada saudara-saudara: pertama adalah pekerjaan, kedua adalah pernikahan. Apakah aku menikah untuk supaya aku berbahagia? Jawabannya adalah tidak. Kalau begitu, apakah kalau menikah dan bahagia salah? Tidak. Bahagia di dalam pernikahan adalah bahagia integral yang Tuhan berikan karena kita mau taat kepada Tuhan. Kalau pernikahan saudara adalah karena ingin bahagia, itu tidak ada bedanya dengan seluruh agama yang lain. Itu tidak ada bedanya sama seluruh orang yang tidak kenal Tuhan. Tetapi apakah pernikahan itu dalam kekristenan bahagia? Bahagia tetapi bukan itu tujuannya. Tujuanku adalah taat kepada Allah dan Allah itu di dalam ketaatanku kepada Dia ada bagian integral yang dengan sendirinya Tuhan berikan, yaitu adalah kebahagiaan. Hal yang sama sekarang saudara mengerti, apakah saya harus kerja keras? Jawabannya adalah ya. Dan kerja keras itu adalah untuk mencari uang? Jawabannya adalah tidak. Uang adalah bagian integral yang Tuhan akan berikan kepada saudara dan saya ketika kita itu bekerja keras untuk kemuliaan nama-Nya. Mengerti ini saudara mengerti bahwa hidup itu cuma satu, adalah untuk kemuliaan Allah dan hidup itu tidak terdistorsi, terbagi-bagi. Kalau pergi ke gereja untuk kemuliaan Allah, kalau pekerjaan adalah untuk uang. Tidak. Maka jujurlah di dalam pekerjaanmu. Kerja keraslah di dalam pekerjaanmu. Banting tulanglah di dalam pekerjaanmu karena kita melakukan itu untuk mau taat kepada Tuhan, bukan karena kuatir miskin. Itu adalah tanda tidak beriman. Aku kerja keras karena kuatir nanti anak-anakku makan apa? Itu adalah tanda orang yang tidak mempercayai Allah. Maka kita menjadi orang Kristen yang harus beriman dan percaya kepada pimpinan Dia yang akan memberikan kepada kita kecukupan pada waktunya. Maka sekali lagi, manusia bukan hidup dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah. Bagian kedua itu adalah drive hidup kita. Drive hidup kita adalah melihat Firman dan menggenapi. Drive hidup kita adalah melihat kehendak-Nya dan melakukan.
  3. Firman itu harus menjadi prioritas hidup kita.Kehendak Allah, hukum Allah, ketetapan-ketetapan Allah harus menjadi yang utama. Pada saat dicobai, Yesus Kristus ingin sekali makan. Yesus Kristus ada kebutuhan. Pada saat Dia mau makan, setan lalu datang, “Hai Yesus, maka sekarang Engkau ubah batu jadi roti.” Maka di situ setan menjegal Yesus. Di saat seperti itu Yesus katakan, “Ada tertulis manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah.” Pada waktu itu Yesus harus menunggu waktu untuk tidak makan lagi. Pada saat seperti itu, di puncak kelaparannya, seharusnya Dia bisa makan, tetapi akhirnya Dia membuat makan dan kebutuhan dan lapar di bawah dan kemudian prinsip Firman Tuhan ada di atas, menjadi prioritas. Kalau saudara-saudara sudah masuk di dalam kebutuhan, maka kemudian kita menggunakan apapun saja untuk mencapai kebutuhan itu. Ada orang yang sudah kepingin dapat kebutuhan, maka dia mendapatkan kebutuhan itu dengan mencuri. Ada yang dengan cara tidak menghormati hari sabat, ada yang menjual diri, dan ada yang memberikan hidup dan hatinya kepada orang kaya. Kita memang perlu, kita memang butuh, tetapi jangan berikan hatimu kepada siapapun saja, termasuk orang yang paling kaya, yang paling baik pun itu di dalam hidupmu dan engkau melupakan Tuhan. Jadilah orang yang takut kepada Tuhan. Jadilah orang yang bergantung kepada Tuhan, maka kita menjadi orang yang akan dihormati oleh semua orang sampai akhir hidup kita.
  4. Merupakan jalan kenosis, jalan sangkal diri dan pikul salib.Pekerjaan Mesias itu selalu di dalamnya ada penyangkalan diri. Harusnya Aku bisa, harusnya Aku boleh, harusnya Aku saatnya ini, tetapi pada saat yang sama sekarang Saya harus sangkal diri. Jangan terus-menerus mengikuti kebutuhan. Jangan terus-menerus mengikuti nafsu. Sangkal diri itu adalah pekerjaan Kristus dan itu yang Kristus itu nyatakan kepada kita.
Sekarang saya akan masuk lebih lanjut lagi. Perhatikan kalimat dari setan kepada Yesus Kristus, ayat 3. Saya akan membahas di dalam 3 hal. Setan adalah penentang Allah.Perhatikan kalimatnya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Kalimat ini bukan mengatakan bahwa "if" yang artinya "jika". Kalimat yang sesungguhnya di dalam bahasa Yunani adalah "since/sejak," atau boleh dikatakan: "Engkau Anak Allah, bukan? Maka Engkau bisa mengubah batu menjadi roti." Itu berarti dia sedang mencobai dignitas Yesus Kristus. Identitas Yesus Kristus. Setan mungkin sedang bicara kepada Yesus dengan senyuman yang sangat-sangat menggoda. Dengan satu senyuman yang sangat-sangat mau merendahkan untuk boleh membuat Yesus menjelma masuk di dalam jebakannya. Kalimat setan ini merupakan ejekan terhadap Allah Bapa di sorga karena Allah Bapa di sorga sudah mengatakan ketika Yesus dibaptis. Saudara perhatikan baik-baik Matius 3:17. Saudara perhatikan ini adalah kalimat yang sama. Matius 3:17, perhatikan kalimat ini dan kita akan mengerti apa yang dibidik oleh setan. "Engkau Anak Allah, bukan?" Cara kerja setan adalah selalu memakai kalimat dari Tuhan dan kemudian membalikkannya untuk disodorkan kepada kita untuk kita seakan-akan bisa mendapatkan profit untuk diri sendiri. Ini adalah teknik lama dari setan, sejak jaman Perjanjian Lama. Kejadian 2:16-17 dan baca Kejadian 3:1. "Tentulah Allah berfirman semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Ini adalah sindiran. Seluruh ejekan. Kalau kita tidak sadar dengan ejekan itu, maka itu membuat kita bangkit dan kemudian kita melawan dan tidak tepat pada sasarannya, kita jatuh di dalam dosa. Kita berpikir itu adalah hak kita, kita meninggikan diri. Itu adalah senyum setan. Kalimat setan itu begitu membangkitkan pride kita. Ketika itu terjadi, dan kemudian kita jatuh mengikuti dia, kita pasti akan sulit untuk kembali. Bukan itu saja, perhatikan Kejadian 2:17 dan Kejadian 3:4. Firman Tuhan menjadi modal daripada setan. Hati-hati ketika kita mendengar Firman, lalu kemudian kita menggunakan Firman itu untuk keinginan pribadi kita. Jika kita ingin mengetahui seorang hamba Tuhan sejati atau tidak, satu kotbah itu benar atau salah, satu gereja itu mengajarkan sesuatu ajaran yang sesuai Alkitab atau sesuai dengan setan, adalah ketika Firman itu dinyatakan apakah akhirnya menuntut ketaatan, yaitu sangkal diri, pikul salib. Iblis itu menjadi pencoba Kristus.Bersyukur karena kita mengerti bahwa Kristus tidak jatuh di dalam dosa. Tetapi saudara-saudara, mengerti bahwa kalau orang-orang jatuh di dalam dosa, maka setan sekarang muncul bagian yang ketiga, yaitu dia bukan saja penentang, dia bukan saja pencoba, dia akan menjadi pendakwa. Zakharia 3:1. Mengapa Iblis mendakwa? Perhatikan ayat 3, berarti dia sudah jatuh di dalam dosa. Ini menggambarkan seluruh Israel yang sudah jatuh di dalam dosa. Sebelum dosa, itu dicobai. Dicobai dengan apa? Dengan kalimat dari Allah Bapa untuk ditentang. Maka setan itu adalah penentang dari Allah. Setan itu adalah pencoba dari Kristus, pencoba dari manusia. Dan kemudian setelah jatuh, dia akan mendakwa kita. Wahyu 12:10 menyatakan lebih vulgar dalam hal ini. Setan akan mencobai kita dan Alkitab mengatakan kalau dia tidak berhasil mencobai kita sekarang, dia menunggu waktu yang tepat untuk mencobai kita. Ketika kita jatuh dalam dosa, selanjutnya dia akan mendakwa kita. Mendakwa kita siang malam. Jikalau saudara-saudara sudah jatuh di dalam dosa, sekarang lepaskan diri saudara dari cengkraman setan, pendakwa itu. Saudara sekarang minta ampun sama Tuhan, bertobat, jangan ulangi lagi dan minta darah Kristus itu menyucikan kita. Itu akan membebaskan kita dari dakwaan siang dan malam. Banyak orang menjadi lumpuh karena didakwa oleh dosa-dosa yang sudah terus menerus pernah dia lakukan di masa yang lampau. Pdt. Stephen Tong mengatakan seperti ini: Masa lampau selalu miliknya setan, kita sudah tidak bisa apa-apa. Masa kini, keputusan ada di tangan saudara. Masa depan, saudara harus melihat anugerah Tuhan. Biarlah kita boleh mengerti apa yang dikatakan setan kepada Yesus Kristus ini. Di dalam poin ini, kembali lagi, Matius 4, "Jikalau Engkau Anak Allah, atau tepatnya adalah Engkau Anak Allah, bukan? Maka ubah batu menjadi roti". Apa yang sebenarnya setan ingin supaya Yesus penuhi? Perhatikan baik-baik. Hidup ini penuh dengan panggilan; ada yang terdengar secara langsung, ada yang tidak terdengar secara langsung. Siapa panggilan yang saudara penuhi? Saudara harus sadar untuk itu, harus cek dirimu untuk itu. Panggilan siapa yang saudara penuhi? Maka di sini setan mau menyatakan kebutuhan dari Yesus Kristus lalu kemudian mendorong kebutuhan itu di tingkat yang paling utama dan akhirnya menjadi ilah. Setan sedang menggiring Yesus Kristus untuk menjadikan kebutuhan itu menjadi sesuatu yang utama dan ketika kebutuhan itu menjadi sesuatu yang utama, itu menjadi ilah. Kita harus memisahkan 2 hal, satu keinginan dan satu kebutuhan. Keinginan, banyak hal yang tersembunyi di dalam adalah dosa. Dan apa yang ada pada Yesus Kristus bukan bicara keinginan. Makan tidak berdosa. Tetapi ini adalah sesuatu kebutuhan. Ini riil. Tetapi jika kebutuhan yang lebih ditekankan; maka kita menjadikan kebutuhan itu menjadi ilah. Orang Israel sudah melakukan hal itu di hadapan Allah. Mereka menggerutu karena makan manna yang sama setiap hari selama 40 tahun. Mereka berpikir di Mesir lebih baik dan lebih makmur. Perhatikan baik-baik, pertamanya kebutuhan, lapar. Lalu kemudian sudah bukan lagi menjadi kebutuhan, diangkatlah kebutuhan menjadi tempat yang tertinggi. Dan kemudian apa yang dilakukan oleh mereka? Mereka meminta makanan menuruti nafsu mereka demikian dari kitab Mazmur 78 yang tadi kita baca. Lalu kemudian dia mengatakan: Sanggupkah Allah memberikan hal ini? Mereka terus berteriak,berikan kami daging. Awalnya kebutuhan, lalu menempatkan kebutuhan itu diatas maka menjadi ilah. Ini adalah ketetapan dari Allah. Jangan saudara-saudara meninggikan kebutuhan maka baik-baik setiap orang mengatur gaya hidupnya baik-baik. Setan mencobai Yesus menggunakan hak-Nya.Yesus adalah Tuhan, dia bisa untuk mengubah batu menjadi roti, Yesus sah untuk lakukan itu. Tetapi perhatikan baik-baik. Yang boleh itu sering sekali di dalamnya mengandung sin, mengandung dosa. Di dalam kasus ini, salahnya apa jika Yesus mengubah batu menjadi roti? Salahnya yaitu bahwa Dia tidak lagi bergantung kepada Bapa-Nya. Makin saya menyadari kalimat bergantung ini, makin saya menyadari bahwa ini adalah sesuatu yang Tuhan ajarkan dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru tidak ada habis-habisnya. Seluruh hidup kita sebenarnya dibentuk oleh Tuhan supaya kita bergantung kepada Dia di dalam seluruh aspek hidup. Saudara-saudara, saya akan jelaskan mengapa bergantung itu adalah yang Tuhan ajarkan dan mengapa tidak bergantung itu adalah suatu dosa. George Müller adalah seorang yang takut akan Tuhan dan dia memiliki 10.000 anak yatim piatu. Seperti biasanya adalah ketika dia mengalami kesulitan keuangan dan menyediakan makanan untuk anak-anak, dia adalah orang yang terus berdoa kepada Tuhan. Dan ketika dia berdoa, kemudian ada orang yang memberikan makanan. Dia tidak pernah bicara kepada satu orang pun, tanpa dia pernah bergantung kepada satu orang kaya pun. Ini terjadi di dalam hidupnya berkali-kali. Suatu hari, dia berada dalam kesulitan keuangan lagi dan dia sudah berdoa beberapa saat lamanya. Belum ada jawaban apapun saja. Lalu kemudian ada seorang mengetuk pintu. Dibuka oleh dia. Lalu orang tersebut memberikan kantong, dan George Müller berpikir bahwa ini adalah jawaban Tuhan seperti biasanya. Dia membuka kantong itu dan ternyata adalah pundi-pundi uang yang begitu banyak jumlahnya. George mulai tersenyum, ketika dia mau mengambilnya, tiba-tiba hatinya itu bergejolak. Dia mulai sadar ada something. Lalu kemudian dia meminta orang tersebut menunggu, George masuk ke ruang doanya dan kemudian dia berdoa. Dia berdoa beberapa menit lalu kemudian dia keluar. Lalu kemudian, dia mengatakan: Minta maaf, saya tidak bisa terima uang ini. Orang itu sampai kebingungan. George tidak mau menerimanya. Pertanyaannya; Apanya yang salah? Bukankah uang itu halal? Bukankah itu akan bisa mencukupi seluruh rumah yatim piatu mungkin beberapa bulan, mungkin beberapa tahun lamanya? Yang salah adalah jikalau dia menerima hal itu maka temptation untuk tidak bergantung kepada Tuhan setiap hari mulai muncul. Tidak bergantung kepada Allah adalah dosa yang besar. Tidak bergantung kepada Allah adalah berarti saudara bergantung di atas kemampuan saudara sendiri berarti saudara meninggikan diri sebagai manusia. Saudara berpikir dan berkata kepada Tuhan bahwa aku bisa menghadapi semuanya tanpa Engkau. Itulah sebabnya saudara mengerti di dalam seluruh Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, perjalanan orang Israel adalah perjalanan dilatih oleh Tuhan, dihajar oleh Tuhan untuk terus menerus bergantung. Kristus Yesus adalah Kepala gereja. Dia mengajarkan di dalam pencobaan pertama ini; bergantung kepada Allah. Depend on God. Apakah saudara-saudara mengingat apa yang terjadi pertama kali ketika orang-orang Israel itu keluar dari Mesir? 2,5 juta orang itu dan sebagian besar adalah ibu-ibu, anak-anak, orang tua. Dan kemudian setelah melewati laut yang terbelah dan kemudian menutup dan seluruh tentara Firaun itu hancur di situ. Mereka berjalan dan tidak berapa lama kemudian, peperangan pertama mulai terjadi. Peperangan di Rafidim. Dan orang-orang Amalek mulai mengepung mereka. Di saat seperti itu, Musa dan Yosua harus menghadapi mereka. Dan apa yang mereka bawa? Mereka hanya membawa beberapa senjata saja, sisanya mereka membawa barang-barang kebutuhan rumah mereka. Mereka berjalan dan sudah berjalan begitu lelah. Sekarang mereka harus berhadapan dengan musuh dengan seluruh kekuatan perangnya. Bangsa Israel sendiri adalah orang yang sudah lama menjadi budak, bagaimana mungkin mereka bisa berperang? Peristiwa itu mau mengajarkan apa? Musa langsung tahu, Yosua, kamu di depan. Pimpin beberapa orang untuk berperang. Lalu kemudian Musa langsung lari ke bukit. Semua orang Israel mungkin kebingungan; kenapa engkau lari, engkau melarikan diri? Tidak. Musa di sana minta belas kasihan Tuhan. Untuk bisa hidup lagi di depan. Minta belas kasihan Tuhan. Setiap kali tangan Musa diangkat maka kemudian Israel menang. Dia kecapean karena sudah 3 - 4 jam perang lalu kemudian tangan diturunkan. Dia lihat Israel kalah. Dia kemudian naikkan lagi sampai Harun dan Hur memegang di sebelah kiri dan kanannya. Dan seluruhnya itu pelajaran apa? Itu bukan sinkretisme, mysticism. Itu mau menyatakan bahwa seberapa engkau mau bergantung kepada-Ku, Musa dan seluruh Israel? Allah menghendaki kita bergantung kepada Dia saja. Melihat dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, saudara akan menemukan benang merah seperti itu. Orang Israel terus menerus dilatih untuk satu; bergantung. Israel diberi manna oleh Tuhan. Manna itu diberikan setiap pagi dan tidak boleh disimpan untuk orang Isrel ketika bangun pagi mengharapkan manna, mengharapkan kasih setia Tuhan yang tetap untuk selama-lamanya. Kalau kita tidak dikondisikan seperti ini maka kita pasti melupakan Tuhan. Saudara melihat Israel perang itu untuk apa? Untuk boleh bergantung. Israel diberi manna itu untuk apa? Untuk boleh bergantung. Di dalam Doa Bapa kami ada satu bagian; berikan pada kami makanan kami yang secukupnya pada hari ini. Ada orang yang mengatakan: Sekarang doa seperti itu sudah tidak berlaku, sudah ada lemari es. Jangankan bicara "yang secukupnya", saudara buka, mau apa saja bisa. Lemari es saudara bisa menampung sampai 1 bulan di depan. Saya tidak katakan saudara tidak boleh pakai lemari es. Saya mau katakan adalah semangat/spirit itu tidak boleh hilang. Saya mau katakan bahwa sesuatu ketergantungan di hadapan Allah itu tidak pernah boleh pudar. Yesus Kristus katakan: "Berbahagialah engkau yang miskin di hadapan Allah." Apa yang Yesus sedang katakan kepada kita? Adalah engkau harus sadar dirimu itu miskin, bankrupt. Kalimat itu boleh diterjemahkan adalah bankrupt. Saya tanya; hari ini, detik ini, berapa orang yang rasa bankrupt, bukan masalah keuangan tetapi secara rohani. Saudara punya uang, saudara punya semuanya, kehidupan saudara-saudara baik tetapi saudara sadar; saya ini miskin kalau bukan anugerah-Mu saya ga mungkin bisa melanjutkan hidup. Saudara mungkin adalah orang kaya tetapi saudara-saudara merasa bankrupt secara rohani di hadapan Allah. Semua kalimat itu dari Alkitab mau menyatakan satu hal; bergantung, apart from Me, you can do nothing. Bergantunglah jemaat kepada Tuhan. Mintalah kepada Tuhan yang memiliki Roh Kudus untuk menciptakan hati seperti ini di dalam hatimu. Dan engkau akan melihat bagaimana Tuhan itu bekerja dengan begitu nyata dan mengalami Tuhan setiap hari karena Tuhan itu mendengarkan orang-orang yang berteriak kepada Dia di dalam kesulitan. Bergantunglah kepada Tuhan. Kiranya Tuhan boleh memimpin hidup kita.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^