GRII Sydney - Ringkasan Khotbah
18
Jul

Panggilan Ikut ke dalam Misi Global Allah

Pdt. Budy Setiawan MDiv.
Download Print a- A+ r
 
 
Date: July 18, 2010
Nats: Mat.28:16-20

Ini adalah satu bagian yang sangat terkenal dari Injil Matius yaitu tentang Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Boleh dikatakan ini adalah bagian penutup dari Injil Matius tetapi juga merupakan satu permulaan yang baru, satu dynamic conclusion dari apa yang Tuhan Yesus kerjakan, apa yang Tuhan Yesus khotbahkan, apa yang Tuhan Yesus lakukan melalui kematian dan kebangkitanNya dan ini adalah kalimat terakhir yang Tuhan Yesus katakan sebelum Ia naik ke surga. Ini adalah dari satu omega point yang kemudian menjadi satu alpha point, satu permulaan dari Injil yang diberitakan ke segala bangsa, “Pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu.” Dari situlah maka kita melihat para rasul mulai pergi memberitakan Injil, pergi ke segala tempat yang jauh sampai akhirnya Injil itu tiba kepada sdr dan saya. Kalau para rasul tidak mentaati panggilan ini maka Injil tidak akan tiba kepada kita hari ini. Kalimat ini menjadi turning point dari pekerjaan Tuhan yang tadinya berfokus kepada Yerusalem dan Israel khususnya tetapi dari sini mulai pergi ke segala tempat dan sampai kepada kita. Menarik sekali kalau kita menyelidiki ke belakang di dalam PL kita akan melihat mengapa ini menjadi turning point PB dimana Injil tersebar ke seluruh dunia karena sebelumnya kita melihat penekanan di dalam PL firman Tuhan yang datang kepada Israel maka di dalam PL tidak ada orang Israel yang disuruh Tuhan pergi ke segala tempat tetapi penekanannya adalah firman itu datang kepada orang Israel dan orang-orang di luar Israel datang masuk dan bersentuhan dengan bangsa Israel dan kemudian mereka menjadi bagian dari bangsa Israel dan mendapat firman Tuhan di Israel. Jadi bukannya keluar tetapi orang-orang dari luar yang datang. Memang di dalam PL tidak ada kalimat itu meskipun ada tersimpan misalnya melalui kalimat Tuhan kepada Abraham, ”...melalui engkau seluruh bangsa akan mendapat berkat.” Tuhan memilih Nuh, Abraham, Israel walaupun memilih satu bangsa tetapi di situ tersimpan benih bahwa Injil harus diberitakan ke segala tempat. Ini menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kita mengerti dan appreciate pada hari ini.

Saya mengajak sdr untuk fokus kepada perkataan Yesus ini dengan lebih mendetail dari ayat 18-20 khususnya ketika Tuhan Yesus mengatakan, “All authority has been given to Me, therefore go and make disciples of all nations. Baptizing them in the name of the Father, of the Son and of the Holy Spirit…” Saya mengajak sdr melihat empat hal dari perkataan Tuhan Yesus ini. Ada satu kata yang diulang empat kali dari ayat 18-20 yaitu kata ‘semua/segala’ yang dalam bahasa Yunani yaitu segala kuasa, segala bangsa, segala sesuatu yang Kuperintahkan, Aku menyertai kamu dalam segala waktu/hari. Ini menjadi satu kerangka yang menarik sekali untuk kita belajar dari Amanat Agung Tuhan Yesus ini. Ada satu pernyataan atau satu janji dari Tuhan bahwa segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepadaKu. Lalu yang dua di tengah itu menjadi perintah untuk kita lakukan yaitu perintah untuk menjadikan segala bangsa muridKu dan ajarkan mereka segala sesuatu. Dan yang terakhir ditutup dengan janji dari Tuhan, Aku menyertai kamu dalam segala waktu sampai kepada akhir jaman. Tuhan memberikan janji dan perintah yang tidak bisa dipisahkan. Setiap kali Tuhan memberikan janji selalu diikuti dengan perintah. Berkat diikuti dengan perintah. Perintah selalu disertai dengan janji. Di dalam hidup kita dua hal ini harus seimbang. Jangan kita hanya ingin menerima janji Tuhan, ingin menerima berkat Tuhan, ingin menerima kebaikan Tuhan tetapi kita lupa akan perintah yang Tuhan tuntut untuk kita lakukan, perintah yang di situ ketika kita lakukan perintah itu kita akan makin mengerti dan makin mengalami janji dan penyertaan Tuhan. Sebaliknya kita juga jangan menjadi orang yang hanya melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan taat seperti legalistik dan lupa bahwa ada janji Tuhan, ada berkat Tuhan, ada pertolongan Tuhan dan khususnya ketika kita mengerjakannya kita melakukan segala pelayanan dan ketaatan kita kepada Tuhan biarlah kita melakukannya hanya berdasarkan kekuatan yang diberikan kepada kita.

Pertama, ketika Tuhan Yesus mengatakan, “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi…” ini menjadi sesuatu yang Tuhan nyatakan setelah kematian dan kebangkitanNya Dia mendeklarasikan bahwa segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepadaNya. Dalam Injil Matius kita melihat dari permulaan bahwa Tuhan Yesus disebut sebagai Raja orang Yahudi dari permulaan. Matius ingin menyatakan Yesus adalah Raja orang Yahudi, waktu Dia lahir orang Majus mencari dengan melihat bintang dan bertanya-tanya, “Di manakah Raja orang Yahudi yang baru lahir itu?” Matius membuktikan dan menyatakan Yesus adalah Raja orang Yahudi ketika Dia masuk ke kota Yerusalem dengan naik keledai muda yang belum pernah ditunggangi orang lain, menjadi satu penggenapan dari PL bahwa Raja orang Yahudi itu akan datang dengan menunggang keledai muda. Tetapi kemudian kata pernyataan Pilatus, “Engkaukah Raja orang Yahudi?” Yesus tidak menolak dan menjawab, “Engkau sendiri telah mengatakannya…” Yesus mengkonfirmasi bahwa Dia adalah Raja orang Yahudi. Karena pernyataan ini maka menjadi satu alasan mengapa Dia disalibkan. Dan ketika Yesus bangkit dari kematian maka Dia bukan hanya Raja orang Yahudi tetapi Dia adalah Raja di atas segala raja, Raja yang memiliki segala kuasa di surga dan di bumi. Kita memiliki Kristus Tuhan yang memiliki segala kuasa di surga dan di bumi dan kita memiliki Tuhan dan kita percaya Tuhan yang demikian. Seperti Paulus mengatakan “Hidupku bukannya aku lagi tetapi Kristus yang hidup di dalam aku…” Kristus yang hidup di dalam kita, Kristus yang menyertai kita, Kristus yang adalah seorang Raja dari segala kuasa di surga dan di bumi. Jelas ini memberikan satu implikasi yang besar luar biasa di dalam hidup kita, ketika kita percaya bahwa Yesus adalah Raja yang berkuasa di surga dan di bumi. Siapa yang paling berkuasa di bumi? Siapa yang paling kita takuti di dalam hidup kita? Siapa yang paling kita kagumi? Itu menentukan kepada siapa kita tunduk, menentukan kepada siapa kita bersandar akan hidup kita. Ef.6:12 mengatakan peperangan kita bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan segala otoritas kekuatan dari dunia yang gelap dan roh-roh jahat di udara, kuasa dosa dan kuasa Iblis. Ketika Tuhan Yesus mengatakan, “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi…” ini menunjukkan bahwa kekuasaan Tuhan, otoritas Tuhan bukan hanya ada di dalam bagian-bagian tertentu di dalam hidup kita tetapi mencakup seluruh aspek hidup kita. Kuasa yang dinyatakan, kalau Dia adalah Tuhan yang berkuasa bukan hanya di bumi tetapi di surga, di dalam heavenly realms, Dia berkuasa dan berdaulat di situ, maka kita perlu menyerahkan seluruh hidup kita ke dalam tangan Tuhan. Kita semakin menyadari betapa begitu banyak orang Kristen hidupnya betul-betul split antara iman, antara kepercayaannya kepada Tuhan dengan hidupnya sehari-hari. Di manakah keunikan keluarga Kristen? Bagaimana dengan waktu luang kita? Entertainment apa yang kita pilih? Apakah betul kita sadar dan kaitkan Kristus sebagai Tuhan, karena Dia memiliki segala kuasa itu? Kalau tidak demikian, hidup kita akan betul-betul split. Mzm.19 mengajarkan bagaimana memiliki hidup yang berintegritas, langit dan cakrawala memberitakan kemuliaan Allah, ini menyatakan sesuatu yang besar luar biasa memuliakan Tuhan. Tetapi di ayat terakhir pemazmur mengatakan, “Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku ya Tuhan… ” Inilah satu hidup yang berintegriti, dari sesuatu yang besar seluruh aspek dunia ini diakhiri dengan a single person, satu pribadi yaitu kemuliaan Tuhan dinyatakan di dalam seluruh aspek hidup kita mulai dari yang kecil dan private, dari yang paling sederhana di dalam hati kita secara individu, sampai ke dalam segenap aspek di seluruh dunia.

C.S. Lewis mengatakan ”...There is no neutral ground in the universe, every square inch, every split second is claimed by God and counterclaimed by Satan.” Tidak ada daerah yang netral di dunia ini. Setan mengatakan ini milikku, di bawah kekuasaanku. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan, segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepadaKu. Biarlah kita boleh diingatkan melalui firman Tuhan yang kekal dan berkuasa dan kita boleh terima dan renungkan itu di dalam hidup kita, apa dampaknya ketika kita menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu yang ada di surga dan di bumi dan yang menjadikan hidup kita boleh berdoa, “Jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga…” Orang-orang yang demikian adalah orang-orang yang ingin sekali kehendak Tuhan, kedaulatan Tuhan, kuasa Tuhan itu dinyatakan bukan hanya di dalam hidup kita, tetapi dimulai dari hidup kita kepada seluruh aspek di dalam alam semesta ini. Kedua, konsekuensi logisnya ”...karena itu pergilah, jadikan segala bangsa muridKu…” Ini berkaitan dengan pernyataan pertama yang menjadi dasar bagi perintah ini, otoritas universal menuntut suatu misi yang universal. Tuhan berkuasa atas segala sesuatu karena itu Dia menuntut kita juga terlibat di dalam misi yang universal, menjadikan segala bangsa murid Tuhan. John Stott mengatakan “Only because all authority on earth belongs to Christ there we go to all nations and only because all authority in heaven as well is His have we any hope of success…” Hanya karena segala otoritas di bumi ini milik Kristus maka kita boleh pergi ke segala tempat di dunia ini dan hanya karena segala kuasa di surga adalah milik Kristus maka kita memiliki pengharapan untuk berhasil. Karena segala kuasa ada di tangan Tuhan melawan penguasa dosa maka kita ada pengharapan untuk sukses di dalam pemberitaan Injil yang kita lakukan. Ini harus juga menjadi doa kita sebagai Gereja Tuhan, kita menyadari misi Tuhan begitu penting bagi kita untuk pergi menjadikan segala bangsa murid Tuhan, khususnya kita boleh terlibat di dalam pelayanan-pelayanan yang bersifat frontier mission, kita boleh terlibat di dalam mendukung penerjemahan Alkitab, dsb. Khususnya terlibat di dalam pelayanan memberitakan Injil ke tempat-tempat dimana Injil belum diberiktakan. Alkitab mengatakan ketika Injil diberitakan kepada segala bangsa, itu boleh ditafsirkan kepada setiap suku bangsa, kepada setiap people group di tengah-tengah dunia ini. Kalau Injil sudah diberitakan kepada semua suku bangsa maka barulah Yesus akan datang untuk yang kedua kalinya. Ketika kita memberikan Injil ke segala tempat dimana Injil belum diberitakan atau gereja masih sangat lemah di tempat itu, maka kita berbagian di dalam misi global Kristus. Kita anak-anak Tuhan menjadi bagian dari religion of the world, kita bukan hanya memikirkan yang kecil di sini, tetapi Kristus juga menuntut kita untuk dengan berbagai cara sesuai dengan pimpinanNya untuk boleh berbagian di dalam misi global Tuhan yang sedang Tuhan kerjakan. Itulah menjadi sebab mengapa kita diselamatkan, mengapa kita ditebus, supaya kita boleh menjadi saksi Tuhan di tengah-tengah dunia ini. Pergi jadikan segala bangsa muridKu. Yang pertama adalah pengabaran Injil dalam frontier mission, KKR dan Gospel rally yang perlu kita dukung di dalam doa, kita perlu berbagian di dalamnya. Begitu banyak contoh-contoh dari hamba Tuhan yang kita bisa pelajari melalui kesaksian bagaimana mereka berjuang, bagaimana mereka berkorban, bagaimana mereka habis-habisan meninggalkan segala kenikmatan, meninggalkan keluarga dan negara mereka, untuk pergi ke tempat-tempat yang jauh dimana Injil belum diberitakan, meninggalkan semuanya. Sampai ada orang-orang yang percaya di situ, sampai umat Tuhan dimunculkan di setiap tempat di dalam setiap suku bangsa. Biarlah kita juga boleh tergerak karena kita juga dituntut Tuhan yang sudah memiliki segala kuasa itu untuk berbagian di dalam rencanaNya. Walaupun di sini panggilan Tuhan adalah menjadikan segala bangsa murid Tuhan, kita percaya pengabaran Injil menjadi langkah pertama untuk menjadikan mereka murid Tuhan. Langkah kedua adalah membaptiskan mereka di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Murid perlu diajar, murid perlu disiplin untuk mengerti segala sesuatu yang Tuhan perintahkan. Mengajar segala sesuatu, bukan hanya bagian-bagian yang mudah, bukan hanya bagian-bagian yang kita suka, bukan hanya bagian-bagian yang enak dan gampang didengar, tetapi Tuhan Yesus katakan ajarkan mereka segala sesuatu. Ini adalah bagian yang seumur hidup kita walaupun hanya satu kali lahir baru, satu kali percaya, satu kali dibaptis, tetapi belajar itu seumur hidup kita. Kita perlu appreciate kita berada di dalam gereja Reformed Injil yang begitu menekankan pengajaran yang mendalam danitu menjadi fondasi yang kuat sekali di dalam hidup kita sebagai anak-anak Tuhan, Reformed Theology yang menggali, mengekspose kelimpahan dan kekayaan firman Tuhan yang tidak habis-habis. Itu menjadi fondasi yang kokoh, menjadi kekayaan hidup yang memancar di dalam hidup kita, yang harus memancarkan segala firman yang diajarkan kepada kita, segala firman yang lengkap yang Tuhan sudah berikan kepada kita di dalam Alkitab. Di dalam dunia ini khususnya di dalam konteks jaman kita sekarang, banyak orang lebih ingin mendengar yang enak, yang mudah didengar, yang lucu, bukan berarti khotbah tidak boleh ada lucunya, kita perlu kesegaran, bukan berarti tidak boleh membahas hal-hal yang praktikal karena kita perlu juga akan hal itu, tetapi biarlah segala hal yang praktikal, segala hal yang simple, harus berakar di dalam segala doktrin dari Alkitab. Biarlah kita diingatkan, Tuhan Yesus memerintahkan para murid untuk mengajarkan segala sesuatu, termasuk doktrin-doktrin yang dalam, yang sulit, yang berat, itu harus juga kita pelajari, kita pikirkan, kita renungkan. Kadang-kadang hal-hal yang sulit kita mengerti, waktu kita menggali dan merenungkan kita akan menemukan betapa indah dan betapa berlimpahnya firman itu. Waktu sdr membaca bagian-bagian yang tidak sdr mengerti, jangan dilewatkan begitu saja, tetapi coba pikirkan kenapa seperti itu, tanya dan berinteraksi dengan firman Tuhan itu. Waktu kita mulai mengerti dan sadar maka hidup kita menjadi berakar di dalam fondasi yang kuat sebagai anak-anak Tuhan. Seseorang mengatakan kita hidup di dalam dunia yang memberitakan grace without judgment, love without justice, blessing without obedience, triumph without suffering, crown without cross. Kita suka grace, kita suka love, kita suka blessing, kita suka triumph, kita suka crown. Tetapi Alkitab tidak pernah pisahkan itu, Alkitab tidak pernah pisahkan anugerah dengan penghukuman Tuhan kepada manusia yang tidak taat, antara kasih dan keadilan Tuhan, antara berkat dengan ketaatan, dst. Tidak ada mahkota tanpa salib, tidak ada kebangkitan tanpa kematian. Tetapi di dalamnya, bukan kita mau cari-cari susah, tetapi itu adalah jalan yang Tuhan sediakan bagi kita hidup di tengah-tengah dunia yang berdosa dan kita juga masih banyak dosa, kita taat dan melakukan apa yang Tuhan mau maka kita akan sadar di dalamnya ada kesulitan, ada pergumulan, ada penderitaan.

Di dalam mempelajari eksposisi yang tidak mudah, sdr boleh bertahan, boleh berpikir, boleh tidak beralih. Dan di situ ketika kita terus setia kita menjadi orang-orang Kristen yang dewasa, yang tidak hanya mau minum susu tetapi menjadi orang Kristen yang suka akan makanan yang keras, orang Kristen yang bertumbuh, orang Kristen yang kokoh dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Terakhir, Tuhan Yesus memberi janji bahwa Dia akan menyertai kita dalam segala waktu sampai kepada akhir jaman. Ini satu janji yang sangat menghibur, sangat menguatkan dan sangat menguduskan kita. Kalau kita melihat secara global akan Injil Matius, dalam Mat.1:23 malaikat berkata, “Bayi yang akan lahir itu akan disebut Imanuel, yaitu artinya Allah beserta kita.” Allah hadir di sini, Firman menjadi Manusia. Dan di bagian akhir Injil Matius ini, Kristus berkata Dia dalam segala waktu akan menyertai kita. Penyertaan Tuhan, Allah beserta kita bukan berhenti pada waktu Yesus lahir, bukan berhenti pada waktu Yesus mati, tetapi akan terus sampai selama-lamanya. Dia akan menyertai dan memimpin kita. Ini menjadi penghiburan yang luar biasa sesungguhnya.

Jessie Ryle mengatakan, ”...He is with us daily to pardon and forgive, with us daily to sanctify and strengthen, with us daily to defend and keep, with us daily to live and to guide, with us daily in sorrow and joy, with us daily in sickness and with us in health, with us in life and with us in death, with us in time and with us in eternity. I am with you always even in the end of the world, I will never leave you and never forsake you, we could ask nothing more.” Betapa indah waktu kita merenungkan, kita mengerti dan menyadari penyertaan Tuhan dalam segala waktu. Surely I am with you always… Yesus bukan berjanji akan menyertai, tetapi di sini memakai bentuk Present Tense, I am with you always, Aku sekarang sudah menyertai engkau dan akan terus menyertai engkau dari sekarang sampai selama-lamanya. Kehadiran Tuhan yang memimpin, memberkati, menopang, memberi kekuatan, menghibur dan membentuk hidup kita. Dia yang beserta kita adalah Dia yang pemilik seluruh alam semesta yang berkuasa di surga dan di bumi, Tuhan itu adalah Tuhan yang menyertai dan memimpin kita. Kalau kita mengkaitkan janji ini dengan perintahNya untuk pergi memberitakan Injil, ketika kita belajar mengerti firmanNya dan belajar melakukan apa yang Tuhan kehendaki bagi kita di dalam dunia ini, kita akan makin mengalami penyertaan Tuhan, Tuhan yang hadir, Tuhan yang memimpin, Tuhan yang memberi kekuatan bagi kita. Biar kita boleh berjuang mentaati Tuhan dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Di situ ada kesulitan, ada pergumulan, ada kelemahan, ada air mata, ada rasa kita tidak mampu, tetapi ketika kita bersandar kepada Tuhan, berdoa kepadaNya, dan sekali lagi menyerahkan hidup kita ke dalam tanganNya kita akan mengalami Tuhan yang hadir, Tuhan yang memberkati, Tuhan yang memimpin, Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita. Biarlah kita boleh percaya, kita jangan takut, dan kita terus mengerjakan kehendak Tuhan di dalam hidup kita, dan boleh kita melihat dan menyaksikan dan mengalami Dia adalah Tuhan yang menyertai kita sampai kepada akhir jaman. (kz)