GRII Sydney - Ringkasan Khotbah
07
Jun

Kualifikasi Kristus sebagai Juruselamat Manusia

Pdt. DR. Peter Wongso
Download Print a- A+ r
 
 
Date: June 07, 2009
Nats: Kisah Rasul 4:12

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis.4:12)

Saya sering mendengar orang yang sudah lama menjadi Kristen bertanya, “Tuhan Yesus adalah juruselamat yang hidup dua ribu tahun yang lalu, apakah sekarang ini masih bisa menjadi juruselamat? Apakah sekarang ini Dia masih bisa menyelamatkan kita?” Di pihak lain, Tuhan sudah tidak punya kekuatan lagi untuk menyelamatkan umat manusia. Konsep seperti ini bisa terjadi karena pengertian akan Tuhan Yesus tidak jelas. Di dalam Mat.1:21 malaikat berkata kepada Yusuf bahwa Maria akan melahirkan seorang anak yang akan diberi nama Yesus. Nama Yesus berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah juruselamat. Di dalam bahasa Ibrani namaNya adalah Yosua. Malaikat Tuhan mengatakan bahwa Yesus akan menyelamatkan umat manusia dari dosa-dosa mereka. Di sini kita jelas melihat bahwa Tuhan Yesus bukan saja menyelamatkan orang Yahudi tetapi seluruh umat manusia karena Tuhan telah menciptakan kita semua sehingga dari suku dan ras apapun kita adalah umat Tuhan. Apakah Yesus dapat menyelamatkan kita? Ini hal yang akan kita pelajari bersama-sama hari ini. Untuk menjadi juruselamat perlu ada kualifikasi tertentu, seperti seorang dokter mempunyai kualifikasi sebagai dokter, seorang manager perusahaan juga harus mempunyai kualifikasi sebagai manager. Dan apakah kualifikasi seorang juruselamat? Setidaknya ada empat kualifikasi.

Yang pertama, Dia adalah Tuhan yang maha suci yang tidak memiliki dosa. Jika seorang juruselamat sendiri mempunyai dosa, bagaimana dia bisa menyelamatkan dirinya? Dia tentu memerlukan juruselamat lain untuk menyelamatkan dia. Di dunia ini banyak ajaran-ajaran ahli agama yang sendirinya berdosa. Berapa banyak dosanya, itu bicara hal yang lain lagi. Apakah Tuhan Yesus benar-benar tidak mempunyai dosa? Di dalam Lukas 1 kita melihat malaikat memberitahu kepada Maria bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus, sehingga sejak di rahim ibunya sudah dikuduskan. Sehingga Ia datang ke dalam dunia ini tanpa dosa. Menurut ajaran orang Yahudi, seorang ibu yang sedang mengandung harus membacakan firman TUhan dan menyanyikan pujian rohani bagi bayinya. Setelah dilahirkan, menurut ajaran Yahudi setelah delapan hari bayi itu diserahkan kepada Tuhan dan disunat. Kemudian dia akan dibesarkan di dalam ajaran Yahudi yang ketat sampai berusia dua belas tahun. Alkitab mencatat ketika Yesus berusia dua belas tahun, Dia masuk ke dalam Bait Allah. Dia melakukan percakapan dengan pemuka-pemuka agama di Bait Allah. Kemudian setelah itu Dia kembali ke Nasaret dan hidup berbakti kepada ayah ibunya selama 18 tahun, seperti yang Musa ajarkan. Kemudian sesudah itu Dia keluar mengabarkan firman Tuhan. Ketika Dia datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis, Yohanes mengatakan dia tidak layak membaptis Yesus karena tidak ada dosa padaNya. Tetapi Yesus mengatakan ini adalah hal yang harus dilakukan bagiNya. Setelah dibaptis, tingkap langit terbuka dan turunlah Roh Kudus dalam bentuk burung merpati dan ada suara dari surga mengatakan, “Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNya Aku berkenan.” Dalam Luk.4 dicatat setelah itu Roh Kudus membawaNya ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Kita selalu berpikir Iblis hanya di bagian ini saja mencobai Yesus, namun di dalam Luk.3:13 dikatakan Iblis menunggu sampai waktu yang tepat untuk mencobai Yesus. Itu berarti Iblis berkali-kali mencobai Yesus. Seumur hidup Yesus selalu dicobai oleh Iblis. Di dalam Ibr.4:15 dikatakan Yesus mengalami pencobaan sama seperti kita, hanya Dia tidak berbuat dosa. Ini jelas sekali dikatakan oleh Alkitab. Di dalam Yoh.8 ada beberapa pemuka Yahudi datang untuk mencari kesalahanNya. Yesus berkata kepada mereka, “Engkau datang untuk mencari kesalahan padaKu?” Dia memberi kesempatan kepada mereka untuk menemukan kesalahan pada diriNya tetapi tidak ada seorangpun yang bisa menemukan kesalahan padaNya. Ketika Tuhan Yesus diadili di hadapan Pilatus, Pilatus tidak menemukan kesalahan apapun kepadaNya dan tiga kali Pilatus menyatakan hal ini di hadapan orang banyak (Yoh.18:38 dan 19:4-6). Tuhan kita adalah juruselamat yang tidak memiliki dosa. Yang menentang Dia selalu berusaha mencari-cari kesalahanNya dan yang menghakimi Dia juga tidak bisa menemukan kesalahan apapun padaNya. Seumur hidupNya Yesus tidak pernah berbuat dosa sehingga Dia memenuhi kualifikasi untuk menjadi juruselamat.

Yang kedua, apakah Yesus mempunyai kekuatan untuk menyelamatkan manusia? Berapa banyakkah orang yang bisa Dia selamatkan? Firman Tuhan memberitahukan kepada kita Dia akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka. Umat manusia ini bukan hanya beberapa orang saja tetapi sebanyak-banyaknya orang. Sehingga Tuhan Yesus sudah menyelamatkan manusia dua ribu tahun yang lalu, Dia juga mampu menyelamatkan manusia yang hidup sekarang ini. Kakek saya menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamatnya waktu dia masih muda dan kemudian dia melayani sebagai majelis di gerejanya. Papa saya juga percaya dan menerima keselamatan dari Tuhan Yesus dan melayani sebagai hambaNya. Kemudian saya juga percaya Tuhan dan menerima keselamatan dari Tuhan dan melayani sebagai hamba Tuhan. Sudah lebih dari lima puluh tahun saya melayani Tuhan. Kemudian kedua putera saya menerima Tuhan dan menjadi hamba Tuhan. Dan cucu-cucu saya juga menerima Tuhan sebagai juruselamatnya. Dari sini saja kita melihat generasi demi generasi menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat karena Tuhan memiliki kekuatan dan kuasa untuk menyelamatkan. Sepanjang lima puluh tahun ini saya telah melayani Tuhan di Indonesia dari Aceh hingga Papua, baik di kota besar maupun di desa dan pedalaman. Saya menyaksikan bagaimana Tuhan Yesus menyelamatkan mereka. Bukan saja di Indonesia, di seluruh dunia hari ini banyak hamba-hamba Tuhan keluar mengabarkan Injil dan mereka menyaksikan kekuatan kuasa Tuhan menyelamatkan orang-orang berdosa. Kuasa kekuatan itu tidak pernah berkurang. Tuhan mempunyai kekuatan untuk menyelamatkan kita karena Dia memiliki kuasa yang tidak terbatas untuk melakukannya.

Yang ketiga, apakah Dia benar-benar bisa menyelamatkan semua manusia? Kita tahu bahwa setelah Yesus bangkit dari kematian, Dia memiliki tubuh kebangkitan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, sehingga Dia bisa berada di mana-mana. Luk.24 mencatat Yesus menjumpai dua orang murid yang sedang di dalam perjalanan ke Emaus. Yoh.20 mencatat kejadian di Yerusalem ketika murid-murid yang ketakutan mengunci pintu dan bersembunyi, Yesus seketika bisa berada di tengah-tengah mereka. Kis.18:8 mencatat ketika Paulus memberitakan Injil di kota Korintus, dia melihat keadaan di Korintus sangat menakutkan dan dia ingin lari meninggalkan pelayanannya. Tetapi Tuhan Yesus mengetahui bahwa di kota itu ada orang-orang yang harus diselamatkan, maka Dia menampakkan diri kepada Paulus dan mengatakan, “Tidak perlu takut, tinggallah di kota ini dan memberitakan Injil karena banyak umatKu di sini.” Ketika Paulus hendak ke Roma, Kis.27-28 di dalam perjalanan kapal Paulus sudah hampir tenggelam karena badai besar, tetapi Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya dan menguatkan dia. Maka Paulus memberitahu kepada seluruh penumpang dan awak kapal untuk tidak perlu takut karena Tuhan akan menyelamatkan mereka asal mereka mengaku dosa dan menerima Tuhan. Maka dua ribu tahun yang lalu Tuhan sudah menyelamatkan manusia, saat inipun Dia berada di mana-mana untuk menyelamatkan manusia. Kita manusia dibatasi oleh ruang dan waktu. Kita yang berada di Sydney memerlukan waktu tujuh jam untuk tiba di Jakarta. Tuhan tidak demikian. Kita beribadah di sini, kita percaya Tuhan ada di tempat ini. Namun di saat yang sama, di tempat lain Tuhan juga hadir dan menyelamatkan orang-orang di sana. Kita tidak perlu SMS meminta Tuhan datang ke sana ke mari untuk menyelamatkan orang karena Dia maha hadir dan berada di mana-mana. Jika Tuhan tidak maha hadir maka Dia tidak dapat menyelamatkan orang di mana-mana. Tetapi sejarah mengatakan Tuhan Yesus maha hadir adanya. Dia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, Dia bisa menyelamatkan orang di manapun juga. Tuhan sudah menyertai saya selama lima puluh tahun ini melayani Dia. Setiap kali menyampaikan firman Tuhan saya percaya ada yang menerima Tuhan sebagai juruselamatnya dan Tuhan Yesus menyelamatkan mereka.

Beberapa bulan yang lalu seorang bekas murid saya yang sekarang melayani di Toronto dan bersyukur di tahun 2008 dia berjanji untuk membawa 100 orang untuk percaya Tuhan. Namun pada tanggal 31 Desember baru 98 orang yang sudah percaya dan dia masih berdoa untuk dua orang lagi menggenapi nasarnya. Tetapi pada hari itu sebelum menutup tahun 2008 ada 7 orang lagi yang percaya sehingga lebih dari 100 orang. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang berada di mana-mana. Dia dapat menyelamatkan orang di berbagai tempat pada waktu yang bersamaan. Dan yang lebih penting, Tuhan adalah Allah yang kekal. Dia adalah Tuhan yang hidup selama-lamanya. Manusia begitu terbatas dan bisa berlalu dari generasi ke generasi namun Tuhan Yesus adalah kekal untuk selama-lamanya.

Sekarang saya sudah berusia 78 tahun. Sejak muda saya keluar untuk mengabarkan Injil tanpa merasa letih. Namun dalam tiga tahun terakhir ini saya mulai menyadari keterbatasan saya dan baru merasakan apa itu lelah. Baru mau bekerja, tubuh sudah mau tidur. Sdr menelpon saya lebih dari setengah jam, saya sudah tidak tahu apa yang kau percakapkan. Tetapi puji Tuhan, selama ini saya tidak pernah jatuh tertidur waktu sedang menyampaikan firman Tuhan. Tuhan Yesus selamanya kekal dan tidak pernah terlelah dan tertidur. Dia bukan hanya menyelamatkan kita tetapi juga anak-cucu kita. Selama-lamanya Tuhan tidak pernah berubah. Berapa bagian dari diri kita yang Dia selamatkan? Yesus bukan saja menyelamatkan jiwa roh kita, tetapi Dia juga menyelamatkan kita dari hal-hal lainnya. Yang pertama adalah Dia menyelamatkan jiwa roh kita, melepaskannya dari hukuman dosa. Kita telah berdosa kepada Tuhan dan dengan darahNya Dia menyelamatkan kita. Setelah diselamatkan, kita masih hidup di dalam dunia ini. Di dalam kehidupan kita banyak kesulitan dan tantangan kita hadapi, sdr tetap harus ingat bahwa Tuhan menyelamatkan dan menyertai kita di dalam hidup sehari-hari. Dia memberikan hikmat kepada kita agar kita dapat mengetahui dimana kelemahan kita dan menemukan jalan keluar menghadapi kesulitan hidup. Kadang kala Dia membawa kita kepada jalan yang kita tidak pernah tahu.

Saya sendiri mengalami hal ini. Di dalam pelayanan saya menghadapi banyak pekerjaan dan kesulitan yang kadang tidak mampu saya selesaikan. Kadangkala saya melayani orang yang menghadapi kesulitan yang sangat berat dan saya sendiri tidak mampu menolong dia. Namun saya mempunyai satu rahasia. Pada waktu saya menghadapi begitu banyak kesulitan, maka saya memberitahukannya kepada Tuhan Yesus. Apabila itu adalah permasalahan yang dihadapi orang lain, saya berdoa kepada Tuhan, menyerahkan dia sepenuhnya di dalam tangan Tuhan karena saya percaya Tuhan bisa menolong dia. Saya sudah tidak punya tenaga dan kekuatan lagi, maka saya berdoa seperti itu kepada Tuhan. Setelah berdoa, saya tertidur. Keesokan paginya sesudah bangun, saya menemukan ternyata orang itu sudah bisa menyelesaikan persoalannya. Ada orang lain yang Tuhan utus untuk menolong dia mengatasi persoalannya. Maka pengalaman-pengalaman seperti ini memberikan pengajaran kepada kita supaya kita berdoa menyerahkan seluruh hidup kita ke dalam tangan Tuhan, menyerahkan seluruh persoalan hidup kita kepadaNya. Ketika kita bersandar sepenuhnya kepada Tuhan, tangan Tuhan yang berkuasa akan menolong kita. Maka Tuhan adalah Tuhan yang selalu ada bersama kita setiap saat, membantu kita pada saat kita menghadapi kesulitan dan tantangan, memberikan hikmat kepada kita untuk bagaimana menjalani hidup kita. Tuhan adalah juruselamat kita setiap hari. Dalam keadaan terjaga maupun tidur, dimanapun juga, Tuhan menyertai kita. Di Australia saya mengendarai mobil, tetapi itu tidak saya lakukan di Indonesia. Mengendarai mobil di Australia gampang-gampang susah. Kadang ada anak muda mengendarai mobil sambil mabuk-mabuk. Maka sewaktu hendak mengendarai mobil saya berdoa satu hal kepada Tuhan, “Tuhan, Engkau tahu saya akan pergi menyampaikan firman Tuhan. Di perjalanan saya akan menemukan banyak mobil, kiranya Tuhan menguasai mereka agar tidak menabrak saya.” Saya percaya Tuhan sungguh menyertai saya dalam hal ini. Penyelamatan Tuhan bisa kita alami setiap waktu. Bagaimana kita dapat menikmati penyertaan Tuhan itu? Percaya kepada Tuhan juruselamat dan menyerahkan segala hidupmu di dalam doa, jangan menghadapi kesulitan seorang diri. Engkau percaya kepada Tuhan dan bersandar kepadaNya, maka engkau akan menyaksikan bahwa apa yang Tuhan lakukan melebihi apa yang engkau doakan. Pada saat engkau menghadapi kesulitan, engkau akan tahu bagaimana menghadapinya. Percaya kepada Tuhan, maka Dia akan menyertaimu. Tuhan tidak pernah menolak kita yang datang kepadaNya. Dia akan mendengar doa kita. Bahkan sebelum kita berdoa, Dia sudah tahu apa yang akan kita doakan karena Dia adalah Allah yang maha tahu. Kita dapat mengenal Tuhan yang dapat kita sandari. Ketika kita menghadapi kesulitan, beritahukan itu kepada Tuhan. Bersandarlah kepadanya. Alamilah penyertaan Tuhan maka engkau dapat menjadi saksi bagi orang lain. Kiranya Tuhan membantu kita. Dunia ini akan menjadi apa, kita tidak tahu. Namun satu hal yang kita tahu, Dia adalah Tuhan yang kekal. Percaya kepadaNya maka kita akan mendapat keselamatan (Ibr.7:25). Barangsiapa menerima dan percaya kepadaNya maka kita akan diselamatkan.(kz)